RSS Feed

DATABASE MANAGEMENT SYSTEMS

31 May 2018 by nabil yusril

DATABASE MANAGEMENT SYSTEMS

DBMS (Database Management Systems) adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database yang mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi, dan memelihara basis data.

Fungsi DBMS :

  1. Data Definition : DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
    2. Data Manipulation : DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari pemakai untuk mengakses data.
  2. Data Security dan Integrity : DBMS dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator).
  3. Data Recovery dan Conccurency : DBMS harus dapat menangani kegagalan-kegagalan pengaksesan basis data yang dapat disebabkan oleh kesalahan sistem, kerusakan disk, dsb. Dan DBMS harus dapat mengontrol pengaksesan data yang konkruen yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari satu pemakai pada saat yang bersamaan.
  4. Data Dictionary : DBMS harus menyediakan data dictionary
  5. Performance : DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi se-efisien mungkin.

Keuntungan DBMS :

  1. Mengurangi pengulangan data : DBMS mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data yang terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam 1 file.
  2. Mencapai independensi data : Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
  3. Mengintegrasikan data beberapa file : Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan menjadi kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.
  4. Mengambil data dan informasi dengan cepat : Hubungan-hubungan logis, bahasa maniplasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan menit atau detik.
  5. Meningkatkan Keamanan : DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), direktori pemakai, dan bahasa sandi (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.

Kerugian DBMS :

  1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal : DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
  2. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar : DBMS sering memerlukan penyimpanan dan memori yang lebih besar daripada program aplikasi lain.
  3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA : DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh pengelola basis data (DBA).

BAHASA dalam DBMS :

  1. Data Definision Language (DDL) : Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari table yang disimpan dalam file khusus disebut data dictionary/directory.
  2. Data Manipulation Language (DML) : Bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau memanipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.

Manipulasi data dalam DML meliputi :

* Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data

* Penempatan informasi baru dalam basis data

* Penghapusan informasi dari basis data

* Memodifikasi informasi yang disimpan dalam basis data

Secara dasar ada dua tipe DML :

  1. Prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya contoh dbase III, foxbase
  2. Non prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Contoh SQL, QBE.

Non Prosedural lebih mudah digunakan dan dipelajari oleh user sebab user tidak harus mengerti bagaimana data harus diperoleh.

KOMPONEN DBMS :

  1. Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk query kedalam instruksi kedalam database manager
  2. Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
  3. File manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk
  4. DML Prosessor, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi
  5. DDL compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data
  6. Dictionary manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary

Sistem manajemen database atau database management system (DBMS) adalah merupakan suatu sistem software yang memungkinkan seorang user dapat mendefinisikan, membuat, dan memelihara serta menyediakan akses terkontrol terhadap data. Database sendiri adalah sekumpulan data yang berhubungan dengan secara logika dan memiliki beberapa arti yang saling berpautan.
DBMS yang utuh biasanya terdiri dari :

  1. Hardware

Hardware merupakan sistem computer actual yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses databse. Dalam sebuah organisasi berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.

  1. Software beserta utility

Software adalah DBMS yang aktual. DBMS memungkinkan para user untuk berkomunikasi dengan database. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara database dengan user. Sebuah database harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah organisasi.

  1. Prosedur

Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktik-praktik nyata yang harus diikuti user untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data

  1. Data

Data adalah jantung dari DBMS. Ada dua jenis data. Pertama, adalah kumpulan informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi. Jenis data kedua adalah metadata, yaitu informasi mengenai database.

  1. User

Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah

    • Database administrator adalah orang atau group yang bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu organisasi
    • Enduser adalah orang yang berada di depan workstation dan berinteraksi secara langsung dengan sistem.
    • Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database melalui cara yang berbeda.

Fitur-fitur DBMS

  • Independensi data –program
  • Keamanan
  • Integritas
  • Konkurensi
  • Pemulihan (recovery)
  • Katalog sistem
  • Perangkat produktifitas

Keunggulan DBMS

  1. Mengendalikan atau mengurangi duplikasi data.
  2. Menjaga konsistensi dan integritas data.
  3. Memudahkan pemerolehan informasi yang lebih banyak dari data yang sama.
  4. Meningkatkan keamanan data.
  5. Memaksakan penerapan standar.
  6. Menghemat biaya.
  7. Menanggulangi konflik kebutuhan antar pemakai.
  8. Meningkatkan tingkat respon dan kemudahan akses bagi pemakai akhir.
  9. Meningkatkan produktifitas pemrogram.
  10. Meningkatkan pemeliharaan.
  11. Meningkatkan konkurensi tanpa menimbulkan masalah kehilangan informasi atau integritas serta meningkatkan layanan backup dan recovery.

Kelemahan DBMS

  1. Kompleksitas yang tinggi membuat administrator dan pemakai akhir harus benar-benar memahami fungsi-fungsi dalam DBMS agar dapat memperoleh manfaat yang optimal.
  2. Ukuran penyimpanan yang dibutuhkan oleh DBMS sangat besar dan memerlukan memori yang besar agar bisa bekerja secara efisien.
  3. Harga DBMS yang handal sangat mahal.
  4. Terkadang DBMS meminta kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu.
  5. Biaya konversi sistem lama ke sistem baru yang memakai DBMS terkadang sangat mahal.
  6. Kinerjanya terkadang kalah dengan sistem yang berbasis berkas.
  7. Dampak kegagalan menjadi lebih tinggi karena semua pemakai bergantung pada ketersediaan DBMS.