berbagi ilmu akhirat dan dunia

Blog Mahasiswa Universitas Brawijaya dan Mahasantri Pesantren uhur malang

Archive for the 'berbagi ilmu' Category

Sejarah Filosof Sufi Al-Hakim At-Tirmidzi

 

Sejarah Filosof Sufi Al-Hakim

At-Tirmidzi

 

Paper Halaqoh

 

Disajikan dalam forum halaqoh;  Kamis, 1 Juli 2010

 

 

Oleh :

 

 

HAKMI WAHYUDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaqoh Ilmiah

Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang

Juni 2010

 

 

Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi (lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi) adalah seorang ahli hadits. Ia pernah belajar hadits dari Imam Bukhari. Ia menyusun kitab Sunan At Turmudzi dan Al Ilal. Ia mengatakan bahwa dia sudah pernah menunjukkan kitab Sunannya kepada ulama ulama Hijaz, Irak dan Khurasan dan mereka semuanya setuju dengan isi kitab itu. Karyanya yang mashyur yaitu Kitab Al-Jami’ (Jami’ At-Tirmizi). Ia juga tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadits terkenal.

Al Hakim mengatakan “Saya pernah mendengar Umar bin Alak mengomentari pribadi At Turmudzi sebagai berikut; kematian Imam Bukhari tidak meninggalkan muridnya yang lebih pandai di Khurasan selain daripada Abu ‘Isa At Turmudzi dalam hal luas ilmunya dan hafalannya.”

  1. Biografi
  1. Nama dan kelahirannya

Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmizi, salah seorang ahli hadits kenamaan, dan pengarang berbagai kitab yang masyhur, lahir di kota Tirmiz.[1]

  1. Nasab beliau:
  • As Sulami; yaitu nisbah kepada satu kabilah yang yang di jadikan sebagai afiliasi beliau, dan nisbah ini merupakan nisbah kearaban
  • At Tirmidzi; nisbah kepada negri tempat beliau di lahirkan (Tirmidz), yaitu satu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran.

 

 

  1. Perkembangan dan lawatannya

Kakek Abu ‘Isa at-Tirmizi berkebangsaan Mirwaz, kemudian pindah ke Tirmiz dan menetap di sana. Di kota inilah cucunya bernama Abu ‘Isa dilahirkan. Semenjak kecilnya Abu ‘Isa sudah gemar mempelajari ilmu dan mencari hadits. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negeri: Hijaz, Irak, Khurasan dan lain-lain. Dalam perlawatannya itu ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru hadits untuk mendengar hadits yang kem dihafal dan dicatatnya dengan baik di perjalanan atau ketika tiba di suatu tempat. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan tanpa menggunakannya dengan seorang guru di perjalanan menuju Makkah. Kisah ini akan diuraikan lebih lanjut.

  1. Wafat

Setelah menjalani perjalanan panjang untuk belajar, mencatat, berdiskusi dan tukar pikiran serta mengarang, ia pada akhir kehidupannya mendapat musibah kebutaan, dan beberapa tahun lamanya ia hidup sebagai tuna netra; dalam keadaan seperti inilah akhirnya at-Tirmizi meninggal dunia. Ia wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892) dalam usia 70 tahun.

  1.  Keilmuan
  1. Guru-gurunya

Ia belajar dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antaranya adalah Imam Bukhari, kepadanya ia mempelajari hadits dan fiqh. Juga ia belajar kepada Imam Muslim dan Abu Dawud. Bahkan Tirmizi belajar pula hadits dari sebagian guru mereka.

Imam at Tirmidzi menuntut ilmu dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antara mereka adalah:

 

  1. Qutaibah bin Sa’id
  2. Ishaq bin Rahuyah
  3. Muhammad bin ‘Amru As Sawwaq al Balkhi
  4. Mahmud bin Ghailan
  5. Isma’il bin Musa al Fazari
  6. Ahmad bin Mani’
  7. Abu Mush’ab Az Zuhri
  8. Basyr bin Mu’adz al Aqadi
  9. Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib
  10. Abi ‘Ammar Al Husain bin Harits
  11. Abdullah bin Mu’awiyyah al Jumahi
  12. ‘Abdul Jabbar bin al ‘Ala’
  13. Abu Kuraib
  14. ‘Ali bin Hujr
  15. ‘Ali bin sa’id bin Masruq al Kindi
  16. ‘Amru bin ‘Ali al Fallas
  17. ‘Imran bin Musa al Qazzaz
  18. Muhammad bin aban al Mustamli
  19. Muhammad bin Humaid Ar Razi
  20. Muhammad bin ‘Abdul A’la
  21. Muhammad bin Rafi’
  22. Imam Bukhari
  23. Imam Muslim
  24. Abu Dawud
  25. Muhammad bin Yahya al ‘Adani
  26. Hannad bin as Sari
  27. Yahya bin Aktsum
  28. Yahya bun Hubaib
  29. Muhammad bin ‘Abdul Malik bin Abi Asy Syawarib
  30. Suwaid bin Nashr al Marwazi
  31. Ishaq bin Musa Al Khathami
  32. Harun al Hammal.
  33. dll
  1. Murid-muridnya

Kumpulan hadits dan ilmu-ilmu yang di miliki imam Tirmidzi banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah;

  1. Abu Bakr Ahmad bin Isma’il As Samarqandi
  2. Abu Hamid Abdullah bin Daud Al Marwazi
  3. Ahmad bin ‘Ali bin Hasnuyah al Muqri’
  4. Ahmad bin Yusuf An Nasafi
  5. Ahmad bin Hamduyah an Nasafi
  6. Al Husain bin Yusuf Al Farabri
  7. Hammad bin Syair Al Warraq
  8. Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi
  9. Ar Rabi’ bin Hayyan Al Bahili
  10. Abdullah bin Nashr saudara Al Bazdawi
  11. ‘Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi
  12. ‘Ali bin ‘Umar bin Kultsum as Samarqandi
  13. Al Fadhl bin ‘Ammar Ash Sharram
  14. Abu al ‘Abbas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub
  15. Abu Ja’far Muhammad bin Ahmad An Nasafi
  16. Abu Ja’far Muhammad bin sufyan bin An Nadlr An Nasafi al Amin
  17. Muhammad bin Muhammad bin Yahya Al Harawi al Qirab
  18. Muhammad bin Mahmud bin ‘Ambar An Nasafi
  19. Muhammad bin Makki bin Nuh An Nasafai
  20. Musbih bin Abi Musa Al Kajiri
  21. Makhul bin al Fadhl An Nasafi
  22. Makki bin Nuh
  23. Nashr bin Muhammad bi Sabrah
  24. Al Haitsam bin Kulaib
  25. dll
  1. Kekuatan Hafalannya

Abu ‘Isa aat-Tirmizi diakui oleh para ulama keahliannya dalam hadits, kesalehan dan ketakwaannya. Ia terkenal pula sebagai seorang yang dapat dipercaya, amanah dan sangat teliti. Salah satu bukti kekuatan dan cepat hafalannya ialah kisah berikut yang dikemukakan oleh al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Tahzib at-Tahzib-nya, dari Ahmad bin ‘Abdullah bin Abu Dawud, yang berkata:

“Saya mendengar Abu ‘Isa at-Tirmizi berkata: Pada suatu waktu dalam perjalanan menuju Makkah, dan ketika itu saya telah menuslis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang guru. Guru tersebut berpapasan dengan kami. Lalu saya bertanya-tanya mengenai dia, mereka menjawab bahwa dialah orang yang kumaksudkan itu. Kemudian saya menemuinya. Saya mengira bahwa “dua jilid kitab” itu ada padaku. Ternyata yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang mirip dengannya. Ketika saya telah bertemu dengan dia, saya memohon kepadanya untuk mendengar hadits, dan ia mengabulkan permohonan itu. Kemudian ia membacakan hadits yang dihafalnya. Di sela-sela pembacaan itu ia mencuri pandang dan melihat bahwa kertas yang kupegang masih putih bersih tanpa ada tulisan sesuatu apa pun. Demi melihat kenyataan ini, ia berkata: ‘Tidakkah engkau malu kepadaku?’ lalu aku bercerita dan menjelaskan kepadanya bahwa apa yang ia bacakan itu telah kuhafal semuanya. ‘Coba bacakan!’ suruhnya. Lalu aku pun membacakan seluruhnya secara beruntun. Ia bertanya lagi: ‘Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku?’ ‘Tidak,’ jawabku. Kemudian saya meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits yang tergolong hadits-hadits yang sulit atau garib, lalu berkata: ‘Coba ulangi apa yang kubacakan tadi,’ Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai; dan ia berkomentar: ‘Aku belum pernah melihat orang seperti engkau.”

  1. Persaksian para ulama terhadap beliau

Persaksian para ulama terhadap keilmuan dan kecerdasan imam Tirmidzi sangatlah banyak, diantaranya adalah;[2]

1)      Imam Bukhari berkata kepada imam At Tirmidzi “ilmu yang aku ambil manfaatnya darimu itu lebih banyak ketimbang ilmu yang engkau ambil manfaatnya dariku.”

2)      Al Hafiz ‘Umar bin ‘Alak menuturkan “Bukhari meninggal, dan dia tidak meninggalkan di Khurasan orang yang seperti Abu ‘Isa dalam hal ilmu, hafalan, wara’ dan zuhud.”

3)      Ibnu Hibban menuturkan “Abu ‘Isa adalah sosok ulama yang mengumpulkan hadits, membukukan, menghafal dan mengadakan diskusi dalam hal hadits.”

4)      Abu Ya’la al Khalili menuturkan “Muhammad bin ‘Isa at Tirmidzi adalah seorang yang tsiqah menurut kesepatan para ulama, terkenal dengan amanah dandan keilmuannya.

5)      Abu Sa’d al Idrisi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang di ikuti dalam hal ilmu hadits, beliau telah menyusun kitab al jami’, tarikh dan ‘ilal dengan cara yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang alim yang kapabel. Beliau adalah seorang ulama yang menjadi contoh dalam hal hafalan.”

6)      Al Mubarak bin al Atsram menuturkan “Imam Tirmidzi merupakan salah seorang imam hafizh dan tokoh.”

7)      Al Hafizh al Mizzi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang menonjol, dan termasuk orang yang Allah jadikan kaum muslimin mengambil manfaat darinya.

8)      Adz Dzahabi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah seorang hafizh, alim, imam yang kapabel

9)      Ibnu Katsir menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam dalam bidangnya pada zaman beliau.”

  1. Pandangan para kritikus hadits

Para ulama besar telah memuji dan menyanjungnya, dan mengakui akan kemuliaan dan keilmuannya. Al-Hafiz Abu Hatim Muhammad ibn Hibban, kritikus hadits, menggolangkan Tirmizi ke dalam kelompok “Siqat” atau orang-orang yang dapat dipercayai dan kokoh hafalannya, dan berkata: “Tirmizi adalah salah seorang ulama yang mengumpulkan hadits, menyusun kitab, menghafal hadits dan bermuzakarah (berdiskusi) dengan para ulama.”[3]

Abu Ya’la al-Khalili dalam kitabnya ‘Ulumul Hadits menerangkan; Muhammad bin ‘Isa at-Tirmizi adalah seorang penghafal dan ahli hadits yang baik yang telah diakui oleh para ulama. Ia memiliki kitab Sunan dan kitab Al-Jarh wat-Ta’dil. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Abu Mahbub dan banyak ulama lain. Ia terkenal sebagai seorang yang dapat dipercaya, seorang ulama dan imam yang menjadi ikutan dan yang berilmu luas. Kitabnya Al-Jami’us Sahih sebagai bukti atas keagungan derajatnya, keluasan hafalannya, banyak bacaannya dan pengetahuannya tentang hadits yang sangat mendalam.

  1. Fiqh Tirmizi dan Ijtihadnya

Imam Tirmizi, di samping dikenal sebagai ahli dan penghafal hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan dan perawi-perawinya, ia juga dikenal sebagai ahli fiqh yang mewakili wawasan dan pandangan luas. Barang siapa mempelajari kitab Jami’nya ia akan mendapatkan ketinggian ilmu dan kedalaman penguasaannya terhadap berbagai mazhab fikih. Kajian-kajiannya mengenai persoalan fiqh mencerminkan dirinya sebagai ulama yang sangat berpengalaman dan mengerti betul duduk permasalahan yang sebenarnya.

Salah satu contoh ialah penjelasannya terhadap sebuah hadits mengenai penangguhan membayar piutang yang dilakukan si berutang yang sudah mampu, sebagai berikut:
“Muhammad bin Basysyar bin Mahdi menceritakan kepada kami Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abi az-Zunad, dari al-A’rai dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bersabda: ‘Penangguhan membayar utang yang dilakukan oleh si berutang) yang mampu adalah suatu kezaliman. Apabila seseorang di antara kamu dipindahkan utangnya kepada orang lain yang mampu membayar, hendaklah pemindahan utang itu diterimanya.”

Imam Tirmizi memberikan penjelasan sebagai berikut:
Sebagian ahli ilmu berkata: ” apabila seseorang dipindahkan piutangnya kepada orang lain yang mampu membayar dan ia menerima pemindahan itu, maka bebaslah orang yang memindahkan (muhil) itu, dan bagi orang yang dipindahkan piutangnya (muhtal) tidak dibolehkan menuntut kepada muhil.” Diktum ini adalah pendapat Syafi’i, Ahmad dan Ishaq.
Sebagian ahli ilmu yang lain berkata: “Apabila harta seseorang (muhtal) menjadi rugi disebabkan kepailitan muhal ‘alaih, maka baginya dibolehkan menuntut bayar kepada orang pertama (muhil).” Mereka memakai alas an dengan perkataan Usma dan lainnya, yang menegaskan: “Tidak ada kerugian atas harta benda seorang Muslim.”
Menurut Ishak, maka perkataan “Tidak ada kerugian atas harta benda seorang Muslim” ini adalah “Apabila seseorang dipindahkan piutangnya kepada orang lain yang dikiranya mampu, namun ternyata orang lain itu tidak mampu, maka tidak ada kerugian atas harta benda orang Muslim (yang dipindahkan utangnya) itu.”

Itulah salah satu contoh yang menunjukkan kepada kita, bahwa betapa cemerlangnya pemikiran fiqh Tirmizi dalam memahami nas-nas hadits, serta betapa luas dan orisinal pandangannya itu.

  1. Karya-karyanya[4]

Imam Tirmizi banyak menulis kitab-kitab. Di antaranya:

  1. Kitab Al-Jami’, terkenal dengan sebutan Sunan at-Tirmidzi
  2. Kitab Al-‘Ilal
  3. Kitab At-Tarikh
  4. Kitab Asy-Syama’il an-Nabawiyyah
  5. Kitab Az-Zuhd
  6. Kitab Al-Asma’ wal-Kuna

Di antara kitab-kitab tersebut yang paling besar dan terkenal serta beredar luas adalah Al-Jami’.

  1. Sekilas tentang Al-Jami’

Kitab ini adalah salah satu kitab karya Imam Tirmizi terbesar dan paling banyak manfaatnya. Ia tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadits terkenal. Al-Jami’ ini terkenal dengan nama Jami’ Tirmizi, dinisbatkan kepada penulisnya, yang juga terkenal dengan nama Sunan Tirmizi. Namun nama pertamalah yang popular.

Sebagian ulama tidak berkeberatan menyandangkan gelar as-Sahih kepadanya, sehingga mereka menamakannya dengan Sahih Tirmizi. Sebenarnya pemberian nama ini tidak tepat dan terlalu gegabah.

Setelah selesai menyususn kitab ini, Tirmizi memperlihatkan kitabnya kepada para ulama dan mereka senang dan menerimanya dengan baik. Ia menerangkan: “Setelah selesai menyusun kitab ini, aku perlihatkan kitab tersebut kepada ulama-ulama Hijaz, Irak dan Khurasan, dan mereka semuanya meridhainya, seolah-olah di rumah tersebut ada Nabi yang selalu berbicara.”

Imam Tirmizi di dalam Al-Jami’-nya tidak hanya meriwayatkan hadits sahih semata, tetapi juga meriwayatkan hadits-hadits hasan, da’if, garib dan mu’allal dengan menerangkan kelemahannya.

Dalam pada itu, ia tidak meriwayatkan dalam kitabnya itu, kecuali hadits-hadits yang diamalkan atau dijadikan pegangan oleh ahli fiqh. Metode demikian ini merupakan cara atau syarat yang longgar. Oleh karenanya, ia meriwayatkan semua hadits yang memiliki nilai demikian, baik jalan periwayatannya itu sahih ataupun tidak sahih. Hanya saja ia selalu memberikan penjelasan yang sesuai dengan keadaan setiap hadits.

Diriwayatkan, bahwa ia pernah berkata: “Semua hadits yang terdapat dalam kitab ini adalah dapat diamalkan.” Oleh karena itu, sebagian besar ahli ilmu menggunakannya (sebagai pegangan), kecuali dua buah hadits, yaitu:

  1. “Sesungguhnya Rasulullah SAW menjamak shalat Zuhur dengan Asar, dan Maghrib dengan Isya, tanpa adanya sebab “takut” dan “dalam perjalanan.”
  2. “Jika ia peminum khamar, minum lagi pada yang keempat kalinya, maka bunuhlah dia.”

Hadits ini adalah mansukh dan ijma ulama menunjukan demikian. Sedangkan mengenai shalat jamak dalam hadits di atas, para ulama berbeda pendapat atau tidak sepakat untuk meninggalkannya. Sebagian besar ulama berpendapat boleh (jawaz) hukumnya melakukan salat jamak di rumah selama tidak dijadikan kebiasaan. Pendapat ini adalah pendapat Ibnu Sirin dan Asyab serta sebagian besar ahli fiqh dan ahli hadits juga Ibnu Munzir.

Hadits-hadits dha’if dan munkar yang terdapat dalam kitab ini, pada umumnya hanya menyangkut fada’il al-a’mal (anjuran melakukan perbuatan-perbuatan kebajikan). Hal itu dapat dimengerti karena persyaratan-persyaratan bagi (meriwayatkan dan mengamalkan) hadits semacam ini lebih longgar dibandingkan dengan persyaratan bagi hadits-hadits tentang halal dan haram.

 

Daftar kepustakaan

 

http/: Al qiyamah.wordpress.com diakses tanggal 28 juni 2020

http/: Al insan.com  diakses tanggal 28  juni 2010

http/: hikmah.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

http/: as-Salam.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] http/: Al qiyamah.wordpress.com diakses tanggal 28 juni 2010

 

[2] http/: Al insan.com  diakses tanggal 28  juni 2010

 

[3] http/: as-Salam.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

[4] http/: hikmah.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh,pesantren and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Hibah Dana Riset dari ESPA, Peluang bagi Peneliti

ESPA (Ecosystem Services for Poverty Alleviation) menyediakan dana hibah riset bagi Anda yang berprofesi sebagai peneliti. Bantuan hibah ini ditawarkan secara internasional untuk tujuan penelitian. Program ESPA ini diharapkan bisa mengisi kesenjangan penelitian, pengetahuan, dan bukti-bukti yang telah diidentifikasi. Ada tiga tema penelitian yang bisa dipilih. Proyek multidisiplin ini di antaranya untuk mengetahui persoalan kemiskinan di tengah masyarakat dan solusi keluar dari kemiskinan tersebut. Berikut tema penelitian yang ditawarkan: 1. Sustainable, ecosystem-based pathways out of poverty 2. Ecosystem services and the urban environment 3. Building on ESPA success Anggaran hibah disediakan di kisaran £ 200.000 sampai £…

Selengkapnya klik

http://www.beasiswapascasarjana.com/2013/01/hibah-dana-riset-dari-espa-peluang-bagi.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Rebut! Beasiswa S2 Luar Negeri 2013 dari Kominfo

Beasiswa S2 luar negeri kembali disediakan Kementerian Kominfo. Beasiswa 2013 ini memberi kesempatan bagi PNS lembaga kementerian dan non-kementerian termasuk PNS, TNI/POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah. Menariknya, peluang beasiswa S2 ini juga ditawarkan bagi karyawan/karyawati swasta. Sehingga bisa menjaring lebih banyak peserta yang mendaftar. Bagi Anda yang berminat, pendaftaran beasiswa S2 luar negeri Kominfo dibuka hingga 5 Februari 2013. Silakan mendaftar terlebih dahulu dan lampirkan dokumen-dokumen yang diminta. Persyaratan: 1. Lulusan sarjana (S1) 2. Memiliki IPK minimal 2.90 (dari skala 4) 3. Memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP)  minimal 570 atau IELTS minimal 6.5 4. Memiliki nilai Tes…

Selengkapnya klik

 

http://www.beasiswapascasarjana.com/2013/01/rebut-beasiswa-s2-luar-negeri-2013-dari.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

TEORI JIMDIN DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

TEORI JIMDIN DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN

SOSIAL KEMASYARAKATAN

Halaqoh Ilmiah

Disajikan pada tanggal 4 Mei 2012

Pengasuh:

Prof. Dr. Kyai H.Achmad Mudlor, S.H

Oleh:

Ririnda Hani Prastiwi

Mahasiswa Semeter VI

Jurusan Teknologi Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Malang

LEMBAGA TINGGI PESANTREN LUHUR MALANG

Mei 2012

 

  1. A.    Pendahuluan

Manusia dalam menjalankan kehidupnya membutuhkan orang lain, di mana diperlukan interaksi dan komunikasi yang baik untuk menjaga keselarasan hubungan tersebut. kehidupan masyarakat kenyataannya terus berubah yang secara tidak langsung mempengaruhi teori-teori sosial yang berkembang. Di antara perubahan-perubahan tersebut teori klasik menjadi sebuah teori sosial yang abadi.

Termasuk salah satunya teori-teori sosiologi yang memiliki tiga tokoh besar, yaitu: Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Weber. Teori-teori tersebutlah yang menjadi pencetus teori-teori sosial. Ketiga tokoh tersebut merupakan pemikir besar bidang sosiologi karena gagasannya tentang masyarakat, peradaban, maupun konflik masih digunakan sampai saat ini.

Teori Jimdin adalah salah satu teori yang bisa ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan di mana di dalamnya menjelaskan interaksi manusia dengan baik. Teori ini mangungkapakan fakta fenomena yang terjadi pada kehidupan masyarakat sekarang terkait dengan interaksi sesama.

Oleh karenanya, di dalam paper ini akan dijelaskan apakah teori Jimdin dan bagaimana teori Jimdin ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan berikut keterkaitannya dengan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW. Dengan harapan semoga sedikit dari pembahasan paper ini dapat bermanfaat bagi para pembaca terutama santriwan dan santriwati Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang.

 

  1. B.     Pembahasan
    1. a.      Teori Jimdin

Teori Jimdin adalah teori yang merupakan singkatan dari “Ji M Di N”. Yang mana teori ini sama dengan teori BRRF. Jimdin adalah singkatan dalam bahasa Arab dan BRRF dalam bahasa Inggris. Dalam segi arti, B dalam BRRF sama dengan arti Ji dalam jimdin, begitu juga seterusnya. Sehingga dapat diperinci dalam tabel berikut:

No

Teori I

Teori II

Arti kata dalam bahasa Indonesia

Teori

Singkatan

teori

Singkatan

1

Ji

Jamal

B

Beauty

Kecantikan/ketampanan

2

M

Mal

R

Rich

Harta/kekayaan

3

Di

Din

R

Religion

Agama

4

N

Nasab

F

Fatherhood

Keturunan

 

  1. b.      Pengertian Sosial Kemasyarakatan

Sosial menurut Enda M. C adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan. Sedangkan Paul Ernest mendefinisikan sosial sebagai sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama.

Dalam pengertian sosiologi, masyarakat tidak dipandang sebagai suatu kumpulan individu-individu semata. Masyarakat merupakan suatu pergaulan hidup, oleh karena manusia hidup bersama. Masyarakat merupakan suatu sistem yang terbentuk karena hubungan anggota-anggotanya. Dengan kata lain, masyarakat adalah suatu sistem yang terwujud dari kehidupan bersama manusia, yang lazim disebut dengan sistem kemasyarakatan. Emile Durkheim menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Cara yang baik untuk mengerti tentang masyarakat adalah dengan menelaah ciri-ciri pokok dari masyarakat itu sendiri. Sebagai suatu pergaulan hidup atau suatu bentuk kehidupan bersama manusia, maka masyarakat itu mempunyai ciri-ciri pokok, yaitu:

  1. Manusia yang hidup bersama

Secara teoritis, jumlah manusia yang hidup bersama itu ada dua orang. Di dalam ilmui-lmu sosial, khususnya sosiologi, tidak ada suatu ukuran yang mutlak atau angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada.

2.  Bergaul selama jangka waktu cukup lama

3. Adanya kesadaran, bahwa setiap manusia merupakan bagian dari satu kesatuan.

Dari beberapa pengertian tentang sosial dan masyarakat di atas dapat disimpulkan bahwa fokus utama sosial adalah interaksi antar sesama manusia, sedangkan masyarakat adalah sistem yang mengatur kehidupan dalam interaksi tersebut.

  1. c.       Teori Jimdin Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Sosial Kemasyarakatan

Teori jimdin yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti kecantikan/ketampanan, kekayaan, agama dan keturunan jika ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan maka akan merujuk pada simbol interaksionis atau dalam teori sosial disebut dengan teori interaksi simbolik. Teori ini menyatakan bahwa interaksi sosial adalah interaksi simbol. Tokoh teori interaksi simbolik antara lain: George Herbert Mend, Herbert Blumer, William James, Charles Horton Cooley. Teori ini menyatakan bahwa manusia berinteraksi dengan yang lain dengan cara menyampaikan simbol yang lain dan memberi makna atas simbol tersebut, sehingga diartikan bahwa masyarakat terdiri dari manusia yang berinteraksi melalui tindakan bersama dan membentuk organisasi.

Teori jimdin juga dapat ditinjau dari stimulus repon yang dihasilkan atau bisa disebut dengan teori sarbond yaitu hubungan stimulus dan respon. Teori sarbond dalam ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan terdapat pada teori-teori sosial Maximilian Weber. Ia melihat bahwa masyarakat terbentuk dari tindakan sosial atau bisa juga disebut sebagai tindakan komunikasi. Sehingga perilaku atau tindakan kita merupakan respon dari tindakan orang lain terhadap kita. Inilah yang kemudian disebut sebagai tindakan sosial. Adanya interaksi terus-menerus yang dilakukan oleh individu-individu sehingga dapat menciptakan kelompok masyarakat, institusi, hukum, dan norma. Teori-teori Max Weber ini banyak diikuti oleh tokoh sosial. Salah satunya adalah Jurgen Habernas yang mengembangkan teori ini menjadi tindakan komunikatif. Komunikasi merupakan kemampuan alamiah manusia yang akan membentuk dan mendorong terjadinya interaksi dalam masyarakat. Dengan upaya ini, upaya-upaya untuk meningkatkan hubungan sosial, mencegah konflik menurut Habermas dapat dilakukan.

Dari dua tinjauan tersebut dapat digambarkan dalam satu contoh, yaitu: jika seseorang itu cantik/ kaya/ beragama/ memiliki keturunan yang baik maka perlakuan masyarakat terhadapnya berbeda dengan orang yang jelek/ miskin/ agamanya kurang/ dari keturunan biasa-biasa saja. Contoh konkritnya bisa merujuk pada kehidupan anak sekolah, terutama SMA. Siswa yang kaya lebih banyak didekati oleh siswa lain dari pada siswa yang miskin. Dan siswa miskin tersebut banyak dijauhi oleh siswa-siswa lain. Simbol interaksi dari contoh di atas adalah mendekati siswa kaya dan menjauhi siswa miskin. ‘Mendekati’ ini merupakan simbol tindakan untuk menyampaikan bahwa siswa tersebut ingin berteman dengan siswa yang kaya, dan sebaliknya. Dan jika ditinjau dari teori Max weber maka yang menjadi stimulus adalah kaya, dan dengan kekayaannya tersebut maka akan menimbulkan respon mendekati, dan sebaliknya.

 

  1. d.      Teori Jimdin Dikaitkan dengan Hadits

Dalam salah satu hadits di kitab Subulus Salam juz 3 disebutkan:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال: تنكح المرأة لاربع لمالها ولحسبها و لجمالها و لدينها, فاظفر بذات الدين تربت يداك. متفق عليه.

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a: Rasulullah SAW bersabda: wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.”(muttafaq ‘alaih)ز

Dari hadits tersebut disiratkan bahwa Rasulullah SAW telah mengingatkan untuk memperbaiki kehidupan sosial kemasyarakatan, di mana realitasnya seseorang lebih memilih kecantikan (Ji), harta (M) dan keturunan (N) daripada Agama (Di). Jadi, dalam pencarian pendamping hidup ini kebanyakan seorang lelaki lebih memilih tiga hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW daripada segi agamanya. Yang jika dikembalikan pada teori jimdin ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan maka kecantikan, harta dan keturunan adalah stimulus yang menghasilkan respon kebanyakan lelaki memilihnya sebagai pendamping hidup dengan tiga alasan tersebut. lalu kemudian Rasulullah mengingatkan bahwa jika agama (sebagai stimulus) yang dipilih sebagai alasan pemilihan pendamping hidup oleh lelaki tersebut maka lelaki tersebut akan menikahinya dan beruntung (sebagai respon dan simbol interaksi) sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits di atas.

 

  1. C.    Penutup

Teori jimdin ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan dapat dilihat dari interaksi simbolik dan stimulus respon, yaitu dari tindakan yang dihasilkan dari Jamal (Ji)/ kecantikan, Mal (M)/ kekayaan, Din (Di)/ agama dan Nasab(N)/ keturunan.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Rujukan

Coleman, James. 2009. Dasar-Dasar Teori Sosial. Bandung: Nusa Media.

Interview dengan:

  1. Lia Sholihah, S.S
  2. Yerry Soeprijanto, ST., M.T
  3. Dr. Anelmus J.E Toenlioe, M. Pd
  4. Dr. Agus Wedi, M. Pd
  5. Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si
  6. Henry Praherdhiono, S. Si
  7. Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng
  8. Dr. H. Sulton, M. Pd
  9. Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Ed
  10. Drs. H. Zainul Abidin, M. Pd
  11. Dr. H. Abdul Lathif Bustami, M. Si

Keterangan Abah Prof. Dr. KH. Achmad Mudlor pada halaqoh “Teori jimdin ditinjau dari ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan” pada tanggal 15 Maret 2012

Muhammad bin Isma’il Al-Kahlani & Ash-Shon’ani Al-Ma’ruf. Subulus Salam Juz 3. Surabaya: Al-Hidayah.

Nanang Martono. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers.

 

 

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Beasiswa PhD Jalur Khusus DIKTI-NESO

Program beasiswa PhD ini merupakan kerjasama dari DIKTI dan Nuffic Neso Indonesia dan bertujuan untuk menyediakan bantuan finansial bagi staf pengajar perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia untuk mengikuti program doktoral di Belanda. Beasiswa ini diberikan oleh DIKTI untuk masa studi maksimum tiga tahun (36 bulan), sementara biaya tahun keempat akan ditanggung oleh perguruan tinggi Belanda. Untuk dapat mengikuti jalur khusus ini, kandidat dari Indonesia harus mendapatkan nominasi dari seorang profesor Belanda dan institusi pendidikan tinggi Belanda yang bersangkutan harus memberikan jaminan akan membiayai tahun terakhir (keempat) dari masa beasiswa. Penerima beasiswa DIKTI akan menerima dana-dana berikut ini dari Kementrian…

 

http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/beasiswa-phd-jalur-khusus-dikti-neso.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Kuliah di Jerman, Manfaatkan Beasiswa Heinrich Böll

Kuliah di Jerman dengan biaya sendiri tentu tidak ada yang salah. Tapi, jika kuliah Anda didukung beasiswa, itu pasti lebih menyenangkan. Sebab, bukan rahasia lagi untuk bisa kuliah di Jerman butuh dana tidak sedikit. Nah, dari beragam beasiswa yang ditawarkan di Jerman. Tawaran dari Heinrich Böll Foundation bisa menjadi pilihan. Beasiswa Heinrich Böll memang tidak ditawarkan oleh pemerintah di sana, tapi salah satu yayasan di Jerman yang peduli tentang demokrasi, lingkungan, solidaritas kemanusiaan, dan sejumlah isu penting yang terkait dengan hukum, ekonomi, dan sains. Setiap tahun Heinrich Böll Foundation menawarkan beasiswa S2 dan S3 bagi mahasiswa internasional. Pemenang beasiswa diberi pilihan untuk kuliah di sejumlah…

 

http://www.beasiswapascasarjana.com/2013/01/kuliah-di-jerman-manfaatkan-beasiswa.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Beasiswa BII-Maybank Buka Pendaftaran

BII-Maybank Scholarship, inilah tawaran beasiswa terbaru yang digulirkan Bank Internasional Indonesia (BII) bekerjasama pemegang saham mayoritas, Malayan Banking Bhd (Maybank). Beasiswa S1 ini ditawarkan untuk kuliah di dalam dan luar negeri, meliputi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Pendaftaran beasiswa luar negeri telah berakhir 23 November 2012. Namun, untuk beasiswa di dalam negeri pendaftarannya dibuka 1 Februari 2013 – 10 Juli 2013. Kriteria Kandidat: 1. Warga Negara Indonesia 2. Duduk di kelas 3 SMA pada TA 2012/2013 atau lulusan TA sebelumnya 3. Memiliki nilai minimum rata-rata 8 4. Menunjukkan kapasitas kepemimpinan ditunjukkan sedikitnya melalui  2 (dua) kegiatan ekstra kurikuler 5. Memiliki motivasi yang tinggi…

 

http://www.beasiswapascasarjana.com/2013/01/beasiswa-bii-maybank-buka-pendaftaran.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

resume jurnal Synthesis And Structural Investigations Of Coordination Compounds Of Palladium (II) With 5-methyl Uracil

Synthesis And Structural Investigations Of Coordination Compounds Of Palladium (II) With 5-methyl Uracil

(Makalah resume jurnal untuk memenuhi tugas akhir pengganti UAS sintesa anorganik)

 

 

 

Disusun oleh

Mustangin  (105090213111004)

 

 

 

 

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2013

Bab I Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Koordinasi dari bagian organik reaktif terhadap logam transisi sering memungkinkan konfigurasi untuk diasumsikan yang menyebabkan Stereoselektivitas dalam produk reaksi. Yang kemungkinan, studi kompleks ini akan mengarah pada pemahaman yang lebih besar dari faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi-reaksi selektif stereo. Penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa spektroskopi PMR adalah alat diagnostik lancar untuk penjelasan mekanisme yang konfigurasi yang berbeda dari kompleks ini dapat interconvert. Reaksi substitusi kompleks (II) paladium telah ditinjau di masa lalu.

Reaksi substitusi ligan persegi perencana Palladium (II) kompleks terjadi dengan retensi konfigurasi. Kinetika reaksi substitusi dari persegi perencana kompleks (persamaan 1) mengikuti hukum dua tingkat panjang

,

di mana k1 adalah tingkat urutan pertama konstan dan k2, tingkat urutan kedua konstan, dan [Y] mewakili konsentrasi ligan masuk. Kedua rute tersebut diduga melibatkan mekanisme (A) asosiatif. Kinetika pertukaran pelarut dan perpindahan oleh ligan monovented pada cis [Pd (L2) (Cl) 2] L = 5methyl urasil telah memberikan contoh yang jelas dipotong dari ligan disosiasi sebagai langkah dominan dalam reaksi substitusi kompleks perencana persegi. Oleh karena itu dianggap bermanfaat untuk disintesis dan mengkarakterisasi d8 kompleks yang Palladium dengan urasil 5fluoro dan urasil 5methyl.

 

 

 

 

 

 

1.2  Permasalahan

  1. Bagaimana mensistesis kompleks palladium (ii) 5-methyl uracil?
  2. Bagaimana karakterisasi kompleks palladium (ii) 5-methyl uracil?

 

1.3  Tujuan

Untuk mengetahui cara sintesis dan karakterisasi kompleks palladium (ii) 5-methyl uracil .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab II Tinajauan Pustaka

2.1  Urasil

urasil, suatu senyawa, tidak berwarna kristal organik dari keluarga pirimidin yang terjadi sebagai komponen asam ribonukleat ( RNA ), sebuah molekul yang terlibat dalam transmisi karakteristik keturunan. Molekul RNA terdiri dari urutan nukleotida, masing-masing berisi gula lima-karbon (ribosa), gugus fosfat, dan basa nitrogen. Urasil adalah salah satu dari empat basa nitrogen yang ditemukan dalam molekul RNA: urasil dan sitosin (berasal dari pirimidin) dan adenin dan guanin (berasal dari purin). Deoksiribonukleat asam ( DNA ) juga mengandung masing-masing basa nitrogen, kecuali timin yang menggantikan uracil. Selama sintesis dari untai RNA dari template DNA (transkripsi), pasangan urasil hanya dengan adenin, guanin dan pasangan hanya dengan sitosin.Urasil juga merupakan komponen koenzim beberapa yang bertindak dalam hubungannya dengan enzim dalam beberapa proses metabolisme karbohidrat(Anynomuos1, 2012).

 

2.2  Kompleks d8

Persegi planar d 8 kompleks adalah mostlydiamagnetic yang semua elektron berpasangan dan sebagian besar centralatom terpasang ke ligan medan kuat. Sebagai energi orbital d perpecahan seperti ini di kompleks squareplanar

 

 

Dalam planar persegi energi gapΔ kompleks 0 lebih sehingga lebih baik untuk berpasangan theelectrons daripada setengah mengisi tingkat yang lebih tinggi, sehingga kompleks theparamagnetic untuk d8 sangat jarang (Anynomuos2, 2012).

 

2.3  Effective magnetic moments

Momen magnetik adalah penentuan kecenderungan untuk menyelaraskan melalui medan magnet. Sama momen magnetik juga dapat diukur terhadap vektor yang berisi besar dan arah. Cara titik momen magnetik per selatan dalam cara kutub utara magnet. Medan magnet diciptakan melalui magnet relatif terhadap momen magnetik.  Bidang momen magnetik Misalnya, kalangan arus listrik, elektron, magnet kedai, juga planet semuanya mengandung momen magnetik (Anynomuos3, 2010)..

 

2.4  Spektra IR

Sebuah alat bantu dalam penentuan struktur organik dan verifikasi melibatkan kelas elektromagnetik (EM) radiasi dengan frekuensi antara 4000 dan 400 cm -1 (wavenumbers). Kategori radiasi EM disebut inframerah (IR) radiasi, dan aplikasi untuk kimia organik yang dikenal sebagai spektroskopi IR. Radiasi di daerah ini dapat dimanfaatkan dalam penentuan struktur organik dengan memanfaatkan fakta bahwa itu diserap oleh obligasi interatomik dalam senyawa organik. Ikatan kimia dalam lingkungan yang berbeda akan menyerap berbagai intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda. Dengan demikian spektroskopi IR melibatkan pengumpulan informasi penyerapan dan menganalisa dalam bentuk sebuah spektrum – Frekuensi di mana ada serapan radiasi IR (“puncak” atau “sinyal”) dapat berkorelasi langsung ke obligasi dalam senyawa tersebut (Anynomuos4, 2012).

 

 

 

 

 

Bab III Pembahasan

 

3.1 Metode Pembuatan Kompleks Palladium (II) 5-Metil Uracil

  1. Bahan-Bahan

Urasil dan 5-methyl urasil tersebut dibeli dari Aldrich Chemical Company, USA dan digunakan sebagai materi start. PdCl2 5fluoro urasil dan 5-methyl urasil diperoleh dari TOKYO Kasei Kimia Organik, Jepang dan Inggris BDH. Air suling digunakan dalam semua operasi.

 

  1. Pembuatan Urasil

Rute sintetik klasik dan utama untuk urasil dari Formalaceticacid (in situ dibuat dari asam malat) dan urea dalam asam sulfat masih penting untuk digunakan. Beberapa sintesis alternatif menggunakan asam malat, urea, dan PPA atau asam maleat / fumarat, urea, dan asam fosfat poli (PPA). Reaksi asetat formil dengan tiourea baik digunakan untuk sintesis 2-thio urasil. Lain sintesis utama melibatkan reaksi itu urea dengan diketene ester βketo atau anhidrida asam. Asam orotic disintesis dari oksaloasetat dan urea dengan adanya hidrogen klorida melalui transformasi cincin hydantoin ke dalam sistem cincin uracil. Perawatan dari 2-thio urasil mudah didapat dengan asam asetat kloro yang diikuti dengan hidrolisis asam atau dengan oksidasi dimetil sulfoksida dengan (DMSO) di conc. Sulfat Asam merupakan jalur alternatif .1,3 dimetil urasil diubah dengan urea di etoksida natrium etanol ke uracil. Beberapa sintesis urasil lebih baru dimulai dengan asam propanoat dan urea dalam PPA (atau konsentrasi sulfuric acid dan benzena sebagai pelarut. Sebuah pilihan yang luas dari hetrocondensed uracils mudah dan umumnya diakses dari ester heterosiklik β-enamino dan isocyanides. Urea intermediate campuran secara lancar cyclized dengan NaOH 5%,. Proses seluruh prosedur dilakukan dalam reaksi satu langkah, ketika piridin berfungsi sebagai pelarut dan katalis dasar untuk penutupan Cincin kondensasi urea dengan ester β-keto dilindungi memberikan 6or (di) diganti uracils dengan cara membelah retro Alder Diels, kental nonbornene trisiklik dihydrouracils, diakses dari asam karboksilat aminononbornene dan 1,1-karbonil di imidazol, mampu, setelah pemanasan, uracils dengan hasil yang baik uracils Pengganti diperoleh dari ester imido ., isosianat, dan malononitrile urea Ncyanoacetyl Demikian Nsubstituted cyclize dalam media basa uracils Hetrocondensed mudah diakses dari lakton asil, lactums, dan thio lakton , dan βenamino heterosiklik ester,. terutama The kemudian memberikan berbagai jenis novel. sistem kental. Dengan bantuan trimetilklorosilan Hexamethyldisilazane (HMDS / TMSCl) teknik atau penggunaan NaOH dan halo gula, masing-masing, pendekatan sederhana telah dikembangkan untuk memperoleh nukleosida biasa.

 

  1. Pembuatan Senyawa Kompleks Palladium(II)5-Metil Uracil

Campuran PdCl2 (500mg) dan ligan 5-Methyl Urasil  (1mg) dalam air dan metanol (50ml) yang direfluks pada 80 0 C 67 jam sampai menjadi kekuningan, Volume ini dikurangi menjadi 5ml dan dicampurkan dengan metanol. Kristal putih abu-abu yang dihasilkan dikumpulkan dan dicuci bersih dengan etanol dan aseton. Reaksi Umum untuk pembuatan senyawa koordinasi paladium adalah sebagai berikut:

 

Dimana L= 5-Methyl Uracil

Karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen hadir di kompleks diselidiki diperkirakan mikro analitis. Untuk estimasi Palladium sebagai Palladium 1, 2, 3 benzotriazole, solusi senyawa disintesis dicampur dengan 10 ml 2M. asetat acidsodium buffer asetat dan 5ml larutan EDTA 4% . Kemudian asam asetat 2,5% ditambahkan dengan pelan-pelan. dipanaskan antara 60 0 C C90 0, adalah 20 menit. Endapan yang dihasilkan disaring, dicuci beberapa kali dengan sangat encer HCl (1:100), akhirnya dengan air suling dan dikeringkan sampai berat konstan pada 1100 .

 

3.2  Karakterisasi Kompleks Palladium (II) 5-Metil Uracil

  1. 1.      Momen Magnetik Efektif

Perhitungan momen magnetik efektif menggunakan persamaan Effective magnetic moments (μeff) = 2.84 ( xm corr .T ) ½  di mana T = temperatur dalam skala absolut, dan xm corr = dikoreksi molar kerentanan. Konduktansi yang diukur dalam Metanol kelas analitis menggunakan dip tipe sel dengan bantuan Bridge Konduktivitas Philips. Nilai-nilai magnetik kompleks disintesis diukur pada suhu kamar. Nilai-nilai momen magnetik kompleks adalah nol. Oleh karena itu, kompleksnya adalah diamagnetic. Dengan sifat diamagnetik ini maka dpat dapat diketahui bahwa geometri kompleks adalah persegi planar. Data analitis dan fisik dari ligan dan kompleks logam diberikan dalam tabel 1.Nilai konduktansi molar berada di kisaran 0.0520.058 Ω-1 cm-1 mol-1 menunjukkan sifat non elektrolit dari kompleks  yang disintesis.

  1. Spektra I

Rincian spektral inframerah dari urasil mengandung kompleks 5-methyl uracil yang memiliki 3 situs donor mungkin

  1. (I) Dua siklik nitrogen dan
  2. (II) oksigen dari kelompok ketonic dalam cincin masing-masing.

Dari kedua nitrogen siklik dari sistem cincin yang seharusnya terlibat dalam koordinasi melalui atom nitrogen. Dalam spektrum IR kompleks yang disintesis dari 5-methyl urasil, frekuensi IR nitrogen siklik cincin telah berubah, sehingga menunjukkan bahwa nitrogen siklik telah berpartisipasi dalam koordinasi. Dalam spektrum IR dari kedua kompleks dengan 5-methyl urasil di 640cm-1 mengalami pergeseran yang lebih rendah dari 640cm-1, ini menunjukkan bahwa nitrogen logam terlibat dalam koordinasi di kompleks yang disintesis. Spektral elektronik kompleks (tabel II) sesuai dengan literature.

 

  1. Penjelasan Geometri Senyawa Kompleks Hasil Sintesis

Pendekatan orbital molekul digunakan untuk menjelaskan struktur persegi planar kompleks dari d8 elemen. Orbital logam yang terlibat dalam ikatan σ di kompleks persegi planar adalah ndz2, ndx2-y2, (n +1) Px dan (n +1) Py. Namun, kalau dilihat dari nilai-nilai dari jumlah integral tumpang tindih, ndx2y2 (n +1) s, (n +1) Px dan (n +1) Py untuk sebagian besar ikatan σ , dan ndz2 hanya digunakan untuk kontribusi di  π orbital dari ligan.

Dari korelasi pengamatan spektra elektronik pada pengamatan kompleks [M(CN)4]-2[M= PdII ] maka dapat diasumsikan perpindahan elektron sebagai berikut:

 

 

Bab IV Kesimpulan

 

Hubungan antara band di kompleks ini dan dijelaskan untuk kompleks khas [M(CN) 4] dapat disimpulkan bahwa semua kompleks baru memiliki geometri persegi planar yang sama. Data analitis dan semua bukti-bukti yang disajikan di atas menyarankan perumusan kompleks ini sebagai Kompleks ligan campuran [PdL2Cl2] mana (L = 5-methyl urasil), yang telah disusun oleh interaksi dari senyawa induk [PdCl2] dengan ligan. Kompleks ini ditandai dengan analisis unsur, pengukuran magnetik resonansi spin elektron dan studi spektral inframerah mengandung Pd (II) d8 konfigurasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Anynomous1, 2012, buracil,http://www.britannica.com/, di akses tanggal 1 januari 2013

Anynomous2, 2012,Magnetic Susceptibility Measurements – Evans Balance, http://homepages.lboro.ac.uk,di akses tanggal 1 januari 2013

Anynomous3, 2010, Introduction to IR Spectra, http://www.chem.ucla.edu, di akses tanggal 1 januari 2013

Anynomous4, 2012, Inorganic Chemistry, http://www.chegg.com, di akses tanggal 1 januari 2013

Anshu And Gupta, 2010, Synthesis And Structural Investigations Of Coordination Compounds Of Palladium (II) With 5methyl Uracil, INTERNATIONAL JOURNAL OF APPLIED ENGINEERING RESEARCH, DINDIGUL Volume 1, No 2, 2010

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

makalah unsur platina

UNSUR PLATINA

(Makalah untuk memenuhi tugas akhir kuliah pengganti UAS kimia unsur)

 

DISUSUN OLEH:

 

MUSTANGIN (105090213111004)

 

 

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2013

 

 

 

PERMASALAHAN

Pendahuluan

Platinum merupakan suatu unsur yang termasuk golongan X B. Pada akhir abad ke-17, para conquistador spayol nmenemukan endapan auvial platinum sebagai kotoran pada saat mereka menambang emas di daerah choco di Kolombia. Pada tahun 1751 oleh orang swedia yang bernama sceheffer mengakui bahwa platinum merupakkan elemen ketujuh yang ada pada saat itu, sceheffer juga orang yang pertama kali mensistesis (Anynomous1, 2002).

Sifat kimia dan fisika platinum (Barbalace, 2000):

Sifat kimia

Elektrokimia Setara : 1.8197g/amp-hr

Kerja Elektron Fungsi : 5.65eV

Elektronegativitas : 2.28 (Pauling), 1,44 (Allrod Rochow)

Ionisasi Potensi

Pertama : 9

Kedua : 18,563

Valence Electron Potensi (-eV) : 92,2

Sifat fisika

Massa atom rata-rata : 195,08

Boiling Point : 4100

Entalpi atomisasi: 565 kJ / mol @ 25 ° C

Entalpi Fusion: 19,7 kJ / mol

Entalpi Penguapan: 510,5 kJ / mol

Kekerasan Skala

Brinell: 392 MN m -2

Mohs: 3,5

Vickers: 549 MN m -2

Panas Penguapan : 510kJ/mol

Titik lebur : 2045 K 1.772 ° C 3222 ° F

Volume molar: 9,09 cm 3 / mol

Spesifik Panas : 0.13J/gK

Uap Tekanan = 0.0312Pa @ 1.772 ° C

 

Isotope Massa Atom (ma/u) Kelimpahan di alam (atom %)    
190Pt 189.959917 (7) 0.014 (1)    
192Pt 191.961019 (5) 0.782 (7)    
194Pt 193.962655 (4) 32.967 (99)    
195Pt 194.964766 (4) 33.832 (10)    
196Pt 195.964926 (4) 25.242 (41)    
198Pt 197.967869 (6) 7.163 (55)    

Tabel 1. Kelimpahan isotop platina di alam (Winter., 2002).

Secara geologis, platinum ditemukan dalam lapisan tipis yang disebut bijih logam sulfida. Ini bijih sulfida ditemukan di mafikbatuan beku (yaitu, batuan beku gelap dengan tinggi zat besi danmagnesium konten). Di Amerika Serikat, tambang hanya memproduksi kelompok logam platinum (PGM) dalam apa yang ahli geologi sebut Kompleks Stillwater of Montana. Dalam beberapa tahun terakhir, tambang tua telah diperbesar dan tambang baru telah didirikan di kompleks ini.Sejumlah kecil PGM yang pulih dari tembaga pengolahan di Texas dan Utah.

Tahun 1822 jumlah besar platinum ditemukan di Pegunungan Ural di Rusia. Rusia terus menjadi sumber penting dari dunia PGM sampai hari ini. PGM paling produktif tambang berada di Afrika Selatan dalam geologi daerah yang dikenal sebagai Kompleks Bushveld. Kanada, Zimbabwe , dan Australia juga memproduksi PGM. Sejumlah besar platinum pulih setiap tahun melalui daur ulang .Pada tahun 1999, misalnya, 70 ton metrik kembali melalui daur ulang. Hal ini akan terus menjadi bagian penting dari pasokan PGM di masa depan (Anynomous2, 2008).

Senyawa dari platinum adalah (Freedman,2003):

Fluorida

PTF4: platinum (IV)fluoride,tetrafluoridaplatinum

  • PTF 6: platinum (VI) fluoride, heksafluorida platinum
  •  [PTF 5] 4: platinum (V) fluoride, pentafluoride platinum

Klorida

  • PtCl 3: platinum (II, IV) klorida, triklorida platinum
  • PtCl 4 .5 H 2 O: platinum (IV) klorida 5-air, platinum tetraklorida 5-air
  • PtCl 4: platinum (IV) klorida, platinum tetraklorida
  • Pt 6 Cl 12: platinum (II) klorida, platinum diklorida

Bromida

  • PtBr 2: platinum (II) bromida, dibromida platinum
  • PtBr 3: platinum (II, IV) bromida, tribromida platinum
  • PtBr 4: platinum (IV) bromida, platinum tetrabromide

Iodida

  • PTI 2: platinum (II) iodida, iodida platinum
  • PTI 3: platinum (II, IV) iodida, triiodida platinum
  • PTI 4: platinum (IV) iodida, platinum tetraiodida

Oksida

  • PTO: platinum (II) oksida
  • PTO 2: dioksida platinum, platinum (IV) oksida
  • PTO 3: platinum (IV) oksida peroksida, trioksida platinum

Sulfida

  • PTS: platinum (II) sulfida
  • PTS 2: platinum (IV) sulfida, platinum disulfida

Penambangan bijih platinum mirip dengan penambangan emas karena badan bijih adalah karang, tipis tabular seluas luas. Hal ini memungkinkan metode progresif pertambangan – karang yang dibor dan mengecam untuk memajukan wajah, dukungan yang dipasang untuk kontrol lokal dari hiasan dinding. Seperti di tambang emas, tambang platinum menggabungkan peningkatan penggunaan mekanisasi dan rel-metode penambangan di Stopes sedikit lebih dari satu meter. Pertambangan platinum, Namun, berbeda dari pertambangan emas dalam beberapa cara. Tidak seperti terumbu emas, yang merupakan deposit sedimen yang dihasilkan dari pengendapan partikel granular di atas tempat tidur sebuah danau pedalaman dan mengalami tekanan besar, terumbu platinum adalah batuan beku. Mereka menerobos ke daerah Bushveld sebagai magmata vulkanik cair naik dari bawah kerak bumi, kemudian pendinginan dan memperkuat. Fenomena ini menciptakan lingkungan strata kontrol berbeda nyata dari yang tambang emas(Anynomous3, 2008).

Platinum secara luas digunakan sebagai katalis untuk reaksi kimia. Penggunaan yang paling penting dari platinum dalam kendaraan, sebagai catalytic converter, memfasilitasi pembakaran lengkap hidrokarbon tak terbakar melewati knalpot. Platinum digunakan dalam perhiasan, dekorasi dan perawatan gigi. Logam dan paduannya juga digunakan untuk kontak listrik, kawat resistensi baik dan medis / laboratorium instrumen. Sebuah paduan platina dan kobalt digunakan untuk menghasilkan magnet permanen yang kuat. Logam ini juga digunakan untuk membuat elektroda disegel di kaca (sebagai koefisien termal ekspansi hampir sama dengan kaca) ( Anynomous4, 2012).

 

Permasalahan

1 bagaimana kelimpahan isotop di alam dan para penemunya?

2. bagaimana keberadaan platina di alam?

3. Mengapa platina dimanfaatkan sebagai catalytic converter pada kendaraan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Kelimpahan Isotop

 

(Arblaster, 2000)

 

Keberadaan Platina

Platina di alam dapat ditemukan sebagai logam murni atau berpadu dengan logam lain seperti pada endapan aluvial pegunungan ural. Platina merupakan logam yang paling melimpah dari enam logam berat yaitu  paladium triad ruthenium (Ru), rhodium (Rh),  paladium (Pd),  platinum triad osmium (Os), iridium (Ir) dan platinum (Pt). Kelompok platina dibagi menjadi dua yaitu  triad analog dengan triad besi (Anynomous5, 2012).

Para hardnesses Mohs Pd dan Pt adalah 4,8 dan 4,6 (atau 4,3), masing-masing, yang cukup tinggi untuk logam, dan anggota lain dari keluarga yang lebih keras. Hardest tampaknya Os, pada 7,0, sedangkan Ir dan Ru tidak jauh di belakang di 6,5. Ini berarti platina yang sekeras besi, sementara osmium adalah sekeras kuarsa. Sebuah paduan platina-rhodium bahkan lebih keras, dan digunakan untuk berkualitas tinggi biji pena. Kekerasan tidak berarti bahwa logam tidak mudah dibentuk dan ulet. Bahkan, platinum sangat ulet dan dapat digulung menjadi lembaran yang sangat tipis dan ditarik ke dalam kawat halus. Struktur kristal adalah wajah-berpusat kubik, karakteristik logam lunak(Anynomous5, 2012).

 

Pemanfaatan Platina Sebagai Catalytic Converter

Peran platinum sebagai catalytic converter pada kendaraan adalah  adalah untuk mengoksidasi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon. Platinum sangat efektif untuk kondisi di bawah oksigen berlebih, sehingga sering dimanfaatkan sebagai logam pilihan untuk aplikasi diesel. Untuk petrolpowered kendaraan (di mana ada keseimbangan antara Reduktor dan oksidan di knalpot gas. Katalis yang digunakan untuk kendaraan bensin juga harus mampu mengurangi NOx ke nitrogen serta mengoksidasi CO dan hidrokarbon (Golunski, 2007).

Banyak elemen transisi lainnya yang juga mampu dimanfaatkan untuk reaksi catalysing oxidation. Namun, platinum memiliki beberapa keuntungan (Golunski, 2007):

- Memiliki titik lebur tinggi;

-interaksi dengan ‘racun’ (seperti belerang senyawa) yang terbatas pada permukaan logam;

- Efisien, dapat  didaur ulang.

Logam seperti emas dan perak memiliki temperatur Tammann (lihat Tabel 2) yang jauh di bawah rata-rata gas buangan Suhu (600-700 º C) untuk mobil bensin yang di jalan bebas hambatan, dan hal ini yang membuat emas dan perak tidak digunakan sebagai catalytic converter. Selain itu, logam seperti perak dan tembaga memiliki afinitas tinggi untuk molekul yang mengandung sulfur, dan akan bereaksi membentuk senyawa (seperti sulfat logam atau sulfida). Sehingga menyebabkan logam semakin kurang. Platinum berbeda karena cenderung tidak bereaksi total atau reaski ireversibel, yaitu molekul sulfurcontaining sebagai katalis (Golunski, 2007).

Tabel 2 data suhu tamman (Golunski, 2007).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

            Dari permasalahan dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa platina mempunyai isotop dengan kelimpahan dibawah ini

Isotope Kelimpahan di alam (atom %)    
190Pt 0.014 (1)    
192Pt 0.782 (7)    
194Pt 32.967 (99)    
195Pt 33.832 (10)    
196Pt 25.242 (41)    
198Pt 7.163 (55)    

Platina dialam dalam bentuk murninya atau bergabung dengan logam lainnya, gabungan platina dengan logam lain dibagi menjadi dua yaitu yaitu  triad analog dengan triad besi. Pemanfaatan logam platina sebagai catalytic converter pada kendaraan merupakan logam yang memiliki kelebiahan dibandingan dengan logam lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anynomous1, 2002, Platinum – History and Investment, http://www.azom.com, diakses pada tanggal 1 januari 2013

Anynomous2, 2008,Platinum, http://www.eoearth.org/article/Platinum, di akses pada tanggal 2 januari 2013

Anynomous3, 2008, Platinum group metals in south africa ,http://www.bullion.org.za/content, di akses pada tanggal 2 januari 2013

Anynomous4, 2012,Platinum Element Facts ,http://www.chemicool.com, di akses pada tanggal 3 januari 2013

Anynomous5, 2012, Platinum, http://nature.berkeley.edu, di akses pada tanggal 6 januari 2013

Arblaster, 2000, The Discoverers of the Platinum Isotopes, Phtinwn Mckrls h.2,000 ,44, (4): Rotech Laboratories, Wednesbury, West Midlands WSlO 786, U.K.

Barbalace, Kenneth L.,2000, Periodic Table of Elements, environmental chemistry.com  diakses pada tanggal  1 januari 2013

Freedman, Elizabeth., 2003, Platinum, http://www.chm.bris.ac.uk, di akses pada tanggal 2 januari 2013

golunski, 2007, Why Use Platinum in Catalytic Converters?, www.platinummetalsreview.com, di akses pada tanggal 6 januari 2013

Winter, Mark., 2002, Isotopes of platinum,www.webelements.com, di akses pada tanggal 3 januari 2013

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Cara Mendapatkan Beasiswa

Jenuh karena selalu gagal mendapatkan beasiswa. Jangan menyerah. Selalu ada cara mewujudkan beasiswa impian Anda. Kata orang bijak, kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Jadi, gagal 1, 2 kali itu biasa. Yang tidak boleh gagal melulu, karena pasti ada yang salah. Sejumlah pertanyaan masuk, baik melalui email, laman komentar, maupun facebook fans page, menanyakan bagaimana cara mendapatkan beasiswa. Tulisan mengenai topik ini memang belum pernah dibahas. Laman beasiswapascasarjana.com lebih banyak diisi peluang dan info beasiswa terbaru. Kurang maknyus rasanya, hanya penawarannya saja yang disugukan. Padahal, cara mendapatkannya juga jauh lebih penting. Bagaimana sebetulnya beasiswa itu bisa diraih? Apa yang harus dipersiapkan…

 

http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/cara-mendapatkan-beasiswa-ini-jawabannya.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Beasiswa D3 2013/2014 di Polman Astra

pT Astra International Tbk melalui Politeknik Manufaktur Astra menawarkan beasiswa D3 kepada putra/putri lulusan tahun 2013 dari SMA/SMK sederajat. Tujuannya, untuk mengembangkan kualitas program pendidikan Diploma 3 Polman Astra dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas global dan membantu menunjang kemajuan industri. Program Beasiswa Prestasi Astra ini diharapkan dapat membantu pembiayaan studi bagi siswa yang berprestasi secara akademis tetapi mengalami kendala pembiayaan. Beasiswa Prestasi Astra 2013/2014 terdiri dari 2 jenis yaitu Program Beasiswa Penuh dan Program Beasiswa Unggulan. Program Beasiswa Penuh diberikan dalam bentuk bebas biaya kuliah selama 3 (tiga) tahun dan pemberian uang saku bagi mahasiswa yang bersangkutan…

http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/beasiswa-d3-20132014-di-polman-astra.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Beasiswa Pascasarjana: Beasiswa Luar Negeri 2013/2014 di Swedia

Swedia bisa menjadi tujuan studi luar negeri di 2013/2014. Ada beragam beasiswa S2 dan S3 yang ditawarkan, termasuk keberangkatan 2013. Salah satu beasiswa yang populer untuk mahasiswa internasional adalah The Swedish Institute Study Scholarships. Beasiswa Swedia ini ditujukan untuk studi S2 di sejumlah universitas Swedia. Pemberian beasiswa dimulai pada musim gugur, tepatnya Agustus 2013. Beasiswa mencakup biaya hidup, biaya pendidikan, asuransi kesehatan, dan biaya perjalanan. Asyiknya, mahasiswa asal Indonesia menjadi salah satu prioritas mendapatkan beasiswa dari Swedish Institute ini. Bagi Anda yang berminat, pendaftaran beasiswa dilakukan secara online. Formulir aplikasi untuk tahun akademik 2013/2014 akan tersedia mulai 1…\

http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/beasiswa-luar-negeri-20132014-di-swedia.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

praktikum kimia organik (jurnal)

ISOLASI EUGENOL DARI MINYAK CENGKEH

Windari, Aprilia Hema S., Rosalina Djatmika., Elok Nuri Widyasari, Mega Dona Indriana dan Mustangin

Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Brawijaya

ABSTRAK

            Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara isolasi eugenol dari minyak cengkeh dan untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia eugenol hasil isolasi serta menganalisisnya dengan spektrofotometer. Langkah-langkah isolasi eugenol diawali dengan memurnikan minyak cengkeh dengan kromatografi kolom, kemudian dilakukan penambahan NaOH ke dalam minyak cengkeh untuk membentuk garam Na-eugenolat, selanjutnya ditambahakan HCl untuk mendapatkan eugenol dari garamnya. Setelah ditambahkan HCl, dilakukan ekstraksi dengan corong pisah untuk memisahkan eugenol dari fasa air. Langkah selanjutnya adalah dilakukan pengujian sifat kimia dan fisika eugenol hasil isolasi. Uji sifat kimia dilakukan dengan cara penambahan reagen KMnO4untuk menguji adanya ikatan rangkap non aromatis pada isolat eugenol. Uji sifat fisika dilakukan dengan cara pengukuran berat jenis isolat dengan pikometer dan mengukur indeks biasnya dengan refraktometer, selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa dengan menggunakan spektrofotometer FTIR dan UV-Vis. Dari hasil percobaan diperoleh eugenol hasil isolasi sebesar 26 ml, sedangkan eugenol hasil perkolasi sebanyak 27 ml dengan densitas 1,32 gram/ml dan  indeks bias eugenol sebesar 1,5315, presentase eugenol yang didapat sebesar 87 %. Pada uji sifat kimia, setelah penambahan larutan KMnO4 1% terbentuk endapan hitam yang menandakan  adanya ikatan rangkap non aromatis dalam eugenol. Pada analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis diperoleh panjang gelombang maksimum eugenol 289 nm. Sedangkan pada analisis spektrofotometer IR diperoleh serapan pada daerah serapan 3523,71 nm yang menandakan gugus OH, daerah serapan 3076,25 nm yang menunjukkan gugus benzene, daerah  serapan 2929,67 nm yang menunjukan  gugus C-H alkil, daerah serapan 1514,02 nm yang menunjukan gugus C=C aromatik, daerah serapan 1267,15 yang menunjukan gugus O-H fenil dan daerah serapan 1232,43 nm yang menunjukan gugus C-O eter. Hasil  ini menunjukkan bahwa sampel yang dianalisis adalah eugenol.

 

Kata kunci: eugenol, isolasi, minyak cengkeh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

This experiment aims to determine how the isolation of eugenol from clove oil and to determine the physical properties and chemical eugenol isolation and analyze the results with a spectrophotometer. The isolation of eugenol step  begin with purifying clove oil by column chromatography, and then added  NaOH to the clove oil to form salts Na-eugenolat, then added  HCl to obtain eugenol of salt. After  added  HCl, eugenol was extracted by separating funnel to separate from the aqueous phase. The next step is testing the chemical and physical properties of the isolated eugenol. Chemical test is done by adding KMnO4 reagent to test for non-aromatic double bond in eugenol isolates. Test physical properties is done by measuring the specific gravity pycometer isolate and measure the refractive index with a refractometer, further identification of compounds using FTIR and UV-Vis spectrophotometer. From the experimental results obtained eugenol isolated yield of 26 ml, whereas eugenol percolation results by 27 ml with a density of 1.32 g / ml and the refractive index of eugenol is 1,5315. eugenol percentage gained by 87%. On the chemical test, after the addition of 1% KMnO4 solution, there is  a black sediment, which indicates non-aromatic double bond in eugenol. In the analysis using UV-Vis spectrophotometer obtained maximum wavelength 289 nm eugenol. While the analysis of the obtained absorption spectrophotometer IR absorption region at 3523.71 nm indicating an OH group,  absorption region 3076.25 nm indicating the benzene group,   absorption region 2929.67 nm indicating the CH alkyl, , absorption regions 1514.02 nm indicating group C = C aromatic, absorption region 1267.15 indicating OH group phenyl and absorption region  1232.43 nm indicating  group CO ether. These results indicate that the samples analyzed were eugenol.

 

Keywords: eugenol, insulating oil, clove

 

 

 


  1. 1.    PENDAHULUAN

Minyak atsiri merupakan salah satu potensi melimpah yang dimiliki oleh bangsa indonesia. Produk minyak atsiri yang baru merupakan hasil dari minyak kasar (Crude oil). Apabila minyak kasar tersebut diolah lebih lanjut dengan menghasilkan beberapa komponen yang bervariasi yaitu minyak esensial murni, maka akan dihasilkan produk-produk minyak esensial yang lebih ekonomis. Salah satunya adalah minyak cengkeh yang merupakan salah satu andalan ekspor minyak atsiri yang potensial.

Minyak cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri yang berada di indonesia adalah produk alami yang tidak mahal dan dapat diperoleh dengan mudah di Asia Tenggara. Daerah penghasil minyak daun cengkeh di Indonesia berlokasi disekitar Padang, Bengkulu, Lampung, Jawa, Minahasa dan Kepulauan Maluku. Laporan penelitian dari Nurhasanah (2009) mengungkapkan, Pulau Jawa memiliki pertanaman cengkeh dengan luas areal mencapai ± 50.000 ha, diperkirakan memiliki potensi daun cengkeh gugur ± 305 ton per hari atau setara dengan 4,4 ton minyak cengkeh per hari (Sani, 2005).

Pemakaian minyak cengkeh di dalam negeri masih sangat terbatas, secara garis besar dari komoditi minyak cengkeh di Indonesia yang di ekspor ke luar negeri masih berupa bahan mentah. Guther (1990) mengatakan bahwa salah satu cara untuk menambah nilai tambah dan daya guna dari minyak cengkeh, sebagaimana diberlakukan di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris dan Jerman adalah dengan memproduksi senyawa isolat eugenol minyak cengkeh dan senyawa turunannya seperti isoeugenol dan vanilin. Harga produk-produk tersebut jauh lebih mahal daripada harga minyak cengkeh.

Minyak cengkeh di indonesia secara tradisional diproduksi melalui proses distilasi bunga, tangkai bunga, dan daun-daun pohon cengkeh Euginia aromatica. Komponen-komponen yang ada di dalam minyak cengkeh yaitu berupa eugenol, iso eugenol, eugenol asetat, methyl eugenol, vanilin dan derivatnya. Eugenol merupakan salah satu kandungan yang utama dan paling dominan dari minyak cengkeh yaitu sebesar 70 – 90% (Tamaru et al., 1998).

Eugenol merupakan cairan tidak berwarna atau berwarna kuning-pucat, dapat larut dalam alkohol, eter dan kloroform. Mempunyai rumus molekul C10H1202 , bobot molekulnya adalah 164,20 dan titik didih 250 -255°C. Berdasarkan penelitian oleh Reddy, et. al (2008), eugenol dapat digunakan untuk menentukan kontaminan Aspergilli di dalam nasi. Penelitian Reddy, et. al (2008), juga membuktikan bahwa eugenol dapat diaplikasikan sebagai bahan obat oral candidiasis. Senyawa eugenol dapat digunakan sebagai antioksidan yaitu senyawa kimia yang dapat menghambat proses otoksidasi lemak tidak jenuh. Berdasarkan keterangan dalam Nurdin (2007), eugenol dapat digunakan sebagai obat bisul, anti kanker dan insektisida.

Isolasi eugenol dapat dilakukan melalui beberapa jenis proses pemurnian (isolasi). Di  antaranya, yaitu proses ekstraksi, distilasi fraksionasi (rektifikasi), kromatografi kolom, ekstraksi superkritik, dan distilasi molekuler (Anny S, 2002). Selama ini, telah dilakukan pengambilan   eugenol hanya dengan proses ekstraksi menggunakan  NaOH  dan  menghasilkan  kadar   eugenol  sebesar  82,6%  (Sri Suhenry,  2001).  Selain  itu  juga  telah  dilakukan  pengambilan   dengan  cara ekstraksi minyak daun cengkeh menggunakan NaOH berlebih dan dilanjutkan proses pengasaman dengan larutan HCl pekat, hanya mencapai kadar eugenol sekitar 86% (Sastrohamidjojo, 2002). Dari proses ekstraksi ini, kelemahan terjadi pada proses recovery solven.   Untuk itu, pada penelitian ini dilakukan isolasi eugenol dengan distilasi fraksionasi tekanan rendah  tanpa menggunakan bahan lain seperti pelarut  serta  mencegah  dekomposisi  komponen  dalam  minyak  daun  cengkeh. Teknologi ini diharapkan dapat mengambil komponen eugenol  sebagai produk utama dari minyak daun cengkeh tanpa merusak performa minyak daun cengkeh tersebut karena berlangsung pada temperatur rendah.

 

  1. 2.        EKSPERIMEN

2.1. Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan “Isolasi Eugenol dari Minyak Cengkeh” ini adalah minyak cengkeh perdagangan, larutan NaOH (35 gr/150 mL air), larutan HCl 25%, n-heksana, larutan KMnO4 1%, etanol absolut, lempung aktif, dan kapas.

2.2.  Alat

Peralatan yang digunakan dalam percobaan “Isolasi Eugenol dari Minyak Cengkeh” ini adalah kolom kromatografi, corong pisah, seperangkat alat gelas, piknometer, refraktometer, rotary evaporator, neraca digital, spektrofotometer UV-Vis, dan spektrofotometer IR.

 

2.3    Prosedur

 

2.3.1 Pemurnian Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh yang akan diisolasi dimurnikan terlebih dahulu dengan kolom kromatografi. Pada proses ini, kolom kromatografi diisi kapas pada bagian dasar, dimasukkan lempung aktif 2/3 bagian dan divakumkan. Sampel berupa minyak cengkeh perdagangan dialirkan melalui kolom kromatografi tersebut hingga dihasilkan minyak cengkeh murni.Massa jenis minyak cengkeh sebelum pemurnian diukur terlebih dahulu dengan piknometer 10 mL.

 

2.3.2 Isolasi Minyak Cengkeh

Isolasi eugenol dari minyak cengkeh dilakukan dengan diambil 31 mL minyak cengkeh hasil pemurnian dan dimasukan dalam beake glass, kemudian dimasukkan ke dalam water bath pada temperatur 900C . Selanjutnya ditambahkan NaOH 35gr/150ml sebanyak 37 mL sedikit demi sedikit sambil dilakukan pengadukan untuk mempercepat reaksi sampai campuran bersifat alkalis hingga terdapat 2 fasa. Eugenol dan NaOH akan membentuk natrium eugenolat yang larut dalam air. Jika menggumpal maka ditambahkan air secukupnya sambil dipanaskan di atas waterbath. Apabila lapisan atas masih cukup banyak, maka ditambahkan kembali larutan NaOH dan digabungkan dengan hasil sebelumnya. Lalu beaker glass didinginkan dalam wadah berisi air. Larutan dimasukan dalam corong pisah dan dikocok agar homogen dan didiamkam.

Lapisan bawah ditambah HCl 25% sampai terbentuk 2 fasa pada pH ± 3. Lapisan atas (lapisan eugenol) disimpan dalam erlenmeyer dan lapisan bawah ditambah HCl dan diekstrasi kembali dengan corong pisah. Eugenol yang diperoleh dicampur menjadi satu  dan diukur volume dan dihitung rendemen hasil eugenol. Apabila jumlah eugenol yang diperoleh cukup sedikit, lapisan bawah (lapisan air) diekstraksi dengan 25mL n-heksana (atau petroleum eter) sebanyak 3 kali. Pelarut petroleum eter dipisahkan dengan rotary evaporator.

 

2.3.3 Identifikasi Isolat Eugenol

Eugenol hasil isolasi diidentifikasi/ dikarakterisasi sifat fisiknya melalui pengukuran dengan picnometer 10 ml untuk mengetahui berat jenis eugenol hasil isolasi dan juga dengan refraktometer untuk mengetahui indeks biasnya. Untuk uji sifat kimia dengan mereaksikan eugenol hasil isolasi dengan etanol absolut dan KMnO4. Penambahan KMnO4 bertujuan untuk mengetahui adanya ikatan jenuh (ikatan rangkap C=C) yang ditunjukkan dengan terbentuknya endapan warna cokelat. 2 tabung reaksi diisi masing – masing 3 tetes eugenol hasil isolasi. Pada tabung reaksi 1 ditambahkan dengan 1 ml etanol absolut dan larutan KmnO4 1% dan pada tabung reaksi 2 ditambahkan dengan 1 ml larutan CCl4 dan larutan Br2 2%. Hilangnya warna dari kedua pereaksi menunjukkan adanya ikatan rangkap non aromatik. Karena tidak tersedianya bahan, maka pada percobaan ini tidak dilakukan pengujian dengan larutan CCl4 dan larutan Br2.

Eugenol hasil isolasi diidentifikasi dengan Spektrofotometer FTIR. Pertama-tama, dihidupkan spektrofotometer FTIR, kemudian dibuat pelet KBr dalam alat pembuat pelet KBr (compartment). Eugenol hasil isolasi diteteskan beberapa dalam pelet KBr.Dimasukan alat pembuat pil KBr dalam spektrofotometer FTIR dan ditentukan serta dibandingkan  spektrum eugenol hasil isolasi dengan eugenol standar.

Analisis eugenol hasil isolasi berdasarkan serapan maksimum dengan Spektrofotometer UV-Vis dilakukan dengan cara dihidupkan spektrofotometer UV – Vis. Lalu dibaseline spektrofotometer UV – Vis dengan n – heksana. Diteteskan 1/8 tetes eugenol hasil isolasi  dalam n – hexan pada cuvet sampel. Ditentukan spektrum eugenol hasil isolasi.

 

  1. 3.        HASIL DAN DISKUSI

 

3.1 Proses Pemurnian Minyak Cengkeh

Untuk memurnikan minyak cengkeh dilakukan perlokasi dengan menggunakan lumpur aktif dan kapas atau wool dalam wadah kolom kromatografi tanpa adanya gangguan sinar dari luar. Pada kolom kromatografi dimasukan kapas atau wool yang berguna untuk menyaring lumpur aktif yang larut dalam minyak cengkeh. Lalu dimasukan lumpur aktif yang berupa serbuk cokelat dalam kolom kromatografi di atas kapas / wool. Lumpur aktif berguna untuk mengikat senyawa lain dalam minyak cengkeh sehingga minyak cengkeh yang didapatkan menjadi lebih murni. Kolom kromatografi dilapisi dengan aluminium foil yang berfungsi untuk menghindari adanya sinar supaya minyak cengkeh tidak teroksidasi oleh sinar luar sehingga minyak cengkeh yang didapat merupakan minyak cengkeh murni.

 

 

3.2 Proses Isolasi Eugenol

Isolasi dilakukan penambahan larutan NaOH pada minyak cengkeh hasil pemurnian  agar terbentuk garam Na-eugenol sambil dipanaskan untuk mempercepat reaksi. Berikut ini adalah reaksi yang terjadi antara eugenol direaksikan dengan NaOH membentuk Na-eugenolat dan air adalah:

 

Pada reaksi diatas ion H+  digantikan oleh ion Na+ pada gugus gugus -OH dalam senyawa eugenol.  Ion Na+ berasal dari ionisasi larutan NaOH yang ditambahkan. Ion Na+ dan eugenol akan membentuk ikatan O-Na sehingga terbentuk garam Na-eugenolat, sedangkan ion H+ yang dilepaskan oleh eugenol diikat oleh gugus -OH membentuk molekul H2O. Garam Na-eugenolat terdistribusi dalam fasa air dan senyawa-senyawa kandungan minyak cengkeh yang lain masih tertinggal dalam fasa organic.

 

Terbentuk 2 fasa ; fasa atas berupa padatan dan fasa bawah berupa cair. Fasa padatan diambil dan dimasukan dalam corong pisah, dikocok dan ditambahkan HCl 25% sampai untuk mengikat natrium (Na) dari garam Na – eugenol  sehingga didapatkan eugenol murni pada fasa atas.

Berikut adalah reaksi ketika Na-eugenolat ditambahkan larutan HCl :

 

 

Pada reaksi tersebut diatas terjadi pengikatan ion Na+ pada Na-eugenolat oleh ion Cl- dari HCl membentuk garam NaCl dan pengikatan ion H+ dari HCl oleh ion O- membentuk senyawa eugenol.

3.3  Analisis Uji Sifat Kimia

Hasil isolasi minyak cengkeh dilakukan identifikasi adanya ikatan rangkap non aromatis dengan cara penambahan larutan etanol dan KMnO4. Berdasarkan uji sifat kimia dengan penambahan etanol senyawa hasil isolasi minyak cengkeh tidak mengalami perubahan sedangkan dengan penambahan KMnO4 senyawa hasil isolasi minyak cengkeh mengalami perubahan yaitu terbentuk endapan berwarna hitam. Hal ini menandakan bahwa isolat  eugenol mengandung ikatan rangkap non aromatis. Berdasarkan teoritis senyawa eugenol apabila direaksikan etanol dan KMnO4 menghasilkan hasil yang positif, dimana dengan etanol akan larut dan dengan KMnO4 akan menghasilkan endapan.

3.4 Analisis Uji Sifat Fisika

Hasil isolasi minyak cengkeh dilakukan identifikasi uji sifat fisika yang dilakukan dengan perhitungan rendeman yang dihasilkan dan perhitungan massa jenis dari senyawa yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan rendeman didapatkan presentase sebesar 87% dan dari perhitungan massa jenis dihasilkan massa jenis sebesar 1,32 gr/ml dan didapatkan pula indeks bias sebesar 1,5315. Berdasarkan literatur kandungan eugenol dalam minyak cengkeh sebesar 70%-90%, jadi hasil yang diperoleh bisa dikatakan adalah eugenol sedangkan berdasarkan massa jenis yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan literatur yaitu 1,0651 gr/ml. sedangkan untuk indeks bias literatur sebesar 1,534-1,538.

3.5  Analisis Data Spektra Serapan Spektrofotometri IR

Berdasarkan hasil pengukuran  Spektrofotometri IR maka didapatkan sebuah spektra serapan. Dari spektra serapan itu diketahui terdapat gugus O-H dengan serapan 3523,71 nm, gugus benzena dengan serapan 3076,25 nm, gugus C-H alkil dengan serapan 2929,67 nm, gugus C=C alkil dengan serapan 1637,46 nm, gugus C=C aromatik dengan serapan 1514,02 nm, gugus O-H fenil dengan serapan 1267,15 nm dan gugus C-O eter dengan serapan 1232,43 nm.Hasil spektra serapan, dimana gugus-gugus yang diserapa merupakan gugus dari senyawa eugenol dan jika dibandingkan dengan spektra standar dari eugenol spektra yang dihasilkan mirip. Sehingga dapat dikatakan hasil yang diperoleh dari hasil isolasi minyak cengkeh mengandung senyawa eugenol.

 

Gambar 1. Spektra IR Sampel

 

Gambar 2. Spektra IR Senyawa Eugenol Standar (Anny,2002)

3.4 Analisis Data Serapan Spektrofotometri UV-VIS

Pengukuran serapan atau absorbansi dari  senyawa hasil isolasi minyak cengkeh menggunakan spektrofotometri UV-VIS dihasilkan nilai absorbansi dan panjang gelombang maksimum senyawa hasil isolasi minyak cengkeh sebesar 289 dan 2,46 nm. Sedangkan berdasarkan literatur panjang gelombang maksimum dari eugenol adalah 285 nm, jadi hasil mendekati panjang gelombang literatur dan dapat dikatakan hasil mengandung eugenol. Eugenol hasil isolasi ini memiliki transisi elektronik n à π* dengan λmax>270 nm Adanya perbedaan hasil antara teoritis dengan penelitian disebabkan karena adanya pengaruh pelarut yaitu n-heksan yang dapat menyebabkan pergeseran panjang gelombang ke arah red shift (batokromik) yaitu ke panjang gelombang yang lebih tinggi. Dari karakteristik di atas dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh dari hasil isolasi merupakan  senyawa eugenol yang memiliki struktur sebagai berikut :

4        KESIMPULAN

Rendemen yang dihasilkan dari isolasi minyak cengkeh adalah 87%. Pengukuran serapan senyawa hasil isolasi minyak cengkeh menggunakan spektrofotometer UV-VIS dihasilkan nilai absorbansi 289 dan panjang gelombang maksimum adalah 2,46 nm. Sedangkan berdasarkan pengukuran melalui spektrofotometer IR diketahui terdapat gugus O-H dengan serapan 3523,71 nm, gugus benzena dengan serapan 3076,25 nm, gugus C-H alkil dengan serapan 2929,67 nm, gugus C=C alkil dengan serapan 1637,46 nm, gugus C=C aromatik dengan serapan 1514,02 nm, gugus O-H fenil dengan serapan 1267,15 nm dan gugus C-O eter dengan serapan 1232,43 nm. Berdasarkan beberapa analsis yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil isolasi minyak cengkeh mengandung senyawa eugenol.

 

  1. 5.      REFERENSI

Anny, S., 2002, Anny S. 2002. Pengolahan Lanjut Minyak Atsiri dan Penggunaannya Dalam Negeri.  Workshop  Nasional  Minyak  Atsiri  30  Oktober  2002,  Dirjen Industri Kecil Dagang Menengah, Depperindag.

Gunther Ernest. 1990. Minyak Atsiri. Jilid IV b. Ketaren (penerjemah). UI Press, Jakarta.

Nurdin, Ali., Achmad Mulyana dan Hadi Suratno, 2007, Isolasi Eugenol dari Minyak Daun Cengkeh Skala Pilot Plant, Jurnal Saint dan Teknologi BPPT, Pustaka Iptek, Vol. 3

Nurhasanah, Siti., Efri Mardawati dan Marlrrn Herudiyanto., 2009, Komoditi Cengkeh, Staff Pengajar jurusan Teknologi Industri Pangan, Unpad.

Reddy, M. S., Basha, S., Kumar, V. G., Joshi, H. V., Ramachandraiah, G. 2008b. Distribution, Enrichment and Accumulation of Heavy Metals in Coastal Sediments of Alang–Sosiya Ship Scrapping Yard, India. Marine Pollution Bulletin, Vol 48, 1055–1059

Sani, Nur Hapsari., 2005, Pemisahan Eugenol Dari Minyak Daun Cengkeh Dengan Larutan NaOH, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Soe Bar Djo Brotohardjono, UPN, Jawa Timur.

Sastrohamidjojo, H. 2002. A Study of Some Indonesian Essential Oils. Disertasi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Sri, Suhenry., 2001, Meningkatkan  Kualitas  Minyak  Cengkeh  Rakyat  dengan Larutan NaOH. Yogyakarta : Jurusan Teknik Kimia UPN Veteran.

Tamaru, Y., Y. Takani, T. Yoshida and T. Sakamoto. 1998.  Crucial role of extracellular polysaccharides in desiccation and freezing tolerance in the terrestrial cyanobacterium Nostoc commune.   Appl. Environ. Microbiol. 71:7327–7333

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

Sejarah Filosof Sufi Al-Hakim At-Tirmidzi

HAKMI WAHYUDI

mahasantri pesantren luhur

 

Sejarah Filosof Sufi Al-Hakim

At-Tirmidzi

 

Paper Halaqoh

 

Disajikan dalam forum halaqoh;  Kamis, 1 Juli 2010

 

 

Oleh :

 

 

HAKMI WAHYUDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaqoh Ilmiah

Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang

Juni 2010

 

 

Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi (lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi) adalah seorang ahli hadits. Ia pernah belajar hadits dari Imam Bukhari. Ia menyusun kitab Sunan At Turmudzi dan Al Ilal. Ia mengatakan bahwa dia sudah pernah menunjukkan kitab Sunannya kepada ulama ulama Hijaz, Irak dan Khurasan dan mereka semuanya setuju dengan isi kitab itu. Karyanya yang mashyur yaitu Kitab Al-Jami’ (Jami’ At-Tirmizi). Ia juga tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadits terkenal.

Al Hakim mengatakan “Saya pernah mendengar Umar bin Alak mengomentari pribadi At Turmudzi sebagai berikut; kematian Imam Bukhari tidak meninggalkan muridnya yang lebih pandai di Khurasan selain daripada Abu ‘Isa At Turmudzi dalam hal luas ilmunya dan hafalannya.”

  1. Biografi
  1. Nama dan kelahirannya

Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmizi, salah seorang ahli hadits kenamaan, dan pengarang berbagai kitab yang masyhur, lahir di kota Tirmiz.[1]

  1. Nasab beliau:
  • As Sulami; yaitu nisbah kepada satu kabilah yang yang di jadikan sebagai afiliasi beliau, dan nisbah ini merupakan nisbah kearaban
  • At Tirmidzi; nisbah kepada negri tempat beliau di lahirkan (Tirmidz), yaitu satu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran.

 

 

  1. Perkembangan dan lawatannya

Kakek Abu ‘Isa at-Tirmizi berkebangsaan Mirwaz, kemudian pindah ke Tirmiz dan menetap di sana. Di kota inilah cucunya bernama Abu ‘Isa dilahirkan. Semenjak kecilnya Abu ‘Isa sudah gemar mempelajari ilmu dan mencari hadits. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negeri: Hijaz, Irak, Khurasan dan lain-lain. Dalam perlawatannya itu ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru hadits untuk mendengar hadits yang kem dihafal dan dicatatnya dengan baik di perjalanan atau ketika tiba di suatu tempat. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan tanpa menggunakannya dengan seorang guru di perjalanan menuju Makkah. Kisah ini akan diuraikan lebih lanjut.

  1. Wafat

Setelah menjalani perjalanan panjang untuk belajar, mencatat, berdiskusi dan tukar pikiran serta mengarang, ia pada akhir kehidupannya mendapat musibah kebutaan, dan beberapa tahun lamanya ia hidup sebagai tuna netra; dalam keadaan seperti inilah akhirnya at-Tirmizi meninggal dunia. Ia wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892) dalam usia 70 tahun.

  1.  Keilmuan
  1. Guru-gurunya

Ia belajar dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antaranya adalah Imam Bukhari, kepadanya ia mempelajari hadits dan fiqh. Juga ia belajar kepada Imam Muslim dan Abu Dawud. Bahkan Tirmizi belajar pula hadits dari sebagian guru mereka.

Imam at Tirmidzi menuntut ilmu dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antara mereka adalah:

 

  1. Qutaibah bin Sa’id
  2. Ishaq bin Rahuyah
  3. Muhammad bin ‘Amru As Sawwaq al Balkhi
  4. Mahmud bin Ghailan
  5. Isma’il bin Musa al Fazari
  6. Ahmad bin Mani’
  7. Abu Mush’ab Az Zuhri
  8. Basyr bin Mu’adz al Aqadi
  9. Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib
  10. Abi ‘Ammar Al Husain bin Harits
  11. Abdullah bin Mu’awiyyah al Jumahi
  12. ‘Abdul Jabbar bin al ‘Ala’
  13. Abu Kuraib
  14. ‘Ali bin Hujr
  15. ‘Ali bin sa’id bin Masruq al Kindi
  16. ‘Amru bin ‘Ali al Fallas
  17. ‘Imran bin Musa al Qazzaz
  18. Muhammad bin aban al Mustamli
  19. Muhammad bin Humaid Ar Razi
  20. Muhammad bin ‘Abdul A’la
  21. Muhammad bin Rafi’
  22. Imam Bukhari
  23. Imam Muslim
  24. Abu Dawud
  25. Muhammad bin Yahya al ‘Adani
  26. Hannad bin as Sari
  27. Yahya bin Aktsum
  28. Yahya bun Hubaib
  29. Muhammad bin ‘Abdul Malik bin Abi Asy Syawarib
  30. Suwaid bin Nashr al Marwazi
  31. Ishaq bin Musa Al Khathami
  32. Harun al Hammal.
  33. dll
  1. Murid-muridnya

Kumpulan hadits dan ilmu-ilmu yang di miliki imam Tirmidzi banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah;

  1. Abu Bakr Ahmad bin Isma’il As Samarqandi
  2. Abu Hamid Abdullah bin Daud Al Marwazi
  3. Ahmad bin ‘Ali bin Hasnuyah al Muqri’
  4. Ahmad bin Yusuf An Nasafi
  5. Ahmad bin Hamduyah an Nasafi
  6. Al Husain bin Yusuf Al Farabri
  7. Hammad bin Syair Al Warraq
  8. Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi
  9. Ar Rabi’ bin Hayyan Al Bahili
  10. Abdullah bin Nashr saudara Al Bazdawi
  11. ‘Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi
  12. ‘Ali bin ‘Umar bin Kultsum as Samarqandi
  13. Al Fadhl bin ‘Ammar Ash Sharram
  14. Abu al ‘Abbas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub
  15. Abu Ja’far Muhammad bin Ahmad An Nasafi
  16. Abu Ja’far Muhammad bin sufyan bin An Nadlr An Nasafi al Amin
  17. Muhammad bin Muhammad bin Yahya Al Harawi al Qirab
  18. Muhammad bin Mahmud bin ‘Ambar An Nasafi
  19. Muhammad bin Makki bin Nuh An Nasafai
  20. Musbih bin Abi Musa Al Kajiri
  21. Makhul bin al Fadhl An Nasafi
  22. Makki bin Nuh
  23. Nashr bin Muhammad bi Sabrah
  24. Al Haitsam bin Kulaib
  25. dll
  1. Kekuatan Hafalannya

Abu ‘Isa aat-Tirmizi diakui oleh para ulama keahliannya dalam hadits, kesalehan dan ketakwaannya. Ia terkenal pula sebagai seorang yang dapat dipercaya, amanah dan sangat teliti. Salah satu bukti kekuatan dan cepat hafalannya ialah kisah berikut yang dikemukakan oleh al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Tahzib at-Tahzib-nya, dari Ahmad bin ‘Abdullah bin Abu Dawud, yang berkata:

“Saya mendengar Abu ‘Isa at-Tirmizi berkata: Pada suatu waktu dalam perjalanan menuju Makkah, dan ketika itu saya telah menuslis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang guru. Guru tersebut berpapasan dengan kami. Lalu saya bertanya-tanya mengenai dia, mereka menjawab bahwa dialah orang yang kumaksudkan itu. Kemudian saya menemuinya. Saya mengira bahwa “dua jilid kitab” itu ada padaku. Ternyata yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang mirip dengannya. Ketika saya telah bertemu dengan dia, saya memohon kepadanya untuk mendengar hadits, dan ia mengabulkan permohonan itu. Kemudian ia membacakan hadits yang dihafalnya. Di sela-sela pembacaan itu ia mencuri pandang dan melihat bahwa kertas yang kupegang masih putih bersih tanpa ada tulisan sesuatu apa pun. Demi melihat kenyataan ini, ia berkata: ‘Tidakkah engkau malu kepadaku?’ lalu aku bercerita dan menjelaskan kepadanya bahwa apa yang ia bacakan itu telah kuhafal semuanya. ‘Coba bacakan!’ suruhnya. Lalu aku pun membacakan seluruhnya secara beruntun. Ia bertanya lagi: ‘Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku?’ ‘Tidak,’ jawabku. Kemudian saya meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits yang tergolong hadits-hadits yang sulit atau garib, lalu berkata: ‘Coba ulangi apa yang kubacakan tadi,’ Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai; dan ia berkomentar: ‘Aku belum pernah melihat orang seperti engkau.”

  1. Persaksian para ulama terhadap beliau

Persaksian para ulama terhadap keilmuan dan kecerdasan imam Tirmidzi sangatlah banyak, diantaranya adalah;[2]

1)      Imam Bukhari berkata kepada imam At Tirmidzi “ilmu yang aku ambil manfaatnya darimu itu lebih banyak ketimbang ilmu yang engkau ambil manfaatnya dariku.”

2)      Al Hafiz ‘Umar bin ‘Alak menuturkan “Bukhari meninggal, dan dia tidak meninggalkan di Khurasan orang yang seperti Abu ‘Isa dalam hal ilmu, hafalan, wara’ dan zuhud.”

3)      Ibnu Hibban menuturkan “Abu ‘Isa adalah sosok ulama yang mengumpulkan hadits, membukukan, menghafal dan mengadakan diskusi dalam hal hadits.”

4)      Abu Ya’la al Khalili menuturkan “Muhammad bin ‘Isa at Tirmidzi adalah seorang yang tsiqah menurut kesepatan para ulama, terkenal dengan amanah dandan keilmuannya.

5)      Abu Sa’d al Idrisi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang di ikuti dalam hal ilmu hadits, beliau telah menyusun kitab al jami’, tarikh dan ‘ilal dengan cara yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang alim yang kapabel. Beliau adalah seorang ulama yang menjadi contoh dalam hal hafalan.”

6)      Al Mubarak bin al Atsram menuturkan “Imam Tirmidzi merupakan salah seorang imam hafizh dan tokoh.”

7)      Al Hafizh al Mizzi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang menonjol, dan termasuk orang yang Allah jadikan kaum muslimin mengambil manfaat darinya.

8)      Adz Dzahabi menuturkan “Imam Tirmidzi adalah seorang hafizh, alim, imam yang kapabel

9)      Ibnu Katsir menuturkan “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam dalam bidangnya pada zaman beliau.”

  1. Pandangan para kritikus hadits

Para ulama besar telah memuji dan menyanjungnya, dan mengakui akan kemuliaan dan keilmuannya. Al-Hafiz Abu Hatim Muhammad ibn Hibban, kritikus hadits, menggolangkan Tirmizi ke dalam kelompok “Siqat” atau orang-orang yang dapat dipercayai dan kokoh hafalannya, dan berkata: “Tirmizi adalah salah seorang ulama yang mengumpulkan hadits, menyusun kitab, menghafal hadits dan bermuzakarah (berdiskusi) dengan para ulama.”[3]

Abu Ya’la al-Khalili dalam kitabnya ‘Ulumul Hadits menerangkan; Muhammad bin ‘Isa at-Tirmizi adalah seorang penghafal dan ahli hadits yang baik yang telah diakui oleh para ulama. Ia memiliki kitab Sunan dan kitab Al-Jarh wat-Ta’dil. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Abu Mahbub dan banyak ulama lain. Ia terkenal sebagai seorang yang dapat dipercaya, seorang ulama dan imam yang menjadi ikutan dan yang berilmu luas. Kitabnya Al-Jami’us Sahih sebagai bukti atas keagungan derajatnya, keluasan hafalannya, banyak bacaannya dan pengetahuannya tentang hadits yang sangat mendalam.

  1. Fiqh Tirmizi dan Ijtihadnya

Imam Tirmizi, di samping dikenal sebagai ahli dan penghafal hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan dan perawi-perawinya, ia juga dikenal sebagai ahli fiqh yang mewakili wawasan dan pandangan luas. Barang siapa mempelajari kitab Jami’nya ia akan mendapatkan ketinggian ilmu dan kedalaman penguasaannya terhadap berbagai mazhab fikih. Kajian-kajiannya mengenai persoalan fiqh mencerminkan dirinya sebagai ulama yang sangat berpengalaman dan mengerti betul duduk permasalahan yang sebenarnya.

Salah satu contoh ialah penjelasannya terhadap sebuah hadits mengenai penangguhan membayar piutang yang dilakukan si berutang yang sudah mampu, sebagai berikut:
“Muhammad bin Basysyar bin Mahdi menceritakan kepada kami Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abi az-Zunad, dari al-A’rai dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bersabda: ‘Penangguhan membayar utang yang dilakukan oleh si berutang) yang mampu adalah suatu kezaliman. Apabila seseorang di antara kamu dipindahkan utangnya kepada orang lain yang mampu membayar, hendaklah pemindahan utang itu diterimanya.”

Imam Tirmizi memberikan penjelasan sebagai berikut:
Sebagian ahli ilmu berkata: ” apabila seseorang dipindahkan piutangnya kepada orang lain yang mampu membayar dan ia menerima pemindahan itu, maka bebaslah orang yang memindahkan (muhil) itu, dan bagi orang yang dipindahkan piutangnya (muhtal) tidak dibolehkan menuntut kepada muhil.” Diktum ini adalah pendapat Syafi’i, Ahmad dan Ishaq.
Sebagian ahli ilmu yang lain berkata: “Apabila harta seseorang (muhtal) menjadi rugi disebabkan kepailitan muhal ‘alaih, maka baginya dibolehkan menuntut bayar kepada orang pertama (muhil).” Mereka memakai alas an dengan perkataan Usma dan lainnya, yang menegaskan: “Tidak ada kerugian atas harta benda seorang Muslim.”
Menurut Ishak, maka perkataan “Tidak ada kerugian atas harta benda seorang Muslim” ini adalah “Apabila seseorang dipindahkan piutangnya kepada orang lain yang dikiranya mampu, namun ternyata orang lain itu tidak mampu, maka tidak ada kerugian atas harta benda orang Muslim (yang dipindahkan utangnya) itu.”

Itulah salah satu contoh yang menunjukkan kepada kita, bahwa betapa cemerlangnya pemikiran fiqh Tirmizi dalam memahami nas-nas hadits, serta betapa luas dan orisinal pandangannya itu.

  1. Karya-karyanya[4]

Imam Tirmizi banyak menulis kitab-kitab. Di antaranya:

  1. Kitab Al-Jami’, terkenal dengan sebutan Sunan at-Tirmidzi
  2. Kitab Al-‘Ilal
  3. Kitab At-Tarikh
  4. Kitab Asy-Syama’il an-Nabawiyyah
  5. Kitab Az-Zuhd
  6. Kitab Al-Asma’ wal-Kuna

Di antara kitab-kitab tersebut yang paling besar dan terkenal serta beredar luas adalah Al-Jami’.

  1. Sekilas tentang Al-Jami’

Kitab ini adalah salah satu kitab karya Imam Tirmizi terbesar dan paling banyak manfaatnya. Ia tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadits terkenal. Al-Jami’ ini terkenal dengan nama Jami’ Tirmizi, dinisbatkan kepada penulisnya, yang juga terkenal dengan nama Sunan Tirmizi. Namun nama pertamalah yang popular.

Sebagian ulama tidak berkeberatan menyandangkan gelar as-Sahih kepadanya, sehingga mereka menamakannya dengan Sahih Tirmizi. Sebenarnya pemberian nama ini tidak tepat dan terlalu gegabah.

Setelah selesai menyususn kitab ini, Tirmizi memperlihatkan kitabnya kepada para ulama dan mereka senang dan menerimanya dengan baik. Ia menerangkan: “Setelah selesai menyusun kitab ini, aku perlihatkan kitab tersebut kepada ulama-ulama Hijaz, Irak dan Khurasan, dan mereka semuanya meridhainya, seolah-olah di rumah tersebut ada Nabi yang selalu berbicara.”

Imam Tirmizi di dalam Al-Jami’-nya tidak hanya meriwayatkan hadits sahih semata, tetapi juga meriwayatkan hadits-hadits hasan, da’if, garib dan mu’allal dengan menerangkan kelemahannya.

Dalam pada itu, ia tidak meriwayatkan dalam kitabnya itu, kecuali hadits-hadits yang diamalkan atau dijadikan pegangan oleh ahli fiqh. Metode demikian ini merupakan cara atau syarat yang longgar. Oleh karenanya, ia meriwayatkan semua hadits yang memiliki nilai demikian, baik jalan periwayatannya itu sahih ataupun tidak sahih. Hanya saja ia selalu memberikan penjelasan yang sesuai dengan keadaan setiap hadits.

Diriwayatkan, bahwa ia pernah berkata: “Semua hadits yang terdapat dalam kitab ini adalah dapat diamalkan.” Oleh karena itu, sebagian besar ahli ilmu menggunakannya (sebagai pegangan), kecuali dua buah hadits, yaitu:

  1. “Sesungguhnya Rasulullah SAW menjamak shalat Zuhur dengan Asar, dan Maghrib dengan Isya, tanpa adanya sebab “takut” dan “dalam perjalanan.”
  2. “Jika ia peminum khamar, minum lagi pada yang keempat kalinya, maka bunuhlah dia.”

Hadits ini adalah mansukh dan ijma ulama menunjukan demikian. Sedangkan mengenai shalat jamak dalam hadits di atas, para ulama berbeda pendapat atau tidak sepakat untuk meninggalkannya. Sebagian besar ulama berpendapat boleh (jawaz) hukumnya melakukan salat jamak di rumah selama tidak dijadikan kebiasaan. Pendapat ini adalah pendapat Ibnu Sirin dan Asyab serta sebagian besar ahli fiqh dan ahli hadits juga Ibnu Munzir.

Hadits-hadits dha’if dan munkar yang terdapat dalam kitab ini, pada umumnya hanya menyangkut fada’il al-a’mal (anjuran melakukan perbuatan-perbuatan kebajikan). Hal itu dapat dimengerti karena persyaratan-persyaratan bagi (meriwayatkan dan mengamalkan) hadits semacam ini lebih longgar dibandingkan dengan persyaratan bagi hadits-hadits tentang halal dan haram.

 

Daftar kepustakaan

 

http/: Al qiyamah.wordpress.com diakses tanggal 28 juni 2020

http/: Al insan.com  diakses tanggal 28  juni 2010

http/: hikmah.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

http/: as-Salam.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] http/: Al qiyamah.wordpress.com diakses tanggal 28 juni 2010

 

[2] http/: Al insan.com  diakses tanggal 28  juni 2010

 

[3] http/: as-Salam.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

[4] http/: hikmah.ac.id  diakses tanggal 30  juni 2010

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

MACAM-MACAM WASIAT MENURUT HUKUM PERDATA

DITULIS OLEH

Mochamad Fuad Hasan

MAHASANTRI LEMBAGA TINGGI PESANTREN LUHUR MALANG

Mahasiswa Semester 3 Fakultas Syari’ah

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

  1. A.    Pengantar

Alhamdulillahirabbil’alamiin puji syukur kami sampaikan kepada kehadirat Allah SWT. atas segala nikmat yang telah diberikan dan limpahan ilmu, sehingga dapat terselesaikannya paper sederhana ini dengan lancar, tidak ada halangan apapun. Shalawat salam tetap tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW. dan  beserta Keluarganya.

Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Prof. Dr. Kyai H. Ahmad Mudlor, S.H. selaku pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang yang telah memberikan limpahan curahan ilmu yang luar biasa kepada kita. Tak lupa pula kepada pihak-pihak yang telah membantu di dalam penyelesaian paper ini.

Harapan kami dari paper yang sederhana ini semoga kita oleh Allah SWT diberikan tambahan ilmu yang beranfaat kelak, dan sebagai bahan pembelajaran khususnya di bidang Hukum perdata.  Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk kesempurnaan paper selanjutnya.

            Pembahasan kita pada paper halaqah ini adalah macam-macam wasiat di dalam hokum perdata. Perlu kita ketahui bahwa wasiat di dalam hokum perdata diatur di dalam buku kedua bab ketiga belas, tepatnya dalam pasal 875 BW. Wasiat adalah merupakan suatu pernyataan dari seseorang untuk menyampaikan sebuah keinginan atau apa yang dia kehendaki ketika dia meninggal nantinya. Mengetahui hal ini adalah sangat penting karena wasiat merupakan suatu hal yang praktis banyak terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu kiranya nanti ada hal-hal yang salah di dalam paper ini, mohon atas koreksi untuk kesepurnaan paper dan juga supaya kita lebih mendalami apa yang dimaksud dengan wasiat.

  1. B.     Pembahasan
    1. 1.      Pengertian Wasiat

Di dalam kamus ilmiah Wasiat adalah pesan terakhir orang yang meninggal dunia. Wasiat atau testament ialah suatu pernyataan dari seseorang tentang apa yang dikehendaki setelah ia meninggal dunia. Pada asasnya suatu pernyataan kemauan terakhir itu keluar dari satu pihak saja dan setiap waktu dapat ditarik kembali, boleh secara tegas atau secara diam-diam.

Hukum waris menurut BW mengenal pengaturan wasiat ini dengan nama testamen yang diatur dalam buku kedua bab ketiga belas. Dalam pasal 875 BW secara tegas disebutkan pengertian tentang surat wasiat, yaitu: ”Surat wasiat atau testamen adalah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia dan dapat dicabut kembali.”

Ketentuan lain dalam pembuatan surat wasiat ini adalah bahwa pembuat wasiat harus menyatakan kehendaknya yang berupa amanat terakhir ini secara lisan di hadapan notaris dan saksi-saksi.

Salah satu ciri dan sifat yang terpenting dan khas dalam setiap surat wasiat, yaitu surat wasiat selalu dapat ditarik kembali oleh si pembuatnya. Hal ini disebabkan tindakan membuat surat wasiat adalah merupakan perbuatan hukum yang sifatnya sangat pribadi.

  1. 2.      Testament Dilihat Dari Segi objeknya
    1. Erfstelling

Suatu testament yang paling lazim berisi seperti yang dikemukakan di dalam bab waris adalah suatu “erfstelling”, yaitu penunjukan seseorang atau beberapa orang yang akan mendapat seluruh atau sebagian dari harta warisan. Orang yang ditunjuk tersebut didalam BW dinamakan testamenaire efgenaam, yaitu ahli waris menurut wasiat dan kedudukannya sama halnya dengan ahli waris menurut undang-undang. Ia memperoleh segala hak dan kewajiban si meninggal dunia.

  1. Legaat

Suatu testament juga dapat berisikan legaat, yaitu suatu pemberian kepada seseorang. Adapun yang dapat diberikan dalam suatu legaat dapat berupa:

  1. Satu atau beberapa benda tertentu.
  2. Seluruh benda dari satu macam atau jenis, misalnya seluruh barang yang bergerak.
  3. Hak vruckt- grbruick atas sebagian seluruh harta warisan.
  4. Suatu hal lain terhadap boedel, misalnya hak untuk member satu atau beberapa benda tertentu dari boendel.

Orang yang menerima legat dinamakan legataris, ia bukan ahli waris karenanya ia tidak dapat menggantikan si meninggal dunia dalam hak-hak dan kewajibannya (yang penting tidak diwajibkan membayar hutang-hutang si meninggal dunia). Adakalanya seorang legataris yang menerima beberapa benda di wajibkan memberikan salah satu benda itu kepada orang lain yang ditunjuk dalam testament.

Apabila ada benda yang tidak dapat dibagi, misalnya seekor kuda kepada dua orang bersama-sama dan kemudian salah satu dari keduanya meninggal dunia,maka benda tersebut jatuh kepada temannya yang masih hidup untuk selurunya. Peraturan ini termuat dalam Pasal 1002-1003 BW, hal tersebut dinamakan Aanwaas.( Saifullah, Buku Ajar Hukum Perdata Indonesia. Hlm.88)

3. Macam-macam Testament di lihat dari segi bentuk

a. Wasiat Olografis (olographis testament)

Yaitu surat wasiat yang seluruhnya ditulis dengan tangan dan ditanda tangani pewaris sendiri. Kemudian surat wasiat tersebut harus diserahkan untuk disimpan pada seorang notaris dan penyerahan kepada notaris ini ada dua cara, yaitu bisa diserahkan dalam keadaan terbuka bisa juga dalam keadaan tertutup. Kedua cara penyerahan dan penyimpanan pada notaris itu mempunyai akibat hukum yang satu sama lain berbeda, yaitu:

(1) Apabila surat wasiat diserahkan dalam keadaan terbuka maka dibuatlah akta notaris tentang penyerahan itu yang ditandatangani oleh pewaris, saksi-saksi, dan juga notaris. Akta penyimpanan tersebut ditulis di kaki surat wasiat tersebut, jika  tidak ada tempat kosong pada kaki surat wasiat tersebut, maka amanat ditulis lagi pada sehelai kertas yang lain.

(2) Apabila surat wasiat diserahkan kepada notaris dalam keadaan tertutup, maka pewaris harus menuliskan kembali pada sampul dokumen itu bahwa surat tersebut berisikan wasiatnya dan harus menandatangani keterangan itu dihadapan notaris dan saksi-saksi. Setelah itu pewaris harus membuat akta penyimpanan surat wasiat pada kertas yang berbeda. Surat wasiat yang disimpan pada seorang notaris kekuatanya sama dengan surat wasiat yang dibuat dengan akta umum. Jika pewaris meninggal dunia dan wasiat diserahkan kepada notaries dalam keadaan terbuka, maka segera penetapan dalam surat wasiat dapat dilaksanakan sebab notaris mengetahui isi surat wasiat tersebut.

Sedangkan sebaliknya, jika surat wasiat diserahkan dalam keadaan tertutup, maka pada saat pewaris meninggal dunia surat wasiat tidak dapat segera dilaksanakan sebab isi surat wasiat itu tidak dapat diketahui notaris. Sedangkan notaris dilarang membuka sendiri surat wasiat tersebut, maka untuk kepentingan itu surat wasiat harus diserahkan terlebih dahulu kepada Balai Harta Peninggalan untuk membukanya.

b. Wasiat Umum (Openbar testament)

Yaitu surat wasiat yang dibuat oleh seorang notaris, dengan cara orang yang akan meninggalkan warisan itu menghadap notaries serta menyatakan kehendaknya dan memohon kepada notaris agar dibuatkan akta notaris dengan dihadiri oleh dua orang saksi. Pembuat surat wasiat harus menyampaikan sendiri kehendaknya itu di hadapan saksi-saksi. Hal itu tidak dapat dilakukan dengan perantaraan orang lain, baik anggota keluarganya maupun notaries yang bersangkutan.

 Surat wasiat harus dibuat dalam bahasa yang dipergunakan oleh pewaris ketika menyampaikan kehendaknya, dengan syarat bahwa notaris dan saksi-saksi juga mengerti bahasa tersebut. Hal ini mengingat kesalahan dalam surat wasiat, biasanya tidak dapat mengingat kesalahan dalam surat wasiat, biasanya tidak dapat diperbaiki lagi sebab hal itu baru diketahui setelah pewaris meninggal dunia. Jadi sedapat mungkin kesalahan formalitas itu harus diperkecil.

 Syarat untuk saksi-saksi dalam surat wasiat umum antara lain harus sudah berumur 21 tahun atau sudah menikah. Mereka harus warga negara Indonesia dan juga mengerti bahasa yang dipakai dalam surat wasiat tersebut. Terdapat beberapa orang yang tidak boleh menjadi saksi dalam pembuatan surat wasiat umum ini, yaitu:

a)      para ahli waris atau orang yang menerima hibah wasiat atau sanak keluarga mereka sampai derajat keempat.

b)      anak-anak, cucu-cucu, dan anak-anak menantu, dan anak atau cucu notaris.

c)      pelayan-pelayan notaris yang bersangkutan.

(http://nurhendro.blogdetik.com/index.php/2009/09/06/macam-macam-bentuk-wasiat/)

c. Wasiat Rahasia

Yaitu surat wasiat yang ditulis sendiri atau ditulis orang lain yang disuruhnya untuk menulis kehendak terakhirnya. Kemudian ia harus menandatangani sendiri surat tersebut. Surat wasiat macam ini harus disampul dan disegel, kemudian diserahkan kepada notaris dengan dihadiri empat orang saksi. Penutupan dan penyegelan dapat juga dilakukan di hadapan notaris dan empat orang saksi.

Selanjutnya pembuat wasiat harus membuat keterangan di hadapan notaris dan saksi-saksi bahwa yang termuat dalam sampul itu adalah surat wasiatnya yang ia tulis sendiri atau ditulis orang lain dan ia menandatangani. Kemudian notaries membuat keterangan yang isinya membenarkan keterangan tersebut. Setelah semua formalitas dipenuhi, surat wasiat itu selanjutnya harus disimpan pada notaris dan selanjutnya merupakan kewajiban notaris untuk memberitahukan adanya surat wasiat tersebut kepada orang-orang yang berkepentingan, apabila pembuat surat wasiat/peninggal warisan meninggal dunia.

Disamping tiga macam testament diatas, undang-undang juga mengenal Codicil, yaitu suatu akte dibawah tangan (bukan akte notaris). Dimana orang yang akan meninggalkan warisan itu menetapkan hal-hal yang tidak termasuk dalam pemberian atau pemberian dalam warisan itu sendiri. Misalnya membuat pesan-pesan tentang penguburan mayatnya, juga pengangkatan executeur testamentair, lazim dilakukan dalam suatu akte dibawah tangan (Codicil). (Saifullah, Buku Ajar Hukum Perdata Indonesia.hlm 89)

  1. C.    Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dari wasiat adalah suatu pernyataan dari seseorang tentang apa yang dikehendaki setelah ia meninggal dunia. Adapun macam-macam dari wasiat dilihat dari segi bentuknya ada tiga macam, yaitu:

a. Wasiat Olografis

b. Wasiat Umum

c. Wasiat Rahasia

kemudian macam-macam wasiat dilihat dari segi objeknya ada dua macam, yaitu:

  1. Erfstelling
  2. legaat

Disamping tiga macam testament diatas, undang-undang juga mengenal Codicil, yaitu suatu akte dibawah tangan (bukan akte notaris). Dimana orang yang akan meninggalkan warisan itu menetapkan hal-hal yang tidak termasuk dalam pemberian atau pemberian dalam warisan itu sendiri

  1. D.    Daftar Pustaka

Saifullah, Buku Ajar Hukum Perdata Indonesia, Malang: Fakultas Syari’ah, 2007.

http://nurhendro.blogdetik.com/index.php/2009/09/06/macam-macam-bentuk-wasiat/

http://hukum-hukumkeseluruhan.blogspot.com/2009/04/hukum-waris-berdasarkan-bw.html

http://darusnal.blogspot.com/2009/11/hukum-waris-perdata-bw.html

http://darusnal.blogspot.com/2009/11/hukum-waris-perdata-bw.html

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

ISTRI ISTRI KANJENG NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM

ditulis oleh imam bahahudin santri LTPLM dan mahasiswa jurusan matematika UIN Malang ditulis pada fb forkasi https://www.facebook.com/groups/420484937985045/

 

Zaujun Nabi

ISTRI ISTRI KANJENG NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM

 

Lihat daftar garis nasab kenabian (dari nabi Ibrohim ‘Alaihis salaam) dan pertemuan( pernikahan) para istri nabi dengan beliau sendiri,, di paparkan ada sebelas orang yang mana garis nasab mereka dekat dengan kanjeng Nabi sendiri,,, yang diambil dari catatan sirah mereka :

 

1 – Juwa

iriyah putri al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin A’idz bin Malik bin al-Musthaliq al-Khuzaiyah Radhiallaahu ‘Anhaa, beliau dari bangsa Qahtaniyah (kemungkinan)

 

 

2 – Shafiyyah binti Huyyay bin Akhtab bin Abi Yahya bin Ka’ab bin Al-Khazraj An-Nazhriyyah, dari dzuriyah Nabi Harun ‘alaihis Salam dan bersambung nasab nya ke Nabi Ya’qub bin Ishaaq bin Ibrohim ‘Alaihimus Sholaatu WassalaamKeduanya diatas adalah di luar nasab nya dari garis kenabian Nabi Ismail bin Ibrohim ‘Alaihimas Sholaatu Wassalaam

 

3 – Khadijah Radhiallaahu ‘Anhaa binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay, Dan Qushay adalah merupakan kakek kanjeng Nabi generasi ke lima di atas beliau

 

4 – Zaenab putri Khuzaimah Radhiallaahu ‘Anhumaa bin al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah dan bersambung nasabnya dari Qoys ‘aylaan bin Mudhor, Dan Mudhor adalah kakek kanjeng Nabi generasi ke delapan belas di atas beliau

 

5 – Maimunah binti al-Harits Radhiallaahu ‘Anhumaa bin Hazn bin Bujair bin al-Harm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah, dan nasab nya bersambung sama seperti Zaenab binti Khuzaimah Radhiallaahu ‘Anhumaa

 

6 – Zaenab Radhiallaahu ‘Anhaa binti Jahsy bin Riab bin Ya’mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah, dan Khuzaimah adalah kakek Kanjeng nabi generasi ke lima belas di atas nya. Dan dia punya keterlibatan juga (dalam nasab) dari ibunya Umaymah binti ‘Abdul Muthollib ( bibi nya kanjeng Nabi sendiri )

 

7 – ‘Aisyah binti abu Bakar (sahabat Nabi), dan ayahnya (Abu Bakar bin ‘Utsman/Abu Qukhofah) nasab nya bersambung sampai ke Taym bin Murroh, dan Murroh adalah kakek Kanjeng Nabi generasi ke tujuh di atas nya.

 

8 – Ummu Salamah( Hindun) binti Abu Umayyah (Khudzaifah) bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzh bin Murroh, Dan Murroh adalah kakek kanjeng Nabi enerasi ke tujuh di atas nya.

 

9 – Ummu Habibah ( Romlah ) binti binti Shokhr( Abu Shufyan ) bin Harb bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf, dan Abdu Manaf adalah kakek kanjeng nabi generasi ke empat di atas nya.

 

10 – Hafshoh binti ‘Umar ( sahabat Nabi ) Radhiallaahu ‘Anhumaa bin Al-Khottob, dan bersambung nasab nya dari ‘Ady bin ka’ab, dan ka’ab adalah kakek kanjeng Nabi generasi ke delapan di atas nya.

 

11 – Saudah Radhiallahu ‘anhaa binti Zam’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wud bin Nasr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luayyi, dan Lu’ayyi adalah kakek kanjeng nabi generasi ke sembilan di atas nya.

 

‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhaa adalah satu satu nya orang yang menikah dengan kanjeng Nabi masih dalam keadaan perawan.Kesemua nya istri kanjeng Nabi wafat setelah kanjeng Nabi wafat kecuali Khadijah ( Penguhulu para wanita dunia) dan Zaenab binti Khuzaimah Radhiallaahu ‘Anhumaa.Kesemuanya di maqamkan di pemakaman Baqi’ kecuali Khadijah yang dimakamkan di Hujun Makkah dan Maymunah di makamkan Sarif.

 

=========================================

 

Di nukil dari :

 

- Maulid Barzanji Natsar- Ahlu Bayt baina madrasatain Bahtsu ‘An Hawiyyah Ahlul Bayt Al-Haqiqiyyah Baina Madrasatain Al-I’tidaal Wal-Ghuluw

posted by mirza mujtaba in ilmu akhirat and have Comments Off

MELIHAT ALLAH SWT DALAM PANDANGAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (IV)

MELIHAT ALLAH SWT DALAM PANDANGAN

AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (IV)

Oleh Prof.Dr.KH.Achmad Mudlor,SH

Rektor  Universitas Islam Lamongan

Pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang

 

Judul pembahasan di atas masuk dalam dimensi esensial-metafisik karena objeknya dalam tataran skup pembahasan das sollen. Oleh karena itu pendekatannya menggunakan alat tahu berupa kepercayaan. Kepercayaan sebagai alat tahu tentang sesuatu objek yang ada dalam tataran das sollen dibenarkan oleh sebagian besar ahli-ahli ilmu pengetahuan dan ahli-ahli filsafat. Realitasnya alat tahu berupa kepercayaan ini banyak didapati dalam fakta-fakta empiris. Dalam eksitensi-relegius kepercayaan yang dilandasi keyakinan yang berdasar ayat-ayat suci Al-Quran adalah dasar pokok dalam pandangan  Ahlussunnah wal Jama’ah.

Berdasarkan teori pembahasan di atas maka Ahlussunnah wal Jama’ah berpendirian:

1) Keyakinan yang berdasarkan Al-Quran, bahwa Allah SWT itu ada. Tiap-tiap yang ada mungkin dapat dilihat. Dengan demikian melihat Allah itu adalah mungkin.

2)Melihat Allah itu mungkin dapat dipahami secara implisit dari firman Allah SWT sebagai berikut:

Artinya: Musa berkata: “ Hai Tuhanku, perhatikanlah kepadaku niscaya aku melihat kepada mu”, Allah berfirman: “Engkau tidak akan melihat kepadaku tetapi lihatlah pada bukit itu”. Jika bukit itu tetap di tempatnya maka engkau akan melihat aku. Maka tatkala Allah menampakan zatnya pada bukit, hal mana menjadikan bukit itu goncang, sedangkan Musa tersungkul pingsan.

Ayat tersebut secara implisit mengandung dua indikasi yang menunjukan bahwa melihat Allah itu mungkin.

Indikator Pertama

Jika melihat Allah itu tidak mungkin tentu Musa sebagai seorang Nabi dan Rosul tidak akan memohon untuk melihat Tuhannya. Ini menunjukkan melihat Tuhan itu mungkin. Andai kata tidak mungkin, niscaya Musa tidak akan memohonnya karena mengerti permohonannya itu sia-sia, dimana Musa mengetahui bahwa permohonannya itu mustahil. Maka dengan demikian mustahil juga bahwa Musa mohon sesuatu yang mustahil.

Indikator kedua

Perintah melihat Tuhan oleh Allah digantungkan dengan tetapnya bukit, hal itu juga tidak mustahil. Sedangkan menggantungkan suatu hal kepada sesuatu yang tidak mustahil adalah suatu petunjuk bahwa hal itu adalah mungkin. Hanya saja dalam hal itu Musa tersungkur pingsan.

Kedua indikasi tersebut menunjukkan melihat Allah di dunia adalah mungkin.  Nabi Muhammad SAW sendiri dalam Isro’ Mi’roj telah melihat Tuhannya. Sedangkan melihat Allah di akhirat bagi orang mukmin adalah suatu hal yang pasti terjadi berdasar firman Allah:

×nqã_ãr 7‹Í´tBöqtƒ îouŽÅÑ$¯R ÇËËÈ 4’n<Î) $pkÍh5u‘ ×otÏß$tR ÇËÌÈ

 Artinya : Pada waktu itu wajah –wajah mukmin terang benderang, kepada Tuhannya mereka melihat.

Ayat ini menunjukan, bahwa orang-orang mukmin di akhirat pasti melihat Tuhannya. Kata  ناظره (nadhirah) diartikan melihat dengan matanya, karena ada qorinah (tanda sebagai alasan) menyebut kata  ناظره (nadhirah) teriringi dengan kata  وجوه (wajah). Ayat tersebut juga tidak patut apabila ناظره (nadhirah) diartikan i’tibar (berpikir) karena di akhirat bukan tempat mengambil i’tibar (berpikir). Ayat  الى ربّها نا ظره diartikan الى ثواب ربّها نا ظره (kepada ganjaran tuhan mereka melihat) ganjaran di surga adalah untuk dinikmati sebagai balasan bukan untuk dilihat.

3) Untuk memperkuat pendirian bahwa orang-orang mukmin di akhirat melihat Allah dijelaskan dengan firman Allah dalam ayat yang artinya merupakan kebalikannya, yaitu orang kafir  di akhirat tidak melihat Tuhan sebagai mana firman Allah:

Hxx. öNåk¨XÎ) `tã öNÍkÍh5§‘ 7‹Í´tBöqtƒ tbqç/qàfóspR°Q ÇÊÎÈ

 Artinya: Sebenarnyalah, sesungguhnya orang-orang kafir pada hari itu terhalang matanya.

Adapun dasar kaum mu’tazilah yang berpendirian bahwa manusia tidak dapat melihat Allah berdasarkan firman Allah yang berbunyi:

 لاتدركه الابصاروهويدرك الابصار

Ayat ini tidak meniadakan ru’yah  (melihat Allah) tetapi yang ditiadakan adalah idrok (berpikir tentang Allah). Lafad  الابصار sesudah lafad لاتدركه dalam konteks balaghoh berlaku umum yang ditakhsiskan (yang dikhususkan) oleh firman Allah  الى ربّها نا ظره. Bahkan menurut imam Al-Asyari (tokoh akidah Ahlussunnah wal Jama’ah) yang  dimaksud tidak dapat melihat pada ayat tersebut adalah melihat Allah  di dunia. Adapun menurut firman Allah di atas bahwa orang-orang mukmin di akhirat dapat melihat Allah karena nikmat yang besar di surga adalah melihat Allah.

Tentang ucapan Siti Aisyah yang berbunyi:

 من زعم ان ممحد رأ ى ربه فقد اعظم على ا الله الفرية

Artinya: Barang siapa menganggap bahwa Muhammad melihat Tuhannya maka dia telah membuat dusta yang besar terhadap Allah.

Ucapan  Siti Aisyah ini tidak dapat dijadikan argumentasi (hujjah) karena pada waktu Rasullulah melakukan isro’ mi’roj Siti Aisyah masih dibawah umur. Ucapan Siti Aisyah ini disamping bertentangan dengan firman Allah tersebut di atas, juga bertentangan dengan sabda Rasullulah sendiri

ترون ربّكم كما ترون القمر ليلة البدر

Artinya : “kamu semua akan melihat Allah (Tuhanmu) sebagaimana kamu semua melihat bulan di malam purnama”.

Hadis ini perawinya jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan perawi hadis tentang hukum rajam. Golongan Mu’tazilah mempercayai hukum rajam, tetapi anehnya mereka tidak menerima hadis tentang melihat Allah bagi orang mukmin di surga.  Padahal perawinya lebih besar dibanding dengan perawi hadis tentang hukum rajam.

Kesimpulannya,  melihat Allah di dunia adalah mungkin, sedangkan melihat Allah di akhirat bagi mukmin pasti terjadi (haq), bukan dengan akal (idrok) dan juga tidak bisa ditafsirkan. Ru’yah kepada Allah bagi mukmin pada hari kiamat tidak bisa dijelaskan baik dengan lisan maupun tulisan. Akal tidak dapat mengajukkan bukti adanya ru’yah itu, tetapi itu harus dipercayai tanpa interpretasi karena ada ayat yang menjelaskan. Jadi jelaslah akal itu tidak mampu untuk membuktikan ru’yah itu. Adapun dalil :

لاتدركه الابصاروهويدرك الابصار

tidaklah menafikan ru’yah, yang dinafikan adalah idrok, yaitu berpikir tentang adanya Allah.

posted by mirza mujtaba in ilmu akhirat and have Comments Off

Hak erpacth dan hak opstal

ditulis oleh mirza mujtaba mahasantri LTPLM dan mahasiswa jurusan kimia universitas brawijaya
  1. A.    Pendahuluan

Hukum merupakan suatu rangkaian peraturan-peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. Salah satu tujuan hukum ialah mengadakan tata tertib dalam pergaulan hidup para anggota masyarakat. Di negara Indonesia hukum dibagi menjadi dua bagian besar yaitu hukum pidana dan hukum perdata. Dimana hukum pidana mengatur masalah pidana sedangkan hukum perdata mengatur masalah perdata seperti perkawinan dan hukum tanah.

Hukum perdata dalam arti luas meliputi semua hukum privat materiil yaitu segala hukum pokok yang mengatru kepentingan-kepentingan perseorangan. Hukum perdata bersumber pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang disingkat KUHPer yang berasal dari bahasa belanda yaitu Burgerlijk Wetboek (BW).

Di Indonesia KUHPer yang berlaku dibagi dalam 4 Kitab atau Buku, dalam buku dibagi beberapa bab (titel), masing-masing bab dibagi kedalam bagian, dan masing-masing bagian dibagi dalam pasal-pasal. Buku I berjudul perihal Orang , Buku II berjudul perihal benda, Buku III berjudul perihal perikatan dan Buku IV berjudul perihal pembuktian dan kadaluarsa.

Pada Buku II yang berjudul perihal benda, didalamnya terdapat bagian II tentang lahirnya pengabdian perkarangan, dan dalam bagian II ini terdapat bab VIII Hak Guna, dimana dalam hak guna disini mengenanai bagaimana kita memiliki suatu perkarangan atau benda tertentu. Dalam hak guna dibagi menjadi beberapa hak diantarnya adalah hak guna usaha atau hak Erpacth dan hak guna bangunan atau hak Opstal.

Dari pemaparan di atas, muncul kuriositas (keingintahuan) tentang hak opstal dan hak erpacth yang merupakan hak tentang hak guna. Sebagai langkah awal akan dijelaskan pengertian dari keduanya, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan keduanya. Semoga pemaparan penulis dalam paper ini dapat menambah ilmu kepada santriwan-santriwati Pesantren Luhur khususnya dan masyarakat luas pada umumnya dalam bidang hukum.

  1. B.     Pembahasan

 

  1. Hak Erpacth
    1. Pengertian Hak Erpacth

Hak Erpact atau Hak Guna Usaha berdasarkan pasal 711 KUHPer (B.W) adalah suatu hak kebendaan untuk menarik penghasilan seluas-luasnya untuk waktu yang lama dari sebidang tanah milik orang lain dengan kewajiban membayar sejumlah uang atau pengahasilan tiap-tiap tahun. Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Pokok Argraria pasal 28 ayat 1 hak guna usaha adalah sebagai hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasi negara dalam jangka waktu tertentu, guna perusahaan pertanian, perikanan atau peternakan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa hak Erpacth adalah hak guna usaha untuk suatu benda atau tanah yang dimanfaatkan agar mendapatkan penghasilan dari tanah atau benda itu dengan berkewajiban membayar sejumlah uang.

Pembayaran dalam hak erpacth adalah sebagai pengakuan bahwa tanah itu bukan miliknya melainkan milik orang lain. Uang yang diguanakan untuk melakukan pembayaran dinamakan pacth, canon, cinjns atau tinjs. Dengan demikian hak erpacth akan mencabut semua kemanfaatan dari pemilik benda.

Hak erpacth banyak digunakan untuk perusahaan besar atau pembukaan tanah yang masih belukar. Hak erpacth juga dapat dijual atau dipakai sebagai jaminan hutang. Hak erpacth berpindah pada para ahli waris apabila orang yang mempunyai hak tersebut meninggal. Hak erpacth ini mempunyai kurun waktu yang lama yaitu 75 tahun.

 

  1. Unsur-Unsur Hak Erpacth ( Hak Guna Usaha)

a)      Tanahnya dikuasi langsung oleh negara, sehingga tidak dimiliki oleh orang lain.

b)      Tujuan penggunaan hak erpacth ini terbatas untuk usaha perikanan, pertanian dan peternakan

c)      Berdasarkan pasal 31 UUPA hak erpacth hanya dapat diperoleh dengan penetapan pemerintah

d)     Hak erpacth hanya dapat diberikan untuk jangka waktu tertentu yang diatur dalam pasal 29 UUPA, yaitu

1)      Hak erpacth diberikan untuk waktu peling lama 25 tahun

2)      Untuk perusahan yang memerlukan waktu lebih lama diberikan hak erpacth paling lama 35 tahun

3)      Atas permintaan pemegang hak dan mengingat keadaaan perusahaanya, jangka waktu yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 25 tahun.

e)      Luas tanah hak erpacth dibatasi minimun dan maksimum oleh pasal 28 ayat 2 UUPA yang berbunyi: hak epacth diberikan atas tanah yang luasnya peling sedikit 5 hektar dengan ketentuan jika luas 25 hektar atau lebih harus memakai invetasi modal yang layak dan teknik perusahaan yang baik sesuai dengan perkembangan zaman.

f)       Hak erpacth dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain atau intinya dapat diwariskan kepada ahli waris atau orang lain dengan surat wasiat.

 

  1. Subyek Hak Erpacth

Berdasarkan pasal 30 ayat 1 yang dapat mempunyai hak erpacth adalah warga negara indonesia dan badan hukum yang didirikan  menurut hukum indonesia dan berkedudukan di indonesia. Dalam ayat 2 adalah orang atau badan hukum yang mempunyai hak erpacth dan tidka lagi memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam ayat 1 dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengaihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat. Ketentuan ini juga berlaku terhadap pihak yang memperoleh hak erpacth jika ia tidak memenuhi syarat tersebut

Jika hak erpacth tidak dilepaskan atau dialihkan dalam jangka waktu tersebut maka hak erpacth dihapus karena hukum, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain akan dipindahkan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

 

  1. Hapusnya Hak Erpacth

Berdasarkan pasal 34, hak erpacth akan hapus karena:

a)      Jangka waktunya berakhir;

b)      Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak dipenuhi;

c)      Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;

d)     Dicabut untuk kepentingan umum;

e)      Diterlantarkan;

f)       Tanahnya musnah;

g)      Ketentuan dalam pasal 30 ayat 2.

 

 

  1. Hak Opstal

 

  1. Pengertian Hak Opstal Atau Hak Guna Bangunan

Berdasarkan pasal 711 KUHPer hak opstal adalah suatu hak kebendaan untuk memiliki bangunan, pekerjaan atau tanaman atas tanah orang lain. Sedangkan berdasarkan pasal 35 ayat 1 hak opstal adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sebdiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun.

Mereka yang berhak atas hak opstal dapat mendirikan bangunan pekerjaan atau melakukan penanaman atas tanah orang lain. Sebenarnya hak opstal merupakan suatu tambahan pasa hak penyewa, yang pada umunya hanya bertanggung jawab terhadap orang yang menyewakan saja, tetapi ia tidak dapat menjadi pemilik dari apa yang disewa.

Dengan adanya hak opstal ini dimungkinkan sebidang tanah bersama-sama dihaki oleh dua orang yaitu yang pertama seorang dengan hak milik dan yang satunya sebagai hak opstal. Hak opstal ini dapat dipindahkan pada orang lain dan dapat juga dipakai sebagai jaminan hutang.

Hak opstal timbul karena adanya suatu perjanjian sewa menyewa, dan perjanjian untuk membayar dalam hak opstal dapat dianggap sebagai beban kebendaan atau dapat juga disebut sebagai perjanjian yang kualitatif. Hak opstal berasal dari hukum belanda kuno.

 

  1. Subyek Hak Opstal

Berdasarkan pasal 36 UUPA, yang mendapatkan hak opstal adalah warga negara indonesia dan badan hukum yang didirikan menurut hukum indonesia dan berkedudukan di indonesia. Sedangkan pada ayat 2 berbunyi yaitu orang atau badan hukum yang mempunyai hak opstal dan tidak lagi memenuhi syarat-syarat yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini, dalam waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat. Ketentuan ini berlaku juga terhadap pihak yang memperoleh hak opstal , jika ia tidak memenuhi syarat-syarat tersebut.

Jika hak opstal yang bersangkutan tidak dilepaskan  atau dialihkan dalam jangka waktu tersebut, maka hak itu dihapus karena hukum, dengan ketentuan, hak-hak lain akan diindahkan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

 

  1. Perpanjangan Jangka Waktu

Menurut pasal 35 ayat 2 UUPA, atas permintaan si pemegang hak opstal dan dengan mengingat keperluan serta keadaan bangunan-bangunanya jangka waktu 30 tahun dari ayat 1 dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 20 tahun.

 

  1. Hapusnya Hak Opstal

Berdasarkan pasal 40 UUPA, hak opstal dapat hapus karena

a)      Jangka waktunya berakhir;

b)      Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak dipenuhi;

c)      Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;

d)     Dicabut untuk kepentingan umum;

e)      Diterlantarkan;

f)       Tanahnya musnah;

g)      Ketentuan dalam pasal 36 ayat 2.

 

  1. Perbendaan Hak Erpacth dan Hak Opstal

Hak erpacth hak terutama untuk tanah diluar kota sedangkan hak opstal terutama tanah didalam kota. Perbedaan lain antara hak opstal dan erpacth berdasarkan pasal 37 UUPA ialah hak opstal tidak hanya dapat terjadi kerana penetapan pemerintah, yaitu yang mengenai tanah yang dikuasai langsung oleh negara, melainkan juga kerena perjanjian antara si pemilik dan si berhak opstal. Selain itu jika dilihat dari jangka waktu hak erpacth lebih lama daripada hak opstal.

 

 

  1. Kesimpulan

 

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hak erpacth atau hak guna usaha adalah hak untuk memnfaatkan tanah orang lain dalam jangka waktu 75 tahun dengan membayarkan sejumlah uang tiap tahunnya. Sedangkan hak opstal adalah hak untuk memiliki bangunan, pekerjaan atau tanaman atas tanah orang lain dengan jangka waktu 50 tahun. Perbedaan dari hak erpacth dan hak opstal adalah kalau hak erpacth terutama untuk tanah yang berada pada diluar kota sedangkan hak opstal terutama untuk untuk tanah yang berada dalam kota.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Kansil, 2004, Modul Hukum Perdata, Pt Pradnya Paratima: Jakarta

Subekti, 1994, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Pt Intermasa: Jakarta

Prodjodikoro, Wirjono., 1981, Hukum Perdata Tentang Hak Atas Benda, Pt Intermasa : Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

ebook kimia/ chemistry ebook

Dipostkan oleh Mirza Mujtaba Alias Mustangin

Pada Tanggal 10 Desember 2012

 

teman-teman terimakasih telah mengunjungi blog ku, disini saya menguploud ebook kimia yang bisa didownload gratis, semoga ebook ini dapat memberi manfaat bagi teman-teman.

1.Atkins – Physical Chemistry 2

2. Atkins, Physical Chemistry, 8th ed.-Solutions Manual

3. Vogel’s Textbook of Macro and semimicro qualitative inorganic analysis, 5th ed 1979

4. Introduction to Chemical Kinetics

5. Dean’s Analytical Chemistry Handbook 2d ed – Pradyot Patnaik

6. [eBook - Chemistry - PDF] Advanced Organic Synthesis – 1971 – Richard S. Monson

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

ebook kitab-kitab gratis didownload

dipostkan oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

teman-teman semoga kitab-kitab ini menjadi manfaat bagi kita semua sehingga kita menjadi orang yang lebih baik:

1. Imam Nawawi – Riyadhus Shalihin [Jilid 1]

2. nahwu,percakapan, bacaan

3. Ibnu Taimiyah – Iqtidha’ Ash-Shirathal Mustaqim

4. Shalih bin Fauzan al-Fauzan – Wala’ dan Bara’ dalam Islam

5.Sayyid Quthb – Mengapa Aku Dihukum Mati

6. Harun Yahya – Ancaman Global Freemasonry

7. hakikat tashawwuf

posted by mirza mujtaba in Kitab-Kitab and have Comments Off

Macam-Macam Nafsu

Penulis Imam Bahahudin Santri Pesantren Luhur Malang dan Mahasiswa Jurusan Matematika UIN Malang

Nafsu itu ada 7 berdsarkan sifat2nya :

1.NAFSU AMAROH

diambil dr Ayat Qur’an:

 ﺇﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻷﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ

“sungguh nafsu/jiwa itu memerintahkan pd kburukan”

Nafsu ini memerintahkan seseorang pd kburukan,dan apabila memerintah pd kebaikan maka hasil akhirnya juga buruk

2.NAFSU LAWAMAH

berdsarkan ayat Qur’an:

ﻭﻻ ﺃﻗﺴﻢ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻠﻮﺍﻣﺔ

“dan Aku bersumpah dgn Jiwa2 yg amat menyesali dirinya sendiri”

Ketika seseorang memerangi nafsu ini & ditekan terus supaya nafsu ini ikut pd suatu yg benar menurut sari’at ,maka seorang pun takkan mampu mengalahkan nafsu ini..Kemudian nafsu ini akan kmbali ke pemiliknya dgn dicela..

3.NAFSU MULHAMAH

berdsarkan ayat Qur’an :

ﻓﺎﻟﻬﻤﻬﺎ ﻓﺠﻮﺭﻫﺎ ﻭﺗﻘﻮ ﻳﻬﺎ

“maka Alloh swt mengilhamkan kpd jiwa itu jlan kefasikan & ketaqwa’annya”

Ketika seorang memerangi nafsuini dgn susah payahnya & nafsu ini cenderung kpd Ridhonya ALLOH swt ,walaupun awalnya nafsu ini merintah kpd kfasikan , berkah IlhamNYA ALLOH nafsu ini menjdi Ketaqwa’an.

TANDA2 NAFSU MULHAMAH :

seseorang harus mengetahui perkra yg masih samar yaitu sifat PAMER,BANGGA DIRI dll (PENYAKIT HATI)

4.NAFSU MUT’MAINAH

berdasarkn ayat Qur’an:

ﻳﺂﻳﺘﻬﺎﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻤﻄﻤﺌﻨﺔ ,ﺍﺭﺟﻌﻰ ﺍﻟﻰ ﺭﺑﻚ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﻣﺮﺿﻴﺔ , ﻓﺎﺩﺧﻠﻰ ﻓﻰ ﻋﺒﺎﺩﻯ ﻭﺍﺩﺧﻠﻰ ﺟﻨﺘﻰ

“Hai jiwa yg tenang,kembalilah kpd Tuhanmu dgn hati yg ridho & diridhoi _NYA,maka masuklah kedlm hamba2KU,& masuklah kedlm SurgaKU”

Maka ketika masih tetap memerangi nafsu tdi sehingga hilang Hawa (keinginan) melakukan nafsu & sifat2 yg buruk diganti dgn sifat yg terpuji yaitu dgn ahlak yg datangnya dari ALLOH SWT,. sperti sangat berbelas kasih,dermawan dll,inilah yg dinamakan Mutmainah. Nafsu mutmainah ini akan slalu kmbali kpd Alloh swt & inilah awal dari wusul/makrifat kpd ALLOH SWT ,akan tetapi nafsu ini belum sunyi dari suatu yg masih samar, sperti Sirik khofi,cinta Kdudukan/pangkat ,akan tetapi pula nafsu ini tdkkan bisa ditmukan pd orang2 yg diberi Cahaya (HIDAYAH) oleh Alloh SWT didlm hatinya,karna yg kelihatan Nafsu ini adlah sifatnya baik,sprti Sifat dermawan,tawakal,ZUHUD (tdk cinta dunia) , WIRA’I (Sifat yg menghindari dari barang haram,makruh,subhat) , BERsyukur,SABAR,Menerima apa2 yg diTAKDIRKAN oleh ALLOH SWT ,dan dibukanya sebagian Rahasia2 Ilmunya Alloh SWT,& bisa menjdi WaliyaLLOH.,

5.NAFSU RODIYAH

ktika seorang dipuji /dicaci kdudukannya Sama tak pernah merasa,karna smua itu adalah akan hilang,&menerima dan Ridho/IHLAS stiap apa adanya yg telah diberikan oleh ALLOH didunia, dan pbila ditemukan dlm diri ini sifat Berbangga diri maka sgeralah minta pertolongan dari ALLOH swt dgn Melanggengkan dikir,&taqorub kpd Alloh swt

6.NAFSU MARDIYAH

Apabila udah sampai kemaqom IHLAS(Smuanya karna ALLOH swt) dan mulai terbukalah pintu2 makrifat&jelasnya ALLOH Swt,maka nafsu ini tenggelam didlm Samudra tauhid.nafsu ini tdk akan diperoleh kcuali dari pertolongan&penjaga’annya ALLOH swt ,yg dituju hanyalah makrifat,wusul,mukasafah kpd Alloh swt,shingga ALLOH memanggil orang ini dgn

ﻳﺂﻳﺘﻬﺎﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻤﻄﻤﺌﻨﺔ ,ﺍﺭﺟﻌﻯ ﺎﻟﻰ ﺭﺑﻚ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﻣﺮﺿﻴﺔ ﻓﺎﺩﺧﻠﻰ , ﻓﻰ ﻋﺒﺎﺩﻯ ﻭﺍﺩﺧﻠﻯ ﺠﻨﺘﻰ

dan ini adalah sudah slesai memerangi nafsu dan tipu dayanya,dan stelah mencapai derajat ini jgn lupa slalu menjaga &waspada..

SAYID ABU BAKRI berkata: ” nafsu itu adalah hidup walapun derajatnya sampai tujuh.”

 

7.NAFSU KAMILAH

stelah nafsu nomr 4,5,6 ini menjadi watak maka inilah yg dinamakan Nafsu kamilah..yaitu derajat nafsu yg tertinggi &yg paling sempurna,.dan sampailah ke Mukasafah makrifat/mengetahui ALLOH dgn ilmu yaqin…

ALLOHUMMAJALNA MIN IBADIKAL MUHLASIN,

Diambil dari kitab siroju tolibin sarah minhaju tolibin hal 49.50

posted by mirza mujtaba in ilmu akhirat and have Comments Off

Beasiswa S2 Sains, Humaniora, Seni, di Perancis

dipostkan oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

ENS de Lyon, salah satu sekolah tinggi terbaik di Perancis menawarkan beasiswa S2 bidang sains, humaniora, seni, dan ilmu sosial. Jumlah beasiswa yang disediakan pada 2013 sebanyak 20 beasiswa. 10 beasiswa jurusan sains dan 10 beasiswa lagi untuk jurusan humaniora, seni, dan ilmu sosial. Beasiswa master yang disediakan Ens de Lyon berupa dukungan keuangan sebesar 1.000 euro per bulan selama setahun, dan bisa diperpanjang untuk tahun kedua dengan syarat memenuhi kriteria yang ditetapkan. Tawaran beasiswa S2 ini hanya ditujukan bagi mahasiswa internasional dan tidak berlaku bagi warganegara Perancis. ENS de Lyon menamai program ini Ampère Excellence Scholarships 2013-14. Ada batas usia maksimal bagi pelamar. Yakni 26 tahun pada tanggal…

untuk info lebih lanjut : http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/raih-beasiswa-s2-sains-humaniora-seni.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

Beasiswa Fulbright-Freeport untuk Warga Papua

dipostkan oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

 

Program beasiswa Fulbright ini secara khusus ditawarkan bagi warga Papua. Melalui Fulbright-Freeport Master’s Degree Program, penduduk yang mengantongi KTP Papua diberi kesempatan kuliah S2 dengan bantuan dana hibah. Bidang-bidang kajian yang ditawarkan, di antaranya teknik, ilmu lingkungan, kebijakan publik, kesehatan masyarakat, bisnis, dan jurusan terkait. Syarat bagi Pelamar: 1. Memiliki KTP Papua 2. Sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,0 (skala 4,00) 4. Memiliki kualitas kepemimpinan 5. Pemahaman yang baik tentang kebudayaan Indonesia dan internasional 6. Menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih 7. Menunjukkan komitmen pada pembangunan dan pelayanan Papua 8. Bersedia kembali ke Papua setelah menyelesaikan program…

info lebih lanjut liat: http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/12/beasiswa-fulbright-freeport-untuk-warga.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

HASIL PENGUMPULAN TUGAS SINTESIS ORGANIK DARI KIMIA B 2010

dipostkan oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

Teman-teman ini adalah hasil tugas kalian yang sudah tak uploud

1.

2.

 

posted by mirza mujtaba in berbagi ilmu and have Comments Off

Beasiswa S2 dan S3 diluar negeri

dipostkan oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

Beasiswa Arab Saudi di Universitas King Abdulaziz

 

Jika Arab Saudi jadi tujuan studi Anda, beasiswa dari King Abdulaziz University ini patut dicoba. Tahun akademik 2013/2014, Universitas King Abdulaziz menawarkan beasiswa S2 dan S3 bagi mahasiswa non Arab Saudi atau mahasiswa internasional. Beasiswa ini rutin diberikan, dan penawaran terbaru baru saja dibuka dengan beragam pilihan studi. Manfaat yang Anda dapatkan selain bantuan biaya kuliah, juga tersedia tunjangan bulanan sebesar 2900 Riyal (Rp 7.400.000) untuk mahasiswa master dan 3400 Riyal (Rp 8.600.000) untuk gelar doktor. info lebih lanjut klik link dibawah ini:

http://www.beasiswapascasarjana.com

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

MOTTO FILSAFAT MAN SI THE KEY TO THE MYSTERY OF KNOWLEDGE

ditulis oleh mirza mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa jurusan kimia universitas brawijaya

 

A. Pendahuluan

Man is the key to the mystery of knowledge yang berarti bahwa manusia adalah kunci dari misteri pengetahuan, kalimat ini sekilas menunjukan bahwa manusia merupakan  subjek dari pengetahuan. Alam merupakan sesuatu yang tidak dapat menjelaskan akan tetapi perlu dijelaskan, hal ini dikarenakan alam banyak mengandung misteri yang belum diketahui oleh manusia. Oleh kerana itu manusia sangat berperan dalam  memcahkan  misteri pengetahuan. Sedangkan pengertian dari pengetahuan  itu sendiri sesuatu yang ditafsirkan dan tidak pernah tidak ditafsirkan  (knowledge medieted  never immediated). Sedangkan  menurut Taufik,  pengetahuan merupakan penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan lain sebagainya).

Man is the key to the mystery of knowledge merupakan potongan kalimat dari motto yang diucapkan oleh  Nicholas Alexander Berdyaev. Adapun motto lengkapnya adalah the essensial and fundamental problem is the problem of man –of his knowlwdge, his freedom, his creativeness. Man is the key to the mystery of knowledge  yang berarti persoalan essensial dan fundamental adalah masalah manusia –pengetahuannya, kebebasannya, daya ciptanya. Manusia adalah kunci misteri pengetahuan.

Dari pemaparan di atas, muncul kuriositas (keingintahuan)  tentang penjelasan dari kalimat Man is the key to the mystery of knowledge dan juga tentang  biografi dari pencetus kalimat  Man is the key to the mystery of knowledge yaitu  Nicholas Alexander Berdyaev. Sebagai langkah awal, paper halaqoh  ini penulis akan menjelaskan tentang  perjalan hidup  Nicholas Alexander Berdyaev dan juga tentang keluarganya. Selanjutnya penulis  akan paparkan mengenai penjelasan dari kalimat Man is the key to the mystery of knowledge.

Semoga pemaparan penulis dalam paper yang ringkas ini dapat memotivasi santriwan-santriwati Pesantren Luhur sebagai bagian dari cendekiawan muslim Indonesia, dalam menguasai berbagai disiplin ilmu, khususnya bidang filsafat.

 

B. Pembahasan

 

Kalimat Man is the key to the mystery of knowledge merupakan potongan dari motto yang diungkapkan oleh Nicholas Alexander Berdyaev yaitu the essensial and fundamental problem is the problem of man –of his knowlwdge, his freedom, his creativeness. Man is the key to the mystery of knowledge  yang berarti persoalan essensial dan fundamental adalah masalah manusia yaitu pengetahuannya, kebebasannya, daya ciptanya. Manusia adalah kunci misteri pengetahuan.  Sedangkan kalimat  Man is the key to the mystery of knowledge yang berarti Manusia adalah kunci misteri pengetahuan, merupakan kalimat yang menunjukan bahwa manusia merupakan subjek dari pengetahuan. Pembahasan pertama yaitu mengenai biografi dari Nicholas Alexander Berdyaev, yang dilanjutkan dengan pemabahasan maksud dari Man is the key to the mystery of knowledge

  1. a.      Biografi Nicholas Alexander Berdyaev

Nicholas Alexander Berdyaev dilahirkan di Kiev Rusia pada tanggal 6 Maret 1874. Latar belakang yang megah serta kaya dengan berbagai pengalaman kebudayaan ini telah berpengaruh kuat sekali pada diri Berdyaev.  Sejak kecil ia sudah dikenal sebagai seorang yang sensiif sekali serta cerdas dalam menanggapi berbagai persoalan yang dihadapinya. Salah satu hal yang sangat mengganggu Berdyaev ialah ibunya yang terus menerus sakit. Hal ini membuat Berdyaev menjadi gelisah karena menyaksikan ibunya yang sakit-sakitan. Sampai akhirnya ia menderita tic douloure disertai dengan keluhan-keluhan neuralgis.

Selama enam tahun, Berdyaev belajar pada akademi kemiliteran di Pages Rusia. Pengalamannya belajar di Akademi Militer ini merangsang  Berdyaev untuk berpikir tentang suatu bentuk kahidupan yang diatur atas dasar regimentasi serta konformisme yang kaku. Disamping itu, berdyaev mulai merasa tidak senang terhadap kehidupan yang mengandalkan pada kesadaran asal keturunan, dalam hal ini kebangsawanan. Berdyaev mulai menyaksikan adanya ketidakadilan sosial dalam masyaraktnya dan baginya ketidakadilan sosial ini harus diatasi dengan suatu tinjauan yang menyeluruh tentang kehiduoan sosial.

Pada tahun 1984, Berdyaev adalah mahasiswa ilmu hukum di universitas di Rusia, pada waktu itu Berdyaev menegaskan bahwa dirinya adalah seorang Marxis dan ia pun mulai ikut serta dalam kegiatan politik ysng berhaluan Marxis. Hal ini mengakibatkan ia dikenai hukum buang. Ia dibuang bersama sejumlah tokoh Marxis pada waktu itu dan selam tiga tahun menjalani hukuman di Vologda, yaitu antara tahun 1898 sampai 1901. Masa hukuman itu merupakan suatu masa belajar yang penting yang kemudian menentukan arah pikiran Berdyaev. Melalui Ibsen dan Dostoyevski Berdyaev menemukan keyakinan bahwa suatu filsafat sosial tidak bisa dibangun atas pikiran-pikiran yang berdasarkan materialisme belaka.

Pada tahun 1903 Berdyaev pergi ke Jerman untuk mengikuti kuliah-kuliah Wilhelm Windlband di Universitas Heidelberg. Setahun kemudian ia kembali ke Rusia, menikah dengan Lydia Yudifovna, dan menetap di St. Petersburg.  Pada tahun 1907 ia pindah ke Moskow dan menjadi anggota suatu  perkumpulan filsafat yang relgius. Selama tinggal di Moskow, Berdyaev bertemu dengan tokoh-tokoh yang memperluas pandangannya. Pertukaran-pertukaran pikiran yang tajam membuatnya jadi pemikir yang produktif. Pada tahun 1911 terbitlah bukunya yang berjudul The Philosphy Freedom. Salah satu artikel yang ditulisnya merupakan kritik terhadap Tahta Sucu Gereja Orthodoks Rusia. Artikel ini menyebabkannya harus berhadapan lagi dengan pengadilan. Pada tahun 1918, Berdyaev mendirikan suatu badan yang disebutnya Free Academy of Spiritual Culture.

Seluruh filsafat Berdyaev didasarkan pada antroposentrisme atau lebih tepat dikatakan personalisme sehingga atas dasar itu pula, ia membangun filsafatnya yang dikenal sebagai eksistensialisme. Baginya manusialah yang menjadi masalah yang pertama dan utama. Bagi Berdyaev manusia tidak semestinya dihampiri sebagai suatu konsep belaka; manusia hanyalah dapat dipahami sebagai pribadi yang hidup. Berdyaev berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks dan ditandai oleh suatu dualisme dasar yang tak bisa disangkalnya yaitu di satu pihak ia adalah hasil dari alamnya. Jadi di satu pihak kita menemui manusia sebagai mahluk spiritual, tetapi ia pun merupakan bentukan alamiah dan kedua segi ini menjadi satu dalam diri manusia itu sebagai pribadi individual.

Berdyaev menyoroti empat hal: Pertama, ialah determinise alam sebagai hukum yang mengenai manusia juga. Untuk bertahan sebagai mahluk yang hidup, maka manusia dihadapkan pada keharusan-keharusan yang dianut oleh alam demi kelanjutan hidupnya. Kedua, ialah kenyataan bahwa manusia hidup bersama dengan manusia-manusia lain. Oleh karena keharusan ini, maka manusia pun mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya melalui kehidupan bermasyarakat. Ketiga, yang menyebabakan kekekangan terhadap kebebasan eksistensial bagi manusia adalah peradaban. Baginya peradaban merupakan perwujudan dari ikhtiar manusia untuk menanggapi keharusan-keharusan yang dituntut oleh alam. Keempat adalah kesejarahan. Penghayatan manusia tentang kesejarahan merupakan salah satu sebab timbulnya keamampuan untuk menghayati eksistensinya sebagai kebebasan.

Menurut Berdyaev, ada tiga dimensi waktu yang dihayati manusia. Pertama, ialah waktu kosmis, yaitu waktu yang dihayati manusia sehubungan dengan gejala-gejala alam. Yang kedua ialah waktu kesejarahan, yaitu suatu pengahayatan waktu antara apa yang sudah terjadi di masa lampau sampai apa yang baru akan terjadi di masa datang. Yang ketiga adalah waktu sebagai penghayatan eksistensial.

Pada tahun 1945 istrinya meninggal dunia. Pada tahun 1946 terbitlah bukunya yang berjudul The Russian Idea yang mengulas peranan Rusia sebagai sumber gagasan yang bisa melakukan transformasi dunia. Pada 1947 terbit lagi dua karyanya masing-masing The Beginning of the End serta The Divine and The Human. Tiga karya lainnya baru terbit setelah ia meninggal dunia. Dua diantaranya adalah Dream and Reality dan The Realm of Spirit and the Realm of Caesar (yang memuat kritik-kritiknya terhadap komunisme dan marxisme). Kedua karya ini terbit pada tahun 1949. Pada tahun 1953 karya yang terakhir terbit dengan judul Truth and Revealation yang merupakan tinjauannya tentang agama dalam berbagai seginya. Pada tanggal 24 maret 1948 Berdyaev meninggal dunia diruang kerjanya ketika sedang duduk dimeja tulisnya.

 

  1. b.      Maksud dari Man is the key to the mystery of knowledge

Pada pembahasan tentang maksud dari kalimat Man is the key to the mystery of knowledge, akan dijelaskan mengapa manusia merupakan kunci dari misteri pengetahuan dan penjelasan manusia sebagai subjek pengetahuan.

Pengetahuan merupakan suatu hal yang ditafsirkan dan tidak pernah tidak ditafsirkan (knowledge is medieted never immedieted). Pengetahuan seseorang  selalu terdiri dari atas unsur yang mengetahui dan yang di ketahui serta kesadaran mengenai suatu hal yang ingin diketahuinya. Pengetahuan selalu menuntut adanya subjek dan objek dari pengetahuan itu sendiri. Berdasarkan kalimat Man is the key to the mystery of knowledge , manusia merupakan subjek dari pengetahuan yang berperan sebagai kunci dari pengetahuan itu.

Manusia sendiri merupakan sebagai subjek berpikir yang mempunyai berbagai potensi jiwa. Setiap menusia mempunyai kemampuan dan kebebasan untuk memobilisir potensi-potensi sehingga mempunyai persepsi dan konsep yang berbeda untuk setiap menusia. Presepsi dan konsep dalam ilmu pengetahuan akan berkembang menjadi suatu teori-teori.

Tanpa suatu pikiran, suatu  pengetahuan tidak  akan eksis dan berkembang. Oleh karena itu, keterkaitan antara pengetahuan dengan pikiran merupakan sesuatu yang kodrati. Menurut Jhon Hospers ada enam cara untuk mengetahui terjadinya pengetahuan dalam bukunya yang berjudul An Introduction to Philosophical Analysis.

  1. Pengalaman indra (sense experience)

Pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alatnuntuk menangkap segala objek yang ada di luar diri manusia melalui kekuatan indra. Kehilafan akan terjadi apabila ada ketidaknormalan diantara alat-alat indra.

  1. Nalar (Reason)

Nalar merupakan salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru.

  1. Otoritas (Authority)

Otoritas adalah sesuatu yang sah yang dimiliki seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Otoritas menjadi salah satu sumber pengetahuan hal ini karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang mempunyai kewibawaan dalam pengetahuannya. Jadi pengetahuan yang terjadi karena adanya otoritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan.

  1. Intuisi

Intuisi merupakan kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan dengan tanpa suatu rangsangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan.

  1. Wahyu (Revalation)

Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh tuhan kepada nabi-Nya untuk kepentingan umat-Nya. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu, karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu.

  1. Keyakinan (Faith)

Keyakinan  merupakan suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.

Seperti yang kita ketahui bahwa objek dari pengetahuan ada 3 macam dimensi yaitu:

  1. Esensi Metamfisika : hakekat dari ilmu pengetahuan itu sendiri
  2. Operasional Pragmatis : bagian dari ilmu pengetahuan yang bisa di indra
  3. Eksistensial Positif : bagaimana suatu ilmu pengetahuan itu bisa bermanfaat, kebenaran bersifat subjektif.

Manusia mempunyai otak yang terdiri dari bermiliyaran sel aktif sekitar 100 miliyar sel otak aktif sejak lahir. Masing-masing sel membuat jaringan  sampai 20.000 sambungan tiap detik. Yang menakjubkan adalah otak kita berkembang melalui proses belajar alamiah dengan kecepatan 3 miliyar sambungan per detik. Lebih menakjubkan lagi adalah otak kita terdiri dari beragam hal: bagian, fungsi , kemampuan, dan lain-lain. Empat bagian otak anda yang satu adalah neuron, dendrit selk glial dan  sistem insulating.

Manusia memiliki yang namanya logika, dan logika ini dapat digunakan untuk memahami suatu ilmu pengetahuan. Akal merupakan bagian dari logika manusia. Dengan kemampuan otak yang begitu luar biasa maka manusia disebut sebagai kunci dari misteri pengetahuan,  mengapa manusia disebut sebagai kunci dari pengetahuan, hal ini karena hanya manusia yang memiliki akal dan mampu berfikir dalam melakukan analisis tentang ilmu pengetahuan.

Manusia sebagai subjek yang mempunyai potensi-potensi lahir batin, manusia melakukan prakarsa, rasa dan karsa, bahkan juga karya dan prestasi karena dorongan-dorongan yang amat kompleks. Dorongan-dorongan tersebut dapat terjadi karena faktor-faktor objektif (kebutuhan), dapat pula karena faktor-faktor subjektif (cinta, pengabdian). Bahkan dapat juga karena alasa-alasan moral (tanggung jawab), kewajiban, harga diri dan nilai-nilai

Menurut aliran progresivisme manusia sebagai subjek pengetahuan karena manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri dengan skill dan kekuatannya sendiri. Selain itu aliran progresivisme  percaya  atas kemampuan manusia sebagai subjek yang   memiliki  potensi-potensi alamiah, terutama kekuatan self-regenerative untuk menghadapi dan mengatasi semua problem hidupnya. Dikatakan Pragmatisme karena sebab asas utama dalam kehidupan manusia ialah untuk tetap survive terhadap semua tantangan-tantangan hidup manusia, harus praktis; melihat segala sesuatu dari segi kegunaannya. Dikatakan Instrumentalisme, karena intelegensi manusia sebagai kekuatan utama haruslah dianggap sebagai alat (instrumen) untuk menghadapi semua tantangan dan problem. Dikatakan Exsperimen karena asas eksperimen adalah alat utama untuk menguji kebenaran suatu teori. Sedang dikatakan Environmentalisme, karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu mempengaruhi pembinaan kepribadian.

 

 

 

C. Penutup

            Simpulan

Nicholas Alexander Berdyaev dilahirkan di Kiev Rusia pada tanggal 6 Maret 1874. Nicholas Alexander Berdyaev meruapakan filosof  yang beraliran filsafat eksistensisme. Nicholas Alexander Berdyaev mempunyai banyak karya diantaranya adalah buku yang berjudul The Beginning of the End serta The Divine and The Human. Berdyaev meninggal dunia pada tanggal 24 maret 1948  diruang kerjanya ketika sedang duduk dimeja tulisnya.
Man is the key to the mystery of knowledge , sekilas memiliki maksut bahwa manusia adalah subjek dari pengetahuan karena manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa yang tidak dimiliki makhluk hidup lainnya dalam menafsirkan pengetahuan yaitu otak. Objek dari pngetahuan adalah essensial metafisika, operasional pragmatis dan eksistensial positif. Ada enam cara untuk mengetahui terjadinya pengetahuan yaitu , Pengalaman indra (sense experience) , Nalar (Reason), Otoritas (Authority), Intuisi, Wahyu (Revalation), Keyakinan (Faith)

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Hassan, Fuad. 1973. Berkenalan  dengan Eksistensialisme. Jakarta:  Dunia Pustaka Jaya

Http://Id.Shvoong.Com/Social-Sciences/Education/2122336-Hakikat-Manusia/ diakses tanggal 14 juni 2012

Http://Www.Scribd.Com/Doc/32477630/Berdyaev. diakses tanggal 14 juni 2012

Pink, H. Daniel.2008. Misteri Otak Kanan Manusia. Jogjakarta: Think Jogjakarta

Surajiyo. 2007. Filsafat Ilmu & Perkembangannya Di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara

 

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

reaksi oksidasi dan reduksi (redoks)

 ditulis oleh Darjito Dosen Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

OKSIDASI DAN REDUKSI

  • Ekstraksi Unsur
  • Potensial Reduksi
  • Kestabilan Redoks dalam Air
  • Diagram Data Potensial

PENDAHULUAN

Pemahaman oksidasi dan reduksi berkembang dari pekerjaan ekstraksi unsur dari sumber alam.

Analisis Termodinamika dalam kerja ini sangat dikedepankan, sementara aspek kinetik kurang dominan mengingat reaksi ini selalu dikerjakan pada temperatur tinggi, dimana reaksi akan berlangsung secara cepat.

Bagaimanapun juga ketika reaksi oksidasi dan reduksi dalam larutan dilakukan pada temperature  kamar,  maka pertimbangan aspek kinetik menjadi sesuatu yang dipentingkan. Dalam kasus ini kita harus memutuskan : pertama apakah reaksi secara termodinamika mungkin terjadi dan baru kemudian apakah reaksi tersebut secara kinetik dapat dilaksanakan.

Oksidasi dan readuksi dalam larutan secara terbuka dipelajari dalam teknik elektrokimia. Sebagai hasil kebanyakan data hubungan dari reaksi ini dalam bentuk potensial elektrik, dan kita dapat menerangkan bagaimana informasi seperti ini dapat digunakan. Kita dapat memulai dari beberapa teknik diagram yang meringkas hubungan termodinamika  dengan keadaan oksidasi. Salah satu penggunaan yang akan diterangkan adalah penggunaan diagram ini untuk merangkum kecenderungan stabilitas dari tingkat oksidasi dari unsur blok d dan blok f.

Reaksi Redoks dapat ditandai oleh adanya kehilangan elektron dari satu senyawa dan perolehan/penambahan elektron oleh senyawa yang lainnya.  Bila elektron bertambah dinamakan reduksi dan bila elektron hilang di namakan oksidasi, bila proses tersebut berlangsung secara bersamaan dinamakan sebagai reaksi redoks.  Senyawa yang memberikan elektron dinamakan sebagai zat pereduksi dan senyawa yang menerima elektron dinamakan sebagai zat pengoksidasi.

Reaksi redoks memiliki kemiripan dengan reaksi transfer proton, dimana proton ditransferkan dari asam Bronsted ke basa Bronsted,  sedangkan pada reaksi redoks satu atau lebih elektron ditransferkan (kemungkinan diikuti atom) dari zat pereduksi ke zat pengoksidasi.

 

EKSTRAKSI UNSUR

Definisi original dari reduksi adalah reaksi dimana sebuah oksida diubah menjadi sebuah unsur. Hal yang serupa oksidasi secara original berarti kebalikannya dari reaksi reduksi dimana sebuah unsur bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan oksida. Kedua istilah tersebut secara umum menghasilkan definisi adanya transfer elektron dan dalam kasus khusus masih digunakan sebagai dasar dari sebagaian besar industri kimia.

 

REDUKSI BIJIH OKSIDA

Oksigen merupakan komponen atmosfer yang secara  dominan berperan dalam proses photosintesis sejak berjuta-juta tahun yang lalu, dan beberapa logam ditemukan dalam bentuk oksida. Setelah kira-kira 4000 BC, tembaga telah dapat diekstraksi dari batuannya pada temperatur yang dapat dicapai dalam tungku primitive (sederhana),  dan proses peleburan tembaga telah ditemukan dimana batuan direduksi dengan memanaskan lelehannya dengan zat pereduksi seperti karbon. Sejak saat itu reduksi logam dari beberapa batuan penting ini adalah sulfida, pelelehannya sering didahului oleh konversi sulfida menjadi oksida  dengan memanggangnya di udara.

Hal itu berlangsung sampai mendekati abad 1000 BC, dengan dimulainya zaman besi yang memerlukan temperatur lebih tinggi untuk terjadinya reduksi dari unsur yang direduksi seperti besi telah dapat dilakukan.  Karbon telah memegang peran  secara dominan sebagai zat pereduksi sampai akhir abad sembilan belas, dan logam-logam yang memerlukan temperature  lebih tinggi untuk produksinya tidak dapat diproduksi meskipun batuannya sangat melimpah keberadaannya.

Teknologi pemecahan masalah diatas yang telah dihasilkan dalam konversi aluminum dari konstruksi logam utama telah diperkenalkan sebagai elektrolisis.  Ketersediaan dari power elektrik juga telah memperluas skope reduksi karbon, untuk elektrik furnace dapat mencapai temperatur yang lebih tinggi daripada furnace pembakaran karbon, sebagai contoh adalah blast furnace. Jadi magnesium merupakan logam abad duapuluh yang dapat diektraksi dengan proses Pidgeon, yaitu reduksi elektrotermal dari oksida menggunakan karbon sebagai zat pereduksi.

 

DIAGRAM ELLINGHAM

Meskipun faktanya reaksi redoks tidak selalu mencapai kesetimbangan, parameter termodinamik paling tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi yang manakah reaksi yang mungkin. Reaksi redoks, pada kondisi temperatur dan tekanan konstan,  energy bebas Gibss  reaksi (DG) adalah negatip. Harga DG biasanya dianggap sebagai harga energy bebas Gibbs standar DGq karena dihubungkan dengan konstata kesetimbangan melalui persamaan :

DGq = -RTln K

Dengan demikian nilai negatip dari DGq berkorelasi untuk K >1 dan menunjukkan bahwa reaksi dapat terjadi.  Laju reaksi juga relevan tetapi pada temperatur yang tinggi reaksi sering berlangsung cepat dan kita umumnya mengasumsikan bahwa proses dapat terjadi melalui perkiraan termodinamika.

Energi bebas dari reduksi oksida logam tergantung pada temperatur hal ini terlihat berbeda-beda dari logam untuk mencapai temperatur yang lebih tinggi. Hubungan antara energy bebas Gibbs dan temperatur ditunjukkan pada diagram Ellingham,  yang menggambarkan hubungan antara energy bebas Gibbs dari berbagai bentuk oksida versus temperatur (Gambar dibawah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar : Diagram Ellingham untuk Reduksi Oksida Logam. Energi bebas standar untuk pembentukan oksida logam dan tiga oksida karbon.

 

 

Diagram Ellingham menyediakan sebuah cara dari perlakuan reaksi redoks secara keseluruhan

2C(s) + O2(g) ® 2CO(g)                                        DGq (C, CO)

2CO(g) + O2(g) ® 2CO2 (g)                                 DGq (CO, CO2)

2C(s) + O2(g) ® 2CO2(g)                                      DGq (C, CO2)

Dan untuk oksidasi

2/xM(s atau l) + O2(g) ® 2/xMOx(s)                DGq (M)

Dimana :

M = logam

Semua reaksi dituliskan untuk 1 mol O2, jadi kita dapat dengan mudah melakukan kombinasi. Diagram Ellingham menunjukkan variasi dari DGq reaksi tiap-tiap individu oksida logam dengan temperatur.

Kita dapat memahami slope dari garis pada diagram Ellingham  sebagai symbol entropi reaksi DSq dan merupakan hubungan dDGq /dT = -DSq . Dengan demikian bila harga entropi menjadi lebih besar, maka slope dari DGq menjadi lebih besar pula. Pada kasus pembentukan oksida logam dan oksidasi CO menjadi CO2 entropi reaksi adalah negatip dan slopnya positip, sedangkan pada oksidasi C(s) menjadi CO(g) memiliki entropi reaksi positip dengan slop negatip.

Jika DGq (M) bernilai positip pada temperatur tertentu, reaksi berjalan berkebalikan, dekomposisi thermal oksida dapat terjadi tanpa diperlukan adanya zat pereduksi. Dari Gambar diagram Ellingham bahwa Ag2O bersifat tidak stabil dan terdekomposisi menjadi Ag dan O2 pada temperature diatas 250oC.

Sebagian besar oksida logam memerlukan zat pereduksi, reaksi secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

C(s) + O2(g) ® CO2(g)                   DGq (C, CO2)

2/xM(l) + O2(g) ® 2/xMOx(s)     DGq (M)

C(s) + 2/xMOx(s)  2/xMOx(s)  ® 2/xM(l) + CO2(g)    DGq = DGq (C, CO2) – DGq (M)

Secara umum harga energy bebas Gibs merupakan kombinasi dari :

DGq = DGq (C, CO2) – DGq (M)

Dimana DGq (C) adalah energy untuk oksidasi karbon. Sehingga secara termodinamika temperatur  untuk reduksi logam dapat terjadi jika garis dari oksida logam berada diatas dari oksidasi karbon, dimana DGq untuk reduksi oksida logam oleh karbon berharga negatip.

Contoh : Penggunaan Diagram Ellingham

Berapa temperature paling rendah dimana ZnO dapat direduksi menjadi logam oleh karbon? Bagaimana reaksi secara keseluruhan pada temperature ini?

Jawab : Dari diagram Ellingham garis ZnO  berada diatas Oksidasi C, CO pada temperatur kira-kira 950oC, sehingga diatas temperatur ini reaksi reduksi secara termodinamika dapat terjadi. Reaksinya adalah :

2C(s) + O2(g) ® 2CO(g)

2Zn(l) + O2(g) ® 2ZnO(s)

Reaksi Keseluruhan :

2C(s) + 2ZnO(s)  ® 2Zn(l) + 2CO(g)

Atau

C(s) + ZnO(s)  ® Zn(l) + CO(g)

 

Latihan :

Berapa temperature minimum untuk reduksi MgO dengan karbon dan tuliskan reaksi secara keseluruhan?

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

memori otak manusia

ditulis oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya
Memori adalah elemen pokok dalam sebagian besar proses kognitif. Memori sempat diabaikan ketika dunia psikologi Amerika terobsesi dengan behaviorisme. Tren dalam penelitian memori menarik minat para psikolog eksperimental, yang mengembangkan model-model rumit tentang representasi mental, mengenai bagaimana informasi disimpan dan diambil kembali. Salah satu model memori yang paling bertahan lama adalah model yang dibuat oleh William James, meskipun model tersebut telah mengalami modifiksi-modifikasi penting. Model memori dari William James menyatakan bahwa memori bersifat dikotomi, manusia mengamati sejumlah objek, informasi memasuki memori dan kemudian hilang, sedangkan beberapa informasi menetap di memori selamanya.
A.  Model-Model Memori Ganda
1.      James
Minat awal terhadap suatu memori ganda berkembang pada akhir tahun 1800-an ketika James membedakan memori langsung yang disebut memori primer dan memori tidak langsung yang disebut memori sekunder. James menyusun teorinya tentang struktur memori berdasarkan introspeksi dan ia menganggap memori sekunder, sebagai suatu tempat penyimpanan informasi yang gelap, yang menyimpan informasi-informasi (atau pengalaman) yang pernah dialami, namun tidak dapat diakses lagi.
Memori primer yang mirip (namun tidak identik) dengan apa yang sekarang disebut memori jangka pendek, tidak pernah meninggalkan kesadaran dan senantiasa menyediakan “tayangan” peristiwa-peristiwa yang telah dipahami. Memori sekunder atau memori jangka panjang didefenisikan sebagai jalur-jalur yang terpahat dalam jaringan otak manusia, dan setiap manusia memiliki struktur jalur yang berbeda. Bagi james, memori memiliki sifat dualistic yakni transtoris (sebagai perantara) dan permanen.
Model memori ganda James tampaknya masuk akal secara intuitif. Berdasarkan pengetahuan tentang struktur otak beserta pemprosesan informasi di otak, tampaknya model memori James juga mempunyai validitas. Meskipun demikian, bukti-bukti yang mendukung keberadaan dua tipe memori muncul belakangan dari studi-studi fisiologi.
Menurut Weiskrants, 1966 proses pemindahan informasi dari memori primer ke memori sekunder dapat dihambat. Ketika seseorang mempelajari serangkaian item dan kemudian mencoba mengingat item-iten tersebut tanpa harus menyebutkan secara urut dari depan ke belakang, efek awal dan akhir pun muncul item-item yang berada diawal rangkaian dan yang berada di akhir rangkaian adalah yang paling ingat. Efek ini konsisten dengan konsep memori ganda.
Efek awal-akhir adalah cukup kuat, namun terdapat pula efek Von Restorff yang sama kuatnya. Apabila suatu item yang berada di tengah-tengah rangkaian adalah item yang unik, item tersebut cenderung diingat.
Kapasitas penyimpanan  STM dengan mengenali batas saat kurva yang menandai timbulnya efek akhir mulai muncul. Jumlah item dalam rentang efek akhir jarang melampaui delapan item, sehingga memunculkan hipotesis bahwa system STM memiliki kapasitas terbatas (dan sekaligus menjadi dukungan bagi model memori ganda).
2.       Waugh dan Norman
Model behavioral modern pertama dikembangkan oleh Waugh dan Norman (1965). Model tersebut adalah model dualistic, mencakup memori primer dan memori sekunder. Model Waugh dan Norman juga memberi kontribusi (yang tidak sengaja oleh pembuat model tersebut) yakni dengan memperkenalkan metaphor “kotak-kotak dikepala“ yang mengambarkan memori sebagai suatu diagram flow chart.
Wough dan Norman mengembangkan model James dengan mengulifikasikan karakteristi-karakteristik memori primer. System penyimpanan jangka pendek diketahui memiliki kapasitas yang sangat terbatas, sehingga hilangnya informasi didalilkairing berlalunya waktun terjadi tidak hanya sebagai suatu proses yang terjadi seiring berlalunya waktu, namun terjadi karena item-item baru menindihi item-item lama saat ruang penyimpanan telah penuh.
3.      Atkinson dan Shiffrin
Model Atkinson dan Shiffrin disusun berdasarkan gagasan bahwa struktur memori bersifat stabil dari proses-proses control berupa factor-faktor tidak tetap. Atkinson dan Shiffrin meminjam konsep dualistic memori Waugh dan Norman, namun mendalilkan adanya lebih banyak subsistem dalam STM dan LTM. Model-model awal tentang memori, menurut Atkinson dan Shiffrin bersifat terlalu menyederhanakan dan tidak cukup kuat untuk menangani kerumitan proses atensi, proses membandingkan stimuli, pengendalian dalam mengambil memori, pemindahan dari STM ke LTM, pencitraan, memori penyandian sensorik dan sebagainya. Dalam model Atkinson dan Shiffrin, memori memiliki tiga area penyimpanan yaitu: register sensorik, penyimpanan jangka pendek, dan penyimpanan jangka panjang. Sebuah stimulus diproses dalam dimensi sensorik yang tepat dan selanjutnya bisa hilang ataupun diproses lebih lanjut.
B.  Memori Jangka Pendek
Saat kita berpikir tentang memori kita sering membayangkan suatu tempat penyimpanan luas yang berisi informasi dan pengetahuan. Jenis memori semacam ini umumnya disebut memori jangka panjang dan merupakan suatu aspek dari memori kita. Meskipun STM memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil dari pada LTM. Salah satu karakteristik dari STM adalah kapasitas penyimpanannya yang terbatas diimbangi oleh kapasitas pemprosesan yang juga terbatas dan bukan hanya itu terdapat pula pertukaran konstan antara kapasitas penyimpanan dan kemampuan pemprosesan.
1.    Dukungan Neurosains Kognitif
Penemuan-penemuan neurofisiologis menunjukan bahwa kedua penyimpanan memori yang berbeda tersebut memiliki letak tertentu dalam struktur otak manusia. Contohnya kasus yang paling termansyur adalah kasus H.M, yang disajikan oleh Brendan Milner seorang peneliti kanada, HM adalah peneliti epilepsy yang menjalani operasi pemotongan bagian lobus temporal(termasuk hipokampus) sebagai prosedur medis untuk mengurangi sintom epilepsinya. Meskipun epilepsy HM mereda ia mengalami amnesia dan tidak mampu menyimpan informasi baru dalam LTM. Uniknya STM tidak terganggu. Memori-memorinya sebelum operasi tetap utuh dan ia bahkan menunjukan kinerja yang bagus dalam tes-tes IQ yang standar.
2.    Model Memori Kerja
Memori kerja didefenisikan secara konseptual sebagai suatu tipe meja kerja yang secara konstan mengubah, mengkombinasikan, dan memperbaharui informasi baru dan lama. Model memori kerja menyanggah pandangan bahwa STM hanyalah sekedar suatu kotak dikepala, semacam unit pemprosesan sederhana tempat informasi dikirim ke LTM atau lenyap.
Konsep memori kerja juga membantah gagasan bahwa kapasitas STM terbatas hanya pada tujuh item. Baddeley menyatakan bahwa rentang memori ditentukan oleh kecepatan kita mengulang informasi. Factor yang berpengaruh menurut baddeley adalah bahwa kata-kata yang lebih panjang memerlukan waktu pengucapan yang lebih lama. Intisari gagasan ini adalah bahwa kita dapat melakukan pengulangan hanya sejumlah informasi yang terbatas dalam putaran fonologis, dan satu-satunya determinan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengucapkan kata-kata tersebut dengan lisan.
Komponen kedua dalam memori kerja adalah alas sketsa visuospasial yang memiliki kemiripan dengan putaran dengan putaran fisiologis, namun berperan mengendalikan kinerja visual dan spasial, yakni yang meliputi tindakan mengingat bentuk dan ukuran atau mengingat kecepatan dan arah objek yang bergerak.  Eksekutif sentral mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas terkait atensi dan memerintahkan respon.
3.    Kapasitas STM
Miller menyimpulkan bahwa STM memuat tujuh unit. Begitu juga Jacobs (1887) dengan suara nyaring membacakan serangkaian angka, tanpa urutan khusus dan meminta para pendengarnya untuk menuliskan angka-angka tersebut setelah ia usai berbicara. Rata-rata para partisipan hanya dapat mengingat tujuh angka. Menurut miller keterbatasan kita itu disebabkan oleh adanya sejumlah mekanisme yang bersifat mendasar dan umum mekanisme yang selanjutnya dikenal dengan STM.
a.       STM dan chunking
Gagasan bahwa STM memuat tujuh unit terlepas dari data apapun yang masuk ke dalamnya adalah gagasan yang paradoks. Serangkaian kata tentu saja mengandung informasi yang lebih besar dibandingkan serangkaian huruf. Kita akan lebih mudah mengingat informasi dalam rangkaian kata dibandingkan ragkaian huruf. Miller menyusun dalil mengenai suatu model memori yang memuat chunk atau tujuh “bongkahan unit” informasi.  Proses chunking adalah proses yang penting karena menjelaskan fenomena STM yang mampu memproses sejumlah besar informasi tanpa menyebabkan kemacetan dalam rangkaian pemprosesan informasi.
b.      LTM dan chunking
Kemempuan STM menanggani informasi dalam sejumlah besar diperlancar oleh kemampuan kita melakukan chunking yakni mengubah informasi menjadi unit-unit yang bermakna. Meskipun demikian, chunking belum dapat terjadi hingga LTM memakai unit-unit tersebut. Hubungan antara LTM dan chunking diilustrasikan dengan sangat baik dalam sebuah eksperimen yang dilakukan Bower dan Spirington (1970), yang mana para partisipan diminta membaca suatu rangkaian huruf dan kemudian mengingat rangkaian huruf tersebut. Dalam kondisi pertama, para partisipan membaca huruf-huruf yang disusun menjadi unit-unit chunk, yang tiap-tiap unitnya terdiri dari tiga huruf. Dengan bantuan LTM, unit-unit chunk tersebut menjadi makna. Dalam kondisi kedua para partisipan membaca huruf-huruf dalam chuk yang tidak bermakana. Ditemukan bahwa para partisipan lebih mudah mengingat unit-unit chuk yang terdiri dari huruf-huruf yang bila diggabungkan memiliki makna. Hal ini menunjukan makna LTM dalam STM dan chunk.
4.    Penyandian Informasi dalam STM
a.       Sandi auditorik
STM tampaknya menggunakan sandi auditorik, bahkan sekalipun informasi tersebut dihasilkan dari sandi nonauditorik seperti stimulus visual. Contoh, ketika kita ditanya tentang berapa jumlah jendela dirumah kita, kita memang menggunakan sandi visual untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan, namun anda menghitung dan melaporkan jawaban itu dalam sandi auditorik.
Conrad menemukan bahwa kekeliruan-kekeliruan dalam STM bersumber dari kekeliruan auditorik, bukan kekelituan visual. Corand menayangkan huruf-huruf yang bunyinya mirip (seperti V dan B), dan berdasarkan huruf-huruf tersebut ia menyusun rangkaian-rangkaian huruf yang tiap rangkaiannya terdiri dari enam huruf. Rangkaian-rangkaian tersebut disajikan kepada partisipan. Huruf-huruf tersebut disajikan dalam bentuk visual dan auditorik (dalam bentuk gambar atau suara). Diasumsikan bahwa para partisipan yang mendapatka stimuli auditorik (mendengar huruf) akan membuat kekeliruan pada huruf-huruf yang bunyinya serupa, sedangkan para partisipan yang mendapatkan stimuli visual (membaca huruf) akan membuat kekeliruan berdasarkan struktur visual huruf-huruf tersebut. Secara umum diasumsikan bahwa memori yang terlibat dalam pemprosesan informasi bersifat akustik (secara dominan) dan kesalahan paling besar akan didapati pada partisipan yang mendapat stimuli suara.
b.      Sandi visual
Posner dan rekan-rekannya menemukan bahwa setidaknya dalam sebagian kecil waktu informasi disandikan secara visual dalam STM. Dalam eksperimen tersebut peneliti menyajikan huruf berpasang-pasangan dalam tiga mode yaitu:
1.      Huruf berpasangan yang identik dalam pelafalan dan bentuk (AA,aa)
2.      Huruf berpasangan yang memiliki pelafalan yang sama tetapi memiliki bentuk yang berbeda (Aa)
3.      Huruf berpasangan yang memiliki perbedaan pelafalan sekaligus perbedaan bentuk (AB, aB)
Para partisipan diminta menunjukan (dengan menekan tombol) apakah huruf yang ditampilkan adalah huruf yang sama. Huruf-huruf disajikan satu demi satu dengan jeda waktu yang bervariasi: 0 detik (artinya huruf-huruf disajikan serentak), 0,5 detik, 1 detik, atau 2 detik. Para peneliti mengasumsikan bahwa bila pasangan huruf tersebut diproses secara auditorik, seharusnya partisipan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memprose AA dibandingkan dengan Aa. Namun bila penyandian visual juga penting, partipan juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk merespon Aa dibandingkan AA.
c.       Sandi semantic
Sandi semantic adalah sandi yang berhubungan dengan makna. Eksperimen wickens dan rekan-rekannya dilakukan berdasarkan konsep inhibisi proaktif (PI). PI adalah sebuah fenomena ketika kemampuan mengingat dihambat oleh adanya hubungan semantic antara daftar yang sedang diingat dengan daftar sebelumnya. Sebagai contoh, ketika seorang partisipan diminta untuk mengingat sebuah daftar yang tergabung dalam satu kategori (misalnya buah-buahan), mereka mungkindapat mengingat 90% isi daftar tersebut. Namun, bila mereka diminta mengingat daftar kedua yang juga berisi buah-buahan, kemampuan mereka untuk mengingat daftar tersebut hanya sebesar 30%. Selanjutnya jikalau partisipan yang sama diminta mempelajari daftar ketiga yang juga berisi nama buah-buahan, kemampuan mengingat semakin menurun. Inhibisi proaktif ini mengindikasikan bahwa informasi semantic sedang diproses dalam STM karena informasi tersebut saling menganggu dengan daftar-daftar berikutnya. Lalu ketika partisipan diminta untuk menghapal daftar ke empat yang tidak brhubungan dengan daftar sebelumnya, maka kemampuan mengingat meningkat secara drastis. Fenomena ini disebut suatu pelepasan dari PI.
5.    Pengambilan Informasi dari STM
Era modern pemprosesan informasi sangat dipengaruhi oleh sebuah teknik eksperimental yang dikembangkan oleh Saul Sternberg. Teknik ini melibatkan sebuah tugas pemindaian serial yang di dalamnya partisipan mendapatkan stimuli berupa serangkaian item, misalnya angka, dengan jeda 1,2 detik setiap item. Diasumsikan bahwa item-item tersebut disimpan dalam STM partisipan. Setelah  pertisipan menghapalkan daftar, ia menekan sebuah tombol untuk memunculkan sebuah angka yang ada (atau tidak ada) dalam daftar yang telah dilihat sebelumnya. Tugas partisipan adalah membandingkan angka tersebut dengan daftar yang telah diingatnya dan menjawab apakah angka tersebut memang ada didaftar atau tidak. Setiap tugas berisi daftar yang berbeda. Para peneliti mengubah-ubah ukuran daftar sesuai kapasatis STM yaitu dari satu hingga enem angka. Pada dasarnya, tugas ini (yang kini disebut tugas Stenberg atau Stenberg task) mengharuskan partisipan mencari angka-angka dalam suatu daftar untuk menemukan jawaban yang tepat. Pencarian seperti ini dapat berhenti dengan sendirinya saat partisipan telah menemukan angka tersebut dan memberikan jawaban. Sebaliknya partisipan mungkin melakukan pencarian menyeluruh terhadap daftar di memori sebelum melaporkan jawabannya, terlepas ia menemukan angka itu atau tidak.
                             Waktu reaksi mencerminkan waktu yang diperlukan partisipan untuk melakukan pencarian angka pada daftar dalam memori dan waktu reaksi dapat berperan sebagai dasar untuk mengambarkan struktur STM sekaligus mengambarkan hokum-hukum pengambilan informasi dari struktur tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Solso,L,R dkk. 2008. Psikologi Kognitif. Erlangga: Jakarta
posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off

contoh format surat lamaran

ditulis oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

 

Kepada Yth,

Bapak penanggung jawab

Lembaga bimbingan belajar

 

Dengan hormat,

Informasi mengenai lowongan untuk menjadi Staf Pengajar dilembaga Bapak/Ibu menarik perhatian saya, karena saya memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan untuk posisi tersebut. Disamping mempunyai latarbelakang yang mendukung, saya juga mempunyai pengalaman ………

Saya berusia……. tahun, belum menikah dan memiliki kesehatan yang sangat baik dan memadai. Saya kuliah di Universitas Brawjaya Malang Program Sarjana (S-1) Kimia dengan IPK……… Disamping itu saya juga mengikuti berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus.

Pada saat ini saya adalah mahasiswa aktif di Universitas Brawijaya Malang. Saya mencari kesempatan kerja mengajar yang bertujuan mengamalkan ilmu yang telah saya peroleh, agar bermanfaat bagi saya sendiri dan orang lain dan untuk memperluas wawasan dan pengalaman sebagaimana yang ditawarkan oleh perusahaan Bapak/Ibu.

Saya sangat senang jika Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan prestasi dan kualifikasi saya. Saya bersedia untuk diwawancarai kapan saja sesuai dengan waktu Bapak/Ibu.

Malang, 4 Agustus 2011

Hormat saya,

 

 

 

……….

posted by mirza mujtaba in beasiswa and have Comments Off

pkm gt q tentang pemanfaatan silika

ditulis oleh Mirza Mujtaba santri LTPLM dan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Negara Indonesia adalah negara agraris, sehingga perubahan di bidang pertanian merupakan salah satu program utama yang terus-menerus ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di bidang pertanian. Peningkatan perubahan di bidang pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi seiring dengan meningkatnya produksi pertanian (padi) timbul masalah baru, yaitu berlimpahnya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal seperti sekam padi.

Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari proses penggilingan padi. Selama ini sekam padi hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi lebih sering digunakan sebagai bahan pembakar bata merah, alas ternak, atau dibuang begitu saja. Padahal dari beberapa penelitian (Shofiatun,2000) yang telah dilakukan menunjukkan bahwa abu sekam padi mengandung SiO2 (silika) sekitar 95,52 % (Syafriadin,1998).

Abu sekam padi yang mengandung SiO2 (silika) tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan gel metasilikat. Gel metasilikat yang sudah dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media penumbuhan kristal tunggal. Kristal tunggal adalah suatu padatan yang atom-atom dalam molekulnya diatur dalam suatu keterulangan. Sebagian padatan kristal tersusun dari jutaan kristal tunggal yang kecil yang disebut grain (Miligan,1979). Menurut Patel (1997), gel metasilikat adalah metode yang paling tepat dan sederhana untuk penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS). Kristal tunggal greenokcite (CdS) dalam jangka panjang dapat dihunakan sebagai semikonduktor.

Teknologi konversi energi matahari menjadi energi listrik secara langsung dengan menggunakan sel surya telah dikembangkan sejak tiga dekade yang lalu dan mengalami perkembangan pesat dalam tahun terakhir ini. Sel surya menggunakan semikonduktor sebagai komponen utama dalam proses konversi energi matahari menjadi energi listrik. Energi matahari merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar. Saat ini permasalahan energi menjadi semakin kompleks. Hal ini mengingat kebutuhan energi yang meningkat tetapi persediaan cadangan energi menjadi semakin sedikit. Sehingga, matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan (Yuliarto,2011).

Dari  informasi di atas, maka abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai sumber SiO2 (silika) yang berguna untuk pembuatan gel metasilikat yang selanjutnya gel metasilikat tersebut dapat digunakan sebagai media penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS). Kristal tunggal greenokcite (CdS) merupakan bahan semikonduktor sel surya yang dapat digunakan sebagai sumber energi masa depan.

 

Tujuan

Dari uraian pada latar belakang, tujuan dari penulisan gagasan ini adalah untuk mengetahui proses penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS) yang menggunakan bahan dasar abu sekam padi dan dalam jangka panjang digunakan sebagai semikonduktor sel surya.

Manfaat

Gagasan ini diharapkan dapat memberikan solusi pemanfaatan limbah sekam padi sebagai sumber silika untuk sintesis gel metasilikat yang digunakan sebagai media penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS) yang pemanfaatannya dalam jangka panjang sebagai bahan alternatif semikonduktor sel surya.

 

 

GAGASAN

Kondisi Kekinian

Sekam Padi

Indonesia merupakan salah satu  negara penghasil beras terbesar di wilayah ASEAN. Hal ini karena negara Indonesia adalah negara agraris, sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani. Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2010, produksi padi di Indonesia diperkirakan mencapai 54 juta ton. Produksi padi di Indonesia yang cukup besar , memunculkan sebuah masalah baru yaitu berlimpahnya limbah pertanian, salah satunya sekam padi. Sekam padi merupakan limbah hasil penggilingan padi yang pemanfaatan sekam padi belum maksimal. Sekam padi di masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai bahan pembakaran bata merah dan  alas pada kandang peternakan (Harsono,2002).

Sejak tahun 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah mengembangkan tungku sekam dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan bakarnya. Setelah limbah sekam padi dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi akan muncul limbah lainnya, diantaranya limbah abu sekam padi. Pemanfaatan limbah abu sekam padi belum banyak digunakan secara optimal selain sebagai pupuk atau media tanam (Yopi,2010).

Sel Surya

Jumlah energi yang begitu besar yang dihasilkan dari sinar matahari, membuat sel surya menjadi alternatif sumber energi masa depan yang sangat menjanjikan. sel surya juga memiliki kelebihan menjadi sumber energi yang praktis mengingat tidak membutuhkan transmisi karena dapat dipasang secara modular di setiap lokasi yang membutuhkan.

Sel surya tidak memiliki ekses suara seperti pada pembangkit tenaga angin serta dapat dipasang pada hampir seluruh daerah karena hampir setiap lokasi di belahan dunia ini menerima sinar matahari. Bandingkan dengan pembangkit air yang dapat dipasang hanya pada daerah-daerah dengana aliran air tertentu. Dengan berbagai keunggulan ini maka tidak heran jika negara-negara maju berlomba mengembangkan solar cell agar dapat dihasilkan teknologi pembuatan sel surya yang berharga ekonomis.

Hingga saat ini total energi listrik yang dibangkitkan dengan sel surya di seluruh dunia baru mencapai sekitar 12 GW (bandingkan dengan total penggunaan listrik dunia sebesar 10 TW). Dari 12 GW tersebut Jerman merupakan negara terbesar yang telah menginstall sel surya yaitu sebesar hampir 5 GW. Meskipun begitu setiap tahunnya terjadi peningkatan produksi sel surya pada tahun 2008 total produksi sel surya di seluruh dunia telah mencapai angka 6,22 GW. Nilai produksi yang terus meningkat ini juga terus diikuti dengan upaya untuk menurunkan harga sel surya. Berbagai teknologi telah dikembangkan dalam proses pembuatan sel surya untuk menurunkan harga produksi agar lebih ekonomis (Yuliarto,2011).

 

Solusi yang Pernah Ditawarkan

Solusi Pemanfaatan Abu Sekam Padi

Selama ini pemanfaatan limbah sekam padi di indonesia sangat terbatas pada produk-produk yang tidak berilai ekonomi tinggi, antara lain sebagai media tanaman hias, pembakaran bata merah, dan alas pada petelur. Bahkan di tempat-tempat penggilingan padi pembuangan sekam kering seringkali menjadi masalah. Cara yang biasa dipergunakan untuk membuang sekam adalah  membakarnya di tempat terbuka sepeti sawah. Hal ini akan mengakibatkan pencemaran lingkungan emisi gas hasil pembakaran yang dihasilkan. Bila sekam padi dimasukkan ke dalam tanah sawah, tanah menjadi “chlorotic” yang mengganggu pertumbuhan padi sehingga akan menurunkan produktivitas padi. Pemanfaatan sekam selama ini dihadapkan pada beberapa kendala. Kendala tersebut diantaranya, sifat sekam yang kamba (bulky), abrasif, dan sifat kandungan seratnya yang tidak dapat diolah menjadi produk pakan maupun kertas.

Solusi Penurunan Harga Sel Surya

Selama ini, sel surya adalah identik dengan semikonduktor dioda. Dalam teknologi sel surya, terdapat berbagai pilihan penggunaan material intinya. Kristal tunggal silikon sebagai pioner dari sel surya memang masih menjadi pilihan sekarang karena teknologinya yang sudah mapan sehingga bisa mencapai efisiensi. Sedangkan modul atau panel sel surya kristal silikon yang sudah diproduksi berefisiensi sekitar 12. Namun demikian, penggunaan material masih digolongkan mahal dan juga volume produksi lempeng silikon tidak dapat mencukupi kebutuhan pasar bila terjadi penggunaan sel surya ini secara massal. Sehingga untuk penggunaan secara besar-besaran harus dilakukan usaha untuk mempertipis lapisan silikonnya dari ketebalan sekarang yang mencapai ratusan mikron.

Material yang berifisiensi tinggi lainnya adalah dari paduan golongan unsur III-V GaAs dan InP. Walaupun secara teoritik efisiensinya bisa mencapai 35 tetapi sulitnya menumbuhkan kristal tunggal berkualitas tinggi dari material-material di atas menyebabkan harganya tergolong sangat mahal sehingga penggunaannya masih terbatas, terutama hanya untuk penggunaan di angkasa luar. Ini ditunjang lagi oleh sifat material tersebut yang tahan terhadap radiasi-radiasi di angkasa luar. Material golongan ini memang tidak dipertimbangkan untuk digunakan secara massal. Usaha yang sedang diupayakan sekarang untuk menekan sedikit harga pembuatannya adalah menumbuhkan lapisan GaAs di atas lempeng silikon. Namun, penggabungan dari dua material dengan struktur berbeda ini menyebabkan timbulnya strain pada lapisan antarmukanya sehingga menurunkan efisiensi.

.

Kondisi Kekinian Penumbuhan Kristal Tunggal Greenokcite (CdS) Dalam Gel Metasilikat Hasil Isolasi Limbah Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Semikonduktor Sel Surya

Silika (SiO2) dapat ditemukan pada lumpur lapindo, abu vulkanik gunung merapi dan abu sekam padi. Kandungan silika (SiO2) pada lumpur lapindo adalah 53,08% (Wirayasa, 2008), abu vulkanik gunung merapi adalah 56% (Nuryanto, 2010) dan pada abu sekam padi kandungan silika (SiO2) mencapai 95,25% (Syafriadin, 1998). Sehingga yang mungkin digunakan sebagai sumber silika (SiO2) dalam pembuatan gel metasilikat adalah abu sekam padi. Hal ini karena abu sekam padi mempunyai kandungan silika (SiO2) yang lebih besar dibandingkan sumber silika (SiO2) lainnya. Kelebihan lainnya menggunakan abu sekam padi sebagai sumber silika adalah abu sekam padi mudah didapat karena mengingat negara Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya adalah petani.

Silicon yang didapatkan dari abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan gel metasilikat. Pemanfaatan gel metasilikat tersebut digunakan sebagai media penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS). Hal ini karena gel metasilikat mempunyai kelebihan dari gel lainnya seperti gel gelatin dan agar-agar. Kelebihan gel meta

Kristal tunggal greenokcite (CdS) struktur kristal  Zinc Blende dan Wurtzite. Senyawa II-IV yakni CdS memiliki sifat optik dan listrik yang cocok untuk semikonduktor sel surya. Semikonduktor CdS yang dihasilkan mempunyai kelebihan daripada semikonduktor. Kelebihan itu antara lain adalah lebih sederhana peralatannya, mudah dalam pembuatannya dan juga menanganinya serta relatif murah dalam biaya produksinya karena dibuat dengan metode yang lebih sederhana tanpa memerlukan biaya tinggi seperti metode difusi.

Pihak-Pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan

Pihak-pihak yang dimungkinkan terkait dan dapat diajak kerja sama dan mampu menyukseskan gagasan ini antara lain : petani, masyarakat, sektor industri,  perusahaan penghasil sel surya dan ilmuwan fisika.

  1. Petani merupakan pihak yang menghasilkan limbah sekam padi, yang dapat menyuplai hasil samping dari penggilingan padi yang berupa sekam padi kepada pihak terkait yang dapat mengambil silika dalam sekam padi. Sehingga hal ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani, dan diharapkan pula dapat meningkatkan nilai ekonomis dari limbah sekam padi.
  2. Masyarakat dan sektor industri adalah pihak yang terkena dampak dari krisis energi. Sehingga diharapkan masyarakat dan sektor industri dapat  memanfaatkan sel surya sebagai alat alternatif sumber energi. Diharapkan pula dengan gagasan ini, masyarakat dan sektor industri dapat mengatasi krisis energi di masa mendatang dengan menggunakan alternatif sel surya dalam kehidupan sehari-hari harganya yang lebih terjangkau. Sehingga masyarakat dan sektor industri dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan tidak bergantung sepenuhnya dengan PLN.
  3. Perusahaan penghasil sel surya salah satunya PT. SHARP yang merupakan produsen sel surya terbaik di dunia dan telah memperjualbelikan sel surya yang dapat menghasilkan listrik dengan efisien (Anonim, 2010). Oleh karena itu, diharapakan dapat diajak kerja sama dalam pembuatan sel surya dengan harga yang lebih murah.
  4. Ilmuwan fisika merupakan pihak yang diharapkan dapat melakukan penilitian lebih lanjut untuk memfasilitasi hasil sintesis yang berupa  kristal tunggal greenokcite (CdS) untuk dibuat manjadi bentuk semikonduktor dalam bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan pembuatan sel surya.

 

Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mengimplementasikan Gagasan

Isolasi Silika  Limbah  Abu Sekam Padi.                          

Menurut beberapa penilitian (Houston,1972; Hara,1986; Shofiatun,2000) komponen utama abu sekam padi adalah SiO2 (silika) . Sehingga abu sekam padi dapat digunakan sebagai sumber SiO2 (silika). Proses isolasi SiO2 (silika) dari abu sekam padi dilakukan dengan cara membasahi abu sekam padi dengan akuades panas dan ditambah dengan larutan asam klorida (HCl) pekat. Setelah itu, abu sekam padi diuapkan di atas penangas sampai menjadi kering. Proses penguapan ini bertujuan agar abu sekam padi terurai menjadi komponen-komponennya, yaitu beberapa logam yang mengalami oksidasi menjadi asamnya.

Abu sekam padi kemudian dicuci ulang dengan asam klorida (HCl) yang bertujuan untuk melarutkan beberapa komponen yang belum larut pada proses sebelumnya, sehingga komponen-komponen tersebut dapat larut dalam asam klorida (HCl). Kemudian larutan hasil pencucian ulang dengan asam klorida (HCl) disaring menggunakan kertas saring. Pada penyaringan ini endapan yang tertahan pada kertas saring adalah SiO2 (silika)yang masih mengandung pengotor klorida, sehingga SiO2 (silika) dalam kertas saring harus dibilas dengan akuades panas secukupnya. Hal ini bertujuan untuk membersihkan SiO2 (silika) dari pengotor klorida yang dimungkinkan masih ada, sehingga dihasilkan SiO2 (silika) yang telah bebas dari pengotor (Houston, 1972).

SiO2 (silika) yang telah bebas dari pengotor  perlu dipisahkan dari kertas saring, yaitu dengan cara melakukan pengabuan pada suhu 300-600 0C. Selain  itu pengabuan bertujuan untuk menghilangkan kadar air dan untuk mendapatkan endapan SiO2 (silika) murni (Vogela,1979). Mengenai kadar SiO2 (silika)hasil isolasi abu sekam padi pernah diteliti oleh Syafriadin (1998) dan kadar SiO2 (silika) yang didapatkan sebesar 95,25% atau sebesar 16,53 dari jumlah kering sekam padi.

Sintesis Natrium Metasilikat

            SiO2 (silika)  murni yang diperoleh dari isolasi abu sekam padi kemudian digunakan untuk membuat larutan natrium metasilikat (Na2SiO3) yaitu dengan cara mereaksikan SiO2 (silika)dengan larutan basa natrium (NaOH) seperti pada persamaan 1. Perbandingan mol antara SiO2 (silika)dengan NaOH adalah 1:2 dan reaksi dilakukan pada wadah krus nikel bertutup yang selanjutnya dileburkan pada tanur dengan suhu 500 0C. Lewis (1993) menyatakan bahwa titik lebur NaOH adalah 318 0C, sehingga peleburan yang dilakukan dalam tanur pada suhu 500 0C tersebut bertujuan untuk melebur NaOH menjadi ion Na+ dan OH- yang kemudian berinteraksi dengan ikatan Si-O-Si pada molekul SiO2  membentuk ikatan Si-O-Na+.

SiO2(s) + 2NaOH(aq)                     Na2SiO3(s)                                                           (1)

Agar terbentuk Na2SiO3 yang homogen, maka hasil peleburan yang dilakukan  selama 60 menit kemudian ditumbuk sampai ukuran partikelnya lolos 50 mesh yang selanjutnya dipanaskan kembali pada 500 0C sampai masa leburan menjadi konstan. Mengenai hasil sintesis natrium metasilikat dari abu sekam padi pernah diteliti oleh Syafriadin (1998) dan didapatkan natrium metasilikat sebesar 97,86 %.

Pembuatan Gel Metasilikat

Gel metasilkat adalah gel yang mempunyai sifat permeabel dan berfungsi sebagai media penumbuhan kristal tunggal dengan metode difusi. Komposisi gel metasilikat itu sendiri terdiri dari larutan natrium metasilikat (Na2SiO3), larutan asam asetat (CH3COOH) dan kadmium klorida (CdCl2), kadmium klorida (CdCl2) adalah penyuplai ion Cd2+. Gel metasilikat dapat dibuat dengan melarutkan natrium metasilikat (Na2SiO3) dalam air yang akan membentuk asam monosilikat (H4SiO4) sesuai persamaan 2. Setelah itu, kadmium klorida (CdCl2) dimasukkan melalui dinding wadah setetes demi setetes agar tidak terjadi kristal amrof. Agar  gel metasilikat yang terbentuk lebih stabil dan didapat pH yang diinginkan yaitu 3,5-5,5 maka perlu ditambahkan asam asetat (CH3COOH), untuk reaksi penambahan asam asetat sesuai persamaan 3 (Henish,1988).

Na2SiO3(s) + 3H2O(aq)                         H4SiO4(aq) + 2NaOH(aq)                                                     (2)

NaOH(aq) + CH3COOH(aq)                           CH3COON(aq) + H2O(l)                                        (3)

Asam monosilikat yang dihasilkan akan membentuk polimer dengan cara reaksi polimerisasi yang menghasilkan produk samping berupa air sesuai gambar 1. Air sebagai produk samping akan menguap yang menyebabkan gel menyusut dan kemudian mengeras. Reaksi polimerisasi ini akan terjadi secara terus-menerus sampai sistem tiga dimensi dengan rantai Si-O-Si terbentuk sesuai gambar 1 (Henish,1988).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Struktur unit gel metasilikat (Henish,1988)

 

Pembentukan gel metasilikat sangat dipengaruhi oleh pH, pada pH terlalu rendah gel sulit terbentuk, sebaliknya pada pH terlalu tinggi gel akan langsung terbentuk. Sehingga kisaran pH yang digunakan adalah antara 3,5-5,5. Hal ini karena pada pH kurang dari 3,5 gel yang terbentuk sangat lunak, sedangkan pada pH lebih dari 5,5 gel yang terbentuk terlalu keras. Kedua kondisi di atas tidak memungkinkan untuk dijadikan media penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS)  (Harini,2003).

Pada pH kurang dari 3,5 yang disebabkan oleh penambahan asam asetat secara berlebih mengakibatkan semua gugus silanol terpotonasi sempurna membentuk ion silikonium dan dua molekul air. Semakin banyak molekul air yang berada di dalam gel menyebabkan jarak antara unit-unit gel semakin renggang, sehingga gel akan semakin lunak. Hal ini sesuai  dengan reaksi pada persamaan 4.

Si-OH + H3O+                   Si+ + 2H2O                                                                  (4)

Pada pH lebih dari 5,5 gel yang terbentuk akan relatif keras. Hal ini karena jumlah asam yang ditambahkan sedikit. Kondisi ini menyebabkan semakin sedikit jumlah air yang dihasilkan sebagai hasil samping dari pembentukan gugus silanol, seperti yang ditunjukan pada persamaan 5.

Si-O- + H3O+                   Si-OH + H2O                                                                  (5)

 

Reaksi Pembentukan  Kristal Tunggal Greenokcite (CdS) Dalam Gel Metasilikat    

Proses pembentukan kristal tunggal greenokcite (CdS) yang pertama dilakukan adalah menambahkan air dalam permukaan gel, sehingga  permukaan gel tidak  pekat, dan menyebabkan kristal tidak terbentuk dipermukaan. Langkah selanjutnya, yaitu memasukkan supernatan natrium sulfida (Na2S) yang nantinya  natrium sulfide (Na2S) akan terurai menjadi ion-ion sesuai pada persamaan 7. Natrium sulfida (Na2S) masuk ke dalam rongga-rongga gel metasilikat dengan metode difusi. Menurut Sarjoni (1996), metode difusi merupakan proses dimana molekul atau ion dari suatu bahan larut yang bergerak bebas melalui pelarut sehingga larutan dapat tercampur dengan baik. Di dalam gel metasilikat sudah terdapat ion-ion CdCl2 yang terjebak di dalam rongga-rongga gel metasilikat sesuai pada persaman 6. Hal ini akan menyebabkan di dalam gel metasilikat terjadi reaksi antara Cd2+(aq) dengan S2-(aq) yang akan membentuk kristal tunggal greenokcite (CdS) sesuai pada persamaan 8. Ruang  terjadinya reaksi dapat dilihat pada gambar 2.

CdCl2 (aq) (dalam gel)                     Cd2+(aq) + 2Cl-(aq)                                                (6)

Na2S (aq) (supernatan)                     2Na+(aq) + S2-(aq)                                                                  (7)               

Cd2+(aq) (dalam gel) + S2-(aq) (supernatan)                   CdS(s) (dalam gel)                (8)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2 Ruang terbentuknya kristal tunggal greenokcite (CdS) (Henish,1988)

 

Kadmium Sulfida (CdS) merupakan senyawa golongan II-IV dengan struktur kristal  Zinc Blende dan Wurtzite. Bentuk struktur kristal tunggal greenokcite (CdS) dapat dilihat gambar 3. Senyawa II-IV yakni CdS memiliki sifat optik dan listrik yang cocok untuk semikonduktor sel surya. Semikonduktor CdS yang dihasilkan mempunyai kelebihan daripada semikonduktor. Kelebihan itu antara lain adalah lebih sederhana peralatannya, mudah dalam pembuatannya dan juga menanganinya serta relatif murah dalam biaya produksinya karena dibuat dengan metode yang lebih sederhana tanpa memerlukan biaya tinggi seperti metode difusi.

 

Gambar 3 Struktur kristal greenokcite (CdS)

 

KESIMPULAN

Dalam mengatasi limbah sekam padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal, salah satu alternatif pemanfaatan abu sekam padi, yaitu sebagai sumber silika (SiO2)  yang digunakan untuk menyintesis gel metasilikat. Gel metasilikat itu sendiri berfungsi sebagai tempat penumbuhan kristal tunggal greenokcite (CdS) yang dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor pada sel surya.

            Dalam mengimplementasikan gagasan, teknik yang dilakukan adalah membuat kristal tunggal greenokcite (CdS) dengan media gel metasilikat hasil isolasi silika (SiO2) limbah abu sekam padi. Krisal tunggal greenokcite (CdS) yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan semikonduktor pada pembuatan sel surya.

Didapatkan kristal tunggal greenokcite (CdS)  yang dapat dimanfaatkan sebagai semikonduktor sel surya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Almanda, Deni. 1997. Prospek PLTS di Indonesia. Majalah Elektro Indonesia. Edisi ke-10.

Anonim. 2010. Sharp akan Membangun Kompleks Pabrik pada Abad ke-21. http://sharp-indonesia.com/new/info-pers/41-sharp-akan-membangun-kompleks-pabrik-untuk-abad-ke-21.html

Harini,Tety Dwi. 2003. Pengaruh pH Gel dan Kosentrasi Larutan Supernatan Kalium Iodida (KI) pada Pembentukan Kristal Tunggal Timbal Iodida (PbI) dalam Gel Metasilikat. Skripsi-FMIPA Universitas Brawijaya. Malang.

Harsono, Heru. 2002. Pembuatan Silika Amorf dari Limbah Sekam Padi. Jurnal Ilmu Dasar. 3:98.

Henisch, H.K. 1988. Crystal in Gel and Liesegang Rings. Cambridge University Press. Cambrige.

Lewis, R.J. 1993. Hawley’s Condensed Chemical Dictionary. Van Mostrand Reinhold. New York. 1034.1061.

Miligan.1979. McGraw-Hill Concise Encyclopedia of Science and Technology. 2nd ed. Vol.6. McGraw-Hill Publishing Co. New York. Pp. 839.

Mohsin,Yulianto. 2006. Kadmium.

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kadmium.com

Nuryanto. 2010. Abu Vulkanik Bisa Tersimpan di Awan http://iptek.tvone.co.id/berita/view/45549/2010/11/12/abu_vulkanik_bisa_tersimpan_di_awan/  diakses 23 02 2011-02-23

Patel, AR, Rao, AV. 1982. Crystal Growth in Gel Media. Bull. Mater. Sci. Vol 4. No.5. Desember 1982. Page. 527-548.

Sarjoni, B. 1996. Kamus Kimia. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Syafriadin, 1998. Sintesis dan Identifikasi Natrium Metasilikat dari Abu Sekam Padi. Jurusan Kimia. FMIPA. Universitas Brawijaya. Malang.

Shofiyatun, S. 2000. Optimasi Sintesis Serbuk Keramik SiC dari Bahan Baku Silika Amorf. Skripsi-FMIPA Universitas Brawijaya. Malang.

Vogela.1979. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian 1. PT.Kalman Media Pustaka. Jakarta. hal.260-261. 304. 308. 310.

Wiryasa, Ngk, dkk. 2007. Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Pengganti Tanah Liat Pada Produksi Genteng Keramik. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil. 11 (2):132-141.

Yopi.2010. Silikon Murni dari Sekam Padi.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/12/07/silikon-murni-dari-sekam-padi

diakses 23 02 2011-02-23

Yuliarto, Brian. 2011. Solar Cell, Sumber Energi Terbarukan Masa Depan.

http://www.berita-iptek.com/index.php?option…id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BIODATA PENULIS

  1. Nama Lengkap                  : Mustangin
  2. NIM                                  : 105090213111004
  3. Fakultas / jurusan              : MIPA / Kimia
  4. Tempat / tanggal lahir       : Lampung Tengah, 14 Desember 1991
  5. Alamat asal                       : Lampung Tengah
  6. Alamat di Malang             : Jl. Sumbersari 88
  7. Alamat email                     : tanginmus@ymail.com
  8. Telepon / HP                     : 085279139649
  9. Pengalaman organisasi     :           – Anggota Departemen Sosial Unit

Aktivitas Kerohanian Islam Universita Brawijaya     periode 2010/2011

-Anggota Departemen Sosial Peduli Kaum Dhuafa Forum Kajian Islam Universitas Brawijaya periode 2010/2011

  1. Pengalaman Ilmiah              : -Pemanfaatan sampah pasar sebagai tempat pembudidayan cacing sutra(makanan utama ikan        gurami)

 


BIODATA PENULIS

  1. Nama Lengkap                        : I’anatul Wahdah
  2. NIM                                        : 105090213111003
  3. Fakultas / jurusan                    : MIPA / Kimia
  4. Tempat / tanggal lahir             : Tuban, 10 September 1992
  5. Alamat asal                             : Jl. Raya Timur 416 Jatirogo Tuban
  6. Alamat di Malang                   : Jl. Kertoasri 88
  7. Alamat email                           : iink_wahdah@yahoo.com
  8. Telepon / HP                           : 085755376164
  9. Pengalaman organisasi            : – Anggota Divisi LBO Himpunan                                                                    Mahasiswa Kimia Universitas Brawijaya                                                           periode 2010/2011

- Anggota Departemen Dana dan Usaha

Forum Kajian Islam Universitas

Brawijaya periode 2010/2011

- Anggota LOF Basic periode 2010/2011

  1. Pengalaman Ilmiah                  : -

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BIODATA PENULIS

  1. Nama Lengkap                        : Ira Mardiana
  2. NIM                                        : 0910923045
  3. Fakultas / jurusan                    : MIPA / Kimia
  4. Tempat / tanggal lahir             : Malang, 28 Maret 1991
  5. Alamat asal                             : Jl. Lesanpuro II/485
  6. Alamat di Malang                   : Jl. Lesanpuro II/485
  7. Alamat email                           : iramardiana@ymail.com
  8. Telepon / HP                           : 085736085942
  9. Pengalaman organisasi            : – Anggota Divisi Danus Himpunan                                                                  Mahasiswa Kimia Universitas Brawijaya                                                           periode 2009/2010
  1. Pengalaman Ilmiah                 : – Pemanfaatan Daun Kersen (Mutingia                                      Calabura) Sebagai Alternatif                                                                       Pengobatan Diabetes Melitus

 

 

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

unsur golongan 5a (Va)

 ditulis oleh mirza mujtaba santir LTPLM (pesantren luhur) dan mahasiswa jurusan kimia universitas brawijaya

1                     NITROGEN

Nitrogen (Latin nitrum, Bahasa Yunani Nitron berarti “soda asli”, “gen”, “pembentukan”) secara resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga dikaji pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan Joseph Priestley, yang menyebutnya sebagai udara terbakar atau udara telah flogistat. Gas nitrogen adalah cukup lemas sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier sebagai azote, daripada perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud “tak bernyawa”. Istilah tersebut telah menjadi nama kepada nitrogen dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke bahasa-bahasa lain.

Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok makanan ternak kimia.

 

 

 

 

1.2 Sifat Fisika dan Kimia

Keterangan Umum Unsur
Nama, lambang, nomor atom Nitrogen, N, 7
Deret kimia nonlogam
Golongan, piriode, blok 15, 2, p
Penampilan Tidak berwarna

Massa atom14.0067(2)  g/molKonfigurasi electron1s2 2s2 2p3Jumlah electron tiap kulit2, 5

 

Sifat Fisika
Fase gas
Massa jenis (0 °C; 101,325 kPa) 1.251 g/L
Titik lebur 63.15 K (-210.00 °C, -346.00 °F)
Titik didih  77.36 K (-195.79 °C, -320.42 °F)
Titik kritis 126.21 K, 3.39 MPa
Kalor peleburan (N2) 0.720 kJ/mol
Kalor penguapan (N2) 5.57 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) (N2) 29.124 J/(mol·K)

 

Ciri-ciri atom
Struktur Kristal Heksagonal
Bilangan oksidasi ±3, 5, 4, 2

(oksida asamkuat)Elektronegativitas3.04 (skala Pauling)Energi ionisasi (detail)IE1: 1402.3 kJ/mol

IE2: 2856 kJ/mol

IE3: 4578.1 kJ/mol Jari-jari atom65 pmJari-jari atom (terhitung)56 pmJari-jari kovalen75 pmJari-jari Van der Waals155 pm

 

Gas nitrogen termasuk kedalam gas yang inert ( tidak reaktif ). Hal ini disebabkan oleh besarnya energi ikatan antara ikatan rangkap tiga N      N, nitrogen digunakan sebagai atmosfer inert untuk suatu proses / sistem yang terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika dan juga Bilangan oksidasi nitrogen bervariasi dari -3 sampai +5, sebagaimana dapat dilihat dari tabel berikut ini :

 

Bilangan oksidasi Contoh senyawa
-3 NH3 ( amoniak )
-2 NH4+ ( Ion amonium )
-1 NH2OH  ( Hidroksilamin )
0 N2 ( gas nitrogen )
+1 N2O( dinitrogen monoksida)
+2 NO(Nitrogen oksida)
+2 N2O3( nitrogen trioksida )
+3 HNO2( asam nitrit )
+4 NO2  nitrogen dioksida )
N2O4( dinitrogen terra oksida )
+5 N2O5 (nitrogen pentaoksida )
HNO3 ( asam nitrat )

.

 

 

Nitrogen adalah salah satu unsur golongan VA yang merupakan unsur non-logam. Elektronegativitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron terluar dari suatu atom lain agar terikat padanya, Dalam satu golongan nitrogen memiliki nilai elektronegativitas yang lebih tinggi dibandingkan dalam satu golongannya. Hal ini dikarenakan atom nitrogen memiliki ukuran atom yang lebih kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar lebih besar atom nitrogen dibandingkan dengan atom lain yang satu golongan.

Gas nitrogen (N2) memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau, gas yang bersifat diamagnetic dan ada sebagai N2 molekul diatomik. Gas N2 membentuk ikatan rangkap tiga N≡N dengan panjang ikatan 1,09 Å. Ikatan N≡N ini sangat stabil (tidak reaktif) , dan akibatnya memiliki energi disosiasi sangat tinggi (945,4 kJ mol-1). Sehingga N≡N  ikatannya susah diputuskan. Karena gas nitrogen ini merupakan gas yang relative stabil, sukar bereaksi dengan unsur lain. hanya sedikit unsure yang dapat bereaksi dengan nitrogen Pada temperature kamar, misalnya logam lithium (Li) yang akan membentuk lithium nitride (Li3N).

Pada N2 temperatur semakin tinggi maka menjadi semakin reaktif, dan langsung bereaksi dengan unsur-unsur dari golongan II, III dan IV, H2 dan dengan beberapa logam transisi. Salah satunya reaksinya dengan hydrogen (H2) pada suhu antara 400ºC-650ºC dengan tekanan tinggi membentuk ammonia.

N2(g) + 3H2(g)                       2NH3(g)

1.3 Sumber Nitrogen di Alam

Gas nitrogen (N2) terdapat sebanyak 78,09% di volume atmosfer bumi. Sebagai perbandingan, di atmosfir Mars hanya mengandung 2,6% nitrogen. Nitrogen merupakan unsur utama penyusun senyawa dalam tubuh mahluk hidup (dalam bentuk protein dan asam amino). Meskipun nitrogen terdiri dari 78% di atmosfer bumi, nitrogen bukanlah unsur yang sangat melimpah di kerak bumi sebab senyawa Nitrat memiliki sifat sangat larut dalam air, sehingga nitrat tidak tersebar luas di kerak bumi.

Nitrogen selain dalam keadaan bebas sebagai gas nitrogen di udara, nitrogen juga terdapat dalam berbagai senyawa seperti KNO3 dan NaNO3 yang merupakan sumber senyawa nitrogen dialam. Sebelum perang dunia I, ketika proses sintetik dikembangkan untuk pembuatan nitrat dari nitrogen atmosfer. Sumber utama nitrat banyak ditemukan di beberapa daerah gurun, Yang terbesar adalah di sekitar  450 mil di sepanjang pantai utara chili, di mana NaNO3 ditemukan bersama-sama dengan sejumlah kecil KNO3, CaSO4 dan NaIO3 dibawah lapisan tipis pasir atau tanah.

Pada tumbuhuan dan hewan, nitrogen berupa bentuk protein yang komposisi rata-ratanya :

51% C; 25% O; 16% N; 7% H; 0,4%P; dan 0,4% S.

 

1.4 Persenyawaan Nitrogen

  1. 1.      Ammonia NH3

Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (mp -77.7 oC dan bp -33.4 oC). Ammonia adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Pekerjaan Amerika Serikat memberikan batas 15 menit bagi kontak dengan ammonia dalam gas berkonsentrasi 35 ppm volum, atau 8 jam untuk 25 ppm volum. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Sekalipun amonia di AS diatur sebagai gas tak mudah terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup.

Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah (pKa=9.25). NH3 merupakan molekul polar, berbentuk trigonal piramidal dengan tiga atom hydrogen menempati dasar piramid dan memiliki sepasang elektron bebas pada puncaknya (atom N),

menyebabkan senyawa ini mudah terkondensasi (suhu kondensasi -33oC) menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai pelarut. Dalam banyak hal, ammonia cair merupakan pelarut yang mirip dengan air dan mampu melarutkan berbagai macam garam. Selain itu, ammonia mempunyai sifat yang unik dalam hal melarutkan logam-logam alkali dan alkali tanah, yakni menghasilkan larutan yang mengandung elektron tersolvasi. Gas ammonia sangat larut dalam air, karena baik NH3 maupun H2O adalah molekul-molekul polar. Ammonia dapat bereaksi dengan air yang akan membentuk ammonium hidroksida (NH4OH).

NH3 + H2O        NH4+ + OH-

NH3 dan NH4OH keduanya bereaksi dengan asam membentuk garam ammonium. NH3 bereaksi dengan oksigen membentuk warna nyala kuning muda, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

4NH3 + 3O2            2N2 + 3H2O

Senyawa nitrogen salah satunya adalah ammonia (NH3) yang terdapat di atmosfir dalam jumlah yang sangat sedikit, terutama sebagai produk peruraian bahan yang mengandung nitrogen dari hewan dan tumbuhan.

Ammonia dapat juga dibuat dari hidrolisis kalsium sianamide(CaNCN). Kalsium sianamide (CaNCN) biasanya digunakan sebagai pupuk dan reaksi ini terjadi secara lambat di dalam tanah.

  1. 2.      Garam Ammonium

Garam Kristal stabil dari ion NH4+ berbentuk tetrahedral dengan sudut 109º28′ ini kebanyakan larut dalam air.

Amonia dan amonium hidroksida bereaksi baik dengan asam, membentuk garam ammonium. Amonium biasanya bersifat sedikit asam jika mereka telah berikatan dengan asam kuat seperti HCl, HNO3, dan H2SO4. Garam ammonium terurai cukup cepat dengan adanya proses pemanasan.

NH4Cl  heat    NH3 + HCl

(NH4)2SO4   heat     NH3 + H2SO4

NH4Cl Pada suatu waktu dapat diperoleh dengan memanaskan kotoran unta: amonium klorida mudah oleh sublimasi, itu didapatkan sebagai produk sampingan dari proses Solvay. NH4Cl  ini yang digunakan dalam baterai kering jenis Leclanché. Hal ini juga digunakan sebagai fluks ketika logam tinning atau solder, karena oksida logam banyak bereaksi dengan amonium klorida, membentuk klorida volatile, sehingga meninggalkan permukaan logam yang bersih.

  1. 3.      Hidrazin

Hidrazin, N2H4, dapat dianggap sebagai turunan dari ammonia dengan penggantian satu atom hidrogen oleh gugus NH2 dan memiliki bau yang hampir mirip dengan ammonia. Hidrazin murni terbakar secara cepat dengan udara.

N2H4(l) + O2(g )            N2(g)  + 2H2O

Turunan metil (MeNHNH2 dan Me2NHNH2) dicampurkan dengan N2O4 dapat digunakan sebagai bahan bakar roket. N2H4 adalah basa lemah dan akan bereaksi dengan asam, membentuk 2 macam garam. Garam yang terbentuk berbentuk padatan Kristal putih dan sifatnya dapat larut didalam air.

N2H4 + HX            N2H5+ + X-

N2H4 + 2HX         N2H62+ + 2X-

Ketika dilarutkan kedalam air (larutan netral atau basa ) Hidrazin atau garamnya merupakan agen pereduksi yang kuat. Mereka digunakan dalam produksi cermin perak dan tembaga serta pembentukan endapan logam platina. Hidrazin juga mereduksi I2 dan O2.

N2H4 + 2I2            4HI + N2

N2H4 + 2O2           2H2O2 + N2

 

 

  1. 4.      Hidroksilamin

Hidroksilamin berbentuk Kristal yang tidak berwarna memiliki titik didih 33ºC. hidroksilamin adalah basa yang yang lebih lemah daripada ammonia dan hydrazine. Garam yang terbentuk adalah ion hidroksilammonium.

NH2OH + HCl          [NH3OH]+Cl-

 

1.5 Reaksi –Reaksi

Satu-satunya reaksi N2 pada suhu ruangan adalah logam Li mengahsilkan Li3N dan komponen transisi tertentu, dan dengan bakteri fiksasi nitrogen. Mekanisme bakteri ini menfiksasi N2 tidak diketahui.

Pada suhu yang tinggi nitrogen menjadi lebih reaktif khususnya bilamana diberi katalis pada reaksinya. Reaksi yang khas adalah:

N2(g) + 3H2(g)     → 2NH3(g)

N2(g) + O2(g)        → 2NO(g)

N2(g) + 3Mg(s)  → Mg3N2

N2(g) + CaC2(s)   → C(s) + CaCNC(s)

  • Ikatan

Tipe ikatan mayoritas senyawa umumnya dibentuk dari kelompok kovalen. Struktur electron terluar dari kelompok unsur V

↑↓

s                         p

 

 

Tiga electron tidak berpasangan membentuk ikatan σ dengan tiga atom yang lain. Empat pasang electron memberikan bentuk tetrahedral dengan satu posisi sebuah pasangan electron bebas. Sebuah bilangan koordinasi 4 dihasilkan jika pasangan electron bebas didonorkan(digunakan untuk membentuk sebuah ikatan koordinasi) untuk atom atau ion yang lain. Seperti contoh ion ammonium [H3N  →  H]+

 

 

 

 

. .

 

 

 

N

H     ————————–  H

 

 

H

Gambar 1 Struktur ammonia

1.6 Kegunaan

            Adapun kegunaan dari senyawa-senyawa nitrogen diantaranya:

  1. Dalam bentuk amonia nitrogen , digunakan sebagai  bahan pupuk, obat-obatan, asam nitrat, urea, hidrasin, amin, dan pendingin.
  2. Asam nitrat digunakan dalam pembuatan zat pewarna dan bahan peledak.
  3. Nitrogen sering digunakan jika diperlukan lingkungan yang inert, misalnya dalam bola lampu listrik untuk mencegah evaporasi filament.
  4. Sedangkan nitrogen cair banyak digunakan sebagai refrigerant (pendingin) yang sangat efektif karena relatif murah
  5. Banyak digunakan oleh laboratorium-laboratorium medis dan laboratorium-laboratorium penelitian sebagai pengawet bahan-bahan preservatif untuk jangka waktu yang sangat lama, misalnya pada bank sperma, bank penyimpanan organ-organ tubuh manusia, bank darah.

1.7 Bahaya

Selain kegunaan dari senyawa nitrogen adapula bahaya dari senyawa-senyawa nitrogen diantaranya:

  1. Jika oksida nitrat (N2O) mencapai stratosfer, ia membantu merusak lapisan ozon, sehingga menghasilkan tingkat radiasi UV yang lebih tinggi dan risiko kanker kulit serta katarak yang meningkat.
  2. Nitrogen oksida (N2O) terlarut dalam air atmosferik membentuk hujan asam, yang mengkorosi batuan dan barang logam dan merusak bangunan-bangunan.
  3. Nitrogen oksida (N2O) berkontribusi bagi pemanasan global.Walaupun konsentrasi oksida nitrat di atmosfer sangat rendah dibanding karbon dioksida, potensi pemanasan global oksida nitrat adalah sekitar 300 kali lebih besar.
  4. Kelebihan nitrogen di perairan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam air sehingga menyebabkan kepunahan kehidupan di perairan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. FOSFOR

2.1 Sejarah

Fosfor ditemukan oleh Hannig Brand seorang dokter  dan ahli kimiawan pada tahun 1669 di Hamburg, Jerman. Ia menemukan unsur ini dengan cara ‘menyuling’ air urin melalui proses penguapan dan setelah dia menguapkan 50 ember air urin, dia baru menemukan unsur yang dia inginkan. Namanya berasal dari bahasa Latin yaitu phosphoros dari bahasa yunani yang berarti ‘pembawa terang’:nama kuno untuk planet Venus ketika tampak sebelum matahari terbit. Karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the dark). Sekarang fosfor diperoleh dari batuan fosfat [Ca 3 (PO4)2].

 

2.2 Sifat Fisika Dan Kimia

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom Fosfor, P, 15
Deret kimia Non logam
Golongan, Periode, Blok 5, 3, P
Massa atom 30.973762 g/mol
Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p3
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 5

 

Titik didih

553K, 280°C, 536°F

Kerapatan

1.82g/cc pada 300K

Gambaran

Padatan lunak, lembut berwana putih; serbuk merah kecoklatan; atau padatan coklat

Entalpi atomisasi

314.6 kJ/mol pada 25°C

Entalpi fusi

0.63 kJ/mol

Entalpi penguapan

12.43 kJ/mol

Panas penguapan

12.129kJ/mol

Titik leleh

317.45K;  44.3°C;  111.7°F

Volume molar

17 cm3/mol

Keadaan fisik (pada 20°C & 1atm)

Padatan

Panas spesifik

0.77J/gK

Tekanan uap

20.8Pa pada 44.3°C

 

2.3 Sumber Fosfor di Alam

Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik yang berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks ion besi dan kalsium pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik.

Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme.

Diperairan, bentuk unsur fosfor berubah secara terus menerus akibat proses dekomposisi dan sintesis antara bentuk organik, dan bentuk anorganik yang dilakukan oleh mikroba. Semua polifosfat mengalami hidrolisis membentuk ortofosfat. Perubahan ini bergantung pada suhu yang mendekati titik didih, perubahan polifosfat menjadi ortofosfat berlangsung cepat. Kecepatan ini meningkat dengan menurunnya nilai pH. Perubahan polifosfat menjadi ortofosfat pada air limbah yang mengandung banyak bakteri lebih cepat dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada air bersih.

 

2.4 Pembuatan/Teknik Ekstraksi

  1. 1.      Pembuatan Fosfor

Fosfor dapat diperoleh melalui reaksi batuan fosfor dari batu bara dan pasir dalam suatu pembakaran listrik. Fosfor putih dibuat dari reduksi kalsium fosfat oleh karbon.. adapun reaksi yang terjadi :

2 Ca3(PO4)2 + 6 SiO2 + 10 C →  P4 + 6 CaSiO3 + 10 CO

Fosfat putih yang lembut, seperti lilin, sangat beracun, reaktif, mudah bereaksi dengan udara lembab dan memberikan cahaya dalam gelap. Fosfor putih memiliki dua modifikasi: alfa dan beta dengan suhu transisi pada -3,8 derajat Celcius. Fosfat putih terbakar secara spontan di udara sekitar 35oC dan membentuk pentaoksida berupa ledakan, reaksi yang terjadi :

P4(s) + 5O2(g)  →  P4O10(s)

Hal ini akan menyebabkan pengaruh yang tidak baik terhadap makhluk hidup seperti : iritasi,kerusakan hati,kerusakan ginjal, kerusakan paru-paru,dan kematian. Sebagai pencegahan disimpan di bawah air.

Fosfat putih ada sebagai molekul P4 tetrahedral dan stuktur tetrahedral tetap dalam keadaan cair dan gas. Diatas suhu 800oC molekul P4 dalam gas mulai terdisosiasi menjadi molekul P2, yang memiliki energi ikatan 489,6 kJ/mol. Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk alotropi: putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau ungu) dimana suatu unsur dapat memiliki lebih dari satu struktur yang stabil biasanya terjadi pada temperature yang berbeda sehingga masing-masing memiliki sifat kimia dan fisika yang berbeda.

Jika fosfat putih dipanaskan sampai sekitar 250 oC, atau suhu yang lebih rendah dari sinar matahari selama beberapa hari, maka terbentuk fosfat merah berbentuk bubuk. Komponen utamanya diasumsikan berupa rantai yang dibentuk dengan polimerisasi molekul P4 sebagai hasil pembukaan satu ikatan P-P. Fosfor merah tidak bersifat piroforik dan tidak beracun. Fosfor merah  adalah suatu polimer padat , yang jauh kurang reaktif daripada fosfor putih. Fosfor merah lebih  stabil di udara dan tidak mudah terbakar kecuali dipanaskan sampai 400oC. fosfor merah tidak perlu disimpan di bawah air. Fosfor merah tidak larut dalam pelarut organik.

Fosfor hitam terlihat seperti serbuk grafit. Grafit adalah bentuk karbon yang digunakan dalam arang isi pensil. Fosfor hitam dapat dilakukan dengan menerapkan tekanan yang ekstrim untuk fosfor putih. Ia memiliki kerapatan 3,56-3,83 gr/cm3. Salah satu sifat yang menarik adalah bahwa ia mengalirkan arus listrik meskipun menjadi non-logam. Fosfor hitam ini lebih stabil dibandingkan fosfor merah dan putih.

  1. 2.      Reaksi Pada Fosfor

Reaksi Dengan Oksida

Asam fosfit, H3PO3

Fosfor(V) oksida bereaksi dengan air dingin menghasilkan larutan asam lemah, H3PO3 – dikenal dengan asam fosfit, asam ortofosfit atau asam fosfonat. Reaksinya dengan air panas lebih rumit.

 

Asam murninya yang tak terionkan mempunyai struktur:

Hidrogen tidak dapat dilepaskan sebagai ion hingga anda menambahkan air ke dalam asam ini, bahkan kemudian tidak ada yang dilepaskan karena asam fosfit hanya asam lemah.

Asam fosfit mempunyai pKa 2.00 yang menjadikannya lebih kuat jika dibandingkan dengan asam organik pada umumnya seperti asam etanoat (pKa = 4.76).

Ini memungkinkan untuk mereaksikan fosfor(III) oksida secara langsung dengan basa, tetapi anda perlu mengetahui apa yang terjadi jika anda mereaksikan asam fosfit dengan basa.

Pada asam fosfit, dua atom hidrogen pada gugus -OH bersifat asam, tetapi yang lainnya bukan. Itu artinya anda akan mendapatkan dua kemungkinan reaksi, sebagai contoh, reaksi dengan larutan natrium hidroksida akan tergantung pada proporsi natrium hidroksida yang direaksikan.

 

 

Pada contoh pertama, hanya satu hidrogen yang bersifat asam yang bereaksi dengan ion hidroksida membentuk basa. Pada contoh kedua (menggunakan natrium hidroksida dua kali lebih banyak), kedua hidrogen bereaksi.

Reaksi Dengan Halida

Fosfor putih bereaksi keras dengan semua halida di temperatur ruang untuk membentuk trihalida fosfor. Adapaun reaksinya diantaranya adalah

P4(s) + 5F2(g)  →  4PF3(s)

P4(s) + 5Cl2(g)  →  4PCl3(s)

Trihalida, kecuali PF3, diperoleh melalui halogenasi langsung, dengan membiarkan unsurnya berlebihan. Halogen berlebihan menghasilkan PX5. Trihalidanya terhidrolisis secara cepat dengan air dan mudah menguap; molekul gas mempunyai struktur pirimidal. Adapun reaksi fosfor halida bereaksi dengan air  membentuk asam okso adalah:

4 PCl3 + 6 H2O → P4O6 + 12 HCl

Reaksi dengan sulfida

Fosfor dan sulfur bergabung langsung diatas 100oC memberikan beberapa sulfida, yang terpenting adalah P4S3, P4S5, P4S7, dan P4S10. setiap senyawaan diperoleh dengan pemanasan sejumlah stoikimetri fosfor merah dan sulfur. P4S3 larut dalam pelarut organik seperti karbon disulfida dan benzena. P4S3 mempunyai struktur yang sama dengan P4O10. yang lainnya juga mempunyai strukturnya didasarkan atas gugus tetrahedral atom-atom fosfor dengan jembatan-jembatan P-S-P atau gugus-gugus apital P=S

 

2.5 Senyawa-Senyawa Paling Umum dengan Unsur Fosfor

  1. Diamonium fosfat ((NH4)2HPO4)
  2. kalsium fosfat dihidrogen (Ca(H2PO4)2).
  3. Trinatrium fosfat (Na3PO4),
  4. Fluor-apatit                 3 Ca3(PO4)2.CaF
  5. Karbonato-apatit         3 Ca3(PO4)2.CaCO3
  6. Hidroksi-apatit            3 Ca3(PO4)2.Ca(OH)2
  7. Oksi-apatit                  3 Ca3(PO4)2.CaO
  8. Trikalsium-fosfat         Ca3(PO4)2
  9. Dikalsium-fosfat         CaHPO4
  10. Monokalsium-fosfat   Ca(H2PO4)2

 

2.6 Manfaat

  1. Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak mungkin ada organik fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk membentuk fosfor anorganik dan akan mengubahnya menjadi organik fosfor yang dibutuhkan untuk menjadi organik fosfor yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan asam nukleat.
  2. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api,  kembang api, pestisida, odol, dan deterjen.
  3. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa.
  4. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang.
  5. bahan tambahan dalam deterjen, bahan pembersih lantai dan insektisida. Selain itu fosfor diaplikasikan pula pada LED (Light Emitting Diode) untuk menghasilkan cahaya putih.

2.7 Bahaya

Penyalahgunan fosfor menjadi Bom yang sangat mengerikan. Fosfor bom  memiliki sifat utama membakar. Menurut Ang Swee Chai, seorang perempuan, dokter ortopedis kelahiran Malaysia yang juga seorang ahli medis. Dalam bukunya ”From Beirut to Jerusalem” (Kuala Lumpur, 2002), zat fosfornya biasanya akan menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir.

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      ARSEN

 

3.1 Sejarah

Arsen, arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy.

3.1 Sejarah

Berasal dari kata Latin: arsenicum. Yunani: arsenikon, orpiment kuning, identik dengan arenikos, lelaki, dari kepercayaan Yunani bahwa logam memiliki kelamin yang berbeda; Arab: Az-zernikh, orpiment dari Persia zerni-zar, emas). Ditemukan pada tahun 1250 oleh Albertus Magnus.

Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia زرنيخ Zarnik yang berarti “orpimen kuning”. Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh, dan gejala keracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh, tes kimia sensitif untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun.

Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat campuran tersebut lebih keras. Warangan, yang sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan utama arsen. Arsen membangkitkan penampilan pamor keris dengan mempertegas kontras pada pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.

Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi elemen ini di tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.

Pada zaman Ratu Victoria di Britania Raya, arsenik dicampurkan dengan cuka dan kapur dan dimakan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan penampilan wajah mereka, membuat kulit mereka lebih putih untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja di ladang. Arsenik juga digosokkan di muka dan di lengan kaum perempuan untuk memutihkan kulit mereka. Namun ini sangat tidak dianjurkan sekarang.

3.2 Sifat Kimia dan Fisika

Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom arsenik, As, 33
Deret kimia metaloid
Golongan, Periode, Blok 15, 4, p
Penampilan Abu-abu metalik

Massa atom74,92160(2)  g/molKonfigurasi elektron[Ar] 3d10 4s2 4p3Jumlah elektron tiap kulit2, 8, 18, 5

 

 

Ciri-ciri Fisik
Fase Solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 5,727 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 5,22 g/cm³
Titik lebur 1090 K (817 °C, 1503 °F)
Titik didih subl. 887 K (614 °C, 1137 °F)
Kalor peleburan (abu-abu) 24,44 kJ/mol
Kalor penguapan 34,76 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 24,64 J/(mol·K)

 

Ciri-ciri Atom
Struktur Kristal Rhombohedral
Bilangan oksidasi ±3,5 (oksida asam lemah)
Elektronegativitas 2,18 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 947,0 kJ/mol

ke-2: 1798 kJ/mol

ke-3: 2735 kJ/molJari-jari atom115 pmJari-jari atom (terhitung)114 pmJari-jari kovalen119 pmJari-jari Van der Waals185 pm

 

3.3 Sumber Arsen di Alam

-          Alam semesta                    : 0,008 ppm

-          Kerak bumi                       : 1,8 ppm

-          Permukaan Atlantik          : 1,45 x 10 -3 ppm

-          Atlantik bagian dalam       : 1,53 x 10 -3 ppm

-          Permukaan Pasifik            : 1,45 x 10-3 ppm

-          Pasifik bagian dalam         : 1,75 x 10 -3 ppm

Arsen diperoleh sebagai As2O3 pada cerobong asap dari pemanggangan CuS, PbS, FeS, CoS, dan NiS dalam udara. Dunia memproduksi As2O3 kira-kira 50000 ton pada 1988.

3.4 Pembentukan Arsen

  1. 1.      Hidrida

Reaksi dengan hidrida membentuk AsH3 yang disebut dengan arsin. AsH3 dapat dipersiapkan oleh hidrolisis senyawa logam biner seperti Zn3As2, Mg3Sb2, atau Mg3Bi2 dengan air atau asam cair. AsH3 dibentuk dalam tes Marsh untuk senyawa As. Sebelum menggunakan analisis instrument tes ini digunakan dalam sebuah tes forensic. AsH3 lebih stabil dibanding dengan SbH3 sehingga memerlukan pemanasan yang kuat untuk membentuk dekomposisi. Selanjutnya AsH3 memberikan sebuah cermin setelah bernyala. Hidrida ini merupakan agen reduksi kuat dan reaksi dengan pelarut ion logam membentuk arsenide.

AsH3 mempunyai melting point -116,3; boiling point -62,4. Energy ikatan As-H = 247. Sudut ikat H-As-H = 91°48’ dan jarak ikatan 1,519 Å.

  1. 2.      Trihalide 

Arsen bereaksi dengan trihalida membentuk AsCl3. Trihalida mempunyai tipe dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air, tetapi produk dapat berubah tergantung dari unsure:

AsCl3  +  3H2O   →   H3AsO3  +  3HCl

  1. 3.      Pentahalida

Senyawa arsen pentahalida yaitu AsF5 dan AsCl5. AsCl5 sangat reaktif dan tidak stabil dan hanya ada sementara.

Reaksi yang menghasilkan senyawa arsen pentahalida

2As2O3  +  10F2   →   4AsF5  +  3O2

 

  1. 4.      Oksida

As4O6 diperoleh dari pembakaran logam dalam udara atau oksigen, kurang aktif unuk membentuk oksida tinggi. Pemanasan mineral sulfide As4S4 atau As2S3 dalam udara juga memberikan As4O6. As4O6 sangat beracun dan dapat larut dalam air. As4O6 bersifat amfoter ketika bereaksi dengan alkali, membentuk arsenic. Dahulu, berbagai tembaga arsenit digunakan sebagai pigmen hijau mengkilap. Dikenal dengan baik hijau Scheel Cu2As2O5 dan hijau Paris [(CH3COO)Cu2(AsO3)]. As4O6 dapat bereaksi dengan asam dan basa. Berikut reaksinya

As4O6  +  12NaOH   →   4Na3AsO+  6H2O

As4O6  +  12HCl    →   4AsCl3  +  6H2O

Arsen pentaoksida merupakan dimer dan mempunyai bentuk As4O­10 bukan As2O5. Struktur ini diperoleh dari As4O6. Setiap atom As membentuk tiga ikatan untuk atom O. Lima electron pada kulit terluar dari sebuah atom As. Tiga electron digunakan dalam ikatan, dan dua electron merupakan pasangan electron bebas,yang diletakkan di luar dari unit tetrahedral. Dalam As4O10 lone pair pada setiap atom As membentuk sebuah ikatan koordinat untuk sebuah atom oksigen. Tetapi kristalnya mengandung nomor yang sama dari [AsO6] tetrahedral dan [AsO6] octahedral yang ikut untuk berbagi sudut. As4O6 adalah agen oksidasi kuat dan oksidasi HCl untuk Cl2. As dan Sb membutuhkan oksidasi lebih drastic oleh padatan HNO3 untuk membentuk pentaoksida. As4O10 dan Sb4O10 kehilangan oksigen ketika dipanaskan dan membentuk trioksida. As4O10  larut perlahan dalam air, membnetuk asam arsenic H3AsO4. Senyawa ini merupakan asam kuat daripada asam arsenius. Garam seperti timah arsenat PbHAsO4 dan kalsium arsenat Ca3(AsO4)2 digunakan sebagai pelawan belalang, kumbang dan ngengat buah.

1.3  Ikatan

Arsen memiliki ikatan kovalen, contoh AsH3 memiliki bilangan koordinasi atom pusat 4 dengan 3 pasangan electron ikatan dan 1 pasangan electron bebas. Berdasarkan teori VSEPR molekul AsH3 berbentuk trigonal pyramidal dengan besarnya sudut ikatan H-As-H sekitar 107,3° (sudut ikatan pada NH3). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa berat molekul dari AsH3 adalah trigonal pyramidal tetap besar sudut ikatan H-As-H mendekati 90°. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembentukan ikatan As-H atom pusat menggunakan orbital p, sedangkan pasangan electron bebas menempati orbital s dari atom pusat yang secara stereokimia tidak aktif dalam pembentukan ikatan kovalen.

Konfigurasi elektron

Atom As (keadaan dasar): [Ne]    ↑↓   ↑↓  ↑↓   ↑↓  ↑↓     ↑↓          ↑     ↑     ↑

3d             4s                 4p

Atom As (dalam AsH3): [Ne]  ↑↓   ↑↓  ↑↓   ↑↓  ↑↓     ↑↓         ↑↓   ↑↓   ↑↓

3d                    4s                4p

 

Pada pembentukan ikatan As-H, electron-elektron pada orbital-orbital 4px, 4py, dan 4pz dari atom As berpasangan dengan electron pada orbital 1s dari atom-atom H, sedangkan pasangan electron bebas menempati orbital 4s dari atom As. Berdasarkan orbital-orbital atom As yang digunakan pada pembentukan ikatan sseharusnya sudut ikatan H-As-H adalah 90°, akan tetapi adanya tolakan antara inti-inti dari atom-atom hydrogen menyebabkan membesarnya sudut ikatan tersebut menjadi 92.1(1)° (Effendy,2006).

3.5 Persenyawaan

3.6 Manfaat

  1. Arsen terutama digunakan sebagai racun tikus, dalam ilmu kesehatan untuk membunuh parasit, dan untuk kayu menjadi busuk, semuanya timbul dari racun alami.
  2. As4O10 dan H3AsO4 digunakan sebagai agen oksidasi dalam analisis volumetric.
  3. Arsen digunakan dalam pembuatan perunggu dan kembang api.

3.7 Bahaya

Arsenik dan sebagian besar senyawa arsenik adalah racun yang kuat. Arsenik membunuh dengan cara merusak sistem pencernaan, yang menyebabkan kematian oleh karena shock

 

  1. 1.        ANTIMONY

 

                  

 

1.1.      Sejarah

Antimon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sb dan nomor atom 51 (Yunani: anti plus monos, logam yang tidak ditemukan sendiri). Lambangnya diambil dari bahasa LatinStibium.Antimon merupakan metaloid dan mempunyai empatalotropi bentuk.Antimon telah diketahui dalam berbagai senyawa sejak zaman kuno.Ia juga diketahui sebagai logam pada awal abad ke-17.Antimony ditemukan pada tahun 1450 dan pertama kali diuraikan secara ilmiah oleh Tholden.

 

1.2.      Sumber dan kelimpahan

Unsur ini tidak banyak, tetapi ditemukan dalam 100 spesies mineral.Kadang-kadang ditemukan sendiri, tetapi lebih sering sebagai sulfide stibnite.Bijih utama antimony (stibium) yaitu stibnite Sb2S3 yang banyak dijumpai dijumpai di Mexico, Bolivia, Afrika Selatan dan Cina. Dijumpai juga valentinit (Sb2O3) yang dikenal sebagai stibium putih.antimonlogamadalah logamyang sangatrapuhdaritekstur, bersisik kristal.Unsure ini mempunyai warnaputih kebiruandan memilikikilaumetalik.Hal ini tidakbereaksi denganudara padasuhu kamar, tapimembakarcemerlangketika dipanaskandengan pembentukanasapputih.Ini adalahkonduktorpanas yang burukdan listrik.

 

  

Kelimpahan di alam : 0.0004 ppm
 Kelimpahan di matahari : 0.001 ppm
 Kandungan di meteorit : 0.12 ppm
 Di kerak bumi : 0.2 ppm
Di perairan  Seawater: 2 x 10-4 ppm

1.3.      Sifat Fisika dan Kimia

Antimon merupakan unsur dengan warna putih keperakan, berbentuk Kristal padat yang rapuh.Daya hantar listrik (konduktivitas) dan panasnya lemah.Zat inimenyublim (menguap dari fasa padat) pada suhu rendah. Sebagai sebuah metaloid,antimony menyerupai logam dari penampilan fisiknya tetapi secara kimia ia bereaksiberbeda dari logam sejati.

 

Sifat Antimon:

  • Massa atom                                      = 121.760 (1)g/mol
  • Konfigurasi electron                                    = [Kr] 4d10 5S2 5P3
  • Jumlah elektron tiap kulit                 = 2, 8, 18, 18, 5
  • Fase                                                  = solid
  • Massa jenis (suhu kamar)                 = 6.697 g/cm3
  • Massa jenis cair pada titik lebur       = 6.53 g/cm3
  • Titik lebur                                         = 903.78 K (630.63 °C, 1167.13 °F)
  • Titik didih                                        = 1860 K (1587 °C, 2889 °F)
  • Kalor peleburan                                = 19.79 kJ/mol
  • Kalor penguapan                              = 193.43 kJ/mol
  • Kapasitas kalor                                 = (25 °C) 25.23 J/(mol・K)
  • Struktur kristal                                 = Rhombohedral
  • Bilangan oksidasi                             = −3, 3, 5
  • Elektronegatifan                              = 1,9
  • Jari-jari atom                                    = 145 pm
  • Jari-jari atom (terhitung)                  = 133 pm
  • Jari-jari kovalen                                = 138 pm
  • Konduktivitas termal                       = (300 K) 24.4 W/(m・K)
  • Energi Ionisasi ke-1                         = 834 kJ/mol
  • Energi Ionisasi ke-2                         = 1594.9 kJ/mol
  • Energi Ionisasi ke-3                         = 2440 kJ/mol

                                                                                                                                                                                      

1.4        Persenyawaan

1.4.1 Hidrida Antimon

  • Antimon membentuk stibin SbH3 yang diperoleh dari:

Mg3Sb2 + 6 HCl                      3 MgCl2 + 2SbH3

Hidrida ini bersifat basa dan tidak membentuk garam yang analog dengan ammonium dan posfonium, dan jika diuraikan dengan panas:

2SbH3                    2Sb + 3H2

Hidrida ini bersifat reduktor yang kuat, mereduksi larutan garam perak beramoniak menjadi logam perak:

SbH3+  3 Ag+                        Ag3Sb + 3H+

 

1.4.2  Oksida Antimon

  • Antimion trioksida

Antimon trioksida disediakan dengan cara memanaskan antimony atau sulfidanya dalam udara:

4Sb + 3O2                         SbO6

  • Antimon pentoksida

Antimon pentoksida terbentuk dari reaksi antara antimon dengan asam nitrat pekat:

4Sb + 2HNO3                         10 H2O + Sb4O10 + 2 NO2

 

1.4.3  Halida Antimon

  •  Trihalida

Antimon Trifluorida diperoleh dari penyulingan antara antimony dengan raksa (II) fluoridea:

3HgF2 + 2Sb                        2SbF3 + 3Hg

  • Pentahalida

Diperoleh dari gas klor yang dialirkan di antimony triklorida:

SbCl3 + Cl2                        SbCl5

1.5         Isolasi

tidakmudah untuk membuatantimondi laboratoriumseperti yangtersedia secara komersial.Antimonyditemukan di alamdalam sejumlahmineraltermasukstibnit(Sb2S3) dan ulmanite(NiSbS). Sejumlah kecilantimonaslitelah ditemukan.Beberapabijihyang dapat diobatidenganmengurangikondisiuntuk membentukSb2S3. Parasulfidaakan dihapus untukmeninggalkanunsurantimondenganbesi tua.

Sb2S3+3Fe→2Sb+3FeS

Dalam prosesanther, beberapa bijihdapat dipanaskanuntukberevolusiSb2O3oksidadan pada gilirannyadapat dikurangi denganarangdi hadapannatrium sulfat, untuk menjamin pencampuran,untuk membentukantimonunsur.

2Sb2O3+3C+3CO2→4Sb

 

1.6        Reaksi

  1. Reaksi dengan air

Ketika antimon panas merah akan bereaksi dengan air untuk membentuk antimon

(III) trioksida.

2Sb (s) + 3H2O (g) →Sb2O3 (s) + 3H2 (g)

  1. Reaksi dengan udara

Ketika antimon dipanaskan akan bereaksi dengan oksigen di udara untuk formulir

trioksida antimon (III).

4Sb (s) + 3O2 (g) →2Sb2O3 (s)

  1. Reaksi dengan halogen

Antimon bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan semua halogen untuk

membentuk antimon (III) dihalides.

2Sb (s) + 3F2 (g) →2SbF3 (s)

2Sb (s) + 3Cl2 (g)→ 2SbCl3 (s)

2Sb (s) + 3Br2 (g)→ 2SbBr3 (s)

2Sb(s) + 3I2(g)→ 2SbI3(s)

  1. Reaksi dengan asam

Antimon larut dalam asam sulfat pekat panas atau asam nitrat, untuk membentuk solusi yang mengandung Sb (III). Reaksi asam sulfat menghasilkan sulfur (IV) gas dioksida. Antimon tidak bereaksi dengan asam klorida dalam ketiadaan oksigen.

 

1.6 Kegunaan

Antimon digunakan di teknologi semikonduktor untuk membuat detektor inframerah, dioda dan peralatan Hall-effect.Ia dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan timbal. Baterai, logam anti friksi, senjata ringan dan tracer bullets (peluru penjejak), pembungkus kabel, dan produk-produk minor lainnya menggunakan sebagian besar antimon yang diproduksi.Senyawa-senyawa yang mengambil setengah lainnya adalah oksida, sulfida, natrium antimonat, dan antimon tetraklorida. Mereka digunakan untuk membuat senyawa tahan api, cat keramik, gelas dan pot.

 

1.7 Bahaya Antimon

Antimon dan senyawa-senyawanya adalah toksik (meracun).Secara klinis, gejala akibat keracunan antimon hampir mirip dengan keracunan arsen.Dalam dosis rendah, antimon menyebabkan sakit kepala dan depresi. Dalam dosis tinggi, antimony akan mengakibatkan kematian dalam beberapa hari.

  1. 2.        BISMUT

        

2.1        Sejarah

Bismut adalah suatu unsur kimia yang memiliki lambang Bi dan nomor atom 83 (Yunani: Weisse Masse, zat putih. Di kemudian hari disebut Wisuth dan Bisemutum).Pada masa awalnya, bismut sempat disangka sebagai arsen dan antimoni karena memiliki sifat kimia yang mirip. Calude Geoffroy the Younger menunjukkan bahwa bismut beda dengan timbal pada tahun 1753.Dari semua jenis logam, unsur ini paling bersifat diamagnetik dan merupakan unsur kedua setelah raksa yang memiliki konduktivitas termal terendah.

2.2        Sumber dan Kelimpahan

Di dalam kulit bumi, bismut kira-kira dua kali lebih berlimpah dari padaemas.Biasanya tidak ekonomis bila menjadikannya sebagai tambang utama.Melainkan biasanya diproduksi sebagai sampingan pemrosesan biji logam lainnyamisalnya timbal, tungsten dan campuran logam lainnya.Bismut terdapat dialam sebagai bijih sulfide dan Bi2S3 (bismuth glance) dandalam bijih tembaga, timah dan timbel. Bismut dapat diperoleh dari bijih denganproses yang sederhana yaitu dipanggang untuk memperoleh oksidasinya Bi2O3kemudian direduksi dengan karbon atau dengan H2. Bismut yang terdapat dalamsenyawanya dengan tingkat oksidasi +3 dan +5.Senyawa bismuth dengan tingkatoksidasi +5 (NaBiO3, BiF5) bersifat oksidator kuat.Semua garam bismuth (III) halide dapat dijumpai namun hanya BeF3 yang ditemui sebahai garam.Seperti halnya padatimah dan timbel, bismut (III) lebih stabil dari pada bismut (V).

Negara yang kaya bijih ini yaitu Bolivia, Tasmania, Canada, dan Amerika Serikat.Kebanyakan bismut yang diproduksi di Amerika didapatkan sebagai hasil produksi penyulingan timbal, tembaga, seng, perak dan bijih emas.Bismut memilikihambatan listrik yangtinggi, dan memiliki efek Halltertinggilogam(yaitu,peningkatan terbesar dalamhambatan listrikketika ditempatkandalam medan magnet).

Di alam: 0.0007 ppm
 Matahari : 0.01 ppm
 Meteor : 0.07 ppm
 Kerak bumi: 0.048 ppm
   Permukaan Atlantik: 5.1 x 10-8 ppm
   Permukaan Pasifik : 4 x 10-8 ppm
   Dasar Pasifik: 4 x 10-9 ppm

2.3        Sifat-sifat

Diantara logam berat lainnya, bismut tidak berbahaya seperti unsur-unsur lainseperti Timbal, Thallium and Antimon.Dulunya, bismut juga diakui sebagai elemendengan isotop yang stabil, tapi sekarang diketahui bahwa itu tidak benar.Tidak ada material lain yang lebih natural diamakentik dibandingkan bismut.Bismutmempunyai tahanan listrik yang tinggi.Ketika terbakar dengan oksigen, bismuth terbakar dengan nyala yang berwarna biru.

 

Sifat Bismut

  • Massa atom                                            = 208.98040 (1)g/mol
  • Konfigurasi elektron                              = [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p3
  • Jumlah elektron tiap kulit                       = 2, 8, 18, 32, 18, 5
  • Fase                                                        = solid
  • Massa jenis (sekitar suhu kamar)            = 9.78 g/cm3
  • Ø    Massa jenis cair pada titik lebur             = 10.05 g/cm3
  • Titik lebur                                               = 544.7 K (271.5 °C, 520.7 °F)
  • Titik didih                                              = 1837 K (1564 °C, 2847 °F)
  • Kalor peleburan                                      = 11.30 kJ/mol
  • Kalor penguapan                                    = 151 kJ/mol
  • Kapasitas kalor                                       = (25 °C) 25.52 J/(mol・K)
  • Struktur kristal                                       = Rhombohedral
  • Bilangan oksidasi                                   = 3, 5
  • Jari-jari atom                                          = 160 pm
  • Elektronegativitas                                  = 2.02
  • Jari-jari atom (terhitung)                        = 143 pm
  • Jari-jari kovalen                          = 146 pm
  • Konduktivitas termal                             = (300 K) 7.97 W/(m・K)
  • Energi Ionisasi ke-1                                = 703 kJ/mol
  • Energi Ionisasi ke-2                               = 1610kJ/mol
  • Energi Ionisasi ke-3                               = 2466 kJ/mol

 

2.4        Persenyawaan

¢ Trihidrida :  Bismutin (BiH3)

¢  Oksida bismut : Bismut trioksida (Bi2O3)

¢  Bismut hidroksida : Bi(OH)3

¢  Halida

—   Trihalida : Bismut triklorida (BiCl3), Bismut tribromida (BiBr3), Bismut triiodida (BiI3)

—   Pentahalida : Bismut pentafluorida (BiF5)

2.5        Reaksi

  1. Reaksi dengan air

Ketika bismut panas bereaksi dengan air untuk membentuk bismut (III)trioksida.

2Bi (s) + 3H2O (g) → Bi2O3 (s) + 3H2 (g)

 

  1. Reaksi dengan udara

Setelah pemanasan bismut bereaksi dengan oksigen di udara untuk formulirtrioksida bismut (III).

4Bi (s) + 3O2 (g) → 2Bi2O3 (s)

  1. Reaksi dengan halogen

Bismut bereaksi dengan fluor untuk membentuk bismut (V) fluoride.

2Bi (s) + 5F2 (g) → 2BiF5 (s)

Bismut bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan halogen fluorin, klorinbromin, dan iodin bismut (III) trihalides.

2Bi (s) + 3F2 (g) → 2BiF3 (s)

2Bi (s) + 3Cl2 (g) → 2BiCl3 (s)

2Bi (s) + 3Br2 (g) → 2BiBr3 (s)

2Bi (s) + 3I2 (g) → 2BiI3 (s)

  1. Reaksi dengan asam

Bismut larut dalam asam sulfat pekat atau asam nitrat, untuk membentuk solusiyang mengandung Bi (III). Reaksi asam sulfat menghasilkan sulfur (IV) gasdioksida. Dengan asam klorida dalam kehadiran oksigen, bismut (III) kloridayang dihasilkan.

4Bi (s) + 3O2(g) + 12HCl (aq) → 4BiCl3 (aq) + 6H2O (l)

2.6        Kegunaan

  • Bismut oxychloride digunakan dalam bidang kosmetik dan bismutsubnitrate dan subcarbonate digunakan dalam bidang obat-obatan.
  • Magnet permanen yang kuat bisa dibuat dari campuran bismanol(MnBi)dan diproduksi oleh US Naval Surface Weapons Center.
  • Bismut digunakan dalam produksi besi lunak
  • Bismut sedang dikembangkan sebagai katalis dalam pembuatanacrilic fiber
  • Bismut telah digunakan dalam peyolderan, bismut rendah racunterutamauntuk penyolderan dalam pemrosesan peralatan makanan.
  • Sebagai bahan lapisan kaca keramik

2.7         Bahaya

Bismutdapat memasuki tubuhmelalui tigacara yaitu mengisap, menelan,dan melaluipenyerapankulit.Dampakyang paling umum untukbismuttermasuk bekerja dikorelasierat denganelemen.Misalnya,seorang tukang ledengyangmenggunakan banyaksolderdapat terkenabismutdengan bernapasdalamasap darisolderdi ruang tertutup. SenyawaBismutdigunakan dalamsejumlah aplikasidi mana ia dapatdatang dalamkontak langsung dengantubuh.

 

Unsur

Sb

Bi

Kelimpahan di alam

0.0004 ppm

0.0007 ppm

Titik lebur (oC)

630,63

271,5

Titik didih (oC)

1587

1564

Nomor Atom, Konfigurasi Elektron

[Kr] 4d10 5S2 5P3

[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p3

Elektronegativitas

1.9

2,02

Energi IonisasiI(kJ/mol)nergi

834

703

Energi Ionisasi II (kJ/mol)

1594,9

1610

Energi Ionisasi III (kJ/mol)

2440

2466

Massa Jenis (g/cm3) 6.697 9.78

 

 

  1. 3.        Ununpentium

 

              

3.1    Sejarah

Penelitian ilmuwan di Institut Bersama untuk Penelitian Nuklir di Dubna, Rusia dan Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL), California percaya bahwa mereka telah membuat unsur 115, ununpentium (UUP), di Dubna, Rusia pada tahun 2003. Pekerjaan itu merupakan kolaborasi antara tim ilmu dipimpin oleh Yuri Oganessian dan Ken Moody.

Ununpentium, juga disebut eka-bismut, hanya telah disintesis beberapa kali dalam sejarah. Proses sintesis pertama terjadi pada tahun 2004, dan sekali lagi pada tahun 2006. Sejauh ini, hanya beberapa atom dari ununpentium pernah dibuat. Atom-atom mengalami peluruhan alfa ke ununtrium elemen dalam rentang waktu kurang dari 100 milidetik. Waktu sangat singkat bahwa unsur telah ada telah mengurangi studi mungkin pada elemen untuk memastikan kimia sifat dan karakteristik.

Reaksi terjadi dengan adanya perpaduan antara kalsium-48 dengan amerisium-243.Percobaan dimulai pada tanggal 14 Juli 2003 dan berakhir pada tanggal 10 Agustus 2003.Dimana ion kalsium dibentuk menjadi sinar dalam siklotron (akselerator partikel) dan menembaki lapisan target amerisium, kemudian diendapkan pada foil titanium. Empat atom dari elemen 115 (ununpentium) mungkin telah diproduksi, yang mungkin memiliki unsur alpha membusuk memproduksi 113 (ununtrium).

 

3.2    Sifat Kimia dan Fisika

 

Sifat

Keterangan

Nomor Atom

115

Simbol Unsur

Uup

Nama Unsur

Ununpentium

Berat Atom

288

Nomor Grup

15

Nama Grup

Pnictogen

Nomor Periodik

7

Blok

P

Konfigurasi Elektron

[Rn] 5f14 6d10 7S2 7P3

 

Ini pertama kali diamati pada 2003 dan sekitar 50 atom ununpentium telah disintesis sampai saat ini, dengan sekitar 25 meluruh langsung dari elemen induk yang telah terdeteksi. Empat isotop berturut-turut yang saat ini dikenal, 287-290Uup, dengan 289Uup memiliki waktu paruh terpanjang yaitu320 ms.

Isotop

Waktu Paruh

287UUP

32 ms

288UUP

87 ms

289UUP

320 ms

290UUP

23 ms

 

  1. a.        Isolasi

Ununpentium tidak ada di alam dalam bentuk apapun. Unsur ini hanya dapat disintesis dalam jumlah yang sangat menit menggunakan peralatan khusus dan prosedur.

Sintesis ununpentium dihasilkan dari bentuk-bentuk isotop dari amerisium dan kalsium. Selama prosedur ini, isotop dari amerisium, nomor 243, mengalami fusi nuklir dengan isotop kalsium, nomor 48, untuk menghasilkan dua isotop ununpentium. Isotop dari ununpentium yang diproduksi adalah nomor 287 dan 288; tujuh neutron juga diproduksi dari reaksi ini. Setelah isotop ununpentium terbentuk, mereka mengalami peluruhan alfa cepat ke ununtrium. Ununtrium dengan cepat meluruh dirinya menjadi sebuah isotop helium.

24395Am + 4820Ca → 287, 288Uup →284,283Uut→

  1. b.        Kegunaan

Ununpentium tidak memiliki aplikasi yang diketahui.

 

  1. c.       Bahaya
    Pengaruh kesehatan dari ununpentium

Karena sangat tidak stabil, setiap jumlah terbentuk akan terurai menjadi unsur-unsur lain sangat cepat sehingga tidak ada alasan untuk mempelajari dampaknya pada kesehatan manusia.

Efek ununpentium pada lingkungan

Karena sangat pendek paruh nya, tidak ada alasan untuk mempertimbangkan pengaruh ununpentium di lingkungan.

International Union of Murni dan Kimia Terapan (IUPAC) meninjau bukti untuk penemuan ununpentium selama beberapa tahun.Pada tahun 2011 mereka mengumumkan bahwa ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa unsur tersebut telah dibuat dalam siklotron.

 

 

posted by mirza mujtaba in kimia and have Comments Off

Hak-hak politik dalam perspektif Islam

ditulis oleh fuad hasan santri LTPLM (pesantren luhur) dan mahasiswa jurusan syariah UIN Maliki Malang

BAB I

PENDAHULUAN

 

Hak-hak kewarganegaraan hingga saat ini masih banyak diperbincangkan dikalangaan umat islam sendiri karena terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai hak kewarganagaraan ini terutama dalam bidang politik, namun jika dilihat dalam sejarah Islam hak-hak politik sangat  terlihat jelas bahwa antara warga muslin dan warga non muslim sangat berbeda atau dibedakan sebab pada masa sejarah Islam pada masa sejarah tersebut, hak-hak politik didominasi oleh kaum muslimin saja. Namun kita perlu membedakan antara persoalan politik dan agama, jika keduanya dicampuadukan maka baik masalah politik maupun agama akan terjadi kerancuan, ini bukan berarti harus adanya pemisahan antara agama dan Negara semacam paham sekularisme namun agama dan politik harus berjalan seiringan, seimbang (balance)dalam mengatur suatu Negara.

Kehidupan bernegara dalam Islam dudah ada sejak masa Rasullullah dan khulafa’ dan ini merupakan contoh bagi kita semua dalam hidup berwarganagara, meskipun pada masa itu umat Islam menempati posisi no satu (kelas satu) dalam pemerintahan suatu Negara namun non muslim yang menjadi warganya merasa aman, terlindungi, diberikan hak-hak kesejahteraan, kebahagian dan ketentraman yang sama dengan umat Islam mereka juga memiliki kedudukan yang sama dengan kaum muslim.

Negara-negara demokrasi terkadang belum menjamin warga negaranya untuk berdemokrasi karena demokrasi bukan hanya menjamin kebebasan tempat peribadatan dan beragama artinya demokrasi juga harus memberi kebebasan pada warga Negara yang domisilinya kecil dalam konteks muslim yang mayoritas ataupun sebaliknya kaum muslim yang minoritas yang hidup diantara kaum non muslim yang mayoritas disejumlah Negara-negara dunia untuk menikmati hak-hak demokratis persamaan politik.

 

RUMUSAN MASALAH

Apa pengertian dari hak-hak politik dan macam-macam  hak politik,bagaimana hak politik dalam perspektif Islam, serta hak-hak politik minoritas nonmuslim yang harus diketahui oleh tiap warga Negara khususnya pada kalangan akademisi fakultas syariah  sendiri sebagai penerus generasi bangsa dan sebagai bakal untuk kelak serta sebai penambahan wawasan serta pengetahuan.

 

TUJUAN MAKALAH

  1. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi hak politik warg muslim dan non muslim
  2. mempelajari hak-hak politik warga Negara muslim dan nonmuslim pada suatu pemerintahan.
  3. untuk mengetahui bagaimana hak-hak politik kaum muslim dan non muslim
  4. agar mengetahui perbedaan-perbedaan dan batasan-batasan hak-hak politik bagi warga Negara muslim maupun non muslim
  5. agar dapat membedakan hak-hak politik bagi warga Negara muslim maupun non muslim
  6. makalah ini dibuat sebagai tugas akhir pada mata kuliah fiqh siyasah

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

1. Pengertian Hak-Hak Politik

Hak-hak politik adalah hak-hak yang diperoleh seorang dalam kapasitasnya sebagai seorang anggota organisasi politik, seperti hak memilih dan dipilih,mencalonkan diri dan memegang jabatan umum dalam Negara. Hak politik juga dapat didefinisikan sebagai hak-hak dimana individu dapat memberi andil, melalui hak tersebut, dalam mengelolaah masalah-masalah Negara atau pemerintahannya.

Hak politik pada dasarnya mempunyai sifat melindungi dari pengyalahgunaan kekuasaan oleh pihak penguasa. Hak-hak politik biasanya ditetapkan dan diakui sepenuhnya oleh konstitusi berdasarkan keanggotaan sebagai warga Negara. Artinya, hak-hak ini tidak berlaku kecuali bagi warga negara  setempat, bukan warga Negara asing.

 

2.Macam-Macam Hak Politik

Menurut PBB pada piagam HAM tanggal 10 desember 1948 beberrapa hak politik adalah :

Hak untuk menpunyai dan menyatakan pendapat tanpa mengalami gangguan ( pasal 19), Hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat secara tenang (pasal 20(1)),Hak untuk ikut serta dalam pemerintahan Negara (pasal 21(1) ),Hak untuk ikut serta dalam pemilu yang dilakukan secara priode,serentak, wajar, bebas, dan rahasia (pasal 21 (3) dan lain-lain.

 

  • Menurut piagam PBB dan perjanjian hak-hak sipil dan politik serta definisi hak politik dapat diklasifikasikan menjadi tujuh macam hak politik:
  1. hak untuk memiliki dan menyatakan pendapat dengan tenang
  2. hak untuk berserikat dan berkumpul
  3. hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan Negara
  4. hak untuk ikut serta dalam pemilu
  5. hak kebebasan menentukan status politik
  6. hak untuk memilih dan dipilih
  7. hak untuk mencalonkan diri dan memegang jabatan umum dalam Negara.

 

3. Hak-hak politik dalam perspektif Islam

  • Menurut Al-Maududi ada beberapa hak politik yang diakui dalam Islam:
  1. hak kebebasan untuk mengeluarkan pokok pikiran, pendapat, dan keyakinan.
  2. Hak untuk berserikat dan berkumpul
  3. Hak untuk memilih dan dipilih sebagai kepala Negara
  4. Hak untuk menduduki jabatan umum dalam pemerintahan Negara
  5. Hak untuk menilih atau dipilih sebagai ketua atua anggota dewan permusyawaratan rakyat (DPR)
  6. Hak untuk memberikan  suara dalam pemilu

Ia tidak menyetujui pengisian jabatan kepala negara dan anggoata dewan. rakyat yang memilih namun ia menbenarkan jika pengisian jabatan kepala Negara maupun anggota dengan jalan pemilihan, Ia tidak membenarkan adanya kampanyedan tidak pula pembebtukan kelompok-kelompok atau partai-partai.

  • Menurut Abd Al-karim jaidan beberapa hak politik yang bisa dinikmati oleh rakyat atau warga Negara sebuah komunitas Islam :
  1. Hak untuk memilih dan dipilih sebagi kepala Negara baik langsung maupun melalui perwakilan
  2. Hak musyawarah atau hak untuk berpartisipasi dalam menberikan ide, saran, dan kritik yang konstrutif kepada para penyelenggara terpilih
  3. Hak memecat atau mecopot dari jabatannya
  4. Hak untuk mencalonkan diri untuk jabatan kepala Negara atau presiden
  5. Hak untuk menduduki jabatan umum dalam pemerintahan

 

  • Menurut Ali Bahnasawi ada empat macam hak politik yamg lain:
  1. Hak untuk mendirikan partai politik guna berkompetisi secara sehat untuk memperbaiki kondisi social dan politik
  2. Hak untuk berkoalisi dengan tokoh individu dan partai-partai lain
  3. Hak untuk beroposisi guna menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi mungkar
  4. Hak untuk memperoleh dan suara politik

 

  • Menurut Muhammad Anis Kosom Ja’far hak politik ada taiga macam:
  1. Hak untuk mengungkapkan pendapat dalam pemilihan referendum
  2. Hak untuk mencalonkan diri menjadi anggota lembaga perwakilan dan lembaga setempat
  3. Hak mencalonkan diri menjadi presiden, dan hal-hal yang lain yang mengandung persekutuan dan penyampaian pendapat yang berkaitan dengan politik.

 

4. Hak-Hak Politik Minoritas Non Muslim  

Untuk mendapatkan haknya umat muslim mendapat semua haknya manun tidak dengan kaum yang minoritas non muslim mereka tida mendapatkan seluruh hak yang dapat dinikmati orang muslim. Akan tetapi ada beberapa pendapat dalam hal ini terdapat beberapa pendapat yang memposiskan umat non muslim dalam mendapatkan haknya.

Yang pertama yang mempertahankan konsep dzimi harbi, seperti Al-Maududi yang menyatakan bahwa semua jabatan pemerintahan, kecuali sedikit jabatan kunci seperti jabatan kepala Negara  tidak terbuka untuk kaum dzimi dengan kata lain hanya orang islamlah yang berhak menduduki jabatan tersebut.

Argumentasi ini berdasarkan pada ayat An-nur ayat 55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.”  

 

Menurut Dr Majid Khaduri menyebut bahwa Ahl Al-dzimi tidak mendapat mendapatkan dan kewarganeraan secara sempurna.

Menurut syafe’I ia juga berpendapat kaum dzimi mempunyai hak yang sama seperti orang Isalam, termasuk hak menjadi mentri atau posisi lain kecuali kepala Negara atau khalifah

Menurut Al-Qordawi ialah bahwa Ahl-dzimi memiliki hak untuk menduduki jabatan-jabatan dalam pemerintahan seperti halnya kaum muslim kecuali jabatan-jabatan yang memiliki warna keagamaan seperti jabataan sebagai imam atau kepala Negara, panglima tentara, hakim,untuk kaum muslimin penanggungjawab urusan zakat dan shadaqah.

Yang kedua ialah yang menolak konsep dzimi harbi guna menghindaridiskrminasi terhadap warga Negara sebaliknya pendapat orang-orang  nonmuslim dalam sebuah agama.Islam adalah warga Negara yang penuh dengan hak-hak yang sama sebagaimana orang Islam, termasuk untuk menjadi calon kepala Negara.seperti halnya Abdurrahman Wahid yang menyatakan bahwa orang-orang nonmuslim merupakan warga Negara yang memiliki hak penuh, termasuk hak untuk menjadi kepala Negara di Negara Islam. Dan Ia tidak setuju bila ayat 28 Al-imron yang dijadiakan sebagai alasan untuk tidak membolehkan nonmuslim menjadi kepala Negara dalam sebuah Negara Islam. Karena yang dilarang Allah adalah menjadikan mereka “aulia”yang berarti teman atau pelindung, bukan umara yang berarti penguasa.

Menurut pendapat Abduh menyatakan bahwa baik muslim ataupun nonomuslim punya hak yang sama dalam kehidupan  social politik,dan tidak ada keistimewaan bagi orang muslim.

Dalam hal ini seharusnya jika dapat merealisasikan hak-hak kewarganagaraan dalam berdemokrasi terutama pada kancah politik dinegara-negara baik yang mayoritasnya muslim atau sebaliknta kaum muslim yang menjadi meinoritas,sehingga tidak adanya diskriminasi dalam kancah perpolitikan baik warga Negara muslim maupun warga Negara nonmuslim.

Namun menurut pendapat saya jika ada dari kaum muslimin sendiri yang pantas, berkapasitas serta berhak dalam berpolitik terutama sebagai kepala Negara ataupun jabatan lainnya dan memiliki kemampuan untuk itu maka alangkah baiknya jiak mereka yang diutamakan karena pada dasarnya sebagaimana pendapat para ulama yang pertama mereka berhak mendapatkan hak-hak sebagaimana kaum muslim kecuali hak berpolitik sebagai kepala Negara karena pada dasarnya Al-qur’an sendiri memerintahkan agar seoarng pemimipim harus bisa mengayomi rakyaatnya,tanpa terkecuali baik muslim maupun nonmuslim .

Sebaliknya dapat kita lihat jika kaum nonmuslim yang memerintah maka ada pendeskripsian tersendiri bagi kaum muslim ini terlihat bagaimana cara Negara-negara barat sepertiUSAdan lain-lain menjajah Negara-negara muslim sepertiIrak,Irandan lain-lain.ini terkesan bahwa mereka kaum nonmuslim akan memerangi kita  kaum muslim, ini dapat dilihat pada firman Allah padasuratAl-baqarah ayat 120

“dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka . katakanlah “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran)sampai kepadamu,tidak ada lagi bagimu pelindung dan penolong dari Allah”

Ayat tersebut harus diperhatikan dan ditinjau kembali agar kita kaum muslim tidak terpecah belah dan dapat hidup damai, tentram, sejahtera dan aman.Dapat berdampingan dengan kaum nonmuslim dan dapat saling menghargai, menolong,antar kaum lainya.Dalam suatu pemerintahan baik warga Negara maupun pemerintah harus saling memberi timbal balik yang seimbang artinya  pemerintah harus memberi yang terbaik untuk rakyatnya tanpa melihat siapa tapi semuanya sama, dan rakyat harus mentaatinya sebagai kewajiban, namun ketika kita harus mentaati pemerintah yang keluar dari koridor Allah dan rasulnya maka ini ini bukan suatu yang demokrasi melainkan sebuah  kepemimpinan yang otoriter, sedangkan firman Allah pada surat                 ayat

Dalam ayat ini jika pemimpin tidak mentaati Allah dan rasulnya maka ia tidak wajib ditaati.

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Pada dasarnya kaum muslim dan kaum nonmuslim mempunyai hak-hak dan batasan tertentu dalam hak kebebasan politik menurut Islam untuk menjadi kepala Negara disebuah Negara baik yang mayoritasnya nonmuslim dan minorotasnya kaum muslim  seperti Amerika serikat dan Negara-negara lainnya atau sebaliknya yang mayoritasnya kaum muslim dan minoritas kaum non muslim seperti Indonesiadan Negara-negara lainnya keragaman penduduk ini semua memilikii hak politik yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat dalam masalah politik, hak berserikat dan berkumpul, hak untuk memilih dan dipilih dalam jabatan umum pemerintahan maupun  sebagai ketua dan anggota dewan permusyawaratan, hak untuk memberi suara pada pemilihan umum ini tergantung personal yang menggunakannya konsep-konsep pada para pemikir islam yang telah dibahas.

Negara hendaknya memelihara agama yang dapat mengatur dunia,sehingga kehidupan  umat manusia didunia ini akan bahagia secara umum kehidupan kaum non muslim yang berada dibawah naungan kaun islandm sebagaimana pada zaman rasul dan khulafa’ hidup damai,dihargai hak-hak asainya termasuk hak politik.

Makalah ini hanya sebatas penambah wawasan dan pengetahuan bagi tiap warga Negara pada umumnya dan bagi kalangan akademisi khususnya, dan apabila pada penulisan dan pemaparan makalah terdapat banyak kesalahan atau kekeliruan penulis mohon maaf dan kepada Allah penulis mohon Ampun. Makalah ini tidak luput dari berbagai kekeliruan baik dalam penjelasan maupun cara penulisan oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari berbagai kalangan baik teman-teman akademisi ataupun dosen pembimbing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

posted by mirza mujtaba in halaqoh and have Comments Off