RSS
 

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

10 Oct

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

“PENGENALAN ALAT DAN RUANG LABORATORIUM”

 

 

Disusun Oleh:

                                                                                           Nama            : Muhammad Nazri Emir

NIM              : 115040201111198

Kelompok     : Senin, 13.20

Asisten         : Abu Hanifa

 

Program Studi Agroekoteknologi

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Malang

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bioteknologi sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi pada ilmu terapan dan ilmu lain seperti biokimia, biologi molekuler, mikro biologi, genetika dan lain sebagainya. Bioteknologi juga menerapkan sistem perhitungan seperti pada statistika yang memudahkan kita untuk memporeh sebuah data dari apa yang kita uji sehingga dapat memperoleh hasil/nilai yang signifikan.

Bioteknologi juga digunakan dalam bidang pertanian misalnya dalam rekayasa genetika tanaman. Namun, seiring dengan kemajuan bioteknologi, hal ini tidak lepas dari kontroversi yang menghampirinya. Kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya seperti contoh Kloning dan rekayasa genetik terhadap tanaman pangan yang mendapat kecaman dari berbagai golongan.

 

1.2 Tujuan

Praktikum bioteknologi ini dilkukan dengan tujuan untuk mengetahui pengertian dari bioteknologi, peran bioteknologi, alat-alat yang digunakan dalam praktikum bioteknologi serta ruangan-ruangan yang terdapat pada laboratorium bioteknologi.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Bioteknologi

v  Bioteknologi tanaman adalah kelompok keilmuan yang mempelajari tentang fenomena biologis tumbuhan terutama tumbuhan tropis, juga mengembangkan perekayasaan pada tingkat molekuler, seluler sampai pada tingkat ekosistem.

(Yuwono, 2006)

v  Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkahol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

(Susilowarno, 2009)

v  Plant biotechnology is a device offers a break though opportunity to solve problems in technical culture and health of plants that can not or are too expensive and/or to long solved using conventional technology.

(Choudlary, 2008)

2.2 Peran Bioteknologi Bagi Pemuliaan Tanaman

 

Perkembangan dan kemajuan teknologi yang dicapai dalam bidang molekuler telah melahirkan dan mengembangkan teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik. Rekayasa genetik atau rekombinan DNA merupakan suatu kumpulan tekhnik-tekhnik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan melipatgandakan suatu fragmen dari material genetik (DNA) dalam bentuk murninya. Manipulas-manipulasi tersebut dilakukan secara invitro dengan menggunakan material-material biologi.

Peran bioteknologi diantaranya:

  1. Untuk menghasilkan tanaman kebal terhadap serangan insekta.
  2. Merekayasa tanaman sebagai pembunuh serangga.
  3. Mempermudah pengelolaan pangan.

 (Susilowarno, 2009)

2.3 Pembagian Ruangan Laboratorium Bioteknologi Standar Internasional

 

Laboratorium bioteknologi pada dasarnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian ruang persiapan media dan bahan tanam, kemudian ruang inkubasi atau penanaman dan ruang penyimpanan eksplan yang sudah ditanam atau sedang dalam proses penanaman.

 

2.3.1 Ruang Persiapan Media dan Bahan Tanam

 

Di dalam ruang pesiapan ini ditempatkan bahan kimia, air suling, alat-alat dari gelas, alat steril yaitu autoclave  dan microwave/oven. Hot place dan magnetik stirer untuk memasak media agar pH meter untuk mengukur keasaman media. Timbangan 5 desimal dan 2 desimal. Refrigerator dan freezeer diperlukan untuk menyimpan media yang belum diapakai (stock solution) dan hormon zat tumbuh (ZPT). Rak tempat tabung dan kereta untuk mengangkut media dari ruang satu ke ruang dua.

(Wardiati, T., 1998)

 

2.3.2 Ruang Inokulasi

 

Dalam ruang ini disediakan transfer box/Laminar Air Flow Cabinet (LAF) yang dapat disterilkan dengan Lampu Ultra Violet (LUV). Ruang disini harus bersih dan nyaman untuk bekerja, karena kunci terletak pada kepandaian/kerapian waktu inokulasi. Bahan yang harus tersedia ialah alkohol, formalin, kertas tissue, dissecting set, lampu spirtus atau bunsen burner dan sprayer, botol plastik, mikroskop stereo juga harus tersedia untuk mengisolasi meristem apeks, tepung sari atau mengamati pertumbuhan organ.

(Wardiati, T, 1998)

2.3.3 Ruang Penanaman

 

Ruang penanaman ini merupakan ruangan yang dipakai untuk menumbuhbiakkan dengan membutuhkan syarat-syarat tertentu. Harus ada Air Conditioner (AC) untuk mengatur suhu, kelembaban dan sirkulasi udara. Cahaya pada umumnya memerlukan intensitas antara 1000-3000 lux dengan panjang hari 12-16  jam. Untuk penggunaan media cair disediakan pengocok (shacker) dengan gerak berputar (centrifugal) atau bolak-balik (reciprokal). Rak-rak dari besi untuk meletakkan tabung-tabung yang berisi tanaman yang sedang dibiakkan. Setiap tingkatan rak diberi lampu TL 40 watt dengan sinar putih untuk setiap luasan 1 m2. Jumlah lampu disesuaikan dengan kebutuhan karena setiap spesies tanaman memerlukan intensitas cahaya yang berbeda-beda, dengan kisaran 1000-3000 lux. Suhu optimal yang umumnya dipakai antara kisaran 60-85%, namum dengan pemberian AC maka kelembaban bisa ditekan menjadi 60 % atau kurang sehingga memperkecil kemungkinan berkembangnya jamur atau bakteri.

(Wardiati. T, 1998)

 

 

2.4 Standar Keselamatan di Laboratorium Bioteknologi

 

Terdapat beberapa standard keselamatan yang harus diperhatikan di dalam Laboratorium Bioteknologi, diantaranya adalah:

 

  1. Rencanakan sebelumnya, tentukan potensi bahaya yang terkait sebelum memulai eksperimen siapkan rencana untuk menangani limbah yang dihasilkan di laboratorium sebelum memulai pekerjaan apapun.
  2. Batasi paparan terhadap bahan kimia. Jangan sampai bahan kimia laboratorium bersentuhan dengan tubuh dan menggunakan perlindungan diri seperti  masker dan sarung tangan.
  3. Jangan menganggap remeh resiko yang dapat terjadi.
  4. Bersiaplah terhadap kecelakaan sebelum memulai eksperimen, ketahui terlebih dahulu tindakan-tindakan tertentu yang harus diambil jika terjadi pelepasan zat berbahaya secara tidak sengaja dan ketahui letak semua peralatan keselamatan.
  5. Bersiaplah memberikan tindakan darurat dasar, selalu beritahukan aktivitas anda kepada teman /rekan anda agar mereka dapat menanggapi secara tepat.

(Iqbal, 2008)

 

 

BAB III

HASIL

 

3.1 Alat

 

Erlenmeyer

Erlenmeyer merupakan sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet.2.

Beaker Glass

Beaker glass adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan.3.

Autoclave

Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit4.

Waterbath

Waterbath adalah Oven atau bisa disebut juga Penangas air yang fungsi utamanya adalah untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisis mikrobiologi5.

Spektofotometer

Spektofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet.6.

 

Pipet Ukur

Pipet Ukur adalah alat yang terbuat dari gelas, berbentuk seperti gambar disamping. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Gunakan bulp atau pipet pump untuk menyedot larutan.7.

 

Pinset

Pinset merupakan alat yang digunakan untuk mengambil benda-benda yang kecil, yang tidak dapat diambil dengan menggunakan tangan seperti biasanya. Pinset memiliki ujung yang tajam/runcing sehingga dapat memudahkan kita untuk mengambil benda dalam ukuran kecil8.

 Tabung Reaksi

Tabung Reaksi adalah tabung genggam yang digunakan untuk mencampur atau memanaskan bahan-bahan kimia di laboratorium. Tabung tersebutterbuka dibagian atas dan dasar tabung yang bulat. tabung Reaksi biasanya terbuat dari bahan kaca atau plastik.9.

Sentrifus

Sentrifus adalah sebuah peralatan yang sangat dibutuhkan dalam pemisahan partikulat padat dalam cairan. Sentrifus banyak digunakan dalam pemisahanan partikulat biologis seperti DNA, protein dan lain-lain.10.

 

 

Laminar Air Flow (LAF)

Laminar Air Flow (LAF) digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis. Prinsip penaseptisan suatu ruangan berdasarkan alira udara keluar dengan kontaminasi udara dapat diminimalkan

 

Polymerase Chain Reaction (PCR)

PCR (polymerase chain reaction) merupakan teknik untuk memperbanyak jumlah DNA melalui sebuah mesin (mesin PCR, bisa dilihat dalam Alat-alat Bioteknologi). Tehnik ini merupakan teknik dasar di bidang bioteknologi.

 

 

3.2 Ruangan Laboratorium

 

3.2.1 Ruang Persiapan

 

Ruang persiapan atau dapat juga disebut ruangan pembuat media, digunakan sebagai tempat persiapan awal dimana kita menyiapkan media kultur dan bahan tanam yang akan digunakan. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat gelas yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Persiapan yang dilakukan di ruangan ini meliputi penimbangan bahan, penuangan ke dalam wadah kultur dan sterilisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.2 Ruang Inkubasi

 

Ruangan ini harus dijaga kebersihannya dan sebisa mungkin dihindarkan dari orang yang tidak berkepentingan yang berlalu lalang. Di tempat ini terdapat botol ukur yang biasanya disusun pada rak-rak terbuka dan umumnya lapisan susunan berkisar antara 40-50 cm dan diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan pemeriksaan kultur. Penempatan botol kulutr didalam ruang inkubasi diatur pada setiap tingkat rak dengan jarak antar botol sekitar 3-5 cm.

 

3.2.3 Ruang Kultur

Ruangan ini merupakan ruangan yang bersifat aseptik. Di dalam ruangan ini dilakukan kegiatan isolasi yang meliputi pengambilan tanaman. Sterilisasi dan penanaman eksplan media. Ruangan ini wajib bebas dari debu atau semacamnya serta hewan kecil yang masuk dari ruangan lain. Pintu masuk diusahakan selalu ditutup dan diusahakan menggunakan Air Conditioner (AC). Antara ruang transfer dengan ruang kultur ini perlu dibersihkan dengan bahan pembersih dan penghilang kuman agar kesteriliannya tetap terjaga.

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Bioteknologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Peran bioteknologi tanaman dalam pemuliaan tanaman adalah dalam proses rekayasa genetik.

Laboratorium bioteknologi terdiri dalam bebearapa ruangan, yaitu ruang persiapan, ruang inkubasi dan ruang kultur. Perlengkapan yang digunakan dalam laboratorium terdiri dari alat gelas, non gelas, alat ukur, alat sterilisasi, alat pemanas, timbangan, dan lain-lain.

 

4.2 Saran

Harapannya, untuk kedepan makin mantab dan dapat paham materi yang diberikan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.google.co.id/wikipedia.com/biotekno

            logy.html. Diakses tanggal 4 Oktober 2012.

Choudhary, M.I., 2008. Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Kimia. Yudsitira:Jakarta.

Iqbal, Hanafi, 2008. Bioteknologi. UB Press. FMIPA UB. Malang.

Susilowarno, G.R., 2009. Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010.     Biologi SMA/MA. Grasindo:Jakarta.

Wardiati, Tantowi., 1998. Alat-Alat Kimia. UGM Press. Yogyakarta.

Yuwono, Triwibowo, 2006. Bioteknologi Edisi II. UGM Pess             Yogyakarta.

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*