RSS
 

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

10 Oct

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

“PENGENALAN ALAT DAN RUANG LABORATORIUM”

 

 

Disusun Oleh:

                                                                                           Nama            : Muhammad Nazri Emir

NIM              : 115040201111198

Kelompok     : Senin, 13.20

Asisten         : Abu Hanifa

 

Program Studi Agroekoteknologi

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Malang

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bioteknologi sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi pada ilmu terapan dan ilmu lain seperti biokimia, biologi molekuler, mikro biologi, genetika dan lain sebagainya. Bioteknologi juga menerapkan sistem perhitungan seperti pada statistika yang memudahkan kita untuk memporeh sebuah data dari apa yang kita uji sehingga dapat memperoleh hasil/nilai yang signifikan.

Bioteknologi juga digunakan dalam bidang pertanian misalnya dalam rekayasa genetika tanaman. Namun, seiring dengan kemajuan bioteknologi, hal ini tidak lepas dari kontroversi yang menghampirinya. Kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya seperti contoh Kloning dan rekayasa genetik terhadap tanaman pangan yang mendapat kecaman dari berbagai golongan.

 

1.2 Tujuan

Praktikum bioteknologi ini dilkukan dengan tujuan untuk mengetahui pengertian dari bioteknologi, peran bioteknologi, alat-alat yang digunakan dalam praktikum bioteknologi serta ruangan-ruangan yang terdapat pada laboratorium bioteknologi.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Bioteknologi

v  Bioteknologi tanaman adalah kelompok keilmuan yang mempelajari tentang fenomena biologis tumbuhan terutama tumbuhan tropis, juga mengembangkan perekayasaan pada tingkat molekuler, seluler sampai pada tingkat ekosistem.

(Yuwono, 2006)

v  Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkahol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

(Susilowarno, 2009)

v  Plant biotechnology is a device offers a break though opportunity to solve problems in technical culture and health of plants that can not or are too expensive and/or to long solved using conventional technology.

(Choudlary, 2008)

2.2 Peran Bioteknologi Bagi Pemuliaan Tanaman

 

Perkembangan dan kemajuan teknologi yang dicapai dalam bidang molekuler telah melahirkan dan mengembangkan teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik. Rekayasa genetik atau rekombinan DNA merupakan suatu kumpulan tekhnik-tekhnik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan melipatgandakan suatu fragmen dari material genetik (DNA) dalam bentuk murninya. Manipulas-manipulasi tersebut dilakukan secara invitro dengan menggunakan material-material biologi.

Peran bioteknologi diantaranya:

  1. Untuk menghasilkan tanaman kebal terhadap serangan insekta.
  2. Merekayasa tanaman sebagai pembunuh serangga.
  3. Mempermudah pengelolaan pangan.

 (Susilowarno, 2009)

2.3 Pembagian Ruangan Laboratorium Bioteknologi Standar Internasional

 

Laboratorium bioteknologi pada dasarnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian ruang persiapan media dan bahan tanam, kemudian ruang inkubasi atau penanaman dan ruang penyimpanan eksplan yang sudah ditanam atau sedang dalam proses penanaman.

 

2.3.1 Ruang Persiapan Media dan Bahan Tanam

 

Di dalam ruang pesiapan ini ditempatkan bahan kimia, air suling, alat-alat dari gelas, alat steril yaitu autoclave  dan microwave/oven. Hot place dan magnetik stirer untuk memasak media agar pH meter untuk mengukur keasaman media. Timbangan 5 desimal dan 2 desimal. Refrigerator dan freezeer diperlukan untuk menyimpan media yang belum diapakai (stock solution) dan hormon zat tumbuh (ZPT). Rak tempat tabung dan kereta untuk mengangkut media dari ruang satu ke ruang dua.

(Wardiati, T., 1998)

 

2.3.2 Ruang Inokulasi

 

Dalam ruang ini disediakan transfer box/Laminar Air Flow Cabinet (LAF) yang dapat disterilkan dengan Lampu Ultra Violet (LUV). Ruang disini harus bersih dan nyaman untuk bekerja, karena kunci terletak pada kepandaian/kerapian waktu inokulasi. Bahan yang harus tersedia ialah alkohol, formalin, kertas tissue, dissecting set, lampu spirtus atau bunsen burner dan sprayer, botol plastik, mikroskop stereo juga harus tersedia untuk mengisolasi meristem apeks, tepung sari atau mengamati pertumbuhan organ.

(Wardiati, T, 1998)

2.3.3 Ruang Penanaman

 

Ruang penanaman ini merupakan ruangan yang dipakai untuk menumbuhbiakkan dengan membutuhkan syarat-syarat tertentu. Harus ada Air Conditioner (AC) untuk mengatur suhu, kelembaban dan sirkulasi udara. Cahaya pada umumnya memerlukan intensitas antara 1000-3000 lux dengan panjang hari 12-16  jam. Untuk penggunaan media cair disediakan pengocok (shacker) dengan gerak berputar (centrifugal) atau bolak-balik (reciprokal). Rak-rak dari besi untuk meletakkan tabung-tabung yang berisi tanaman yang sedang dibiakkan. Setiap tingkatan rak diberi lampu TL 40 watt dengan sinar putih untuk setiap luasan 1 m2. Jumlah lampu disesuaikan dengan kebutuhan karena setiap spesies tanaman memerlukan intensitas cahaya yang berbeda-beda, dengan kisaran 1000-3000 lux. Suhu optimal yang umumnya dipakai antara kisaran 60-85%, namum dengan pemberian AC maka kelembaban bisa ditekan menjadi 60 % atau kurang sehingga memperkecil kemungkinan berkembangnya jamur atau bakteri.

(Wardiati. T, 1998)

 

 

2.4 Standar Keselamatan di Laboratorium Bioteknologi

 

Terdapat beberapa standard keselamatan yang harus diperhatikan di dalam Laboratorium Bioteknologi, diantaranya adalah:

 

  1. Rencanakan sebelumnya, tentukan potensi bahaya yang terkait sebelum memulai eksperimen siapkan rencana untuk menangani limbah yang dihasilkan di laboratorium sebelum memulai pekerjaan apapun.
  2. Batasi paparan terhadap bahan kimia. Jangan sampai bahan kimia laboratorium bersentuhan dengan tubuh dan menggunakan perlindungan diri seperti  masker dan sarung tangan.
  3. Jangan menganggap remeh resiko yang dapat terjadi.
  4. Bersiaplah terhadap kecelakaan sebelum memulai eksperimen, ketahui terlebih dahulu tindakan-tindakan tertentu yang harus diambil jika terjadi pelepasan zat berbahaya secara tidak sengaja dan ketahui letak semua peralatan keselamatan.
  5. Bersiaplah memberikan tindakan darurat dasar, selalu beritahukan aktivitas anda kepada teman /rekan anda agar mereka dapat menanggapi secara tepat.

(Iqbal, 2008)

 

 

BAB III

HASIL

 

3.1 Alat

 

Erlenmeyer

Erlenmeyer merupakan sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet.2.

Beaker Glass

Beaker glass adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan.3.

Autoclave

Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit4.

Waterbath

Waterbath adalah Oven atau bisa disebut juga Penangas air yang fungsi utamanya adalah untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisis mikrobiologi5.

Spektofotometer

Spektofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet.6.

 

Pipet Ukur

Pipet Ukur adalah alat yang terbuat dari gelas, berbentuk seperti gambar disamping. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Gunakan bulp atau pipet pump untuk menyedot larutan.7.

 

Pinset

Pinset merupakan alat yang digunakan untuk mengambil benda-benda yang kecil, yang tidak dapat diambil dengan menggunakan tangan seperti biasanya. Pinset memiliki ujung yang tajam/runcing sehingga dapat memudahkan kita untuk mengambil benda dalam ukuran kecil8.

 Tabung Reaksi

Tabung Reaksi adalah tabung genggam yang digunakan untuk mencampur atau memanaskan bahan-bahan kimia di laboratorium. Tabung tersebutterbuka dibagian atas dan dasar tabung yang bulat. tabung Reaksi biasanya terbuat dari bahan kaca atau plastik.9.

Sentrifus

Sentrifus adalah sebuah peralatan yang sangat dibutuhkan dalam pemisahan partikulat padat dalam cairan. Sentrifus banyak digunakan dalam pemisahanan partikulat biologis seperti DNA, protein dan lain-lain.10.

 

 

Laminar Air Flow (LAF)

Laminar Air Flow (LAF) digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis. Prinsip penaseptisan suatu ruangan berdasarkan alira udara keluar dengan kontaminasi udara dapat diminimalkan

 

Polymerase Chain Reaction (PCR)

PCR (polymerase chain reaction) merupakan teknik untuk memperbanyak jumlah DNA melalui sebuah mesin (mesin PCR, bisa dilihat dalam Alat-alat Bioteknologi). Tehnik ini merupakan teknik dasar di bidang bioteknologi.

 

 

3.2 Ruangan Laboratorium

 

3.2.1 Ruang Persiapan

 

Ruang persiapan atau dapat juga disebut ruangan pembuat media, digunakan sebagai tempat persiapan awal dimana kita menyiapkan media kultur dan bahan tanam yang akan digunakan. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat gelas yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Persiapan yang dilakukan di ruangan ini meliputi penimbangan bahan, penuangan ke dalam wadah kultur dan sterilisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.2 Ruang Inkubasi

 

Ruangan ini harus dijaga kebersihannya dan sebisa mungkin dihindarkan dari orang yang tidak berkepentingan yang berlalu lalang. Di tempat ini terdapat botol ukur yang biasanya disusun pada rak-rak terbuka dan umumnya lapisan susunan berkisar antara 40-50 cm dan diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan pemeriksaan kultur. Penempatan botol kulutr didalam ruang inkubasi diatur pada setiap tingkat rak dengan jarak antar botol sekitar 3-5 cm.

 

3.2.3 Ruang Kultur

Ruangan ini merupakan ruangan yang bersifat aseptik. Di dalam ruangan ini dilakukan kegiatan isolasi yang meliputi pengambilan tanaman. Sterilisasi dan penanaman eksplan media. Ruangan ini wajib bebas dari debu atau semacamnya serta hewan kecil yang masuk dari ruangan lain. Pintu masuk diusahakan selalu ditutup dan diusahakan menggunakan Air Conditioner (AC). Antara ruang transfer dengan ruang kultur ini perlu dibersihkan dengan bahan pembersih dan penghilang kuman agar kesteriliannya tetap terjaga.

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Bioteknologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Peran bioteknologi tanaman dalam pemuliaan tanaman adalah dalam proses rekayasa genetik.

Laboratorium bioteknologi terdiri dalam bebearapa ruangan, yaitu ruang persiapan, ruang inkubasi dan ruang kultur. Perlengkapan yang digunakan dalam laboratorium terdiri dari alat gelas, non gelas, alat ukur, alat sterilisasi, alat pemanas, timbangan, dan lain-lain.

 

4.2 Saran

Harapannya, untuk kedepan makin mantab dan dapat paham materi yang diberikan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.google.co.id/wikipedia.com/biotekno

            logy.html. Diakses tanggal 4 Oktober 2012.

Choudhary, M.I., 2008. Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Kimia. Yudsitira:Jakarta.

Iqbal, Hanafi, 2008. Bioteknologi. UB Press. FMIPA UB. Malang.

Susilowarno, G.R., 2009. Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010.     Biologi SMA/MA. Grasindo:Jakarta.

Wardiati, Tantowi., 1998. Alat-Alat Kimia. UGM Press. Yogyakarta.

Yuwono, Triwibowo, 2006. Bioteknologi Edisi II. UGM Pess             Yogyakarta.

 
 

MENYERBUK SENDIRI PADA TANAMAN PADI

26 Jun

MAKALAH PEMULIAAN TANAMAN

MENYERBUK SENDIRI PADA TANAMAN PADI

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

(Kelompok 5)

 

ARDAN RIZKI NABILA           115040200111045

EKO RAHMAT SHOUMI                   115040201111010

MUHAMMAD NAZRI EMIR   115040201111198

PENI PRATIWI                         115040207111030

ENDAH SETIYO RINI              115040207111038

 

 

 

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Padi adalah salah satu tanaman pangan yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.  Padi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi selain jagung dan gandum.  Indonesia merupakan salah satu pengkonsumsi beras yang merupakan produk dari tanaman padi ini.  Padi merupakan tanaman yang identik dengan hidup secara tergenang oleh air.

Tanaman padi merupakan tanaman semusim yang berakar serabut, berbatang pendek, struktur yang serupa dengan batang terdiri dari pelepah daun yang saling menopang.  Daun pada tanaman padi merupakan daun yang sempurna dengan pelepah yang tegak, daun ini berbentuk lanset dan berwarna hhijau muda hingga hijau tua, urat daunnya sejajar dan tertutup oleh rambut daun yang pendek serta jarang. Tanaman padi memiliki buah dengan tipe bulir yang tidak dapat dibedakan mana buah dan mana yang bijinya.  Bentuk dari buahnya yaitu bulat lonjong dengan ukuran 3 mm sampai 15 mm yang ditutupi oleh palea dan lemma atau yang kita kenal dengan sekam.

Persilangan tanaman padi dapat berlangsung secara alami dan buatan (Soedyanto et al. 1978). Persilangan padi secara alami berlangsung dengan bantuan angin. Adanya varietas padi lokal di berbagai daerah menunjukkan telah terjadi persilangan secara alami. Persilangan padi secara buatan dilakukan dengan campur tangan manusia.

Persilangan padi secara buatan pada umumnya menghasilkan tanaman yang relatif pendek, berumur genjah, anakan produktif banyak, dan hasil tinggi. Sementara itu persilangan secara alami menghasilkan tanaman yang relative tinggi, berumur panjang, anakan produktif sedikit, dan produktivitas rendah. Untuk menghasilkan varietas padi baru melalui persilangan diperlukan waktu 5-10 tahun.

Persilangan pada tanaman padi merupakan proses penggabungan sifat melalui pertemuan tepung sari dengan kepala putik dan kemudian embrio berkembang menjadi benih. Secara teknis persilangan padi secara buatan dimulai dengan pemilihan tetua pada pertanaman petak hibridisasi, dilanjutkan dengan kastrasi, hibridisasi, isolasi, dan pemeliharaan.

Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas tentang menyerbuk sendiri pada tanaman padi.

 

1.2  Rumusan Masalah

  • Bagaimana latar belakang tanaman padi ?
  • Bagaimana fase pertumbuhan pada tanaman padi ?
  • Bagaimana reproduksi tanaman padi ?
  • Bagaimana proses penyerbukan sendiri pada tanaman padi ?

 

1.3  Tujuan

  • Untuk mengetahui latar belakang tanaman padi
  • Untuk mengetahui fase pertumbuhan pada tanaman padi
  • Untuk mengetahui reproduksi tanaman padi
  • Untuk mengetahui proses penyerbukan tanaman padi

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Latar Belakang Tanaman Padi

Padi adalah salah satu tanaman pangan yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.  Padi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi selain jagung dan gandum.  Indonesia merupakan salah satu pengkonsumsi beras yang merupakan produk dari tanaman padi ini.  Padi merupakan tanaman yang identik dengan hidup secara tergenang oleh air.

Tanaman padi merupakan tanaman semusim yang berakar serabut, berbatang pendek, struktur yang serupa dengan batang terdiri dari pelepah daun yang saling menopang.  Daun pada tanaman padi merupakan daun yang sempurna dengan pelepah yang tegak, daun ini berbentuk lanset dan berwarna hhijau muda hingga hijau tua, urat daunnya sejajar dan tertutup oleh rambut daun yang pendek serta jarang.

Tanaman padi memiliki buah dengan tipe bulir yang tidak dapat dibedakan mana buah dan mana yang bijinya.  Bentuk dari buahnya yaitu bulat lonjong dengan ukuran 3 mm sampai 15 mm yang ditutupi oleh palea dan lemma atau yang kita kenal dengan sekam.

Satu set genom padi terdiri atas 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sel padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual). Padi merupakan organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena dua alasan: kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 108 pasangan basa (base pairs, bp). Sebagai tanaman model, genom padi telah disekuensing, seperti juga genom manusia. Hasil sekuensing genom padi dapat dilihat di situs NCBI. Perbaikan genetik padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil tindakan ini orang mengenal berbagai macam ras lokal, seperti ‘Rajalele’ dari Klaten atau ‘Pandanwangi’ dari Cianjur di Indonesia atau ‘Basmati Rice’ dari India utara. Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering (padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi. Pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina sebagai bagian dari gerakan modernisasi pertanian dunia yang dijuluki sebagai Revolusi Hijau. Sejak saat itu muncullah berbagai kultivar padi dengan daya hasil tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Dua kultivar padi modern pertama adalah ‘IR5′ dan ‘IR8′ (di Indonesia diadaptasi menjadi ‘PB5′ dan ‘PB8′). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an. Ribuan persilangan kemudian dirancang untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini tidak dapat dilanjutkan dan baru kembali pulih sejak tahun 2007. Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit “Padi emas” (Golden Rice) yang dapat menghasilkan provitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera[3]. Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang. Sejak tahun 1970-an telah diusahakan pengembangan padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar jenis ini dijual dengan harga lebih mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain.

Selain perbaikan potensi hasil, sasaran pemuliaan padi mencakup pula tanaman yang lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan tekanan (stres) abiotik (seperti kekeringan, salinitas, dan tanah masam). Pemuliaan yang diarahkan pada peningkatan kualitas nasi juga dilakukan, misalnya dengan perancangan kultivar mengandung karoten (provitamin A).

2.2 Fase Pertumbuhan Pada Tanaman Padi

Fase Pertumbuhan tanaman padi ada tiga yaitu:

1. Vegetatif (awal pertumbuhan sampai pembentukan malai), Tahap 0 – 3

2. Reproduktif (pembentukan malai sampai pembungaan), Tahap 4,5,6

3. Pematangan (pembungaan sampai gabah matang), Tahap 7,8,9

Di daerah tropis, fase reproduktif 35 hari dan fase pematangan sekitar 30 hari. Perbedaan masa pertumbuhan ditentukan oleh perubahan panjang waktu fase vegetatif. Sebagai contoh, IR64 yang matang dalam 110 hari mempunyai fase vegetatif 45 hari, sedangkan IR8 yang matang dalam 130 hari fase vegetatifnya 65 hari. Ketiga fase pertumbuhan terdiri atas 10 tahap yang berbeda. Tahapan tersebut berdasarkan urutan adalah sebagai berikut :

  1. 1.      FASE VEGETATIVE : TAHAP 0 – 4

Tahap 0 : Sejak berkecambah sampai muncul ke permukaan :

Benih biasanya dikecambahkan melalui perendaman selama 24 jam dan diinkubasi juga selama 24 jam. Setelah perkecambahan bakal akar dan tunas (the radicle an plumule) menonjol keluar (protude) menembus kulit gabah (sekam).

Pada hari ke 2 atau ke 3 setelah benih disebar di persemaian, daun pertama menembus keluar melalui koleoptil. Akhir tahap 0 mempelihatkan daun pertama yang muncul masih melengkung (curied) dan bakal akar memanjang (an elongated radicle).

Tahap 1 : Pertunasan

Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah sampai dengan sebelum anakan pertama muncul. Selama tahap ini, akar seminal dan 5 daun terbentuk. Sementara tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan. Kemunculan (adventitious) akar sekunder membentuk sistem perakaran serabut permanen dengan cepat menggantikan radikula dan akar seminal sementara. Bibit umur 18 hari. Bibit mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat.

Tahap 2 : Pembentukan Anakan

Tahap ini berlangsung sejak muncul anakan pertama sampai pembentukan anakan maksimum tercapai. Anakan muncul dari tunas aksial (axiallary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh anakan pertama, memunculkan anakan sekunder. Ini terjadi pada 30 hari setelah tanam pindah. Tanaman memanjang dan aktif membentuk anakan Pada tahap ini, anakan terus bertambah sampai pada titik dimana sukar dipisahkan dari batang utama. Anakan terus berkembang sampai tanaman memasuki tahap pertumbuhan berikutnya yaitu pemanjangan batang.

Tahap 3 : Pemanjangan Batang

Tahapan ini terjadi sebelum pembentukan malai atau terjadi pada tahap akhir pembentukan anakan. Oleh karenanya bisa terjadi tumpang tindih dari tahap 2 dan 3. Anakan terus meningkat dalam jumlah dan tingginya. Periode waktu pertumbuhan berkaitan nyata dengan memanjangnya batang. Batang lebih panjang pada varietas yang jangka waktu pertumbuhannnya lebih panjang. Dalam hal ini, varietas pada dapat di kategorikan pada 2 grup varietas berumur pendek yang matang lama 105- 120 hari dan varietas umur panjang yang matang dalam 150 hari. Pada varietas umur genjah semidwarf seperti IR64, buku kelima batang, dibawah kedudukan malai, memanjang hanya 2 – 4 cm terlihat kasat mata sebelum pembentukan malai. Anakan maksimum, memanjang batang, dan pembentukan malai terjadi nyaris simultan pada varieas umur genjah (105-120 hari). Pada varietas umur dalam 150 hari, terdapat yang disebut lag periode vegetative dimana anakan maksimum terjadi. Hal ini diikuti oleh memanjangnya batang atau ruas batang (internode), dan akhirnya sampai ke tahap pembentukan Malai.

  1. 2.      FASE REPRODUCTIVE

Tahap 4 : pembentukan Malai Sampai Bunting :

Pada varietas genjah, malai terlihat berupa kerucut berbulu putih panjang 1.0 – 1,5 mm. Pertama kali muncul pada ruas buku utama (main Culom) kemudian pada anakan dengan pola tidak teratur. Dapat terlihat dengan membelah batang. Saat malai terus berkembang bulir (spikelets) terilihat dan dapat dibedakan Malai muda meningkat dalam ukuran dan berkembang ke atas di dalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun menggembung (bulge). Penggembungan daun bendera in idisebut bunting. Bunting terlihat pertama kali pada ruas batang utama. Pada tahap bunting, ujung daun layu (menjadi tua dan mati) dan anakan non produktif terlihat pada bagian dasar tanaman.

Tahap 5, Keluarnya bunga atau malai

Dikenal sebagai tahap keluar malai. Heading ditandai dengan kemunculan ujung malai dari pelepah daun bendera. Malai terus berkembang sampai keluar seutuhnya dari pelepah daun.

Tahap 6, Pembungaan

Tahap pembungaan dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir dan  terjadi proses pembuahan. Pada pembungaan, kolopak bunga terbuka, antara menyembul keluar dari kelopak bunga (flower glumes) karena pemanjangan stamen dan serbuk sari tumpah (shed). Kelopak bunga kemudian menutup. Proses : Acrets open  Stament elongate  Pollen is shed  Acrets close. Serbuk sari (tepung sari-pollen) jatuh ke putik, sehingga terjadi pembuahan. Struktur pistil berbulu dimana tube tepung sari dari serbuk sari yang muncul (bulat, struktur gelap dama ilustrasi ini) akan mengembang ke ovary. Proses pembungan berlanjut sampai hampir semua spikelet pada malai mekar. Dari kiri ke kanan, gambar ini menunjukkan anthesis atau pembungaan pada ujung dari malai, hari pertama setelah heading; anthesis pada tengahtengah malai, dua hari setelah heading; anthesis pada malai ketiga dari bawah, 3 hari setelah heading Pembungaan terjadi sehari setelah heading. Pada umumnya, florets (kelopak bunga) membuka pada pagi hari. Semua spikelet pada malai membuka dalam 7 hari. Pada pembungaan, 3-5 daun masih aktif. Anakan pada tanaman padi telah dipisahkan pada saat dimulainya pembungaan dan dikelompokkan ke dalam anakan produktif dan non produktif.

  1. 3.      FASE PEMASAKAN

Tahap 7 : Gabah Matang Susu

Pada tahab ini gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu/larutan putih susu, dapat dikeluarkan dengan menekan/menjepit gabah di antara dua jari. Malai hijau dan mulai merunduk. Palayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun bendera dan dua daun di bawah tetap hijau.

Tahap 8 : Gabah Matang Adonan (dough rain)

Gabah setengah matang. Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan (senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin jelas. Pertanaman terlihat menguning. Seiring menguningnya malai, ujung dua daun terakhir pada setiap anakan mengering.

Tahap 9 : Gabah Matang Penuh

Setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning. Daun bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian varietas ada yang tetap hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman.

2.3 Reproduksi Tanaman Padi

Padi merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri karena lebih dari 95% serbuk sari tanaman padi membuahi sel telur membuahi tanaman yang sama.  Setiap bunga pada padi memiliki enam kepala sari dan kepala putik yang bercabang.  Umumnya kedua organ ini matang pada waktu yang bersamaan.  Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma nya ketika ia siap untuk melakukan proses reproduksi.

Reproduksi pada padi prosesnya yaitu ketika telah terjadi pembuahan zigot dan inti polar yang telah dibuahi tersebut membelah diri.  Zigot tersebut berubah menjadi embrio dan inti polar menjadi endospermia yang mana di akhir perkembangannya sebagian besar bulir padi menagndung pati pada bagian endospermanya yang pada tanaman muda hal ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sedangkan bagi manusia bulir inilah yang menjadi bahan makanan yang mengandung gizi yang banyak.  Dari segi genetika, satu set genom pada padi terdiri dari 12 kromosom yang diploid kecuali sel seksualnya.

Pemulian pada padi telah lama dilakukan sejak padi di budidayakan.  Hasil dari pemulian yang dikenal yaitu seperti rajalele dan pandanwangi yang merupakan salah satu ras lokal.  Namun, secara sistematis pemuliaan baru-baru ini dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filiphina.

2.3 Menyerbuk Sendiri pada Tanaman Padi

               

BAHAN DAN METODE

Penyilangan dilaksanakan pada musim hujan (MH) 2004/2005 dan musim kemarau (MK)  2005 di rumah kaca dan di lapangan pada Kebun Percobaan Muara, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Bogor. Bahan yang digunakan adalah galur mandul jantan sitoplasma IR58025A, galur pelestari kesuburan IR58025B, dan galur-galur pemulih kesuburan IR53942, C20, dan Kencana Bali. Galur-galur tersebut berasal dari ekotipe yang berbeda yang mewakili padi indica, japonica, dan tropical japonica. Karakteristik masing-masing genotipe yang digunakan ditampilkan pada Tabel 1. Bahan penunjang lainnya adalah kantong kertas, kantong kertas transparan, etiket, dan air. Penyilangan antara galur mandul jantan IR58025A dan ketiga galur pemulih kesuburan dilakukan untuk memperoleh benih F1, sedangkan F1 resiprokal diperoleh dengan menyilangkan ketiga galur pemulih kesuburan sebagai tetua betina dengan galur pelestari kesuburan IR58025B sebagai tetua jantan. Pada MK 2005, sebagian benih F1 ditanam di rumah kaca untuk mendapatkan benih F2. Alat yang digunakan adalah gunting kastrasi, ember plastik, bak plastik, lampu listrik, pompa isap, dan alat tulis.

 

 

Karakteristik genotipe padi yang digunakan dalam

penelitian, KP Muara, Bogor, MH 2004/2005 dan MK 2005

Genotip

Karakter

IR58025A Galur mandul jantan
IR58025B Galur pelestari mandul jantan
IR53942 Galur pelestari mandul jantan
C20 Galur pemulih kesuburan
Kencana Bali Galur pemulih kesuburan

 

 

 

PENYILANGAN

Secara garis besar, penyilangan merupakan serangkaian pekerjaan yang saling terkait, yang meliputi kastrasi, emaskulasi atau pengebirian, isolasi, dan penyerbukan. Kastrasi dan emaskulasi adalah pembuangan alat kelamin jantan (stamen) pada tetua betina sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Pada galur mandul jantan, kastrasi cukup dilakukan dengan menggunting ujung bunga lebih kurang sepertiganya. Ujung bunga dibuka lalu dipotong miring dengan gunting, kemudian antera diisap keluar dengan pompa isap. Teknik ini mudah dilakukan pada padi dan kemungkinan terjadinya kepala putik (stigma) rusak, antera pecah, dan persarian sendiri sangat kecil. Persilangan dilakukan di dalam ruangan berukuran 3 m x 4 m yang dipasang lampu listrik enam buah masing-masing 100 watt pada plafon secara merata. Ruangan tersebut ditutup agar terasa hangat dengan suhu ruangan sekitar 32°C dan kelembapan udara 80%.

 

PERSIAPAN PENYERBUKAN

Tanaman yang telah siap diserbuki dipersiapkan dalam pot (ember plastik), kemudian dimasukkan ke ruangan persilangan. Sebelumnya, bunga jantan dipersiapkan, diambil dari lapangan sekitar pukul 9.00 pagi saat bunga mulai mekar. Bunga jantan diambil dengan cara memotong tangkai malainya kemudian disusun dalam bak-bak plastik berukuran panjang 58 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 12 cm yang berisi air seperlima bagian. Tangkai malai direndam dan malai disandarkan pada bibir bak, lalu dibiarkan dalam ruangan + 2 jam atau sampai bunga mekar semua. Penyerbukan dilakukan dengan cara menggoyang-goyangkan bunga jantan di atas bunga betina dengan bantuan jari tangan.

ISOLASI

Bunga yang telah diserbuki segera ditutup dengan kantong kertas transparan atau glacine bag (Soedyanto et al. 1978). Pada malai lalu dipasang etiket yang mencantumkan tanggal penyilangan, nama tetua, jumlah malai yang disilangkan, dan dapat pula dituliskan nama yang menyilangkannya (Harahap1982). Penulisan identitas sangat penting untuk legitimasi genotipe baru yang dihasilkan.

 

PEMILIHARAAN

Tanaman yang telah diserbuki merupakan bahan penelitian dan dipelihara di rumah kaca hingga gabah masak, biasanya + 3 minggu setelah persilangan. Setelah gabah masak, malai dipanen kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di rumah kaca + 1 minggu atau dioven dengan suhu 45°C selama 3 x 24 jam (Sadjad 1993). Malai yang telah kering (kadar air 12%) lalu dirontok gabahnya, kemudian gabah dimasukkan ke dalam kantong kertas dan dicatat dalam buku persilangan.

 

PENANAMAN BENIH F1

Pada musim berikutnya, sebagian benih F1 hasil persilangan digunakan untuk bahan penelitian. Enam kombinasi hibrida F1 tersebut ditanam di rumah kawat untuk mendapatkan benih F2. Sebanyak 10 individu tanaman F1 ditanam untuk mendapatkan jumlah benih F2 yang memadai untuk percobaan pada musim berikutnya. Dari pertanaman ini dipanen 100-200 g benih F2 dari masing-masing kombinasi persilangan yang kemudian digunakan sebagai materi penelitian.

 

PEMBAHASAN

Hasil persilangan dari enam kombinasi hibrida F1 bervariasi. Jumlah benih F1 yang dihasilkan tiap malai berkisar antara 6,4-46,2 butir. Persilangan C20 x IR58025B dan IR58025A x C20 menghasilkan jumlah gabah per malai paling tinggi, yaitu masing-masing 46,2 dan 45,7 butir. Hasil benih F2 dari pertanaman F1 pada enam kombinasi persilangan berkisar antara 150-200. Sebanyak 10 individu tanaman F1 ditanam untuk memperoleh benih F2 yang memadai untuk percobaan pada musim berikutnya. Dari pertanaman ini dipanen 100-200 g benih F2 dari masing-masing kombinasi persilangan. Benih tersebut kemudian digunakan sebagai materi penelitian.

 

 

 

 

  BAB III

PENUTUP

 

3.1  kesimpulan

Padi merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri karena lebih dari 95% serbuk sari tanaman padi membuahi sel telur membuahi tanaman yang sama.  Setiap bunga pada padi memiliki enam kepala sari dan kepala putik yang bercabang.  Umumnya kedua organ ini matang pada waktu yang bersamaan.  Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma nya ketika ia siap untuk melakukan proses reproduksi.

Reproduksi pada padi prosesnya yaitu ketika telah terjadi pembuahan zigot dan inti polar yang telah dibuahi tersebut membelah diri.  Zigot tersebut berubah menjadi embrio dan inti polar menjadi endospermia yang mana di akhir perkembangannya sebagian besar bulir padi menagndung pati pada bagian endospermanya yang pada tanaman muda hal ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sedangkan bagi manusia bulir inilah yang menjadi bahan makanan yang mengandung gizi yang banyak.  Dari segi genetika, satu set genom pada padi terdiri dari 12 kromosom yang diploid kecuali sel seksualnya.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Allard, R.W. 1960. Principles of Plant Breeding. John Wiley and

Sons, New York.

 

Anoymous, 2012. Pedoman Pemuliaan Padi. Lembaga Biologi Nasional, Bogor.                                             30 hlm.

 

Anonymous a . Padi. http://bibirmemble.wordpress.com/2010/03/23/padi-oriza-sativa diakses tanggal 17 Maret 2012.

 

Anonymaous b .Fase Pertumbuhan Padi.http://www.batan.go.id/patir/_berita/pert/padi/ padi.html diakses tanggal 17 Maret 2012.

 

Anonymous c . Reproduksi Tanaman Padi. http://www.scribd.com/doc/44460628/ Reproduksi -padi diakses tanggal 17 Maret 2012.

 

Anonymous, 2012. Persilangan Hibrida. http://www.sitompul.blogspot.co.id. Diakses tnaggal 16 Maret 2012.

 

 

 

 

 

 

 

 
 

‘’ MULCH, SHADING NET & GREEHOUSE’’

22 May
 
 

HIBRIDISASI TANAMAN MENTIMUN

21 May

BAB i

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 

Mentimun, timun atau ketimun (Cucumis sativus L.) suku labu-labuan atau (Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung dari jenis mentimun itu sendiri. Mentimun dapat ditemukan diberbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak didalamnya sehingga berfungsi juga untuk menyejukkan. Potongan buah mentimun juga dimanfaatkan pada bidang kecantikan, khususunya kecantikan wajah. Disini, mentimun digunakan untuk membantu melembabkan wajah.

Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hemafrodit (banci) karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga pertama yan dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik

.

 

1.2 Tujuan

Makalah mengenai hibridisasi tanaman mentimun ini diperbuat sebagai pengganti praktikum lapang Jatikerto mata kuliah Pemuliaan Tanaman mengenai Hibridisasi Tanaman: Mentimun.

 

 

1.3 Manfaat

Hibridisasi pada tanaman mentimun bermanfaat bagi:

  1. Mahasiswa, untuk mengetahui teknik atau cara persilangan pada tanaman mentimun.
  2.  Kalangan umum, untuk mengetahui jenis atau varietas yang unggul dari hasil pemuliaan tanaman.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Hibridisasi

 

Pengertian dari hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai jenis spesies, suku, ras, atau varietas unggul yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan. Tujuan dari hibridisasi ini ialah untuk memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atu lebih tetua yang berbeda.

Hibridisasi dapat dibedakan menjadi dua, yakni hibridisasi alami dan hibridisasi buatan. Hibridisasi alami yaitu persilangan tanpa campur tangan manusia, sedangkan hibridisasi buatan yaitu persilangan dengan campur tangan manusia.

 

 

2.2 Ciri-Ciri Tanaman Mentimun

 

Bedasarkan perkembangbiakan tanaman, mentimun dapat dogolongkan ke dalam tanaman yang menyerbuk silang. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  • Secara morfologi penyerbukan sendiri terhalangi.
  • Berbeda masaknya serbuk sari dan sel telur.
  • Inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin.
  • Bunga monoecious.

Memtimun atau Ketimun mempunyai sulur dalam bentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka terhadap sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur tersebut telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.

 

Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau.

Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.

 

Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalapan mentah atau diikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau dijadikan sayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.

 

 

2.3 Teknik Penyerbukan Pada Mentimun

         

Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan teknik penyerbukan mentimun, yaitu:

 

  1. Persiapan
  • Dilakukan pengamatan pada bunga mentimun, meliputi pembungaan, benang sari dan putik.
  • Pemilihan induk jantan dan induk betina.
  • Pemilihan bunga-bunga yang akan disilangkan.
  1. Isolasi kuncup terpilih
  2. Emaskulasi
  • Membuang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga mentimun yang akan dijadikan induk betina.
  • Dilakukan sebelum putik dan benang sari masak.
  1. Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari.
  2. Melakukan penyerbukan silang.

 

 

2.4 Perkembangan Bunga Mentimun Mulai dari Kuncup Hingga Mekar

 

Tahapan perkembangan bunga mentimun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

 

  1. Induksi Bunga

Merupakan tahapan pertama dari proses pe,bungaan, yaitu suatu tahap ketika meristem vegetative mulai berubah menjadi sistem reproduktif.

  1. Inisiasi Bunga

Merupakan tahap ketika perubahan morfologis menjadi bentuk kuncup. Transisi dari tunas adventif menjadi kuncup produktif dapat di deteksi dari perubahan bentuk, ukuran kuncup serta proses-proses selanjutnya yang memulai membentuk organ-organ reproduktif.

  1. Anthesis

Merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga mentimun. Biasanya anthesis terjadi bersamaan dengan masaknya organ reproduksi, dan anther siap membuahi ovul.

 

 

2.5 Morfologi Bunga Mentimun

 

Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman mentimun mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnanya kuning kotor. Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6 Fisiologi Tanaman Mentimun

            Tanaman ini termasuk dalam tanaman C3. Fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisko, enzim siklus calvin yang menambahkan CO2 pada ribolosa berfosfat. Produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Proses potorespirasi terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi).

Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L. ini mengandung saponin, enzim proteolik, glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.100 – 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucubitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.

Saponin adalah senyawa surfaktan, dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsigenik sapoin meliputi efek antioksidan dan sitoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.

Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang diantaranya akibat senyawa radikal bebas, atau karsinogen. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, mampu meningkatkan aktifitas glutation dan glutation transferase.

Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Bentuk asam lemak linoleat terkonjugasi (conjugated linoleic acid = CLA) dikatakan bersifat antikanker. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas.

 

 

2.7 Proses Hibridisasi Mentimun

      1. Pemilihan tetua (selecting)

Pemilihan tetua dilakukan dengan mengunakan seleksi massa. Caranya ialah dengan memilih tanaman yang memiliki kualitas baik. Saat panen dilakukan pemilihan kemudian dicampur sebagai bahan tanaman di musim selanjutnya.

Pemilihan tetua juga tergantung pada sifat unggul yang diinginkan, melalui kualitatif dan kuantitatif.

a)      Sifat kualitatif: lebih mudah diseleksi, gen sederhana (mongenik). Perbedaan phenotipa = perbedaan gen pengendali, pengaruh lingkungan kecil, contoh: warna bunga.

b)      Sifat kuantitatif: seleksi tidak mudah dilakukan, gen kompleks (poligenik), pengaruh lingkungan besar. Contoh: hasil tanaman. Diperlakukan lebih banyak tetua sebagai sumber gen.

 

2. Emaskulasi dan penyerbukan pollinating)

Emaskulasi yaitu pengambilan kepala sari dari tetua betina, selain itu untuk mencegah masuknya polen sendiri atau polen asing.

 

                                    Emasculation is necessary to prevent self-pollination

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

brush the anther across the stigma of the seed parent

 

 

Cara yang dilakukan yaitu dengan cara mekanis, dengan cara mengambil serbuk sari menggunakan alat penjepit, pinset ataupun jarum. Pengambilan kotak sari dilakukan sebelum kotak sari terbuka dan serbuk sari luruh. Gunting digunakan untuk memotong ujung palea dan lemma agar mudah diambil kepala sarinya. (Nasir, 2001)

 

 

 

 

 

3. Pembungkusan bunga betina (bagging)

Penyungkupan dilakukan setelah emaskulasi selesai, dengan tujuan agar terhindardari penyerbukan yang tidak diinginkan dan untuk menghindari kesalahan.

 

 

 

 

 

 

To protect the flower from unwanted pollen

 

4. Pelabelan (Labeling)

Pelabelan (labeling) bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan, misalnya dengan pemberian nama/kode tetua,tanggal penyerbukan, kode persilangan, dan nama penyilang (breader).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.8 Syarat Hibridisasi Mentimun

  1. Tanaman sehat

Tanaman yang sehat adalah faktor yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi, jika tanaman terserang penyakit maka akan erdampak pada hasil yang kurang baik. Tanaman yang sangat cocok untuk digunakan adalah tanaman yng bebas dari penyakit serta kontaminasi hama.

 

  1. Linkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik

Lingkungan yang kurang sesuai dan tidak terkontrol berdampak pada hasil yang kurang baik, jika tanaman yang digunakan dalam hibridisasi adalah tanaman dataran tinggi maka lingkungan yang cocok adalah dingin sehinggak apabila diletakkan pada daerah panas maka tanaman tersebut akan mati/tidak cocok dan sebaliknya tanaman diletakkan pada lingkungan terkntrol, maksudnya adalah tidak diletakkan pada lingkungan yang memiliki suhu cepat berubah daerah pancaroba.

 

  1. Manusia

Sebaiknya sebelum kita melakukan hibridisasi kita harus memiliki kemampuan dalam proses hibridisasi setidaknya kita memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Selain itu seorang brider harus memiliki seni dan kesabaran yang tinggi, sehingga apanila seorang brider tidak memiliki seni maka tidak akan memiliki tingkat kekreatifan untuk menciptakan bentuk suatu tanaman/hasil hibridisasi dan yang terakhir harus memiliki sifat yang sabar karena apabila tidak memiliki kesabaran maka tidak akan memberikan hasil hibridisasi yang diinginkan.

 

 

 

 

 

 

BAB III

metodologi

3.1 Alat dan Fungsi

©      Tusuk gigi/Pinset         : untuk mengambil benang sari lalu                                                                   menempelkannya pada putik.

©      Kertas label                 : untuk memberi keterangan terkait dengan                                                      komoditas mentimun yang disilingkan.

©      Lup                              : untuk mengamati letaka benang sari yang akan                                              dipindahkan ke bagian putik .

©      Cetok                          : untuk meratakan media tanam dan mengolah                                                media tanam.

©      Alat tulis                     : untuk mencatat hasil pengamatan.

 

3.2 Bahan dan Fungsi

©      Benih mentimun         : sebagai komoditas yang akan disilangkan.

©      Air                              : untuk menyiram tanaman.

©      Tanah                          : sebagai media tanam.

 

3.3 Cara Kerja

v Menyiapkan benih mentimun dan polybag sebagai tempat tanam.

v Menyiapkan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah.

v Lakukan penanaman benih pada media yang telah disiapkan.

v Lakukan penyiraman secukupnya pada polybag tersebut.

v Tempatkan pada tempat yang cukup untuk penyinarannya.

v Setelah mentimun tumbuh dan bebrunga, tentukan tetua jantan dan betina.

v Lakukan persilangan bunga jantan dan betina pada waktu yang memungkinkan.

v Buang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga yang akan dijadikan induk betina dalam penyerbukan (emaskulasi).

BAB Iv

Hasil dan pembahasan

 

4.1 Hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Pembahasan

Tanaman mentimun memiliki bunga jantan dan bunga betina jadi mentimun merupakan tanaman yang mengalami penyerbukan silang. Lamanya pembuangan tanaman mantimun berkisar antara 5 sampai 10 hari. Emaskulasi dilakukan pada pagi hari. Bunga yang akan dikastrasi dipilih bunga jantan yang belum mekar atau hampir mekar, sehubungan dengan hal itu maka pertumbuhan kuncup bunga perlu diamati dengan seksama. Emaskulasi dapat dilakukan pada pagi hari yaitu pada suhu rendah dengan udara yang cukup lembab, maka kepala sari itu biasanya masih tertutup rapat, sehingga dengan mudah benang sari dapat dibunang dalam keadaan utuh. Emaskulasi ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Emaskulasi dilakukan dengan cara menggunting sepertiga bunga jantan kemudian diambil benang sarinya.

 

Hibridisasi dilakukan dengan cara menempelkan atau memasukkan bunga jantan kedalam bunga betina tepat pada putik. Yang menjadi induk bunga jantan ialah dari varietas Harmoni, sedangkan yang menjadi induk bunga betina yaitu varietas Panda. Tujuan dari hibridisasi ini adalah untuk menggabungkan dua sifat dari dua varietas tanaman ke dalam satu tubuh tanaman. Oleh karena itu, sifat tanaman hasil persilangan (F1) merupakan gabungan dari sifat diantara kedua tetuanya. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam melakukan hibridisasi adalah lamanya daya hidup (viabilitas) serbuk sari. Untuk tanaman buah-buahan serbuk sari masih bisa bertahan hidup normal meskipun telah disimpan selama bebearapa bulan bahkan bebearapa tahun lamanya. Kombinasi sifat dari kedua tetua pada F1 terjadi secara acak, jadi bisa saja kombinasi sifat yang ada pada F1 bersifat lebih menguntungkan dari kedua tetuanya. Karena sifat kedua tetua berbeda satu dengan yang lainnya, maka keturunan yang diperoleh dapat mempunyai sifat-sifat baru yang berbeda dengan sifat yang ada ada kedua induknya. Keturunan F1 bersifat heterozigot dan mengalami pemisahan pada generasi beriikutnya.

 

Hibridisasi yang dilakukan pada tanaman menyerbuk silang agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilakukan pemilihan tetua yang memiliki potensi genetik yang diinginkan. Pemilihan tetua ini sangat tergantung pada karakter tanaman yang akan digunakan, yaitu apakah termasuk karakter kualitatif atau kuantitatif. Tujuan dari setiap program pemuliaan tanaman adalah untuk menyatukan gamet jantan dan gamet betina yang diinginkan dari tetua yang terpilih. Karakter kualitatif menunjukkan fenotip yang berbeda akibat adanya genotip yang berbeda pula. Sedangkan pemilihan tetua untuk karakter kuantitatif jaun lebih sulit karena perbedaan fenotip belum tentu disebabkan oleh fenotip yang berbeda. Karena faktor lingkungan juga mempengaruhi terhadap penampilan dari fenotip yang ada. Seperti percobaan yang telah dilakukan, hibridisasi yang dilakukan telah berhasil karena hingga hari ke tiga bunga tetap hidup dan segar sehinggal dapat menhasilkan bakal buah.

 

Namun terdapat beberapa faktor yang merupakan penyebab peristiwa gagalnya hibridisasi pada tanaman mentimun, yaitu:

1)      Gametic Mortality (Kematian Gamet)

Meskipun oleh struktur yang kebetulan memungkinkan bahwa dua spesies tumbuh-tumbuhan dapat mengadakan perkawinan, fertilisasi yang sebenarnya mungkin tidak akan terjadi.

2)      Zygot Mortality (Kematian Gamet)

           Hybrid seringkali sangat lemah dan berbentuk tidak baik sehingga sering mati sebelum mereka dikeluarkan dari inguknya. Hal ini berarti bahwa gene flow antara kedua golongan induk tidak terjadi.

3)      Hybrid Invibility

           Anggota dari kedua spesies berdekatan mungkin dapat mengadakan persilangan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Jika keturunan ini dan keturunannya lagi bersifat sekuat tetua mereka disamping adaptasi sebaik tetua mereka juga, maka dua populasi ini tidak akan tetap terpisah untuk jangka waktu lama jika mereka simpatrik. Hal ini mengakibatkan mereka tidak lagi disebut sebagai dua spesies yang penug tetapi jika anak-anaknya dan keturunan berikutnya kurang begitu beradaptasi, maka mereka kan segera lenyap.

 

BAB v

kesimpulan

 

5.1 Kesimpulan

Hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai spesies, suku, ras, atau varietas tanaman yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan, yaitu kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan antara dua atau lebih tetua yang berbeda.

Syarat-syarat hibsidisasi antara lain tanamannya harus sehat, lingkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik, serta adanya sumber daya manusia yang cukup dalam hal berseni khususnya dalam program pemuliaan tanaman.

Tahapan dalam hibridisasi:

~        Pemilihan tetua

~        Isolasi kuncup terpilih

~        Emaskulasi

~        Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari

~        Melakukan penyerbukan silang

~        Pembungkusan

~        Pelabelan

Pada percobaan yang telah dilakukan pada mentimun ini yang dilakukan anatara varietas Panda dan varietas Harmoni berhasil dilakukan. Dari hari pertama, kedua dan ketiga serta seterusnya, bunga tidak mati ataupun layu. Bunga  masih saja segar dan berkembang. Dan dengan demikian dapat diketahui bahwasanya bunga yang telah di hibridisasi akan memunculkan bakal buah seperti yang telah diinginkan.

 

5.2 Saran

 

Penulis menyadari bahwasanya masih banyak kesalahan yang terdapat pada makalah ini, untuk itu penukis sangat mengharapkan masukan, kritik serta saran yang membangun guna sebagai bahan intropeksi diri bagi penulis, dan untuk kesempurnaan makalh ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.wikipedia.org/wiki/mwntimun/. Diakses tanggal       19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/dayang.sumbi.net/toga/mentimun. Diakses tanggal 19       Mei 2012.

Anonymous, 2012. http://backyardgarner.com/itmimages08/280/7/7054. Diakses   tanggal 19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/maila.blogspot.com/2010/01.html. Diakses tanggal            19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/wapedia.mobi/ide/pemuliaantanaman. Diakses tanggal     19 Mei 2012.

Nasir, Budi, 1999. Pemuliaan Tanaman: Hybridisasi Tanaman Menyerbuk Silang. Hal: 234-238. Gramedia: Jakarta.

BAB i

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 

Mentimun, timun atau ketimun (Cucumis sativus L.) suku labu-labuan atau (Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung dari jenis mentimun itu sendiri. Mentimun dapat ditemukan diberbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak didalamnya sehingga berfungsi juga untuk menyejukkan. Potongan buah mentimun juga dimanfaatkan pada bidang kecantikan, khususunya kecantikan wajah. Disini, mentimun digunakan untuk membantu melembabkan wajah.

Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hemafrodit (banci) karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga pertama yan dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik

.

 

1.2 Tujuan

Makalah mengenai hibridisasi tanaman mentimun ini diperbuat sebagai pengganti praktikum lapang Jatikerto mata kuliah Pemuliaan Tanaman mengenai Hibridisasi Tanaman: Mentimun.

 

 

1.3 Manfaat

Hibridisasi pada tanaman mentimun bermanfaat bagi:

  1. Mahasiswa, untuk mengetahui teknik atau cara persilangan pada tanaman mentimun.
  2.  Kalangan umum, untuk mengetahui jenis atau varietas yang unggul dari hasil pemuliaan tanaman.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Hibridisasi

 

Pengertian dari hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai jenis spesies, suku, ras, atau varietas unggul yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan. Tujuan dari hibridisasi ini ialah untuk memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atu lebih tetua yang berbeda.

Hibridisasi dapat dibedakan menjadi dua, yakni hibridisasi alami dan hibridisasi buatan. Hibridisasi alami yaitu persilangan tanpa campur tangan manusia, sedangkan hibridisasi buatan yaitu persilangan dengan campur tangan manusia.

 

 

2.2 Ciri-Ciri Tanaman Mentimun

 

Bedasarkan perkembangbiakan tanaman, mentimun dapat dogolongkan ke dalam tanaman yang menyerbuk silang. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  • Secara morfologi penyerbukan sendiri terhalangi.
  • Berbeda masaknya serbuk sari dan sel telur.
  • Inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin.
  • Bunga monoecious.

Memtimun atau Ketimun mempunyai sulur dalam bentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka terhadap sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur tersebut telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.

 

Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau.

Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.

 

Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalapan mentah atau diikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau dijadikan sayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.

 

 

2.3 Teknik Penyerbukan Pada Mentimun

         

Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan teknik penyerbukan mentimun, yaitu:

 

  1. Persiapan
  • Dilakukan pengamatan pada bunga mentimun, meliputi pembungaan, benang sari dan putik.
  • Pemilihan induk jantan dan induk betina.
  • Pemilihan bunga-bunga yang akan disilangkan.
  1. Isolasi kuncup terpilih
  2. Emaskulasi
  • Membuang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga mentimun yang akan dijadikan induk betina.
  • Dilakukan sebelum putik dan benang sari masak.
  1. Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari.
  2. Melakukan penyerbukan silang.

 

 

2.4 Perkembangan Bunga Mentimun Mulai dari Kuncup Hingga Mekar

 

Tahapan perkembangan bunga mentimun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

 

  1. Induksi Bunga

Merupakan tahapan pertama dari proses pe,bungaan, yaitu suatu tahap ketika meristem vegetative mulai berubah menjadi sistem reproduktif.

  1. Inisiasi Bunga

Merupakan tahap ketika perubahan morfologis menjadi bentuk kuncup. Transisi dari tunas adventif menjadi kuncup produktif dapat di deteksi dari perubahan bentuk, ukuran kuncup serta proses-proses selanjutnya yang memulai membentuk organ-organ reproduktif.

  1. Anthesis

Merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga mentimun. Biasanya anthesis terjadi bersamaan dengan masaknya organ reproduksi, dan anther siap membuahi ovul.

 

 

2.5 Morfologi Bunga Mentimun

 

Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman mentimun mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnanya kuning kotor. Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6 Fisiologi Tanaman Mentimun

            Tanaman ini termasuk dalam tanaman C3. Fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisko, enzim siklus calvin yang menambahkan CO2 pada ribolosa berfosfat. Produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Proses potorespirasi terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi).

Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L. ini mengandung saponin, enzim proteolik, glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.100 – 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucubitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.

Saponin adalah senyawa surfaktan, dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsigenik sapoin meliputi efek antioksidan dan sitoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.

Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang diantaranya akibat senyawa radikal bebas, atau karsinogen. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, mampu meningkatkan aktifitas glutation dan glutation transferase.

Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Bentuk asam lemak linoleat terkonjugasi (conjugated linoleic acid = CLA) dikatakan bersifat antikanker. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas.

 

 

2.7 Proses Hibridisasi Mentimun

      1. Pemilihan tetua (selecting)

Pemilihan tetua dilakukan dengan mengunakan seleksi massa. Caranya ialah dengan memilih tanaman yang memiliki kualitas baik. Saat panen dilakukan pemilihan kemudian dicampur sebagai bahan tanaman di musim selanjutnya.

Pemilihan tetua juga tergantung pada sifat unggul yang diinginkan, melalui kualitatif dan kuantitatif.

a)      Sifat kualitatif: lebih mudah diseleksi, gen sederhana (mongenik). Perbedaan phenotipa = perbedaan gen pengendali, pengaruh lingkungan kecil, contoh: warna bunga.

b)      Sifat kuantitatif: seleksi tidak mudah dilakukan, gen kompleks (poligenik), pengaruh lingkungan besar. Contoh: hasil tanaman. Diperlakukan lebih banyak tetua sebagai sumber gen.

 

2. Emaskulasi dan penyerbukan pollinating)

Emaskulasi yaitu pengambilan kepala sari dari tetua betina, selain itu untuk mencegah masuknya polen sendiri atau polen asing.

 

                                    Emasculation is necessary to prevent self-pollination

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

brush the anther across the stigma of the seed parent

 

 

Cara yang dilakukan yaitu dengan cara mekanis, dengan cara mengambil serbuk sari menggunakan alat penjepit, pinset ataupun jarum. Pengambilan kotak sari dilakukan sebelum kotak sari terbuka dan serbuk sari luruh. Gunting digunakan untuk memotong ujung palea dan lemma agar mudah diambil kepala sarinya. (Nasir, 2001)

 

 

 

 

 

3. Pembungkusan bunga betina (bagging)

Penyungkupan dilakukan setelah emaskulasi selesai, dengan tujuan agar terhindardari penyerbukan yang tidak diinginkan dan untuk menghindari kesalahan.

 

 

 

 

 

 

To protect the flower from unwanted pollen

 

4. Pelabelan (Labeling)

Pelabelan (labeling) bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan, misalnya dengan pemberian nama/kode tetua,tanggal penyerbukan, kode persilangan, dan nama penyilang (breader).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.8 Syarat Hibridisasi Mentimun

  1. Tanaman sehat

Tanaman yang sehat adalah faktor yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi, jika tanaman terserang penyakit maka akan erdampak pada hasil yang kurang baik. Tanaman yang sangat cocok untuk digunakan adalah tanaman yng bebas dari penyakit serta kontaminasi hama.

 

  1. Linkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik

Lingkungan yang kurang sesuai dan tidak terkontrol berdampak pada hasil yang kurang baik, jika tanaman yang digunakan dalam hibridisasi adalah tanaman dataran tinggi maka lingkungan yang cocok adalah dingin sehinggak apabila diletakkan pada daerah panas maka tanaman tersebut akan mati/tidak cocok dan sebaliknya tanaman diletakkan pada lingkungan terkntrol, maksudnya adalah tidak diletakkan pada lingkungan yang memiliki suhu cepat berubah daerah pancaroba.

 

  1. Manusia

Sebaiknya sebelum kita melakukan hibridisasi kita harus memiliki kemampuan dalam proses hibridisasi setidaknya kita memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Selain itu seorang brider harus memiliki seni dan kesabaran yang tinggi, sehingga apanila seorang brider tidak memiliki seni maka tidak akan memiliki tingkat kekreatifan untuk menciptakan bentuk suatu tanaman/hasil hibridisasi dan yang terakhir harus memiliki sifat yang sabar karena apabila tidak memiliki kesabaran maka tidak akan memberikan hasil hibridisasi yang diinginkan.

 

 

 

 

 

 

BAB III

metodologi

3.1 Alat dan Fungsi

©      Tusuk gigi/Pinset         : untuk mengambil benang sari lalu                                                                   menempelkannya pada putik.

©      Kertas label                 : untuk memberi keterangan terkait dengan                                                      komoditas mentimun yang disilingkan.

©      Lup                              : untuk mengamati letaka benang sari yang akan                                              dipindahkan ke bagian putik .

©      Cetok                          : untuk meratakan media tanam dan mengolah                                                media tanam.

©      Alat tulis                     : untuk mencatat hasil pengamatan.

 

3.2 Bahan dan Fungsi

©      Benih mentimun         : sebagai komoditas yang akan disilangkan.

©      Air                              : untuk menyiram tanaman.

©      Tanah                          : sebagai media tanam.

 

3.3 Cara Kerja

v Menyiapkan benih mentimun dan polybag sebagai tempat tanam.

v Menyiapkan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah.

v Lakukan penanaman benih pada media yang telah disiapkan.

v Lakukan penyiraman secukupnya pada polybag tersebut.

v Tempatkan pada tempat yang cukup untuk penyinarannya.

v Setelah mentimun tumbuh dan bebrunga, tentukan tetua jantan dan betina.

v Lakukan persilangan bunga jantan dan betina pada waktu yang memungkinkan.

v Buang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga yang akan dijadikan induk betina dalam penyerbukan (emaskulasi).

BAB Iv

Hasil dan pembahasan

 

4.1 Hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Pembahasan

Tanaman mentimun memiliki bunga jantan dan bunga betina jadi mentimun merupakan tanaman yang mengalami penyerbukan silang. Lamanya pembuangan tanaman mantimun berkisar antara 5 sampai 10 hari. Emaskulasi dilakukan pada pagi hari. Bunga yang akan dikastrasi dipilih bunga jantan yang belum mekar atau hampir mekar, sehubungan dengan hal itu maka pertumbuhan kuncup bunga perlu diamati dengan seksama. Emaskulasi dapat dilakukan pada pagi hari yaitu pada suhu rendah dengan udara yang cukup lembab, maka kepala sari itu biasanya masih tertutup rapat, sehingga dengan mudah benang sari dapat dibunang dalam keadaan utuh. Emaskulasi ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Emaskulasi dilakukan dengan cara menggunting sepertiga bunga jantan kemudian diambil benang sarinya.

 

Hibridisasi dilakukan dengan cara menempelkan atau memasukkan bunga jantan kedalam bunga betina tepat pada putik. Yang menjadi induk bunga jantan ialah dari varietas Harmoni, sedangkan yang menjadi induk bunga betina yaitu varietas Panda. Tujuan dari hibridisasi ini adalah untuk menggabungkan dua sifat dari dua varietas tanaman ke dalam satu tubuh tanaman. Oleh karena itu, sifat tanaman hasil persilangan (F1) merupakan gabungan dari sifat diantara kedua tetuanya. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam melakukan hibridisasi adalah lamanya daya hidup (viabilitas) serbuk sari. Untuk tanaman buah-buahan serbuk sari masih bisa bertahan hidup normal meskipun telah disimpan selama bebearapa bulan bahkan bebearapa tahun lamanya. Kombinasi sifat dari kedua tetua pada F1 terjadi secara acak, jadi bisa saja kombinasi sifat yang ada pada F1 bersifat lebih menguntungkan dari kedua tetuanya. Karena sifat kedua tetua berbeda satu dengan yang lainnya, maka keturunan yang diperoleh dapat mempunyai sifat-sifat baru yang berbeda dengan sifat yang ada ada kedua induknya. Keturunan F1 bersifat heterozigot dan mengalami pemisahan pada generasi beriikutnya.

 

Hibridisasi yang dilakukan pada tanaman menyerbuk silang agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilakukan pemilihan tetua yang memiliki potensi genetik yang diinginkan. Pemilihan tetua ini sangat tergantung pada karakter tanaman yang akan digunakan, yaitu apakah termasuk karakter kualitatif atau kuantitatif. Tujuan dari setiap program pemuliaan tanaman adalah untuk menyatukan gamet jantan dan gamet betina yang diinginkan dari tetua yang terpilih. Karakter kualitatif menunjukkan fenotip yang berbeda akibat adanya genotip yang berbeda pula. Sedangkan pemilihan tetua untuk karakter kuantitatif jaun lebih sulit karena perbedaan fenotip belum tentu disebabkan oleh fenotip yang berbeda. Karena faktor lingkungan juga mempengaruhi terhadap penampilan dari fenotip yang ada. Seperti percobaan yang telah dilakukan, hibridisasi yang dilakukan telah berhasil karena hingga hari ke tiga bunga tetap hidup dan segar sehinggal dapat menhasilkan bakal buah.

 

Namun terdapat beberapa faktor yang merupakan penyebab peristiwa gagalnya hibridisasi pada tanaman mentimun, yaitu:

1)      Gametic Mortality (Kematian Gamet)

Meskipun oleh struktur yang kebetulan memungkinkan bahwa dua spesies tumbuh-tumbuhan dapat mengadakan perkawinan, fertilisasi yang sebenarnya mungkin tidak akan terjadi.

2)      Zygot Mortality (Kematian Gamet)

           Hybrid seringkali sangat lemah dan berbentuk tidak baik sehingga sering mati sebelum mereka dikeluarkan dari inguknya. Hal ini berarti bahwa gene flow antara kedua golongan induk tidak terjadi.

3)      Hybrid Invibility

           Anggota dari kedua spesies berdekatan mungkin dapat mengadakan persilangan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Jika keturunan ini dan keturunannya lagi bersifat sekuat tetua mereka disamping adaptasi sebaik tetua mereka juga, maka dua populasi ini tidak akan tetap terpisah untuk jangka waktu lama jika mereka simpatrik. Hal ini mengakibatkan mereka tidak lagi disebut sebagai dua spesies yang penug tetapi jika anak-anaknya dan keturunan berikutnya kurang begitu beradaptasi, maka mereka kan segera lenyap.

 

BAB v

kesimpulan

 

5.1 Kesimpulan

Hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai spesies, suku, ras, atau varietas tanaman yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan, yaitu kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan antara dua atau lebih tetua yang berbeda.

Syarat-syarat hibsidisasi antara lain tanamannya harus sehat, lingkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik, serta adanya sumber daya manusia yang cukup dalam hal berseni khususnya dalam program pemuliaan tanaman.

Tahapan dalam hibridisasi:

~        Pemilihan tetua

~        Isolasi kuncup terpilih

~        Emaskulasi

~        Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari

~        Melakukan penyerbukan silang

~        Pembungkusan

~        Pelabelan

Pada percobaan yang telah dilakukan pada mentimun ini yang dilakukan anatara varietas Panda dan varietas Harmoni berhasil dilakukan. Dari hari pertama, kedua dan ketiga serta seterusnya, bunga tidak mati ataupun layu. Bunga  masih saja segar dan berkembang. Dan dengan demikian dapat diketahui bahwasanya bunga yang telah di hibridisasi akan memunculkan bakal buah seperti yang telah diinginkan.

 

5.2 Saran

 

Penulis menyadari bahwasanya masih banyak kesalahan yang terdapat pada makalah ini, untuk itu penukis sangat mengharapkan masukan, kritik serta saran yang membangun guna sebagai bahan intropeksi diri bagi penulis, dan untuk kesempurnaan makalh ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.wikipedia.org/wiki/mwntimun/. Diakses tanggal       19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/dayang.sumbi.net/toga/mentimun. Diakses tanggal 19       Mei 2012.

Anonymous, 2012. http://backyardgarner.com/itmimages08/280/7/7054. Diakses   tanggal 19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/maila.blogspot.com/2010/01.html. Diakses tanggal            19 Mei 2012.

Anonymous, 2012. http:/wapedia.mobi/ide/pemuliaantanaman. Diakses tanggal     19 Mei 2012.

Nasir, Budi, 1999. Pemuliaan Tanaman: Hybridisasi Tanaman Menyerbuk Silang. Hal: 234-238. Gramedia: Jakarta.

 
 

Enzim I

23 Apr

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. LATAR BELAKANG

Enzim dapat diartikan sebagai polimer biologik yang mengatalisis lebih dari satu proses dinamik yang memungkinkan kehidupan seperti yang kita kenal sekarang. Sebagai determinan yang menentukan kecepatan berlangsungnya berbagai peristiwa fisiologik, enzim memainkan peranan sentral dalam masalah kesehatan dan penyakit. Pemecahan makanan untuk memasok energi serta unsur-unsur kimia pembangunan tubuh (building blocks), perakitan building blocks tersebut menjadi protein, membran sel, serta DNA yang mengkodekan informasi genetik dan pada akhirnya penggunaan energi untuk menghasilkan gerakan sel, semua ini dimungkinkan dengan adanya kerja enzim-enzim yang terkoordinasi secara cermat. Sementara dalam keadaan sehat semua proses fisiologis akan berlangsung dalam cara yang tersusun rapi serta teratur dan homeostatis tetap dipertahankan, homeostatis dapat mengalami gangguan berat pada keadaan patologis. Sebagai contoh, cedera jaringan hebat yang mencirikan penyakit sirosis hepatis dapat menimbulkan gangguan berat pada kemampuan sel membentuk enzim-enzim yang mengatalisis berbagai proses metabolisme penting seperti sintesis ureum. Ketidakmampuan mengubah ammonia yang toksik menjadi ureum yang nontoksik sebagai akibat dari penyakit tersebut akan diikuti dengan intoksikasi ammonia, dan akhirnya koma hepatikum. Suatu spektrum penyakit genetik langka tetapi yang sering sangat menurunkan keadaan umum penderitanya dan kerap fatal, memberi contoh-contoh tambahan dramatis tentang konsekuensi fisiologis drastis yang dapat menyertai gangguan terhadap aktivitas bahkan hanya satu enzim.

 

1.2. TUJUAN

 

Dari latar belakang tersebut dapat kita ketahui tujuan disusunnya makalah ini yaitu agar kita dapat mengetahui sejarah enzim, definisi enzim, tata nama enzim, klasifikasi dan spesifikasi enzim.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. SEJARAH ENZIM

 

Pada akhir abad 17, proses degradasi makanan yang terjadi di mulut yaitu penguraian pati oleh ekstrak tumbuhan dan saliva telah diketahui. Tetapi pada abad 17 belum diketahui mekanisme degradasi pati oleh saliva atau ekstrak tumbuhan. Kemudian pada abad 19, seorang ilmuan yaitu Luis Pastour menyimpulkan aktivitas proses terjadinya fermentasi alkoholik merubah pati menjadi alkohol dikatalisis oleh komponen bahan aktif yang ada dalam sel ragi hidup. Proses katalisis yang terjadi pada saat proses prubahan pati menjadi alkohol pada zaman itu disebut dengan ferment. Kemudian Wilhelm Kuhne mengusulkan nama enzyme yang mempunyai arti in yeast diturunkan dari bahasa yunani en berarti in dan kemudian zyme berarti yeast.

Eduard Buchner dari Universitas Berlin melakukan percobaan studi kemampuan ektrak ragi yang telah dipisahkan dari sel hidup untuk memfermentasi gula. Hasil percobaan yang telah dilakukan ternyata berhasil yang kemudian disebut dengan zymase. Karena penelitiannya ini, Buchner memperoleh hadiah nobel dalam ilmu kimia atas penemuan fermentasi. Pada zaman itu sekitar tahun 1907 penamaan enzim selanjutnya ditambahkan akhiran ase pada akhir nama subtract, misalnya amylase yang menghidrolisis amylase. Enzim dapat berupa bentuk Kristal yang pertama kali diisolasi oleh Summer pada tahun 1926 yaitu Urease. Kemudian berkembang nama baku enzim dengan menggunakan kode EC kemudian diikuti oleh golongan enzim hingga golongan terbawah.

Kemudian pada tahun 1946 penghargaan nobel bidang kimia diberikan kepada 3 ilmuan yaitu Stanley dan Northrop dengan pernyataan protein murni tersebut adalah enzyme, Sunmer dengan urease merupakan protein dan dapat dikristalkan. Pada saat ini telah dikenal lebih dari 2000 jenis enzim yang berperan penting dalam mahluk hidup. Enzim mempunyai peranan vital untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi manusia misalnya dengan penemuan-penemuan obat untuk terapi kanker. Prospek kedepan teknologi enzim sangat cerah, dimana ada kecenderungan pergerakan teknologi akhir-akhir ini untuk mencari teknologi hijau dan yang ramah lingkungan. Misalnya prospek enzim-enzim Hemiselulase, lignoselulase, xylanase dan mananase untuk pembuatan pakan ternak, prebiotik, bioetanol, bleaching kertas, meubel, pupuk, industry roti dsb. Eksplorasi enzim untuk industry sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas katalitik menggunakan biokatalis yang mempunyai aktivitas katalitik 108 kali ari aktivitas normal. Sangat luar biasa prospek enzim dalam peningkatan kesejahteraan umat manusia.

(Dubos, J. 1951)

 

2.2. DEFINISI ENZIM

 

Enzim ialah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya dan pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut. Enzim merupakan reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh makhluk hidup karena adanya senyawa katalis yang mana mampu mempercepat proses reaksi.

Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun.

Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik). Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tumbuhan tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi.

(Anonymous, 2012)

Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar dari hanya 62 asam amino pada monomer 4-oksalokrotonat tautomerase, sampai dengan lebih dari 2.500 residu pada asam lemak sintase. Terdapat pula sejumlah kecil katalis RNA, dengan yang paling umum merupakan ribosom. Jenis enzim ini dirujuk sebagai RNA-enzim ataupun ribozim. Aktivitas enzim ditentukan oleh struktur tiga dimensinya (struktur kuaterner). Walaupun struktur enzim menentukan fungsinya, prediksi aktivitas enzim baru yang hanya dilihat dari strukturnya adalah hal yang sangat sulit.

Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya, tetapi hanya sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 3–4 asam amino) yang secara langsung terlibat dalam katalisis. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif. Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat kofaktor yang diperlukan untuk katalisis. Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil, yang sering kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi. Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. Dengan demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik.

Sama seperti protein-protein lainnya, enzim merupakan rantai asam amino yang melipat. Tiap-tiap urutan asam amino menghasilkan struktur pelipatan dan sifat-sifat kimiawi yang khas. Rantai protein tunggal kadang-kadang dapat berkumpul bersama dan membentuk kompleks protein. Kebanyakan enzim dapat mengalami denaturasi (yakni terbuka dari lipatannya dan menjadi tidak aktif) oleh pemanasan ataupun denaturan kimiawi. Tergantung pada jenis-jenis enzim, denaturasi dapat bersifat reversibel maupun ireversibel.

 

Diagram pita yang menunjukkan karbonat anhidrase II. Bola abu-abu adalah kofaktor seng yang berada pada tapak aktif.

 

2.3. TATA NAMA ENZIM

Tata Nama Enzim atau yang sering disebut “Enzym Nomenklatur’’ adalah sistem yang diperuntukkan pada penamaan suatu enzim. Nama enzim sering kali diturunkan dari nama substrat ataupun reaksi kimia yang ia kataliskan dengan akhiran -ase. Contohnya laktase. Nomenclature Committee of the International Union of Biochemistry and Molecular Biology (NC-IUBMB) telah mengembangkan suatu tatanama untuk enzim, yang disebut sebagai nomor EC; tiap-tiap enzim memiliki empat digit nomor urut sesuai dengan ketentuan klasifikasi yang berlaku. Ada juga yang menyebutkan tata penamaan enzim dapat berasal dari makhluk hidup yang menghasilkannya. Contohnya seperti enzim Renim dimana merupakan enzim yang berasal dari perut anak sapi. Ada juga system penamaan yang didasarkan dengan jenis kreasi. Yang hamper sama dengan menambahkan akhiran ‘ASE’ seperti pada enzim Hydrolase.

 

2.4. KLASIFIKASI ENZIM

2.4.1.             ENZIM DIKLASIFIKASIKAN BERDASARKAN TIPE DAN                                        MEKANISME REAKSI

Satu abad lalu, baru ada beberapa enzim yang dikenal dan kebanyakan di antaranya mengatalisis reaksi hidrolisis ikatan kovalen. Semua enzim ini diidentifikasi dengan penambahan akhiran –ase pada nama substansi atau substrat yang dihidrolisisnya. Jadi, lipase menghidrolisis lemak (Yunani lipos), amilase menghidrolisis pati (Yunani amylon), dan protease menghidrolisis protein. Meskipun banyak sisa peristilahan ini masih tetap bertahan sampai sekarang, pemakaiannya sudah terbukti tidak memadai ketika ditemukan berbagai enzim yang mengatalisis reaksi yang berbeda terhadap substrat yang sama, misal, oksidasi atau reduksi terhadap fungsi alcohol suatu gula. Sementara akhiran -ase tetap digunakan, nama enzim yang ada sekarang ini lebih menekankan pada tipe reaksi yang dikatalisisnya. Sebagai contoh, enzim dehidrogenase mengatalisis pengeluaran hidrogen, sementara enzim transferase mengatalisis reaksi pemindahan gugus. Dengan semakin banyaknya enzim yang ditemukan, ketidakjelasan juga semakin tak terelakkan, dan kerap kali tidak jelas enzim mana yang tengah dibicarakan oleh seorang penyelidik. Untuk mngatasi permasalahan ini, International Union of Biochemistry (IUB) telah mengadopsi sebuah sistem yang kompleks tetapi tidak meragukan bagi peristilahan enzim yang didasarkan pada mekanisme reaksi. Meskipun kejelasan dan pengurangan keraguan tersebut membuat sistem nomenklatur IUB dipakai untuk ujian riset, nama yang lebih pendek tetapi kurang begitu jelas tetap digunakan dalam buku ajar dan laboratorium klinik. Karena alasan tersebut, sistem IUB hanya disampaikan secara sepintas.

1)      Reksi dan enzim yang mengatalisis reaksi tersebut membentuk enem kelas, masing-masing mempunyai 4-13 subkelas.

2)      Nama enzim terdiri atas 2 bagian. Nama pertama menunjukkan substrat. Nama kedua, yang berakhir dengan akhiran –ase, menyatakan tipe reaksi yang dikatalisis.

3)      Informasi tambahan, bila diperlukan untuk menjelaskan reaksi, dapat dituliskan dalam tanda kurung pada bagian akhir; misal, enzim yang mengatalisis reaksi L-malat + NAD+ ® piruvat + CO2 + NADH + H + diberi nama 1.1.1.37 L-malat: NAD+ oksidoreduktase (dekarboksilasi).

4)      Setiap enzim mempunyai nomor kode (EC) yang mencirikan tipe reaksi ke dalam kelas (digit pertama), subkelas (digit kedua), dan subsubkelas (digit ketiga). Digit keempat adalah untuk enzim spesifik. Jadi, EC 2.7.1.1 menyatakan kelas 2 (transferase), subkelas 7 (transfer fosfat), subsubkelas 1 (alcohol merupakan aseptor fosfat). Digit terakhir menyatakan heksokinase atau ATP: D-heksosa 6-fosfotrasferase, sebuah enzim yang mengatalisis pemindahan fosfat dari ATP ke gugus hidroksil pada atom karbon keenam molekul glukosa.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5. SPESIFIKASI ENZIM

Enzim biasanya sangat spesifik terhadap reaksi yang ia kataliskan maupun terhadap substrat yang terlibat dalam reaksi. Bentuk, muatan dan katakteristik hidrofilik/hidrofobik enzim dan substrat bertanggung jawab terhadap kespesifikan ini. Enzim juga dapat menunjukkan tingkat stereospesifisitas, regioselektivitas, dan kemoselektivitas yang sangat tinggi.

Beberapa enzim yang menunjukkan akurasi dan kespesifikan tertinggi terlibat dalam pengkopian dan pengekspresian genom. Enzim-enzim ini memiliki mekanisme “sistem pengecekan ulang”. Enzim seperti DNA polimerase mengatalisasi reaksi pada langkah pertama dan mengecek apakah produk reaksinya benar pada langkah kedua. Proses dwi-langkah ini menurunkan laju kesalahan dengan 1 kesalahan untuk setiap 100 juta reaksi pada polimerase mamalia. Mekanisme yang sama juga dapat ditemukan pada RNA polimerase, aminoasil tRNA sintetase dan ribosom.

Beberapa enzim yang menghasilkan metabolit sekunder dikatakan sebagai “tidak pilih-pilih”, yakni bahwa ia dapat bekerja pada berbagai jenis substrat yang berbeda-beda. Diajukan bahwa kespesifikan substrat yang sangat luas ini sangat penting terhadap evolusi lintasan biosintetik yang baru.

Enzim dapat dispesifikasikan dalam tujuh golongan besar, diantaranya sebagai berikut :

  1. Oksidoreduktase ( Nitrat reduktase) terdapat dua enzim yaitu dehidrogenase dan oksidasi dengan tipe reaksi memisahkan dan menambah elektron atau hidrogen
  2. Transferase ( kinase) yaitu enzim yang bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa lain
  3.  Hidrolase (protease, lipase, amilase ) yaitu sebagai katalis reaksi hidrolisis
  4. Liase (fumarase ) berperan dalam membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia.
  5. Isomerase (epimerase ) berperan dalam mengkatalisir perubahan isomer
  6. Ligase/ sintetase ( tiokinase ) berperan dalam menggabungkan dua molekul yang di sertai dengan hidrolisis ATP.
  7. Polimerisasi (tiokinase) berperan dalam menggabungkan monomer – monomer sehingga terbentuk polimer .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

 

Sejarah enzim di mulai pada saat Eduard Buchner dari Universitas Berlin melakukan percobaan studi kemampuan ektrak ragi yang telah dipisahkan dari sel hidup untuk memfermentasi gula. Hasil percobaan yang telah dilakukan ternyata berhasil yang kemudian disebut dengan zymase. karena penelitiannya ini, Buchner memperoleh hadiah nobel dalam ilmu kimia atas penemuan fermentasi. Pada zaman itu sekitar tahun 1907 penamaan enzim selanjutnya ditambahkan akhiran ase pada akhir nama subtract, misalnya amylase yang menghidrolisis amylase. Enzim dapat berupa bentuk Kristal yang pertama kali diisolasi oleh Summer pada tahun 1926 adalah Urease. Kemudian berkembang nama baku enzim dengan menggunakan kode EC kemudian diikuti oleh golongan enzim hingga golongan terbawah.

 

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa Enzim merupakan suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya sedang pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut. Tata penamaan enzim sering kali diturunkan dari nama substrat ataupun reaksi kimia yang ia kataliskan dengan akhiran -ase. Contohnya enzim laktase

 

                        Enzim dapat dispesifikasikan dalam tujuh golongan besar yaitu Oksidoreduktase ( Nitrat reduktase), Transferase ( Kinase), Hidrolase (Protease, Lipase, Amilase ), Liase (Fumarase ), Isomerase (Epimerase ), Ligase/ Sintetase ( Tiokinase ), Polimerisasi.

 

 

 

 

 

 

3.2. SARAN

 

Kami dari penyusun sangat mengetahui bahwasanya makalah kami ini masih memiliki kekurangan yang sangat banyak sehingga kami membutuhkan kritikan maupun saran serta masukan yang harapannya untuk kedepan dapat menjadi pelajaran dan guna untuk memperbaiki makalah kami yang belum sempurna ini serta untuk intropeksi diri kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

            Anonymous, 2012. http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/04/enzim-dan-respirasi-pada-tumbuhan.html. Diakses tanggal 1 Maret 2012.

Anonymous, 2012. Grisham, Charles M.; Reginald H. Garrett (1999). Biochemistry. Philadelphia: Saunders College Pub. hlm. 426–7. ISBN 0-03-022318-0.http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_ref-4.

Anonymous, 2012. http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/peran-enzim-dalam-metabolisme-dan-pemanfaatannya-di-bidang-diagnosis-dan-pengobatan/.

Chen LH, Kenyon GL, Curtin F, Harayama S, Bembenek ME, Hajipour G, Whitman CP (1992). “4-Oxalocrotonate tautomerase, an enzyme composed of 62 amino acid residues per monomer“. J. Biol. Chem. 267 (25): 17716–21. PMID 1339435.

Dubos J, 1951. “Louis Pasteur: Free Lance of Science, Gollancz. Quoted in Manchester K. L. (1995) Louis Pasteur (1822–1895)—chance and the prepared mind”. Trends Biotechnol 13 (12): 511–5. doi:10.1016/S0167-7799(00)89014-9. PMID 8595136.

Smith AL (Ed) et al. (1997). Oxford dictionary of biochemistry and molecular biology. Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. ISBN 0-19-854768-4.

.

 
 

MySpace

27 Mar

 

        Myspace (dahulu MySpace) merupakan sebuah situs jejaring sosial. Kantor pusatnya bertempat di Beverly Hills, California, dan berada dalam satu gedung perkantoran dengan pemilik langsung perusahaan tersebut, News Digital Media, kepunyaan News Coorporation. MySpace menjadi situs jaringan sosial paling populer di Amerika Serikat pada bulan Juni 2006. Berdasarkan comScore, MySpace telah disusul oleh kompetitor internasional utamanya yaitu Facebook pada bulan April 2008. MySpace mempekerjakan 1000 karyawan pada bulan Juni 2009. Perusahaan tidak mengungkapkan pendapatan atau keuntungan secara terpisah dari News Coorporation. Moods adalah emotion kecil yang digunakan untuk menggambarkan suasana hati pengguna MySpace. Fitur ini telah ditambahkan pada MySpace bulan Juli 2007. Pada tahun 2010, fitur moods ini tidak disertakan secara default dalam update status, tapi bisa digunakan di homepage sebagai update yang terpisah.

Blurbs, Blog, Multimedia

Profil dalam MySpace berisi dua standar “blurbs”, yaitu bagian “About Me” dan “Who I’d Like to Meet”. Profil juga memuat bagian “Interests” dan “Details”. Pada bagian “Details”, status dan daftar zodiak selalu ditampilkan kecuali jika anggota tidak mengisinya. Profil juga berisi blog dengan aspek standar untuk isi, emosi, dan media. MySpace juga dapat mengunggah gambar. Salah satu gambar dapat dipilih untuk menjadi gambar default, yaitu gambar yang akan terlihat pada halaman utama profil, halaman pencarian, dan juga sebagai gambar yang akan muncul di samping nama pengguna pada komentar, pesan, dan lain-lain. Tersedia pula sebuah editor foto oleh FotoFlexer yang tidak hanya dapat memotong gambar dan mengantur kontras, tetapi juga dapat mengubah foto menjadi kartun atau memasang wajah pengguna dalam foto bergambar uang $100. Seperti pada layanan video MySpace, flash bisa dimuat. Tersedia pula fitur blogging. Fitur-fitur ini bisa disimpan di profil dengan menggunakan pengkostumisasi modul atau menggunakan kode HTML. Foto bisa ditampilkan di MySpace, tidak dengan link seperti zaman tahun-tahun sebelumnya. Dan foto-foto dapat dibuat menjadi bentuk slide show.

Komentar

Di bawah daftar teman pengguna MySpace terdapat lahan untuk bagian komentar, dimana teman-teman pengguna dapat meninggalkan komentar yang bisa dibaca oleh siapapun yang membuka profil pengguna tersebut. Pengguna MySpace memiliki pilihan untuk menghapus komentar apapun atau mengharuskan semua komentar untuk disetujui sebelum posting. Jika akun pengguna dihapus, setiap komentar dari pengguna yang ada di profil lain akan dihapus, dan diganti dengan komentar yang menyatakan “This Profile No Longer Exists”, artinya profil tersebut tidak ada lagi. Pilihan untuk menggunakan HTML dalam komentar bisa diaktifkan atau dinonaktifkan.

 

MySpace memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan halaman profil pengguna dengan memasukkan HTML(tetapi tidak Javascript) ke bagian-bagian seperti “About Me”, “I’d Like to Meet”, dan “Interests”. Video dan konten berbasis flash bisa dimasukkan dengan cara ini. Pengguna juga memiliki pilihan untuk menambahkan musik ke halaman profil mereka melalui MySpace Music, sebuah layanan yang memungkinkanband-band untuk memasang lagu mereka di MySpace.

 

Seorang pengguna juga dapat mengubah penampilan umum halamannya dengan memasukkan CSS (dalam elemen <style> … </style>) ke salah satu bidang untuk menimpa gaya default halaman lembar tersebut menggunakan editor MySpace. Hal ini sering digunakan untuk pemilihan font dan warna. Ada beberapa situs web independen yang menawarkan fungsi mendesain tata letak MySpace yang memungkinkan pengguna untuk memilih dan meninjau seperti apa halaman mereka akan terlihat dengan bantuan desain tersebut. Pada tahun 2008, MySpace meluncurkan Profile 2.0 baru sebagai generasi berikutnya dari profil MySpace. Profile 2.0 memiliki antarmuka yang bersih serta kemampuan untuk menyembunyikan atau menampilkan modul profil, bersama dengan menyesuaikan posisi modul pada profil. Susunan tata letak Profile 2.0 dirilis di internet secara langsung dalam waktu cepat karena penggunaan tata letak MySpace klasik tidak bekerja dengan Profile 2.0.

 

Profile 2.0 dikritik karena tidak mempertimbangkan hak ketika mencoba untuk menambahkan kustom CSS. Untuk menambahkan kusto CSS, tema asli akan dibuang dan membuat banyak MySpace tweak tidak fungsional dalam tata letak Profile 2.0. Pada tahun 2010, MySpace meninggalkan tata letak Profile 1.0 dan menjadikan Profile 2.0 sebagai fitur standar profil. Keunggulannya adalah antar muka yang bersih dan banyaknya tema yang dikemas dengan customizer, juga dengan membuat tema kustom menggunakan berbagai parameter pengeditan profil. Aplikasi digunakan untuk dekorasi. Sementara Profile 2.0 adalah standar tata letak, suatu profil baru mulai diluncurkan sebagai peningkatan mutu yang bersifat opsional. Profil baru ini diluncurkan untuk mengikuti tren dari antar muka profil modern dan memberikan suatu desain yang lebih dewasa dan sederhana. Profile 3.0 memungkinkan pengguna menggunakan kustomisasi yang lebih lebih fleksibel dan membangun tema dengan lebih sederhana, namun tidak jauh berbeda dari antar muka Profile 2.0.

 

Profil MySpace untuk musisi pada bagian situs web MySpace Music berbeda dari profil normal, profil ini memungkinkan seniman untuk mengunggah seluruh doskografi mereka yang terdiri dari lagu-lagu dengan format MP3. Sang pengunggah harus memiliki hak untuk menggunakan lagu-lagu (misalnya karya mereka sendiri, izin yang diberikan, dll). Musisi yang tidak berkontrak dapat menggunakan MySpace untuk mengirim dan menjual musiknya dengan menggunakan SNOCAP, yang telah terbukti populer di kalangan pengguna MySpace.

 


Tak lama setelah MySpace dijual kepada Rupert Murdorch, pemilik berita Fox dan 20th century fox, pada 2005 mereka meluncurkan label rekaman mereka sendiri, MySpace Records, dalam upaya untuk menemukan bakat yang tidak diketahui saat ini di MySpace Music. Dari artis yang sudah menjadi terkenal atau masih mencari jalan masuk ke industri, seniman dapat mengunggah lagu mereka ke MySpace dan memiliki akses ke jutaan orang setiap hari. Beberapa penyanyi terkenal seperti Lily Allen dan Sean Kingston memperoleh ketenaran melalui MySpace. Ketersediaan musik pada situs web ini terus berkembang, sebagian besar didorong oleh bakat muda. Lebih dari delapan juta seniman telah ditemukan oleh MySpace dan banyak lagi yang akan terus ditemukan setiap harinya. Pada akhir 2007, MySpace meluncurkan situs The MySpace Transmission, yang memuat serangkaian serial mengenai rekaman langsung di studio oleh seniman terkenal.

Kritik Sosial dan Budaya

Dave Itzkoff, dalam PlayBoy (Majalah) Juni 2006, mencoba memaparkan pengalamannya dengan keanggotaan beliau di MySpace. Dia mengindikasikan bahwa duplikasi desain sentral MySpace dilakukan untuk menyatukan orang-orang. Salah satu di antara beberapa kritiknya berkaitan dengan jarak yang dapat dijangkau internet memberikan keberanian bagi pengguna, contohnya bagi pengguna wanita yang menampilkan foto dirinya dengan pakaian minim pada halaman profilnya atau bersikap dan berperilaku tidak seperti yang akan mereka lakukan dalam kehidupan nyata.

 

Itzkoff juga berpendapat tentang sifat adiktif, bahwa situs ini memakan waktu penggunanya. MySpace memberikan akses banyak orang kepada kehidupan anggota, tanpa memberikan waktu yang dibutuhkan untuk mengelola hubungan tersebut dan bahwa relasi tersebut tidak memiliki kedalaman hubungan. Itzkoff mengkritisi permohonan komersial dengan cara yang lebih halus di situs, seperti spanduk web dan link ke profil dan web klip yang berubah menjadi, misalnya, iklan untuk keluaran baru 20th century fox film. Ia juga mengamati bahwa bagian musik yang sangat didukung dan diapresiasi oleh MySpace lebih berat kepada keinginan label perusahaan rekaman, bukan musisi terobosan.

Hak Musisi dan Perjanjian Persyaratan Penggunaan MySpace

Sampai dengan Juni 2006, ada perhatian dari para musisi, seniman, dan band di MySpace seperti penulis lagu Billy Bragg mengenai fine print dalam perjanjian pengguna yang berbunyi, “Anda dengan ini memberikan kepada MySpace.com sebuah lisensi yang berlaku di seluruh dunia (dengan hak untuk mensublisensikan dengan tingkat sublisensi yang tidak terbatas) yang bersifat non-eksklusif, dan bebas royalti untuk menggunakan, menyalin, memodifikasi, mengadaptasi, menerjemahkan, menampilkan dan menyajikan kepada umum, menyimpan, memperbanyak, mentransmisikan, dan menyebarluaskan konten tersebut pada dan melalui Layanan. “

 

Fine print ini membawa kekhawatiran tertentu sebagai perjanjian yang dibuat oleh Murdoch’s News Corporation. Billy Bragg membawa masalah ini ke media dan menarik perhatian pada minggu pertama di bulan Juni 2006. Jeff Berman, seorang juru bicara MySpace cepat menanggapi isu ini dengan mengatakan, “Karena kelegalan tersebut telah menimbulkan kebingungan, kami sedang bekerja merevisinya untuk membuat kejelasan bahwa MySpace tidak mencari izin untuk melakukan hal-hal berkaitan dengan hasil kerja seorang seniman selain memungkinkannya untuk dibagikan dengan cara yang seniman kehendaki.”

 

Pada 27 Juni 2006, MySpace telah mengubah perjanjian pengguna tersebut menjadi “MySpace.com tidak mengklaim hak kepemilikan dalam teks, file, gambar, foto, suara, video dan video karya musik, karya kepengarangan, ataupun materi lain (secara kolektif, Content) yang Anda posting dengan Layanan MySpace. Setelah posting konten Anda ke Layanan MySpace, Anda dapat terus mempertahankan semua hak kepemilikan dalam materi tersebut, dan Anda terus memiliki hak untuk menggunakan konten Anda dengan cara apapun yang Anda pilih.

 

Referensi

 

  • Pete Casmore (2006-07-11). “MySpace, America’s Number One”. Mashable.com. Retrieved 2010-07-24.
  • My Space is not their space anymore – Article on the move to Beverly Hills. Retrieved March 16, 2007.
  • Goldman, David (2009-06-16). “MySpace to cut 30%, or 430 jobs”. CNN. Retrieved 2010-03-30.

 

 

 
 

Hello world!

19 Mar

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!