Mengapa manajemen disebut sebagai Ilmu dan Seni? Ilmu mengajarkan orang suatu pengetahuan, sedangkan art/seni mendorong orang untuk berpraktek. Seni manajemen ruang untuk berpraktek. Seni manajemen meliputi kemampuan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan berbeda-beda, kemapuan untuk menciptakan suatu gambaran tentang suatu visi tertentu, kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau gambaran tentang suatu visi tertentu, kemampuan untuk mengawinkan visi tersebut dengan skill atau kemampuan yang efektif. Menambahkan dari definisi diatas, manajemen tidak hanya membutuhkan teori atau ilmu namun juga membutuhkan praktek yang disebut seni. Jadi keduanya harus berjalan seimbang agar terjadi manajemen yang baik. Peran dari manajemen itu sendiri adalah sebagai jembatan antar pribadi (hubungan dengan orang lain, ceremonial, dan simbolis) tentunya harus memiliki panutan, pimpinan dan pastinya penghubung. Kemudian manajemen sebagai pengambil keputusan, pada saat mengambil keputusan harus ada perundingan  terlebih dahulu yang membahas tentang pengalokasian sumber daya kemudian pengentas kendala dan harus ada perundingan.

Sebagaimana yang ditulis oleh Richard L. Daft dalam bukunya ” Era Baru Manajemen,” Manajemen itu sendiri merupakan pencapaian berbagai tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan pengendalian. Orang yang melakukan manajemen disebut dengan manajer. Manajer adalah orang yang melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap pekerjaan orang lainsehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Kemudian dia juga harus turun tangan langsung jika seorang anggotanya sedang mengalami kesulitan agar bisa mencapai tujuan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, seorang manajer harus bisa menjalankan empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengelolaan, kepimimpinann dan pengendalian. Perencanaan berarti mengidentifikasi berbagai tujuan untuk kinerja organisasi dimasa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Pengelolaan biasanya dilakukan setelah perencanaan. Pengelolaan itu sendiri mencakup bagaimana seorang manajer menentukan tugas, mengelompokan tugas, mendelegasikan otoritas, mengalokasikan sumberdaya diseluruh organisasi. Kepemimpinan berarti menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuan-tujuan organisasional. Seorang manajer harus memiliki jiwa kepimimpinan yang tinggi agar para karyawan menyegani dia dan tentunya akan mendengarkan serta melaksanakan instruksi dari manajer tersebut. Pengendalian adalah bagaimana seorang manajer memonitor aktivitas karyawan. Apakah organisasi sudah berjalan dengan tujuannya, dan membuat koreksi atau evaluasi jika diperlukan. Itu adalah sedikit yang saya ketahui tentang Manajemen

Daft, L, Richard. 2010. Era Baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empat