Posted: 21st May 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Tugas Tersetruktur E-Commerce
Comments Off on

TUTORIAL MEMBUAT TOKO ON-LINE DENGAN MENGGUNAKAN JOOMLA, Os-COMMERCE, DAN WORDPRESS

Memiliki sebuah usaha kini harus didukung dengan faktor informasi dan teknologi atau yang kerap disebut faktor IT di dalamnya. Tidak bisa sebuah usaha eksis dan bahkan berkembang dengan baik di tengah era informasi digital seperti saat ini tanpa melibatkan faktor Informasi dan Teknologi. Usaha tersebut mungkin bisa eksis tetapi mau sampai kapan mereka berusaha bertahan dari gempuran serangan dan penetrasi pesaing di pasar yang mengikutsertakan faktor IT dalam usaha mereka. Oleh karena itu, apabila anda memiliki sebuah usaha entah itu bergerak di bidang jasa atau dagang (khususnya dagang), ada baiknya anda mulai melibatkan faktor teknologi dalam usaha anda tersebut dengan tujuan bukan cuma sekedar agar perusahaan tersebut bisa bertahan, namun juga agar usaha anda dapat semakin berkembang. Bagaimana untuk mulai melibatkan faktor informasi dan teknologi dalam usaha yang sedang kita bangun ? Salah satunya dengan memiliki situs perusahaan. Bisa berupa company profile, ecommerce, portfolio atau sekedar situs layanan support service. Apapun itu, tetap kunci utama adalah mempunyai situs perusahaan. Kali ini, kita akan membahas sedikit tentang bagaimana membuat sebuah toko online secara singkat. Melalui fasilitas yang ada di AnekaHost, Fantastico, anda bisa menciptakan toko online anda dalam waktu hitungan jam. Toko online anda bisa anda bangun melalui beberapa cara. Disini kita akan belajar membuat toko online melalui 2 cara (ada banyak cara yang bisa digunakan sebenarnya), yaitu menggunakaan Joomla dan OsCommerce. Persiapan awal membuat toko online : 1. Baik menggunakan Joomla atau OsCommerce, semuanya bisa anda lakukan melalui fitur Fantastico. Oleh karena itu anda harus masuk terlebih dahulu ke cpanel hosting anda, kemudian memilih fitur Fantastico yang tersedia di sana. 2. Setelah itu, anda akan dibawa pada halaman Fantastico, dimana disana terdapat berbagai macam platform pembangun situs yang dapat digunakan, salah satunya adalah Joomla dan OsCommerce. Untuk situs E-Commerce dengan menggunakan OsCommerce sebagai basisnya : 1. Pilih platform OsCommerce, install pada direktori yang anda inginkan. Bisa diinstall pada subdirektori apabila anda ingin melakukannya. 2. Lakukan setting pada toko online anda seperti menentukan username dan password, nama toko, nama pemilik, email pengirim dan sebagainya. 3. Setelah selesai, tinggal klik finish maka jadilah toko online anda. Untuk melakukan setting lebih lanjut dan menginput data-data produk, anda bisa masuk ke menu administrator yang ada. Untuk situs E-Commerce dengan menggunakan Joomla sebagai basisnya : 1. Pilih platform Joomla (disarankan menggunakan versi terbaru yaitu 1.5) dan kemudian install pada direktori yang anda inginkan. 2. Lakukan setting username dan password, kemudian install. 3. Situs anda sudah selesai, tetapi belum berupa sebuah toko online karena Joomla adalah CMS standard. Yang anda harus lakukan adalah mencari sebuah plugin yang bernama VirtueMart (bisa anda cari di Google atau langsung ke situsnya di VirtueMart.net). Download dan install pada Joomla anda melalui menu Administrator. 4. Setelah itu lakukan setting pada toko online anda dan jadilah sebuah toko online anda. Itu tadi sepintas tentang bagaimana cara membuat toko online secara singkat dan cepat. Dan bila anda praktekkan, maka tidak butuh waktu lama untuk membuat sebuah toko online bagi usaha anda yang berarti bahwa anda sudah membawa usaha anda pada level Informasi dan Teknologi. Karena keterbatasan ruang dan waktu, maka penjelasan yang diberikan mungkin hanya berupa tutorial singkat. Apabila ada yang kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan seputar bagaimana membuat toko online, dapat menghubungi customer support service AnekaHost. WORDPRESS Kita akan mencoba membuat sebuah toko online dengan WordPress tanpa modal sedikit pun kecuali modal untuk akses internet. Sebenarnya jika kita ingin membuat sebuah toko online, yang paling cocok adalah menggunakan Joomla. Tetapi tidak ada salahnya jika kita mencoba membuatnya dengan WordPress jika kita tidak biasa menggunakan Joomla. Toko Online yang akan kita buat ini sangat simple sekali dan cukup mudah digunakan. Daripada membeli script-script toko online yang banyak dijual di pasaran internet. Membuat toko online dengan platform WordPress ini ternyata mudah. Hanya saja ada beberapa keterbatasan tentunya, misalnya cara pembayaran dan konfirmasi. Untuk cara pembayaran, hanya bisa menggunakan Paypal. Karena kita bakal menggunakan plugin WordPress Simple Paypal Shopping Cart. Ini bisa disebut kekurangan, bisa juga disebut keunggulan. Kekurangannya adalah tidak semua orang sudah memiliki akun Paypal. Sementara keunggulannya adalah transaksi (pembayaran) bisa dilakukan dengan cepat. Oke deh, langkah pertama kita download dulu pluginnya, klik link diatas aja. Kalau sudah lalu aktifkan plugin tersebut via Dashboard Admin kita. Langkah kedua, masuk ke menu Settings, nanti ada pilihan WP Shopping Cart. Klik lalu atur opsi-opsi yang ada. Seperti Email Paypal kita, Shipping Cost, URL konfirmasi, dll. Pilihan Products Page URL bisa dikosongkan dulu. Langkah ketiga baru deh kita bikin halaman khusus untuk menampilkan produk-produk yang mau kita tawarkan. Contohnya bisa dilihat di halaman Produk PLR yang ada di blog ini. Langkah selanjutnya pasti sudah bisa sendiri. Tinggal menyimpan widget Shopping Cart di Sidebar untuk nampilin Keranjang Belanja. Sederhana bukan? Kalau mau bikin toko online WordPress yang lebih dashyat lagi, bisa pake Themes Shopperpress dari Mark Fail. Atau menggnakan Plugin E-Store dari Tipsandtricks-hq. Tapi dua-duanya adalah Themes dan Plugin Premium, alias berbayar. OS-COMMERCE osCommerce termasuk salah satu perangkat lunak eCommerce yang sudah ada sejak era web 1.0. Keberadaannya yang sudah cukup lama membuat osCommerce memiliki fitur yang cukup lengkap untuk ber-jualan online. osCommerce juga tergolong cukup mudah digunakan dan dipahami, serta ‘ringan’ untuk di-instal dalam web hosting kebanyakan. Oleh karena itu, osCommerce layak dipertimbangkan sebagai salah satu paket yang bisa digunakan oleh para pedagang online untuk menggelar dagangannya di internet. Gambar berikut ini tampilan halaman beranda toko demo osCommerce versi 3.0a5: osCommerce termasuk perangkat lunak open source yang bisa kita gunakan secara gratis. Kita bisa mengunduhnya, memasangnya untuk digunakan secara lokal dalam komputer sendiri, dan memasangnya dalam server untuk kita gunakan ber-jualan online. Kita bisa mengunduh osCommerce dari alamat berikut ini: http://www.oscommerce.com/solutions/downloads. Kalau ditilik dari tampilan standarnya, osCommerce sampai versi 3.0a5 memang tampak masih seperti dalam era web 1.0, hampir tidak berubah sejak pertama kali osCommerce diterbitkan. Namun tampilan tersebut bisa diubah dengan menerapkan tema atau template yang berbeda sehingga kesan web 2.0 bisa ditampilkan dalam osCommerce. Kita bisa mencari tema osCommerce di internet baik yang gratis maupun berbayar. Dalam beberapa menit, tampilan standar osCommerce yang kurang menarik bisa diubah menjadi sangat menarik dengan tema yang tepat. Fitur-Fitur osCommerce Dari sisi fitur, osCommerce saat ini sudah cukup lengkap. Fitur-fitur dasar sebuah web eCommerce seperti halaman penampil produk, shopping cart, proses checkout, modul pengiriman, dan modul pembayaran semuanya ada. Modul CMS (content management system) dalam osCommerce diimplementasikan secara sederhana, cukup untuk bisa menyampaikan informasi yang berkaitan dengan toko online ke pelanggan. Sekarang kita akan melihat secara sepintas fitur-fitur osCommerce ini dari sisi pelanggan dan pemilik toko online. osCommerce dari Sisi Pelanggan osCommerce menyediakan berbagai cara navigasi yang bisa dilakukan pelanggan terhadap toko online. Pelanggan bisa melakukan browsing terhadap toko online berdasarkan Kategori, dan Pabrikan. Pelanggan juga bisa menggunakan fitur Pencarian untuk mencari produk berdasarkan kata kunci tertentu. osCommerce juga bisa menampilkan kotak atau webpart yang bisa diisi dengan produk terbaru atau produk pilihan. Halaman penampil produk osCommerce bisa dikonfigurasi dengan SEF (search engine friendly) URL. Dalam kaitannya dengan pemasaran web kita, SEF URL ini penting karena bisa membantu produk kita lebih cepat ditemukan oleh calon pelanggan yang mencari produk dengan kata kunci tertentu melalui mesin pencari seperti Google dan Bing. Berikut ini contoh-contoh SEF URL dalam osCommerce: * http://oscommerce.local/products.php/pro_php_security * http://oscommerce.local/products.php/labelwriter_400_turbo * http://oscommerce.local/products.php/oscommerce-tshirt Halaman tampilan detil produk dalam osCommerce menyediakan informasi vital tentang produk bagi pelanggan. Informasi ini meliputi penjelasan produk, harga, pabrikan, model, dan lain-lain. Atribut produk seperti warna juga bisa dipilih sehingga sebagai pelanggan kita memiliki kebebasan untuk memilih produk berdasarkan atribut tertentu. Halaman tampilan produk juga menyediakan fungsi untuk menambahkan review terhadap produk. Gambar berikut ini menunjukkan halaman tampilan detil produk dari toko demo osCommerce: Sebagai salah satu paket perangkat lunak eCommerce, osCommerce juga menyediakan shopping cart. Fungsi shopping cart dalam osCommerce ini kurang lebih sama dengan kereta belanja yang kita pakai pada saat ber-belanja di swalayan. Produk-produk yang kita beli terlebih dahulu ditampung dalam shopping cart sebelum kita menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Gambar berikut menunjukkan tampilan shopping cart dalam osCommerce: Proses checkout dalam osCommerce dimulai pada saat pelanggan meng-klik tombol ‘Checkout’ pada shopping cart. Dalam osCommerce, proses checkout memerlukan registrasi pelanggan ke toko online dimana pelanggan berbelanja. Setelah registrasi, proses checkout akan dilanjutkan dengan pengisian alamat pengiriman, metode pengiriman (kurir), dan metode pembayaran. Setelah pelanggan meng-klik tombol ‘Konfirmasi’, proses checkout pun selesai. osCommerce menyediakan menu ‘My Account’. Menu ini bisa digunakan oleh pelanggan untuk mengubah informasi registrasi, melacak order, dan konfigurasi notifikasi. Menu ‘My Account’ ini tersedia hanya setelah pelanggan melakukan registrasi ke toko online. Dengan fitur-fitur yang cukup lengkap, pelanggan akan cukup mudah berbelanja di toko online yang dijalankan dengan osCommerce. Proses checkout yang mudah dan cepat juga membantu pelanggan menyelesaikan belanjanya. ‘My Account’ memudahkan pelanggan untuk melacak order yang pernah dilakukannya di toko online osCommerce. osCommerce dari Sisi Pemilik Toko Online osCommerce menyediakan layar administrasi yang terintegrasi untuk melakukan fungsi-fungsi pemilik toko online (admin). Admin bisa melakukan tugas-tugasnya dari mulai mengubah konfigurasi toko online, meng-update katalog, menambah modul pengiriman/pembayaran, mengubah bahasa, menambahkan plug-in, sampai melihat statistik penjualan. Sama halnya dengan halaman depan (front-end) osCommerce, tampilan halaman administrasi (back-end) osCommerce juga tergolong sangat sederhana. Namun untuk back-end, aspek tampilan ini tidak terlalu penting mengingat yang akan mengakses sehari-hari adalah pemilik toko online, bukan pelanggan. Gambar berikut ini menampilkan halaman utama layar administrasi osCommerce: Salah satu tugas sehari-hari yang mesti dilakukan oleh pemilik toko online adalah update katalog, meliputi administrasi produk dan kategori. Misalnya apabila ada produk baru atau perubahan harga produk, admin akan membuka halaman administrasi untuk melakukan hal tersebut. Dalam osCommerce layar administrasi untuk menambah atau mengubah informasi produk tergolong cukup sederhana, sehingga memudahkan tugas admin. Gambar berikut menunjukkan layar administrasi untuk mengubah produk dalam osCommerce: osCommerce juga menyediakan fungsi-fungsi statistik buat pemilik toko online untuk mendukung jualan-nya. Misalnya statistik yang memberikan informasi produk-produk yang ketersediannya sudah menipis, informasi pelanggan terbaik, dan informasi produk terbaik. Walaupun informasi statistik yang disediakan oleh osCommerce belum terlalu banyak dan tidak didukung oleh fitur grafis, namun informasi tersebut cukup informatif bagi pemilik toko online dalam mendukung kegiatan ber-jualan sehari-hari. Gambar berikut menunjukkan layar administrasi dimana pemilik toko online bisa mengakses layar statistik: Kesimpulan OsCommerce merupakan salah satu perangkat lunak eCommerce yang bisa menjalankan sebuah toko online. Walaupun tampilan standar osCommerce terlihat masih berada di era web 1.0, namun fitur-fiturnya cukup lengkap. Bagi pelanggan, osCommerce menyediakan fitur-fitur standar eCommerce seperti shopping cart, dan SEF URL. Bagi pemilik toko online, osCommerce juga menyediakan fitur-fitur standar yang didukung dengan fitur statistik dalam mendukung jualan online. Secara keseluruhan, osCommerce termasuk perangkat lunak eCommerce yang layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk menjalankan toko online. DAFTAR RUJUKAN: http://www.anekahost.com/membuat-toko-online.html http://www.bloggerceria.org/membuat-toko-online-wordpress-sederhana.html http://www.suhanto.com/category/e-commerce/

Ujian Tengah Semester

Posted: 22nd April 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Tugas UTS E-Commerce
Comments Off on Ujian Tengah Semester

1. Jelaskan bagaimana hubungan E-Commerce terhadap supply chain management?

Hubungan E-Commerce terhadap Supply Chain Management. Di dalam konsep bisnis terpadu sebuah perusahaan berusaha melakukan integrasi ke arah dua sisi: supply dan demand. Integrasi ke arah hulu atau yang kerap dikenal dengan istilah upstream integration bertujuan untuk meningkatkan kinerja proses yang berhubungan dengan pasokan bahan-bahan mentah ataupun setengah jadi (atau sumber daya-sumber daya lain yang dibutuhkan dalam produksi), terutama di dalam hal efisiensi dan optimisasi. Sementara di sisi lain, perusahaan berusaha untuk menjalin hubungan langsung dengan konsumennya melalui pengintegrasian proses ke arah hilir atau yang biasa dikenal dengan downstream integration agar tercipta suatu relasi dengan target final kepuasan pada pihak konsumen. Kedua arah pengintegrasian inilah yang melahirkan dua konsep manajemen modern yang kerap dikenal dengan istilah Supply Chain Management dan Customer Relationship Management. Kerja sama yang dijalin antar perusahaan tersebut (dalam mekanisme transaksi jual beli) di dalam dunia maya sering digolongkan sebagai jenis perdagangan elektronik (e-commerce) bertipe Business-to-Business atau B2B.

Dengan adanya E-commerce ini perusahaan memperoleh manfaat salah satunya adalah peningkatan dalam rantai pasokan. Sebelum adanya E-commerce, supply chain dilakukan secara sederhana atau tradisional, dan terakhir Retailer , yaitu dari Supplier adalah Konsumen. Namun dengan adanya E-commerce rantai tersebut dapat dihilangkan oleh E-commerce, dengna begitu, penyampaian barang pada konsumen bisa lebih cepat. Manfaat dari e commerce bagi supply chain antara lain:

– Dapat meningkatkan hubungan atau relasinya dengan konsumen secara langsung,
– Mengurangi biaya dalam pengiriman atau penyaluran barang dari produsen konsumen.
– Mengurangi waktu menunggu (idle time) karena baik barang baku maupun barang jadi memiliki waktu lebih cepat.
– Mengurangi biaya-biaya lain, seperti biaya komunikasi.

Dalam e- supply-chain menegement ada 3 prinsip dasar yang harus diperhatikan yaitu:memperlakukan informasi sama persis dengan menejemen inventory, Perhatian terhadap aspek online dan real time, Menjaga kepercayaan dan sikap profesionalisme untuk tetap menjaga hubungan dengan para mitra bisnis.

2. Jelaskan bagaimana E-Commece dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan?

Mengurangi siklus waktu

Dari sisi pebisnis:

  • Electronic commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa

Dari sisi konsumen :

  • Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
  • Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.

Meningkatkan kinerja karyawan

  • Electronic commerce mendukung upaya-upaya business process reengineering. Dengan mengubah prosesnya, maka produktivitas sales-people, pegawai yang berpengetahuan, dan administrator bisa meningkat 100% atau lebih.

Memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan

  • Electronic commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan. Mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
  • Electronic commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan pembandingan dengan cepat.
  • Dalam beberapa kasus, khususnya produk-produk yang digitized , electronic commerce menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
  • Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
  • Electronic commerce member tempat bagi para pelanggan untuk merinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta pengalaman.
  • Konsumen dapat melakukan transaksi di dalam rumah saja tanpa harus pergi keluar dan mencari produk yang diinginkan.

3. Bandingkan antara “marketplaces” dengan “marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing?

Perbedaan antara marketplace dan marketspace adalah:

Marketplaces adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk bertukar barang dan jasa dengan uang atau dengan barang dan jasa lain secara nyata. Marketspace dalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk bertukar barang dan jasa dengan uang atau dengan barang dan jasa lain, melalui media elektronik. Media elektronik yang dipakai adalah komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.

Kelebihan marketplaces
-pembeli dan penjual bisa bertransaksi secara langsung, -transaksi lebih jelas dan kecurangan dalam bisnis kemungkinannya kecil

Kelemahan marketplaces
– tidak efisien waktu dan tempat, – pembeli dan penjual tidak bisa melakukannnya dalam jarak jauh, mereka harus bertemu langsung.

Kelebihan marketspaces
– penjual dan pembeli dapat bertemu di mana saja dan kapan saja, – efiseien biaya dan waktu, – barang yang dijual lebih variatif

Kelemahan marketspaces
– pembeli terkadang lama dalam menerima barang hasil transakasi, – seringnya terjadi kejahatan internet, – Perlu adanya tambahan biaya untuk alat-alat khusus sperti koneksi internet, modem, dan sebagianya.

Marketplace Marketspace
Mass marketing and advertisement Target, one to one interactive marketing and advertisement
Mass production Mass customization
Monologue Dialogue
Paper catalog Electronic dialogue
One to many communication model Many to many communication model
Supply side thinking Demand side thinking
Customer as target Customer as partner
Segmentation Communities
Physical products and services Digital product and services
Branding megabrand Communication diversity
Intermediation Disintermediation reintermediation

4. Bandingkan harga Sony digital Camera pada: shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Situs mana yang memberikan harga terbaik? Dimana anda mendapatkan informasi terbaik?


Perbandingan harga digital camera Sony Cyber-shot 10 MP :

Shopping.com $153 – $256
Mysimon.com $192,75
Bottomdollar.com $204,99
Bizrate.com $186
Pricecan.com $195,00

Informasi yang terbaik mengenai sony digital camera dapat didapatkan di shopping.com. tetapi saya lebih memilih bottomdollar.com, karena dalam situs ini, harga ditampilakan sangat jelas, jadi calon pembeli bisa mengetahui produk yang sesuai dengan kemampuan pembeliannya. Juga dalam bottomdollar.com, ada perbandingan antara harga produk yang sama daam bermcam situs yang berbeda, jelas ini sangat membantu konsumen dalam memilih barang.

5. Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada E-Commerce?

Loyalitas konsumen

Loyalitas konsumen merupakan suatu keadaan dimana konsumen terus berada di suatu vendor atau merk dan melakukan pengulangan pembelian. Dalam electronic commerce biasanya disebut e-loyalty yaitu konsumen yang loyal terhadap suatu e-tailer.

Kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen dalam electronic commerce merupakan reaksi yang paling penting dalam B2C di lingkungan online. Statistik menunjukkan bahwa 80% konsumen yang puas akan melakukan pembelian lagi di dalam 2 bulan mendatang, 90% akan merekomendasikan e-tailer tersebut ke orang lain, namun 87% konsumen jika tidak puas akan meninggalkan e-tailer tersebut tanpa memberikan komplain.

Kepercayaan konsumen

Kepercayaan konsumen merupakan situasi psikologi dari pihak-pihak yang berkemampuan untuk membantu dalam meraih tujuan yang direncanakan. Dalam electronic commerce untuk cara-cara untuk meningkatkan trust adalah diperlukannya kepercayaan antara pembeli dan penjual, menggunakan brand yang sudah dikenal, adanya mekanisme keamanan yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan.

6. Jelaskan bagaimana penerapan segmentasi pada E-Commerce?

Untuk pemasaran produk melalui internet variabel segementasi utamanya adalah geografi, demografi, psikografi, perilaku dan manfaat.

Segmentasi Geografi. Segmentasi geografi merupakan pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda, misalnya wilayah, negara, negara bagian, propinsi, kota, dan kepulauan. Contohnya Kraft Foods memasarkan permen karet di Perancis, memasarkan es krim di Brazil, dan memasarkan pasta di Italia. Coca-cola (www.cocacola.com) memasarkan produk minuman dengan merk tertentu yang hanya dijual di Jepang, yaitu Sokembicha (non-karbonat, gingseng, dan teh), Lactia (milk fermentasi), Aquarius (minuman untuk para atlit9, Georgia (minuman kopi berkualitas), dan Qoo (minuman juice).

Segmentasi Demografi. Segmentasi demografi merupakan pembagian di mana pasar dikelompokkan berdasarkan variable-variable pendapatan, jenis kelamin, pendidikan, jumlah penduduk, usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pekerjaan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. Contohnya Swatch (www.swatch.com) membidik segmen remaja global dengan usia 12 sampai 24 tahun yang berorientasi pada mode. Swatch menggunakan strategi kreatif dengan desain produk sesuai dengan selera remaja. Untuk jam tangan tersedia lebih dari 300 model.

Segmentasi Psikografis. Segmentasi psikografis mengkelompokkan pasar dalam variabel gaya hidup, nilai dan kepribadian. Gaya hidup ditunjukkan oleh orang-orang yang menonjol pada kelas sosial. Minat terhadap suatu produk juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Oleh sebab itu barang yang dibeli oleh orang-orang tersebut adalah untuk menunjukkan gaya hidupnya. Contohnya Chevrolets (www.chevrolet.com) memiliki pembeli dengan ciri kepribadian yang konservatif, hemat, memperhatikan harga diri, kurang maskulin, dan berusaha untuk tidak menjadi ekstrim

Segmentasi Perilaku dan Manfaat. Segmentasi perilaku membagi kelompok berdasarkan status pemakai, kejadian, tingkat penggunaan, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, sikap. Pasar dapat dikelompokkan menjadi bukan pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama kali, dan pemakai tetap dari suatu produk. Contohnya Campbell Soup Company (www.campbellsoup.com) memilih target Cina karena Cina mempunyai konsumsi soup paling tinggi di dunia.

7. Cari contoh 3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-Commerce. Berikan gambaran tentang situs-situs tersebut ?

Amazon.com
Salah satu bentuk web e-commerce yang terkenal. Pada situs ini, barang-barang yang ditawarkan lebih bervariasi, tidak hanya produk yang mahal dan mewah saja tetapi juga produk yang relatif murah. Produk yang ditawarkan pada situs ini merupakan produk kebutuhan sehari-hari, produk perkantoran, dan produk olahraga dan produk-produk lain yang biasanya sering dicari oleh pihak konsumen.. Situs ini mempunyai fitur dan servis seperti Selling on Amazon, Amazon Exclusive, Partner Service, For Businesses, For Developers, For Advertiser.

Keuntungan
• Keuntungan yang utama ketika kita berbelanja di Amazon adalah dalam hal kenyamanan. Karena cukup browsing di komputer untuk mencari produk yang kita inginkan di Amazon.
• Amazon memberikan berbagai macam pilihan produk dan informasi mengenai produk tersebut, sehingga kita dapat membandingkan baik dari segi harga, kualitas maupun testimonial dari orang-orang yang membeli produk tersebut, sebelum memutuskan untuk membeli produk yang kita inginkan.
• Di Amazon tersedia berbagai macam barang dan produk, dari peralatan rumah tangga, barang electronik, buku, majalah, dvd, software, peralatan olah raga,

Kekurangan
• Ketika produk tersebut sampai ke tangan kita, bisa saja produk tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, walaupun barang tersebut memang produk yang kita pesan, karena kita tidak bias melihat barangnya secara langsung.
• Adanay ongkos kirim yang cukup mahal.
• Kurang menyediakan informasi yang cukup detail dan akurat mengenai produk yang mereka jual.

Saran
• Memberikan lebih banyak lagi informasi mengenai produk yang di jual untuk menjelaskan pada calon pembeli.

Mizan. Com
Situs Mizan.com merupakan sebuah situs publishing yang menawarkan produk tentang buku-buku dan majalah yang penjualannya bestseller atau masih baru terbit. Situs ini memiliki tampilan yang menarik dan sederhana, sehingga sangat memudahkan bagi para penggunanya.

Keuntungan
• Memudahkan dalam pembelian buku secara on line.
• Barang-barang yang dijual selalu update

Kekurangan
• Kekurangan situs ini adalah kita tidak bisa melakukan transaksi langsung untuk membeli buku yang kita inginkan.

Saran
• agar situs ini menawarkan kemudahan juga dalam bertransaksi lewat internet.

Barnesandnoble.com
Yang membedakan pada situs ini yaitu cara transaksinya di mana dalam situs ini merupakan tempat lelang yang secara on-line. Produk yang ditawarkan pada situs ini juga bervariasi yang meliputi Gift Certificates, Music, Musical Instruments, Baby, DVDs & Movies, Sports, Cards, Video Games, Toys & Hobbies. Situs ini juga menawarkan berbagai produk mulai dari buku-buku yang terbaru serta bestseller, dan majalah. Situs ini memiliki tampilan yang menarik dengan menampilkan buku, dan majalah, yang baru saja dirilis.

Keuntungan
• Kemudahan transaksinya di mana dalam situs ini merupakan tempat lelang yang secara on-line.
• Memberikan berbagai macam pilihan produk dan informasi mengenai produk tersebut, sehingga kita dapat membandingkan baik dari segi harga , sebelum memutuskan untuk membeli produk yang kita inginkan.
• Situs ini memiliki tampilan yang menarik dengan menampilkan buku, dan majalah, yang baru saja dirilis

Kekurangan
• Tidak bisa secara langsung melihat produk yang akan kita beli.
• Ongkos kirim mahal.

Saran
• Lebih menvariasikan produk yang ditawarkan.
• Memudahkankan pelanggan dengna mengurangi ongkos kirim atau kalalu bisa ongkos kirim bisa ditanggungkan pada barnesandnoble.com

Bahan Kuliah E-Commerce

Posted: 22nd April 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Bahan Perkuliahan E-Commerce
Comments Off on Bahan Kuliah E-Commerce

Berikut bahan kuliah yang harus anda pelajari sebelum Ujian Tengah Semester:

Slide 1

(E-Marketplaces: Structures, Mechanisms, Economics, and Impacts)

Slide 2

(Retailing in Electronic Commerce: Products and Services)

Slide 3

(Consumer Behavior,Market Research, and Advertisement)

Slide 4

(B2B E-Commerce: Selling and Buying in Private E-Markets)

Slide 5

(Public B2B Exchanges and Support Services)

Slide 6

( E-Supply Chains, Collaborative Commerce, Intrabusiness EC, and Corporate Portals)

Sesuai dengan rencana perkuliahan dalam E-COMMERCE-GBPP

Hello

Posted: 19th March 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Tugas Tersetruktur E-Commerce
  • Hello all my friends …..
  • Thank you for the visit…..
  • This blog is created as a means of practice in the eyes of the E-Commerce panber as well as one of the application of technology in the development of today’s business world.

Tugas E – Commerce 2

Posted: 15th March 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Tugas Tersetruktur E-Commerce
Comments Off on Tugas E – Commerce 2

Types of Stores and Malls

1. Berdasarkan Pemiliknya:
Pemilik toko online ada yang berupa:

  • perusahaan
  • kelompok, keluarga
  • perorangan

Toko online yang dimiliki oleh perusahaan atau kelompok cenderung memiliki pembagian fungsi yang lebih jelas untuk setiap pengelolanya. Ada yang bertugas sebagai pengelola tampilan, marketing, pelayanan pelanggan, keamanan, dll. Hal ini memang dilakukan untuk mengantisipasi sifat transaksi yang juga lebih besar. Sedangkan toko online milik pribadi tentu saja lebih sederhana. Mulai dari memasukkan data barang dagangan, pelayanan pelanggan, marketing, pengelola persediaan dll dilakukan sendiri. Bisa dibayangkan capeknya. Tapi apabila capek karena banyak pesanan, tidak masalah. Nanti apabila sudah maju, bisa meminta bantuan teman atau pasangan untuk membantu. Bahkan mungkin lama-lama bisa membayar karyawan sendiri. Kalau tidak salah, dulu manetvision.com juga diawali dari yang seperti ini.

2. Berdasarkan Produk yang Dijual:
Produk yang dijual di toko online sangat bervariasi. Tidak ada batasan untuk menjual sesuatu. Sama halnya dengan toko offline. Untuk kali ini, saya bagi kepada dua jenis toko online berdasarkan produk yang dijual:

  • Barang atau Jasa. Contoh produk barang: baju, kue, buku, dll. Contoh produk jasa: Jasa Translator, jasa pemasangan iklan, jasa konsultasi, dsb. Walau memang tempat menjual produk jasa ini rasanya sedikit janggal jika disebut ‘toko’.
  • Kepemilikan. Barang yang dijual merupakan produk sendiri, misalnya kita memiliki/membeli sebuah produk untuk kita pasarkan lewat toko online kita. Selain itu, ada juga toko online yang menjual barang milik orang lain. Biasanya, ini dilakukan dalam program afiliasi. Contoh toko yang menjual produk melalui program afiliasi adalah toko-toko online yang memakai script dari AoM, yang menjual produk-produk Amazon. Kalau mau belajar lebih lanjut tentang AoM, silahkan mampir ke waroengbetawi.

3. Berdasarkan Harga Pembuatannya:

  • Gratis. Saat ini, akses kepada cara-cara membuat toko online semakin banyak. Berbagai buku, e-book, software telah diciptakan untuk meningkatkan kemudahan dalam memiliki toko online. Sehingga tidak jarang ada toko online yang biaya pembuatannya gratis. Contohnya adalah dengan menggunakan plaftorm blog gratis, menggunakan domain dan hosting gratis, menggunakan script os-commerce di fantastico, dll.
  • Toko online berbayar . Harganya dari ratusan ribu bahkan sampai belasan juta rupiah, memiliki keunggulan desainnya lebih unik dan personality, tidak mudah ditiru. Sehingga kesan profesionalnya lebih terjaga. Biasanya, seorang pengusaha akan membayar web designer untuk mengerjakan toko online berbayar ini. Toko online berbayar biasanya memiliki sistem transaksi yang sangat menyesuaikan dengan keinginan pemiliknya. Berbeda dengan toko online gratis yang harus mengikuti standar yang ditetapkan oleh pembuat script. Bedanya lagi, toko online yang dibuat dengan bayaran biasanya menyediakan jasa pelayanan pelanggan pasca pembelian. Hal ini penting untuk Anda yang baru membuka usaha online Anda. Agar tidak terlalu terhambat dengan fitur-fitur yang baru Anda kenal pada toko online Anda. Contoh: gramedia, topbgt.com.bhinneka.

4. Berdasarkan Kegiatan yang Bisa Dilakukan:

  • Sekedar menampilkan barang. Biasanya toko online ini menggunakan plaftorm blog seperti blogspot.com dan Multipy. Contohnya adalah: mbut5. Pada toko online jenis ini, yang paling utama adalah adanya pelayanan pelanggan yang selalu aktif dan responsif, apabila ada pengunjung yang menanyakan tentang produk yang dijual. Maklum saja, pengunjung tidak bisa mandiri berbelanja. Toko online jenis ini bisa diibaratkan sebuah counter. Pengunjung boleh melihat-lihat barang yang dijual sesuka hati. Ketika ada produk yang memikat, pengunjung akan menanyakan perihal barang tersebut kepada penjaga counter, dan bisa berlanjut ke transaksi. Tetapi tidak ada fasilitas yang berfungsi seperti keranjang belanjaan dan kasir.
  • Bisa berbelanja di toko online tersebut. Jika diibaratkan, minimal toko online ini sudah hampir seperti toko swalayan. Pengunjung bisa melihat produk, memilihnya, memasukkannya ke keranjang belanja dan menghitungnya di kasir. Namun yang membedakan adalah pembayaran dilakukan di luar toko online ini. Biasanya dengan cara COD (Cash on Delivery atau pembayaran saat barang diterima pembeli) ataupun transfer via rekening bank. Contohnya adalah toko online yang kami sediakan. Klik di sini untuk melihat langsung.
  • Bisa langsung melakukan pembayaran. Nah ini contoh toko online yang memang bisa dibandingkan dengan toko swalayan. Pembeli bisa melihat, memilih, memasukkan ke keranjang belanja, dan membayar produk yang dibeli langsung di toko online ini. Pembayarannya biasanya mulai dari COD sampai menggunakan payment gateway (jasa perantara pembayaran) seperti PayPal, ClickBank, eGold, kartu kredit, dll. Bagus sekali, karena memang telah memenuhi syarat sebuah toko. Kelemahan yang mungkin terjadi adalah masalah ‘keamanan’ dan cara transaksi yang lebih ribet dibanding jenis toko online sebelumnya. Nah untuk contoh di Indonesia, saya malah belum nemu mungkin ada yang mau kasih info?
  • Lain-lain. Misalnya pembeli bisa membandingkan produk, pembeli bisa mendapatkan versi trial, penjual bisa melihat statistik penjualannya secara otomatis, dan sebagainya. Ini hanya sebagai fitur tambahan, yang dibutuhkan atau tidaknya masih relatif.

5. Berdasarkan Domain Induknya:

  • Sub domain (atau di bawahnya lagi). Misalnya toko online yang dibuat dengan hosting dari blogger.com, indonetwork , topklik, dan ebay-indonesia. Biasanya biayanya gratis. Bisa diibaratkan seperti kios-kios di dalam sebuah mall. Contohnya adalah mely. Yang menarik adalah, jika ‘mall’ yang ditempati memang ramai, maka ‘kios-kios’ ini bisa ikutan ramai. Coba saja lihat yang bertaraf internasional: alibaba. Saat ini, alibaba merupakan salah satu ‘mall’ yang paling ramai di dunia!
  • Domain. Misalnya: soraya batik Positifnya adalah, toko ini terkesan lebih profesional. Yah, profesionalisme masuk hitungan penting dalam bisnis. Diibaratkan toko online ini adalah toko yang mandiri, seperti toko-toko di pinggir jalan. Pengunjung juga lebih gampang mengingat nama toko online ini, karena biasanya namanya lebih singkat dan unik dibandingkan toko online yang sub domain.

6. Berdasarkan Target Pasarnya:
Target pasar sangat penting diputuskan sebelum kita memiliki toko online. Siapa yang mau dijadikan sasaran? Jika sasaran Anda adalah orang Indonesia, gunakanlah bahasa Indonesia pada toko online Anda, dengan cara-cara transaksi yang “Indonesia banget”. Hindari sistem pembayaran yang ‘terlalu asing’, seperti ClickBank. Jika sasaran Anda adalah wanita, gunakanlah desain web yang girly atau keibuan (hindari desain gelap, tentu saja). Dan jika sasaran Anda adalah orang-orang suku pedalaman…. sebaiknya Anda tidak usah buka toko online saja dulu. Karena di Indonesia, internet belum sampai di pedalaman ^_^ .

7. Berdasarkan Nasib Toko Online-nya
Nah ini kategori yang lebih iseng lagi ^_^, tapi SANGAT PENTING!
Niat kita membuka toko online tentu saja agar dagangan jadi lebih laku. Entah toko online untuk menunjang toko offline, atau memang 100% online, intinya kita mau penjualan meningkat.
Apakah dengan memiliki toko online maka penjualan pasti meningkat?
Jawabannya: T I D A K !
Toko online hanyalah sarana. Mohon diingat: sarana.
Lebih khususnya, sebagai sarana promosi. Nah, kewajiban pemilik toko online adalah agar sarana promosi ini dapat dikenal secara luas oleh calon konsumen. Bisa percuma punya toko online jika TIDAK ADA orang yang tahu. Untuk itu, perjuangan tidak berhenti sampai dengan ‘mempunyai toko online’. Anda harus promosi! Kalau perlu dapatkan peringkat pertama pada hasil pencarian Search Engine dan Web Directory. Dengan begitu, toko online bisa menjadi senjata yang berguna. Memang untuk di awal, promosi akan memakan biaya dan waktu. Tetapi jika telah terkenal, Anda akan merasakan aliran transaksi yang deras dari toko online Anda. Mau tau contohnya? Ketik saja “toko komputer” pada Google. Nanti Anda akan menemukan toko online yang masuk hitungan ‘terkenal dan menguntungkan’.

Sehingga bisa dibilang, pada kategori ini, toko online akan terbagi:

  • Menguntungkan
  • Tidak menguntungkan

Namun sekali lagi, itu tergantung cara Anda berpromosi.

Nah, berdasarkan kategori-kategori di atas, kita bisa melihat sebuah toko online lebih jelas lagi. Contohnya, misalnya pada Paket Toko Online yang kami tawarkan:

  • 1. Berdasarkan pemiliknya: Bisa dimiliki siapa saja. Tetapi lebih cocok untuk perorangan atau kelompok. Karena memang mudah dan simpel.
  • 2. Berdasarkan Produk yang Dijual: Kami sarankan untuk produk ritel atau eceran. Mengingat paket toko online kami (sementara ) tidak mengenal sistem diskon otomatis
  • 3. Berdasarkan Harga Pembuatannya: Berbayar. Tetapi memang murah. Bandingkan saja
  • 4. Berdasarkan Kegiatan yang Bisa Dilakukan: Pembeli bisa melihat dan berbelanja langsung. Tetapi pembayaran menggunakan COD atau transfer bank. Ini kami pilih untuk menyesuaikan dengan budaya belanja online masyarakat Indonesia, yang sejujurnya, masih relatif konservatif, dan juga supaya lebih aman.
  • 5. Berdasarkan Domain Induknya: Terserah, bisa diletakkan di sub domain atau domain. Kami sarankan untuk Domain sendiri saja. Untuk sub domain bisa, tetapi domain induknya harus milik Anda sendiri.
  • 6. Berdasarkan Target Pasarnya: Orang Indonesia. Karena interface-nya (tampilannya) ‘Indonesia banget’. Bahkan bisa diedit ke bahasa daerah, kalau mau. Tetapi jangan, karena membatasi pasar.
  • 7. Berdasarkan Nasib Toko Online-nya. Nah yang ini lagi-lagi tergantung cara Anda berpromosi.

DAFTAR PUSTAKA


Brick and mortar business, [online], (http://en.wikipedia.org/wiki/Brick_and_mortar_business, diakses tanggal 16 Maret 2010)

General Store, [online], (http://en.wikipedia.org/wiki/General_store, diakses tanggal 16 Maret 2010)

Merysta veny, 2009, Generalized dan Spesialized E-Mall, [online], (http://venymerysta.wordpress.com/tag/e-commerce/, diakses tanggal 16 Maret 2010)

Wahyudi Astrid Nuraida, 2009, Electronic-Mall, [online], (http://astridnuraidawahyudi.wordpress.com/2009/03/15/electronic-mall/ diakses tanggal 16 Maret 2010)

Tulisan ini bukan merupakan plagiat, adapun sumber-sumber dari artikel ini telah tercantum dalam daftar pustaka.

Diposkan oleh Muhammad Syaifudin (0710223108)

Tugas E – Commerce 1

Posted: 9th March 2010 by Muhammad Syaifudin Arasyid in Tugas Tersetruktur E-Commerce
Comments Off on Tugas E – Commerce 1

DIFINISI E-COMMERCE

E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

1. Menyediakan harga kompetitif

2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.

3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.

4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.

5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.

6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.

7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

* E-mail dan Messaging

* Content Management Systems

* Dokumen, spreadsheet, database

* Akunting dan sistem keuangan

* Informasi pengiriman dan pemesanan

* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise

* Sistem pembayaran domestik dan internasional

* Newsgroup

* On-line Shopping

* Conferencing

* Online Banking

Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.

PERKEMBANGAN E-COMMERCE di INDONESIA

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita.

E-Commerce sendiri didefinisikan sebagai ‘a series of activities that includes Electronic Data Interchange (EDI), Supply Chain Management tools, and Electronic Payment Systems’.

Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:

  • Business to business (B2B): Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain
  • Business to consumer (B2C): Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi
  • Consumer to consumer (C2C): Sifarnya lelang (auction)
  • Government: G2G, G2B, G2C, melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat

Manfaat E-Commerce :

  • Revenue stream baru
  • Market exposure, melebarkan jangkauan
  • Menurunkan biaya
  • Memperpendek waktu product cycle
  • Meningkatkan customer loyality
  • Meningkatkan value chain

Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net

Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.

Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.

Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Referensi

DAFTAR PUSTAKA


Tulisan ini bukan merupakan plagiat, adapun sumber-sumber dari artikel ini telah tercantum dalam daftar pustaka.

Diposkan oleh Muhammad Syaifudin (0710223108)