Tugas Terstruktur 5 Perilaku Konsumen

Posted: 30th May 2012 by M Rozi Alfath in Uncategorized

 

Oleh: M Rozi Alfath

Dosen: Nanang Suryadi

Mata Kuliah: Perilaku Konsumen

 

ARTIKEL 01 Tugas Terstruktur Perilaku Konsumen

ARTIKEL 02 Tugas Terstruktur Perilaku Konsumen

ARTIKEL 03 Tugas Terstruktur Perilaku Konsumen

 

Tugas Terstruktur 4 Perilaku Konsumen

Posted: 28th March 2012 by M Rozi Alfath in Uncategorized

Oleh: M Rozi Alfath

Dosen: Nanang Suryadi

Mata Kuliah: Perilaku Konsumen

 

Kepribadian?

 

Setiap konsumen mempunyai karakteristik psikologis yang berbeda-beda terutama dalam menentukan dan merespon lingkungannya. Lingkungan dimana mereka berinteraksi terhadap pengaruh dan perubahan yang mendominasi setiap keputusannya ketika menentukan sebuah pilihan terhadap produk dan jasa tertentu. Konsep kepribadian merupakan seperangkat pola perasaan dan pemikiran perilaku yang memiliki keunikan terhadap respon di berbagai situasi.

Pola perasaan konsumen memiliki ciri khas:

a. kepribadian mencerminkan perilaku masing-masing individu

b. kepribadian bertahan lam dan konsisten

c. kepribadian dapat berubah

 

Ciri-ciri kepribadian konsumen yang inovatif dan yang tidak inovatif merupakan ciri kepribadian yang dogmatis sehingga orang dengan dogmatis tinggi sulit untuk menerima hal-hal baru karena keyakinan orang ini sangat kuat sehingga harus dipengaruhi oleh figur yang berkuasa atau orang terkenal. Sebaliknya kepribadian dengan dogmatis rendah sangat mudah dipengaruhi oleh informasi baik yang menekankan pada perbedaan produk secara faktual juga informasi tentang kegunaan produk.

Beberapa teori kepribadian ada 3: 1. Freudian Theory, 2. Neo-Freudian Personality Theory, 3. Trait Theory.

 

FREUD NEO FREUD TRAIT/SIFAT
Dasar Pemikiran: manusia, memiliki dorongan yang tidak disadari Dasar pemikiran: pembentukan dan pengembangan kepribadian didasari hubungan sosial Dasar pemikiran: kepribadian manusia bisa diukur menurut karakteristik psikologis khusus yang disebut sifat
Kepribadian manusia dipengaruhi tiga komponen: Id, Superego, Ego Kepribadian manusia digolongkan ke dalam tiga kelompok: Patuh, Agresif, Lepas dari orang lain (detached) Manusia berbeda karena adanya sifat berbeda pada setiap individu. Keinovatifan, Marerialisme, Etnosentrisme
Para konsumen sering tidak menyadari alas an mereka mengkonsumsi sesuatu Perilaku konsumen tergantung bagaimana posisi atau perilakunya dalam lingkungan social Konsumen membuat pilihan mereka dan dengan pembelian golongan produk yang luas, bukan merek tertentu

 

Dogmatisme, dalam perilaku konsumen diartikan sebagai sebuah sifat kepribadian yang mengukur tingkat kekakuan yang ditunjukkan individu terhadap hal yang belum dikenal dengan baik dan terhadap informasi yang berlawanan dengan kepercayaan mereka yang sudah mendalam.
Jadi, berdasarkan pengertian diatas. Seseorang dengan dogmatism tinggi bisa diartikan mereka takut akan perubahan dan merasa sangat nyaman dengan kondisi sekarang sehingga ada kemungkinan loyalitas mereka terhadap suatu produk atau infomasi akan lebih tinggi yang menguntungkan bagi sebagian produsen tentunya.

 

Teori Freud, teori psikoanalitis mengenai kepribadian dari Sigmund Freud merupakan dasar dari psikologi modern. Freud mengemukakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari tiga sistem yang saling mempengaruhi:
a. Id, aspek biologis (juga dikenal dengan istilan naluri)
b. Superego, aspek social (akal dan budi)
c. Ego, aspek psikologis (hati nurani)

 

Berdasarkan teori Freud kepribadian yang sesuai dengan dogmatis tinggi adalah id dan ego dimana berdasarkan teori psikoanalitis Freud pada studi kepribadian konsumen dimana dorongan pada manusia sebagian besar tidak disadari alasan konsumen membeli suatu barang atau jasa.

 

Tetapi ada proporsi untuk id lebih tinggi dibanding ego, kebiasaan manusia susah dirubah sehingga rutinitas setiap hari dan produk yang sering dipakai akan mendarah daging . Jadi pada saat berbelanja, secara tidak sadar kita akan mencari dan mengambil produk tersebut tanpa melirik produk lain atau saat lapar akan terpikirkan restoran/makanan yang disukai.

 

Namun, untuk Ego dikarenakan bercerita tentang benar salah, cantik jelek, moral dan kode etik yang berlaku dimasyarakat. Menurut saya semua itu bisa berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Jadi itu akan mempengaruhi pilihan terhadap produk atau jasa dengan tingkat loyalitas rendah.

 

Atau saat mayoritas masyarakat menggunakan produk yang sama (contoh: blackberry) tentunya kita sebagai makhluk social juga akan terpengaruh oleh mayoritas sehingga dogmatism kita yang tadinya tinggi terhadap suatu produk(contoh: Nokia) akan perlahan bergeser dan lama-lama pemikiran kita terbuka terhadap informasi yang baru.

 

Daftar Pustaka

Allport, G.W. Personality: a Psychologycal Interpretation. New York. Henry Holt, 1937.
Adler, A. Understanding Human Nature (Terj. Beram Walfe) New. York: Permabook-Greenberg, 1949.
Brand, H. The Study of Personality. New York: John Wiley & Sons, 1954.
Hall, C.S. & Lindzey, G Theories of Personality New York: John Wiley & Sons, 1957
Jacobi, J. De Psychologie Van C.G. Jung (terj. : M. Drukker) Amsterdam-Antwerpen: Contact, 1951.

Tugas Terstruktur 3 Perilaku Konsumen

Posted: 21st March 2012 by M Rozi Alfath in Uncategorized

Tugas Terstruktur 3 Perilaku Konsumen

 

Oleh: M Rozi Alfath (0910220029)

Dosen: Nanang Suryadi

 

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow.  Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).

 

Berikut ini adalah 3 contoh iklan komersil dengan aspek motivasi yang dibangkitkan beserta teori yang mendukung di dalam iklan tersebut:

 

1. Iklan “The New iPad”

 

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=RQieoqCLWDo[/youtube]

 

 

Dilihat dari iklan tersebut dapat disimpulkan bahwa Apple Inc. berusaha untuk memotivasi konsumen dengan berbuat sesuka hati dan sesuai dengan minatnya. Dengan produk yang sarat dengan entertaint Apple menyuguhkan kepuasan pemenuhan diri sendiri mengekspresikan bakat si pembeli dengan berbagai fitur barangnya.

 

Hal ini dikuatkan dengan Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow yaitu pada tingkat Aktualisasi Diri. Menurut Maslow, setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh, berkembang, dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri, menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.

 

2. Iklan “BMW X1”

 

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=JkYnn21W8x0[/youtube]

 

 

Tampak jelas pada iklan yang dihadirkan perusahaan mobil asal jerman (BMW) menunjukkan bahwa mobil tersebut dapat memenuhi kebutuhan sosial si konsumen. Ini ditunjukkan dalam iklan tersebut bahwa penumpang di dalamnya dapat menikmati segala aktivitas bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja dengan berbagai kondisi yang akan dilewati si konsumen.

 

Juga dikuatkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow bahwasanya kebutuhan social haruslah terpenuhi jika rasa aman dan keselamtan telah terjamin. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya.

 

3. Iklan “Adidas Football Boot f50i”

 

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=HZaRC9oi_EI&feature=fvst[/youtube]

 

 

Dikisahkan pada iklan tersebut ada seorang anak kecil yang bermain bola dan diberi karunia bakat yang luar biasa, hingga anak itu tumbuh dewasa dan menjadi bintang sepakbola pada negara yang ia bela. Pada akhir cerita ditunjukkan pula sepatu yang dipakai dan memberikan motivasi pada para konsumen jika memakai sepatu tersebut niscaya kemampuan anak tadi akan sama seperti sang pemakai sepatu dan menjadi jawara sepakbola sama seperti yang diceritakan. Hal ini juga akan memberikan rasa bangga terhadap sang pemakai sepatu karena memiliki kemiripan dengan sang idola bola meskipun hanya dalam taraf sepatu yang dipakai saja.

 

Disampaikan juga pada Teori Hierarki Maslow yang mengedepankan tentang penghargaan terhadap seseorang yang menggunakan barang yang disebutkan. Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik.

Tugas Perilaku Konsumen

Posted: 14th March 2012 by M Rozi Alfath in Perilaku Konsumen
Tags:

Nama : M Rozi Alfath (0910220029)

Dosen : Nanang Suryadi (http://lecture.ub.ac.id/anggota/nanangsuryadiblog/)

 

1. Data statistik Jawa Timur di ambil dari jatim.bps.go.id

 

Jenis Kelamin Penduduk

Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Timur sebanyak 18 503 516 jiwa dan perempuan sebanyak 18 973 241 jiwa. Seks Rasio adalah 98, berarti terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Seks Rasio menurut kabupaten/kota yang terendah adalah Kabupaten Sumenep sebesar 91 dan tertinggi adalah Kota Batu sebesar 101.

 

Umur Penduduk

 

Median umur penduduk Provinsi Jawa Timur tahun 2010 adalah 31,03 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Provinsi Jawa Timur termasuk kategori tua. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.

 

Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar (Pasal 6 UU No. 20 tahun 2003). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 7-15 tahun yang belum/tidak sekolah sebesar 1,79 persen dan yang tidak sekolah lagi sebesar 5,18 persen.
Ukuran atau indikator untuk melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) terkait dengan pendidikan antara lain pendidikan yang ditamatkan dan Angka Melek Huruf (AMH). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 5 tahun yang berpendidikan minimal tamat SMP/Sederajat sebesar 37,95 persen, dan AMH penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 88,00 persen yang berarti dari setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas ada 88 orang yang melek huruf. Penduduk dikatakan melek huruf jika dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya.

 

Penduduk Usia Sekolah

Jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 3 806 927 jiwa, 13-15 tahun 1 933 845 jiwa, 16-18 tahun 1 810 625 jiwa dan 19-24 tahun 3 331 895 jiwa.

Di perkotaan jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 1 795 249 jiwa, 13-15 tahun 924 450 jiwa, 16-18 tahun 904 801 jiwa dan 19-24 tahun 1 715 341 jiwa. Di perdesaan jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 2 011 678 jiwa, 13-15 tahun 1 009 395 jiwa, 16-18 tahun 905 824 jiwa dan 19-24 tahun 1 616 554 jiwa.

Jumlah penduduk perempuan usia 7-12 tahun sebanyak 1 848 583 jiwa, 13-15 tahun 946 929 jiwa, 16-18 tahun 895 083 jiwa dan 19-24 tahun 1 691 166 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki usia 7-12 tahun sebanyak 1 958 344 jiwa, 13-15 tahun 986 916 jiwa, 16-18 tahun 915 542 jiwa dan 19-24 tahun 1 640 729 jiwa.

 

Ketenagakerjaan

Dari hasil SP 2010, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Jawa Timur sebesar 66,44 persen, di mana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK perempuan, yaitu masing-masing sebesar 82,35 persen dan 51,35 persen. Sementara itu, bila dibandingkan menurut perbedaan wilayah, TPAK di perkotaan lebih rendah daripada perdesaan, masing-masing sebesar 61,96 persen dan 70,46 persen.

 

2. Segmentasi dari data statistik yang telah tersaji diatas

 

Jenis Kelamin: Seks Rasio pada kelompok umur 0-4 sebesar 105, kelompok umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 89 sampai dengan 107, dan dan kelompok umur 65-69 sebesar 85.

 

Umur Penduduk: Rasio ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Timur adalah 46,33. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 46 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 44,43 sementara di daerah perdesaan 48,10 .
Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 26,6 tahun dan perempuan 22,0 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).

 

Penduduk Usia Sekolah: Di perkotaan jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 1 795 249 jiwa, 13-15 tahun 924 450 jiwa, 16-18 tahun 904 801 jiwa dan 19-24 tahun 1 715 341 jiwa. Di perdesaan jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 2 011 678 jiwa, 13-15 tahun 1 009 395 jiwa, 16-18 tahun 905 824 jiwa dan 19-24 tahun 1 616 554 jiwa.

 

Ketenagakerjaan: Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja di Provinsi Jawa Timur sebesar 18 637 791 orang, di mana sejumlah 18 239 857 orang diantaranya bekerja, sedangkan 397 934 orang merupakan pencari kerja.

 

 

3. Karakteristik dari masing-masing segmen diatas

 

Jenis Kelamin: Pembelian pada penduduk berjenis kelamin perempuan akan cenderung impulsif sedangkan pada jenis kelamin laki-laki cenderung banyak pertimbangan dan sedikit lebih hemat dalam pengeluaran.

 

Umur Penduduk: Karakteristik penduduk pada usia dini 0-16 cenderung melakukan pembelian yang konsumtif dan belum membutuhkan pertimbangan dalam membeli barang sedangkan pada usia menengah (17-40thn) memiliki konsumsi yang baik dan melakukan pembelian pada investasi untuk tabungan ke depan. Lain halnya dengan usia akhir (40-69tahun) konsumsi akan dikonsentrasikan pada kesehatan dan kenyamanan di usia tersebut.

 

Penduduk Usia Sekolah: Penduduk pada usia menengah di pedesaan justru banyak mengalami penurunan pada pendidikan karena ini berbeda dengan kesadaran pendidikan pada penduduk di perkotaan.

 

Ketenagakerjaan: Penyebaran tenaga kerja tidak teratasi dengan kapasitas peluang kerja pada Regional Jawa Timur sehingga masih banyak pencari kerja yang tidak tertampung dengan baik.

 

4. Definisi Segmentasi Pasar

 

Diringkas dari link: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html

 

Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

 

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.)

 

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:

  • Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
  • Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
  • Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
  • Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
  • Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:

1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.

2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.

3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.

4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:

1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.

2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.

3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.

4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.

Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

 

5.  [youtube]http://www.youtube.com/watch?v=uK1y2FjCGKk[/youtube]

(Link Iklan: BMW M6)

 

Iklan yang disajikan oleh Perusahaan BMW ini sangat  baik dan menunjukan kelas pada mobil BMW M6 mereka. Berbagai tekhnologi BMW M6 disajikan pada iklan tersebut dengan gamblang dan informatif. Kelas yang dituju sangat jelas, yaitu eksekutif yang menginginkan mobil premium dan elegan. Positioning yang dilakukan juga sangat tepat dan iklan yang disajikan sangat terlihat tidak main-main dan ekslusif.

 

 

 

 

Tugas Terstruktur Perilaku Konsumen

Posted: 7th March 2012 by M Rozi Alfath in Uncategorized

Oleh M Rozi Alfath (0910220029) / BB

1. Evolusi Pemikiran Pemasaran

 

Konsep Evolusi ada 6, yaitu:

 

  • Konsep Produksi: Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi (internal) bahwa konsumen hanya akan membeli produk yang murah. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efisiensi biaya (produksi dan distribusi) agar dapat menjual barang dengan murah.
  • Konsep Produk: Adalah anggapan bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang berkualitas atau penampilan baik. Terfokus pada kendali mutu.
  • Konsep Penjualan: Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada tingkat penjualan (internal) bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan. Fokus Perusahaan adalah untuk meningkatkan penjualan dan kegiatan promosi yang intensif.
  • Konsep Pemasaran: Adalah konsep yang berorientasi kepada pelanggan (eksternal) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Focus perusahaan akan tertuju pada pemenuhan kepuasan konsumen dan pemahaman perilaku konsumen.
  • Konsep Pemasaran yang Memasyarakat (Sosial): Adalah anggapan bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan social konsumen.
  • Konsep Pasar: Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing perusahaan bahwa produsen perlu memiliki keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan.

 

 

2. Marketing Mix

 

Dalam Marketing Mix (Bauran Pemasaran), pemasar mengkatagorikan beberapa hal yang biasa disebut 4 P (Product, Price, Promotion, Place), yaitu:

  • Product: Menurut Kotler Keller, Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan ke inginan atau kebutuhan.
  • Price: Menurut Peter& Olson, Harga adalah elemen yang berkaitan dengan pendapatan; elemen-elemen lainnya, demikian pula dengan penelitian pemasaran, membutuhkan dana yang harus dikeluarkan oleh organisasi. Harga dapat dilihat langsung oleh konsumen.
  • Promotion: Menurut Peter& Olson, Promosi adalah mengenai pengembangan pemasar untuk mengkomunikasikan arti manfaat dari produk mereka dan mengajak agar konsumen membeli barang mereka.
  • Place: Menurut

 

 

3. Segmenting Targeting Positioning

 

Menurut Peter dan Olsen STP (Segmenting, Targeting, Positioning), yaitu:

  • Segmentasi Pasar: Proses memilah suatu oasar menjadi grup-grup yang berisikan konsumen yang sejenis dan memilih grup dan individu yang paling tepat untuk dilayani perusahaan.
  • Target Pasar: Target pasar adalah kegiatan yang dilakukan untuk membidik atau memilih sasaran yang tepat untuk memilih pasar yang dituju.
  • Posisi Produk: Memposisikan pproduk relative pada produk pesaing dalam benak konsumen.

 

4. Konsep Kepuasan Loyalitas Minimum

 

Consumer Satisfaction adalah konsep penting dalam konsep pemasaran dan penelitian konsumen. Sudah menjadi pendapat umum bahwa jika konsumen puas dengan suatu produka atau merek, mereka cenderung akan terus kembali menggunakan serta memberi tahu kepada orang lain tentang pengalaman mereka yang menyenangkan dengan produk tersebut. Jika mereka tidak di puaskan mereka akan cenderung beralih merek atau mengajukan keberatan kepada produsen, pengecer, bahkan menceritakannya pada konsumen lainnya.

 

 

5. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

 

Etika bersal dari bahasa yunani yang dalam bentuk tunggal yaitu ethos yang berarti sikap, cara berpikir, watak kesusialaan atau adat. Relevansi dengan pemasaran disini adalah sebagai berikut:

 

  • Kualitas Produk,  tentu saja perusahaan harus memberikan produk yang dijanjikan baik melalui kontrak maupun iklan yang ditawarkan.
  • Harga, perusahaan menetapkan dengan selayaknya, sesuai dengan kualitas.
  • Pemberian label serta pengemasan, hal ini dilakukan selayaknya oleh pemasar agar konsumen mengetahui informasi yang benar terhadap produk yang di pasarkan.

 

Tanggung Jawab Sosial yaitu perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomis dan legal (kepada pemegang saham tetapi juga memiliki kewajiban terhadap pihak lain yang berkepentingan (stakeholders), karena perusahaan tidak bisa hidup, beroperasi dan memperoleh keuntungan tanpa bantuan pihak lain. Hal ini merupakan pengambilan keputusan yang dikaitkan dengan nilai etika, dengan memenuhi kaidah dan keputusan hukum dan menjunjung tinggi harkat manusia, masyarakat dan lingkungan. (Erni Ernawan, 2007,Business Ethics.)

 

6. Pengaruh Teknologi dan Informasi terhadap Konsumen

 

Konsumen dengan mudah mendapatkan informasi mengenai produk yang akan dibeli, misalnya saja dengan mengakses website suatu produk dan konsumen bisa langsung mengetahui apa saja spesifikasi produk yang akan dibeli. Hal ini juga akan mempengaruhi pembelian konsumen terhadap produk tersebut karena konsumen mendapatkan informasi yang lengkap tanpa harus bertanya di outlet penjualan produk tersebut. Selain itu, teknologi informasi membuat reduksi jarak antara konsumen dengan pemasar, terbukti dengan adanya social media seperti Twitter, pemasar memanfaatkan sebagai layanan konsumen yang efektif dan efisien. Contoh: Ketika konsumen mengeluh dengan sinyal provider dengan mudah konsumen akan langsung memberikan keluhan tersebut melalui social media dan akan bisa secara real-live pemasar akan menanggapi keluhan tersebut.

 

7. Perbedaan Kuantitatif dan Kualitatif

 

Kuantitatif digunakan oleh pemasar untuk mendapatka data dan fakta yang berupa angka atau digit yang berkaitan dengan bauran pemasaran. Misalnya, persentase market share menjadi tolak ukur perusahaan tersebut menjadi pemimpin pasar.

Sedangkan Kualitatif adalah metode yang digunakan oleh pemasar sebagai pendekatan dengan konsumen. Disini, pemasar akan sangat dekat dengan objek yaitu konsumen untuk mengetahui apa saja yang di perlukan dalam organisasi. Misalnya, tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk, pemasar menggunakan pendekatan kualitatif apakah konsumen sudah merasa puas dengan produk yang dihasilkan.

 

8. Skala Pengukuran yang digunakan dalam Penelitian

 

Secara Kualitatif pengukuran data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

Nominal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori tidak ada suatu urutan. Juga disebut sebagai skala kategorik. Skala Nominal merupakan skala pengukuran yang bersifat membedakan saja. Misalnya : jenis Kelamin (Laki-laki atau perempuan), tingkat pendidikan

 

Ordinal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori ada suatu urutan. Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sifatnya membedakan dan mengurutkan.  Misalnya seseorang diminta untuk mengurutkan tiga buah produk berdasarkan tingkat kepuasan terhadap produk.

 

Sedangkan untuk Kuantitatif dapat menggunakan Skala pengukur Interval dan Rasio sebagai berikut:

 

Interval: Skala ini disamping dapat membedakan urutan, juga dapat mengetahui jarak diantara dua pengukuran. Skala pengukuran ini bersifat membedakan, mengurutkan dan memiliki jarak yang sama. Tidak memiliki nilai nol mutlak, melainkan nilai nol kesepakatan. Misalnya pengukuran Suhu,

 

Rasio: Skala pengukuran ini bersifat membedakan, mengurutkan dan mempunyai nilai nol mutlak. Nilai nol mutlak adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skal yang lain, karenanya nilai-nilai dalam skala ini dapat dibandingkan dan dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Misalnya pengukuran berat badan, tinggi badan, luas area.

MEDIA INTERNET SEBAGAI SARANA PEMASARAN
by: M Rozi Alfath (0910220029)

Pemasaran Internet atau e-pemasaran (bahasa Inggris: Internet marketing atau e-marketing atau online-marketing) adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet atau jaringan www. Kata e dalam e-marketing ini berarti elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat Internet atau jaringan syber. Dengan munculnya teknologi Internet dalam beberapa tahun ini, banyak istilah baru yang menggunakan awalan e-xxx, seperti halnya: e-surat, e-business, e-gov, e-society, dll.
Banyak orang beranggapan bahwa pemasaran Internet adalah segala hal yang berhubungan dengan mencari uang di Internet, yang sebetulnya hal ini tidak benar. Perlu diketahui bahwa ratusan bahkan ribuan program mencari uang di Internet adalah kegiatan yang dilarang dan merupakan kecurangan alias penipuan yang hanya menguntungkan untuk orang-orang tertentu saja.
Kegiatan pemasaran Internet umumnya meliputi atau berkisar pada hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli dan penulisan kalimat-kalimat pemasaran atau copywriting. Pemasaran internet atau e-pemasaran ini secara umum meliputi kegiatan pembuatan desain web (web design), periklanan dengan menggunakan baner, promosi perusahaan lewat mesin pencari informasi (mesin pencari), surat elektronik atau e-surat (e-mail), periklanan lewat e-surat (email advertising), pemasaran afiliasi (affiliate marketing), advertensi interaktif (interactive advertising), dll. (Wikipedia, 2011)

Langkah-langkah strategi menggunakan media internet:
1. Tentukan tujuan. Apa tujuan pemasaran internet anda? Sebagian besar mungkin akan menjawab untuk jualan dan menghasilkan uang. Apakah tujuannya untuk meningkatkan penjualan semata atau ada tujuan lain yang ingin anda capai seperti dengan meningkatkan awareness terhadap produk? Atau mungkin juga lebih bertujuan untuk mengedukasi pasar? Atau itu sebagai bagian dari bentuk support terhadap konsumen?
Tetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan pemasaran lewat internet.

2. Pahami pasar di internet. Amati bagaimana situasi pasar yang sedang dibidik. Lihat, dengarkan, dan catat apa yang terjadi di sana.

3. Strategi. Tujuan sudah punya, coba lakukan riset pasar berikutnya, perlu punya strategi bisnis internet untuk melakukan pemasaran via internet. Siapkan beberapa strategi yang diharapkan mampu mewujudkan tujuan itu.
Sebagian dari strategi pemasaran di internet adalah:

• S – Search and research. Melakukan proses pencarian dan riset ceruk pasar dan kompetitor Anda.
• I – Initiate strategy. Tentukan sistem dan strategi yang akan dipergunakan untuk menjangkau prospek dan pelanggan.
• S – Start content engine. Pergunakan berbagai konten untuk menarik orang kepada bisnis Anda.
• T – Traffic. Mendatangkan pengunjung ke situs Anda.
• E – Embrace relationship. Bina hubungan dengan pelanggan melalui berbagai kanal.
• M – Money. Strategi mendatangkan pendapatan dan keuntungan.

• ACTION-kan. Selanjutnya terapkan strategi-strategi yang telah disiapkan. Apakah akan menggunakan tool seperti blog, atau lewat microblogging macam Twitter atau mungkin social network terpopuler Facebook, jalankan satu-satu persatu.

4. Evaluasi. Sambil menjalankan strategi pemasaran internet tersebut lakukan evaluasi hasil dari tool yang sudah dijalankan. Apakah berhasil seperti reseller bisnis yang mampu membuat keywordnya menduduki posisi nomor satu di Google misalnya.
Atau jika belum, apa persoalan yang muncul? Kenapa hal tersebut terjadi dan yang terpenting bagaimana solusinya?

Contoh:
Misalkan saja dari pemasaran internet lewat blog muncul persoalan bahwa belum mampu menembus target market seperti yang diinginkan. Penyebabnya karena traffic yang dihasilkan tidak tertarget. Lalu bagaimana solusinya?
Traffic tidak tertarget salah satunya bisa disebabkan karena ‘salah jalur’. Sehingga pesan yang ingin disampaikan tidak sampai ke market yang sesuai.

Jika dalam pemasaran internet ini berjalan dengan baik dan peningkatan edukasi dan penjualan produk pada konsumen, maka bisa dikatakan e-marketing yang dijalankan berhasil dan sesuai dengan yang dikehendaki.

Strategi Pemasaran yang dilakukan untuk Usaha Kecil & Menengah

Posted: 12th December 2011 by M Rozi Alfath in Uncategorized

Menjalankan usaha dengan lancar dan berhasil mendapatkan pelanggan yang prospektif tentu menjadi impian besar bagi para pelaku usaha. Baik usaha kecil, usaha menengah, maupun perusahaan besar membutuhkan keberadaan pelanggan sebagai salah satu sumber pendapatan yang mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Meskipun begitu, sampai hari ini para pelaku usaha khususnya UKM masih sering menghadapi beberapa kendala dalam hal menarik perhatian calon konsumen. Sehingga tidak heran jika banyak pelaku UKM yang memiliki pelanggan tidak terlalu besar, dan omset penjualan yang didapatkan pun juga belum bisa maksimal.

Usaha Kecil dan Menengah

Pertama yang harus kita tahu adalah apa itu Usaha Kecil dan Menengah atau yang biasa kita sebut UKM. Adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).

3. Milik Warga Negara Indonesia.

4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

 

Langkah Strategi Pemasaran UKM

Pembangunan Awal

Sadar atau tidak, dalam era desentralisasi dan globalisasi sekarang, setiap masyarakat di daerah menghadapi tantangan yang berbeda dari lingkungan eksternal. Dalam kaitan ini, pemecahan masalah tidak dapat dilakukan dengan kebijakan sama yang berlaku umum dari tingkat pusat. Kebijakan dan strategi yang dikembangkan haruslah sesuai dengan spesifikasi atau kondisi yang dibutuhkan oleh daerah yang bersangkutan.

Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa peran UKM strategis untuk menciptakan tenaga kerja, kesejahteraan dan peningkatan standar hidup masyarakat setempat. Pertumbuhan UKM tergantung dari kondisi lingkungan bisnis yang dibuat sebagai usaha bersama antara UKM, Pemerintah dan entitas masyarakat setempat.

Adapun unsur lingkungan bisnis kondusif yang perlu menjadi perhatian, meliputi ketersediaan modal, infrastruktur dan fasilitasnya, ketersediaan tenaga terampil, layanan pendidikan dan pelatihan, jaringan pengetahuan, ketersediaan layanan bisnis, lembaga lingkungan pendukung pembangunan daerah, dan kualitas pengelolaan sektor publik.

Sebagai persyaratan agar strategi pembangunan daerah bekerja dengan baik, maka harus ada evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan masyarakat, identifikasi kesempatan bagi UKM, pengurangan hambatan bisnis, dan pemberian kesempatan lintas pelaku setempat untuk berpartisipasi dalam proses.

Dalam pembangunan daerah ini, strategi dan pendekatan yang bisa dilakukan, a.l. investasi dibidang infrastruktur, penyediaan insentif bagi investasi bisnis, mendorong pengembangan investasi baru, pengembangan klaster, pengembangan kemitraan, pengembangan kesempatan kerja, penyediaan layanan pelatihan dan konsultasi, pengembangan lembaga keuangan mikro, penguatan proteksi lingkungan, pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan, perlindungan terhadap warisan budaya, dan pendirian lembaga pembangunan daerah.

Mulailah Dengan Riset Pasar

Sebelum menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan, penting bagi Anda untuk mengetahui minat dan kebutuhan pasar yang ada di sekitar daerah tersebut. Hal ini sebagai langkah awal bagi para pelaku UKM untuk menyesuaikan strategi pemasaran yang dijalankan dengan pola pembelian calon konsumen. Apabila strategi yang digunakan sesuai dengan minat konsumen, maka bisa dipastikan bila produk pun tidak terlalu sulit untuk bisa diterima pasar.

Promosi Inovasi

Seorang wirausaha secara umum mampu memanfaatkan kesempatan untuk pengembangan kapasitas ekonomi dan pengalokasian sumber daya secara efektif. Sejalan dengan tren baru dalam pembangunan ekonomi, wirausaha juga harus mampu menghadapi kompetisi dan berinovasi, menghasilkan pertumbuhan ekonomi, pembaharuan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sumber daya lokal harus dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan bisnis dengan memfasilitasi pengusaha untuk mengakses informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, modal, dan sumber daya manusia yang dibutuhkan bagi keberhasilan bisnisnya. Lebih penting lagi, otoritas daerah harus mampu melakukan upaya penyederhanaan proses administrasi bagi usaha pemula (new business start-up).

Sistem inovasi lokal merupakan mekanisme fundamental untuk penguatan kapasitas inovasi ditingkat lokal. Adapun aktor utama dalam sistem ini meliputi pemerintah setempat, industri, lembaga riset dan perguruan tinggi. Untuk penguatan operasi sistem inovasi lokal, pemerintah daerah perlu mengembangkan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dengan menyediakan insentif untuk pengembangan usaha patungan antara pengusaha daerah dan perguruan tinggi.

Pemeliharaan Loyalitas Pelanggan

Dari semua poin yang telah kita bahas, poin keempat merupakan salah satu hal yang paling sulit diwujudkan para pelaku UKM. Pemeliharaan layanan kepada para konsumen sering diabaikan para pelaku usaha, sehingga loyalitas yang terbangun antara konsumen dan pelaku pasar masih belum kuat. Pastikan hal tersebut tidak Anda abaikan, agar loyalitas konsumen semakin besar dan produk yang Anda ciptakan mendapatkan tempat tersendiri di hati para pelanggan.

Membangun Kemitraan

Pembangunan daerah sebagian besar tergantung pada kemitraan antara pemerintah, pelaku bisnis dan lembaga non pemerintah. Kemitraan ini memfasilitasi koordinasi dan kerja sama. Pasangan lokal dari sektor swasta dapat membantu mengekspolitasi kesempatan daerah dalam mengembangkan kebijakan dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan setempat.

Kunci utama dari kemitraan ini adalah mekanisme untuk mengatur dan mengkoordinid secara benar sumber daya dan upaya-upaya yang berbeda dari para pelaku yang berbeda.

Perencanaan dan implementasinya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing. Selama dalam proses ini penting untuk diperhatikan, yakni membentuk jejaring kerjasama dan mengembangkan rasa saling percaya.

Karena keterbatasan institusionalisasi, kemitraan untuk pembangunan daerah kerap kurang berjalan dengan stabil. Oleh karena itu pemerintah daerah harus memimpin di depan dalam membangun mekanisme yang lebih stabil dan formal untuk membantu memberikan kemitraan sebagai basis pelembagaan dan kemampuan merancang dan menerapkan rencana pengembangan.

Konsep kemitaan untuk pembangunan daerah dekat hubungannya dengan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Sejalan dengan filosofi CSR, perusahaan ingin mendedikasikan dirinya untuk membangun kemitraan lokal, memperkuat kapasitas lokal, perlindungan lingkungan dan berkontribusi dana untuk pembangunan daerah.

Kesadaran akan pentingnya CSR diantara para pebisnis menjadi prasyarat penting untuk melibatkan para pebisnis dalam kemitraan untuk pengembangan daerah. Membangun kesadaran ini merupakan bidang yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

 

Oleh: M. Rozi Alfath 0910220029

Sumber Artikel:

http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah

Tait, R dan Walker, D. 2000. Marketing health and safety management expertise to small enterprises. Safety Science 36 (2000) 95±110

Ripolles, M dan Blesa Andreu. 2011. International new ventures as ‘‘small multinationals’’: The importance of marketing capabilities.  Journal of World Business xxx (2011)

Cheung, C.F. dan Li, F.L. 2011. A quantitative correlation coefficient mining method for business intelligence in small and medium enterprises of trading business. Expert Systems with Applications xxx (2011) xxx–xxx

Leonidou, Leonidas C. dan Katsikeas, Constantine S. dan Samiee, Saeed. 2002. Marketing strategy determinants of export performance: a meta-analysis. Journal of Business Research 55 (2002) 51–67

Li, Lee at all. 2011. The performance of small and medium-sized technology-based enterprises: Do product diversity and international diversity matter? G Model IBR-899; No. of Pages 16. International Business Review xxx (2011) xxx–xxx

Walsh, R. Philip. ______. Innovation Nirvana or Innovation Wasteland? Identifying commercialization strategies for small and medium renewable energy enterprises Technovation

Durmusoglo, Serdar S. at all. 2011. The effect of government-designed export promotion service use on small and medium-sized enterprise goal achievement: A multidimensional view of export performance. Industrial Marketing Management xxx (2011) xxx–xxx

Weerawardana, Jay dan O’Cass, Aron. 2004. Exploring the characteristics of the market-driven firms and antecedents to sustained competitive advantage. Industrial Marketing Management 33 (2004) 419–428

McCormick at all. _____. Growth and Barriers to Growth Among Nairobi’s Small and Medium-Sized Garment Producers. PII: SO305750X(97)00015-6

Ibeh, Kevin dan Kasem, Laila. 2011. The network perspective and the internationalization of small and medium sized software firms from Syria. Industrial Marketing Management 40 (2011) 358–367

Hello world!

Posted: 11th December 2011 by M Rozi Alfath in Uncategorized

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!