Rss

Non Destructive Testing

Teknik Pengujian Material Tanpa Merusak Benda Ujinya. pengujian Non Destructive atau sering kita dengar dengan NonDestructive Testing atau NDT,  pengujian ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum melewati batas toleransi kerusakan. NDT biasanya dilakukan paling tidak dua kali. Pertama, selama dan diakhir proses fabrikasi, hal ini berguna untuk menentukan suatu komponen dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi, Hasil NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen. Kedua, NDT dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.
Dari tipe keberadaannya crack, kerusakan atau cacat pada material NDT dapat dibedakan dalam 2 macam, yaitu: surface crack dan inside crack. Sebaiknya Pada saat pen

gujian maka harus sudah ditentukan dahulu targetnya (misal surface crack atau inside crack), baru digunakan metoda NDT yang tepat.

Metode Pada Inside Crack

RADIOGRAPHY :

RADIOGRAFI

RADIOGRAFI

Mengunakan metode Radiography, yaitu dengan menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran dalam material. Pada Prinsipnya hampir sama dengan sinar X atau X ray yang digunakan untuk tubuh manusia, tetapi panjang gelombang yang digunakan berbeda (lebih pendek).

Keuntungan Radiografi

• Informasi yang disajikan berupa gambar
• Dan hasil rekaman film dapat diamati, juga dapat diperoleh rekaman yang permanen
• Sangat cocok  untuk bagian yang tipis.

• Cocok untuk semua material

Kekurangan Radiografi
• Umumnya tidak bisa memeriksa bagian yang tebal.

• Kemungkinan bahaya kesehatan.

• Tidak cocok untuk cacat permukaan.
• Tidak ada indikasi kedalaman cacat di bawah permukaan
• Harganya relatif mahal

ULTRASONIC :

ULTRASONIC

ULTRASONIC

Menggunakan metode Ultrasonics, yaitu dengan menggunakan gelombang ultrasonic dengan frequensi antara 0.1 ~ 15 Mhz. Pada Prinsipnya, gelombang ultrasonic dipancarkan dalam material dan gelombang baliknya atau gelombang yang sampai di sisi yang lain di bandingkan dengan kecepatan suara dari material itu sendiri untuk mendapatkan gambaran posisi dari crack. seperti contoh toolsnya ultrasonic thickness

Keuntungan dari Ultrasonic Flaw Detection

• Ketebalan dan panjang hingga 30 kaki dapat diuji.
• Posisi, ukuran dan jenis cacat  dapat dilihat.

• Langsung didapatkan hasil ujinya tanpa harus meninggu proses lain sepeprti RT

 

• Portable / mudah dibawa kemana mana

• Sangat sensitif jika diperlukan.
• Dapat melakukan pengujian dengan acsess yang terbatas
• Tidak mengandung resiko hazards

Kekurangan Flaw Deteksi Ultrasonic

• Pengoperasian secara manual harus dilakukan  oleh teknisi yang berpengalaman
• Pengetahuan taknik yang baik dibutuhkan untuk mengembangkan prosedur inspeksi
• Bagian yang tidak rata, ketidakteraturan bentuk, komponen yang sangat kecil atau sangat tipis, atau yang tidak homogen sulit diinspeksi
• Dibutuhkan reference standards untuk pengkalibrasian dan untk mengetahui karakteristik cacat

ACCUSTIC EMMISION :
Menggunakan Metode Accustic emmision, pada prinsipnya hampir sama dengan metode ultrasonics hanya pada gelombangnya metode ini menggunakan gelombang frequensi antara 100 Khz sampai 1Mhz.

Metode Pada Surface Crack
1. Visual Inspection Optical
Biasanya Metode ini menjadi langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. dengan bantuan Visual Optical,  crack yang berada dipermukaan material dapat diketahui

2. Liquid Penetrant
Metode ini sangat sederhana dimana saat melakuan pengujian dilakukan penyemprotan dengan cairan berwarna terang yang tujuannya untuk mengetahui keretakan atau kerusakan pada material solid baik logam maupun non logam Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskousitas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna penetrant dengan latar belakang cukup kontras

KEUNGGULAN LPT

  • sangat sensitive untuk cacat kecil di permukaan
  • dapat digunakan untuk semua material ferrous dan non – ferrous
  • material yang besar dapat diinspeksi dengan mudah dan harga yang murah
  • material yang comples bentuknya dapat diinspeksi
  • indikasi yang dihasilkan langsung diatas permukaan material
  • aerosol spray can merupakan material penetrant yang sangat portable
  • material penetrant cenderung tidak mahal

KELEMAHAN LPT

  • hanya untuk cacat yang terbuka dipermukaan
  • hanya material yang non – porous dapat diinspeksi
  • precleaning merupakan critical karena kontanminan dapat menutup cacat
  • metal smearing berasal dari machining, grinding, sand blasting harus dihilangkan sebelum di LPT
  • Inspector harus langsung access ke permukaan yang diuji.
  • surface finishing dan roughness dapat mempengaruhi sensitivity inspection
  • di perlukan adanya post cleaning
  • penanganan chemical dan limbah diperlukan

3. Magnetic Particles

ndt_Magnetic_Particles

ndt_Magnetic_Particles

Metode ini menggunakan serbuk magnetik yang di sebarkan dipermukaan benda uji atau material. Pada saat crack ada dalam permukaan benda uji, maka akan terjadi kebocoran medan magnit di sekitar posisi crack, sehingga dengan mudah akan bisa dilihat oleh mata. Setelah pengujian magnetic, maka benda uji akan menjadi bersifat magnet, karena pengaruh serbuk magnet tersebut, maka untuk menghilangkan effek itu digunakan metoda demagnetization (proses menghilangkan medan magnet pada benda uji), salah satu caranya dengan menggunakan hammering (benda uji dipikul dengan hammer, sehingga timbul getaran yang akan melepaskan partikel magnet). Kelemahannya, metode ini hanya bisa diterapkan untuk material ferromagnetik. Selain itu, medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau memotong daerah retak.
KEUNTUNGAN MPI

  • Sangat sensitive untuk cacat crack (semakin dekat dengan permukaan, maka cacat akan sangat jelas terlihat, begitu juga sebaliknya)
  • Kekurangan MPI
  • Hanya untuk material ferromagnetic
  • Diperlukan dua kali pemeriksaan, dengan arah medan magnet tegak lurus
  • Demagnetisasi
  • Membutuhkan arus yang besar, untuk memeriksa bagian yang besar
  • Pengujian partikel magnetis tidak akan mendeteksi cacat lebih dalam dari sekitar ¼ inch dibawah permukaan.

4. Eddy current

ndt_Eddi_current

ndt_Eddi_current

Metode ini pada prisipnya hampir sama dengan teknik Magnetic Particles, akan tetapi medan listrik yang dipancarkan dari arus listrik bolak-balik, ketika ada crack maka medan listrik akan berubah dan perubahannya itu akan terbaca pada alat pengukur impadance. Prinsip ini erat kaitannya dengan impedansi, maka hasilnya sangat dipengruhi oleh jarak antara benda uji dengan alat ukurnya.Keterbatasan dari metode ini yaitu hanya dapat diterapkan pada permukaan yang dapat dijangkau. Selain itu metode ini juga hanya diterapkan pada bahan logam saja.

KEUNTUNGAN Pengujian Eddy Current
• Dapat dipergunakan di pada bermacam macam material (logam), bentuk geometri dan           kondisi metalurgi bahan.
• Sangat mudah dipindah pindahkan
• Biaya relative murah
• Hasilnya dapat dilihat dengan cepat
• Sensitive terhadap cacat yang kecil
• Dibutuhkan persiapan yang sedikit

KELEMAHAN Pengujian Eddy Current
• Permukaan komponen harus dapat dikenai oleh probe
• Hanya dapat diterapkan pada bahan logam
• Dibutuhkan keterampilan inspector yang tinggi

 

 

 

Sumber : http://www.ndt-ed.org/GeneralResources/MethodSummary/MethodSummary.htm, http://www.ndt-ed.org/EducationResources/CommunityCollege/Radiography/TechCalibrations/RadiographInterp.htm, Pesentasi teman.

Like This Post? Share It

Previous Post

Next Post

Comments (2)

  1. fikrul

    Sumber dan ilustrasi pendukung tidak ada…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*