SURAT HARLAH ke-5 PKPT IPNU-IPPNU UB

22 December 2018
Comments Off on SURAT HARLAH ke-5 PKPT IPNU-IPPNU UB

Foto: Poster Harlah ke-5 PKPT IPNU-IPPNU UB

 

Dariku

Untuk: PKPT IPNU-IPPNU UB,

di Harlah ke-5nya.

 

Assalamu’alaikum warohmatulLahi wabarokatuh

 

Surat ini, tak tepat kiranya kalau tidak dimulai dengan bersyukur kepada Allah Swt. serta sholawat dan salam kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. bahwa 22 Desember 2018 masih bisa kita nikmati sama-sama. Menikmati hari ini saja sudah luar biasa, ditambah sama-sama, kebersamaan kita, super luar biasa tentunya.

 

Rumah Juang….

Kiranya hari ini, menjadi peringatan akan 5 tahun yang lalu, bagaimana amanah untuk ambil peran sebagai bagian dari pembawa misi mengejawantahkan ahlussunnah wal jamaah di kampus biru tercinta, yang heterogen, yang multi-multi, untuk bisa terjaga dan menjaga sesuai dengan aqidah Islam yang Najihah.

 

Semoga untuk para pendiri, mengalir terus amal jariyahnya dalam wadah dakwah dan kaderisasi ini.

 

Rumah Juang….

Kiranya hari ini adalah sekumpulan dari kenangan hari-hari selama 5 tahun berjalan, rangkaian alur yang tak tertebak –namun tentu sudah digariskanNya– penuh cerita, penuh rasa, sehingga tumbuh-kembang dan membangun karakter sampai detik ini serta harapan berlanjut menapaki waktu demi waktu ke depan nanti.

 

Semangat kepada seluruh keluarga besar, terutama pengurus masa khidmat ini, dan setelahnya dan setelah-setelahnya. Berlanjut sampai kapanpun.

 

Rumah Juang….

Lima tahun adalah angka yang kecil dibandingkan dengan enam dan tujuh apalagi sepuluh, tentu, malah bercanda. Namun, angka ini tak kecil lagi, tak pantas menjadi alasan untuk kekanak-kanakan dalam merespon tantangan zaman.

 

Rumah Juang….

Tetaplah tumbuh dan berkembang menjadi wadah kader Nahdlatul Ulama’ — untuk tetap dipeluk oleh para Ulama dan Kyai, dan memeluk siapapun yang ingin dipeluk Ulama dan Kyai sebagai pewaris Nabi pengantar rohmatal lil alamin.

 

Rumah Juang….

Tiba-tiba aku ingin mem-puisikan bahwa:

 

Kau adalah tanah

Habb yang benih

Hubb-nya cinta

Tertanam untuk tumbuh

Mengakar, rimbun dedaunan-daunanya

Yang diriku petik buahnya

Setiap sadar kehendak belajar

 

Karena di dalammu aku bisa mendapat banyak hal. Kebutuhan bathin terutama. Sebagai modal hidup dalam kesempatan kehidupan ini.

 

Rumah Juang….

Bait puisi lagi:

 

Kau adalah air

Menyapa segumpal daging yang kering

Memantik rasa menguatkan asa

Menyatu dalam aliran darah dan langkah

Seirama dengan air mata suka dan duka

 

Ya begitulah kau, rumah juang. Bagiku.

 

Rumah Juang….

Bait ketiga:

 

Kau adalah api

Membakar ke-akuan dalam kepentingan

Menyulut api kebersamaan

Kokoh-berdiri, bahu-membahu

Tolong-menolong, senyum-mensenyumi

Jatuh-dibangkitkan, lemah-dikuatkan

dan sebagainya tak terhingga

 

Dan masih banyak lagi, memang.

 

Rumah Juang….

Bait terakhir:

 

Kau adalah udara

Sayupmu menenangkan kekhawatiran

Hampa menjadi terisi

Kosong menjadi berisi

Jadilah bagian dari nafasku

Setiap hembusan ada kamu menyertaiku

 

Sekian, keterbatasanku, selamat harlah ke-5. Barokallahu Lana.

 

WalLahul muwaffiq ila aqwamitthoriq

Wassalamu’alaikum warohmatulLahi wabarokatuh

 

Malang, 22 Desember 2018

Mengharap selalu jadi bagianmu,

 

Rekan Aziz

 

Saling Memberi dan Memahami

21 December 2018
Comments Off on Saling Memberi dan Memahami

Foto: Dok. Lakmud PKPT IPNU-IPPNU UB 2018

Jika sedikit saja tergeser cara pandang kita. Betapa sangat rendahnya kita dibanding apa yang kita rendahkan.

 

Kuatnya kita itu banyak juga karena ada manusia yang menjadi perantara energi dari Sumber Energi. Dimana ketika lelah itu muncul, lemah itu datang, mereka dengan sendirinya menegakkan semangat kita. Lelah selesai, bangkit kembali. Bersiklus.

 

Mau ngaku ndak pernah sedih? ndak pernah lelah? Ndak pernah mengecewakan? dan hal2 manusiawi lainnya. Jika tidak, dipertanyakan kemanusiaan kita malahan.

 

Yang masih sedih, dihibur. Sebagaimana kita sering terhibur. Yang masih murung, dibuat senyum. Sebagaimana kita tak jarang dibuat senyum oleh manusia2 utusanNya di sekeliling kita. Dll. Dll.

 

Mari memperkuat jalinan kekeluargaan yang tak sedarah ini. Dengan saling percaya. Yang tetap memahami sisi-sisi lemah kemanusiaan masing2 kita.

RESAH

5 December 2018
Comments Off on RESAH

Oleh: Mochammad Nur Aziz

Foto: Dok. Maulid Nabi PKPT IPNU-IPPNU UB

 

Tengok saja

Partai-partai itu koalisi dalam keresahan yang sama

Sama-sama resah dalam mengamankan suara, misalnya

 

Tengok saja

Perusahaan-perusahaan itu kompromi dalam keresahan yang sama

Sama-sama resah dalam mengamankan konsumen, misalnya

 

Tengok saja

Sopang-sopang itu berdemo dalam keresahan yang sama

Sama-sama resah dalam mengamankan penumpang, misalnya

Lalu, bagaimana dengan kita

Akankah kita menyatu dalam resah yang sama?

 

Malang, 18 Januari 2018

Hello world!

5 December 2018

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!