Bisnis Mahasiswa Millenial Catatan Bisnis Mahasiswa

26Aug/18Off

Hakikat Qurban : Allah Tidak Butuh Daging dan Daranya

HAKIKAT QURBAN: ALLAH TIDAK BUTUH DAGING DAN DARAHNYA*
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman

Allah Maha Benar dengan segala firman-Nya, "Allah sekali-kali tidak mendapatkan daging dan darahnya (hewan qurban), tetapi yang Dia dapatkan dari kalian adalah takwa." (Q.s. al-Hajj: 37).

Bagaimana mungkin Allah membutuhkan darah dan daging qurban kita? Bukankah Allah tidak membutuhkan semuanya? Jadi, yang dibutuhkan oleh Allah apa sesungguhnya dari kita?

Maka Allah tegaskan, "tetapi yang Dia dapatkan dari kalian adalah takwa." (Q.s. al-Hajj: 37). Dari qurban yang kita berikan, yang ingin Allah dapatkan adalah ketakwaan kita, bukan yang lain.

Jika bukan karena takwa, berkurban tentu berat, meski nilainya tidak seberapa bagi orang kaya. Bahkan, mereka bisa jadi memberikan kurban yang paling mahal, tetapi tanpa takwa semua itu sia-sia. Karena boleh jadi, kurban itu mereka lakukan karena riya', ingin dilihat oleh manusia

Bagi orang yang suka pencitraan, berkurban adalah momentum untuk menunjukkan kesalehan. Meski semua itu tidak ada nilainya di mata Allah, jika kurban itu dilakukan bukan semata-mata karena-Nya

Karena takwa, orang pun tak lagi berpikir, berapa harga? Karena takwa, orang pun tak lagi menghitung berapa jumlah? Karena takwa meniscayakan cinta. Cinta meniscayakan pengorbanan, berapapun dan betapapun yang diminta.

Begitulah, jika takwa yang diminta oleh Allah dari kita. Tak ada rasa berat sedikit pun saat takwa memanggil kita. Tak ada hitung-hitungan saat takwa yang menjadi alasannya.

Maka, saat kita berat berkurban, itu pertanda takwa kita ada masalah. Saat kita masih berhitung, ketika Dia memintanya, itu pertanda iman kita belum sempurna. Saat kita masih pamrih kala beramal itu bukti, bahwa hati kita belum ikhlas beramal karena-Nya.

Maka, berkurban adalah momentum pembuktian kita kepada-Nya.

Taqaballahu Minna wa Minkum

Keluarga Besar @MahadSyarafulHaramain

Tagged as: , Comments Off