Comments Off on Gunung Berapi

Gunung Berapi

2018
02.28

ANALISIS LANSEKAP

Resume Kuliah Minggu ke-3 “Vulkanik ”

Dosen Pengampu:

Dr .Ir. Sudarto, SU.

 

 

Hasil gambar untuk logo ub

 

Oleh:

Nama : Mila Oktavia Mardiani

NIM : 155040200111161

Kelas : C

 

JURUSAN TANAH

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

2018

 

 

 

GUNUNG BERAPI

Koesoemadinata (1997) menyatakan bahwa gunungapi adalah lubang atau saluran yang menghubungkan suatu wadah yang berisi bahan yang disebut magma. Suatu ketika bahan tersebur ditempatkan melalui saluran bumi dan sering terhimpun di sekelilingnya sehingga membangun suatu kerucut yang dinamakan kerucut gunung api.

A. Struktur Gunung berapi

Struktur dari gunung api terdiri dari sejumlah ujud-ujud vulkanik yang membantuk landform yang khas, misalnya berbagai macam bentuk gunung api, kepundan, kaldera dsb. Serta batuan beku yang meliputi intrusif atau ekstrusif, dalam lapisan atau dalam massa, membentuk komponen geologi loka yang khusus yang dapat mendorong perkembangan lansekap melalui proses erosi yang berbeda-beda.

Hasil gambar untuk struktur gunung berapi

Gambar diatas merupakan struktur atau bagian-bagian dari gunung berapi. Gungung berapi terdiri dari magma, geiser, sumber air panas, lapisan lava dan awan abu vulkanik.

B. Tipe-Tipe Letusan

Tipe letusan dari gunung api tergantung dari sifat alami yang dipengaruhi oleh karakteristik dari magma. Magma merupakan cairan silikat yang bersuhu 9000 sampai 14.000 yang terdapat di dalam bumi di bawah tubuh gunung api. Berikut merupakan macam-macam magma berdasarkan karakteristiknya:

  1. Magma Granitik mempunyai sifat Sangat kental dan tidak dapat mengalir dengan mudah, di dekat permukaan magma ini cepat mengalami pembekuan, seringkali menjadi penghalang pada lubang keluar dan erupsi eksplosif, menghasilkan deposit piroklastik. Deposit ini mengandung fragmen volkanik berukuran mulai abu halus sampai bolder yang besar. Erupsi yang terus-menerus menyebabkan akumulasi batuan volkanik di sekitar lubang keluar, menghasilkan kerucut vulkanik.
  2. Magma Basaltik Cair mempunyai sifat Mengalir dengan sangat mudah/cepat dan  tidak selalu menghasilkan erupsi eksplosif dan membentuk deposit piroklastik. Lava cenderung menyebar dengan lereng landai. Membentuk GUNUNGAPI TAMENG (SHIELD  VOLCANOES).  Contoh yang terkenal adalah Hawaii, yang terdiri dari 5 gunungapi tameng yang saling bergandengan. Gunung tertinggi adalah Mauna Loa, yang menjulang 30,077′ dari dasar laut.

Berikut merupakan gambar dari tipe letusan gunung berapi berdasarkan karakteristik magma yang dijelaskan diatas:

 Hasil gambar untuk tipe letusan gunung apiC. Batuan Beku sebagai Komponen Geologik

Batuan beku ikut membentuk geologi lokal melalui tiga cara yaitu :

  1. Plutan

Sebagian besar batuan beku adalah INTRUSIF, bahan in terbentuk di bawah permukaan dan membentuk massa batuan yang secara kolektif dikenal sebagai PLUTONS. Massa batuan tersebut ikut menyokong geomorfologi apabila tersingkap keluar setelah lapisan batuan diatasnya yang menutupi telah lapuk dan tererosi. Banyak batuan beku, seperti granit, bisanya relatif resisten pluton yang tersingkap akan membentuk landform dengan relief tinggi karena erosi yang berbeda.

  1. Aliran lava basal (Flood Basalts)

Aliran lava yang terjadi berkali kali jutaan tahun yang lalu menghasilkan lapisan batu basal yang menumpuk secara vertikal. Contoh dari tumpukan batu basal secara vertikal adalah Karroo Basalt di Afrika Selatan, Etendeka Basalt di Namibia, Siberian Traps di Rusia, Emeishan Traps di Cina dan Colombia River flood Basalt di Amerika Serikat

  1. Aliran lahar (Pyroclastic Flow Deposits)

Menurut ukurannya, terdapat 2 jenis lahar yaitu lahar kecil dan lahar besar. Lahar kecil hanya berukuran beberapa centimeter dan dapat mengalirkan material vulkanik hanya beberapa meter per detik. Sedangkan lahar besar dapat mencapai lebar hingga ratusan meter dan dapat mengalirkan material vulkanik dengan kecepatan lebih dari 22 meter per jam. Selain pembagian lahar menurut ukurannya, adanya juga pengelompokkan lahar berdasarkan keadaan suhu lahar yaitu lahar panas dan lahar dingin.

D. Landform (bentuk lahan) Vulkanik

Landform yang terbentuk karena aktivitas volkan atau gunung berapi (resen dan subresen). landform ini dicirikan dengan adanya bentukan kerucut volkan, aliran lahar, lava ataupun dataran yang merupakan akumulasi bahan volkan. Landform dari bahan volkan yang mengalami proses patahan-lipatan (sebagai proses sekunder) tidak dimasukkan dalam landform volkanik.

Berikut merupakan landform dari volkanik:

V.1 Volkan berlapis

V.2 Volkan ameng

V.3 Aliran lahar lebih tua

V.4 Kipas Volkanik

V.5 Kerucut Anakan

V.6 Dataran Volkanik

V.7 Lungur Volkan

V.8 Aliran Lava

V.9 Leher Volkanik

V.10 Intrusi

V.11 Batolith

 

Comments Off on Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi

Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi

2018
02.27

ANALISIS LANSEKAP

Resume Kuliah Minggu ke-2 “Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi”

Dosen Pengampu:

Dr .Ir. Sudarto, SU.

Oleh:

Nama : Mila Oktavia Mardiani

NIM : 155040200111161

Kelas : C

 

JURUSAN TANAH

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

2018

 

 

 

Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi

Pembentukan lahan di muka bumi terjadi karena aktivitas dari kulit bumi (bentuk, susunan, lapisan bumi dan perubahan dalam bumi). Selain itu terdapat pula aktivitas dari luar bumi berupa pelapukan, pengangkutan dan pengendapan. Dimana proses-proses tersebut melibatkan tenaga dari dalam (endogen) dan luar bumi (eksogen). berikut merupakan proses-proses yang berkaitan dengan pembentukan lahan :

  1. Tenaga endogen (Tektonisme)

Tenaga endogen adalah tenaga geologi yang berasal dari dalam Bumi yang membentuk bangunan baru di permukaan Bumi. Tenaga endogen juga disebut dengan tektonisme. Tektonisme yaitu peristiwa pergeseran dan perubahan letak kerak Bumi dalam skala besar, meliputi: lipatan, patahan, dan pergerakan lempeng tektonik. Gerak relatif lempeng tektonik terdiri dari gerak: divergen, konvergen, dan geseran.

  1. Tenaga eksogen

Tenaga eksogem adalah tenaga geologi yang merombak (merusak) bangunan yang dibentuk oleh tenaga endogen. Pelapukan merupakan proses perusakan batuan dari batuan besar menjadi batuan yang butirannya lebih kecil sampai menjadi halus. Jenis pelapukan: Pelapukan Fisik/Mekanik, Pelapukan Kimiawi, dan Pelapukan Organik

  1. Pengaruh topografi dan manusia

Topografi atau ketinggian juga mempengaruhi proses terbentuknya lahan. Aktivitas yang dilakukan manusia mempengaruhi pembentukan lahan, karena manusia berperan penting dalam perubahan lahan itu sendiri

A.Teori Pembentukan Relief Bumi

Berikut merupakan beberapa teori pembentukan relief bumi :

  1. Teori Kontraksi (Contraction Theory / Theory of a Shrinking Earth)
  2. Teori Laurasia-Gondwana
  3. Teori Pergeseran benua (Continental Drift Theory)
  4. Teori Konveksi (Convection Theory)
  5. Teori Pergeseran Dasar Laut
  6. Teori Lempeng Tektonik

Hasil gambar untuk komposisi bumi

Gambar diatas merupakan bagian-bagian dari bumi, bumi terdiri dari inti dalam yang berisi besi dan nikel dan memiliki suhu 6000oC. Inti luar dengan suhu 3900oC, selimut bawah dengan suhu 3000oC, selimut atas dengan suhu 2000oC serta kerak bumi yang menjadi tempat tinggal seluruh makhluk hidup.

B. Teori Lempeng Tektonik

  1. Old Geology

Menurut Carles Leyll (1830), benua dan samudera tidak mengalami perubahan atau tidak bergerak (fixis) perubahan hanya terjadi di bagian permukaan yang berlangsung evolusioner sampai yang kita lihat sekarang.

  1. New geology

Mc Kenzie dan Robert Paker (1968), ahli geofisika di Inggris memunculkan pandangan baru bahwa benua dan samudera mengalami pergerakan (mobile). teorinya disebur dengan teori lempeng sebagai paradigma baru dalam bidang ilmu kebumian.

  1. Confinental Drift oleh Taylor (1910) dan Alfred Wegener (1912)

Alferd Wegener mengemukakan teori tentang apungan dan pergeseran benua dalam bukunya “The Orign of Continents and Oceans”, ia mengemukakan bahwa  “The continents had once been stitched together, as parts off a super land mass he called PANGEA (all earth). then: said Wegner several hundred million years ago Pangea reptured and the continents drifted to their present positions, plowing like shallow rafts throught the sea of rock that`s makes up “the floors of the oceans”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa  pada titik tolak teori adanya persamaan mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pada pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis tersebut dahulunya dalah dataran yang berimpitan, itu sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu tersebut.

C. Pergerakan Lempeng Tektonik

  1. Divergen (Pergerakan saling menjauh)

Pergerakan saling menjauh menyababkan terbentuknya atau memekarnya dasar samudra dan terbentuknya punggungan tengah samudera (mid-ocean ridge), serta aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur basalts.

  1. Convergen (Pergerakan saling mendekat)

Pergerakan saling mendekat antara kerak samudra, menyebabkan kerak samudera menunjam kedalam mantel sehingga terbentuk palung atau zona subduksi dan terbentuk pegunungan vulkanik dasar laut dengan magma yang cair karena mengandung sedikit kuarsa (SiO2), pembentukan batuan basalits.

  1. Tansform Fault

Terjadi pergerakan didaerah yang saling berpapasan, terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat.

Akibat pergerakan lempeng tektonik terjadi beberapa kemungkinan diantaranya kecepatan yang sama tinggi, yang satu tinggi yang satunya lagi rendah, dan kecepatan sama-sama rendah. Akibat dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut juga terjadi aktivitas geologi seperti vulkanisme, gempa bumi, mineralisasi dan pengangkatan pegunungan.

D. Gaya Tektonik

Berikut merupakan gaya tektonik diantaranya tektonik epirogenesa dan tektonik orogenesa. Perbedaan tektonik keduanya adalah :

  1. Tektonik Epirogenesa merupakan gerakan vertikal yang lambat dan meliputi daerah yang luas. Tektonik epirogenesa terdapat dua macam yaitu epirogenesa positif dimana gaya ke dalam bumi karena beban (sedimen,, lava, dll). sedangkan epirogenesa negatif merupakan gaya ke luar berupa pengangkatan.
  2. Tektonik Orogenesa merupakan gerakan tektonik pada wilayah yang sempit dan adanya pembentukan pegunungan.

E. Struktur Diastropik

Struktur diastropik adalah suatu pergeseran muka bumi yang dipengaruhi oleh pergerakan-pergerakan kerak bumi sehingga gerakan tersebut mengakibatkan perubahan bentuk yang menghasilkan pola baru. Terjadinya bentuk muka bumi yang dipengaruhi oleh adanya gerakan-gerakan kerak bumi. perubahan bentuk yang mengahsilkan pola baru yang disebut struktur diastropik. yang termasuk dalam struktur diastropik adalah: pelengkupan, pelipatan, patahan, dan retakan.

  1. Pelengkungan, yaitu gerak vertikal yang tidak merata di suatu daerah khusus yang berbatuan sedimen. Misalnya semula horizontal menjadi vertikal.
  2. Pelipatan, yaitu angkatan yang memiliki tenaga tidak sama menghasilkan pelipatan yang memanjang dan menghasilkan antiklin dan siklin jika terbentuk pada dua antiklin.
  3. Retakan, yaitu retakan batuan pada bidang belah alaminya terbentuk karena peregangan batuan yang disebabkan pemuaian batuan (pengaruh panas).
  4. Patahan, terdapat beberapa bentuk patahan berdasarkan bentuk dan arah gerakan. Berdasarkan bentuk patahan diantaranya graben (turun), horst (naik) dan fault scarp (dinding terjal yang dihasilkan oleh patahan dimana satu blok bergeser lebih tinggi. Sedangkan berdasarkan arah gerakannya dibedakan menjadi empat yaitu; Transcurrents fault / Strike-Slip Fault, gerakanhorisontal, arah berlawanan, Dip-Slip Fault, arah miring ke bawah, Oblique Fault, arah saling menjauh dan Rotation Fault, memutar pada bidang patahan.

 

Comments Off on Analisis Lanskap Kelas C

Analisis Lanskap Kelas C

2018
02.14

Studi Kasus Bencana Longsor di Kota Malang dan Deskripsi Lansekap pada Daerah Kompleks Pegunungan Arjuno-Wilerang

Hello world!

2018
02.13

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!