selesai terakhir

Sekarang kau hanya terduduk lelah,
bersakit-sakit merengkuh tugas demi tugas yang harus segera purna.
Dan kau melihat orang-orang, kawan-kawan barumu, mengerjakan hal lain,
dengan begitu lihai dan tampak begitu “menjiwai”.
Sesaat itu pula terbersit rasa iri,
“Apa aku cukup baik untuk berada di sini?”

Sadarlah bahwa bahkan di hutan yang sama,
ada semut, ada nyamuk, ada kadal, ada ular, ada ikan, ada rubah, ada banteng.
Kadang mereka sama saja,
tapi mereka sejatinya sama,
asal mereka bertingkah baik segalanya baik-baik saja.

Sadarlah bahwa di kandang yang sama,
ada kenari jantan dan betina,
ada telur yang dierami kenari betina,
ada telur yang dimakan kenari jantan,
ada anak burung yang besar dan kecil,
padahal usia mereka cuma beda 2 menit.

Kayamu adalah kayamu, kayaku adalah kayaku.
Karena mengambil hak orang lain adalah sekacau-kacaunya penghasilan.
Karena selamban-lambannya orang berlari,
dia sudah cukup mahir berdiri.

Kau harus terima apa yang Tuhan beri sekarang,
agar kau bisa belajar untuk tetap rendah hati saat Tuhan memberimu yang lebih baik,
agar kau bisa belajar untuk tidak mengemis saat Tuhan memberimu tidak sebanyak sekarang,
agar kau sadar kau itu apa yang Tuhan beri.
Dan cuma kepada Tuhan kita boleh mengemis.