blog pindah

Blog mengungsi ke https://jendralhxr.hiroshima.ppijepang.org/

ngatur resolusi layar sendiri di Linux, X11

Singkat cerita, laptop kantor (Dell Vostro) pengen diculukin layar kedua dari colokan D-SUB. Monitor yang dipakai I-O Data MF225 yang resolusinya 1920×1080. Tapi entah gegara santet dari mana, resolusi yang terbaca di cuma sampai XGA (1024×768). Aku biasanya pakai arandr, yang kali ini ternyata tidak cukup pintar buat nambah menu untuk mengatur resolusi layar custom.

Mampir bentar ke askubuntu, jawabannya segera ketemu.

$ cvt 1920 1080 60
# 1920x1080 59.96 Hz (CVT 2.07M9) hsync: 67.16 kHz; pclk: 173.00 MHz
Modeline "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
$ xrandr --newmode "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
$ xrandr --addmode DP1 "1920x1080_60.00"

1920×1080 60 fps sudah muncul di arandr. Saya bahagia.

comment

baru sadar kalo comment di wpmu blog UB dimatikan. banyak spam kali, ya?

One liner shell of the day : #35 (cari paket yang memuat file tertentu)

Komputer kantorku terpasang Linuxmint Sylvia (Ubuntu Xenial). Pagi ini agak iseng sehingga file /etc/init.d/udev terhapus. Niatnya install paket yang memuat file itu supaya dapat skrip itu kembali:

dpkg -S /etc/init.d/udev

keluarannya
udev

Ya, iya, laaah.

root

bukan ndak bisa “mendedikasikan hati”.
tapi kalau shadow saya ndak jebol, saya ndak ganti password.
kalo kunci pgp-ku ndak hilang dan lupa, ndak bakal ganti juga.
namanya bakal tetep di password saya, bisa jadi bukan namamu.
yang membesarkan aku seperti sekarang ini juga bagian dari kalian yang lain.

sungguh tiap-tiap dari kalian membelajari aku berbagai hal:
yang aku gagal lulus,
yang aku masih mengulang,
yang aku dikira mengerti padahal sekadar tahu,
yang aku cuma mengerti sebagian,
yang aku paham sekenaku.

sungguh aku ndak pernah bohong,
semua itu istimewa,
dan keistimewaan seorang tidak mengurangi atau mengaburi keistimewaan yang lain.
saya mohon maaf bahwa saya ndak istimewa-istimewa banget.

C++: pastikan variabel yang dipakai sudah terinisialisasi

Singkatnya, selalu pastikan bahwa variabel yang kamu pakai sudah diberi nilai tertentu sebelum kamu gunakan untuk operasi lain; utamanya di bahasa pemrograman C++ yang relatif lebih tidak disiplin dibanding C.

 

Contoh baik:

double *x_min, *x_max, *y_min, *y_max;
x_min = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
y_min = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
x_max = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
y_max = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);

double moment_x_temp, moment_y_temp, mass_temp;

image_height = image.rows;
image_width = image.cols;

for (int i=0; i<MARKER_COUNT; i++){
y_min[i]= image_height;
x_min[i]= image_width;

}

 
Contoh kurang baik:

double *x_min, *x_max, *y_min, *y_max;
x_min = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
y_min = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
x_max = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);
y_max = (double *) malloc(sizeof(double)*MARKER_COUNT);

double moment_x_temp, moment_y_temp, mass_temp;

for (int i=0; i<MARKER_COUNT; i++){
y_min[i]= image_height;
x_min[i]= image_width;
}

image_height = image.rows;
image_width = image.cols;

Kekurangbaikannya ini yang susah diprediksi, isi aray y_min dan x_min bakal diambil dari bagian statis kode program yang entah isinya apa. Dijamin proses yang bersangkutan dengan variabel tersebut bakal memiliki keanehan-keanehan macam “nilai ini dapat dari mana, sih?”.

ngelem

senyummu bagai cyanoacrylate:

jernih,

lumer,

terlindung.

sekalinya kukecup…

macam pagi ini,

manisnya terasa jelas di lidahku,

kemudian mengering di gigi-gigiku, lidah, dan langit-langit mulut.

membekas…

nempel di sela gigi geraham.

Mencari indeks sel dengan nilai maksimum atau minimum

Kadang waktu pakai aplikasi spreadsheet, contoh: libreoffice calc, microsoft excel; kita butuh mencari indeks dari sel dengan nilai tertentu: nilai maksimum, minimum, rerata, atau nilai yang kita tentukan secara bebas.

=MATCH(MAX(E1:E2400),E1:E2400,0)

kembaliannya adalah baris di kolom E dengan nilai maksimum. 0 berarti kolom tersebut tidak diurutkan.

Butuh hangat

Peluk,

wudhu,

peluk.

Wudhu,

peluuuuuuuuk.

Wudhu.

Bersama Rindu Bersama

Segelintir dari kita rindu untuk ditemani, menunggu sapaan “Kamu seharusnya tidak sendiri, kamu tidak seharusnya sendiri.”

Segelintir dari kita merindukan sebagian yang lain dari kita, mengutarakan, “Mari kita bersama…”

Sebagian dari Mereka yang bijak memberi nasihat “Kalian [berdua] seharusnya ditempa menjadi satu.”

–dari aku yang mengatasnamakan kita, dari kita yang belum menjadi kami, dari kami yang rindu bersama, dari kami yang Kalian rindukan bersama Mereka.

–dari saya yang sekarang menangis.

Aku yang sederhana cuma menunggu “yuk, kutemenin.”

←Older