Cacing Tanah

Posted: 3rd May 2012 by memo pratama in Uncategorized

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jenis-jenis Cacing Tanah

Secara ekologi hewan ini dibagi menjadi 3 kelompok:

  1. Kelompok Epigeik : kelompok cacing tanah yang hidup dan makan bahan organic dilapisan organic(permukaan),bergerak horizontal,tidak membentuk saluran(channel),tubuhnya berwarna gelap.
  2. Kelompok Endogeik : kelompok cacing yang hidup di lapisan bawah tanah,makan tanah mineral,membuat lubang saluran dan tinggal menetap di dalamnya,cast dibentuk didalam saluran tersebut. Warna tubuh merah muda.
  3. Kelompok Anesik : kelompok cacing yang hidup di dalam tanah,tetapi makannya diperoleh dari lapisan organic (atas),membentuk lubang saluran dalam tanah dengan bagian ujung terbuka ke permukaan tanah,meninggalkan cast pada permukaan tanah. Warna tubuh gelap di bagian atas (dorsal) dan terang pada bagian atas (ventral).

Jadi kelompok epigeik adalah kelompok penghancur seresah,dan kelompo endogeik dan anesik adalah kelompok pencampur tanah dengan bahan organic dan memperbaiki struktur tanah sehingga sering disebut ‘pengolah tanah’atau ‘penggali tanah’atau

“soil engeenering”.

(Tim Dosen Tanah,2010)

Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakkan antara lain: Pheretima, Perionyx dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.

  • Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.
  • Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.
  • Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.                                        (Anynomous,2010)

2.2 Gambar Cacing Tanah (sebutkan dan jelaskan fungsinya)

 

  1. Mulut                    : sebagai untuk makan pada cacing tanah
  2. Seta                       : berupa rambut,tempatnya dipertengahan segmen berfungsi                                  mencancangkram tanahatau sebagai jangkarsupaya lebih                                              kokoh pada tempat ia bergerak.
  3. Klitelum                 : bagian tubuh cacing yang membelokwarnanya lebih                                               terangdari bagian tubuh lain,berfungsi dalam                                                      perkembangbiakan.
  4. Anus                      : bentuknya lebih tumpul dari bagian mulut,berfungsi sebagai                                  tempat  pembuangan/ekskresi pada cacing tanah yang                                                   berupa cast (kotoran).
  5. Pori-pori                : mempertahankan kelembaban permukaan,sebab cacing                                         bernafas dengan kulit yang lembab.
  6. Prostarium            : untuk membedakan material berbahaya selama proses                                          makan dan juga berfungsi menggantikan fungsi mata.
  7. Female Pore          : sebagai alat kelamin betina dan berfungsi sebagai alat                                           reproduksi.
  8. Male Pore             : sebagai alat kelamin jantan dan berfungsi sebagai alat                                           reproduksi.

(Adisoemarto,1994)

 

2.3 Syarat Hidup Optimum Cacing Tanah

  1. Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.
  2. Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
  3. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing
  4. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.cacing tanah adalah antara 15-30 %.
  5. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.
  6. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

(Anynomous,2010)

 

2.4 Peran Cacing Tanah Bagi Kesuburan Tanah

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.

Cacing tanah dalam aktivitasnya dapat mengeluarkan lendir yang nantinya lendir tersebut dimakan oleh mikroorganisme sehingga keberadaan cacing di dalam tanah dapat memberikan makan bagi mikroorganisme tanah. Cacing tanah tidak makan vegetasi hidup,tetapihanya makan bahan organic mati,baik sisa-sisa hewan maupun tumbuhan.

Bahan organic dan tanah halus yang dimakan kemudian dikeluarkan sebagai kotoran (ekskresi) atau casting yang berupa agregat-agregat berbentuk granular dan tahan terhadap pukulan-pukulan air hujan,serta banyak mengandung unsure hara yang siap tersedian bagi tanaman. Cacing tanah mengaduk tanah dan memperbaiki tata udara tanahsehingga infiltrasi air menjadi lebih baik dan lebih mudah ditembus oleh akar.

(Hardjowigeno,2003)

Cacing tanah umumnya bersarang dan membawa makanannya kedalam liang tanah,kemudian memekannya bersama dengan tanah kedalam mulutnya.akibat dari aktivitas ini terjadi perpindahan tanah lapisan bawah ke lapisan atas. Adanya liang-liang yang menyebabkan system aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baiksehingga tersedianya O2 dan aktivitas keluar masuk siang yanh membawa seresah serta adanya sekresi lendir yang menempel di dinding liangnya.

(Sutanto,2005)

 

 

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan

Planar Cage (sangkar) terbuat dari 2 lembar mika bening dengan ketebalan 3 mm,berukuran 650 mm x 300 mm x 10 mm,dibagian dasar diberi lubang drainasi ® untuk pengamatan cacing tanah.

Kasa ® untuk menutup box agar cacing tidak keluar box.

Botol Semprot ® untuk mengairi tanah (agar terjaga kelembabannya).

Planimeter ® pengukur panjang liang tanah.

Tanah ® sebagai bahan untuk praktikum

  1. Inceptisol 40%
  2. Ultisol 60%

Kompos Halus ® lapisan tanah

Spidol ® untuk menandai liang bekas cacing

Timbangan ® untuk menimbang cacing

Penyangga ® tempat meletakkan planar cage

Bak ® wadah tanah

CAPTCHA Image
*