Tugas Sistem Informasi Sumberdaya Lahan

NAMA  : MEI RIDAYANTI

NIM      : 155040201111234

KELAS : A

Tugas : Mencari kasus-kasus yang terjadi di Malang raya. Contohnya banjir, tanah longsor, kekeringan, erosi, sedimentasi, kerusakan lahan pertanian, penurunan potensi penduduk dan penurunan cadangan karbon akibat alih fungsi lahan dan dibahas secara spasial.

Judul Berita : Banjir Lagi, Warga Keluhkan Penyempitan Das Brantas

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/02/12/18323562/banjir.lagi.warga.keluhkan.penyempitan.das.brantas

MALANG, KOMPAS.com – Sejak Minggu (12/2/2012) siang, Kota Malang di Jawa Timur dilanda hujan deras yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Lowokwaru, Sukun, dan Klojen. Warga mengeluhkan penyempitan daerah aliran Sungai Brantas sehingga banjir kembali terjadi.

Banjir melanda Jalan Gajayana di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, dengan ketinggian air hingga 1,5 meter. Air tidak hanya menggenangi jalan raya, tetapi juga masuk ke pemukiman warga setempat. Di kelurahan tersebut, setidaknya ada 15 rumah yang dilanda banjir hingga setinggi leher orang dewasa.

Warga bernama Hariyanto (53) mengatakan, rumahnya terletak di bantarai Sungai Brantas di Kelurahan Dinoyo dan diterjang banjir setinggi 1,5 meter. Air bah telah menghanyutkan sertifikat rumah, surat-surat kendaran, dan uang senilai Rp 1 juta. Demikian pula dengan buku-buku sekolah anaknya, hanyut oleh air.

Di sepanjang jalan, mobil yang melintas langsung terjebak banjir. Akibatnya tak bisa melanjutkan perjalanan. Salah satunya mobil Alphard milik Sardo Swalayan. “Seluruhnya ada 5 mobil yang tenggelam di pinggir jalan,” kata Cahyono selaku Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Dinoyo.

Cahyono mengatakan, warga tak bisa berbuat apa-apa karena banjir selalu terjadi setiap ada hujan deras. Air sungai yang meluap membawa potongan kayu yang merobohkan pagar jembatan penghubung antara Kelurahan Diniyo dan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. “Yang jelas, penyebab banjir meluap ke jalan dan rumah warga akibat DAS Brantas sudah mulai menyempit,” kata Cahyono.

Ia mengatakan, menyempitnya DAS Brantas diakibatkan menjamurnya bangunan rumah toko dan kompleks perumahan di sepanjang sungai itu. Cahyono berharap pemerintah Kota Malang bertindak tegas terhadap pengembang perumahan untuk mengikuti tata ruang kota.

Banjir setinggi 1,5 meter juga terjadi di Kelurahan Karang Besuki, Sukun. Kendaraan bermotor yang melintas langsung mogok karena terkena air banjir. Sariati (47), warga Jalan Galunggung di kelurahan tersebut, mengeluhkan sikap pemerintah setempat yang tidak tegas melarang warga mendirikan rumah di bantaran sungai.

“Sungai kecil yang masuk ke pemukiman warga sudah mulai mengecil karena dipangkas oleh bangunan yang ada, misalnya ruko dan perumahan,” kata Arif, korban banjir di Kelurahan Karang Besuki, RT 02 RW 04. Selain karena penyempitan DAS Brantas, Arif menyatakan bahwa kebiasaan warga membuang sampah di sungai itu telah membuat saluran air tersumbat.

Menurut berita di atas, permasalahan yang terjadi adalah bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di sekitar DAS Brantas Malang. Banjir tersebut terjadi karena adanya penyempitan sungai yang disebabkan oleh banyaknya bangunan yang berada di pinggir sungai. Hal tersebut semakin menunjukan bahwa alih fungsi lahan merupakan isu yang tidak bisa disepelekan. Karena lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air diubah menjadi sebuah desa bahkan kota yang penuh dengan bangunan dapat menyebabkan bencana seperti banjir, tanah longsor, sedimentasi, dan lain lain.