Istilah-istilah dalam GIS

 

  • Pengertian SIG (Sistem Informasi Geografi)

–          Menurut Eddy Prahasta (2001, p54) SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (input), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan data – data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan bumi.

–          Menurut Burrough (1986) SIG, adalah suatu perngkat yang berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, memanggil sesuai dengan kebutuhan, men transform dan menampilkan data spasial dari dunia nyata untuk berbagai kebutuhan dan tujuan tertentu.

Menurut Paryono (1994, p2), kelebihan Sistem Informasi Geografi adalah sebagai berikut :

  1. Data yang disimpan SIG sesuai dengan keadaan dan skala aslinya serta disimpan dalam bentuk digital.
  2. Perubahan yang terjadi pada data geografi dapat dilakukan karena SIG bersifat dinamis.
  3. Kemampuan yang bersifat analisis dan manipulasi data, model peta dapat diperoleh dengan mudah sebab hanya mengubah rumus analisisnya.
  • Peta

–          Menurut Bakosurtanal, peta adalah salah satu bentuk publikasi yang memberikan gambaran unsur-unsur alam dan/atau buatan manusia yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi.

–          Menurut Aryono Prihandito (1988), peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

–          Menurut ICA (International Cartographic Association), peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

–          Menurut Komisi Ahli Kartografi, peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil, baik secara detail maupun menyeluruh, seperti kenampakan yang terlihat dari atas.

  • Kartografi

–          Menurut ICA (International Cartograph), Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembuatan peta bersamaan dengan studi pembelajarannya sebagai dokumen ilmiah dan seni.

–          Menurut Rystedt B. (2001) dalam Trends and Developments in Cartography, Kartografi adalah disiplin ilmu yang menyatukan (dealing) antara peta dan pemetaan. Kartografi menyatukan (deals) tampilan/representasi dari dua fenomena geografi, yaitu fenomena geografi nyata dan virtual. Basis data geografi dan realita virtual adalah hasil dari proses pemetaan, yang merupakan transformasi dari realita ke sebuah tampilan/representasi digital.

–          Menurut Taylor, (1991) dalam Kraak dan Ormeling, (2007) mendefinisikan kartografi sebagai organisasi, presentasi, komunikasi dan penggunaan geo-informasi dalam bentuk grafis, digital atau format nyata. Hal itu dapat meliputi semua langkah-langkah dari persiapan data sampai ke penggunaan akhir dengan penciptaan peta-peta dan hasil-hasil yang terkait dengan informasi spasial.

  • Sistem Koordinat

–          Menurut Pierre Fermat dan Rene Descartes, sistem koordinat adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan letak suatu titik pada bidang  atau ruang .

–          Sistem koordinat adalah sekumpulan aturan yang menentukan bagaimana koordinat-koordinat yang bersangkutan merepresentasikan titik-titik. Aturan ini biasanya mendefinisikan titik asal (origin) beserta beberapa sumbu-sumbu koordinat untuk mengukur jarak dan sudut untuk menghasilkan koordinat.

  • Sistem Proyeksi

–          Proyeksi peta merupakan suatu fungsi yang merelasikan koordinat titik-titik yang terletak di permukaan kurva ke koordinat bidang datar.

  • Data Vektor

–          Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) . Ada tiga tipe data vector (titik, garis, dan polygon) yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi pada peta. Titik bisa digunakan sebagai lokasi sebuah kota atau posisi tower radio. Garis bisa digunakan untuk menunjukkan route suatu perjalanan atau menggambarkan boundary. Poligon bisa digunakan untuk menggambarkan sebuah danau atau sebuah Negara pada peta dunia. Dalam format vektor, bumi direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), poligon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/ point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua baris). Setiap bagian dari data vector dapat saja mempunyai informasi-informasi yang bersosiasi satu dengan lainnya seperti penggunaan sebuah label untuk menggambarkan informasi pada suatu lokasi. Peta Vektor terdiri dari titik, garis, dan area polygon. Bentuknya dapat berupa peta lokal jalan.

–          Kelebihan Data Vektor :

  1. Memerlukan ruang atau tempat menyimpan yang lebih sedikit di computer.
  2. Satu layer dapat dikaitkan dengan atau mengunakan atribut sehingga dapat menghemat ruang penyimpanan secara keseluruhan.
  3. Dengan banyak atribut yang banyak dikandung oleh satu layer, banyak peta tematik lain yang dapat dihasilkan sebagai peta turunannya.
  4. Hubungan topologi dan network dapat dilakukan dengan mudah.
  5. Memiliki resolusi spasial yang tinggi.
  6. Representasi grafis data spasialnya sangat mirip dengan peta garis buatan tangan manusia.
  7. Memiliki batas-batas yang teliti, tegas dan jelas sehingga sangat baik untuk pembuatan peta-peta administrasi dan persil tanah milik.
  8. Transformasi koordinat dan proyeksi tidak sulit dilakukan.

–          Kekurangan Data Vektor :

  1. Memiliki struktur data yang kompleks.
  2. Datanya tidak mudah untuk dimanipulasi.
  3. Pengguna tidak mudah berkreasi untuk membuat programnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan aplikasinya. Hali ini disebabkan oleh struktur data vector yang lebih kompleks dan prosedur fungsi dan analisisnya memerlukan kemampuan tinggi karena lebih sulit. Pengguna harus membeli system perangkat lunaknya karena teknologinya masih mahal. Prosedurnyapun terkadang lebih sulit.
  4. Karena proses keseluruhan untuk mendapatkannya lebih lama, peta vector seringkali mengalami out of date atau kadaluarsa.
  5. Memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih mahal.
  6. Overlay beberapa layers vector secara simultan memerlukan waktu yang relative lama.
  • Data Raster

–          Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.Peta Raster adalah peta yang diperoleh dari fotografi suatu areal, foto satelit atau foto permukaan bumi yang diperoleh dari komputer. Contoh peta raster yang diambil dari satelit cuaca.

–          Kelebihan Data Raster:

  1. Memiliki struktur data yang sederhana
  2. Mudah dimanipulasi dengan menggunakan fungsi-fungsi matematis sederhana
  3. Teknologi yang digunakan cukup murah dan tidak begitu kompleks sehingga pengguna dapat membuat sendiri program aplikasi yang mengunakan citra raster.
  4. Compatible dengan citra-citra satelit penginderaan jauh dan semua image hasil scanning data spasial.
  5. Overlay dan kombinasi data raster dengan data inderaja mudah dilakukan
  6. Memiliki kemampuan-kemampuan permodelan dan analisis spasial tingkat lanjut
  7. Metode untuk mendapatkan citra raster lebih mudah
  8. Gambaran permukaan bumi dalam bentuk citra raster yang didapat dari radar atau satelit penginderaan jauh selalu lebih actual dari pada bentuk vektornya
  9. Prosedur untuk memperoleh data dalam bentuk raster lebih mudah, sederhana dan murah.
  10. Harga system perangkat lunak aplikasinya cenderung lebih murah.

–          Kekurangan Data Raster :

  1. Secara umum memerlukan ruang atau tempat menyimpan (disk) yang besar dalam computer, banyak terjadi redudacy data baik untuk setiap layer-nya maupun secara keseluruhan.
  2. Penggunaan sel atau ukuran grid yang lebiih besar untuk menghemat ruang penyimpanan akan menyebabkan kehilangan informasi dan ketelitian.
  3. Sebuah citra raster hanya mengandung satu tematik saja sehingga sulit digabungkan dengan atribut-atribut lainnya dalam satu layer.
  4. Tampilan atau representasi dan akurasi posisi sangat bergantung pada ukuran pikselnya (resolusi spasial).
  5. Sering mengalami kesalahan dalam menggambarkan bentuk dan garis batas suatu objek, sangat bergantung pada resolusi spasial dan toleransi yang diberikan.
  6. Transformasi koordinat dan proyeksi lebih sulit dilakukan
  7. Sangat sulit untuk merepresentasikan hubungan topologi (juga network).
  8. Metode untuk mendapatkan format data vector melalui proses yang lama, cukup melelahkan dan relative mahal.