A.       Kondisi Umum Wilayah

Wilayah Kabupaten Mojokerto terletak di antara 1110 20’13” sampai dengan 111040’47” bujur timur dan antar 7018’35” sampai dengan 70 47” lintang selatan, dengan luas wilayah 692,15 km2.

Kota Mojokerto ini tidak berbatasan dengan pantai, namun langsung berbatasan administratif dengan  kota- yang berkembang. Bagian utara kota Mojokerto berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Gresik. Beralih ke wilayah timur, berbatasan dengan daerah Sidoarjo dan Pasuruan. Sedangkan pada wilayah selatan berbatasana langsung dari Kota pendidikan yaitu kota Malang, kota yang saya tinggali untuk saat ini, dan pada wilayah barat, langsung berbatasan dengan Kabupaten Jombang.

B.       Letak Topografi

Wilayah Kota Mojokerto merupakan dataran rendah yang  terletak pada ketinggian ± 22  meter  dari  permukaan  laut  dan  kemiringan  tanah  0%  –  3%.dengan letak kawasan pacet lah yang paling tinggi   Dengan  demikian  dapat  diperlihatkan  bahwa  Kota Mojokerto mempunyai  permukaan  tanah  yang  relatif  datar,  sehingga  aliran  sungai/  saluran  menjadi  relatif  lambat  dan  hal  ini  mempercepat  terjadinya pendangkalan yang pada akhirnya timbul kecenderungan ada genangan pada berbagai bagian kota apabila terjadi hujan. Sekitar 30% dari seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto kemiringan tanahnya lebih dari 150, sedangkan sisanya merupakan wilayah dataran dengan tingkat kemiringan lahan kurang dari 150.

Wilayah Mojokerto cenderung tinggi dibagian wilayah selatan dan utara. Pada wilayah utara, pembentukan tanahnya  di dominasi oleh landform vulkanik,yang dipengaruhi oleh gunung penanggungan. Dan pada wilayah utara, pembentukan tanahnya dipengaruhi oleh landform karst, layaknya wilayah lamongan yang di dominasi juga oleh landform karst, begitu pula dengan wilayah Gresik, yang selain berlandform karst juga dominan memiliki landform Marin. Hal ini lah yang membuat terkonsentrasinya suatu titik aliran air hujan yang deras, akan muncul di wilayah tenga,jantung kota Mojokerto sehingga timbullah banjir, yang pastinya sangat mengganggu masyarakat

C.       Hidrologi

Wilayah  Kota  Mojokerto  mempunyai  beberapa  daerah  aliran  sungai  yang  manfaatnya  cukup  besar  bagi  kehidupan  penduduk,  khususnya  untuk  keperluan  irigasi  pertanian. Potensi hidrologi yang terdapat di Kota Mojokerto, ialah sungai, sumber mata air, serta model pengairannya. Kota Mojokerto dilalui oleh 4 (empat) buah sungai yang cukup potensial yaitu:

  • Sungai Brantas di sebelah utara kota sepanjang 3,5 Km arah alirannya ke timur.
  • Sungai  Brangkal  di  sebelah  barat  kota  sepanjang  2,25  Km  arah  alirannya  ke utara.
  • Sungai Sadar di sebelah timur kota sepanjang 2,00 Km arah alirannya ke utara.
  • Sungai Gedeg di sebelah barat kota sepanjang  2,00 Km.

Kondisi  hidrologi  ini dalam  kegiatannya  akan berpengaruh  terhadap  tingkat  kesuburan  tanah, dan jenis tanaman yang tumbuh, karena ekosistem dalam suatu lingkungan akan  berlangsung  dan  saling  ketergantungan.  Begitu  pula  dengan  pola  kehidupan  dan  penghidupan masyarakat.

D.        Geomorfologi di Daerah Mojokerto

Proses pembentukan tanah di Mojokerto, di dominasi dengan adanya pengaruh pegunungan vulkanik yang berada pada wilayah selatan daerah Mojokerto. Selain itu ada juga sedikit pengaruh pegunungan kapur yang berada di daerah Utara Mojokerto. Sedangkan pada bagian tengah, memanjang aliran sungai Brantas, yang kawasannya tersebut disebut Daerah Aliran Sungai Brantas, sehingga otomatis akan mempengaruhi pembentukan tanahnya.

Pada hakekatnya aliran sungai terbentuk oleh adanya sumber air (hujan, mencairnya es, danmata air) dan adanya relief dari permukaan bumi. Sungai-sungai juga mengalami tahapan geomorfik yaitu perioda muda, dewasa, dan tua. Sungai muda dicirikan dengan kemampuan untuk mengikisalurnya, dimana hal ini dapat terjadi jika gradien sungai cukup terjal. Sungai muda biasanya sempit,dengan tebing terjal yang terdiri dari batuan dasar. Gradien sungai yang tidak teratur disebabkan oleh vaiasi struktur batuan (keras-lunak). Sungai pada stadium dewasa  akan mengalami pengurangan gradien sungai sehingga kecepatan aliran akan berkurang begitu pula pengikisannya,sehingga akan terjadi pengendapan. Dan apabila terjadi pula pengendapan pada sub sungai/ anak sungai, maka disebut sungai dewasa dan jika telah lama berlalu membuat  sungai tersebut menjadi tua dan pendangkalan akan semakin meningkat.

Sedangkan wilayah vulkan pada daerah mojokerto dipengaruhi oleh Gunung penanggungan serta kompleks pegunungan Arjuna-Welirang, yang ketika meletus   abu vulkannya ikut terbawa aliran lahar serta hembusan angin hingga ke wilayah perbatasan antara Mojokerto-Malang, Mojokerto-Pasuruan. Sehingga hal ini mempengaruhi pembentukan tanah yang berada di wilayah Mojokerto.

 

Sumber : http://balitbangkotamojokerto.net/wp-content/uploads/2011/12/BAB-4-GUMBARAN-UMUM.pdf