Tren Sunmori di Kala Pandemi

January 22nd, 2021

Pengguna media sosial instagram dan tiktok pastinya sudah tidak asing dengan video yang berawalan “sunmori check!”. Yap, sunmori. Sunmori atau Sunday Morning Riding adalah kegiatan keliling kota atau mengunjungi sebuah tempat wisata menggunakan motor. Meskipun mengandung kata ‘riding’, kegiatan sunmori tidak hanya diperuntukkan bagi pengendara motor dengan kapasitas bensin 150cc, namun juga pengguna motor vespa, matic atau jenis lainnya. Bisa disimpulkan, bahwa kegiatan sunday morning riding ini bisa dilakukan setiap orang dengan jenis sepeda motor apapun yang ia punya.

Biasanya, kegiatan sunmori ini dilakukan secara berkelompok yang berisikan lebih dari 4 orang. Ada yang melakukan sunmori bersama teman-teman komunitas pecinta sepeda motor, bersama sahabat, atau bersama pasangan. Tetapi, tidak jarang orang melakukan sunmori hanya seorang diri. Bukan suatu yang salah, karena sunmori tidak mewajibkan untuk dilakukan bersama-sama.

Baca : Sunmori adalah – Pengertian, Tips dan Rute

(https://tiketresmi.com/sunmori-adalah/)Sejak trending di sosial media, kegiatan sunmori ini semakin banyak diminati. Entah itu hanya sebagai penyalur hobi, mencari udara segar atau hanya membuat konten video. Rute yang dikunjungi pun semakin beragam, mulai daerah perbukitan, berkeliling kota, atau menikmati sunrise di perjalanan menuju ke pantai. Banyak rute dan tujuan sunmori yang bisa ditelusuri, itu semua bergantung, kemana anda ingin beristirahat setelah melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor.

Asyik, seru dan menghilangkan stress jadi 3 alasan mengapa anak muda sekarang ini banyak yang melakukan sunmori. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, isolasi mandiri pada awal beredarnya virus telah mewajibkan setiap orang untuk tetap di rumah saja. Untuk menghilangkan beban, stress dan bosan setelah work from home, sunmori bisa jadi salah satu alternatif untuk Anda. Demi kesehatan dan keselamatan, anda juga harus mengutamakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti menggunakan masker sesuai standar, membawa handsanitizer, mencuci tangan saat berangkat maupun saat sampai di tujuan akhir, serta menjaga sikap saat bersin, dan peraturan lainnya.

Selain itu, penting juga bagi anda dalam memperhatikan keselamatan berkendara dengan menggunakan helm dan memastikan surat-surat yang anda miliki lengkap. Tak cukup disitu, untuk mengurangi terpapar sinar matahari dan debu, anda bisa mengenakan pakaian dengan tipe lengan yang panjang atau long sleeve serta menggunakan kacamata berwarna hitam. Selain aman dan nyaman, tentu akan terlihat stylish.

Sudah siap melakukan sunmori? Eits, jangan lupa untuk membawa kamera, bekal makanan dan minuman, serta berdoa sebelum berangkat. Tetap patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Membuat konten yang menarik dan trendy memang mengasyikkan, namun tujuan awal sunmori adalah mencari ketenangan dan kebahagiaan di dunia nyata. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan handphone saat dalam perjalanan. Selain berbahaya, akan ada kemungkinan barang berharga atau handphone anda bisa menjadi target orang jahat yang tidak dikenal.
Setelah siap, kamu bisa menentukan titik akhir dari perjalanan sunmori di masa pandemi ini.

Sejarah Upacara Kasada

January 11th, 2021

Upacara Kasada atau Hari Raya Radya Kasada merupakan upacara penyucian alam yang dipersembahkan kepada para leluhur. Upacara Kasada berawal dari kawasan Gunung Bromo, Ngadisari, Jawa Timur. Penerapannya dilakukan oleh Suku Tengger yang menganut agama Hindu. Upacara ini rutin dilakukan setahun sekali. Tepatnya berada di Pura Luhur Poten di lereng Gunung Bromo. Poten sendiri merupakan sebidang tanah di lautan pasir yang terdiri dari 3 bangunan, seperti pura untuk pemujaan.

Baca: Upacara Kasada: Tata Cara, Sejarah, dan Makna

Tujuan diadakannya upacara ini adalah sebagai persembahan kepada para leluhur atau Hyang Widhi, agar terhindar dari bencana, berkah dan keselamatan. Pelaksanaannya dilakukan dengan berjalan bersama menuju kawah gunung, diiringi dengan membawa sesaji untuk dilempar ke kawah gunung bromo.

Dalam artikel ini, Munus juga akan merangkum lebih detail tanggal pelaksanaan, makna, sejarah, dan proses pelaksanaan Upacara Kasada.

Sejarah Upacara Kasada

Konon, sejarah Upacara Kasada, bermula ketika pada zaman dahulu terdapat sepasang suami istri bernama Jaka Seger (Putra Brahmana) dan Rara Anteng (Putra Raja Majapahit). Mereka bersatu dari latar belakang status sosial yang berbeda. Jaka Seger adalah seorang pemuda dari Tengger, dan Rara Anteng adalah keluarga Majapahit.

Setelah bertahun-tahun menikah, mereka tidak pernah punya anak. Keduanya bersemedi bertanya kepada keturunan Sang Hyang Widhi, penjaga Gunung Bromo. Mereka berjanji, jika doanya terkabul, mereka akan mengorbankan anak bungsu mereka ke kawah Gunung Bromo.

Hingga akhirnya doa mereka terkabul dan mereka dikaruniai keturunan. Namun Jaka Seger dan Rara Anteng mengingkari janjinya, hingga Hyang Widhi marah, seluruh kawasan Bromo menjadi gelap.

Saat itu juga Kawah Bromo menjilat api merahnya, seketika anak bungsu mereka, Kusuma, menghilang ke dalam Kawah Api. Tiba-tiba ada suara yang tidak terlihat, yang berbunyi, “Brother, saya telah dikorbankan untuk Hyang Widhi dan orang tua kami untuk menyelamatkan Anda. Hidup dalam damai dan damai, sembahlah Hyang Widhi. Dan saya ingatkan bahwa setiap tanggal 14 bulan kasada, berikan sesaji untuk kawah gunung bromo. Cerita ini merupakan awal dari pelaksanaan tahunan Upacara Kasada oleh Suku Tengger.

Versi lain dari sejarah penyelenggaraan Upacara Kasada berbeda pada saat pengorbanan anak bungsu. Dalam versi cerita ini, saat pasangan Jaka Seger dan Rara Anteng memiliki dua puluh lima anak, mereka berjanji pada Hyang Widhi bahwa mereka akan mengorbankan salah satu anak mereka untuknya. Mereka dengan senang hati menikmati proses membesarkan anak mereka.

Waktu terus berjalan hingga semua anak telah beranjak dewasa dan sepertinya suami istri tersebut telah melupakan janji mereka kepada Hyang Widhi. Suatu saat mereka langsung teringat dan mengumpulkan semua anak mereka. Kemudian mereka memberi tahu anak-anak mereka tentang kesepakatan yang mereka buat dengan penjaga Gunung Bromo.

Setelah memberi tahu semua anak mereka, mereka bertanya apakah ada yang mau mengorbankan diri. Namun, tidak ada yang mau kecuali satu orang, yaitu anak bungsu bernama Kusuma. Sebagai orang tua, Jaka Seger dan Rara Anteng sebenarnya tidak tega mengorbankan anak-anaknya, apalagi si bungsu yang menjadi favorit mereka berdua.

Akhirnya persembahan kepada Hyang Widhi dilakukan oleh si bungsu. Pada saat si bungsu mempersiapkan diri, kata-kata yang diucapkan kurang lebih sama dengan versi pertama cerita itu. Ia mengimbau seluruh masyarakat Tengger untuk hidup bersama.

Mengenang Perjuangan di Hari Kebangkitan Nasional

January 5th, 2021

Indonesia memiliki banyak hari untuk memperingati peristiwa sejarah, salah satunya adalah Hari Kebangkitan Nasional yang biasa disingkat menjadi Harkitnas. Dilihat dari namanya, Hari Kebangkitan sendiri merupakan titik tolak bangsa Indonesia untuk memperjuangkan hak kemerdekaannya. Hari Kebangkitan Nasional juga memiliki sejarah panjang dan makna yang dalam bagi sejarah kemerdekaan Indonesia. Munus telah memaparkan sejarah Hari Kebangkitan Nasional di bawah ini.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Dilihat dari aksi kemerdekaan Indonesia, banyak peristiwa terjadi sehingga Indonesia merdeka seperti saat ini. Sepak terjang ini dimulai pada paruh pertama abad ke-20 ketika masyarakat Indonesia mulai memiliki kesadaran akan pentingnya memperjuangkan hak atas kemerdekaan. Kebangkitan kesadaran bangsa Indonesia merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pencapaian kemerdekaan berdaulat di negaranya sendiri.

1908 adalah saat terjadinya gerakan nasional. Bangsa Indonesia bersama-sama membangkitkan rasa persatuan, persatuan, nasionalisme, dan hak kemerdekaan bangsa kolonial selama gerakan nasional ini. Gerakan nasional ini identik dengan dua peristiwa, yakni pendirian Budi Utomo dan sumpah pemuda.

Budi Utomo

Budi Utomo yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 merupakan organisasi yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi dan budaya pada saat itu namun belum fokus pada bidang politik. Organisasi ini didirikan oleh Dr. Soetomo dan beberapa mahasiswa kedokteran STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten) yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji yang terinspirasi dari Dr. Wahidin Sudirohusodo. Wahidin Sudirohusodo sendiri adalah untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya Indonesia.

Dengan berpegang teguh pada gagasan tersebut, Dr. Soetomo dan beberapa mahasiswa STOVIA mendirikan organisasi Budi Utomo. Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia sendiri. Perkumpulan ini juga menjadi tonggak perjuangan pergerakan nasional.

Sebelum keberadaan Budi Utomo sebenarnya ada gerakan-gerakan yang dirintis oleh bangsa Indonesia melawan penjajah. Namun, gerakan tersebut hanya sebatas gerakan regional, bukan skala nasional. Melalui Budi Utomo, gerakan tersebut ditingkatkan menjadi skala nasional dengan dukungan masyarakat dari seluruh Indonesia. Perjuangan yang semula merupakan pemberontakan fisik berubah menjadi perjuangan dengan menggunakan kekuatan rasional dan rasional rakyat terpelajar saat itu.

Sebagai organisasi pertama yang didirikan, Budi Utomo merupakan pelopor organisasi sejenis lainnya. Organisasi-organisasi tersebut antara lain Sarekat Dagang Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Muhammadiyah. Indische Partij sebagai organisasi yang terinspirasi oleh Budi Utomo yang bergerak di bidang politik. Partai politik pertama yang didirikan oleh rakyat Indonesia yang secara terang-terangan memberontak melawan pemerintah Belanda di percaturan politik.

Indische Partij

Indische Partij terkenal karena didirikan oleh tiga serangkai. Siapakah tiga serangkai ini? Tentu kalian kenal dengan E.F.E Douwes Dekker atau Pena Multatuli, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara. Berdiri pada tahun 1912, partai ini dengan berani menyuarakan hak-hak bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Di tahun yang sama, KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah yang masih berkembang ke daerah yang lebih luas.

Berkat peran Budi Utomo, banyak organisasi yang dibangun dan membangkitkan semangat juang komunitas lain. Oleh karena itu, tanggal 20 Mei, tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Hari Kebangkitan Nasional mulai diperingati sejak tahun 1959 dan akan terus diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Mei.

Baca Selengkapnya di Hari Kebangkitan Nasional – Museumnusantara

Hello world!

January 5th, 2021

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!