Potongan (Irisan) dan Arsiran

Posted: 24th March 2013 by Farhan Fachrizal Bahri in Menggambar Mesin

Potongan

Tidak jarang ditemui benda – benda dengan rongga – rongga di dalamnya. Untuk menggambarkan bagian – bagian ini dipergunakan garis gores, yang menyatakan garis – garis terssembunyi. Jika hal ini dilaksanakan secara taat asas, maka akan dihasilkan sebuah gambar yang rumit sekali, dan sulit dimengerti. Bayangkan saja jika sebuah lemari roda gigi harus digambar secara lengkap. Untuk mendapatkan gambaran dari bagian – bagian yang tersembunyi ini, bagian yang menutupi dibuang. Gambar demikian disebut gambar potongan, atau disingkat saja dengan potongan.

Potongan

Potongan

Gambar (a) memperlihatkan sebuah benda dengan bagian yang tidak kelihatan. Bagian ini dapat dinyatakan dengan garis gores. Jika benda ini dipotong, maka bentuk dalamnya akan lebih jelas lagi. Gambar (b) memperlihatkan cara memotongnya dan gambar (c) sisa bagian benda setelah bagian yang menutupi disingkirkan. Gambar sisa ini diproyeksikan ke bidang potong, dan hasilnya disebut potongan (Gambar [d]). Gambarnya diselesaikan dengan garis tebal.

Berikut merupakan contoh lain dari gambar potongan.

rs-1

\rs-2

Cara – Cara Membuat Potongan 

1. Potongan oleh bidang potong melalui garis sumbu dasar

Jika bidang potong melalui garis sumbu dasar, pada umumnya garis potongnya dan tanda -tandanya tidak perlu dijelaskan pada gambar. Foto demikian disebut potongan utama

gambar-3-36-contoh-potongan-melalui-garis-sumbu-dasar

2. Potongan yang tidak melalui sumbu dasar.

Jika diperlukan potongan yang tidak melalui sumbu dasar, letak bidang potongnya harus dijelaskan pada garis potongnya.

gambar-3-35-contoh-potongan-tidak-melalui-garis-sumbu-dasar

3. Potongan meloncat

Untuk menyederhanakan gambar dan penghematan waktu potongan – potongan dalam beberapa bidang sejajar dapat disatukan.

meloncat1

 

4. Potongan oleh dua bidang berpotongan

bagian – bagian simetrik dapat digambar pada dua bidang potong yang saling berpotongan. Satu bidang potong merupakan potongan utama, sedangkan bidang yang lain menyudut dengan bidang pertama. Proyeksi pada bidang terakhir ini, setelah diselesaikan menurut aturan – aturan yang berlaku, diputar hingga berimpit pada bidang proyeksi pertama.

berpotongan

 

5. Potongan pada bidang berdampingan

Potongan pada pipa berbentuk seperti gambar dibawah dapat dibuat dengan bidang – bidang yang berdampingan melalui garis sumbunya.

berdampingan

 

6. Potongan Separuh

Bagian – bagian simetrik dapat digambar setengahnya sebagai gambar potongan dan setengahnya lagi sebagai pandangan.

gambar-3-37-contoh-potongan-separuh

 

7. Potongan oleh lebih dari satu bidang.

Kadangkala diperlukan gambaran dair bagian kecil saja dari benda, yang tersembunyi.

Potongan Setempat

Potongan Setempat

Potongan Penuh

Potongan Penuh

8. Susunan potongan – potongan berurutan

Potongan – potongan berurutan dapat disusun. Hal ini diperlukan untuk memberi ukuran atau alasan lain.

gambar-3-40-contoh-potongan-berurutan

 

9. Penampang – penampang tipis

Penampang – penampang tipis, seperti misalnya benda – benda yang terbuat dari plat, baja profil, dsb atau paking dapat digambar dengan garis tebal atau seluruhnya dihitamkan.

potongan-tipis

 

Bagian – Bagian atau Benda yang Tidak Boleh Dipotong

Bagian – bagian benda seperti rusuk penguat tidak boleh dipotong dalam arah memanjang. Begitu pula benda – benda seperti baut, paku keling, pasak, poros dan lainnya tidak boleh dipotong dalam arah memanjang

tidaak-dpotong

 

Arsiran

Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan, dipergunakan arsir, yaitu garis-garis tipis miring. Kemiringan garis arsir adalah 45 ° terhadap garis sumbu, atau terhadap garis gambar. Jarak garis-garis arsir disesuaikan dengan besarnya gambar. Bagian-bagian potongan yang terpisah diarsir dengan sudut yang sama. Arsiran dari bagian-bagian yang berdampingan harus dibedakan sudutnya, agar jelas perbedaannya.

New Picture (15)

Asiran pada benda yang berdekatan harus miring 45 dalam arah yang berlawanan. Jika terdapat 3 atau 4 bagian yang bergabung, biasanya asiran pada 30 dan 60. Alternative lainnya adalah dengan memvariasi jarak antar garis asir tanpa mengubah sudut.

 

New Picture (16)

 

Seperti yang di sebutkan diatas, bahwa beberapa bagian parts – seperti ribs, lugs, etc - ada yang tidak diasir pada gambar potongan. Lebih jelasnya lihat tabel berikut.

New Picture (25)

 

Jika diperlukan perhatian khusus, maka asiran dapat dibedakan menurut jenis bahan benda seperti yang ditunjukan gambar berikut.

76648_materialsym_md

 

 

 

Referensi :

2010. Gambar Teknik Mesin. http://sujanayogi.wordpress.com/2010/03/05/gambar-teknik-mesin/#comment-702. diakses pada tangal 24 Maret 2013 pukul 07.29 WIB

G. Takeshi Sato, N. Sugiarto Hartanto. 2008. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Pradnya Paramita. Jakarta.

2013. Menggambar Teknik Mesin : Gambar Potongan Dasar. http://ansuf.blogspot.com/2013/01/menggambar-teknik-mesin-gambar-potongan.html. diakses pada tanggal 24 Maret 2013 pukul 08.02 WIB

2013. Menggambar Teknik Mesin : Gambar Potongan (Lanjutan). http://ansuf.blogspot.com/2013/01/menggambar-teknik-mesin-gambar-potongan_8.html. diakses pada tanggal 24 Maret 2913 pukul 08.03 WIB

2012. Gambar Potongan. http://yohan46.blogspot.com/2012/03/gambar-potongan.html. diakses pada tanggal 24 Maret 2013 pukul 08.11

*