Hello Netizen

December 26th, 2017

Selamat datang netizen. Seperti yang sudah kita ketahui. Bahwasannya E-Government sudah umum di temukan di Indonesia. Karena dengan adanya E-Gov ini dapat mempermudah segala hal. Dimana dulunya dari sistem manual, menjadi terkomputerisasi dan juga mempermudah para penggunanya dimana dalam kasus ini adalah masyarakat luas.

Namun, disemua hal pasti tidak langsung dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Dalam pengimplementasiannya, E-Gov mengalami berbagai masalah. Salah satu masalahnya adalah masalah Infrastruktur yang terkadang masih belum mumpuni untuk mendukung penyelenggaraan E-Government di Indonesia. DImana kebanyakan kekurangan infrastruktur ini mengurangi tingkat pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu, ada beberapa Faktor penghambat lainnya. Diantaranya adalah :

  • Belum tersedianya infrastruktur yang memungkinkan akses informasi dimanapun dengan kecepatan yang mencukupi.
  • belum tersediannya sumber daya manusia ( SDM) yang memadai atau minim dari segi skill dan manajerial dalam pengelolaan situs pemda sehinga masih banyak pemkab dan pemkot yang ragu menerapkan e-goverment.
  • penetrasi pasar  hardware  dan  provider layanan jasa teknologi komunikasi dan informasi belum merata hingga daerah-daerah, sehingga bukan hanya masalah dalam suprastrukturnya saja tetapi dalam infrastrukturnya juga masih kurang memadai.
  • Masih belum meratanya pengetahuan masyarakat berkaitan dengan pemanfaatan e-goverment karena mayoritas penduduk berada pada garis golongan menengah ke bawah.

Dengan menerapkan E-Government ini ada beberapa manfaat yang dapat diambil atau dirasakan. DIantaranya adalah :

  • Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para masyarakat, kalangan bisnis, dan industri terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara.
  • Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
  • Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
  • Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan

 

Sebelumnya ada beberapa hal yang melatarbelakangi kenapa E-Government ini masuk ke Indonesia dan berkembang disini.  Latar belakang ini salah satunya adalah  Teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan efisiensi, kecepatan penyampaian informasi, jangkauan yang global dan transparansi. Oleh karena itu dalam era otonomi daerah ini untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance salah satu upayanya adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau yang populer disebut egovernment. Dengan adanya E-Gov ini dapat membuat pemerintahan Indonesia pada khususnya kea rah yang lebih baik.

Selain itu, latar belakang dari masuknya E-Government di Indonesia ini sebenernya tuntutan tersendiri bagi pemerintah untuk dapat memanfaatkan perkembangan tekhnologi dalam melaksanakan tugasnya.  Sehingga dapat meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan, dan mendistribusikan informasi dan pelayanan publik

Setelah membahas E-Government secara luas di Indonesia. Selanjutnya saya akan mencoba menjelaskan secara rinci contoh contoh kabupaten ataupun kota yang telah menerapkan E-Government di Indonesia dalam pemerintahan mereka masing masing. Karena di Indonesia ini penerapan E-Gov masih belum benar benar merata, hal ini memang karena adanya perbedaan kemampuan dalam hal infrastruktur yang dimiliki tiap kabupaten.

Pertama yang akan saya bahas kali ini adalah penerapan E-Gov di kabupaten Bojonegoro. Memang banyak yang tidak mengetahui bahwa Bojonegoro menjadi salah satu kota terbaik dalam penerapan E-Gov di Indonesia. Karena dalam pemerintahan Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan siklus yang ada cukup lengkap. Seperti contohnya Open Data Contract. Jadi dalam progam tersebut, semua proyek yang dijalankan oleh pemerintah bojonegoro ada semua di sana dan dapat diwasi bersama oleh masyarakat luas.  Bahkan terkadang Bupati Bojonegoro sendiri membuat suatu musyawarah bersama masyarakatnya untuk mendiskusikan Kabupaten Bojonegoro kedepannya seperti apa.

Namun di balik suksesnya kabupaten Bojonegoro dalam menerapkan E-Govnya, masih terdapat kekurangan kekurangan yang dapat diamati disana. Seperti halnya :

  • output dari satu sistem belum secara otomatis masuk ke sistem berikutnya. Secara sederhana output dari satu instansi masih belum dapat terintegrasi dengan instansi lain yang bersangkutan. Dan hal ini memang menjadi masalah utama di Indonesia tidak hanya di Bojonegoro saja.
  • Masih kurangnya dukungan fiskal dan infrastuktur. Meskipun sudah banyak produk E-Gov yang ada di Bojonegoro, namun masih kurang berkembang karena memang keuangan yang terbatas
  • masyarakat juga masih menemui kendala keterbatasan dalam mengakses sejumlah sistem e-government. Hal ini terkadang dipengaruhi oleh kurangnya infrastruktur yang mendukung. Seperti server yang masih kurang memadai, sehingga ketika banyak masyarakat yang mengakses di satu waktu, server tidak sanggup untuk melakukannya dalam satu waktu. Sehingga masih ada masyarakat yang tidak dapat atau kesulitan untuk mengakses.

 

Selanjutnya ada contoh lain dari penerapan E-Gov di Indonesia ini. Benar, adalah kota Surabaya, salah satu kota terbesar yang ada di Indonesia dan menjadi Kota Provinsi dari Jawa Timur ini sudah menerapkan E-Gov sejak dulu.
Output dari E – Gov di Surabaya ini adalah salah satunya “Smart City”. DImana seluruh pelayanan yang ada di kota Surabaya sudah terintegrasi. Dan dalam pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kota Surabaya sudah bersifat elektronik sehingga dapat mempermudah masyaratak Surabaya sendiri.

Seperti halnya dalam pelayanan kesahatan masyarakat. Seperti kita ketahui, pelayanan tentang kesehatan adalahs alah satu pelayanan dasar yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakatnya. DI kota Surabaya, masyarakat tidak perlu mengantre lagi di puskesmas menunggu giliran mereka tiba. Tetapi , pendaftaran untuk memeriksa di puskesmas tinggal daftar secara online. Dan nantinya akan langsung keluar nomor antrian berikut waktu untuk mendapatkan giliran diperiksa. Hal ini sangat membantu masyarakat, karena sekarang mereka tidak perlu datang dan mengantri lama di puskesmas.

Bahkan E-Gov yang ada di kota Surabaya ini menginsirasi beberapa kota atau kabupaten yang lain di Indonesia untuk ikut mengembangkan E-Gov dengan bantuan dari kota Surabaya. Seperti Aceh, medan, Batu, Mojokerto dan yang lainnya.

Untuk Informasi saja, ada beberapa progam dari kota Surabaya dalam menerapkan E-Gov di sana. Diantaranya adalah :

  • Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah (SKPD)
  • e-SDM
  • e-Monitoring
  • e-Education
  • e-Permit
  • e-Office
  • e-Health
  • e-Dishub
  • Media Center dan Sistem Siaga Bencana
  • e-Budgeting
  • e-Procurement
  • e-Project
  • e-Delivery
  • e-Controlling
  • e-Performance

Selanjutnya ada Kabupaten Sragen, yang saya jadikan contoh untuk kota atau kabupaten yng sudah menerapkan E-Gov . Bila di kabupaten sragen sendiri ada progam yang menjadi ciri khasnya, yaitu progam OSS atau One Stop Servie. Dengan adanya progam ini masyarakat akan dibuat mudah karena dalam pelayanannya sudah satu pintu. Sehingga tidak harus bolak balik dari satu tempat ke tempat lain untuk mengurus suatu hal yang berkenaan dengan pemerintah.