Archive for the ‘Pemuda’ Category

Pemuda: Masa di Antara 2 Kelemahan


2017
04.10

Bismillah.

Hai Guys.

Jangan kau tertipu dengan usia muda. Karena mati, tidak harus tua.

Muda itu, masa di antara 2 (masa) kelemahan: masa saat anak-anak dan masa saat tua. So, manfaatkan waktu mudamu untuk ketaatan. Why? Karena Allah akan beri naungan yang hanya akan diberikan Allah kepada 7 golongan, di antaranya adalah, pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan)…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ»

Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.

Syaikh Salim al-Hilali berkata: “(Hadits ini menunjukkan) keutamaan pemuda yang tumbuh dalam dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan”[2].

Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri berkata: “(Dalam hadits ini) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhusukan (penyebutan) “seorang pemuda” karena (usia) muda adalah (masa yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri orang tersebut)”[3].

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ»

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah[4].

Artinya: pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan[5].

Inilah sosok pemuda muslim yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan pandai mensyukuri nikmat besar yang Allah Ta’ala anugrahkan kepadanya, serta mampu berjuang menundukkan hawa nafsunya pada saat-saat tarikan nafsu sedang kuat-kuatnya menjerat seorang manusia. Ini tentu merupakan hal yang sangat sulit dan berat, maka wajar jika kemudian Allah Ta’ala memberikan balasan pahala dan keutamaan besar baginya.

Tulisan di atas saya kutip dari tulisan Ustadz Muhammad Abdullah Taslim, Lc., MA. Untuk lebih lengkapnya, silahkan klik link sumber di bawah catatan kaki ini ya, Guys.

Catatan kaki
[1] HSR al-Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031).
[2] Kitab “Bahjatun naazhiriin” (1/445).

[3] Kitab “Tuhfatul ahwadzi” (7/57).

[4] HR Ahmad (2/263), ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabir” (17/309) dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 2843).

[5] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/263).

 

Sumber: https://muslim.or.id/6087-pemuda-yang-mendapatkan-naungan-allah.html