Ekstrak Fenolik dari Biji Kurma sebagai Krim UV Block Anti Kanker Kulit Telaah Q.S. Al-An’am Ayat 99

2017
03.29

Ekstrak Fenolik dari Biji Kurma sebagai Krim UV Block Anti Kanker Kulit
Telaah Q.S. Al-An’am Ayat 99
Putri Mahardini1, Arin Siska Indarwatin2, Adinda Aura Salsabil3
Kimia, FMIPA, Universitas Brawijaya1
Fisika, FMIPA, Universitas Brawijaya2
Statistika, FMIPA, Universitas Brawijaya3
ABSTRAK
Dalam membangun negeri yang berkelanjutan, masalah kesehatan menjadi sorotan
utama, salah satunya adalah kanker kulit sebagai akibat dari efek pemanasan global.
Kanker kulit dan erythema dapat meningkat pada jaringan dengan mudah bagi
individu yang mengalami sunburn sehingga beresiko menjadi kanker. Sinar UV yang
mengakibatkan kanker kulit dipicu dari perubahan fotokimia pada DNA. Untuk
mengatasi masalah kanker kulit dari paparan sinar UV, dibutuhkan suatu antioksidan
yang dapat memblok radikal bebas dari reaksi fotokimia antara sinar UV dengan
DNA. Hasil penelitian dari Nehdi et al., 2010, yang dikutip oleh Abdul Afiq et al.,
2013, menyebutkan bahwa minyak biji kurma dapat digunakan sebagai komposisi
dari produk pelindung UV-A dan UV-B. Dari hasil penelitian Hafid Boundries et al.
(Satuhu, 2010), dijelaskan bahwa kandungan aktivitas antioksidan dan kandungan
fenolik tertinggi terdapat pada biji kurma. Hal ini dikarenakan dalam minyak biji
kurma mengandung senyawa polifenol sebagai antioksidan yang sebanding dengan
minyak zaitun (Afiq et al., 2013). Berbasis nilai Qur‟ani, Surat Al-An‟am ayat 99,
disebutkan bahwa Allah yang mengeluarkan biji-bijian yang bertandan dan kurma
yang pucuknya meliuk rendah dari air hujan. Penciptaan tersebut merupakan suatu
bukti kekuasaan Allah bagi orang yang beriman. Metode penelitian yang dilakukan
adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan
studi kepustakaan (library research). Untuk analisis data digunakan metode content
analysis. Melalui metode tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak fenolik dari biji
kurma bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat digunakan sebagai krim UV Block.
Kata kunci : Berbasis, Biji kurma, Fenolik, Negeri, Qur’ani

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian dan Pembahasan

Al-qur‟an merupakan Asy-Syifaa‟, penyembuh penyakit dan dengan AlQur‟an Allah telah memberikan petunjuk penyembuhannya. Sebagaimana Q.S. Al-An‟am ayat 99 yang menyebutkan “…buah kurma yang meliuk rendah” yang artinya buah kurma tersebut mudah dijangkau. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa asy-syifaa‟ dari segala macam penyakit telah disediakan obatnya oleh Allah dengan mudah. Biji kurma yang tidak banyak dimanfaatkan masyarakat ternyata mengandung ekstrak fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan kulit seperti khasiat dari minyak zaitun. Dijelaskan pula pada surah Ar-Ra‟du ayat 4 bahwa
“…kebesaran-kebesaran tersebut benar-benar menjadi kekuasaan orang beriman bagi kaum yang berakal. Dari hasil data dan kajian yang diperoleh telah menjelaskan bahwa kandungan fenolik pada biji kurma berpotensi untuk mencegah kanker kulit. Fenolik berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu inhibitor yang digunakan untuk menghambat terjadinya auto-oksidasi. Fenolik merupakan antioksidan efektif, yang dapat menstabilkan produk radikal bebas secara resonansi (Fessenden, 1986). Karena adanya ikatan ganda berselang-seling pada cincin aromatik itulah, elektron tak berpasangan pada radikal bebas menjadi terperangkap dalam fenol. Selain itu, fenolik bersifat mudah larut dalam molekul air. Kedua sifat fenolik tersebut dapat dimanfaatkan untuk dapat memenetrasi kulit sehingga dapat berikatan dengan ion radikal bebas yang hasilnya akan membentuk ion yang tidak bersifat radikal. Mekanisme fenolik dalam menyerang senyawa radikal bebas adalah sebagai berikut (Fessenden, 1986). Dari hasil penelitian Hafid Boundries et al. (Satuhu, 2010), dijelaskan bahwa kandungan aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik tertinggi justru
terdapat pada biji kurma. Kandungan antioksidan pada minyak biji kurma sebanding dengan minyak zaitun (Abdul Afiq, 2013). Adapun dari penelitian Dammak et al. (Abdul Afiq, 2013), minyak biji kurma dapat digunakan sebagai komposisi produk pelindung UV-B dan UV-A. Pengaruh minyak biji kurma pada kulit dapat diketahui dari efek protektif yang mencegah rusaknya kulit yang dipapar radiasi UV-B dengan pemakaian minyak biji kurma di kulit sebelumnya (Abdul Afiq, 2013). Adanya antioksidan alami pada minyak biji kurma juga mampu mencegah kerusakan oksidatif keratinosit yang disebabkan oleh paparan hidrogen peroksida. Kemampuan tersebut lebih baik dibandingkan minyak zaitun (Abdul Afiq, 2013). Selain fenolik, tocopherol dan tocotrienol juga berfungsi sebagai antioksidan. Berikut gambar pengaruh antioksidan dan fenolik melindungi kulit dari radiasi UV. Kandungan tocopherol pada minyak biji kurma sebesar 29.95-46,65 % (Besbes, et al: 2004). Sedangkan pada biji-bijian lain yang biasa digunakan pada bahan kosmetik seperti biji bunga matahari mengandung tocopherol sebesar 38 % (Fisk, et al: 2006), minyak biji zaitun 11-31.5% (Winthachai, et al:2015), 11,1- 58,2 % (Bhatnagar, et al: 2009).

BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan Pengaruh minyak biji kurma terhadap kulit yaitu melindungi kulit dari paparan radiasi UV, sehingga dapat digunakan sebagai krim UV-Block anti kanker kulit. Adapun keunggulan minyak biji kurma yaitu memiliki kandungan fenolik yang tinggi dibandingkan minyak dari biji yang lain.

 

Fullpaper_Putri Mahardini_Universitas Brawijaya

 
 

Your Reply

CAPTCHA Image
*