sukses adalah pilihan

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Nama         : Lusiana Nurfitasari

NIM           : 115100213111001

Kelas          : D

Tanaman Tebu (Saccharum officanarum L) adalah tanaman perkebunan semusim yang mempunyai sifat tersendiri, sebab didalam batangnya terdapat zat gula. Tebu termasuk dalam keluarga rumput-rumputan (Graminae) seperti halnya padi, glagah, jagung, bambu dan lain-lain. Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun. Tanah tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 m dpl. Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.

Proses Pemanenan Tanaman Tebu

Pemanenan tebu dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berdasarkan atas keadaan tebu yang ditebang, cara pemanenan tebu dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemanenan tebu hijau (green cane) dan pemanenan tebu bakar (burnt cane). Berdasarkan atas sumber tenaga utama yang digunakan, pemanenan tebu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemanenan tebu secara manual dan pemanenan tebu secara mekanis.

Pemanenan tebu secara mekanis

Faktor-faktor yang menyebabkan dilakukannya pemanenan tebu secara mekanis menggunakan mesin panen tebu (sugarcane harvester), diantaranya adalah:

(1)    Kesulitan memperoleh tenaga kerja tebang

(2)    Tenaga kerja tebang tebu hanya bekerja selama � 8 jam/hari pada siang hari, sedangkan mesin panen tebu dapat bekerja selama 24 jam/hari

(3)    Kapasitas tebang tebu mesin panen tebu jauh lebih besar dibanding tenaga kerja tebang tebu

(4)    Waktu panen tebu yang optimum umumnya relatif

Faktor-faktor yang ditimbulkan oleh keadaan lahan tempat mesin panen tebu dioperasikan yang mempengaruhi efisiensi waktu dan biaya pemanenan, diantaranya adalah kemiringan lahan, pola kebun, tinggi dan panjang guludan serta kebersihan lahan dari benda-benda yang dapat mengganggu kinerja mesin.

Pemanenan tebu secara mekanis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: menggunakan wholestalk harvester dan menggunakan chopper harvester. Kedua jenis mesin panen tebu tersebut berbeda dalam hal hasil potongan batang tebu panen.

Wholestalk harvester memotong tebu pada pangkal batang dekat permukaan tanah, kemudian dibawa ke belakang dan disusun di atas guludan. Dengan demikian, tebu hasil panen masih berupa lonjoran batang tebu (utuh) yang diletakkan di atas permukaan tanah. Tebu hasil panen dengan cara seperti ini sering tercampur kotoran (tanah) pada saat pemuatannya ke alat angkut yang akan membawanya ke pabrik.

Chopper harvester memotong tebu berupa potongan-potongan berukuran pendek. Tebu yang sudah dipotong pada pangkal batangnya akan dipotong lagi menjadi potongan-potongan lebih pendek yang disebut billet dengan ukuran 20 – 40 cm (Gentil dan Ripolli, 1977).

Penggunaan chopper harvester akan lebih menguntungkan dibanding wholestalk harvester untuk beberapa kondisi tertentu. Pada Tabel 1 diperlihatkan perbedaan penggunaan dan hasil panen tebu menggunakan kedua jenis mesin panen tebu tersebut.

Tabel 1. Perbedaan penggunaan dan hasil panen tebu menggunakan wholestalk harvester dan chopper harvester

Indikator Wholestalk Harvester Chopper Harvester
Proses pemanenan tebu Memotong tebu pada pangkal batang dekat permukaan tanah, kemudian dibawa ke belakang dan disusun di atas guludan Tebu yang sudah dipotong pada pangkal batangnya akan dipotong lagi menjadi potongan-potongan lebih pendek
Ukuran batang tebu panen Lonjoran (batang tebu utuh) Potongan-potongan pendek
Kebersihan batang tebu panen Tercampur kotoran (tanah) Hampir tidak tercampur kotoran
Kapasitas angkut kendaraan pengangkut batang tebu panen Lebih rendah Lebih tinggi
Lama waktu tunggu setelah dipanen sebelum digiling Lebih dari 24 jam Kurang dari 16 jam
Aplikasi Cocok untuk lahan tebu berproduktivitas sedang, tanaman tebu tegak, dan areal lahan berukuran sempit Cocok untuk lahan tebu berproduktivitas tinggi, tanaman tebu tegak dan rebah, dan areal lahan berukuran lebar

 

Proses yang terjadi di dalam suatu unit mesin panen tebu chopper harvester secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut (Deacon, 1986):

(1)    Mengarahkan batang-batang tebu dalam suatu barisan ke dalam bagian pemotong batang tebu

(2)    Memotong pucuk batang tebu

(3)    Memotong batang tebu di permukaan tanah

(4)    Menggoncang batang tebu supaya terlepas dari tanah dan pasir yang menempel

(5)    Memotong batang-batang tebu menjadi billet

(6)    Membawa billet menggunakan conveyer

(7)    Membuang sampah (trash) dan material yang ringan

(8)    Memuat billet ke kendaraan angkut.

Aliran potongan batang-batang tebu dan material-material yang terbawa dalam proses pemanenan tebu di dalam mesin panen tebu (chopper harvester) dapat dilihat dalam Gambar 1. Dalam Gambar 2 dan Gambar 3 juga dapat dilihat contoh suatu unit mesin panen tebu tipe wholestalk harvester dan chopper harvester.

 

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*