Konsep Uang

Pada perekonomian modern, sektor rumah tangga menyediakan berbagai faktor produksi yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha, dan sebagai kompensasinya penghasilan. Sebagian besar dari penghasilan ini dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa yang merupakan aliran dana kembali ke unit produksi sebagai pendapatan. Aliran produksi dan penghasilan ini berlangsung terus-menerus.

Terdapat 3 jenis pasar yang berfungsi dalam sistem perekonomian, yaitu :

1. Pasar faktor : mengalokasikan faktor produksi dan mendistribusikan penghasilan

2. Pasar produk : tempat unit konsumsi menggunakan sebagian penghasilan untuk membeli barang dan jasa

3. Pasar keuangan : menyalurkan tabungan dari sektor rumah tangga kepada pihak yang membutuhkan dana lebih besar untuk pengeluarannya

Sistem keuangan mempunyai 7 fungsi dasar dalam perekonomian modern, yakni :

tabungan, kekayaan, likuiditas, kredit, pembayaran, resiko, kebijakan

Jenis pasar dan sistem keuangan dapat dibedakan atas :

1. Pasar uang : memberikan pinjaman berjangka pendek (< 1 tahun)

2. Pasar modal : membiayai investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pengusaha, pemerintah dan perorangan

Jenis pasar dibedakan atas dasar :

1. pasar terbuka vs pasar negosiasi

2. pasar perdana vs pasar sekunder

3. pasar spot vs pasar futures/forward

4. pasar opsi

Walaupun sistem keuangan terbagi dalam beberapa pasar yang berbeda, akan tetapi ada faktor yang mempersatukan semua pasar keuangan, yakni :

kredit, spekulasi dan arbitrase, pasar sempurna dan efisien

Dengan adanya faktor pemersatu tersebut, berbagai pasar cenderung semakin mendekat dan berimbang.

Trend kuat yang mengubah sistem keuangan nasional menuju sistem global terus berlangsung. Satelit, terminal komputer, kabel fiber optik dan sistem elektronik otomatis menyatukan bisnis jasa keuangan dan pusat-pusat perdagangan dunia seperti London, New York, Tokyo Hongkong dan Sydney.

Sumber : Puspopranoto, Salwodjo. 2004. Keuangan Perbankan dan Pasar Keuangan -Konsep, Teori dan Realita

2

Prosedur Analisis Kualitatif Sakarin Metode Ekstraksi Uji Warna

Berpindah dari siklamat ke sakarin, ya, gan ūüėÄ , soalnya siklamat sama sakarin ini banyak dicurigai pada jajanan minuman anak sekolah (anak sekolah berarti termasuk yang masih kuliah)

1. Asamkan  contoh  sampel sebanyak 100 ml dengan HCL, lalu ekstrak 1 kali 25 ml eter

2. Setelah  larutan  terpisah, uapkan eter dalam tabung reaksi di udara terbuka

3. Tambahkan 10  tetes H2SO4 dan 40  mg  resorsinol

4. Panaskan  perlahan-lahan  dengan  api  kecil  sampai  berubah menjadi  warna  hijau  kotor

5. Dinginkan, tambahkan  10  ml  air  suling  dan  larutan NaOH  10%  berlebihan

Bila  terbentuk warna  hijau  flourescent  berarti  sampel positif mengandung sakarin

Prosedur Analisis Kualitatif Siklamat Metode Pengendapan

1. Timbang  sebanyak  100 ml  sampel  pada labu  erlenmeyer

2. Tambahkan  aquades sampai  tanda (maksudnya tanda batas)

3. Saring  dengan  kertas whatman  berukuran  15cmx15cm, kemudian tambahkan 10 ml larutan HCL 10%

4. Tambahkan  10  ml  larutan  BaCl2 10%,  dibiarkan  30  menit

5. Saring menggunakan  kertas  whatman  berukuran  15cmx15cm. Ditambahkan NaNO2 10% 10 ml  dilakukan  diruang  asam

6. Panaskan di atas hotplate atau penangas air pada suhu sekitar  125-130 derajat

7. Hasil  yang  didapat sekitar  20-30  menit  setelah  dipanaskan adalah  endapan  putih  berarti  sampel mengandung siklamat

Oke, gan, itu ilmu yang bisa ane bagi untuk sesi uji siklamat (habis ini posting yang lain maksudnya ūüôā )

Semoga bermanfaat ūüôā

Prosedur Analisis Kuantitatif Kadar Siklamat dengan Metode Kurva Kalibrasi Spektrofotometri UV

1. Larutan Uji

Dipipet  sejumlah  50  mL  sampel, dimasukkan  kedalam  corong  pisah pertama, ditambahkan 2,5 mL asam asetat pekat.

Setelah dingin, ditambahkan 50 mL etil  asetat,  dikocok  selama  2  menit. Dipisahkan lapisan etil esetat dan ambil 40 mL,  bagian  yang  jernih,  kemudian dimasukkan  kedalam  corong  pisah  ke-II.

Dikocok  3  kali  dengan  15  mL  air, dikumpulkan  lapisan  air,  dimasukkan kedalam corong pisah ke-III, ditambahkan 1  mL  natrium  hidroksida  10  N,  5  mL sikloheksan  dan  dikocok  selama  1 menit.

Dipisahkan  lapisan  air  dan dimasukkan ke dalam corong pisah ke-IV, ditambahkan  2,5 mL  asam  sulfat  30 %,  5 mL  sikloheksan,  5  mL  larutan  hipoklorit yang  mengandung  1%  klor  bebas  dan dikocok  selama  2  menit.

Lapisan sikloheksan  akan  berwarna kuning kehijauan,  bila  tidak  berwarna ditambahkan  lagi  larutan  natrium hipoklorit  lebih kurang  5 mL.

Lapisan  air dibuang,  lapisan  sikloheksan  ditambahkan 25 mL air, dikocok dipisahkan dan diambil lapisan bawah. (A)

2. Tahap Larutan Baku

a. Larutan Stok

Ditimbang sejumlah 50 mg natrium siklamat,  kemudian  dimasukkan  kedalam labu  50  mL  dan  dilarutkan  dengan  air sampai tanda.

b. Larutan Baku

Dipipet  larutan  baku  masing-masing  1 mL;  2 mL;  4 mL;  6 mL;  8 mL dimasukkan  ke  dalam  labu  tentuukur  50 mL yang berbeda, ditambahkan air sampai tanda  dan  diperlakukan  sama  seperti larutan  uji,  mulai  dari  baku  tersebut dimasukkan  ke  dalam  corong  kemudian, ditambahkan  1 mL  natrium  hidroksida  10 N, 5 mL sikloheksan dan dikocok selama 1 menit.

Dipisahkan  lapisan  air  dan dimasukkan  ke  dalam  corong  pisah  ke-II, ditambahkan 2,5 mL asam sulfat 30%, 5 mL  sikloheksan,  5  mL  larutan  natrium hipoklorit  yang  mengandung  1%  klor bebas  dan  dikocok  selama  2  menit.

Lapisan sikloheksan akan berwarna kuning kehijauan,  bila  tidak  berwarna ditambahkan  lagi  natrium  hipoklorit  lebih kurang  dari  5  mL.

Lapisan  air  dibuang, lapisan  sikloheksan  dicuci  dengan  25 mL NaOH  0,5  dan  dikocok  selama  1  menit.

Dibuang  lapisan  bawah,  pada  lapisan sikloheksan  ditambahkan  25  mL  air dikocok,  dipisahkan  dan  diambil  bagian bawah. (B)

c. Larutan Blanko

Dipipet 50 mL  air, dimasukkan ke dalam corong pisah pertama, ditambahkan 2,5 mL  asam  sulfat  pekat,  setelah  dingin, ditambahkan  50  mL  etil  asetat,  dikocok selama  2  menit.

Dipisahkan  lapisan  etil asetat  dan  ambil  40  mL,  bagian  yang jernih,  kemudian  dimasukkan  kedalam corong pisah ke-II.

Dikocok 3 kali dengan 15  mL  air,  dikumpulkan  lapisan  air, dimasukkan  kedalam  corong  pisah  ke-II, ditambahkan  natrium  hidroksida  10  N,  5 mL  sikloheksan  dan  dikocok  selama  1 menit.

Dipisahkan  lapisan  air  dan dimasukkan  kedalam  corong  pisah  ke-IV, ditambahkan  25  mL  asam  sulfat  30%,  5 mL  sikloheksan,  5  mL  larutan  hipoklorit yang  mengandung  1%  klor  bebas  dan dikocok  selama  2  menit.

Lapisan sikloheksan  akan  berwarna  kuning kehijauan,  bila  tidak  berwarna ditambahkan  lagi  larutan  hipoklorit  lebih kurang  5  mL.

Dibuang  lapisan  bawah, pada  lapisan  sikloheksan  ditambahkan  25 mL  air,  dikocok,  dipisahkan,  dan  diambil lapisan  bagian  bawah,  dimasukkan kedalam  labu  10  mL  sebagai  faktor pengencerannya,  sampai  tanda  dengan sikloheksan. (C)

3. Cara Penetapan

Masing-masing  larutan  A,  B,  C  diukur menggunakan  spektrofotometer  pada panjang  gelombang  314  nm,  kemudian dihitung  kadar  natrium  siklamat  seperti pada hasil pembahasan.

Mudah-mudahan bermanfaat dalam analisis pangan, berikutnya akan diposting mengenai prosedur analisis  kualitatif  Siklamat  dengan Metode Pengendapan

Copyright © 2021 — Ludya Wahyu Pratiwi's | Site design by Trevor Fitzgerald