Pemuliaan Tanaman Terong

2012
04.29
  1. A.     Latar Belakang

Terung ialah tumbuhan pangan yang ditanam untuk buahnya. Asal-usul budidayanya berada di bagian selatan dan timur Asia sejak zaman prasejarah, tetapi baru dikenal di dunia Barat tidak lebih awal dari sekitar tahun 1500. Buahnya mempunyai berbagai warna, terutama ungu, hijau, dan putih. Catatan tertulis yang pertama tentang terung dijumpai dalam Qí mín yào shù, sebuah karya pertanian Tiongkok kuno yang ditulis pada tahun 544. Banyaknya nama bahasa Arab dan Afrika Utara untuk terong serta kurangnya nama Yunani dan Romawi menunjukkan bahwa pohon ini dibawa masuk ke dunia Barat melewati kawasan Laut Tengah oleh bangsa Arab pada awal Abad Pertengahan. Nama ilmiahnya, Solanum melongena, berasal dari istilah Arab abad ke-16 untuk sejenis tanaman terung.

Karena terung merupakan anggota Solanaceae, buah terung pernah dianggap beracun, sebagaimana buah beberapa varietas leunca dan kentang. Sementara buah terung dapat dimakan tanpa dampak buruk apa pun bagi kebanyakan orang, sebagian orang yang lain, memakan buah terung (serupa dengan memakan buah terkait seperti tomat, kentang, dan merica hijau atau lada) bisa berpengaruh pada kesehatan. Sebagian buah terung agak pahit dan mengiritasi perut serta mengakibatkan gastritis. Karena itulah, sebagian sumber, khususnya dari kalangan kesehatan alami, mengatakan bahwa terung dan genus terkait dapat mengakibatkan atau memperburuk artritis dengan kentara dan justru itu, harus dijauhi oleh mereka yang peka terhadapnya.

Kandungan gizinya cukup tinggi, meliputi protein, lemak, kalsium, fosofr, besi, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Memiliki kadar kalium yang tinggi sekitar 217 mg/100 gr (kalium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh), sedangka natrium rendah (3 mg/100 g). Dengan demikian buah terung sangat baik bagi kesehatan, yaitu untuk mencegah hipertensi. Kandungan serat terung sekitar 2,5 gr per 100 gram, sehingga sangat baik bagi pencernaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.      Pembatasan Masalah

Dalam perencanaan program ini permasalahan perlu dibatasi untuk menghindari perluasaan masalah. Adapun pembatasan masalah adalah sebagai berikut:

  1. Subjek program penelitian

Metode pedigree yang digunakan untuk memuliakan tanaman terung.

  1. Objek program penelitian

Tanaman terung lokal; kulit ungu (Solanum melongena); ukuran buah besar; dengan terung belanda; kulit merah(Solanum betaceum); ukuran buah kecil; manis.

 

  1. C.      Tujuan
    1. Tujuan Umum

Untuk memenuhi tugas akhir tengah semester genap mata kuliah Pemuliaan Tanaman.

  1. Tujuan Khusus

Sebagai program perencanaan pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri pada terung, yaitu memperoleh buah terung dengan rasa manis, berukuran besar, dan berkulit kemerahan.

 

  1. D.     Materi Genetik

ð  Tetua betina (resipien) : daging buah putih, kulit ungu (Solanum melongena) dan merupakan buah dengan mahkota bunga terbesar. Buah yang dihasilkan terbesar di antara semua varietas buah naga.

ð  Tetua jantan (donor) : daging buah kekuningan, kulit kemerahan (Selenicereus megalanthus) yang merupakan varietas termanis dari varietas lainnya dengan ukuran buah terkecil.

 

 

 

  1. E.      Metode

Metode yang direkomendasikan oleh penulis untuk memperoleh varietas yang diinginkan dalam program ini adalah dengan menggunakan metode pedigree (silsilah). Karena ditinjau dari tujuan penulis dalam program ini adalah ingin memperoleh perbaikan sifat secara kualitatif saja, jadi cara yang paling cocok dan mudah untuk mendapatkan varietas buah naga yang dimaksud di atas adalah dengan menggunakan metode pedigree.

 

  • Persilangan sepasang tetua homozigot yang berbeda diperoleh F1 seragam.
  • Biji F1 ditanam dengan kebutuhan pertanaman generasi F2.
  • Biji F2 ditanam, selaksi dilakukan pada individu terbaik.
  • Biji F3 ditanam, masing-masing biji satu tanaman ditanam dalam barisan.
  • Tanaman yang dipilih adalah tanaman yang terbaik pada barisan yang lebih seragam.
  • Generasi F4 – F5 banyak family lebih homozigot.
  • Generasi F6 – F7 dilakukan uji daya hasil dengan varietas pembanding.
  • Generasi F8 dilakukan uji multilokasi.
  • Pelepasan varietas dan perbanyakan benih.

 

 

a)      Perbanyakan

  1. Perbanyakan Generatif

Perbanyakan tanaman menggunakan biji perlu diperhatikan apakah berasal dari buah yang sehat, tua, dan matang di pohon. Perbanyakan dengan biji memerlukan waktu yang lama sebelum dipindah ke lahan, oleh karenanya metode ini jarang dilakukan petani. Berdasarkan pengalaman, tingkat kebarhasilan penyemaian adalah sekitar 70%. Biji yang telah diperoleh lalu disaring dengan menggunakan saringan teh. Daging buah dibuang dengan cara menekannya pada penyaring sampai tersisa bijinya saja, kemudian biji dibersihkan dengan air mengalir lalu diangin-anginkan sampai terlihat kering.

Media persemaian adalah campuran pasir : topsoil halus : pupuk dari kotoran unggas = 1:1:1 media tersebut kemudian dihaluskan dan disterilisasi lalu di tempatkan di bawah naungan. Jika media telah siap maka biji tanaman buah naga bisa langsung disebar di atas media dan ditutup topsoil tipis kemudian dilakukan penyemprotan  Ridomil. Setelah bibit memiliki panjang 2-3 cm, lalu dipindahkan ke dalam polybag (15 cm x 20 cm) yang berisi media campuran tanah:pasir:pupuk kandang = 1:1:1, tambahkan pupuk NPK 16:16:16 = 5 kg/200 ltr air untuk 10.000 polibag. Untuk mencegah cendawan aplikasikan 15 g Ridomil + 5 cc Atonik dalam 10 liter air / 15 m2. Setelah dua bulan bibit bisa pindahkan ke lahan.

  1. Perbanyakan Vegetatif

Perbanyakan vegetatif tanaman buah naga bisa melalui setek. Stek berasal dari batang atau cabang sehat, tua, dipilih dari tanaman yang telah berbuah 3-4 kali, ambil stek tanaman dengan memotongnya sepanjang 20-30 cm dengan gunting setek, kemudian biarkan sampai getah mengering agar batang setek tidak mudah busuk. Lalu celupkan pangkal batang dengan Rootone F untuk mempercepat inisiasi akar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous a, 2012. Terung. http://id.wikipedia.org/wiki/Terung. Diakses tanggal 20 Maret 2012.

Anonymous b, 2012. http://bp4kkabsukabumi.net/index.php/Hortikultura/Budidaya-Terung.html Diakses tanggal 21 Maret 2012.

Jonathan, 2012. http://www.blogiztic.net/info/tanaman/cara-budidaya-tanaman-terong-yang-benar.html. Diakses tanggal 21 Maret 2012.

Rizal, 2012. http://amazoneabc.blogspot.com/2012/02/budidaya-tanaman-terong-dengan.html. Diakses tanggal 21 Maret 2012.

Rozi, 2012. Budidaya Terong. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-terong.html. Diakses tanggal 21 Maret 2012.

Your Reply

CAPTCHA Image
*