Digitisasi, Digitalisasi, Transformasi Digital

Paradigma digital mengubah kehidupan dan budaya manusia, termasuk aspek ekonomi dan bisnisnya. Sebagai efek baliknya, terjadi berbagai penafsiran atas fenomena digital, pada sisi teknologi, bisnis, budaya, hingga filosofinya, dari berbagai diskursus yang berbeda, yang pada akhirnya menyulitkan pendefinisian atas hal-hal yang fundamental dalam paradigma digital ini.
Untuk mulai menyusun pembakuan, digunakan tata istilah yang dipahami dalam arsitektur ekosistem digital sebagai berikut:

Digitisasi
Digitisasi berarti mendigitalkan data dan informasi ke dalam bentuk yang dapat disimpan, dicari, diolah, dan diintegrasikan. Digitisasi bukan saja mengubah data analog menjadi digital, melainkan meliputi pengolahan data yang kurang terstruktur menjadi lebih terstuktur, pembacaan data melalui sensor dan perangkat IoT lain ke dalam domain digital, serta standardisasi data digital lama ke dalam bentuk bersama yang dapat diintegrasikan.

Digitalisasi
Digitalisasi berarti mendigitalkan proses-proses kerja di dalam organisasi, termasuk bisnis, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung fungsi-fungsi perusahan. Pendigitalan proses ini memerlukan data terintegrasi yang telah disiapkan melalui digitisasi.

Transformasi Digital
Digital Transformation atau transformasi digital, pada intinya adalah menyusun transformasi bisnis dengan dasar analisis dan formulasi yang sarat akan pemanfaatan teknologi, proses, dan budaya digital untuk memberikan nilai maksimal bagi pemangku kepentingan (stakeholder). Maka transformasi digital mengandung unsur:
* Penyusunan strategi digital yang didorong kapabilitas digital
* Penyusunan model bisnis digital yang meningkatkan nilai kustomer
* Penerapan arsitektur digital untuk perencanaan perubahan