• KRITERIA KELAYAKAN INVESTASI

    Date: 2017.03.19 | Category: TUGAS KULIAH | Response: 0

    Tujuan artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Proyek. Namun, selain itu artikel ini juga akan berbagi mengenai cara menganalisis kelayakan investasi dari data suatu proyek yang akan didirikan ataupun telah didirikan.

    Kriteria yang digunakan dalam analisis tersebut berjumlah 5 poin, diantaranya sebagai berikut:

    1. NPV (Net Present value)
    2. Net B/C
    3. Gross B/C
    4. IRR (Internal Rate of Return)
    5. Payback Period

    Untuk memulai analisis data diperlukan data-data dari proyek yang bersangkutan. Berikut contoh data proyek yang akan di analisis.

    Tabel 1 Contoh Data Suatu Proyek

    1

    Dari data diatas terlihat 10 tahun umur suatu proyek. Dalam suatu proyek juga dihitung  dari tahun ke 0 pembangunan proyek. Pada tahun ke 0 belum terjadi produksi sehingga Cost (C) atau Biaya dan Benefit (B) atau Keuntungan belum ada. Pada tahun 0 ini hanya terjadi pengeluaran dalam bentuk Capital (K). Selanjutnya pada tahun pertama K mulai berkurang sementara C dan B mulai muncul. Pada Tahun kedua K juga semakin turun namun C dan K semakin meningkat. Demikian seterusnya sampai tahun ke 10.

    Setelah data tersedia langsung kepada tahap analisis. Untuk ketentuan atau patokan data analisis dapat dilihat di link dibawah ini:

    https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B3F4Y4nqFArFYkp3YjhBWTNfcFU

    Sementara untuk hasil analisis data diatas dapa dilihat di link di bawah ini:

    https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B3F4Y4nqFArFZUhkMW9zNTc4LW8

    Setelah melihat hasil analisis, ternyata ada DF (Discount Factor) yang mempengaruhi. Berikut untuk tabel link untuk DF yang digunakan diseluruh dunia:

    https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B3F4Y4nqFArFM3ZUcXJodUdRNHc

    Berikut  analisis deskriptif dari hasil perhitungan data diatas:

    1. NPV (Net Present value)

    Proyek tersebut mampu menghasilkan Net Present Value atau nilai bersih saat ini setelah 10 tahun pada tingkat Discount Factor sebesar 10% yakni 29.6184841. Hasil itu masih dalam indicator positif yang artinya proyek tersebut layak untuk dilaksanakan.

    Tabel 2 Hasil NPV dari Contoh Data Suatu Proyek

    2

    2.      Net B/C

    Hasil dari Net B/C adalah -1.34477. Namun dalam perhitungannya total yang negatif itu mutlak sehingga hasilnya adalah 1.34477. Dengan hasil itu Net B/C yang berasal dari perbandingan PV positif dibanding dengan PV negatif. Sehingga artinya PV positif lebih banyak daripada PV negatif dengan selisih perbandingan 0,34477 artinya dari seluruh biaya yang dikeluarkan  masih menutup biaya ditambah perbandingan benefit sebesar 0,34477. Kesimpulan dari penjelasan diatas bahwa lebih banyak benefit artinya proyek ini layak untuk dijalankan

    Tabel 3  Hasil Net B/C dari Contoh Data Suatu Proyek

     3

    3. Gross B/C

    Merupakan perbandingan antara total B dibanding dengan total C ditambah total K. Dari perbandingan tersebut menghasilkan 1.189425. Artinya bahwa jumlah B lebih banyak dari pada jumlah C dan K. Artinya proyek layak untuk dilaksanakan.

     

    Tabel 4  Hasil Gross B/C dari Contoh Data Suatu Proyek

    4

    4. IRR (Internal Rate of Return)

    Dihitung dari perhitungan IRR interpolasi dengan diketahui masing-masing NPV pada setiap DF. Kedua DF yakni DF sekarang dan DF ketika NPV negatif pertamakali. Hasil IRR dari data diatas yakni 0.157241 atau sama dengan 15,7 %. Dengan demikian hasil IRR yang lebih dari DF sekarang yakni 10% menandakan proyek ini layak untuk dijalankan.

    Tabel 5 Data Suatu Proyek ketika DF 10%

    5

    Tabel 6 Data Suatu Proyek ketika DF 16%

    6

    5. Payback Period

    Dana Modal pada Suatu Proyek ini akan kembali pada tahun ke-9. Semakin cepat dana modal ini kembali maka semakin baik proyek tersebut.

    Tabel 7 Hasil Payback Period dari Data Suatu Proyek

     7

     

    Demikian Hasil Deskripsi 5 Kriteria Analisis Kelayakan Investasi. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat.

     

    Laili Salista Romdani

    155020500111004

  • UTS Manajemen

    Date: 2015.12.18 | Category: Uncategorized | Response: 0

    ANALISIS OUTLET BUSANA WANITA ARROYAN PADA ASPEK

    PRAKTIK MANAJEMEN DI LINGKUNGAN GLOBAL, MANAGING DIVERSITY,

    TANGGUNG JAWAB SOSIAL  ETIKA, DAN MANAJER SEBAGAI PEMBUAT KEPUTUSAN

    Semua perusahaan selalu mengidamkan usahanya menjadi  besar, profitable, dan memiliki banyak cabang baik didalam maupun diluar negeri.  Untuk mencapai tingkat itu, sangatlah penting peran seorang manajer yang mampu mengelola berbagai keragaman yang ada baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan sehingga  dapat menjalankan visi dan misi perusahaan. Keragaman yang dimaksud lebih kepada perbedaan entik, gender, ataupun agama.  Namun jika orientasi suatu perusahaan hanya pada banyaknya profit dan besarnya perusahaan,dan tidak memikirkan tangungjawab sosial dari lingkungan internal dan eksternal. Seperti acuh pada karyawan dan konsumen, kemungkinan besar perusahaan tidak akan mencapai tujuannya. Selain itu, tepat atau tidaknya pengambilan keputusan seorang manajer dalam menyikapi suatu masalah dan pengambilan keptusan atau soslusi juga sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan.

    Analisis outlet busana Arroyan

    Arroyyan merupakan salah satu outlet fashion yang telah memiliki satu cabang di Mall Dinoyo dan berpusat di Malang Town Square. Outlet ini berdiri pada bulan februari tahun 2015. Dengan  usianya yang belum genap satu tahun, outlet busana wanita Arroyan belum merencanakan untuk menjadikan unit bisnisnya menjadi bisnis yang mengglobal. Namun saat ini Arroyan sedang berfokus pada promosi dan perluasan usaha terutama di bidang media social seperti, facebook dan blackberry massanger. Selain itu cara yang di gunakan Arroyan dalam pengembangannya yaitu dengan menjadikan konsumen sebagai anggota (member) Arroyan. Konsumen akan mendapatkan kartu member dengan cara berbelanja minimal sebesar seratus lima puluh ribu rupiah. Keuntungan yang akan diterima saat menjadi anggota atau member adalah diskon sebesar 5% untuk setiap transaksi.

    Dalam hal merekrut karyawannya, pemilik Arroyan cenderung memilih kerabat dekat atau kenalan. Hal ini di karenakan pemilik lebih yakin akan kinerja dan komitmen calon karyawan. Keragaman  karyawan Aroyan lebih pada tingkat usia dan asal karyawan, mulai dari mahasiswa sampai ibu rumah tangga, berasal dari dalam maupun luar kota malang dapat bekerja disini. Akan tetapi ada beberapa syarat untuk menjadi karyawan outlet busana wanita Arroyan, yaitu wanita berpenampilan menarik, jujur, terampil, bertangggungjawab, dan  beragama islam.

    Sementara dari sisi pemberian gaji, Arroyyan memberikan gaji yang sama kepada setiap karyawannya. Namun ketika karyawan telah bekerja lama pada Arroyyan ataupun outlet sedang ramai pengunjung,  pemilik biasanya memberikan tambahan. Bukan hanya itu saja, saat karyawan sedang mengalami musibah, pemilik biasanya juga memberikan santunan khusus. Pemilik Arroyyan selalu datang untuk melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan. Menurut pemilik, hal itu dilakukan agar dapat lebih dekat dengan karyawan, tahu apa yang diinginkan karyawan maupun pelanggan, juga memberikan motivasi untuk karyawan.

    Selain itu, ketika pemilik rajin berkunjung ke lapangan  akan dapat merespon masalah yang terjadi menjadi lebih cepat sehingga bisa segara di tentukan bagaimana solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya permasalahan yang pernah terjadi yaitu masalah diantara karyawan yang salah satunya ingin merebut hati pemilik toko agar karyawan lain terlihat jelek. Maka pemilik arroyyan mengatasinya dengan memanggil karyawan tersebut kemudian disuruh menjelaskan apa tujuannya melakukan hal itu, dan kemudian dinasihati bahwa hal itu sebaiknya tidak perlu dilakukan. Selanjutnya dilihat bagaimana perubahan karyawan setelah dinasehati. Jadi saat terjadi permasalahan seperti itu pihak pemilik bukan lantas tidak suka dan langsung memecatnya, tetapi karyawan juga diberikan kesempatan untuk berubah.  Setiap akhir bulan, pemilik dan semua karyawannya juga mengadakan rapat pertanggungjawaban. Itu dilakukan bukan hanya untuk mengetahui berapa keuntungan saja, namun juga sebagai sarana evaluasi dan penentuan solusi terbaik untuk bulan berikutnya agar pengunjung lebih ramai. Pemilik berharap kedepannya Arroyan dapat lebih dikenal masyarakat, dapat selalu memberikan produk sesuai keinginan konsumen, bahkan mampu berbisnis secara global.

    37000

    Diambil didepan outlet busana muslim Arroyan

    37005

    Diambil setelah wawancara, dari kiri Lutfia W, Bu Lastri (pemilik outlet Arroyan), Laili Salista R, M Iqbal A

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Nama : Laili Salista Romdani

    NIM: 155020500111004

  • Hello world!

    Date: 2015.11.30 | Category: Uncategorized | Response: 1

    Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

March 2017
S M T W T F S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031