Review Jurnal SQC PART 1

2012
05.25

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PADA PENGOLAHAN

MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE STISTICAL QUALITY CONTROL (SQC)

PADA PERUSAHAAN PTP. NUSANTARA IV PKS ADOLINA

Ditulis Oleh

Rudi Kencana

             Kualitas produk yang baik merupakan persyaratan penting bagi perusahaan untuk memperoleh daya saing produknya di pasaran. kemampuan bersaing yang tinggi merupakan kunci yang menentukan perusahaan dapat bertahan dan dapat memenangkan persaiangan dalam perdagangan bebas. PTP Nusantara Aolina merupakan perusahaan dimana perusahaan ini memproduksi minyak mentah kelapa sawit. Faktor- faktor yang mennetukan mutu kelapa sawit yaitu faktor asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini dilakukan di PTP. Nusantara IV PKS Adolina, dimana perusahaan ini memproduksi minyak mentah kelapa sawit. Data yang digunakan adalah data syarat mutu, yaitu kadar asam lemak bebas, kadar air dan kaar kotoran. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode SQC dengan diagram control chart mean (X) dan control chart range ( R ), dilanjutkan dengan membuat diagram sebab akibat guna mengetahui penyebab produk berada diluar batas kendali statistic.

Pengendalian kualitas merupakan strategi perusahaan untuk bersaing dengan produk perusahaan lain. Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam memilih produk. Sehingga perusahaan harus memberikan perhatian khusus dalam menerapkan pengendalian kualitas dalam pembuatan produk. Kualitas produk yang baik merupakan persyaratan yang penting bagi perusahaan untuk memperoleh daya saing produk dipasaran.  Mutu produk yang baik perlu diciptakan dan program pengawasan kualitas yang efektif dilakukan agar dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Metode Statistical Quality control (SQC) digunakan untuk evaluasi kinerja kontrol kualitas proses produksi sehingga produk menghasilkan produk yang berkualitas.

Secara umum tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan mutu minyak sawit yang diproduksi. Secara khusus menetukan faktor mutu yaitu kadar asam lemakbebas, kadar air dan kadar kotoran. Kemudian untuk menetukan nilai proses Cp untuk pengolahan crude oil serta mengidentifikasi penyebab penyimpangan kualitas dengan diagram sebab akibat (fish bone).

Perusahaan ini memproduksi minyak kelapa sawit dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Standar mutu minyak kelapa sawit ini berhubungan dengan aspek kadar asam lemak, kelembabapan, kotoran. Kelapa sawit bermutu akan menghasilkan randemen minyak 22,1 % – 22,2% (tertinggi) dan kadar asam lemak bebas 1,7%- 2,1%  (terendah), kadar air 0,150% (tertinggi), kotoran 0,020%.

Sedangkan syarat mutu inti kelapa sawit adalah sebagai berikut:

  1. Kadar minyak minimum (%): 48; cara pengujian SP-SMP-13-1975
  2. Kadar air maksimum (%): 8,5; cara pengujian SP-SMP-7-1975
  3. Kontaminasi maksimum (%): 4,0; cara pengujian SP-SMP-31-1975
  4. Kadar inti pecah maksimum (%): 15; cara pengujian SP-SMP-31-1975

Rendahnya mutu minyak kelapa sawit sangat ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor  tersebut dapat langsung dari sifat induk pohonnya, penganan pasca panenatau kesalahan selama pemrosesan dan pengankutan.

Uraian Proses Produksi

            Produk yang dihasilkan  perusahaan ini berupa minyak mentah kelapa sawit atau disebut CPO (Crude Palm Oil). CPO diolah dari daging kelapa sawit oleh pabrik pengolahan minyak yang berkapasitas 30 Ton/jam.

Tahapan dalam pengolahan kelapa sawit hingga menghasilkan CPO yaitu

Penerimaan Buah

Kelapa sawit yang berasal dari perkebunan diangkut ke pabrik dengan menggunakan truk. Setelah sampai di pabrik, kelapa sawit beserta truk ditimbang.

Perebusan

Didalam stasiun perebusan ini TBS yang berasal dari loading ramp dimasukkan kedalam troli untuk selanjutnya direbus didalam mesin sterilizer. Sterllizer ini memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Merebus TBS agar buah muda lepas dari janjangan.
  2. Mematikan enxim-enzim yang menyebabkan kenaikan asam lemak bebas.
  3. Mengurangi kadar air yang terdapat pada buah
  4. Memudahkan pada proses

Proses Penebalab

Stsiaun penebalan ini memilki fungsi untuk memisahkan brondolan dari tandannya.

Stasiun Kempa

Distasiun ini brondolan yang telah dibawa fruit elevator diteruskan ke mesin digaster. Fungsi dari mesin digaster ini untuk mencincang dan melumat brondolan sehingga dagingan biji mudah dipisahkan dan mengeluarkan sebagian minyak dari brondolan yang timbul akibat proses pengadukan.

Stasiun Klarifikasi

Distasiun ini klarifikasi munyak kasar tersebut menuju san trap tank. Sand trap tank adalah suatu alat berbentuk selinder yang bekerja berdasarkan berat jenis dengan air dengan minyak.

Stasiun Penimbunan Minyak

Distasiun penimbunan minyak terdiri dari tangki timbun yang terdiri dari 2 unti dengan kapaitas 500 ton dan 1 unti berkapasitas 950 ton. Fungsi dari tangki timbun ini  yaitu :

  1. Tempat penimbunan minyak
  2. Tempat pengukuran hasil CPO pada setiap pengolahan
  3. Tempat pengiriman minyak via truk
  1. Stasiun Pengutipan Minyak

Distasiun pengutipan minyak merupakan tempat untuk menguntip minyak dari limbah yang diperkirakan masih mengandung minyak.

 

Mutu

Dalam dunia  industry baik jasa maupun manufaktur mutu adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peninkatan posisi bersaing. Mutu merupakan sesuatu yang diputuskan oleh pelnggan, bukan oleh perusahaan oleh pemasaran atau manajemen. Mutu adalah keseluruhan karakteristik produk dan jasa dari pemasaran, rekayasa, pembikinan, pemeliharaan yang membuat produk dan jasa yang digunakan memenuhi harapan-harapan pelanggan. Pengendalian mutu adalah penggunaan teknik-teknik dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai, mempertahankan dan meningkatkan mutu suatu produk atau jasa. Maksud dari kebanyakan pengukauran mutu ini adalah menentukan dan mengevaluasi tingkatan dimana produk atau jasa mendekati keinginan atau harapan dari konsumen.

Langkah-langkah dalam analisis masalah mutu :

  1. Memahami kebutuhan peningkatan kualitas
  2. Menyatakn masalah kualitas yang ada
  3. Mengevaluasi penyebab utama
  4. Merencanakan solusi atas masalah
  5. Melaksanakan hasil perbaikan
  6. Meneliti hasil perbaikan
  7. Menstandarisasikan solusi terhadap masalah
  8. Memecahkan masalah selnjutnya

Hubungan Langkah Pengendalian Mutu, Tujuh Alat Pengendalian Kualitas, Siklus PDCA

Delapan Langkah PengendalianMutu Tujuh alat pengendali kualitas PDCA
1.   Memahami          kebutuhanpeningkatan kualitas

2.    Menyatakan            masalah

kualitas yang ada

3.    Mengevaluasi       penyebab

utama

4.    Merencanakan   solusi   atas

masalah

Check  sheet,  pareto  diagram,histogram,        cause        effect

diagram, scatter diagram

PLAN
Delapan Langkah PengendalianMutu Tujuh alat pengendali kualitas PDCA
5.    Melaksanakan perbaikan DO
6.    Meneliti hasil perbaikan Check  sheet,  pareto  diagram,histogram,        cause        effect

diagram, scatter diagram

CHECK
7.    Menstandardisasikan  solusiterhadap masalah

8.    Memecahkan          masalah

selanjutnya

ACTION

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengertian Statistik Quality Control (SQC)

Statistik merupakan teknik pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisa informasi yang terkandung didalam suatu sampel dari populasi. Metode statistic memberikan cara-cara pokok dalam pengmbilan sampel produk, pengujian serta evaluasi dan informasi di dalam data yang digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan.Pengendalian kualitas merupakan aktivitas teknik dan manajemen dimana mengukur karakteristik kualitas dari produk atau jasa, kemudian membandingkan hasil pengukuran itu dengan spesifikasi produk yang diinginkan serta mengmbil tindakan pendekatan yang tepat apabila ditmukan perbedaan kinerja actual dan standar.

Pengendalian kualitas produksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan penggunaan bahan/material yang bagus, penggunaan mesin-mesin/ peraltan produksi yang memadai, tenga kerja yang terampil, dan proses produksi yang tepat. Pengendalian kualitas statistic (Statistic Quality Control) adalaha teknik yang digunakana untuk mengendalikan dan mengelola proses baik manufaktur maupun jasa melalui penggunaan metode statistic. Pengendalian kualitas statistic merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola, dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistik. Pengendalian kualitas statistic  (SQC) secara garis besar digolongkan menjadi dua, yaitu pengendalian proses statistik (statistik proses control) dan rancana penerimaan sampel produk (acceptance sampling). Berdasarkan jenis data yang digunakan pengendalian kualitas statistic dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu pengendalian kulitas untuk data variabel dan pengendalian kualitas data atribut.

Data Atribut dan Data Variabel

Data Variabel

Pengumpilan data adalah langkah dala prosedur pengendalian mutu. Didalam pengumpulan data terdapat dua jenis data yaitu data variabel dan data atribut. Data varibel merupakan data kuantitatif yang diukur untuk keperluan analisis. Manfaat data variabel adalah memberikan informasi mengenai perbaikan kualitas, membuat keputusan dengan proses produksi. Peta kontrol yang umum digunakan unutk data variabel adalah peta X-Bar-R, dan peta X-MR.

 

Data Atribut

Data atribut biasanya diperoleh dalam bentuk unit-unit yang ketidaksesuaian dengan spesifikasi atribut yang ditetapkan. Peda umumnya data atribut digunakan peta kontrol p, np, c dan u.

Alat pengendalian kualitas :

  1. Check Sheet (lembar pemeriksaan)
  2. Histogram
  3. Diagram pareto
  4. Stratifikasi
  5. Scatter Diagram (diagram Pencar)
  6. Diagram Sebab Akibat
  7. Peta Control

 

METODE PENELITIAN

            Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif yang dilakukan dengan data non-eksperimen dengan tujuan membuat interpretasi delam bentuk narsi yang menunjukan kualitas dari objek penelitian untuk memecahakna serta menjawab permasalahan yang dihadapi.

Varibel penelitian

Adapun variabel-variabel dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Variabel independen (variabel bebas, sebab mempengaruhi)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar asam lemak bebas dan kadar air pada minyak mentah kelapa sawit.

  1. Variabel dependen (variabel tergantung, akibat, terpengaruh)

Variabel teriket merupakan variabel yan gterpengaruh atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas minyak mentah kelapa sawit.

Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data adalah prosedur dalam menentukan sumber data yang telah direncanakan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dimana peneliti sangat perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti tenaga, waktu, dana dan faktor-faktor pendukung maupun penghambat. Pada penelitian ini teknik penentuan pengumpulan data yang dilakukan adalah :

Data historis

Mencatat prosedur pemerikasaan dan hasil pengukuran kadar asam lemak bebas dan kadar air, data gambaran umum perusahaan dan investasi mesin dan peraltan.

Studi kepustakaan

Mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan cara pemecahan masalah.

 

Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode pengendalian kualitas statistic. Data yang digunakan adalah data variabel yaitu data yang berdasarkan karakteristik yang diukur secara sebenarnya. Data yang diambil adalah kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotorana yang terkandung dalam Crude Palm Oil (CPO).

Metode pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian data merupakan kunci untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Data yang telah diperoleh dalam penelitian ini melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu:

Data Historis

Mencatat nilai batas normal dan hasil pengukuran terhadap kadar asam lemak bebas, kadar air dan kadar kotoran.

 

Your Reply

CAPTCHA Image
*