• EVALUASI KEMASAN PRODUK “NUTRISARI” DENGAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW DAN CONTOH GAMBAR IKLAN POIN-PEMBELIAN (P-O-P)

    Date: 2013.03.15 | Category: Uncategorized | Tags:

    Larasati Ayu Sekarsari

    Nim. 105020201111029

    Jurusan Manajemen

     

    EVALUASI KEMASAN PRODUK “NUTRISARI” DENGAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW

     Evaluasi Kemasan: Model VIEW                           

    Terdapat empat fitur umum yang bisa digunakan untuk mengevaluasi suatu kemasan khusus, yaitu :

    1. Visibilitas.

    Visibilitas terkait dengan kemampuan suatu kemasan untuk menarik perhatian pada poin-pembelian. Tujuannya adalah untuk memiliki suatu kemasan yang menonjol/lain dari yang lain di atas rak, hingga ia memotong citra merek. Kemasan-kemasan berwarna cerah, khususnya efektif untuk memperoleh perhatian konsumen. Grafik –grafik kemasan, ukuran, dan bentuk yang baru juga meningkatkan visitabilitas produk. Banyak merek dalam kategori produk seperti minuman ringan, sereal, dan permen mengganti kemasannya sepanjang tahun dengan kemasan khusus musiman dan hari besar sebagai cara untuk menarik perhatian. Dengan menyamakan merek bersama suasana belanja yang disesuaikan dengan musim atau hari besar, perusahaan menyediakan alasan tambahan bagi konsumen untuk menyeleksi merek kemasan secara khusus dari sekumpulan merek membosankan yang tidak pernah berubah variasi desain kemasan mereka.

    2. Informasi.

    Informasi berhubungan dengan instruksi pemanfaatan produk, berbagai keuntungan yang disebut, slogan-slogan, serta informasi tambahan yang dihadirkan pada atau di dalam kemasan. Seperti resep masakan dan berbagai promosi penjualan, informasi dalam kemasan berguna untuk : menstimulasi pembeli uji coba mendorong perilaku membeli ulang, dan men yediakan berbagai instruksi penggunaan produk. Tujuannya adalah menyediakan tipe dan kuantitas informsi yang tepat tanpa menjejali kemasan dengan informasi yang berlebihan hingga mengganggu informasi yang utama atau justru mempermurah tampilan kemasan.

    3. Daya Tarik Emosional.

    Daya tarik emosional diperhatikan dengan kemampuan kemasan untuk menimbulkan perasaan ingin atau suasana hati mendukung. Kemasan untuk beberapa merek tanpa kandungan emosional secara nyata, serta memberi penekanan selain informasi tentang isi, sementara kemasan merek-merek lainnya menekankan kandungan emosional serta berisi informasi yang sangat sedikit. Bila konsumen membuat keputusan penyeleksian merek berdasar tujuan – tujuan seperti perolehan pembelian terbaik atau membuat pilihan yang hati – hati, maka kemasan harus menyediakan informasi konkret yang memadai untuk memfasilitasi pilihan konsumen. Ketika produk dan pilihan merek dibuat karena hobi/kesenangan, fantasi 0- fantasi, atau stimuli sensori, kemasan harus berisi syarat kandungan empsional untuk mengaktifkan perilaku pembelian. Walaupun kemasan merek dalam beberapa kategori produk dimana diperlukan kemasan untuk mencampur kandungan informasi dan emosi, maka secara simultan menarik bagi akal sehat dan kebutuhan – kebutuhan simbolis konsumen. Sereal adalah kasus dalam poin ini. Para konsumen memerlukan informasi tentang nutrisi, agar cerdas memilih id antara lusinan merek yang tersedia, namun pilihan merek sereal juga digerakkan oleh faktor – faktor emosional, kemanfaatan, nostalgia, kegembiraan, dan seterusnya.

    4. Daya/kemampuan untuk Dikerjakan (Workability).

    Workability merujuk fungsi dari suatu kemasan lebih dari sekedar cara berkomunikasi. Beberapa masalah workability yang cukup menonjol adalah:

    - Apakah kemasan itu melindungi isi produk ?

    - Apakah kemasan memfasilitasi kemudahan penyimpanan barang bagi konsumen maupun pengecer?

    - Apakah kemasan memudahkan kerja konsumen dalam mengakses dan memnggunakan produk ?

    - Apakah kemasan melindungi para pengecer terhadap kerusakan tak disengaja atas jamahan konsumendan dari pencurian ?

    - Apakah kemasan tersebut ramah lingkungan ?

    Sejumlah inovasi kemasan dewasa ini telah meningkatkan workability. Ini termasuk wadah kemasan yang bisa dituang untuk oli motor dan gula, wadah yang bisa digunakan dalam microwave untuk berbagai item makanan, karton – karton steril, kemasan tutup buka, kemasan pasta gigi yang rapi dan bersih, serta berbagai kantung / tas dan kotak penyajian tunggal. Workability, tentu saja, adalah masalah yang relatif. Tujuannya adalah mendesain suatu kemasan yang sebisa mungkin workable bagi sisi ekonomis pengecer maupun konsumen. Daya tarik emosional mendominasi untuk beberapa produk, informasi adalah hal terpenting untuk produk lainnya, sementara visibilitas dan workability umumnya penting bagi seluruh produk.

     

    Analisis Evaluasi Kemasan Produk “Nutrisari “ dengan Menggunakan Model VIEW

    nutrisari

     

    1. Ditinjau dari aspek Visibility

    Pada dasarnya kemasan nutrisari telah meiliki kemampuan untuk menarik perhatian konsumen dengan warnya yang mencolok serta gambar yang mengilustrasikan kesegaran buah asli dengan didukung oleh tulisan “Nutrisari” yang begitu jelas. Dengan kemasan yang berwarna cerah (mencolok) yang dimiliki nutrisari, membuat produk nutrisari lebih  menonjol daripada produk lainnya  di atas rak, hingga ia memotong citra merek. Sehingga kemasan-kemasan berwarna cerah yang dimiliki nutrisari sangat efektif untuk memperoleh perhatian konsumen.  Selain itu, sebagian produk nutrisari dalam versi botol memiliki desain kemasan unik dan  praktis yang dapat  meningkatkan visitabilitas produk nutrisari itu sendiri.

    2. Ditinjau dari aspek Information

    Kemasan nutrisari memuat informasi yang memadai, selain nutrition facts, pada kemasan nutrisari juga tertera komposisi produk, instruksi penggunaan (baik dengan menggunakan air dingin maupun menggunakan air hangat), kehalalan produk dari MUI, dan juga tanggal kadaluwarsa produk nutrisari tersebut. Hal terpenting adalah bahwasanya pemberian informasi pada kemasan nutrisari tidak berlebihan sehingga tidak mengurangi nilai estetika pada kemasan tersebut

    3. Ditinjau dari aspek Emotional Banding (Daya Tarik Emosional)

    Daya tarik emosional juga dimunculkan pada kemasan nutrisari, karena ketika konsumen mengamati ilustrasi pada produk tersebut, maka mereka akan membayangkan kesegaran buah alamiah yang diproses secara langsung dan higienis.

    4. Ditinjau dari aspek Workability

    Nutrisari mempunya beberapa variasi kemasan, ada yang berupa kemasan siap minum serta ada yang berupa kemasan dari botol kaca. Kemasan nutrisari mempunyai kemampuan untuk melingdungi isi produk dalam jangka waktu yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan. Kemasan nutrisari juga mampu melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan.

     

    CONTOH GAMBAR IKLAN POIN-PEMBELIAN (P-O-P)

    Spektrum Material P-O-P

    Mengarah pada poin-pembelian, menjadi penengah akhir efektivitas, yakni bagi konsumennya. Poin-pembelian atau lingkungan toko, memeberikan peluang akhir bagi para pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Poin-pembelian adalah waktu yang ideal untuk berkomunikasi dengan para konsumen karena inilah saatnya berbagai keputusan pemilihan produk dan merek dibuat. Para pebelanja adalah para penjelajah. Mereka sedang bersafari, berburu untuk tawar-menawar, produk baru dan berbagai item yang berbeda menambah kegembiraan pada kehidupan mereka sehari-hari. Tiga dari empat pebelanja membuka diri bagi pengalaman-pengalaman baru begitu mereka memjelajahi lorong-lorong pasar swalayan dan menelusuri tawar-menawar di toko obat dan perdagangan umum.

    Material di poin-pembelian mencakup beragam tipe tanda, penunjuk bergerak, spanduk, gantungan di rak-rak dengan tulisan, boneka/manekin mekanis, lampu-lampu, cermin, repro produk dari plastik, unit pengecekan, pedagang yang berjajar, poster-poster dinding, beserta item-item lainnya. Jawatan industri mengklasifikasi material P-O-P tersebut ke dalam tiga kategori:

    1. P-O-P Permanen

    Material P-O-P permanent Mencakup display dan tanda-tanda yang segaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih. Namun, perhatian bahwan enam bulan waktu pembatas adalah konvensi sepihak yang ditetapkan oleh POPAI (Point – of – Purchase Advertising Institute)

    chanel-permanen

    maybelline permanen

    ponds-permanen

    teh Poci permanen

     

    2. P-O-P Temporer

    Material P-O-P temporer mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

    dt 1

    dt 2

    dt 3

    dt 4

    dt 5

     

    dt 6

    maybelline-temporer

     

    3. Media In-Store

    Media in store mencakup Mencakup material iklan dan promosi seperti radio P-O-P, iklan yang tertempel di kereta belanja,tulisan di rak pajangan,serta mesin penjual kupon. Juga perusahaan pihak ketiga (misalnya perusahaan lain selain produsen merek dan pengecer) menyelenggarakan media in-store tersebut.

    MIS 1

    MIS 2

    MIS 3

    MIS 4

    MIS 5

    MIS 6

    MIS 7

     

    Sumber pustaka :

    Shimp,Terence A., Penerjemah : Revyani Sjahrial S.E. dan Dyah Anikasari S.Sos, 2003, Periklanan Promosi : Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu Jilid I, Erlangga, Jakarta.bab 7, bab 8.

    http://advertising-ririn.blogspot.com/2011/11/periklanan-promosi-oleh-terence-shimp.html (diakses tanggal 23 februari 2013)