Sejarah Filsafat 1

October 15, 2012 in Filsafat by Langgeng Setyono

1.
2.
3. Jaman Puranis (300-1200)
Setelah tahun 300, Buddhisme mulai lenyap dari India. Buddhisme sekarang lebih penting di
negara-negara tetangga daripada di India sendiri. Pemikiran India dalam “abad pertengahan”-nya
dikuasai oleh spekulasi teologis, terutama mengenai inkarnasi-inkarnasi dewa-dewa. Banyak
contoh cerita tentang inkarnasi dewa-dewa terdapat dalam dua epos besar, Mahabharata dan
Ramayana.
4. Jaman Muslim (1200-1757)
Dua nama menonjol dalam periode muslim, yaitu nama pengarang sya’ir Kabir, yang mencoba
untuk memperkembangkan suatu agama universal, dan Guru Nanak (pendiri aliran Sikh), yang
mencoba menyerasikan Islam dan Hinduisme.
5. Jaman Modern (setelah 1757)
Jaman modern, jaman pengaruh Inggris di India, mulai tahun 1757. Periode ini memperlihatkan
perkembangan kembali dari nilai-nilai klasik India, bersama dengan pembaharuan sosial. Namanama
terpenting dalam periode ini adalah Raja Ram Mohan Roy (1772-1833), yang mengajar suatu
monoteisme berdasarkan Upanisad dan suatu moral berdasarkan khotbah di bukit dari Injil,
Vivekananda (1863-1902), yang mengajar bahwa semua agama benar, tapi bahwa agama Hindu
paling cocok untuk India; Gandhi (1869-1948), dan Rabindranath Tagore (1861-1941), pengarang
syair dan pemikir religius yang membuka pintu untuk ide-ide dari luar.
Sejumlah pemikir India jaman sekarang melihat banyak kemungkinan untuk dialog antara filsafat Timur,
yang dianggap terlalu mistik dan filsafat Barat, yang dianggap terlalu duniawi. Radhakrishnan (1888-
1975) mengusulkan pembongkaran batas-batas ideologis untuk mencapai suatu sinkretisme hindukristiani,
yang dapat berguna sebagai pola berpikir masa depan seluruh dunia. Sementara itu, filsafat
India dapat belajar dari rasionalisme dan positivisme Barat. Filsafat Barat dapat belajar dari intuisi
Timur mengenai kesatuan dalam kosmos dan mengenai identitas makrokosmos dan mikrokosmos.sejarah 1