TANTANGAN BAHASA INDONESIA MENJADI BAHASA INTERNASIONAL

May 18, 2012 in Bahasa Indonesia by Langgeng Setyono

Oleh :
KELOMPOK 6
Langgeng Setyono (115030213111001)
Mochammad Ilhamsyah R. (115030207121004)

I. Pendahuluan
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa merupakan alat yang sangat penting di dalam komunikasi. Ketika seseorang berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan pendapat, berfikir, bekerja sama, melakukan aktivitas sosial pasti mengunakan bahasa. Selain itu dalam ilmu pengetahuan pun bahasa memiliki peran yang tidak bisa diremehkan yaitu perkembangan teori dan publikasnya.
Menurut Aristoteles manusia merupakan makhluk Zoon Politicon, mengandung arti bahwa manusia adalah makluk yang tidak bisa hidup sendiri secara kodrat hidup bersosial atau bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain. Teori ini mendukung bahwa bahasa merupakan alat yang primer didalam interaksi. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari bahasa memiliki nilai dan kedudukan yang penting.
Manusia di dunia memiliki bermacam-macam bahasa. Jumlah bahasa dunia tercatat sekitar 6,800 bahasa, data dari Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog dari University of Sydney. Hal ini mengakibatkan suatu bangsa akan kebingungan jika harus berinteraksi dengan bangsa lain maka akan kebinungan. Maka diperlukan suatu bahasa yang dapat dijadikan bahasa utama dalam berkomunikasi. Di pergaulan antar bangsa bahasa utama ini disebut dengan bahasa internasional. Bahasa internasional adalah bahasa yang diakui PBB yang digunakan untuk komunikasi orang di seluruh dunia. Bahasa internasional yang diakaui sekarang ini adalah Bahasa inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Rusia, dan Bahasa Perancis.
Sebuah bahasa tidak sembarangan dijadiakan bahasa internasional. Sebuah baGhasa harus memiliki ciri khas khusus sehingga bahasa tersebut menarik masyarakat internasioanl untuk menjadikan bahasa itu dijadikan bahasa dunia. Salah satu bahasa yang ada adalah bahasa Indonesia atau melayu. Bahasa ini merupakan bahasa dengan penutur yang besar. Bahasa ini secara resmi digunakan di 4 negara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura selain itu bahasa ini juga di gunakan secara tidak resmi di Thailand selatan Perbatasan dengan malaysia dan Filipina selatan.
Dari sini bahasa indonesia atau melayu memiliki peran yang besar dalam komunikasi. Sehingga dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) Apakah keunggulan bahasa Indonesia sehingga layak dijadikan bahasa internasional? , (2) Apakah tantangan bahasa indonesia menjadi bahasa internasional ?, (3) Bagaimana peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa Internasional?
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu yang pertama untuk mengetahui keunggulan bahasa indonesia sehingga layak dijadikan bahasa internasional. Kedua mengetahui tantangan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Ketiga menganalisi cara mengembangkan bahasa indonesia yang baik dan benar untuk mendukung bahasa indonesia menjadi bahasa internasional.
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah : dalam bidang akademis dapat dijaikan referensi dalam pembuatan makalah atau studi lebih lanjut. Bagi pemerintah dapat dijadikan saran pengembangan bahasa indonesia sehingga bahasa indonesia menajadi bahasa internasional. Bagi masyarakat dapat meningkat pengetahuan sehingga menyadari dan ikut serta dalam mewujudkan bahasa indonesia menjadi bahasa internasional.

II. Pembahasan
2.1 Keunggulan Bahasa Indonesia Sehingga Layak Dijadikan Bahasa Internasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang unik memiliki ciri khas tertentu yang berbeda dengan bahasa lain. Pembentukan bahasa indonesia berbeda pula, bahasa ini terbentuk dari kesepakatan bersama yaitu kesepakatan para pemuda Indonesia yang dikenal dengan Sumpah Pemuda dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang salah satunya berbunyi “Berbahasa Satu Bahasa Persatuanan Indonesia”. Disinilah awal terbentuknya bahasa Indonesia. Keunikan bahasa indonesia inilah yang menjadi keunggulan mengapa bahasa indonesia layak menjadi bahasa internasional.
Selain keunggulan secara historis bahasa Indonesia memiliki keunggulain yang lain. Secara politik bahasa Indonesia memiliki peluang strategis karena dalam konferensi Liga univesitas Islam sedunia yang diselegarakan di ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor pada tanggal 9-11 januari 2011 melahiunrkan beberapa rekomendasi salah satunya adalah salah satu rekomendasi adalah mengusulkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa internasional di negara-negara Islam selain bahasa Arab karena perkembangan bahasa Indonesia di timur tengah cukup maju. Beberapa negara timur tengah sudah membuka jurusan Bahasa Indonesia misalnya di Mesir dan Syiria.
Keunggulan Bahasa Indonesia yang lain yaitu banyaknya jumlah penutur. Jumlah penutur bahasa Indonesia sekitar 200 juta penutur dan belum ditambah dengan peunggunaan bahasa melayu di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dari jumlah penutur bahasa Indonesia kalah dengan penutur bahasa Mandarin, tetapi jumlah sekitar 200 juta jiwa ini mampu mengalahkan penutur bahasa internasional yang lain yaitu bahasa Rusia dan Perancis. Tren orang asing menggunakan bahasa Indonesia memang makin tinggi. Hal ini didukung juga dengan upaya pemerintah memperkenalkan bahasa Indonesia pada dunia. Saat ini Indonesia memiliki 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara. Selain itu ada sejumlah tokoh penting dunia yang juga bisa berbahasa Indonesia. Salah satunya adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal ini ikut mengampanyekan bahasa Indonesia ke seluruh dunia. Dikutip dari Kompas :
sebuah analisis dilakukan oleh beberapa peneliti di AS dengan memanfaatkan piranti lunak Compact Language Detector (CLD) yang dibenamkan Google . Eric Fischer yang menerapkan piranti lunak itu pada Twitter Dari hasil analisa tersebut, berikut adalah 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di Twitter: Inggris, Portugis, Indonesia, Spanyol, Malaysia, Jepang, Belanda,Korea, Filipina,Russia

Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah untuk dipelajari. Dibandingkan dengan bahasa yang telah diakui sebagai bahasa internasional sekarang, Ketiga bahasa tersebut lebih sulit dipelajari daripada bahasa Inggris. Bahasa Prancis dan Rusia tidak hanya menggunakan kala (tenses) seperti bahasa Inggris, tetapi juga konjugasi (perubahan kata kerja berdasarkan kala) dan membedakan jenis kelamin kata benda (ini juga mempengaruhi kata sifat). Bahasa Mandarin bahkan mengenal lima nada suara yang membedakan arti dan tidak menggunakan huruf Latin. Sehingga bahasa indonesia secara gramatikal mudah dipahami.
Bahasa Indonesia Indonesia memiliki kekonsistenan dibandingkan dengan bahasa Inggris. Dalam aksaranya bahasa Inggris sangat tidak konsisten misalnya kata “good” dengan “god” padahal di dalam dunia kata diatas sama-sama mengunakan huruf “O” tapi dalam huruf pertama dibaca “u” dan yang kedua di baca “a” padahal huruf yang digunakan adalah “O”. Denggan kekonsistenan bahasa Indonesia ini bahasa Indonesia lebih mudah dipahami dan ini merupakan salah satu keunggulan.
Dari kosa kata bahasa Indonesia juga lebih mudah dihafal karena di dalam bahasa Indonesia banyak menyerap kosa kata asing misalnya dari bahasa Inggris dan latin. Bahasa Indonesia relatif mudah beradaptasi dengan istilah-istilah asing dengan melakukan penyerapan, termasuk istilah Inggris yang seiring waktu kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia . Sehingga bagi orang asing yang belajar bahasa Indonesia tidak perlu repot-repot menghafal kosa kata tertentu. Kosa kata tersebut sedikit modifikasi sudah menjadi bahasa Indonesia. Kata-kata serapan asing misalnya Computer = Komputer, Organization = Organisasi, Nationalism = Nasionalisme, Paradigm = Paradigma dll.

2.3 Tantangan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

Banyak alasan sebuah bahasa dijadikan bahasa internasional. Hegemoni, kemajuan Iptek atau kekuatan politik bisa menyebabkan suatu bahasa dijadikan bahasa internasional misalanya bahasa yang paling populer yaitu bahasa Inggris. Bangsa inggris merupakan penjajah yang memiliki daerah koloni yang luas. Di daerah koloninya bahasa Inggris juga berkembang. Di samping itu, Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika, Australia, New Zealand, Canada, dan Afrika Selatan mempunyi jumlah penduduk yang banyak. SDM negara-negara itu lebih berkualitas sehingga mampu memproduksi Ipteks untuk diekspor ke negara-negara lain yang tidak berbahasa Inggris. Ekspor di bidang Ipteks dengan sendirinya membawa budaya mereka, apalagi Amerika sangat terkenal dengan budaya populer yang digemari di seluruh dunia. Mau tidak mau bangsa-bangsa lain akan mempelajari bahasa Inggris untuk memahami dan mengadaptasi Ipteks dan budaya populer itu.
Sedangakan bahasa Mandarin merupakan bahasa yang digunakan oleh populasi terbesar didunia. Polulasi etnis China tersebar diseluruh pelosok dunia. selain itu China yang terkenal dengan perekonomianya menyebabkan perkembangan bahasa yang pesat. Selain itu secara politik China memiliki hak veto di PBB.
Bahasa Arab menjadi bahasa internasional karena bahasa ini dianggap sebagai bahasa Agama. Dengan persebaran agama islam keseluruh dunia mengakibatkan bahasa arabpun juga ikut tersebar.sehpkan bahingga PBB juga menetapkan bahasa ini menjadi bahasa internasional.
Sama halnya dengan Inggris bahasa P.erancis dadidaeran spanyol berkmbang karena memiliki koloni dan didaerah koloni tersebut bahasa itu berkembang. Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia memiliki tantangan yang luar biasa. Berdasarkan makalah Masnur Muslich menyebutkan bahwa tantangan Bahasa Indonesia sekarang ini dibagi menjadi dua aspek yang pertama yaitu kualitas SDM Indoneia. Dengan rendah nya kualitas SDM indonesia menyebabkan susahnya banymengembangkan bahasa Indonesia. Dalam penggunaan bahasa banyak orang Indonesia yang belum mampudikan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menghambat pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Dikutip dari kompasiana Pada pelaksanaan ujian nasional SMP/SMA, kegagalan ujian bahasa Indonesia mencapai 30 persen. Sebaliknya, kegagalan di ujian bahasa Inggris berkisar 5 persen. Bagaimana mungkin sebuah bahasa dijadikan bahasa dunia tapi penutur aslinya tidak menguasai.
Tantangan yang kedua yaitu paradigma masyarakat tentang penggunaan bahasa asing sebagai gengsi sosial. Sebuah tren penggunaan bahasa daerah dikalahkan oleh bahasa Indonesia dan npenggunaan bahasa Indonesia dikalahkan oleh bahasa Inggris. Orang banyak berfikir bahwa menggunakan bahasa asing yaitu bahasa inggris menunjukan gengsi sosial yang tinggi dan dianggap orang berpendidikan. Tren ini dapat dilihat dengan berkembangnya sekolah-sekolah berstandar internasioanal yang menggunakan bahasa Inggris sebagi bahasa peengantar.
Tantangan lain dari bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu daya tawar politik dan ekonomi yang rendah. Berbeda dengan Inggris yang memiliki hegemoni terhadap daerah koloninya, Amerika serikat secara politik negara adikuasa , china dengan kemampuan Ekonomi yang berkembang pesat, Rusia dan perancis memiliki hak veto. Kesiapan bahasa menjadi bahasa Internasional yang digunakan banyak negara bergantung pada seberapa besar ketergantungan terhadap bahasa tersebut dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Seberapa besar peran bahasa Indonesia dalam kegiatan perekonomian dunia Misalnya menggunakan bahasa Indonesia lebih memudahkan kegiatan perekonomian. Sehingga jika ketergantungan terhadap penggunaan bahasa Indonesia lemah maka maka sulit menjaikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional.

2.3 Peluang bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional
Ketika sebuah bahasa dijadikan bahasa internasional bukan hanya primordial atau kebanggaan saja, namum ketika sebuah bahasa sudah diresmikan memiliki sebuah nilai strategis. Pertanyaanya adalah apakah bahasa indonesia memiliki peran strategis. Untuk menganalisis hal tersebut, Mari kita analisis dari sudut pandang peluang dari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki peluang yang tinggi untuk menjadi bahasa Internasional. Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu di lihat dari perkemhbangan bahasa indonesia. Tren orang asing menggunakan bahasa Indonesia memang makin tinggi. Hal ini didukung juga dengan upaya pemerintah memperkenalkan bahasa Indonesia pada dunia. Saat ini Indonesia memiliki 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara. Hal ini menunjukan persebaran dan perkembangan bahasa Indonesia yang pesat. Perkembangan bahasa Indonesia yang pesat ini merupakan peluang karena menunjukan bahasa Indonesia sudah dikenal diseluruh dunia dan bahasa Indonesia tidak asing lagi. Peluang yang kedua adalah bahasa ini digunakan oleh empat negara bukan hanya satu negara sehingga jumlah penutur nya sangat besar mampu menandingi bahasa Internasional yang sekarang sudah di akui yaitu Rusia dan perancis. Selain itu peluang lain bahasa Indonesia adalah dari segi bahasa bahasa ini mudah dipahami, jadi baagi orang asing yang bahasa ibunya bukan bahasa Indonesia dalam beberapa bulan bisa melakukan percakapan sederhana. Berbeda dengan Bahasa Inggris, yang mengunakan tenses dalam struktur tata bahasanya. Penulisan bahasa Indonesia yang menggunakan huruf Latin, kata menjadikannya lebih mudah dipelajari siapa pun dibandingkan misalnya bahasa Jepang atau Mandarin yang menggunakan simbol dan tanda yang khas.
Menurut Masnur Muslich peluang bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu pertama adanya dukungan yang luas salah satu dukunganya berasal dari pemerintah. Berikut adanya surat dan program pemerintah sebagai berikut:
(1) Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Nomor 20, tanggal 28 Oktober 1991, tentang Pemasyarakatan Bahasa Indonesi dalam Rangka Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa;

(2) Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor I/U/1992, tanggal 10 April 1992, tentang Peningkatan Usaha Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa;

(3) Surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur, Bupati, dan Walikoa seluruh Indonesia, Nomor 1021/SJ, tanggal 16 Maret 1995, tentang Penertiban Panggunaan Bahasa Asing;

(4) Pencangan Disiplin Nasional oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Mei 1995 yang salah satu butirnya adalah penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar; dan

Dengan adanya aturan-aturan diatas membuat bahasa indonesia menjadi bahasa yang eksistensi nya diakui di dalam negeri.
Dan peluang yang kedua adalah peran media masa. Dengan media masa yang sadar akan penggunaan bahasa yang baikn dan benar maka akan mendorong pemahaman masyarakat tentang bahasa indonesia itu sendiri. sehingga ini juga merpakan peluang.

III. Kesimpulan
Bahasa Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah untuk menjadi bahasa internasional diperlukan dukungan yang besar dari berbagai elemen masyarkat. Dengan keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia bahasa ini layak dijadikan bahasa internasional. Keunggulan dari bahasa indonesia tersebut yaitu banyaknya jumlah penutur bahasa indonesia atau melayu ini. Jumlah penutur meliputi empat negara Indonesia, Malaysia, singapura dan Brunei Darussalam. Selain itu susunan gramatikal bahasa Indonesia lebih mudah misalnya tidak mengenal istilah tenses dan pengunaan huruf tidak mengunakan simbol-simbol tertentu.
Walaupun memiliki keunggulan banyak tantangan yang harus dihadapi bahasa indonesia. Tantangan yang harus dihadapi adalah posihadsi bahasa indonesia yang tidak strategis karena tingkat ketergantungan dunia internasional terhadap bahasa sangat rendah. Suatu bahasa memiliki ketergantungan tinggi jika penggunaan bahasa tersebut behubunga dengan dunia politik, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.
Akan tetapi dari tantangan yang dihadapi bahasa Indonesia masih memiliki peluang yang tinggi. Peluang ini dapat dilihat dari perkembangan bahasa Indonesia yang maju pesat di berbagai negara. Selain itu adanya dukungan dari pemerintah dari berbagai program dan kebijakan serta kontribusi media dalam perkembangan bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Atmazaki,2011, Tantangan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional dan Peradaban Dunia http://atmazaki.wordpress.com/2011/01/07/tantangan-bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-internasional-dan-peradaban-dunia/, diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Muslich,masnur, 2007, Bahasa Indonesia Peluang Dan Tantangan, http://masnurmuslich.blogspot.com /bahasa-indonesia-peluang-dan-tantangan.html. diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Napitupulu ,Ester Lince, 2011, Kecintaan.Berbahasa.Indonesia.Menurun, http://edukasi.kompas.com/Kecintaan.Berbahasa.Indonesia.Menurun, diakses pada tanggal 10 Mei 2012
_________2011, Ketahanan Bahasa Indonesia Masih Jadi Tantangan
http://kompas.com/Ketahanan.Bahasa.Indonesia.Masih.Jadi.Tantangan.htm, diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Organisasi.com, http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran-bahasa-indonesia, diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Surya Hidayat ,Wicaksono ,2011, Bahasa Indonesia Terbesar Ketiga di Twitter http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/15/10163591/Bahasa.Indonesia.Terbesar.Ketiga.di.Twitter., diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Tim AndrieWongso,2011, Bahasa Indonesia Berpotensi Menjadi Bahasa Internasional
http://andrianwongso.com/BAHASA%20INTERNASIONAL/awartikel-4488Peristiwa_Luar_BiasaBahasa_Indonesia_Berpotensi_Menjadi_Bahasa_Internasional, diakses pada tanggal 10 Mei 2012

www.carapedia.com, Pengertian Definisi Mahluk Sosial Menurut Para Ahli http://carapedia.com/pengertian_definisi_mahluk_sosial_menurut_para_ahli_info960.html, diakses pada tanggal 10 Mei 2012

Yudono Jodhi ,2011, Bahasa Indonesia Berpotensi Jadi Bahasa ASEAN http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/10/23255821/Bahasa.Indonesia.Berpotensi.Jadi.Bahasa.ASEAN, diakses pada tanggal 10 Mei 2012