Analisa Kebutuhan Air pada Tanaman

2012
06.27

Kebutuhan Air Tanaman

            Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda menurut jenis tanaman dan umur tanaman. Bila ditinjau dari respon tanaman terhadap air dibedakan menjadi 3 macam, yaitu tanaman aquatic, tanaman semi aquatic, dan tanaman tanah kering. Kebutuhan air pada tanaman sedikit pada masa awal tanaman dan meningkat saat mengalami fase pembungaan dan berbuah dan kebutuhan air kembali berkurang saat buah mulai masak. Kebutuhan air dianggapisesuaikan dengan umur tanaman dan fase pertumbuhan tanaman. Misalya  pada tanaman padi kelembaban dianggap baik 30% pada fase vegetative, kelembaban yang berlebih dapat menghambat pertumbuhan tunas, meskipun dapat menekan pertumbuhan rumput pengganggu. Maka dari itu kebutuhan air perlu diatur.

Untuk menetukan kebutuhan air tanaman dikenal adaa empat metode yaitu,

Perhitungan evapotranspirasi menurut Blaney Criddle

Metoda Radiasi

Penman

Metoda Panci Evaporasi

Yang dimaksud evapotranspirasi adalah jumlah dari evaporasi dan transpirasi secara bersama-bersama. Evaporasi atau penguapan adalah berubahnya air menjadi uap dan bergeraknya dari permukaan tanah atau permukaan air ke udara sedangkan transpirasi merupakan penguapan melalui tanaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi antara lain suhu udara, suhu air, kecepatan angin, kelembaban udaral tekanan udara, sinar matahari, kelembaban tanah, dan kemungkinan menjadi layu. Karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi maka untuk menghitung laju evapotranspirasi dengan rumus-rumus sebetulnya sangat sulit. Tetapi karena sulitnya menghitung nilai evapotranspirasi dengan rumus-rumus, justru banyak penyelidik dalam masalah ini mengutarakan rumus-rumus. Terasa kemudian bahwa hasil pengukuran pada suatu tempat tidak cocok untuk digeneralisasikan bagi suatu daerah luas, demikian pula untuk masing-masing rumus bisa digunakan, memerlukan data pokok yang berbeda-beda akibat adanya perbedaan cara pendekatan pada masalah ini, oleh para peneliti pembuat rumus yang bersangkutan. Jadi penentuan nilai evapotranspirasi berdasar perhitungan menurut rumus tertentu perlu dengan kesadaran bahwa nilai itu merupakan nilai pendekatan. Karena mendapatkan hasil pengukuran yang teliti di lapangan sangat sulit, maka metoda pendekatan kebutuhan air bagi tanaman itu perlu digunakan dan seringkali dipakai pada suatu kondisi iklim dan agronomi yang berbeda dengan kondisi ditempat rumus yang bersangkutan diformulasikan.

Metode Blaney criddel

Metoda Blaney-Criddle digunakan pada suatu areal yang hanya memiliki data temperatur udara. Jumlah air yang secara potensial dibutuhkan untuk evapotranspirasi pada suatu areal tanaman yang produksinya tidak terganggu oleh kekurangan air, disebut evapotranspirasi potensial, simbolnya CU. Persamaan Blaney-Criddle asli menyatakan

CU = K.f                        K = koefisien, ditentukan secara empiris

f = faktor kebutuhan air, sebagai fungsi temperatur dan  prosentase  jam siang  total, tahunan.

Penggunaan rumus asli tersebut dianggap terbentur kesulitan karena koefisien K sebenarnya sangat dipengaruhi iklim, maka daftar nilai K yang disediakan akan mempunyai variasi luas, dan timbul kesulitan dalam memilih harga K yang dianggap sesuai. Selanjutnya dianjurkan menggunakan formula yang lebih mudah dipakai ialah suatu rumus berdasar pendekatan Blaney-Criddle pula:

ETo = c [p ( 0,46 T + 8)] mm/hari.

 

Your Reply

CAPTCHA Image
*