Cerita Keangkeran Jembatan Sulfat

Jembatan Sulfat

SELAMAT MEMBACA!!!

Salah satu tempat yang cukup angker di Malang adalah Jembatan Sulfat. Sebuah jembatan yang menghubungkan daerah Purwantoro dengan daerah Sawojajar.

Jembatan yang berdiri di atas aliran Sungai Bango dan Sungai Anyar ini baru dibangun di era 2000an. Sebelum ada jembatan ini, bagi warga dua daerah tersebut jika ingin saling menyebrang menggunakan jembatan yang terbuat dari bambu. Tetapi jembatan bambu itu letaknya sedikit ke arah Timur yang jalurnya lebih pendek dengan sungai. Meski pendek, jalur itu sangat terjal dan cukup sulit bagi yang belum terbiasa.

Dilihat secara sepintas memang tidak ada yang aneh dari bentuk bangunan jembatan, karena terlihat begitu kokoh dan aman untuk dilewati. Tetapi siapa sangka, sebenarnya setelah diresmikan oleh Presiden Megawati, jembatan tersebut ternyata seringkali memakan tumbal bagi siapa saja yang tidak berhati-hati melewatinya. Konon keangkeran jembatan ini dikarenakan pembangunannya memakan sebagian lahan kuburan yang ada disana.

Sejak jembatan itu berdiri, seringkali kecelakaan terjadi di sana, yang paling diingat tentu saja sebuah kecelakaan mobil di tahun 2008 yang menewaskan tiga penumpangnya.

Memang, dugaan dari kecelakaan itu dikarenakan sang pengemudi lalai saat mengemudikan kendaraanya. Namun, tidak sedikit pihak yang menyatakan jika kecelakaan itu karena adanya makhluk astral yang biasa menganggu.

Salah satu sudut yang sering mencelakai pengendara adalah sisi jembatan tersebut, karena sebenarnya jembatan itu sedikit berbelok ke arah kiri. Terkadang dari sebuah kecelakaan, sang korban menyatakan jika dia merasakan sebuah jembatan yang lurus tanpa belokan.

Angkernya jembatan ini juga membuat salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia pernah menayangkan program yang membahas kehidupan makhluk dunia lain dari jembatan tersebut. Kesimpulannya, memang banyak ditemui makhluk lain yang terkadang hadir secara tiba-tiba.

Seorang kaskuser menceritakan jika saat lewat di daerah tersebut memang pernah ada sedikit ‘gangguan’, salah satunya adalah sepeda motor yang dia tumpangi lebih berat dari biasanya karena ada penumpang. Memang sekilas ada penumpang lain, tetapi hal itu tidak lama karena hilang saat dibacakan doa surat Al Fatihah.

“Menurut orang tua di sini, sebelum lewat jembatan itu harus membunyikan klakson untuk permisi dan membaca Al Fatihah agar tetap mendapatkan perlindungan dari Allah,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>