Sep

17

Pengertian Persepsi – Definisi Persepsi

Posted by : Efelina | On : 17 September 2012

Pengertian Persepsi – Definisi Persepsi. Setiap orang berbicara selalu terselip kata-kata persepsi dalam setiap obrolan mereka, kadangkala kata persepsi digunakan dalam kalimat yang sebetulnya tidak cocok. Nah, dunia psikologi ingin sedikit membahas mengenai apa itu persepsi. Mungkin pembaca bisa menambahkan tentang pengertian persepsi.

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan suatu proses yang diterima stimulus individu melalui alat reseptor yaitu alat indera. Proses penginderaan tidak dapat lepas dari proses persepsi. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya karena individu mengenali dunia luarnya dengan menggunakan indera.

Walgito (1997) menjelaskan pengertian persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan, kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Dengan kata lain persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu, akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi.

Sedangkan Gibson, dkk (1989) yang menyatakan definisi persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsir dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek), tanda-tanda dari sudut pengalaman yang bersangkutan. Dengan kata lain, persepsi mencakup penerimaan stimulus, pengorganisasian, dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Gibson, dkk (1989) juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Oleh karena itu, setiap individu akan memberikan arti kepada stimulus dengan cara yang berbeda meskipun obyeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebioh penting dari pada situasi itu sendiri.

Persepsi bersifat individual, meskipun stimulus yang diterimanya sama, tetapi karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, kemampuan berfikir yang berbeda, maka hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya perbedaan persepsi pada setiap individu. Taraf terakhir dari proses persepsi adalah individu menyadari apa yang diterima melalui alat indera atau reseptor.

Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan, bahwa persepsi merupakan proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia kemudian diproses dan dikategorikan dalam suatu gaya tertentu atau dengan kata lain persepsi adalah interpretasi terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan yang bersifat individual, meskipun stimulus yang diterimanya sama, tetapi karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, kemampuan berfikir yang berbeda, maka hal tersebut sangat memungkinkan terjadi perbedaan persepsi pada setiap individu.

Pendapat lain mengenai “Pengertian Persepsi atau Definisi Persepsi” – Persepsi adalah sebuah interpretasi atas rangsangan-rangsangan yang berasal dari proses indrawi. Sebuah persepsi ada karena setiap orang telah memiliki pengalaman-pengalaman tertentu seiring perjalanan hidupnya. Pengalaman tersebut dapat berupa segala hal yang berwujud rekaman akan rangkaian pengalaman indrawi maupun pengetahuan yang telah dipahami ataupun dipelajari, maka persepsi tidak bisa tidak akan selalu berhubungan dengan rangkaian pengalaman setiap individu.

Misalkan saja persepsi seorang remaja ketika untuk yang pertama kali hendak mendekati lawan jenisnya untuk menjadi kekasihnya. Dalam persepsi remaja ini memiliki kekasih masih merupakan sebuah hubungan yang sederhana. Dalam gambaran remaja tersebut berdasarkan apa yang diketahuinya lewat rekaman indrawinya, memiliki kekasih berarti bisa mengahabiskan waktu senggang bersama, jalan-jalan, pulang sekolah bareng atau nonton bioskop bersama-sama.

Persepsi sang remaja ini akan terus berkembang atas hubungan lawan jenis seiring pengalamannya. Dalam perkembangannya ia akan menemukan bahwa hubungan tersebut tidak hanya sekedar memiliki teman jalan ataupun teman bersenang-senang. Ia akan mulai mengetahui dan memahami arti kata saling percaya, kesetiaan, cemburu, saling mengerti, dan banyak lagi hal-hal yang diperlukan dalam sebuah hubungan. Pengalaman ini akan semakin memperkaya wawasannya dalam membuat persepsi atas hubungan yang terjalin oleh lawan jenis. dan pengalaman ini pula yang akan mengantarkannya membuat persepsi awal terhadap lawan jenis yang dipikirnya akan cocok dengan dirinya. Jika pada awalnya sang remaja hanya memilih pasangannya berdasarkan fisiknya, maka berdasarkan pengalamannya ia akan membentuk spesifikasi yang lebih banyak akan lawan jenis yang dipersepsikannya mampu memngiringi perjalanan kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*