Updates from Diana Permatasari Kairupan Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Diana Permatasari Kairupan 10:04 pm on March 27, 2012 Permalink  

    Analisis Drainase, Relief , dan Tone dalam Klasifikasi Bentukkan Lahan 

    Kriteria yang digunakan dalam menguji tingkat kemudahan interpretasi bentukan lahan  ialah :

    1. Relief

    Relief diperinci berdasarkan amplitude , bentuk punggung , bentuk lereng dan bentuk lembah

    2.  Amplitude

    Merupakan beda tinggi antara puncak timbulan dan dasar lekukan (lembah) . amplitude dibedakan menjadi : datar  , Landai  ,berombak , bergelombang  , berbukit kubah ,berbukit dan bergunung .

    Bentuk punggung dibedakan menjadi tajam, membulat ,membulat lebar dan bentuk meja. Bentuk lereng dibedakan menjadi :lurus , cembung ,cekung,cembung , tidak teratur . Bentuk lembah dibedaka menjadi huruf V , huruf U landai, dan berteras.

    3. Drainase (kerapatan dan pola aliran)

    Pola Aliran ( Drainage Pattern )

    Bentuk pola aliran  (drainage pattern) ada bermacam – macam yang

    masing – masing dicirikan oleh kondisi yang dilewati oleh sungai tersebut.

    Bentuk pola aliran yang biasa dijumpai ada delapan jenis yaitu :

    • Dendritik.
    • Paralel.
    • Trelis.
    • Rectangular.
    • Radial.
    • Annural.
    • Multibasional.
    • Contorted.

    Bentuk pola aliran dendritik yang lain adalah kombinasi dendritic rectangular . yang terdapat pada batuan metamorfosa dengan puncak membulat. Pola ini memiliki saluran yang hampir sejajar, dalam dan bertekstur halus hingga sedang. Bentuk ini terjadi pada daerah basah. Pada daerah kering dengan batuan metamorfosa dengan bentuk topografi berpuncak sejajar pola yang terbentuk adalah dendritik rectangular halus

    . Bentuk semacam ini terjadi pada daerah kering .

     

    Pada batuan beku , bentuk pola aliran yang terbentuk sedikit berbeda dengan yang telah dikemukakan diatas. Pada topografi menyerupai bukit membulat di daerah basah, pola aliran yang terbentuk adalah dendritik medium

     

     

            3. Tone analysis

    Terdiri dari rona dan warna. Rona alah tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra . adapun warna adalah wujud yang tampak oleh mata . rona ditunjukkan dengan gelap-putih . ada tingkat kegelapan warna biru ,hijau ,merah , kuning dan jingga . rona dibedakan atas lima tingkat yaitu putih , kelabu putih ,kelabu ,kelabu hitam . Karakteristik obyek yang mempengaruhi rona, permukaan yang kasar cenderung menimbulkan rona yang gelap , obyek yang basah /lembap cenderung menimbulkan rona gelap . contoh pada foto pankromatik air akan tampak cerah

    Sumber Gambar :
    http://www.bpdas-pemalijratun.net/referensi/program/karakteristikjragungtuntang.pdf

     
  • Diana Permatasari Kairupan 11:26 am on March 27, 2012 Permalink  

    Proses Denudasi&Sedimentasi 

    Denudasi

    Denudasi meliputi dua proses utama yaitu Pelapukan dan perpindahan material dari bagian lereng atas ke lereng bawah oleh proses erosi dan gerak massa batuan (masswashting).

    Pelapukan
    Pelapukan adalah proses berubahnya sifat fisik dan kimia batuan di permukaan dan atau dekat permukaan bumi tanpa di sertai perpindahan material. Pelapukan dapat dibagi manjadi pelpukan fisik, dan pelapukan biotic. Pelapukan fisik merupakan proses pecahnya batuan menjadi ukuran yang lebih kecil tanpa diikuti oleh perubahan komposisi kimia batuan. Perubahan kimia merupakan proses berubahnya komposisi kimia batuan sehingga menghasilkan mineral sekunder.

    Factor pengontrol pelapukan adalah batuan induk, aktivitas organism, topografi, dan iklim. Didalam evolusi bentanglahan yang menghasilkan bentuklahan dedasuonal M. W. Davis mengemukakan adanya3 faktor yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan struktur geologi, proses geomorfologi, waktu. Dengan adanya factor tersebut maka dalam evolusinya, bentuklahan melewati beberapa stadium ; stadium muda, stadium dewasa, stadium tua.

    Banyak klasifikasi gerak massa batuan tetapi semuanya dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe gerakannya

    a. Gerakan lambat
    Tipe ini disebut tipe rayapan ; (rayapan tanah, rayapan batuan, rayapan batuan gletsyer, dan solifluction.

    b. Gerakan cepat
    Tipe ini disebut tipe aliran ; (aliran lumpur , aliran tanah)

    c. Gerakan sangat cepat
    Tipe gerakan ini disebut longsorlahan (landslide) yang terdiri dari Jatuh bebas : rock-fall, earth-fall Longsoran : rockslide, earthslide, debrisslide

    d. Terban
    Jatuhnya material batuan secara vertical tanpa adanya gerakan horizontal.

    Bentukan lahan asal denudasional
    1. Pegunungan denudasional
    2. Perbukitan denudasional
    3. Perbukitan terisolasi
    4. Nyaris dataran
    5. Lereng kaki
    6. Gabungan kipas kolluvial
    7. Dinding terjal
    8. Rombakan kaki lereng
    9. Lahan rusak
    10. Daerah dengan gerak massa
    11. Kerucut talus
    12. Monadnock

    contoh dinding terjal di depan Kaldera  Gunung Kelud, Tebing Sumbing

    Sedimentasi ( pengendapan )

    Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin .

    Proses sedimentasi atau pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya :
    a. Pengendapan air ( akuatik)

    a)    Meander

    Meander merupakan sungai yang berkelok – kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil.  Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

     Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisandan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yangterjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.

    b)   Delta

    Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan – lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta. Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang disepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.

    c)    Dataran banjir dan tanggul alam

    Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut,bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi  sungai. Akibatnya, terbentuk suatu Dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

    b. Pengendapan air laut ( sedimen marine)

    a)    Slip dan Tombolo

    Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine.Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alamhasil pengendapan oleh air laut, Antara lain pesisir, spit, tombolo, danpenghalang pantai.Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri dari material pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat berfariasi tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut. Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Jika terjad perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu Disebut spit. Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang kadang spit terbentuk melewati teluk dan membetuk penghalang pantai (barrier beach).

    Apabila di sekitar spit terdapat pulam, biasanya spit akhirnya tersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.

    c. Pengendapan Angin (sedimen aeolis)

    Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pantai dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir terjadi bila terjadi akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengedapkan Pasir di sua tu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.

     d. Pengendapan oleh gletser

    Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lemah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk V menjadi berbentuk U.

    Dampak positif tenaga eksogen antara lain:

    1. Memunculkan habitat.

    2. Memperluas daratan di bumi.

    3. Memperdekat barang tambang ke permukaan bumi.

    Meskipun begitu tenaga eksogen juga mempunyai dampak negatif yang bisa merugikan manusia. Dampak negatif tersebut antara lain:

    1. Kesuburan tanah bisa berkurang (dampak dari erosi).
    2.  Hasil-hasil erosi yang diendapkan (sedimentasi) di muara sungai mengakibatkan  pendangkalan dasar sungai.
    3.  Abrasi dapat menghilangkan garis pantai hilang dihantam
      Lokasi Kecamatan Wates terletak di Kabupaten Blitar bagian Selatan yang memiliki satuan morfologi perbukitan sedimen dengan bukit bergelombang dan kemiringan landai yaitu antara 10-30% yang membentuk punggung bukit tidak teratur.

    Contohnya pada Lokasi Kecamatan Wates terletak di Kabupaten Blitar bagian Selatan yang memiliki satuan morfologi perbukitan sedimen dengan bukit bergelombang dan kemiringan landai yaitu antara 10-30% yang membentuk punggung bukit tidak teratur.

     

     

     
    Pantai Jolosutro berada di desa Ringenrejo, kecamatan Wates, berjarak sekitar 45 km dari kota Blitar.

    Di pantai jolosutro,  terdapat sedimen eolin.Pantai Jolosutro merupakan pantai bagian dari kawasan Laut pantai Selatan yang  terletak di sebuah teluk kecil yang diapit perbukitan dengan garis pantainya yang panjang berpasir hitam. Sementara itu, bagian tengah pantai menyimpan butiran pasir hitam yang serupa. Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis/eolin .

    Sumber Gambar  :

    http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/jolosutrobeach.html

    http://ayukpiyuk.blogspot.com/2011/11/tebing-unik-indonesia.html

    http://haristepanus.wordpress.com/2011/08/07/tenaga-eksogen-pelapukan-erosi-sedimentasi/

     
  • Diana Permatasari Kairupan 10:04 pm on March 13, 2012 Permalink  

    Kota Blitar (Proses Tektonisme) 

    Nama                            : Diana Permatasari Kairupan

    Nim                               : 09101480213

    Kelas                             : B

    Mata Kuliah               : Analisis Lansekap

    Dosen Pengampu     : Dr.Ir. Sudarto, MS

     

    Gempa Blitar Akibat Tumbukan Lempeng Australia dan Eurasia

    Secara tektonisme laut selatan blitar terletak di lempeng Australia dan Lempeng Eurasia .

    Pada tanggal 17 Mei 2011 , kedua lempeng tersebut saling bertubrukan hingga menyebabkan gempa 6,1 SR yang berpusat di 170 Km tenggara Blitar, Jawa Timur (Jatim), juga dirasakan warga di Yogyakarta dan Denpasar

    Indonesia tergolong negara yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Itu tidak mengherankan, karena Indonesia berada di ring of fire atau lingkaran api Pasifik.Lingkaran api Pasifik adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.
    Menurut Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio , wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi.
    Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa .Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.
    Gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.

    Menurut Amin Widodo, ahli geologi dan kegempaan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), melihat gempa di selatan Blitar yang tidak menimbulkan tsunami, merupakan gempa dangkal yang kedalamannya tak sampai 100 kilometer.

    Tsunami sendiri terjadi jika patahan bumi naik, sehingga air ikut meluap. Di sekitar Blitar sendiri, patahan ini berada di sekitar jarak 200 kilometer dari bibir pantai. Jika tsunami misalnya berkecepatan 600 kilometer per jam, tsunami harusnya sudah sampai di Blitar pada 40 menit setelah terjadinya gempa.
    ,gempa di Blitar ini kemungkinan juga akan disusul gempa-gempa lainnya di sepanjang tumbukan lempeng tersebut. Apalagi, lempeng yang ada di Blitar itu memanjang mulai dari sebelah barat Sumatra, selatan Jawa, selatan NTT, sampai ke Papua

    Titik-titik berwarna hijau  adalah zona gempa bumi dangkal; titik coklat menandai zona gempa bumi dalam; sementara segitiga merah adalah gunung berapi. Terlihat bahwa titik-titik ini terkonsentrasi di daerah sepanjang pertemuan lempeng benua  segitiga-segitiga berwarna merah di sepanjang peta ditunjukkan oleh gunung berapi

     

    Dalam diskusi di milis Fisika Indonesia (fisika_indonesia at yahoogroups.com)  terungkap bahwa aktifnya lempeng tektonik Asia-Australia ditahun-tahun terakhir ini perlu diwaspadai. Rangkaian pegunungan Bukit Barisan hingga pesisir selatan Jawa-Bali-Lombok akhirnya juga akan terpengaruh aktivitas vulkanismenya. Rangkaian pegunungan (api) tersebut cepat atau lambat akan dipengaruhi oleh tumbukan tektonik dibawahnya yang memberikan tekanan besar pada celah-celah vulkanis diatasnya.

    Tabrakan antar lempeng selain menyebabkan gempa jiga menyebabkan pengangkatan daratan ,terjadinya gunung berapi dan jurang patahan .

    Anonymous.  2005. http://blog.dhani.org/2005/02/lagi-lagi-gempa/. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012.

    Anonymous 2010. http://indra-sabosev.blogspot.com/2010/07/penyebab-gempa-di-indonesia.html . Diakses pada tanggal 13 Maret 2012.

    Anonymous . 2011. http://www.sindonews.com/read/2011/10/15/447/515775/13-wilayah-ini-wajib-waspada-gempa. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012.

    Anonymous 2011. http://uc1n.blogspot.com/2011/05/gempa-blitar-akibat-tumbukan-lempeng.html. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012.

    Anonymous . 2011. http://forum.vivanews.com/berita-dalam-negeri/114666-getaran-gempa-blitar-jangkau-yogya-dan-denpasar.html . Diakses pada tanggal 13 Maret 2012.

     

     
  • Diana Permatasari Kairupan 2:55 pm on February 29, 2012 Permalink  

    SISDL -Pengertian Sumber Daya Lahan & Kartografi 

     

    1. pengertian Sumberdaya Lahan.

    Sumber daya : Segala sesuatu yang bisa memberikan manfaat

    Lahan (Land): Merupakan bagian dari bentang alam (lanscape) yang fisik yang meliputi pengertian lingkungan fisik seperti tanah, iklim, topografi/relief, hidrologi dan vegetasi alami (natural vegetation) dimana secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan k didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun sekarang; penebangangan hutan,erosi

    Jadi, Sumberdaya Lahan adalah segala sesuatu yg bisa memberikan manfaat di lingkungan fisik dimana meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi dimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya (termasuk didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun masa sekarang). misal; penebangan hutan, penggunaan lahan pertanian

    .2. kaitan dengan Pengembangan Sistem Informasi Sumberdaya lahan

    Adapun tujuan mempelajari Sistem Informasi Sumber Daya Lahan adalah:

    1. Dapat mengetahui potensi lahan
    2. Dapat mengevaluasi sumberdaya lahan
    3. Informasi Sumberdaya Lahan untuk Evaluasi Lahan:

    (klasifikasi lahan, kesesuaian lahan, kemampuan lahan)

    Dalam kegiatan-kegiatan yang membutuhkan informasi tentang sumber daya lahan suatu daerah diperlukan waktu dan biaya yang cukup mahal, karena harus melakukan survey lapangan agar mendapatkan suatu output data seperti pemetaan wilayah, tata guna lahan, persebaran penduduk, dan lain-lain.

    Atas dasar tersebutlah para ahli berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan suatu output data tentang sumber daya suatu daerah dengan suatu teknologi yang dapat dipergunakan dengan efisien dan bagaimana cara menyajikan data tersebut kedalam suatu tampilan yang falid dan menarik.

    Maka dari itu terciptalah suatu teknologi yang sangat canggih yang mempergunakan sensor satelit, seperti pengindraan jauh (remote sensing) atau citra satelit samapai pada teknologi penyajian data seperti MapInfo, ArtView, dan lain-lain.

    Adapun sejumlah komponen yang diperlukan untuk sistem informasi adalah:

    1. Manusia.

    2. Komputer atau alat teknologi/teknologi informasi.

    3. Prosedur kerja.

    Dengan kemajuan teknologi tersebut maka akhirnya telah berkembang sistem informasi geografi, yaitu suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.

    Adapun Beberapa Contoh Pengembangan Model Berbasis SIG dan Penginderaan Jauh:

    1. Weather Monitoring Model
    2. Model Simulasi Aliran Permukaan DAS
    3. Monitor Kekeringan
    4. Model Basis Data Potensi Daerah
    5. Pemodelan spasial untuk prediksi sebaran kasus malaria

    3. Bahasan sifat-sifat dan karakteristik lahan

    Kareteristik lahan adalah sifat lahan yang dapat diukur atau diestimasi. Contoh kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, kapasitas air tersedia, kedalaman efektif dan sebagainya.

    Setiap satuan peta lahan atau tanah yang dihasilkan dari kegiatan survei dan pemetaan sumber daya lahan, karakteristik di rinci dan di uraikan mencakup keadaan lingkungan fisik dan tanahnya. Data ini diperlukan untuk interprestasi dan evaluasi lahan.

    Setiap karateristik lahan yang di gunakan secara langsung dalam evaluasi lahan sering mempunyai interaksi satu sama lainnya, karena itu dalam interprestasi perlu mempertimbangkan dan membandingkan lahan dengan penggunaanya dalam pengertian kualitas lahan

    Contoh : ketersediaan air sebagai kualitas lahan di tentukan oleh bulan kering dan curah hujan rata – rata tahunan, tetapi air yang dapat di serap tanaman tentu tergantung pula pada kualitas lahan lainnya yaitu kondisi perakaran, dalam hal ini tekstur dan kedalaman zone perakaran tanaman yang bersangkutan.

    Bila seseorang telah dapat membedakan sifat-sifat tanah, misalnya ada tanah berwarna hitam, merah, coklat, kuning, kelabu, ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Berarti dia telah dapat melakukan klasifikasi tanah dengan cara sederhana. Sedangkan klasifikasi tanah adalah suatu usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan atas sifat-sifat yang dimilikinya.

    Dan untuk keperluan tertentu sifat-sifat tersebut dirinci ke dalam kualitas lahan (land qualities) dan setiap kualitas lahan ini dapat terdiri lebih dari satu karakteristik lahan (land characteristics)

    Berdasarkan cara tersebut maka tanah-tanah yang mempunyai sifat yang sama dimasukkan kedalam satu kelas yang sama. Hal ini sangat penting artinya karena tanah-tanah dengan sifat yang berbeda memerlukan pengelolaan yang berbeda pula.

    Jadi dengan adanya pengelompokan tanah-tanah yang sama sifatnya akan lebih mudah dalam menyusun perencanaan pertanian konvensional yang dibutuhkan masing-masing jenis tanah atau satuan tersebut. Di samping itu, hal yang perlu mendapat perhatian kita adalah bagaimana menginterpretasikan kemampuan masing-masing jenis tanah atau satuan peta tanah untuk berbagai jenis penggunaannya.

    1. Pengertian Kartografi
      Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen ilmiah dan hasil karya seni (ICA, 1973). Dalam konteks ini peta dianggap termasuk semua tipe peta, plan (peta skala besar), charts, bentuk tiga dimensional dan globe yang menyajikan model bumi atau sebuah benda angkasa pada skala tertentu

    Kartografi merupakan studi pembuatan peta, yang secara historis adalah upaya menggambarkan wajah geografis muka bumi Secara umum, kartografi telah berubah fungsi menjadi upaya rekayasa pada peta, melalui teknik pewarnaan dan gradasi, penggambaran bentuk, dan sebagainya sehingga pola representasi yang dikehendaki dapat muncul secara visual dengan berbagai constraint mulai dari akurasi informasi yang ditunjukkan bahkan hingga nilai-nilai estetika dan keindahan. Penggunaan kartogram telah sangat luas penggunaannya untuk berbagai tujuan mulai dari keperluan visualisasi penjualan produk yang berskala besar, analisis politik, analisis cuaca dan iklim, hingga keperluan-keperluan intelijen, militer, pertahanan dan keamanan.

    1. b.    Produk kartografi

    Produk kartografi  dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Adapun macam-macam produk kartografi adalah sebagai berikut:

    a. Sketsa adalah gambar keadaan suatu wilayah sempit dalam bentuk garis besar dan memuat sedikit informasi. Faktor kebenaran ukuran dan bentuk obyek tidak diutamakan.

     

    . Peta adalah gambaran suatu objek tertentu pada bidang datar, yang digambar dengan memperhitungkan kebenaran ukuran, kedudukan, proyeksi, dan arah mata angin (peta ini biasa disebut peta garis).

    c. Peta timbul atau peta relief adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3 dimensi, sehingga bentuk-bentuk relief wilayah tersebut nampak.

    d. Maket atau miniatur adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3 dimensi, yang biasanya berskala besar dan menggambarkan daerah sempit serta kenampakannya  detil dan  mirip dengan objek aslinya (padanya ditambahkan model-model objek yang ada sepeti: rumah, pohon, mobil, dsb.)

    e. Atlas adalah buku yang berisi peta-peta negara dan disertai diagram, gambar, data statistik, uraian penjelasannya dan berwarna.

    f. Peta digital dan atau Ortofoto, yaitu peta hasil teknik penginderaan dari udara atau luar angkasa. Pada peta digital/foto tidak terjadi seleksi objek karena semua kenampakkan di lapangan yang tidak tertutup objek lain akan terekam. Dengan demiikian simbul peta juga tidak dijumpai. Pada peta digital/foto sering ditambahkan keterangan nama-nama jalan, namakota atau nama tempat. Peta yang merupakan hasil teknik penginderaan jauh dan belum dikoreksi kesalahannya disebut citra. Contoh: citra satelit Multi Spektral Scanner (MSS), citra Thematic Mapper (TM), citra inframerah thermal, citra Ikonos dan sebagainya.

    g. Globe adalah gambaran wilayah permukaan bumi dalam bentuk bola.  Jadi globe bukan merupakan peta, tetapi model dari bola bumi.
    (dari artikel: Drs. Rudi Hartono, M.Si, KARTOGRAFI  DASAR)

     

    C. perbedaan dan persamaan kartografi dan SIG

    Persamaanya adalah menyediakan data bagi pengguna ,sistem nya membutuhkan ketiga unsur yaitu manusia, komputer dan pengetahuan . informasi yang dibutuhkan adalah tentang bumi (geografi) dengan segala apa yag ada di bumi . Sebagai tools atau alat untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan kehidupan yang berkaitan dengan lokasi atau ruang. Fungsi dasarnya adalah menempatkan sesuatu sesuai keberadaan atau kejadiannya di muka bumi.

    Perbedaan

    No SIG Kartografi
    1 Menyajikan data spasial Menganalisis data spasial
    2 Produknya adalah arcinfo , arcview ,ermapper , erdas Produknya adalah atlas,globe,sketsa, peta timbul .
    3 Dapat digunakan untuk analisis banjir, modeling produksi padi, simulasi propagasi gelombang radio atau perkiraan tempat-tempat rawan kecelakaan di jalan raya dengan menggunakan citra satelit Analisisnya tidak se detail menggunakan citra
    4 Perubahan informasi yang terjadi bisa digambarkan dengan cepat Perubahan informasi yang terjadi digambarkan secara manual yang harus menggambarkan segala sesuatunya dari awal semisal menggambar peta desa lagi dan kemudian menambahkan informasi baru tersebut

     

     

    Sumber

    http://compsoc.bandungfe.net/kartografi-indonesia/faq.html

    http://younggeomorphologys.wordpress.com/2010/04/01/kartografi/

     
  • Diana Permatasari Kairupan 2:55 pm on February 29, 2012 Permalink  

    Kota Blitar (Proses Vulkanisme) 

    Nama                           : Diana Permatasari Kairupan

    Nim                             : 09101480213

    Kelas                           : B

    Mata Kuliah                : Analisis Lansekap

    Dosen Pengampu        : Dr.Ir. Sudarto, MS

     

     

     

    1. a.      Letak Geografis

    Kabupaten Blitar tercatat sebagai salah satu kawasan yang strategis dan mempunyai perkembangan yang cukup dinamis.  Kota ini terletak pada Geografis 11214’ hingga 11228’ Bujur Timur dan 8 2’ hingga 82’ Lintang Selatan .Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 1982 tentang Batas Wilayah Kotamadya daerah Tingkat II Blitar, Luas wilayah administrasi Kota Blitar 32,578 Km terbagi menjadi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukorejo dengan luas 9,92 Km. Kecamatan Kepanjen Kidul dengan luas 10,50 Km² dan Kecamatan Sananwetandengan luas 12,15 Km².

    Adapun batas administrasi Kota Blitar adalah

    • · Sebelah Utara              :Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
    • Sebelah Selatan           :Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar
    • Sebelah Timur             :Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
    • Sebelah Barat              :Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

    Kabupaten Blitar berbatasan dengan tiga kabupaten lain, yaitu

    • sebelah Timur              : Kabupaten Malang,
    • sebelah Barat               : Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri
    • sebelah Utara                          : Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang
    • sebelah Selatan            : Samudera Indonesia

     

    Blitar terletak dikaki lereng Gunung Kelud di Jawa Timur.  Daerah Blitar selalu dilanda lahar Gunung Kelud yang meledak secara berkala sejak zaman kuno sampai sekarang.  Lahar mengalir ke bawah melalui lembah-lembah sungai dan membeku menutup permukaan bumi.  Abu yang memancar dari bawah gunung berapi akhirnya jatuh juga di permukaan bumi dan bercampur dengan tanah.  Lapisan-lapisan vulkanik daerah Blitar pada hakekatnya merupakan suatu kronologi tentang ledakan-ledakan Gunung Kelud yang kontinyu dari zaman dahulu kala .

    Geologis tanah daerah Blitar berupa tanah vulkanik yang mengandung abu ledakan gunung berapi, pasir dan napal (batu kapur bercampur tanah liat).  Warnanya kelabu kekuning-kuningan.  Sifatnya masam, gembur dan peka terhadap erosi.  Tanah semacam ini disebut tanah Regosol yang dapat digunakan untuk penanaman padi, tebu, tembakau dan sayur-sayuran.  Disamping sawah yang sekarang mendominasi pemandangan alam daerah sekitar Kota Blitar ditanam pula tembakau di daerah ini.

    Disamping daerah regosol ini terdapat juga daerah yang tanahnya termasuk golongan tanah yang disebut latosol, misalnya daerah Blitar timur dan daerah di lereng-lereng gunung yang sudah lama tidak lagi dilanda lahar Gunung Kelud. Tanah ini lebih tua dan telah mengalami erosi yang lebih besar sehingga bahan-bahan kimia yang semula dikandungnya banyak yang sudah larut hilang ke bawah.Tanah latosol ini yang sering juga disebut tanah laterit, berwarna merah kekuning-kuningan, bersifat masam. Walaupun demikian tanah ini juga masih cukup baik untuk penanaman kopi, coklat, cengkeh, bahkan masih dapat pula digunakan untuk padi, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Karena itu dilereng-lereng gunung di sekitar Kota Blitar terdapat perkebunan kopi yang tidak sedikit jumlahnya

    Di sebelah timur daerah latosol ini ialah di sebelah timur Sungai Lekso (anak Sungai Brantas yang bersumber di Gunung Kelud dan mengalir ke selatan) tanahnyanya berbeda lagi hingga menyebabkan pemandangan alam yang berbeda pula. Di sebelah barat Sungai Lekso terdapat daerah bertanah Latosol, sedangkan di sebelah timur daerah bertanah Andosol. Tanah andosol berwarna hitam sampai kuning dan berupa tanah liat yang bersifat gembur,. Sifatnya masam sampai netral. Tanah ini baik untuk hutan, terutama hutan pinus, dan memungkinkan penyelenggaraan pariwisata di daerah itu (Dr. Ir. Kang Biauw Tjwan, 1965).

    Sungai Brantas mengalir memotong daerah Blitar dari timur ke barat.  Di sebelah selatan Sungai Brantas (daerah Blitar Selatan) kita menjumpai tanah yang lain lagi jenisnya. Tanah ini tergolong dalam apa yang disebut Grumusol. Tanah grumusol merupakan batu-batuan endapan yang berkapur di daerah bukit maupun gunung. Sifatnya basa. Tanah semacam ini hanya baik untuk penanaman ketela pohon (Cassava) dan jagung disamping kegunaannya sebagai daerah hutan jati yang kering dan tandus.

    1. Proses Vulkanisme

    Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

    1. Gunung api kuarter

    Zona ini meliputi area Gunung Wilis di sebelah barat Magetan, Gunung WIlis di sebelah timur Ponorogo, Gunung Arjuno, Gunung Bromo dan Gunung Semeru, Gunung Argopuro, dan Gunung Raung di Banyuwangi. Termasuk di antaranya adalah dataran intramontane atau di antara gunung-gunung seperti Dataran Kediri, Dataran Blitar dan Dataran Malang.

    Kondisi topografi yang tinggi memungkinkan untuk mendapatkan curah hujan yang cukup tinggi, iklim yang sejuk, tanah hasil pelapukan endapan vulkanik yang sifatnya subur, dan menyerap air. Potensi bencana yang mengancam adalah letusan gunung api, gempa vulkanik, dan longsor pada lereng-lerengnya.

    Gunung Kelud merupakan gunung api strato andesitik yang tergolong masih aktif. Letusan 1586 merupakan letusan yang paling banyak menimbulkan korban jiwa yaitu sebanyak 10.000 orang meninggal. Selama abad 20 telah terjadi 5 kali letusan masing masing pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990 dengan jumlah korban jiwa seluruhnya mencapai 5400 jiwa.

    Ada dua macam ciri/ karakter letusan Gunung Kelud yaitu :

    1. Letusan semi magmatik merupakan letusan freatik yang terjadi akibat penguapan air danau kawah yang merembes melalui rekahan pada dasar kawah yang secara serentak kemudian dihembuskan ke atas permukaan. Jenis letusan ini umumnya mengawali aktivitas gunung Kelut terutama memicu terjadinya letusan magmatik
    2. Letusan magmatik merupakan letusan yang menghasilkan rempah- rempah gunungapi baru berupa lava, jatuhan piroklastik, dan aliran piroklastik. Letusan magmatik yang terjadi umumnya bersifat eksplosif yang dipengaruhi penambahan kandungan gas vulkanik disertai meningkatnya energi letusan terutama energi panas.
    3. Letusan gunung Kelud umumnya berlangsung singkat , hal ini menampakkan adanya dapur magma yang kecil dengan kandungan energi letusan yang rendah (Escher,1954 dalam Pardyanto, 1968) yang menghasilkan piroklastik aliran dan piroklastik jatuhan
    1. d.      Geologi Gunung Kelud 

    Gunung Kelud merupakan gunung api Kuarter yang merupakan produk proses tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Asia, tepatnya di sebelah selatan Jawa. Sebagai gunung api muda yang tumbuh pada zaman Kuarter Muda (Holosen), Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api dalam deretan gunung api yang tumbuh dan berkembang di dalam Subzona Blitar dari Zona Solo; dimulai dari daerah bagian selatan Jawa bagian tengah (Gunung Lawu) hingga Jawa bagian timur (Gunung Raung), yang dibatasi gawir sesar Pegunungan Selatan (Zaennudin, 2008). Gunung api ini merupakan gunung api strato, akan tetapi tidak seperti gunung api strato yang lain­nya seperti Gunung Merapi atau Semeru. Hal ini karena kerucutnya tidak begitu jelas, puncak tidak teratur, tajam dan terjal, serta kerucut yang rendah. Keadaan puncak-puncak tersebut disebabkan oleh sifat erupsi yang sangat merusak (eksplosif) disertai dengan pertumbuhan sumbat-sumbat lava, seperti puncak Sumbing, Gajahmungkur, dan puncak Kelud (Zaennudin, 2007).

    Secara morfologis, Gunung Kelud dapat dibeda­kan menjadi lima satuan morfologi (Wirakusumah, 1991), yaitu: Satuan morfologi Puncak dan Kawah; Satuan Morfologi Tubuh Gunung Api; Satuan Mor­fologi Kerucut Samping; Satuan Morfologi Kaki dan Dataran, serta Satuan Morfologi Pegunungan sekitar. Gunung Kelud dengan puncak tertinggi 1731 m dpl merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang paling berbahaya di Indonesia (Kusuma­dinata drr. 1979). Dampak erupsinya seringkali menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Sejak terdeteksi hingga saat ini tidak kurang dari 15.000 jiwa menjadi korban erupsi gunung api tersebut . Sebelum erupsi November 2007, Gunung Kelud merupakan gunung api yang berdanau kawah. Kawah tersebut merupakan kawah terakhir dari rangkaian kawah yang terbentuk beberapa ratus ribu tahun yang lalu. Kawah ini merupakan pusat aktivitas erupsi sampai saat ini. Berdasarkan urutan umur kawah yang ada, Gunung Kelud terisi oleh sumbat lava yang terdiri atas sumbat lava Lirang, Gajahmungkur, Tumpak, Sumbing I dan II, Durgo, Gupit, Badak I dan II, serta sumbat lava saat ini. Sumbat lava tertua ter­bentuk dua ratusan ribu tahun yang lalu. Sumbat-sumbat lava pada kawah-kawah merupakan pusat erupsi yang berpindah searah dengan jarum jam (Wirakusumah, 1991), (Gambar 2).

    Antara tahun 1000 dan tahun 1990 erupsi Gu­nung Kelud terjadi sebanyak 31 kejadian dengan waktu istirahat antara 1 sampai 311 tahun, dengan rerata waktu istirahat adalah 24,21 tahun (Broto­puspito dan Wahyudi, 2007). Erupsi Gunung Kelud secara umum mempunyai sifat eksplosif. Erupsi ter­jadi dengan tanda yang minim, tidak terjadi erupsi dari kecil kemudian membesar, tetapi terjadi erupsi sangat singkat dan langsung membesar. Sifat erupsi tersebut disebabkan oleh besarnya kandungan gas dan kentalnya magma. Akan tetapi sifat erupsi ini berubah dari sifat eksplosif menjadi efusif pada aktivitas bulan November 2007 dengan membentuk kubah lava yang memenuhi danau kawah.

    Sumber : Jurnal GeologiIndonesia, Vol 6 No. 4 Desember 2011;227-237

     

    Sifat erupsi suatu gunung api dipengaruhi oleh sifat-sifat geokimia maupun geofisika. Secara geokimiawi, komponen paling penting yang memengaruhi sifat erupsi suatu gunung api adalah kom­ponen volatil (Wallace dan Anderson, 2000). Kom­ponen volatil di Gunung Kelud memberikan gejala awal yang jelas pada saat aktivitasnya meningkat. Komponen-komponen volatil tersebut antara lain karbondioksida (CO2), H2O, sulfat, klorin, serta komponen kimia lainnya.

    Sumber

    Anonymous a. 2010. .http://www.zimbio.com/member/fetriyan/articles/ZHxtOJFji0C/Pengertian+Vulkanisme.diakses tanggal 13 Maret 2012.

    Anonim b. 2010. http://www.blitarkab.go.id/gunung-kelud/147.html. diakses tanggal 13 Maret 2012.

    Brotopuspito, K.S. dan Wahyudi, 2007. Erupsi Gunungapi Kelud dan Nilai –b Gempabumi di Sekitarnya. Berkala Ilmiah MIPA, 17(3).

    Hens dan Dingwell, 1996. Viscosities of hydrous leucogranitic melts: A non-Arrhenian model. American Mineralogist, 81, p.1297-1300.

    Hidayati, S., Kristianto, Basuki, A., dan Mulyana, I, 2009. Emergence of Lava Dome from the Crater Lake of Kelud Volcano, East Java. Jurnal Geologi Indonesia, 4(4), p.229-238.

    Humaida , H . 2011.  Pemodelan Perubahan Densitas dan Viskositas Magma serta Pengaruhnya Terhadap Sifat Erupsi Gunung Kelud .Jurnal Geologi Indonesia , Vol 6 No. 4 Desember 2011;227-237.

    Kusumadinata, K., Hadian, R., Hamidi, S.,dan Reksowirogo, L.D., 1979. Data Dasar Gunungapi Indonesia, Direktorat Vulkanologi, Bandung.

    Wallace, P. dan Anderson, Jr., A.T, 2000. Volatiles in Magmas. Encyclopedia of Volcanoes, Sigurdsson H. (ed), Academic Press, p.149-170.

    Wirakusumah, A.D., 1991. Some studies of volcanology, petrology and structure of Mt. Kelud, East Java, Indonesia. PhD Thesis, Victoria University, Wellington.

    Zaennudin, A., 2007. Penyelidikan Endapan Piroklastika Gunung Kelud, Jawa Timur. Laporan Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi, Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung.

    Zaennudin, A., 2008. Prakiraan Bahaya Erupsi Gunung Kelud, submitted to Jurnal Geologi Indonesia. http://www.vsi.esdm.go.id, Gunung Kelud, Gunungapi di P. Jawa, Gunungapi Indonesia, akses tanggal 20 Oktober 2008.

     
  • Diana Permatasari Kairupan 8:32 am on June 1, 2010 Permalink  

    Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian di Jepang 


    Seorang Penyuluh Pertanian pembaca Tabloid Sinar Tani melalui Rubrik “SMS
    Cangkul”, mengusulkan perlunya Balai Penyuluhan Pertanian dilengkapi perangkat
    Teknologi Informasi sehingga mampu mengakses ke Internet.
    Menurutnya hal ini akan memudahakannya memperoleh informasi berupa inovasi
    teknologi dan kelembagan yang dibutuhkannya dalam mengupayakan kesejahteraan
    masyarakat tani yang menjadi tugas pokok, fungsinya serta tanggung jawabnya.
    Artikel ini adalah sumbangan pemikiran berkaitan usulan tersebut.
    Teknologi Informasi Penyuluhan di Jepang
    Penyuluhan Petanian di Jepang (meliputi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan)
    berawal pada tahun 1948 dengan tujuan utama mengembangkan difusi inovasi
    teknologi yang diperoleh dari Lembaga Penelitian Pertanian untuk diteruskan kepada
    para petani agar mengadopsi dan mengadaptasikannya pada kondisi usahatani yang
    nyata pada wilayah-wilayah pengembangan pertanina. Tujuan penyuluhan terfokus
    pada penerapan inovasi teknologi guna meningkatkan ketersediaan pangan dalam
    jangka panjang ke depan menyusul kekalahan negaranya dalam Perang Dunia ke-2.
    Kini kegiatan penyuluhan lebih diperluas, mencakup subsektor pendukungnya berupa
    teknologi maju, pengelolaan kesuburan tanah, pemenuhan kebutuhan finansial
    usahatani dan lainnya.
    Berkaitan dengan keterbatasan personalia Penyuluh Pertanian dan keterbatasan
    finansial pemerintah pusat dan wilayah (perfecture), maka kini di Jepang formulasi
    penyebaran informasi sebagai promosi, mengawali kegiatan penyuluhan dan
    komunikasi inovasi teknologi, bertumpu pada penggunaan komputer dan teknologi
    informasi yang lebih efektif dan efisien. Materi informasinya bukan hanya inovasi
    teknologi, tetapi juga inovasi kelembagaan, metode penyelenggaraan peenyuluhan,
    serta ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya. Pemeran utama dalam hal ini justru
    bukan semata dari kelembagaan Pemerintah Jepang, melainkan juga dari Organisasi
    Non Pemerintah yaitu Asosiasi Pembangunan dan Penyuluhan Pertaninan Jepang
    (Japan Agricultural Development and Extension Assosiation). Assosisasi ini telah
    membangun suatu sistem pertukaran informasi diantara para Pemandu Penyuluhan
    Pertanian pada setiap wilayah pengembangan, dengan materi kumpulan kasus-kasus
    Penyuluhan Pertanian yang berbasis pada Programa Penyuluhan, informasi tentang
    Metode Penyuluhan, informasi teknis komoditas yang dikembangkan para petani, dan
    informasi tentang temuan inovasi teknologi oleh Lembaga Penelitian Pertanian.
    Dengan perangkat teknologi informasi, para Pemandu Penyuluhan petanian dapat
    dengan cepat mempertukarkan informasi spesfik lokasi ke wilayah pengembangan
    lainnya. Perangkat yang digunakan berkembang seiring waktu. Jika pada tahun 1975
    sebagai, awal penerapannya menggunakan “Surat Berantai” (Snail Letter), maka pada
    tahun 1985 beralih dengan menggalakkan penggunaan faximili, dan pada tahun 1990
    diramaikan dengan penggunaan jaringan komunikasi personal yang diberi nama :
    Nilai Tambah Jaringan Kerja Penyuluhan (Fukyu/Extemion Value Added). Jaringan
    komunikasi yang paling populer diterapkan pada tahun 2000 sampai saat ini, sistem
    diberi nama Jaringan Kerja Informasi Penyuluhan (Extension Information Network)
    atau isingkat El-Net, dipadukan dengan internet, home page, dan dioperasikan oleh
    Pusat Teknologi Informasi Jepang.
    Dipihak lain pemerintah berperan menggerakkan Penyuluhan Pertanian untuk
    masyarakat tani dan publik lainnya dengan pelayanan gratis karena biaya yang
    diperlukan sudah termasuk pembiayaan pemerintah. Dengan sistem penyuluhan
    demikian itu, lembaga Kerjasama Pelayanan Penyuluhan (Cooperative Extension
    Services) menyelenggarakan penyuluhan dengan dukungan fiansial pemerintah pusat
    dan wilayah (perfecture). Di Jepang pada tahun 2005 yang lalu terdapat sekitar 9.000
    Penyuluh Pertanian yang bekerja pada 450 Pusat Penyuluhan Pertanian, tersebar pada
    wilayah pemerintahan (Perfecture) dan bersinergi dengan Lembaga penelitian
    Pertanian wilayah setempat.
    Karakteristik pemanfaatan Teknologi Informasi di Jepang, didominasi oleh Lembaga
    Jaringan Kerja Informasi Pertanian yang bernaung di bawahy Assosiasi Pembangunan
    dan Penyuluhan Pertanian Jepang, menempatkan Pemandu Penyuluhan Wilayah
    sebagai sasarannya. Jaringannya bersifatnya tertutup, ruang lingkup seluruh Jepang,
    dan melibatkan banyak pihak, yakni (i) Departemen Pertanian, Perikanan dan
    Kehutanan, (ii) Pemerintah Wilayah (Perfecture), (iii) Pusat-pusat Penyuluhan, (iv)
    Lembaga Penelitian Pertanian Nasional, dan (v) Perusahaan publik.
    Selain lembaga tersebut diatas, dijumpai pula Jaringan Kerja Lokal yangbbersifat
    tertutup, dioperasikan oleh pemerintah wilayah dan Pusat Penyuluhan Petanian
    dengan sasaran utama para petani , melibatkan lembaga pemerintahan wilayah, pusatpusat
    penyuluhan, lembaga penelitian pertanian wilaya, dan koperasi pertanian serta
    petani, dengan ruang lingkupnya wilayah. Adapun Home page, jaringan teknologi
    informasi yang bersifat umum, terbuka dan dapat diakses semua pihak, termasuk
    petani dan konsumen pertanian, melengkapi jaringan teknologi informasi lainnya.
    Bagaimana dengan Penyuluhan di Indonesia?
    Penyuluhan Pertanian di Era Kemerdekaan Indonesia saat ini terpaut 20 tahun ke
    belakang dari segi waktu dengan Penyuluhan Pertanian di Jepang, namun dengan
    kondisi yang berbeda yakni Jepang baru saja kalah perang versus Indonesia yang baru
    merdeka. Penyuluhan muylai diintensifkan sejak awal tahun 1970-an, dengan
    pendekatan terpadu penyediaan sarana pendukung, pengiolahan dan pemasaran hasil,
    serta dukungan finansial di satu sisi, dan menarik dukungan struktur pedesaan
    progresif di sisi lainnya. Pandekatan ini lazim disebut dengan Bimbingan Massal
    (Bimas) yang disempurnakan dengan Wilayah Unit Desa (Wilud), mengacu kepada
    Grand Teori A. T. Mosher tentang Pembangunan Pertanian.
    Perangkat kelembagaanya kemudian lebih disempurnakan dengan lahirnya dan
    berperannya organisasi dan kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian pada tahun1977
    (efektif tahun 1978) yang berbasisi secara lokal/kecamatan pada setiap
    Kabupaten/Kota, dan Balai Informasi Pertanian (BIP) yang keberadaannya melayani
    informasi inovasi teknologi pertanian pada wilayah propinsi. BPP sebagai home basenya
    Penyuluh Pertanian, sebagai konsumen informasi, dan BIP sebagai produsen dan
    pelayan informasi. Peran optimal Penyuluhan Petanian dan perangkat pendukungnya
    diyakini banyak pakar pertanian telah menyumbang 60% pencapaian swasembada
    beras kita pad tahun 1984 yang lalu.
    Kini di Era Komunikasi Global dimana perangkat Teknologi Informasi berupa
    internet yang semarak dengan penyelenggara komersial berupa Warung Internet
    (Warnet), bukan lagi barang asing. Terlebih lagi, perangkat Teknologi Informasi pada
    tingkat Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai-
    Balai Penelitian dan Pengembangan Komoditas Pertanian sebagai penghasil inovasi
    teknologi pertanian, juga telah memadai. Di tingkat wilayah saat ini terdapat 30 Balai
    Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), perangkat organisasi Badan Litabang
    Pertanian yang mengakuisisi peran Balai Informasi Pertanian tempo dulu, berperan
    sebagai penghasil Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokasi, sekaligus memberikan
    contoh diseminasinya, kini juga dilengkapi dengan perangkat Teknologi Informasi.
    Dengan demikian, perangkat pemerintah pusat dan sumber-sumber inovasi teknlogi,
    termasuk perangkatnya di wilayah pengembangan pertanian nampaknya siap berperan
    tanpa hambatan (contoh terbaru lahirnya Website Prima Tani).
    Karena itu, saatnya perhatian dan upaya penyediaan perangkat Teknologi Informasi
    diarahkan kepada pengguna inovasi teknologi secara lokal kabupaten dan Balai
    Penyuluhan Pertanian (BPP), yang bersentuhan langsung dengan berjuta petani yang
    haus akan inovasi teknologi dan rekayasa kelembagaan pedesaan progresif,
    melengkapi sistem, media dan metode penyuluhan konvensional kita saat ini yang
    sedang bergelut dengan peningkatan kinerjanya. Informasi dan Penyuluhan Pertanian
    pada rubrik “SMS Cangkul” di media kita ini, mungkin ada benarnya.
    Kamaruddin AS dan Mansur Azis

    http://tentangku.blogsome.com/2007/12/18/sistem-informasi-penyuluhan-pertanian-di-jepang/

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel