Updates from February, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Diana Permatasari Kairupan 2:55 pm on February 29, 2012 Permalink  

    SISDL -Pengertian Sumber Daya Lahan & Kartografi 

     

    1. pengertian Sumberdaya Lahan.

    Sumber daya : Segala sesuatu yang bisa memberikan manfaat

    Lahan (Land): Merupakan bagian dari bentang alam (lanscape) yang fisik yang meliputi pengertian lingkungan fisik seperti tanah, iklim, topografi/relief, hidrologi dan vegetasi alami (natural vegetation) dimana secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan k didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun sekarang; penebangangan hutan,erosi

    Jadi, Sumberdaya Lahan adalah segala sesuatu yg bisa memberikan manfaat di lingkungan fisik dimana meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi dimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya (termasuk didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun masa sekarang). misal; penebangan hutan, penggunaan lahan pertanian

    .2. kaitan dengan Pengembangan Sistem Informasi Sumberdaya lahan

    Adapun tujuan mempelajari Sistem Informasi Sumber Daya Lahan adalah:

    1. Dapat mengetahui potensi lahan
    2. Dapat mengevaluasi sumberdaya lahan
    3. Informasi Sumberdaya Lahan untuk Evaluasi Lahan:

    (klasifikasi lahan, kesesuaian lahan, kemampuan lahan)

    Dalam kegiatan-kegiatan yang membutuhkan informasi tentang sumber daya lahan suatu daerah diperlukan waktu dan biaya yang cukup mahal, karena harus melakukan survey lapangan agar mendapatkan suatu output data seperti pemetaan wilayah, tata guna lahan, persebaran penduduk, dan lain-lain.

    Atas dasar tersebutlah para ahli berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan suatu output data tentang sumber daya suatu daerah dengan suatu teknologi yang dapat dipergunakan dengan efisien dan bagaimana cara menyajikan data tersebut kedalam suatu tampilan yang falid dan menarik.

    Maka dari itu terciptalah suatu teknologi yang sangat canggih yang mempergunakan sensor satelit, seperti pengindraan jauh (remote sensing) atau citra satelit samapai pada teknologi penyajian data seperti MapInfo, ArtView, dan lain-lain.

    Adapun sejumlah komponen yang diperlukan untuk sistem informasi adalah:

    1. Manusia.

    2. Komputer atau alat teknologi/teknologi informasi.

    3. Prosedur kerja.

    Dengan kemajuan teknologi tersebut maka akhirnya telah berkembang sistem informasi geografi, yaitu suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.

    Adapun Beberapa Contoh Pengembangan Model Berbasis SIG dan Penginderaan Jauh:

    1. Weather Monitoring Model
    2. Model Simulasi Aliran Permukaan DAS
    3. Monitor Kekeringan
    4. Model Basis Data Potensi Daerah
    5. Pemodelan spasial untuk prediksi sebaran kasus malaria

    3. Bahasan sifat-sifat dan karakteristik lahan

    Kareteristik lahan adalah sifat lahan yang dapat diukur atau diestimasi. Contoh kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, kapasitas air tersedia, kedalaman efektif dan sebagainya.

    Setiap satuan peta lahan atau tanah yang dihasilkan dari kegiatan survei dan pemetaan sumber daya lahan, karakteristik di rinci dan di uraikan mencakup keadaan lingkungan fisik dan tanahnya. Data ini diperlukan untuk interprestasi dan evaluasi lahan.

    Setiap karateristik lahan yang di gunakan secara langsung dalam evaluasi lahan sering mempunyai interaksi satu sama lainnya, karena itu dalam interprestasi perlu mempertimbangkan dan membandingkan lahan dengan penggunaanya dalam pengertian kualitas lahan

    Contoh : ketersediaan air sebagai kualitas lahan di tentukan oleh bulan kering dan curah hujan rata – rata tahunan, tetapi air yang dapat di serap tanaman tentu tergantung pula pada kualitas lahan lainnya yaitu kondisi perakaran, dalam hal ini tekstur dan kedalaman zone perakaran tanaman yang bersangkutan.

    Bila seseorang telah dapat membedakan sifat-sifat tanah, misalnya ada tanah berwarna hitam, merah, coklat, kuning, kelabu, ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Berarti dia telah dapat melakukan klasifikasi tanah dengan cara sederhana. Sedangkan klasifikasi tanah adalah suatu usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan atas sifat-sifat yang dimilikinya.

    Dan untuk keperluan tertentu sifat-sifat tersebut dirinci ke dalam kualitas lahan (land qualities) dan setiap kualitas lahan ini dapat terdiri lebih dari satu karakteristik lahan (land characteristics)

    Berdasarkan cara tersebut maka tanah-tanah yang mempunyai sifat yang sama dimasukkan kedalam satu kelas yang sama. Hal ini sangat penting artinya karena tanah-tanah dengan sifat yang berbeda memerlukan pengelolaan yang berbeda pula.

    Jadi dengan adanya pengelompokan tanah-tanah yang sama sifatnya akan lebih mudah dalam menyusun perencanaan pertanian konvensional yang dibutuhkan masing-masing jenis tanah atau satuan tersebut. Di samping itu, hal yang perlu mendapat perhatian kita adalah bagaimana menginterpretasikan kemampuan masing-masing jenis tanah atau satuan peta tanah untuk berbagai jenis penggunaannya.

    1. Pengertian Kartografi
      Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen ilmiah dan hasil karya seni (ICA, 1973). Dalam konteks ini peta dianggap termasuk semua tipe peta, plan (peta skala besar), charts, bentuk tiga dimensional dan globe yang menyajikan model bumi atau sebuah benda angkasa pada skala tertentu

    Kartografi merupakan studi pembuatan peta, yang secara historis adalah upaya menggambarkan wajah geografis muka bumi Secara umum, kartografi telah berubah fungsi menjadi upaya rekayasa pada peta, melalui teknik pewarnaan dan gradasi, penggambaran bentuk, dan sebagainya sehingga pola representasi yang dikehendaki dapat muncul secara visual dengan berbagai constraint mulai dari akurasi informasi yang ditunjukkan bahkan hingga nilai-nilai estetika dan keindahan. Penggunaan kartogram telah sangat luas penggunaannya untuk berbagai tujuan mulai dari keperluan visualisasi penjualan produk yang berskala besar, analisis politik, analisis cuaca dan iklim, hingga keperluan-keperluan intelijen, militer, pertahanan dan keamanan.

    1. b.    Produk kartografi

    Produk kartografi  dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Adapun macam-macam produk kartografi adalah sebagai berikut:

    a. Sketsa adalah gambar keadaan suatu wilayah sempit dalam bentuk garis besar dan memuat sedikit informasi. Faktor kebenaran ukuran dan bentuk obyek tidak diutamakan.

     

    . Peta adalah gambaran suatu objek tertentu pada bidang datar, yang digambar dengan memperhitungkan kebenaran ukuran, kedudukan, proyeksi, dan arah mata angin (peta ini biasa disebut peta garis).

    c. Peta timbul atau peta relief adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3 dimensi, sehingga bentuk-bentuk relief wilayah tersebut nampak.

    d. Maket atau miniatur adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3 dimensi, yang biasanya berskala besar dan menggambarkan daerah sempit serta kenampakannya  detil dan  mirip dengan objek aslinya (padanya ditambahkan model-model objek yang ada sepeti: rumah, pohon, mobil, dsb.)

    e. Atlas adalah buku yang berisi peta-peta negara dan disertai diagram, gambar, data statistik, uraian penjelasannya dan berwarna.

    f. Peta digital dan atau Ortofoto, yaitu peta hasil teknik penginderaan dari udara atau luar angkasa. Pada peta digital/foto tidak terjadi seleksi objek karena semua kenampakkan di lapangan yang tidak tertutup objek lain akan terekam. Dengan demiikian simbul peta juga tidak dijumpai. Pada peta digital/foto sering ditambahkan keterangan nama-nama jalan, namakota atau nama tempat. Peta yang merupakan hasil teknik penginderaan jauh dan belum dikoreksi kesalahannya disebut citra. Contoh: citra satelit Multi Spektral Scanner (MSS), citra Thematic Mapper (TM), citra inframerah thermal, citra Ikonos dan sebagainya.

    g. Globe adalah gambaran wilayah permukaan bumi dalam bentuk bola.  Jadi globe bukan merupakan peta, tetapi model dari bola bumi.
    (dari artikel: Drs. Rudi Hartono, M.Si, KARTOGRAFI  DASAR)

     

    C. perbedaan dan persamaan kartografi dan SIG

    Persamaanya adalah menyediakan data bagi pengguna ,sistem nya membutuhkan ketiga unsur yaitu manusia, komputer dan pengetahuan . informasi yang dibutuhkan adalah tentang bumi (geografi) dengan segala apa yag ada di bumi . Sebagai tools atau alat untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan kehidupan yang berkaitan dengan lokasi atau ruang. Fungsi dasarnya adalah menempatkan sesuatu sesuai keberadaan atau kejadiannya di muka bumi.

    Perbedaan

    No SIG Kartografi
    1 Menyajikan data spasial Menganalisis data spasial
    2 Produknya adalah arcinfo , arcview ,ermapper , erdas Produknya adalah atlas,globe,sketsa, peta timbul .
    3 Dapat digunakan untuk analisis banjir, modeling produksi padi, simulasi propagasi gelombang radio atau perkiraan tempat-tempat rawan kecelakaan di jalan raya dengan menggunakan citra satelit Analisisnya tidak se detail menggunakan citra
    4 Perubahan informasi yang terjadi bisa digambarkan dengan cepat Perubahan informasi yang terjadi digambarkan secara manual yang harus menggambarkan segala sesuatunya dari awal semisal menggambar peta desa lagi dan kemudian menambahkan informasi baru tersebut

     

     

    Sumber

    http://compsoc.bandungfe.net/kartografi-indonesia/faq.html

    http://younggeomorphologys.wordpress.com/2010/04/01/kartografi/

     
  • Diana Permatasari Kairupan 2:55 pm on February 29, 2012 Permalink  

    Kota Blitar (Proses Vulkanisme) 

    Nama                           : Diana Permatasari Kairupan

    Nim                             : 09101480213

    Kelas                           : B

    Mata Kuliah                : Analisis Lansekap

    Dosen Pengampu        : Dr.Ir. Sudarto, MS

     

     

     

    1. a.      Letak Geografis

    Kabupaten Blitar tercatat sebagai salah satu kawasan yang strategis dan mempunyai perkembangan yang cukup dinamis.  Kota ini terletak pada Geografis 11214’ hingga 11228’ Bujur Timur dan 8 2’ hingga 82’ Lintang Selatan .Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 1982 tentang Batas Wilayah Kotamadya daerah Tingkat II Blitar, Luas wilayah administrasi Kota Blitar 32,578 Km terbagi menjadi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukorejo dengan luas 9,92 Km. Kecamatan Kepanjen Kidul dengan luas 10,50 Km² dan Kecamatan Sananwetandengan luas 12,15 Km².

    Adapun batas administrasi Kota Blitar adalah

    • · Sebelah Utara              :Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
    • Sebelah Selatan           :Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar
    • Sebelah Timur             :Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
    • Sebelah Barat              :Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

    Kabupaten Blitar berbatasan dengan tiga kabupaten lain, yaitu

    • sebelah Timur              : Kabupaten Malang,
    • sebelah Barat               : Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri
    • sebelah Utara                          : Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang
    • sebelah Selatan            : Samudera Indonesia

     

    Blitar terletak dikaki lereng Gunung Kelud di Jawa Timur.  Daerah Blitar selalu dilanda lahar Gunung Kelud yang meledak secara berkala sejak zaman kuno sampai sekarang.  Lahar mengalir ke bawah melalui lembah-lembah sungai dan membeku menutup permukaan bumi.  Abu yang memancar dari bawah gunung berapi akhirnya jatuh juga di permukaan bumi dan bercampur dengan tanah.  Lapisan-lapisan vulkanik daerah Blitar pada hakekatnya merupakan suatu kronologi tentang ledakan-ledakan Gunung Kelud yang kontinyu dari zaman dahulu kala .

    Geologis tanah daerah Blitar berupa tanah vulkanik yang mengandung abu ledakan gunung berapi, pasir dan napal (batu kapur bercampur tanah liat).  Warnanya kelabu kekuning-kuningan.  Sifatnya masam, gembur dan peka terhadap erosi.  Tanah semacam ini disebut tanah Regosol yang dapat digunakan untuk penanaman padi, tebu, tembakau dan sayur-sayuran.  Disamping sawah yang sekarang mendominasi pemandangan alam daerah sekitar Kota Blitar ditanam pula tembakau di daerah ini.

    Disamping daerah regosol ini terdapat juga daerah yang tanahnya termasuk golongan tanah yang disebut latosol, misalnya daerah Blitar timur dan daerah di lereng-lereng gunung yang sudah lama tidak lagi dilanda lahar Gunung Kelud. Tanah ini lebih tua dan telah mengalami erosi yang lebih besar sehingga bahan-bahan kimia yang semula dikandungnya banyak yang sudah larut hilang ke bawah.Tanah latosol ini yang sering juga disebut tanah laterit, berwarna merah kekuning-kuningan, bersifat masam. Walaupun demikian tanah ini juga masih cukup baik untuk penanaman kopi, coklat, cengkeh, bahkan masih dapat pula digunakan untuk padi, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Karena itu dilereng-lereng gunung di sekitar Kota Blitar terdapat perkebunan kopi yang tidak sedikit jumlahnya

    Di sebelah timur daerah latosol ini ialah di sebelah timur Sungai Lekso (anak Sungai Brantas yang bersumber di Gunung Kelud dan mengalir ke selatan) tanahnyanya berbeda lagi hingga menyebabkan pemandangan alam yang berbeda pula. Di sebelah barat Sungai Lekso terdapat daerah bertanah Latosol, sedangkan di sebelah timur daerah bertanah Andosol. Tanah andosol berwarna hitam sampai kuning dan berupa tanah liat yang bersifat gembur,. Sifatnya masam sampai netral. Tanah ini baik untuk hutan, terutama hutan pinus, dan memungkinkan penyelenggaraan pariwisata di daerah itu (Dr. Ir. Kang Biauw Tjwan, 1965).

    Sungai Brantas mengalir memotong daerah Blitar dari timur ke barat.  Di sebelah selatan Sungai Brantas (daerah Blitar Selatan) kita menjumpai tanah yang lain lagi jenisnya. Tanah ini tergolong dalam apa yang disebut Grumusol. Tanah grumusol merupakan batu-batuan endapan yang berkapur di daerah bukit maupun gunung. Sifatnya basa. Tanah semacam ini hanya baik untuk penanaman ketela pohon (Cassava) dan jagung disamping kegunaannya sebagai daerah hutan jati yang kering dan tandus.

    1. Proses Vulkanisme

    Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

    1. Gunung api kuarter

    Zona ini meliputi area Gunung Wilis di sebelah barat Magetan, Gunung WIlis di sebelah timur Ponorogo, Gunung Arjuno, Gunung Bromo dan Gunung Semeru, Gunung Argopuro, dan Gunung Raung di Banyuwangi. Termasuk di antaranya adalah dataran intramontane atau di antara gunung-gunung seperti Dataran Kediri, Dataran Blitar dan Dataran Malang.

    Kondisi topografi yang tinggi memungkinkan untuk mendapatkan curah hujan yang cukup tinggi, iklim yang sejuk, tanah hasil pelapukan endapan vulkanik yang sifatnya subur, dan menyerap air. Potensi bencana yang mengancam adalah letusan gunung api, gempa vulkanik, dan longsor pada lereng-lerengnya.

    Gunung Kelud merupakan gunung api strato andesitik yang tergolong masih aktif. Letusan 1586 merupakan letusan yang paling banyak menimbulkan korban jiwa yaitu sebanyak 10.000 orang meninggal. Selama abad 20 telah terjadi 5 kali letusan masing masing pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990 dengan jumlah korban jiwa seluruhnya mencapai 5400 jiwa.

    Ada dua macam ciri/ karakter letusan Gunung Kelud yaitu :

    1. Letusan semi magmatik merupakan letusan freatik yang terjadi akibat penguapan air danau kawah yang merembes melalui rekahan pada dasar kawah yang secara serentak kemudian dihembuskan ke atas permukaan. Jenis letusan ini umumnya mengawali aktivitas gunung Kelut terutama memicu terjadinya letusan magmatik
    2. Letusan magmatik merupakan letusan yang menghasilkan rempah- rempah gunungapi baru berupa lava, jatuhan piroklastik, dan aliran piroklastik. Letusan magmatik yang terjadi umumnya bersifat eksplosif yang dipengaruhi penambahan kandungan gas vulkanik disertai meningkatnya energi letusan terutama energi panas.
    3. Letusan gunung Kelud umumnya berlangsung singkat , hal ini menampakkan adanya dapur magma yang kecil dengan kandungan energi letusan yang rendah (Escher,1954 dalam Pardyanto, 1968) yang menghasilkan piroklastik aliran dan piroklastik jatuhan
    1. d.      Geologi Gunung Kelud 

    Gunung Kelud merupakan gunung api Kuarter yang merupakan produk proses tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Asia, tepatnya di sebelah selatan Jawa. Sebagai gunung api muda yang tumbuh pada zaman Kuarter Muda (Holosen), Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api dalam deretan gunung api yang tumbuh dan berkembang di dalam Subzona Blitar dari Zona Solo; dimulai dari daerah bagian selatan Jawa bagian tengah (Gunung Lawu) hingga Jawa bagian timur (Gunung Raung), yang dibatasi gawir sesar Pegunungan Selatan (Zaennudin, 2008). Gunung api ini merupakan gunung api strato, akan tetapi tidak seperti gunung api strato yang lain­nya seperti Gunung Merapi atau Semeru. Hal ini karena kerucutnya tidak begitu jelas, puncak tidak teratur, tajam dan terjal, serta kerucut yang rendah. Keadaan puncak-puncak tersebut disebabkan oleh sifat erupsi yang sangat merusak (eksplosif) disertai dengan pertumbuhan sumbat-sumbat lava, seperti puncak Sumbing, Gajahmungkur, dan puncak Kelud (Zaennudin, 2007).

    Secara morfologis, Gunung Kelud dapat dibeda­kan menjadi lima satuan morfologi (Wirakusumah, 1991), yaitu: Satuan morfologi Puncak dan Kawah; Satuan Morfologi Tubuh Gunung Api; Satuan Mor­fologi Kerucut Samping; Satuan Morfologi Kaki dan Dataran, serta Satuan Morfologi Pegunungan sekitar. Gunung Kelud dengan puncak tertinggi 1731 m dpl merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang paling berbahaya di Indonesia (Kusuma­dinata drr. 1979). Dampak erupsinya seringkali menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Sejak terdeteksi hingga saat ini tidak kurang dari 15.000 jiwa menjadi korban erupsi gunung api tersebut . Sebelum erupsi November 2007, Gunung Kelud merupakan gunung api yang berdanau kawah. Kawah tersebut merupakan kawah terakhir dari rangkaian kawah yang terbentuk beberapa ratus ribu tahun yang lalu. Kawah ini merupakan pusat aktivitas erupsi sampai saat ini. Berdasarkan urutan umur kawah yang ada, Gunung Kelud terisi oleh sumbat lava yang terdiri atas sumbat lava Lirang, Gajahmungkur, Tumpak, Sumbing I dan II, Durgo, Gupit, Badak I dan II, serta sumbat lava saat ini. Sumbat lava tertua ter­bentuk dua ratusan ribu tahun yang lalu. Sumbat-sumbat lava pada kawah-kawah merupakan pusat erupsi yang berpindah searah dengan jarum jam (Wirakusumah, 1991), (Gambar 2).

    Antara tahun 1000 dan tahun 1990 erupsi Gu­nung Kelud terjadi sebanyak 31 kejadian dengan waktu istirahat antara 1 sampai 311 tahun, dengan rerata waktu istirahat adalah 24,21 tahun (Broto­puspito dan Wahyudi, 2007). Erupsi Gunung Kelud secara umum mempunyai sifat eksplosif. Erupsi ter­jadi dengan tanda yang minim, tidak terjadi erupsi dari kecil kemudian membesar, tetapi terjadi erupsi sangat singkat dan langsung membesar. Sifat erupsi tersebut disebabkan oleh besarnya kandungan gas dan kentalnya magma. Akan tetapi sifat erupsi ini berubah dari sifat eksplosif menjadi efusif pada aktivitas bulan November 2007 dengan membentuk kubah lava yang memenuhi danau kawah.

    Sumber : Jurnal GeologiIndonesia, Vol 6 No. 4 Desember 2011;227-237

     

    Sifat erupsi suatu gunung api dipengaruhi oleh sifat-sifat geokimia maupun geofisika. Secara geokimiawi, komponen paling penting yang memengaruhi sifat erupsi suatu gunung api adalah kom­ponen volatil (Wallace dan Anderson, 2000). Kom­ponen volatil di Gunung Kelud memberikan gejala awal yang jelas pada saat aktivitasnya meningkat. Komponen-komponen volatil tersebut antara lain karbondioksida (CO2), H2O, sulfat, klorin, serta komponen kimia lainnya.

    Sumber

    Anonymous a. 2010. .http://www.zimbio.com/member/fetriyan/articles/ZHxtOJFji0C/Pengertian+Vulkanisme.diakses tanggal 13 Maret 2012.

    Anonim b. 2010. http://www.blitarkab.go.id/gunung-kelud/147.html. diakses tanggal 13 Maret 2012.

    Brotopuspito, K.S. dan Wahyudi, 2007. Erupsi Gunungapi Kelud dan Nilai –b Gempabumi di Sekitarnya. Berkala Ilmiah MIPA, 17(3).

    Hens dan Dingwell, 1996. Viscosities of hydrous leucogranitic melts: A non-Arrhenian model. American Mineralogist, 81, p.1297-1300.

    Hidayati, S., Kristianto, Basuki, A., dan Mulyana, I, 2009. Emergence of Lava Dome from the Crater Lake of Kelud Volcano, East Java. Jurnal Geologi Indonesia, 4(4), p.229-238.

    Humaida , H . 2011.  Pemodelan Perubahan Densitas dan Viskositas Magma serta Pengaruhnya Terhadap Sifat Erupsi Gunung Kelud .Jurnal Geologi Indonesia , Vol 6 No. 4 Desember 2011;227-237.

    Kusumadinata, K., Hadian, R., Hamidi, S.,dan Reksowirogo, L.D., 1979. Data Dasar Gunungapi Indonesia, Direktorat Vulkanologi, Bandung.

    Wallace, P. dan Anderson, Jr., A.T, 2000. Volatiles in Magmas. Encyclopedia of Volcanoes, Sigurdsson H. (ed), Academic Press, p.149-170.

    Wirakusumah, A.D., 1991. Some studies of volcanology, petrology and structure of Mt. Kelud, East Java, Indonesia. PhD Thesis, Victoria University, Wellington.

    Zaennudin, A., 2007. Penyelidikan Endapan Piroklastika Gunung Kelud, Jawa Timur. Laporan Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi, Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung.

    Zaennudin, A., 2008. Prakiraan Bahaya Erupsi Gunung Kelud, submitted to Jurnal Geologi Indonesia. http://www.vsi.esdm.go.id, Gunung Kelud, Gunungapi di P. Jawa, Gunungapi Indonesia, akses tanggal 20 Oktober 2008.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel