Iklan yang Endorsernya Kredibel dan Endorsernya tidak Kredibel

27 March 2012
Comments Off on Iklan yang Endorsernya Kredibel dan Endorsernya tidak Kredibel
  • IKLAN YANG ENDORSERNYA  KREDIBEL
  •  b. Iklan Fatigon

Ari Wibowo    : http://www.youtube.com/watch?v=3ZkEv3nMBtY

http://www.youtube.com/watch?v=_FGO0yE9o2A&feature=related

Primus             : http://www.youtube.com/watch?v=3taf7CarqIU

Menurut saya,  Ari Wibowo dan Primus Yustisio menjadi bintang iklan Fatigon karena dianggap sebagai sosok artis yang aktif dalam segela bidang, namun juga sangat memperhatikan kualitas hidup dan kondisi tubuhnya. Jadi, iklan ini memang di peruntukkan bagi konsumen yang memiliki aktivitas tinggi yang tidak mudah letih seperti sosok dari endorser dari iklan tersebut.

b. Iklan Esia

Ringgo Agus Rahman       : http://www.youtube.com/watch?v=X18k68ncmok

Ringgo Agus Rahman sebagai bintang iklan Esia, karena dianggap mewakili karakter Esia yang dinamis, suka sesuatu yang baru, unik, dan kreatif seperti karakter Esia.

  1. IKLAN YANG ENDOSERNYA TIDAK KREDIBEL yaitu Iklan XL versi Monyet

Ingat dengan iklan XL yg sempat diprotes karena menggambarkan seorang pria yang menikah dengan seekor monyet, dan iklan tersebut terus berlanjut dengan menikahi kambing.

Kemudian XL mengeluarkan iklan lagi dengan menampilkan artis Luna Maya sebagai bintang iklannya, sampai pada akhirnya baru2 ini XL menggunakan monyet untuk promo terbarunya.

http://www.youtube.com/watch?v=8cNRzfY-G7o (iklan XL kawin ama monyet (Januari 2008)

http://www.youtube.com/watch?v=KNsD23TL0A0 (iklan XL “The Chimps”)

Iklan tersebut menggunakan endorser yang tidak kredibel karena fungsi dari endorser itu sendiri dikaitkan dengan “monyet” yang mana monyet bukanlah pendukung iklan yang baik, melainkan untuk kreativitas dari iklan itu sendiri.

 

 

  1. TEORI

Pengertian Kredibilitas —–Kredibilitas adalah alasan yang masuk akal untuk bisa dipercayai. Seorang yang memiliki kredibilitas berarti dapat dipercayai, dalam arti kita bisa memercayai karakter dan kemampuannya. Sokrates mengatakan, “Kunci utama untuk kejayaan adalah membuat apa yang nampak dari diri kita menjadi kenyataan.” Istilah “integritas” dan “kejujuran” menolong kita dalam mengartikan kredibilitas. (Wikipedia) “Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.”

Periklanan membuat konsumen tidak kehilangan informasi dan menyadari adanya produk baru. Membujuk dan mempengaruhi konsumen agar mencoba produk baru tersebut.

“Periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide,barang atau jasa secara non personal oleh sutu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran “(Kotler 2002:642)

:”Iklan itu adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media” (Rhenald Kasali,1995;9).

  • Kredibilitas Endorser

Persepsi terhadap kredibilitas pendukung iklan (endorser) ditentukan secara subjektif lewat penilaian secara individual. Bagaimana persepsi konsumen terhadap pendukung iklan dirasa lebih penting daripada fakta kualitas yang dimiliki oleh pendukung iklan dalam membawakan pesan yang dibawa olehnya secara meyakinkan (Erdogan 1999). Hal ini berakibat terhadap persepsi endoser terhadap kredibitas, apakah endoser tersebut celebritis atau bukan, mereka diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap respons konsumen pada iklan.

  • Kreativitas Iklan

Iklan yang kreatif adalah iklan yang dianggap original atau asli tidak meniru orang lain, iklan yang mencengangkan, tidak terduga, tidak disangka-sangka, penuh arti dan mempengaruhi emosi. Iklan yang kreatif membuat audience memperhatikan iklan tersebut hingga detail dan rinci. Dugaan bahwa iklan yang kreatif akan efektif diajukan oleh Kover, Goldberg dan James (1995); Shapiro dan Krishnan (2001) serta Till dan Baack (2005).

  • Kredibilitas Endorser dan Efektivitas Iklan

Kredibilitas endorser sudah sering diusulkan untuk menjadi suatu bagian yang penting dalam pengukuran efektivitas iklan (Lutz et al. 1983). Secara umum, konsep dari kredibilitas lebih mengutamakan pada konsep kredibilitas endorser atau pembawa pesan dalam suatu iklan (Bergin 1962; Aronson, Turner, dan Carlsmith 1963; Bochner dan Insko 1966; Sternhal, Phillips dan Dholakia 1978; Ohanian 1990).

           

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA :

http://lead.sabda.org/kredibilitas

http://id.wikipedia.org/wiki/Kredibilitas

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/132/jbptunikompp-gdl-s1-2007-raesafahmi-6582-bab-ii.pdf

http://eprints.undip.ac.id/15853/1/Rudolph_S_Handoko.pdf

TUGAS KELOMPOK MARKETING COMMUNICATION

20 March 2012
Comments Off on TUGAS KELOMPOK MARKETING COMMUNICATION

Nama Kelompok :

Abdul Ghofar            (0910220001)

Nur Khasanah           (0910220034)

Trias Irawati              (0910220043)

Dina Wahdatil           (0910220082)

Khoirun Nisa             (0910220123)

M. Jeffry Fajar P      (0910220130)

Definisi Buzz, secara umum adalah; Obrolan murni ditingkat pelanggan yang menular, tentang orang, barang, atau tempat. (“ infectious chatter; genuine, street-level exitement about a hot new person, place or thing”). Atau secara lebih umum lagi Buzz adalah obrolan tentan brand (“ Buzz is all the word of mouth about a brand”). Jadi, dapat disimpulakn bahwa Buzz Marketing adalah apabila tersebarnya berita perniagaan/trend kita dengan cara automatik secara meluas.

Kita mengerti bahwa Buzz adalah sesuatu yang sangat berguna dalam proses marketing. Tapi belum pernah Buzz dijadikan sebuah obyek studi yang mendalam dan dipelajari secara sistimatis. Buku ini mencoba mencari apa saja bagian dari Buzz itu dan bagaimana Buzz menular dan menyebar dalam dunia bisnis. Buku ini mencoba mengamati beberapa kisah sukses, serta bagaimana memanfaatkan BUZZ untuk kepentingan marketing produk kita.

Buzz Marketing boleh juga dikatakan seperti Word of Mouth, tetapi lebih kepada sesuatu “trend” yang membolehkan promosi tersebar secara automatik…

Contoh :

  • Keberhasilan buzz marketing seperti penjualan buku Harry Potter. Sebelum diluncurkan, semua orang sudah heboh membincangkannya dan bahkan rela memesannya jauh-jauh hari. Serupa juga yang terjadi dengan novel “Laskar Pelangi”-nya Andrea Hirata. Sekalipun awalnya penjualannya kalem-kalem saja, namun setelah buzz marketing berhasil diterapkan, penjualannya langsung melesat drastis.
  • Buzz marketing Online, contohnya dulu yang sangat terkenal adalah Hotmail. Sebagai salah satu pelopor layanan email gratis, Hotmail sempat menciptakan kehebohan dan langsung meledak pemakainya. Penyebabnya adalah adanya pesan ajakan bergabung ke Hotmail yang dicantumkan di bawah setiap email yang dikirim. Jadi siapapun yang menerima email tersebut pasti akan membacanya.
  • Buzz marketing yang trend saat ini yang cukup berhasil menciptakan buzz adalah Facebook. Kerap mungkin anda mendapat email yang mengajak bergabung di Facebook. Atau mungkin saat ngobrol dengan teman ditanya punya FB tidak.

 

 

 

Anggaran Marketing Communication dari 2 perusahaan (PT Unilever Indonesia Tbk serta anak perusahaan dan Bank Mandiri Tbk)

  1. 1.      PT Unilever Indonesia Tbk serta anak perusahaan

Cara yang paling umum digunakan untuk menghitung anggaran promosi adalah dengan menetapkan angka persentase dari nilai penjualan.

Dari data yang diperoleh pada hal 4 menunjukkan bahwa beban pemasaran dan penjualan tahun 2010 adalah Rp1.001.987 (dalam jutaan). Sedangkan penjualan dari data yang sama diperoleh penjualan bersih sebesar Rp 4.972.924,  jadi beban pemasaran dan penjualan PT. Unilever Indonesia Tbk dan anak perusahaan adalah sebesar ± 20% dari total penjualan tahun 2010.

 

  1. 2.      PT Bank Mandiri Tbk

Dari data yang diperoleh pada halaman 46 menunjukkan bahwa beban promosi dan sponsorship adalah sebesar Rp 475 (dalam miliar). Sedangkan pendapatan dari data hal 43 di peroleh pendapatan bersihnya sebesar Rp7.428 (dalam miliar). Jadi beban pemasaran dan pendapatan PT Bank Mandiri Tbk adalah sebesar ± 6,4% dari total pendapatan bersih tahun 2007.

 

• DAFTAR HARGA BALIHO, NEON BOX & BILLBOARD :

A. Harga untuk BALIHO :

1. Untuk ukuran mulai dari 1 x 1 m2 Rp. 2.000.000,-
2. Biaya Pemasangan : Rp. 1.500.000,- s/d Rp. 4.000.000,-/unit

B. Harga untuk NEON BOX :

1. Untuk ukuran mulai dari 1 x 1 m2 Rp. 3.000.000,-

2. Biaya Pemasangan : Rp. 500.000,- s/d Rp. 4.000.000,-/unit

C. Harga untuk BILLBOARD :

1. Untuk ukuran mulai dari 1 x 1 m2 Rp. 3.000.000,-

2. Biaya Pemasangan : Rp. 4.000.000,- s/d Rp. 25.000.000,-/unit

 

• Catatan :

Pembuatan papan billboard, Baliho dan Neon Box diluar biaya perijinan dan Pajak

• Spesifikasi Teknis :
Mini Billboard/Sign Board (Visual Digital Printing/Spray Painting/ Stiker Cutting)
1. Bidang Board
– Bahan dasar plat aluminium
– Cat Nippon Paint (disesuaikan permintaan pemesan)
– Menie aktive primer
– Rangka board besi stall/hollo
2. Bidang Konstruksi
– Konvensional / Cremona
– Konstruksi single pole
– Konstruksi doble pole
– Konstruksi triple pole
3. Pondasi
– Pondasi beton bertulang
4. Lampu metal holidi (250 watt & 400 watt)

PARTNER OF PIGEON

Adalah perusahaan yang bergerak di bidang periklanan.

 

Kami melayani :

Jasa pasang Baliho, spanduk, umbul-umbul, banner  DI SURABAYA, SIDOARJO, GRESIK, LAMONGAN, PASURUAN, MOJOKERTO, PROBOLINGGO, KEDIRI, MALANG, MADIUN, JOMBANG, DAN SELURUH JAWA TIMUR

Deskripsi harga Jasa Pemasangan Spanduk atau umbul-umbul atau T-banner di Surabaya meliputi :

  • Ijin Pemkot = Rp. 15.000 per meter persegi per hari
  • Retribusi Pemkot = Rp. 5.000 per 10 hari per meter persegi
  • Jaminan Bongkar = Rp. 5.000 per meter persegi.
  • Jasa Pemasangan = Rp. 25.000

 

Deskripsi harga Jasa Pemasangan Baliho / Baligho di Surabaya meliputi :

  • Ijin Pemkot = Rp. 25.000 per meter persegi per hari
  • Retribusi Pemkot = Rp. 5.000 per 10 hari per meter persegi
  • Jaminan Bongkar = Rp. 5.000 per meter persegi.
  • Jasa Pemasangan = Rp. 500.000

 

Deskripsi harga Jasa Pemasangan Spanduk atau umbul-umbul atau T-banner di Sidoarjo meliputi :

  • Ijin Pemkot = Rp. 15.000 per meter persegi per hari
  • Retribusi Pemkot = Rp. 20.000 per meter persegi
  • Jaminan Bongkar = Rp. 5.000 per meter persegi.
  • Jasa Pemasangan = Rp. 25.000

 

Deskripsi harga Jasa Pemasangan Baliho / Baligho di Sidoarjo meliputi :

  • Ijin Pemkot = Rp. 25.000 per meter persegi per hari
  • Retribusi Pemkot = Rp. 20.000 per meter persegi
  • Jaminan Bongkar = Rp. 5.000 per meter persegi.
  • Jasa Pemasangan = Rp. 500.000

 

Catatan :

  • Biaya tersebut sudah termasuk bambu.
  • Dokumentasi & Laporan hasil aktivitas pemasangan berupa foto & data per lokasi.

 

 

  • OFFICE :

CV. PARTNER OF PIGEON

JL. KRUKAH SELATAN XIIA / 6

  • PIN BB     : 2146B1BD
  • PHONE    : 031 7211 7813 / 031 7065 4660
  • MOBILE   :

0856 4888 7228 (INDOSAT)

0821 4046 2921 (TELKOMSEL)

0878 5363 8089 (XL)

0838 3133 9599 (AXIS)

 

DAPUS :

file:///G:/jasa-pasang-baliho-spanduk-umbul-umbul-banner-di-jawa-timur-5885918.html

 

Positioning menurut atribut dan benefit

13 March 2012
Comments Off on Positioning menurut atribut dan benefit

Positioning Menurut Atribut dan Benefit

Penentuan posisi (positioning) menurut manfaat adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Manfaat mencakup manfat simbolis, manfaat fungsional dan manfaat berdasarkan pengalaman. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan, baik simbolis, fungsional maupun eksperimental.

Penentuan posisi (positioning) berdasarkan atribut adalah memposisikan produk berdasarkan atribut atau sifat, misalnya simbol, lambang, ukuran, warna, keberadaan, kedudukan dan sebagainya. Penentuan posisi berdasarkan atribut ini akan berjalan dengan baik jika atribut ini dikaitkan dengan konsekuensi dari atribut tersebut bagi pelanggan dan nilai personal yang berkonsekuensi pada penguatan produk tersebut di benak pelanggan. Syrup Marjan termasuk contoh yang sukses memanfaatkan penentuan posisi berdasarkan atribut. Bulan puasa dipilih untuk pencitraan produk sehingga sangat menyentuh hati umat Islam.

Strategi positioning menekankan pada salah satu aspek dari merk yang akan disampaikan melalui iklan.

Positioning Menurut Atribut

Penentuan posisi menurut atribut adalah memposisikan produk berdasarkan atribut atau sifat, misalnya ukuran, keberadaan, kedudukan, lambang dan sebagainya. Visa card memposisikan dirinya di benak konsumen sebagai kartu kredit yang dapat diterima di seluruh dunia dengan menggunakan kata-kata “Visa How the world pays”. Sedangkan The American Express card memposisikan dirinya sebagai kartu tukar skala atas yang mempunyai tarif tahunan lebih tinggi dibanding Visa atau Master card.

Positioning Menurut Benefit

Penentuan posisi (positioning) menurut manfaat adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Manfaat mencakup manfat simbolis, manfaat fungsional dan manfaat berdasarkan pengalaman. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan, baik simbolis, fungsional maupun eksperimental.

DAPus :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=positioning%20berdasarkan%20atribut%20dan%20benefit&source=web&cd=5&sqi=2&ved=0CDgQFjAE&url=http%3A%2F%2Fpksm.mercubuana.ac.id%2Fnew%2Felearning%2Ffiles_modul%2F43004-11-810096985336.doc&ei=rq5eT7e-GqO1iQfMvszPBw&usg=AFQjCNFFpy0Tg4zzYCwIcTmhGZmcZkQMgw&cad=rja

 

 

Iklan yang tidak etis (Marketing Commnication)

13 March 2012
Comments Off on Iklan yang tidak etis (Marketing Commnication)

  1. A.                Temukan iklan yang tidak etis (koran / tv), jelaskan !

Taukah anda iklan provider TELKOMSEL dan XL ? saya rasa mungkin semuanya sudah mengetahuinya betapa sengitnya perang antara provider telkomsel dan xl ini bisa kita lihat pada layar kaca tidak lebih dari 2 minggu  patilah kedua provider telekomunikasi itu sudah berganti iklan , pada awalnya saya pikir hanya iklan biasa tapi makin lama saya perhatikan , kedua provider telekomunikasi di indonesia ini bukan hanya menawarkan produkanya saja akan keunggulan produk dari provider telekomunikasi tetapi kalau kata peapatah “ada udang dibalik batu” yang artinya selain beriklan mewarkan produk juga mulai membanding-bandingkan provider kompetitornya.

 

 

Pertama dari iklannya lalu artisnya kira kira begini kronologisnya:
1. Provider xl dahulu menampilkan iklan dengan artis artis ternama seperti raffi ahmad, baim cilik hingga sule disitu diceritakan bahwa baim menipu om yaitu sule.
2. Tak lama kemudian munculah iklan dari telkomsel namun yang mnegejutkan artis yang membintangi iklan tersebut adalah sule yang notabene adalah artis dari xl disitu diceritakan bahwa sul sebagai artis yang sedang diwawancarai lalu berkata “kapok dibohongi anak kecil”

3. Tak mau kalah dari pesaingnnya xl  meluncurkan aksinya namun tetap dalam masa kewajaran dimana di sana menceritakan sulap  gelas  “ada yang berwana merah dan biru”

4. Telkomsel pun kebakran jenggot lalu juga membuat iklan kembali dimana diceritakan  ada kawanan orang yang sedang melihat tv bilang “ini emang benar, gak pake sulap sulapan….”

5. Telkomsel dengan jargon sule tampaknya sedang semangat-semangatnyamengejek kompetitornya dengan membuat iklan baru lagi  dimana disitu memunculkan baim palsu dengan menampilkan bagian belakangnya, xl hingga tampaknya sedikit dewasa karena tidak membalasnya atau mungkin bisa jadi sedang mempersiapkan serangan balasan.
Sebagai informasi, telkom adalah pemain dominan di layanan telepon tetap dengan penguasaan pasar 81.24% sementara indosat hanya 2% dan bakrie telecom hanya 16%, sementara telekom mengusai telepon bergerak seluler dengan menguasai 59,58% dari total pendapatn seluler nasional, sedangkan indosat 19,96% dan xl di 19,64%.

  1. B.                 Siapa yang menjadi target iklan tersebut ?

Kompetitor dari xl dan telkomsel yang bersaing secara sengit, antara kedua                        provider tersebut juga melakukan perbandingan yang dirasa oleh         kompetitornya sangat meresahkan kenaikan penjualannya.

  1. C.                Bagaimana cara menentukan target dan positioning dari iklan tersebut!

            TARGERT IKLAN XL

Dalam kasus ini para konsumen dan pesaing adalah tergetnya. Konsumen menjadi target dengan menjadikan konsumen berpikir, jika konsumen tidak menggunakan jasa provider ini maka terkesan berpikir seperti gorila. Iklan ini juga tentu menyerang pesaingnya. Metode dalam bersaingpun dirasa tidak sehat karena secara tidak langsung memaksa konsumen untuk beralih menggunakan produk XL.

TARGET & POSITIONING XL

Setelah melihat iklan XL tersebut bahwa kita bisa menarik kesimpulan bahwa target pasar yang ingin di capai oleh XL adalah orang-orang (masyarakat) yang menginginkan biaya komunikasi yang murah. Hal ini bisa kita lihat dari iklan tersebut dimana kita selalu mendengar kata-kata “termurah” yang dijargonkan oleh XL agar menarik minat para konsumen baru maupun lama.

Dalam Iklan simpanse tersebut bahwa perusahaan XL tersebut ingin memperkuat   positioning mereka di benak para konsumen yaitu dengan menggunakan XL, para             pelanggan bisa mengasumsikan bahwa XL merupakan sim card  telepon genggam dengan tarif             termurah,  dengan jargonnya “XL nyambung terus” perusahaan      tersebut ingin memposisikan produknya di benak konsumen bahwa produknya terbaik       dalam jaringan serta menyediakan kualitas terbaik bagi mereka. Jadi positioning yang       ingin dicapai oleh perusahaan XL terhadap pelanggannya adalah menjadi yang termurah          bagi pelanggan dengan kualitas jaringan yang memadai.

            CARA POSITIONING DAN TARGETING

Positioning XL adalah dengan menawarkan produknya sebagai jasa provider yang             sepatutnya digunakan dengan menawarkan harga yang murah dalam  tulisan promosinya.        Target dari XL adalah konsumen dengan kelas menengah dan suka melakukan             telekomunikasi fia telpon. Dengan menawarkan bonus gratis telpon 17 jam yang terasa       tidak etis akan menggangu persaingan yang ada.

  1. D.                Pasal berapa dan aturan komisi penyiaran yang di langgar ?

UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha     tidak    sehat.

Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) sedikitnya telah menegur 56 perusahaan iklan atas pelanggaran etika selama dua tahun terakhir ini.  coldplay_sweety@yahoo.com
Pelanggaran ini berupa penampilan iklan yang superlative, yaitu memunculkan produk sebagai yang terbaik atau termurah. Iklan superlative ini acapkali dibumbui kecenderungan menjatuhkan pesaing di pasaran. “Jika semua bilang baik, termurah, ini akan membingungkan masyarakat dan pelanggan,” ujar Ketua Badan Pengawas PPPI, FX Ridwan Handoyo kepada wartawan, belum lama ini.
Dia mencontohkan iklan pada industri telekomunikasi. Setiap operator telekomunikasi mengaku menawarkan tariff termurah. Bahkan ada iklan yang menyebutkan bahwa produk paling murah meriah. Juga ada iklan produk kesehatan atau kosmetik yang menyebutkan paling efektif. “Tapi semua iklan superlative itu tidak didukung oleh bukti yang kuat. Jadi bisa merugikan masyarakat dan pelanggannya,” tuturnya kemudian.

Surat teguran dilayangkan setelah Badan Pengawas PPPI menemukan dugaan pelanggaran berdasarkan pengaduan masyarakat atau hasil pantauan, Kepada perusahaan periklanan anggota PPPI, Badan pengawas PPPI melakukan peneguran sekaligus meminta keterangan. Sedangkan kepada perusahaan non anggota, surat teguran berupa imbauan agar menjunjung tinggi etika beriklan.

Ridwan menyebutkan dari 149 kasus yang ditangani Badan Pengawas PPPI, tahun 2006 sebanyak 56n kasus dan 93 kasus di tahun 2007. Sebanyak 90 kasus telah dinyatakan melakukan pelanggaran dan 44 kasus lainnya masih dalam penanganan. Dari yang diputus melanggan etika, 39 kasus tak mendapatb respon oleh agensi. Untuk itu BP PPPI menruskannya ke Badan Musyawarah Etika PPPI.
Jumlah perusahaan periklanan yang melakukan pelanggaran cukup banyak itu ada kemungkinan terjadi akibat tidak adanya sanksi yang tegas bagi pelanggar. Diakuinya, selama ini rambu-rambu periklanan hanya diatur dalam bentuk Etika Periklanan Indonesia. “Mungkin karena belum ada aturan hukum yang jelas, pelanggaran tetap banyak,’ katanya.

            Ciri-ciri iklan yang baik :

  • Etis: berkaitan dengan kepantasan.
  • Estetis: berkaitan dengan kelayakan (target market, target audiennya, kapan harus ditayangkan?).
  • Artistik: bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak.

            Contoh Penerapan Etika :

  • Iklan rokok: Tidak menampakkan secara eksplisit orang merokok.
  • Iklan pembalut wanita: Tidak memperlihatkan secara realistis dengan memperlihatkan daerah kepribadian wanita tersebut
  • Iklan sabun mandi: Tidak dengan memperlihatkan orang mandi secara utuh.

            ETIKA SECARA UMUM :

  • Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan
  • Tidak memicu konflik SARA
  • Tidak mengandung pornografi
  • Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
  • Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
  • Tidak plagiat

 

 

DAPuS :

http://edusia.blogspot.com/2011/10/etika-beriklan-dan-contoh-kasus.html

http://cocomaje.blogspot.com/2009/10/tugas-etika-bisnis-2-contoh-kasus.html

http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan/

http://www.inilah.com/read/detail/65650/ylki-iklan-xl-tidak-etis

– http://www.scribd.com/kemal_arsjad/d/39584757-UU-Periklanan-NOMOR-20-PERlM-KOMINF015-2008-NOMOR-PB-32-PW-204-MKP-2008

http://thinksmarthink.blogspot.com/

 

 

 

 

Tugas Marketing Communication (0910220123)

6 March 2012
Comments Off on Tugas Marketing Communication (0910220123)

PENGERTIAN PRODUK

Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.

Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
Lima Tingkatan Produk
Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu core benefit, basic product, expected product, augmented product dan potential product. Penjelasan tentang kelima tingkatan produk adalah :

  1. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
  2. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
  3. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
  4. Augmented product (namely that one includes additional service and benefit that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
  5. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

 

Klasifikasi Produk

Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  1. Berdasarkan  wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu:
    a) Barang

Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
b) Jasa

Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.

 

  1. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
    a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.

b. Barang tahan lama (durable goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.

  1. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu

Didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

a)      Barang konsumsi (consumer’s goods)

Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.

b)      Barang industri (industrial’s goods)

Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.
Menurut Kotler (2002, p.451), ”barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis”. Pada umumnya barang konsumen dibedakan menjadi empat jenis :

  • Convenience goods

Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain produk tembakau, sabun, surat kabar, dan sebagainya.

  • Shopping goods

Barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, furniture, mobil bekas dan lainnya.

  • Specialty goods

Barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Misalnya mobil Lamborghini, pakaian rancangan orang terkenal, kamera Nikon dan sebagainya.

 

 

 

 

  • Unsought goods

Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau

kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya.

Contohnya asuransi jiwa, ensiklopedia, tanah kuburan dan sebagainya.
Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk :

Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.

Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
Menurut Kotler and Armstrong (2004, p.283) arti dari kualitas produk adalah “the ability of a product to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.
Dimensi Kualitas Produk :

Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005, p.422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :

  1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
  2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
  3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
  4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
  5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
  6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
  7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan Negara asal.

Menurut Tjiptono (1997, p.25), dimensi kualitas produk meliputi :

  1. Kinerja (performance)

Yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang dibeli, misalnya kecepatan, konsumsi bahan bakar, jumlah penumpang yang dapat diangkut, kemudahan dan kenyamanan dalam mengemudi dan sebagainya.

  1. Keistimewaan tambahan (features)

Yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap, misalnya kelengkapan interior dan eksterior seperti dash board, AC, sound system, door lock system, power steering, dan sebagainya.

 

 

  1.  Keandalan (reliability)

Yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai, misalnya mobil tidak sering ngadat/macet/rewel/rusak.

  1. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications)

Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya standar keamanan dan emisi terpenuhi, seperti ukuran as roda untuk truk tentunya harus lebih besar daripada mobil sedan.

  1. Daya tahan (durability)

Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis enggunaan mobil.

  1.  Estetika (asthethic)

Yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Misalnya bentuk fisik mobil yang menarik, model atau desain yang artistik, warna, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR puSTAKA :

http://id.wikipedia.org/wiki/Produk

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/produk-definisi-klasifikasi-dimensi_30.html

Buku Marketing Management (Philip kotler)

 

Pembuatan Internet Marketing untuk Mendukung Strategi Pemasaran

26 December 2011
Comments Off on Pembuatan Internet Marketing untuk Mendukung Strategi Pemasaran

Pemasaran Internet atau e-pemasaran (bahasa Inggris: Internet marketing atau e-marketing atau online-marketing) adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet atau jaringan www. Kata e dalam e-pemasaran ini berarti elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat Internet atau jaringan syber. Dengan munculnya teknologi Internet dalam beberapa tahun ini, banyak istilah baru yang menggunakan awalan e-xxx, seperti halnya: e-surat, e-business, e-gov, e-society, dll.

Perkembangan teknologi telekomunikasi muncul sejak ditemukannya telepon pada akhir abad ke-19. Setelah itu banyak ditemukan teknologi digital seperti telepon, radio, televisi, faks, dan teleks. Pada tahun 1965, Stephen Crocker dan Vinton Cerf di bawah supervisi Profesor Len Kleinrock, di sebuah laboratorium di kampus UCLA (University of California Los Angeles), Amerika Serikat, menemukan internet (interconnected-networking) dengan cara menghubungkan dua buah computer dengan menggunakan kabel berwarna abu-abu sepanjang 4,5 meter dan menguji cara baru pertukaran data dalam sebuah jaringan. Yang kemudian menjadi embrio lahirnya internet, kemudian pada tahun 1986, internet mulai dipergunakan secara terbuka untuk umum. Perkembangan teknologi internet begitu cepat dan relative singkat. Hanya dalam satu dekade terakhir saja,  teknologi internet dapat memberikan layanan-layanan dalam bentuk teks, foto, gambar/image, lagu/audio, film/video, dan suara voice (http://www.komputasi.lipi.go.id, 15 Februari 2010)

Strategi pemasaran E-Commerce dikembangkan dengan melihatnya sebagai suatu bisnis dimana ada dua hal yang penting yaitu: (1) memilih pangsa pasar dimana perusahaan akan beroperasi, dan (2) mengembangkan bauran pemasaran untuk setiap pangsa pasar yang terpilih. E-commerce adalah cara pemasaran yang berbeda dari pemasaran tradisional (terlepas dari jenis perusahaan itu sendiri) maka strategi pemasarannya perlu disesuaikan. Bauran pemasaran yang digunakan adalah bauran pemasaran jasa (Booms dan Bitner,1981) yaitu: produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Satu yang tidak digunakan adalah elemen orang, karena ketika kastemer melakukan transaksi di Internet maka interaksi hanya dilakukan lewat komputer dan tidak lewat orang. Hal yang perlu ditambahkan sebagai pengembangannya adalah elemen perubahan dan elemen komunitas dimana merupakan dua di antara elemen bauran pemasaran dari E-Commerce menurut Sarkissian. Dalam konsep, persyaratan untuk segmentasi pasar yang sejati harus jelas: pencarian adalah untuk kelompok pembeli yang: (1) akan berlaku berbeda dari kelompok yang lain, (2) akan merespon kepada suatu bauran pemasaran yang ditujukan padanya.

Pemasaran internet

Email

Pemasaran melalui email / surel disebut email komersial. Penggunaan email dalam bisnis dapat membantu pengiriman informasi (promosi) mengenai produk atau jasa pada receiver (penerima pesan). CAN-SPAM Act adalah sebuah hukum yang menetapkan aturan-aturan untuk email komersial.[2]

Persyaratan utama CAN-SPAM Act  :[2]

  • Dilarang menggunakan informasi header palsu atau menyesatkan

Mengindetifikasi bisnis secara akurat.

  • Dilarang menggunakan baris subjek yang menipu

Baris subjek harus mencerminkan isi pesan.

  • Identifikasi pesan sebagai iklan

Iklan harus diungkapkan dengan jelas dan mencolok.

  • Menyertakan lokasi keberadaan pengirim kepada penerima pesan

Mengikutsertakan alamat yang valid berupa pos fisik. Pos tersebut harus terdaftar pada Postal Service.

  • Memantau orang lain yang mengatas namakan perusahaan utama

Menyewa perusahaan lain untuk menangani pemasaran email harus didasari atas tanggung jawab dengan mematuhi hukum yang berlaku.

Pemasaran tanpa internet

  • SMS

Salah satu pesan teks melalui ponsel. Pemasaran ini dimulai sejak tahun 2000-an di beberapa Negara seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Pada tahun 2005 alat komunikasi selular (ponsel) menjadi bentuk pemasaran yang sah di seluruh dunia.[3]

  • Iklan banner

Iklan yang muncul pada halaman web untuk mempromosikan blog atau situs kliennya.[4]

Strategi pemasaran digital

Terdapat dua strategi pada pemasaran digital berdasarkan cara pengiriman yaitu tarik dan dorong, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.[1]

Tarik

Pemasaran digital ini melibatkan konsumen untuk mencari, melihat, dan mengambil informasi secara langsung melalui situs atau mesin pencari. Konsumen berperan aktif dalam mencari informasi yang dibutuhkan, biasanya terletak pada situs atau website, blog, audio streaming, dll.[1]

Kelebihan :

  • Tidak memerlukan teknologi canggih untuk mengirimkan konten, hanya diperlukan untuk menyimpan atau menampilkannya.
  • Tidak ada batasan dari segi konten atau ukuran berkas karena semua ditentukan oleh konsumen.
  • Kebebasan media yaitu perusahaan bebas menggunakan metode apapun untuk menarik konsumen.[5]

 

Kekurangan :

  • Tidak ada personalisasi untuk menjaga pengunjung datang kembali.
  • Bersifat pasif karena mengandalkan mesin pencari.
  • Terbatasnya kemampuan untuk mengukur hasil pada konsumen.

Dorong

Pemasaran digital ini memberikan informasi kepada konsumen dengan melihat atau menerima iklan digital secara aktif. Informasi dapat datang dalam bentuk email, panggilan ponsel, SMS (pesan teks dikirim melalui ponsel),MMS (pesan multimedia), RSS (format feed web yang mendistribusikan berita dan informasi), dll.[6]

Kelebihan :

  • Memilih sasaran konsumen secara khusus.
  • Pesan yang dikirim dapat disesuaikan dengan kriteria konsumen.
  • Melakukan pelacakan rinci tentang pilihan konsumen.

Kekurangan :

  • Memerlukan mekanisme dalam pengiriman pesan.[6][1]
  • Pesan dapat dicegah oleh konsumen.
  • Timbulnya isu privasi akibat konsumen tidak tertarik dengan email atau SMS yang bersifat promosi.

Solusi pemasaran digital

Solusi pemasaran digital meliputi penggunaan berbagai saluran pengiriman yang meliputi teknik tarik dan dorong. Hal ini digunakan untuk memperluas dukungan pelayanan perusahaan dan keterlibatan konsumen. Perusahaan perlu menjadi adaptif dan responsif dalam memenangkan konsumen. Pertahanan dalam paradigma baru ini, perusahaan harus membuat komitmen yang kuat untuk pemasaran digital melalui investasi baru dalam teknologi dan inovasi. Berakhir pada solusi pemasaran yang ideal berupa mencapai, retensi, dan pendapatan.[7]

Aturan dalam pemasaran digital :[8]

  • Menargetkan satu segmen dan menciptakan komunitas virtual.
  • Memperluas peran merek dalam portofolio secara global.
  • Gunakan harga yang kreatif.
  • Mengutamakan desain bagi konsumen.
  • Gunakan eksperimentasi yang bersifat adaptif.
  • Menemukan kembali riset pemasaran dan pemodelan sebagai penciptaan pengetahuan.

Langkah-langkah pemasaran digital

Dalam aktivitas pemasaran digital terdapat istilah AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action), khususnya dalam proses memperkenalkan produk atau jasa ke pasar (konsumen).[9]

  1. Awareness (Kesadaran)

Dalam ranah digital, pemasar membangun kesadaran konsumen dengan memasang iklan terlebih dahulu di media online, seperti Detik.com.

  1. Interest (Ketertarikan)

Ketertarikan muncul setelah membangun kesadaran pada konsumen. Sistem offline, konsumen langsung mencari informasi di pasar. Sistem online, konsumen mencari tahu tentang produk melalui mesin pencari (Google, Yahoo! dll) dan jejaring sosial (Facebook, Twitter dll).

  1. Desire (Keinginan)

Timbul keyakinan pada konsumen sehingga berkeinginan untuk mencoba produk atau jasa. Sistem online ditandai dengan mencari keterangan lengkap tentang produk atau jasa melalui situs web.

  1. Action (Tindakan)

Tahap terakhir sebagai penentuan dari pihak konsumen terhadap produk atau jasa.

Kunci sukses pemasaran digital

  • Harus memperhatikan istilah pada AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action).[9]
  • Pasar adalah tempat komunikasi dua arah. Untuk memperoleh komunikasi tersebut merek harus melakukan positioning terlebih dahulu, dapat melalui berbagai media (Forum, blog dll) dan yang paling efektif ialah melalui jejaring sosial.

Strategi Pemasaran

Menurut Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others”.

Sedangkan pengertian Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to achieve its marketing objective”.
Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok
tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan.

Selanjutnya Davud Cravens (2000 : 25), menjelaskan bahwa proses strategi pemasaran meliputi :
a. Analisis Situasi (Situation Analisis)

Analisis situasi ini meliputi visi, struktur, dan analisis pasar, segmentasi pasar, serta pengetahuan pasar untuk memadu perancangan suatu strategi baru atau perubahan strategi yang sudah ada.

b. Perancangan Strategi Pemasaran (Designing Marketing Strategy)

Tahap analisis situasi dalam proses strategi pemasaran mengidentifikasi peluang pasar, menggambarkan segmen pasar, mengevaluasi persaingan, dan menilai kelemahan dan kekuatan perusahaan. Perancangan strategi pemasaran meliputi market targeting dan analisis positioning, membangun hubungan pemasaran, serta pengembangan dan perkenalan produk baru.
c. Pengembangan Program Pemasaran (Marketing Program Development)

Tahap pengembangan program pemasaran ini meliputi portofolio produk dan manajemen strategi merek, rantai nilai, strategi promosi dan harga.

d. Penerapan dan Manajemen Strategi Pemasaran (Implometing and Managing Marketing Strategy)
Tahap penerapan dan manajemen strategi pemasaran meliputi perancangan marketing driven organization yang efektif, serta strategi implementasi dan control.

Basu Swastha dan Irawan (2003 : 69), menjelaskan strategi pemasaran dari setiap perusahaan sebagai suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan. Penentuan strategi tersebut dapat dilakukan oleh manajer pemasaran dengan membuat tiga macam keputusan yaitu :
1. Konsumen yang dituju (Target Consumen), yaitu individu-individu/ kelompok tertentu yang harus dilayani oleh perusahaan dengan memuaskan.

2. Menentukan keinginan konsumen, yaitu mengumpulkan informasi dari beberapa sumber untuk menentukan keinginan konsumen.

3. Marketing Mix, merupakan variable-variabel (produk, harga, promosi, dan distribusi) yang dipakai perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_Internet

http://elektroindonesia.com/elektro/komp32.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_digital

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/strategi-pemasaran-marketing-strategy.html

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2069506-konsep-strategi-pemasaran/#ixzz1hbYOytx0

 

 

Strategi Pemasaran Untuk Usaha Kecil Menengah

12 December 2011
Comments Off on Strategi Pemasaran Untuk Usaha Kecil Menengah

            Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah memberikan kontribusi yang penting dan besar dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, pemberdayaan dan pengembangan yang berkelanjutan perlu dilakukan terhadap nya agar UKM tidak hanya tumbuh dalam jumlah tetapi juga berkembang dalam kualitas dan daya saing produknya.

            Upaya peningkatan daya saing UKM pada tingkat menteri tercerrmin dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 71/Kep/Meneg/VII/2000 tentang Pedoman Kelembagaan UKM dengan sasaran menghasilkan koperasi dan UKM yang memiliki daya saing dan meningkatkan kemampuan Koperasi dan UKM melalui pengembangan komoditas unggulan. Selanjutnya pada tataran strategis, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun Rencana strategis Pembangunan KUKM.

            Kebijakan pengembangan UKM masih mengalami distorsi, sehingga tujuan dan sasarannya belum tercapai secara optimal. Untuk menghilangkan distorsi tersebut, stakeholder, pemerintah , non pemerintah melakukan upaya peningkatan daya saing secara bertahap dan berkesinambungan, antara lain berperan sebagai penyedia BDS. Peningkatan daya saing secara bertahap artinya peningkatan daya saing dimulai dengan upaya memenangkan persaingan pada tingkat lokal. Kemudian dikembangkan untuk wilayah /kawasan yang makin meluas sehingga secara hirarkis pelaku bisnis local dapat turut bermain dan memenangkan persaingan secara bertahap dan alamiah. Dan untuk mengetahui berbagai kondisi riil yang melemahkan daya saing UKM, maka dilakukan kajian yang mendalam untuk menemukan solusi dalam rangka meningkatkan daya saing UKM berbasis ekonomi lokal.

            Pemberdayaan UKM nampaknya masih bergelut pada masalah klasik seperti antara lain rendahnya produktivitas, kesulitan akses terhadap sumberdaya produktif. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan adanya pioner-pioner yang dapat menjadi stimulator pembangunan dalam

kelompok tersebut. Salah satu unsur yang diharapkan dapat mendorong pembangunan usaha baru dari kalangan masyarakat sendiri adalah UKM sukses. Kelompok ini memang jumlahnya relatif sangat sedikit tetapi kemampuannya baik dalam memanfaatkan sumberdaya lokal maupun dalam

menemukan potensi-potensi baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif sangat dapat diandalkan.

            Keberhasilan UKM sukses ternyata tidak hanya karena keahlian yang dimiliki, tetapi juga dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: a) Jiwa kewirausahaan dan kreatifitas individual yang melahirkan inovasi; b) ketersedian bahan baku, iklim usaha, dukungan finansial, ketersediaan informasi baik pengetahuan dan teknologi, ketersediaan pasar dan dukungan infrastruktur. Penumbuhan usaha yang diinspirasikan dari adanya kreativitas dan inovasi merupakan model ideal dalam kerangka pembangunan yang bertujuan mengoptimalkan potensi sumberdaya tersedia dan bersifat partisipatif. Oleh sebab itu, pengungkapan kiat-kiat usaha dan penularan inovasi usaha tersebut sangat diperlukan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

            Karakteristik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki heterogenitas yang tinggi dalam berbagai aspek bisnis, mengimplikasikan bahwa generalisasi kebijakan terhadap UKM akan sulit mewujudkan tujuan pengembangan UKM yang diharapkan. Disisi lain kebijakan dengan pendekatan individual sulit dilakukan karena berbagai keterbatasan dan kendala yang dihadapi. Untuk itu, pada tahap awal pengembangan UKM ditempuh melalui pendekatan sentra bisnis.

            Permasalahan yang dihadapi oleh UKM dalam melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha yang terkait dengan Sumber daya di UKM yaitu kelemahan dalam mengakses teknologi, modal, informasi, dan pasar. Seyogyanya bantuan yang diberikan kepada UKM dapat dilakukan melalui pendekatan jumlah yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang khas. Salah satunya seperti melalui pendekatan sentra di lokasi-lokasi tertentu yang dilakukan oleh masyarakat sendiri

            Struktur ekonomi Jawa Timur 99,55% didominasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), sedangkan usaha besar hanya 0,45%.UKM perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama dalam akses permodalan, pengembangan pasar dan managemen. Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang. Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasional pun cukup signifikan. Pada tahun 2005 jumlah UKM tercatat 44,6 juta unit atau 99,99 % dari keseluruhan unit usaha ekonomi yang ada, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 88,7% dari jumlah tenaga kerja yang ada, atau mencapai 68,28 juta orang. Data ini mengindikasikan UKM dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional, walaupun rata-rata produktivitasnya relatif masih rendah.

            Sebagai alternatif dalam menghadapi permasalahan permodal bagi pembiayaan usaha UKM, maka banyak kalangan berpendapat perlu dikembangkan pembentukan lembaga keuangan non bank antara lain : (1) Modal Ventura (ventura capital) dan (2) Lembaga Penjamin Kredit (LPK).

            UKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kuat dan ulet. Meskipun demikian UKM tidak terlepas dari dampak gejolak pasar dan keambrukan sistem perbankan nasional. Diperkirakan di masa depan UKM akan cukup berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan ekonomi yang cepat berubah dan dapat meningkatkan posisi daya saing bukan hanya dalam pasar lokal tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekspor yang pada akhirnya akan lebih mendorong pengembangan perekonomian daerah. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UKM dapat lebih ditingkatkan dan berbagai kendala internal yang melilit UKM seperti perkreditan dan permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat.

            Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala, karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap lembaga perkreditan atau perbankan. Realitas menunjukkan bahwa UKM pada umumnya mengalami masalah dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan kredit yang biasanya diukur dengan 5C, yaitu : character, capacity, capital, collateral, dan condition. Dari persyaratan 5C tersebut ada 2C yang sulit dipenuhi yaitu capital dan collaterall. Capital berkaitan dengan persyaratan untuk memenuhi capital adequacy ratio (CAR) bagi para peminjam. Kesulitan ini terutama sering dihadapi oleh para pemodal kecil. Sedangkan collateral berkaitan dengan penyediaan jaminan atau agunan tambahan bagi peminjam.

            Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam konteks pengembangan keunggulan tersebut, pemerintah daerah mulai mengembangkan konsep produk unggulan. Proses ini dilakukan dengan mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Sebagai suatu strategi pembangunan, pengembangan produk unggulan dinilai mempunyai kelebihan, karena dianggap bahwa suatu daerah yang menerapkan pola pembangunan ini relatif lebih “mandiri” dalam pengembangan ekonominya. Pengembangan produk unggulan dan pengembangan UKM dapat merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Terlebih lagi pada daerah yang tertinggal atau mempunyai ketimpangan ekonomi terhadap daerah/wilayah lain, termasuk daerah/wilayah perbatasan.

            Pemberdayaan UKM ini semestinya dilaksanakan secara simultan dalam kerangka kerja yang komprehensif dengan berbagai upaya lain seperti pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan sosial, penyediaan infrastruktur dan lainnya.

            Kekuatiran akan semakin beratnya tantangan yang dihadapi pengusaha UMK dapat dilihat dari sulitnya para UKM memasarkan hasil-produknya mereka. Kondisi ini mengakibatkan semakin mernurunnya volume penjualan yang berdampak kepada tidak mampunya UMK untuk menanbah tenaga kerja bahkan ada beberapa UKM yang melepaskan tenaga kerjanya karena mereka tidak mampu memberikan upah. Keadaan ini memperjelas bahwa perlu di ketahui faktorfaktor yang mempengaruhi perkembangan usaha UKM agar mampu bersaing memproduksi produk-produk yang diminati masyarakat seperti. barang-barang Cina dan Korea tersebut.

Sumber :

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0167811688900407

http://www.sciencedirect.com/science?_ob=MiamiImageURL&_cid=271714&_user=10998278&_pii=S0019850101001857&_check=y&_origin=search&_zone=rslt_list_item&_coverDate=2002-02-28&wchp=dGLzVlt-zSkzk&md5=2e38ed508d609ffe56d93f2db95102da/1-s2.0-S0019850101001857-main.pdf

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1094996897707564

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1441358211000449

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0892059196700915

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1094996810000216

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0019850101001596

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1441358202701468

8 bauran promosi

8 December 2011
Comments Off on 8 bauran promosi

1. IKLAN
 Iklan menurut KBBI adalah “berita atau pesan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.” Dari definisi diatas, terdapat beberapa komponen utama dalam sebuah iklan yakni “mendorong dan membujuk”. Dengan kata lain, sebuah iklan harus memiliki sifat persuasi.
 Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
CONTOH :
a. Iklan Informatif : Iklan Sony Ericsson Z550i, Iklan Dji Sam Soe, – Iklan Coca Cola
b. Iklan Persuasif : Iklan Samsung Slim Fit TV, Iklan Canon Printer PIXMA iP1200
c. Iklan Reminder : Iklan Vita Zone, Iklan Hotel Santika Malang, Iklan Simpati Jitu
2. PROMOSI PENJUALAN
 Menurut Basu S. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.
 Menurut Lamb, Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran, selain dari pada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah.
CONTOH :
 Matahari Departmen Store
Melakukan promosi atau diskon saat hari besar seperti hari raya, natal, dan kegiatan lainnya dimana pemberian diskon tersebut dilakukan pada hari yang telah ditentukan.
3. PERSONAL SELLING
 Menurut Kotler dan Armstrong (Terjemahan, 2001:181) mengatakan bahwa penjualan personal (personal selling) presentasi pribadi oleh para wiraniaga perusahaan dalam rangka mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
CONTOH : Sales yang menjualkan produk seperti miyako atau produk lainnya.
4. DIRECT MARKETING (Penjualan Langsung)
 Menurut Kotler dan Armstrong (Terjemahan, 2001:112) mengatakan bahwa pemasaran langsung adalah komunikasi langsung dengan sejumlah konsumen sasaran untuk memperoleh tanggapan langsung penggunaan surat, telepon, fax, e-mail dan lain-lain untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen tertentu atau usaha untuk mendapat tanggapan langsung.
CONTOH : MLM (Multi Level Marketing)
5. PUBLISITAS
Menurut Keegan dan Green (2005:459), publisitas (publicity) didefinisikan sebagai komunikasi yang tidak dibayar oleh sebuah perusahaan tentang perusahaan atau produk perusahaan tersebut (baik yang menguntungkan maupun merugikan).
CONTOH : Digunakan media massa, misalnya :Berita pada halaman ekonomi surat kabar mengenai peningkatan laba suatu perusahaan.
6. PR (Humas)
Keegan dan Green (2005:459) mendefinisikan hubungan masyarakat – humas (Public Relations-PR) sebagai departemen atau fungsi yang bertanggungjawab untuk melakukan evaluasi pendapat public mengenai sikap terhadap organisasi dan produk-produk serta merek-mereknya.
CONTOH : melobi, berbicara di depan public, menyelenggarakan acara kenegaraan.
7. SOCIAL MEDIA
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
CONTOH : Facebook, twitter, dan media lainnya
8. EVENT SPONSORSHIP
Event ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan promosinya dengan melakukan event di tiap-tiap kota dan biasanya bekerja sama dengan EO (Event Organizer).
CONTOH : Kecap Bangau dan Sunlight

Hello world!

2 December 2011

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!