Mar 15

TUGAS

 MANAJEMEN AGROINDUSTRI

BISNIS PLAN

DISUSUN OLEH:

DENY PURWANTO (115100301111024)

JUNEY HANAFI       (115100300111068)

KHOIRU ARRIJAL   (115100300111016)

MICHAEL MATIUS  (115100300111058)

SOLAGRATICA G    (115100300111044)

TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOILOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Selama penulisan makalah ini banyak pihak-pihak yang telah membantu penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini sampai selesai.  Oleh karena itu,  penulis ingin menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis. Mudah-mudahan semua bantuan dan amal baiknya mendapat imbalan yang berlimpah dari Allah SWT.

Kami  merasa makalah yang di buat ini masih sangat belum sempurna. Maka seran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Agar nantinya makalah yang kami buat bisa lebih baik.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi diri penulis khususnya sendiri juga bagi pembaca pada umumnya.

 

 

 

Malang,     maret 2012

 

Penulis

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Business Plan yang dalam bahasa Indonesia disebut Rencana Bisnis merupakan pernyataan formal dari serangkaian tujuan bisnis, alasan mengapa mereka percaya dicapai, dan rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Pernyataan ini menyampaikan latar belakang informasi tentang organisasi atau tim untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tujuan bisnis pada umumnya bertujuan pada laba, meliputi yang mencari laba maupun tanpa laba. Perusahaan yang bertujuan mencari laba, tentu berfokus pada keuangan, seperti keuntungan atau penciptaan kekayaan. Sedangkan perusahaan nirlaba dan instansi pemerintah, tujuan utamanya bukan untuk mencari keuntungan, dan mereka memiliki status bebas pajak. Meskipun tidak mencari keuntungan mereka tetap memfokuskan diri untuk mengoptimalkan pendapatan, yang dimana pendapatan itu dipakai untuk pengembangan organisasi dan biaya kegiatan-kegiatan. Dalam organisasi nirlaba yang kreatif dapat berkembang dalam upaya untuk menyeimbangkan misi dengan “margin” (atau pendapatan). Rencana bisnis juga dapat menargetkan perubahan dalam persepsi dan branding oleh pelanggan, klien, pembayar pajak, atau komunitas yang lebih luas. Sebuah rencana bisnis mengalami perubahan dalam persepsi dan branding sebagai tujuan utama disebut rencana pemasaran.

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

 

  1. Aspek apa yang di analisa dalam bisnis plan?
  2. Bagaimana menyusun bisnis plan yang baik?
  3. Apa fungsi dari bisnis plan?

 

 

  1. C.    TUJUAN

 

  1. Agar mengetahui bagaimana bisnis plan itu dibuat.
  2. Agar mengetahui bisnis yang akan kita jalankan itu layak atau tidak.
  3. Mengetahui prospek bisnis kedepan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Deskripsi Usaha

2.1.1 Perusahaan 1 ( Susu Kedelai )

2.1.1.1 Data Perusahaan

Nama                                  : Perusahaan Susu Kedelai “SARI ALAMI”

Tempat                                : Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2

Basis operasi                       : Kamal-Bangkalan

Bentuk  usaha                     : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri                                                              Kecil & Menengah (UMKM)

2.1.1.2 Data Pengusaha

Nama                                   : Sugiarto

Tempat,Tanggal Lahir        : Sumenep, 28 januari 1991

Pendidikan                         : Sedang menempuh S1 Pogram Study Agribisnis                                                                   Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo

2.1.2   Struktur Organisasi & Job Discription

2.1.2.1Job Discriptions

  1. Pimpinan  (Manager)

– pemilik sekaligus pimpinan

– bertanggung jawab teradap jalannya usaha

– koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan

– pengambil keputusan dan sebagai quality control

 

2. Bagian Produksi

– kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja

sesuai jobdis

– bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi

– bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen

– menjaga kebersihan produk dalam proses produksi

– cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur

– mengemas hasil produksi

3. Bagian Pengadaan Bahan Baku

– kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– mencari informasi keberadaan bahan baku

– melakukan pembelian bahan baku

– menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)

4. Bagian Keuangan

-kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi

– mencatat/pembukuan keuangan perusahaan

– mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses

– membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan

– bertanggung jawab terhadap sistem keuangan

 

 

5. Bagian Pemasaran

-kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

-mempromosikan dan memasarkan produk

-mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan super market terdekat

-melayani   dengan   ramah,   menanggapi   komplain konsumen dengan ramah dan senyum

2.1.3  Alasan Pemilihan Bisnis

Usaha pembuatan susu kedelai ini dipilih karena susu kedelai dikenal sebagai minuman fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, minuman yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai ini terutama sekali karena kandungan proteinnya, disamping mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Susunan asam amino hampir sama dengan susu sapi. Untuk  itu produk ini tampaknya perlu diperhitungkan dalam menyusun pola menu sehari-hari bagi insan yang memperhatikan kesehatan.

Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia. Kadar protein kedelai mencapai 35,6 % (berat kering), dan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % – 43 %.  Kebutuhan protein yang bersumber dari protein hewani sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan 157,14 gram.

Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu kedelai menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu kedelai lebih murah daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hamper sama. Faktor lain yang menjadikan usaha susu kedelai prospektif adalah mudah dalam pembuatanya.

 

2.1.4  Analisa Operasional

2.1.4.1  Desain Produk

Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas. Pengemasan di sisni dilakukan karena  memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana onsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.

Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang baik. Jenis bahan kemasan  yang digunakan adalah plastik ukuran ½ kg.

Selain itu, pada kemesan juga akan diberi label. Pemberian label di sini tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merk dagang, logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk. Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam tulisan yang dicetak pada kemasan produk. Maka pada kemasan plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI” dan juga  logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk.

2.1.4.2   Proses Produksi

2.1.4.2.1 Bahan:

  1. Kedelai
  2. Vanili
  3. Gula pasir
  4. Garam
  5. Maizena
  6. Air mineral

 

2.1.4.2.2        Cara membuat:

  • Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.
  • Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.
  • o Cuci sampai kulit arinya terkelupas.
  • o Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.
  • Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.
  • Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.
  • Tambakan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.
  • Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah di atas maka dikemasdan kini siap untuk di pasarkan.

2.1.5 Analisa Pemasaran

2.1.5.1 Product (produk)

Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah susu kedelai. Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas dalam plastik ukuran ½ kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI”. Produk yang dihasilkan memiliki manfaat dan kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat dari ekstrak kedelai ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh.

2.1.5.2 Place (lokasi/distribusi)

Usaha ini berlokasi di  Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2. Adapun sasaran pasar poduk susu kedelai ini adalah mahasiswa di kampus universitas Trunojoya dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

2.1.5.3  Price (harga)

Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen). Adapun rencana harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik ½ kg.

2.1.5.4  Promotion (promosi)

Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan media internet sebagai sarana e-business. Untuk promosi melalui internet akan dipromosikan lewat facebook dan situs-situs e-business lainnya seperti: berniaga.com dll. serta melalui blog pemilik usaha yaitu ; sugiartoagribisnis.wordpress.com .

2.1.5.5 Analisis Peluang Pasar

Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.

Metode pemasaran Susu Kedelai “SARI ALAMI” ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut kemulut).

Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen  di pasar bersaing. dengan menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.

2.1.5.6  Tingkat Persaingan

Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa. Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kampus Universitas Trunojoyo.

2.1.6 Analisa Keuangan

2.1.6.1  Analisa Biaya Usaha

a. Biaya tetap

No Uraian Jumlah (unit) Harga (Rp) Jumlah harga (Rp) Masa pakai (Th) Penyusutan (Th) Penyusutan (Bln)
1 Rumah produksi 1 10.000.000 10.000.000 10 1.000.000 83.333,33
2 Diesel giling 1 2.750.000 2.750.000 10 275.000 22.916,67
3 Kain 1 meter 2 Rp. 5000 10.000 1 5.000 416,67
3 Gunting 5 5.000 25.000 2 12.500 1.041,67
4 Bak 6 17.000 102.000 2 51.000 4.250,00
5 Keranjang 4 25.000 100.000 2 50.000 4.166,67
6 Kompor 4 150.000 600.000 6 100.000 8.333,33
7 Panci 4 75.000 300.000 6 50.000 4.166,67
Total 13.887.000 128.625,00

 

 

 

 

 

b. Biaya variabel

No Uraian Jumlah(unit) Harga( Rp) Jumlah harga (Rp)
1 Bahan baku
Kedelai 10 kg 6000 60.000
Gula pasir 4 kg 8.000 24.000
Vanili 2 bungkus 2000 4.000
Coklat 2 kaleng 15.000 30.000
2 Bahan pendukung
Gas LPG 8 tabung 17.500 140.000
Plastik ukuran  ½ kg 1 bendel 5.000 5.000
Solar 4 liter 4.500 18.000
Sablon label plastik 1 bendel 3.000 3.000
3 Tenaga kerja
Pencuci kedelai 2 orang 20.000 40.000
Perebus + Penyaring + Pengemas 2 orang 20.000 40.000
Penggiling 1 orang 30.000 30.000
Pengantar utk dipasarkan 1 orang 20.000 20.000
Administrasi keuangan 1 orang 25.000 25.000
Pengadaan bahan 2 orang 25.000 50.000
Total 489.000

Biaya variabel perbulan adalah Rp. 489.000 x 30 = Rp. 14.670.000

 

c. Biaya lain – lain (perbulan)

no Uraian Volume Harga per unit Jumlah harga
Jumlah Unit
1 Transportasi 1 Bln 200.000 200.000
2 Promosi 1 Bln 100.000 100.000
3 Listrik 1 Bln 200.000 200.000
Total 500.000

 

Jumlah biaya usaha

No Jenis biaya Jumlah biaya (Rp/bln)
1 Biaya tetap 128.625
2 Biaya variabel 14.670.000
3 Lain – lain 500.000
Total 15.298.625

 

 

2.1.6.2  Penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usaha

No Jumlah produksi Harga perunit (Rp) Penerimaan per hari (Rp) Penerimaan per bulan (Rp)
200 kemasanAmpas 2 kg 3.0005.000 600.00010.000 18.000.000300.000
Total 18.300.000

 

Pendapatan (laba) perbulan =  total revenue – total cost

= 18.300.000 – 15.298.625

= 3.001.375

R/C ratio =  total revenue : total cost

= 18.300.000 : 15.298.625,01

1,197

Berdasarkan hasil dari Tabel Analisis Biaya dan penghitungan diatas dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).

 

2.1.7 Analisa SWOT

2.1.7.1 Strengths (Kekuatan)

a)      Proses pembuatannya mudah dan sederhana

b)      Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).

c)      Harga jual murah meriah

d)     Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia

e)      Memanfaatkan e-Business  untuk  mempromosikan   produk melalui internet.

f)       Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa

g)      Kemasan menarik dan berlabel

h)      Kualitas produk terjamin

 

2.1.7.2  Weaknesses (Kelemahan)

a)      Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan                                 beberapa waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.

b)      Manejemen perusahaan masih sederhana

c)      Terdapat endapan pada susu kedelai.

d)     Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu

e)      Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa

f)       Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah

g)      Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai

2.1.7.3 Opportunities (Peluang )

a)    Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat

b)    Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan

c)    Belum ada pesaing  khususnya untuk pemasaran di kampus

d)   Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.

2.1.7.4  Threats (Ancaman)

a) Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk

b)  Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari

c)  Munculnya pesaing baru

d)  Banyaknya  variasi minuman ringan

 

2.1.2 Perusahaan 2 ( Bisnis Katering )

2.1.2.1  Analisa Struktur Organisasi

Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi hasil dan dikelola secara bersama-sama. Setiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan. Struktur organisasi dari bisnis katering ini adalah sebagai berikut :

  1. Pimpinan  (Manager)

– pemilik sekaligus pimpinan

– bertanggung jawab teradap jalannya usaha

– koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan

– pengambil keputusan dan sebagai quality control

 

2. Bagian Produksi

– kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja

sesuai jobdis

– bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi

– bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen

– menjaga kebersihan produk dalam proses produksi

– cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur

– mengemas hasil produksi

3. Bagian Pengadaan Bahan Baku

– kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– mencari informasi keberadaan bahan baku

– melakukan pembelian bahan baku

– menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)

4. Bagian Keuangan

-kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi

– mencatat/pembukuan keuangan perusahaan

– mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses

– membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan

– bertanggung jawab terhadap sistem keuangan

5. Bagian Pemasaran

-kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

-mempromosikan dan memasarkan produk

-mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan super market terdekat

-melayani   dengan   ramah,   menanggapi   komplain konsumen dengan ramah dan senyum

 

2.1.2.2  Aspek Pemasaran

                         Target Pasar

Target pasar merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga. Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya

Konsep pemasaran

Terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). Untuk produksi mesti mensurvai para pesaing-pesaing Anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.

Produk dan penetapan Harga

Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya

CONTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK

NASI KUNING (Nasi kuning, Mie, Kering tempe, Ayam goreng, Perkedel, Krupuk udang). NASI PUTIH/URAP (Nasi Putih, Urap – urap, Trancaman, Ayam bumbu rujak, Rempeyek) menu tersebut berharga Rp 7500,-. Selain itu dapat memilih sendiri lauk sesuai selera.

 Distribusi dan Promosi

Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi..

Aspek Operasional

Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan–syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan. Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing. Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar. Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.

 

 

 

 Aspek Keuangan

Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,-. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,-. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.

Proyeksi Keuangan 1 bulan

1.         Kas Rp 5.000.000,-

Modal Rp 5.000.000,-

(Setoran untuk modal awal)

2.          Perlengkapan Rp 1.000.000,-

Kas Rp 1.000.000,-

(Pembelian Perlengkapan)

3.         Peralatan Rp 500.000,-

Kas Rp 500.000,-

(Pembelian Peralatan)

Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

`Minimal mendapat 4 kali pesanan

2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,-)

2 x (200 Porsi x Rp 7.500,-) = Rp 3.000.000,-

2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,-)

2 x (50 Porsi x Rp 8.000,-) = Rp 800.000,- +

Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 3.800.000,-

 

 

Transaksi dalam 1 bulan

1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,-) Rp 200.000,-

Kas Rp 200.000,-

2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,- x 4 Pesanan)

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,-

Kas Rp 1.000.000 ,-

3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,-).

Rp 4.000,- x 500 Porsi = Rp 2.000.000,-

Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,-

Kas Rp 2.000.000,-

 

Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan

     Pendapatan

Porsi Besar 2x(200Porsi x Rp 7.500,-) =Rp 3.000.000,-

Porsi Kecil 2x(50Porsi xRp8.000,-)=Rp 800.000,- +  Rp 3.800.000,-

     Biaya-biaya

Biaya Angkut Rp 200.000,-

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,-

Biaya Bahan Baku Rp2.000.000,- +Rp3.200.000,- + Laba Rp600.000,-

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa. Mulai dari masalah produksi, staf, produknya (menu), pemasaran, logistik ,dan promosi, semuanya harus masuk “check-list”. Hal ini untuk menghindarkan situasi yang “chaos”(tumpang-tindih, RED), dan manajemen tambal sulam di masa mendatang. Kita tidak perlu membuat rencana kerja setebal 100 halaman misalnya, tapi cukup 2 halaman saja. Namun segala aspek dari bisnis apapun yang  telah kita pikirkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sugiarto. 2010. http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/12/11/contoh-rencana-bisnis-perusahaan-susu-kedelai-%E2%80%9Csari-alami%E2%80%9D/. diakses tanggal 10 maret 2012. Jam 20.43 WIB.

Gesang. 2010. http://gesangunair.wordpress.com/2010/11/03/entrepreneurship-rencana-bisnis/contoh-rencana-bisnis-jasa/.diaksestanggal 10 maret 2012. Jam 20.57 WIB

TUGAS

 MANAJEMEN AGROINDUSTRI

BISNIS PLAN

DISUSUN OLEH:

DENY PURWANTO (115100301111024)

JUNEY HANAFI       (115100300111068)

KHOIRU ARRIJAL   (115100300111016)

MICHAEL MATIUS  (115100300111058)

SOLAGRATICA G    (115100300111044)

TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOILOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Selama penulisan makalah ini banyak pihak-pihak yang telah membantu penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini sampai selesai.  Oleh karena itu,  penulis ingin menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis. Mudah-mudahan semua bantuan dan amal baiknya mendapat imbalan yang berlimpah dari Allah SWT.

Kami  merasa makalah yang di buat ini masih sangat belum sempurna. Maka seran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Agar nantinya makalah yang kami buat bisa lebih baik.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi diri penulis khususnya sendiri juga bagi pembaca pada umumnya.

 

 

 

Malang,     maret 2012

 

Penulis

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Business Plan yang dalam bahasa Indonesia disebut Rencana Bisnis merupakan pernyataan formal dari serangkaian tujuan bisnis, alasan mengapa mereka percaya dicapai, dan rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Pernyataan ini menyampaikan latar belakang informasi tentang organisasi atau tim untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tujuan bisnis pada umumnya bertujuan pada laba, meliputi yang mencari laba maupun tanpa laba. Perusahaan yang bertujuan mencari laba, tentu berfokus pada keuangan, seperti keuntungan atau penciptaan kekayaan. Sedangkan perusahaan nirlaba dan instansi pemerintah, tujuan utamanya bukan untuk mencari keuntungan, dan mereka memiliki status bebas pajak. Meskipun tidak mencari keuntungan mereka tetap memfokuskan diri untuk mengoptimalkan pendapatan, yang dimana pendapatan itu dipakai untuk pengembangan organisasi dan biaya kegiatan-kegiatan. Dalam organisasi nirlaba yang kreatif dapat berkembang dalam upaya untuk menyeimbangkan misi dengan “margin” (atau pendapatan). Rencana bisnis juga dapat menargetkan perubahan dalam persepsi dan branding oleh pelanggan, klien, pembayar pajak, atau komunitas yang lebih luas. Sebuah rencana bisnis mengalami perubahan dalam persepsi dan branding sebagai tujuan utama disebut rencana pemasaran.

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

 

  1. Aspek apa yang di analisa dalam bisnis plan?
  2. Bagaimana menyusun bisnis plan yang baik?
  3. Apa fungsi dari bisnis plan?

 

 

  1. C.    TUJUAN

 

  1. Agar mengetahui bagaimana bisnis plan itu dibuat.
  2. Agar mengetahui bisnis yang akan kita jalankan itu layak atau tidak.
  3. Mengetahui prospek bisnis kedepan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Deskripsi Usaha

2.1.1 Perusahaan 1 ( Susu Kedelai )

2.1.1.1 Data Perusahaan

Nama                                  : Perusahaan Susu Kedelai “SARI ALAMI”

Tempat                                : Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2

Basis operasi                       : Kamal-Bangkalan

Bentuk  usaha                     : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri                                                              Kecil & Menengah (UMKM)

2.1.1.2 Data Pengusaha

Nama                                   : Sugiarto

Tempat,Tanggal Lahir        : Sumenep, 28 januari 1991

Pendidikan                         : Sedang menempuh S1 Pogram Study Agribisnis                                                                   Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo

2.1.2   Struktur Organisasi & Job Discription

2.1.2.1Job Discriptions

  1. Pimpinan  (Manager)

– pemilik sekaligus pimpinan

– bertanggung jawab teradap jalannya usaha

– koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan

– pengambil keputusan dan sebagai quality control

 

2. Bagian Produksi

– kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja

sesuai jobdis

– bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi

– bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen

– menjaga kebersihan produk dalam proses produksi

– cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur

– mengemas hasil produksi

3. Bagian Pengadaan Bahan Baku

– kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– mencari informasi keberadaan bahan baku

– melakukan pembelian bahan baku

– menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)

4. Bagian Keuangan

-kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi

– mencatat/pembukuan keuangan perusahaan

– mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses

– membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan

– bertanggung jawab terhadap sistem keuangan

 

 

5. Bagian Pemasaran

-kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

-mempromosikan dan memasarkan produk

-mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan super market terdekat

-melayani   dengan   ramah,   menanggapi   komplain konsumen dengan ramah dan senyum

2.1.3  Alasan Pemilihan Bisnis

Usaha pembuatan susu kedelai ini dipilih karena susu kedelai dikenal sebagai minuman fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, minuman yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai ini terutama sekali karena kandungan proteinnya, disamping mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Susunan asam amino hampir sama dengan susu sapi. Untuk  itu produk ini tampaknya perlu diperhitungkan dalam menyusun pola menu sehari-hari bagi insan yang memperhatikan kesehatan.

Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia. Kadar protein kedelai mencapai 35,6 % (berat kering), dan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % – 43 %.  Kebutuhan protein yang bersumber dari protein hewani sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan 157,14 gram.

Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu kedelai menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu kedelai lebih murah daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hamper sama. Faktor lain yang menjadikan usaha susu kedelai prospektif adalah mudah dalam pembuatanya.

 

2.1.4  Analisa Operasional

2.1.4.1  Desain Produk

Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas. Pengemasan di sisni dilakukan karena  memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana onsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.

Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang baik. Jenis bahan kemasan  yang digunakan adalah plastik ukuran ½ kg.

Selain itu, pada kemesan juga akan diberi label. Pemberian label di sini tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merk dagang, logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk. Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam tulisan yang dicetak pada kemasan produk. Maka pada kemasan plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI” dan juga  logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk.

2.1.4.2   Proses Produksi

2.1.4.2.1 Bahan:

  1. Kedelai
  2. Vanili
  3. Gula pasir
  4. Garam
  5. Maizena
  6. Air mineral

 

2.1.4.2.2        Cara membuat:

  • Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.
  • Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.
  • o Cuci sampai kulit arinya terkelupas.
  • o Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.
  • Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.
  • Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.
  • Tambakan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.
  • Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah di atas maka dikemasdan kini siap untuk di pasarkan.

2.1.5 Analisa Pemasaran

2.1.5.1 Product (produk)

Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah susu kedelai. Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas dalam plastik ukuran ½ kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI”. Produk yang dihasilkan memiliki manfaat dan kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat dari ekstrak kedelai ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh.

2.1.5.2 Place (lokasi/distribusi)

Usaha ini berlokasi di  Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2. Adapun sasaran pasar poduk susu kedelai ini adalah mahasiswa di kampus universitas Trunojoya dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

2.1.5.3  Price (harga)

Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen). Adapun rencana harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik ½ kg.

2.1.5.4  Promotion (promosi)

Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan media internet sebagai sarana e-business. Untuk promosi melalui internet akan dipromosikan lewat facebook dan situs-situs e-business lainnya seperti: berniaga.com dll. serta melalui blog pemilik usaha yaitu ; sugiartoagribisnis.wordpress.com .

2.1.5.5 Analisis Peluang Pasar

Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.

Metode pemasaran Susu Kedelai “SARI ALAMI” ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut kemulut).

Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen  di pasar bersaing. dengan menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.

2.1.5.6  Tingkat Persaingan

Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa. Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kampus Universitas Trunojoyo.

2.1.6 Analisa Keuangan

2.1.6.1  Analisa Biaya Usaha

a. Biaya tetap

No Uraian Jumlah (unit) Harga (Rp) Jumlah harga (Rp) Masa pakai (Th) Penyusutan (Th) Penyusutan (Bln)
1 Rumah produksi 1 10.000.000 10.000.000 10 1.000.000 83.333,33
2 Diesel giling 1 2.750.000 2.750.000 10 275.000 22.916,67
3 Kain 1 meter 2 Rp. 5000 10.000 1 5.000 416,67
3 Gunting 5 5.000 25.000 2 12.500 1.041,67
4 Bak 6 17.000 102.000 2 51.000 4.250,00
5 Keranjang 4 25.000 100.000 2 50.000 4.166,67
6 Kompor 4 150.000 600.000 6 100.000 8.333,33
7 Panci 4 75.000 300.000 6 50.000 4.166,67
Total 13.887.000 128.625,00

 

 

 

 

 

b. Biaya variabel

No Uraian Jumlah(unit) Harga( Rp) Jumlah harga (Rp)
1 Bahan baku
Kedelai 10 kg 6000 60.000
Gula pasir 4 kg 8.000 24.000
Vanili 2 bungkus 2000 4.000
Coklat 2 kaleng 15.000 30.000
2 Bahan pendukung
Gas LPG 8 tabung 17.500 140.000
Plastik ukuran  ½ kg 1 bendel 5.000 5.000
Solar 4 liter 4.500 18.000
Sablon label plastik 1 bendel 3.000 3.000
3 Tenaga kerja
Pencuci kedelai 2 orang 20.000 40.000
Perebus + Penyaring + Pengemas 2 orang 20.000 40.000
Penggiling 1 orang 30.000 30.000
Pengantar utk dipasarkan 1 orang 20.000 20.000
Administrasi keuangan 1 orang 25.000 25.000
Pengadaan bahan 2 orang 25.000 50.000
Total 489.000

Biaya variabel perbulan adalah Rp. 489.000 x 30 = Rp. 14.670.000

 

c. Biaya lain – lain (perbulan)

no Uraian Volume Harga per unit Jumlah harga
Jumlah Unit
1 Transportasi 1 Bln 200.000 200.000
2 Promosi 1 Bln 100.000 100.000
3 Listrik 1 Bln 200.000 200.000
Total 500.000

 

Jumlah biaya usaha

No Jenis biaya Jumlah biaya (Rp/bln)
1 Biaya tetap 128.625
2 Biaya variabel 14.670.000
3 Lain – lain 500.000
Total 15.298.625

 

 

2.1.6.2  Penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usaha

No Jumlah produksi Harga perunit (Rp) Penerimaan per hari (Rp) Penerimaan per bulan (Rp)
200 kemasanAmpas 2 kg 3.0005.000 600.00010.000 18.000.000300.000
Total 18.300.000

 

Pendapatan (laba) perbulan =  total revenue – total cost

= 18.300.000 – 15.298.625

= 3.001.375

R/C ratio =  total revenue : total cost

= 18.300.000 : 15.298.625,01

1,197

Berdasarkan hasil dari Tabel Analisis Biaya dan penghitungan diatas dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).

 

2.1.7 Analisa SWOT

2.1.7.1 Strengths (Kekuatan)

a)      Proses pembuatannya mudah dan sederhana

b)      Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).

c)      Harga jual murah meriah

d)     Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia

e)      Memanfaatkan e-Business  untuk  mempromosikan   produk melalui internet.

f)       Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa

g)      Kemasan menarik dan berlabel

h)      Kualitas produk terjamin

 

2.1.7.2  Weaknesses (Kelemahan)

a)      Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan                                 beberapa waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.

b)      Manejemen perusahaan masih sederhana

c)      Terdapat endapan pada susu kedelai.

d)     Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu

e)      Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa

f)       Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah

g)      Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai

2.1.7.3 Opportunities (Peluang )

a)    Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat

b)    Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan

c)    Belum ada pesaing  khususnya untuk pemasaran di kampus

d)   Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.

2.1.7.4  Threats (Ancaman)

a) Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk

b)  Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari

c)  Munculnya pesaing baru

d)  Banyaknya  variasi minuman ringan

 

2.1.2 Perusahaan 2 ( Bisnis Katering )

2.1.2.1  Analisa Struktur Organisasi

Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi hasil dan dikelola secara bersama-sama. Setiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan. Struktur organisasi dari bisnis katering ini adalah sebagai berikut :

  1. Pimpinan  (Manager)

– pemilik sekaligus pimpinan

– bertanggung jawab teradap jalannya usaha

– koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan

– pengambil keputusan dan sebagai quality control

 

2. Bagian Produksi

– kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja

sesuai jobdis

– bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi

– bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen

– menjaga kebersihan produk dalam proses produksi

– cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur

– mengemas hasil produksi

3. Bagian Pengadaan Bahan Baku

– kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– mencari informasi keberadaan bahan baku

– melakukan pembelian bahan baku

– menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)

4. Bagian Keuangan

-kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

– melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi

– mencatat/pembukuan keuangan perusahaan

– mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses

– membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan

– bertanggung jawab terhadap sistem keuangan

5. Bagian Pemasaran

-kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis

-mempromosikan dan memasarkan produk

-mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan super market terdekat

-melayani   dengan   ramah,   menanggapi   komplain konsumen dengan ramah dan senyum

 

2.1.2.2  Aspek Pemasaran

                         Target Pasar

Target pasar merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga. Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya

Konsep pemasaran

Terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). Untuk produksi mesti mensurvai para pesaing-pesaing Anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.

Produk dan penetapan Harga

Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya

CONTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK

NASI KUNING (Nasi kuning, Mie, Kering tempe, Ayam goreng, Perkedel, Krupuk udang). NASI PUTIH/URAP (Nasi Putih, Urap – urap, Trancaman, Ayam bumbu rujak, Rempeyek) menu tersebut berharga Rp 7500,-. Selain itu dapat memilih sendiri lauk sesuai selera.

 Distribusi dan Promosi

Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi..

Aspek Operasional

Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan–syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan. Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing. Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar. Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.

 

 

 

 Aspek Keuangan

Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,-. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,-. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.

Proyeksi Keuangan 1 bulan

1.         Kas Rp 5.000.000,-

Modal Rp 5.000.000,-

(Setoran untuk modal awal)

2.          Perlengkapan Rp 1.000.000,-

Kas Rp 1.000.000,-

(Pembelian Perlengkapan)

3.         Peralatan Rp 500.000,-

Kas Rp 500.000,-

(Pembelian Peralatan)

Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

`Minimal mendapat 4 kali pesanan

2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,-)

2 x (200 Porsi x Rp 7.500,-) = Rp 3.000.000,-

2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,-)

2 x (50 Porsi x Rp 8.000,-) = Rp 800.000,- +

Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 3.800.000,-

 

 

Transaksi dalam 1 bulan

1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,-) Rp 200.000,-

Kas Rp 200.000,-

2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,- x 4 Pesanan)

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,-

Kas Rp 1.000.000 ,-

3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,-).

Rp 4.000,- x 500 Porsi = Rp 2.000.000,-

Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,-

Kas Rp 2.000.000,-

 

Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan

     Pendapatan

Porsi Besar 2x(200Porsi x Rp 7.500,-) =Rp 3.000.000,-

Porsi Kecil 2x(50Porsi xRp8.000,-)=Rp 800.000,- +  Rp 3.800.000,-

     Biaya-biaya

Biaya Angkut Rp 200.000,-

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,-

Biaya Bahan Baku Rp2.000.000,- +Rp3.200.000,- + Laba Rp600.000,-

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa. Mulai dari masalah produksi, staf, produknya (menu), pemasaran, logistik ,dan promosi, semuanya harus masuk “check-list”. Hal ini untuk menghindarkan situasi yang “chaos”(tumpang-tindih, RED), dan manajemen tambal sulam di masa mendatang. Kita tidak perlu membuat rencana kerja setebal 100 halaman misalnya, tapi cukup 2 halaman saja. Namun segala aspek dari bisnis apapun yang  telah kita pikirkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sugiarto. 2010. http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/12/11/contoh-rencana-bisnis-perusahaan-susu-kedelai-%E2%80%9Csari-alami%E2%80%9D/. diakses tanggal 10 maret 2012. Jam 20.43 WIB.

Gesang. 2010. http://gesangunair.wordpress.com/2010/11/03/entrepreneurship-rencana-bisnis/contoh-rencana-bisnis-jasa/.diakses tanggal 10 maret 2012. Jam 20.57 WIB

Categories: Document