KESEHATAN : 7 Juta Orang Tewas Akibat Polusi Udara Setiap Tahun

7 Juta Orang Tewas Akibat Polusi Udara Setiap Tahun

Rabu, 26 Maret 2014 Waktu Washington, DC: 22:03

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan polusi udara sekarang ini adalah risiko kesehatan lingkungan terbesar

Seorang pria dan anjingnya, dua-duanya memakai masker, berjalan di tengah udara berkabut asap di Beijing (23/2).

Lisa Schlein

26.03.2014

JENEWA — Sebuah laporan terbaru menyatakan tujuh juta orang tewas karena terpapar polusi udara pada 2012, lebih dari dua kali lipat jumlah sebelumnya yang diperkirakan pada 2008.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatkan polusi udara saat ini adalah risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia dan merupakan masalah global. Lembaga ini melaporkan bahwa satu dari delapan orang di seluruh dunia meninggal karena polusi udara.

Menurut WHO, data baru menunjukkan bahwa orang-orang yang terpapar polusi udara di dalam dan luar ruangan meninggal dini karena penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung iskemik, penyakit pulmonary kronis dan kanker.

WHO melaporkan bahwa sebagian besar kematian akibat polusi udara terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di Asia Tenggara dan Pasifik barat, tempat setengah dari populasi dunia masak dan menghangatkan rumah mereka menggunakan api terbuka dan kompor sederhana.

Para pejabat kesehatan mengatakan penggunaan batu bara dan bahan bakar biomassa, seperti kayu bakar, kotoran hewan dan limbah tanaman, bertanggung jawab atas kematian dini 4,2 juta orang pada 2012. Mereka mengaitkan 3,7 kematian lainnya di daerah perkotaan dan pedesaan dengan polusi udara.

Koordinator kesehatan publik, determinan lingkungan dan sosial pada WHO, Carlos Dora, mengatakan udara bersih tidak dapat dibeli dalam botol.

“Untuk menyelesaikan isu ini, cukup penting bagi negara-negara, bangsa-bangsa untuk mengambil tindakan, yang kurang lebih terkoordinasi dan alasan untuk ini adalah bahwa partikel-partikel kecil di udara bisa bepergian ribuan kilometer, biasanya dari belahan bumi ke arah timur. Jadi polusi di satu negara dapat berimbas pada sejumlah negara lain,” ujar Dora.

Dora mengatakan polusi udara dulu lebih parah di negara maju daripada negara berkembang. Namun sekarang negara-negara maju, terutama Inggris dan AS, telah mengambil tindakan, yang secara dramatis mengurangi polusi udara selama satu dekade terakhir.

“Keberhasilan terutama ada pada intervensi bidang energi. Dari segi transportasi, mesin yang lebih baik, bahan bakar yang lebih bersih, teknologi energi yang lebih efisien, pengurangan kebutuhan pemakaian energi, insulasi rumah dan lain-lain. Energi bersih, energi surya, angin, yang tidak memerlukan pembakaran lebih baik dibandingkan yang menggunakan pembakaran,” ujarnya.

Dora mengatakan dalam banyak kasus strategi-strategi polusi udara yang lebih bersih akan lebih ekonomis dalam jangka panjang karena biaya perawatan kesehatan menurun.

http://www.voaindonesia.com/content/tujuh-juta-orang-tewas-akibat-polusi-udara-setiap-tahun/1879331.html

HUKUM : MK putus ganti rugi Lapindo dibayar negara

MK putus ganti rugi Lapindo dibayar negara

Mohammad Atik Fajardin

Rabu,  26 Maret 2014  −  22:36 WIB

MK putus ganti rugi Lapindo dibayar negara

Sindonews.com – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk pembayaran ganti rugi korban lumpur Lapindo, ditanggung melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut seperti dikutip dari risalah sidang di situs MK, mahkamahkonstitusi.go.id. “Menjatuhkan putusan dalam perkara Pengujian Undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2013 tentang perubahan UU Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).” bunyi hasil putusan di situs MK, Rabu (26/3/2014).

Dalam pasal 9 ayat (1) tersebut, ditetapkan kerugian masyarakat di Peta Area Terdampak (PAT) menjadi tanggung jawab PT Lapindo Brantas. Sedangkan kerugian di luar PAT menjadi tanggung jawab negara.

Pembagian tanggung jawab tersebut menyebabkan dikotomi ketentuan hukum dan ketidakadilan di PAT dan luar PAT. Karena dikotomi tersebut, lahirlah ketentuan ganti rugi untuk masyarakat di dalam PAT adalah tanggung jawab PT Lapindo.

Sedangkan di luar PAT adalah tanggung jawab pemerintah sebagaimana diatur dalam PP Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penangggulangan Lumpur Sidoarjo jo PP Nomor 48 tahun 2008 tentang Perubahan Atas PP Nomor 14 tahun 2007 jo PP Nomor 40 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 14 jo PP Nomor 68 tahun 2011 perubahan ketiga atas PP Nomor 14 tahun 2007 jo PP Nomor 37 Tahun 2012 tentang Perubahan keempat atas PP Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

Sejak 2008, kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 yang memasukkan kawasan sebagian Kecamatan Besuki, Kedung Cangkring dan Pejarakan, Kecamatan Jabon, mendapat ganti rugi.

Pasalnya, ganti rugi kawasan itu tidak ditanggung oleh Lapindo, melainkan ditanggung oleh pemerintah. Untuk pembayaran ganti rugi tiga desa itu bisa dibilang cepat, tahun 2010 pembayaran aset milik warga di tiga desa itu sudah tuntas.

Tahun, 2009 keluar Perpres Nomor 40, yang memasukkan wilayah seperti di  sembilan RT di Kelurahan Mindi, Jatirejo Barat dan Siring Barat, dimasukkan PAT yang ganti ruginya ditanggung pemerintah.

Tahun 2010, Presiden mengeluarkan Perpres Nomor 54, kemudian keluar Prepres Nomor 68 tahun 2011, Perpres Nomor 32 tahun 2012. Perpres itu salah satunya perluasan PAT yang ganti ruginya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Yaitu meliputi 65 RT di Desa Ketapang, Pamotan, Gempolsari dan Glagaharum. Kini ganti rugi yang ditanggung pemerintah di 65 RT itu, tinggal pelunasan yang dianggarkan dana sekira Rp550 miliar dalam APBN 2014.

Ironisnya, ketika warga yang daerahnya masuk PAT tanggung jawab pemerintah sudah mendapat pembayaran. Bahkan sebagian besar sudah dilunasi, ternyata warga yang ganti rugi asetnya masuk PAT menjadi tanggung jawab Lapindo, belum juga dilunasi.

Hal inilah yang membuat korban lumpur di wilayah PAT tanggung jawab Lapindo merasa dianaktirikan. Padahal, aset mereka sudah terendam lumpur dan aset warga yang ganti ruginya menjadi tanggung jawab pemerintah belum terendam lumpur.

Berulangkali korban lumpur di PAT tanggung jawab Lapindo menuntut pemerintah untuk memberi dana talangan. Namun, upaya korban lumpur selalu sia-sia, mereka sudah berulangkali datang ke Jakarta menemui pejabat terkait.

Bahkan, Presiden SBY sekalipun juga ditemui oleh korban lumpur agar pemerintah memberi dana talangan. Lagi-lagi, perjuangan korban lumpur tidak ada hasilnya.

Presiden SBY memang pernah meminta agar keluarga Bakrie segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi. Kenyataannya, apa yang diucapkan presiden seolah tidak ada taringnya dan sampai saat ini Lapindo belum melunasi pembayaran aset korban lumpur.

 

(maf)

http://nasional.sindonews.com/read/2014/03/26/13/848012/mk-putus-ganti-rugi-lapindo-dibayar-negara

EKONOMI DUNIA : Harga minyak di Asia naik terdongkrak data AS

Harga minyak di Asia naik terdongkrak data AS

Rabu,  26 Maret 2014  −  13:47 WIB

Harga minyak di Asia naik terdongkrak data AS

Sindonews.com – Harga minyak di perdagangan Asia hari ini naik,  karena data indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) berada di level tertinggi dalam enam tahun.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 21 sen menjadi USD99,40 per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 23 sen menjadi USD107,22  per barel.

Indeks Conference Board’s AS untuk kepercayaan pada Maret datang di angka 82,3 poin – tertinggi sejak Januari 2008 – dari 78,3 poin pada Februari, jauh lebih baik dari perkiraan sebelumnya sebesar 78,9 poin.

Indeks menunjukkan bahwa konsumen Amerika lebih percaya diri atas prospek ekonomi terbesar di dunia tersebut, yang juga akan menjadi pertanda baik terhadap permintaan energi.

“Kepercayaan konsumen di AS naik ke level tertinggi dalam enam tahun pada Maret sebagai tanda bahwa ekonomi Amerika lebih optimis di saat mendekati musim semi,” kata Phillip Futures dalam sebuah komentar pasar, seperti dilansir dari Economic Times, Rabu (26/3/2014).

Pasar juga mengawasi laporan data stok energi AS yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat, dengan analis memperkirakan terjadi kenaikan cadangan yang bisa menempatkan tekanan pada harga minyak.

Pergerakan lalu lintas di jalur minyak utama di Amerika Serikat melambat setelah terjadi tabrakan kapal di Selat Malaka.

Shailaja Nair, managing editor senior penyedia informasi pasar energi Platts menilai meskipun Houston Ship Channel dibuka kembali, gerakan kapal masih belum kembali normal, memperlambat pasokan ke kilang Gulf Coast, AS. “Jika kilang minyak tidak mengambil jumlah yang biasa, stok minyak mentah akan naik,” jelas Nair.

 

(dmd)

http://ekbis.sindonews.com/read/2014/03/25/35/847643/harga-minyak-dunia-naik-terdorong-impor-china

EKONOMI DUNIA : Harga minyak dunia naik terdorong impor China

Harga minyak dunia naik terdorong impor China

Rabu,  26 Maret 2014  −  13:47 WIB

Harga minyak di Asia naik terdongkrak data AS

Sindonews.com – Harga minyak mentah di perdagangan global hari ini naik, setelah data impor China lebih dari jumlah bulan lalu.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 36 sen menjadi USD99,96 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Mei, naik 30 sen menjadi USD107,11 per barel.

“Fokus saat ini ada pada persediaan menyusul berita semalam bahwa persediaan minyak mentah China naik ke level tertinggi pada Februari setelah dua bulan mencatat rekor impor,” ujar analis Bank Saxo, Ole Hansen, seperti dilansir dari Xin MSN, Selasa (25/3/2014).

Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi (IEA) AS diperkirakan akan melaporkan cadangan minyak mentah Amerika meningkat untuk data pekan kemarin. Hal itu menjadi sinyal melemahnya permintaan konsumen minyak mentah terbesar di dunia tersebut.

Minyak mentah berjangka juga naik setelah pengiriman minyak utama Amerika Serikat ditutup akibat tabrakan yang mengakibatkan tumpahan minyak.

Kenny Kan, analis CMC Markets Singapura mengatakan, penutupan sementara pengiriman rute Houston telah mengangkat harga WTI.

Seperti diketahui, The Houston Ship Channel ditutup setelah peristiwa tabrakan pada akhir pekan antara perahu tongkang dengan kapal yang mengakibatkan tumpahan bahan bakar minyak sekitar 168.000 galon (636.000 liter) di Selat Malaka. Penutupan mengganggu pasokan ke kilang Gulf Coast, AS.

Dalam komentar pasarnya, Kan menyebutkan, penutupan sementara pengiriman tidak memiliki dampak nyata pada laporan persediaan minyak mentah pekan ini, yang telah menyebabkan banyak volatilitas.

 

(dmd)

http://ekbis.sindonews.com/read/2014/03/25/35/847643/harga-minyak-dunia-naik-terdorong-impor-china