Vitamin E bantu lindungi jantung mantan perokok

Vitamin E bantu lindungi jantung mantan perokok

Peneliti di Ohio State University menunjukkan pentingnya vitamin E bagi kesehatan jantung orang yang sudah berhenti merokok. Mereka menunjukkan adanya perbaikan pada fungsi pembuluh darah berkaitan dengan konsumsi vitamin E tertentu.

Hasil ini diketahui setelah mereka melakukan penelitian terhadap perokok yang diminta untuk berhenti selama tujuh hari. Setelah berhenti merokok, peneliti menemukan adanya peningkatan fungsi pembuluh darah sebesar 2,8 persen. Bagi mereka yang mengonsumsi vitamin E berbentuk gamma-tocopherol, peningkatan fungsi pembuluh darah bertambah sekitar 1,5 persen.

Meski peningkatan fungsi pembuluh darah ini tampak kecil, namun ini bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 13 – 19 persen di masa depan, seperti dilansir oleh Third Age(24/04).

“Ini adalah penelitian jangka pendek yang menunjukkan hasil yang menjanjikan. Kami berharap mengembangkan sebuah terapi yang bisa meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung di masa depan,” ungkap peneliti pada pertemuan Experimental Biology di Boston.

Sayangnya vitamin E yang digunakan dalam penelitian ini bukan vitamin E yang bebas dijual di pasaran. Vitamin E yang digunakan adalah gamma-tocopherol, sementara vitamin E yang dijual di pasaran adalah alpha-tocopherol. Peneliti akan meneliti lebih lanjut apakah hal yang sama berlaku pada vitamin E yang bisa didapatkan di pasaran.

SBY: Dalam 5 tahun pemerintah buat kemajuan di sektor migas

Rabu, 15 Mei 2013 11:34:23

SBY: Dalam 5 tahun pemerintah buat kemajuan di sektor migas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pemerintah sudah membuat berbagai kemajuan di sektor migas. Sektor ini pula yang telah memberikan banyak kemajuan bagi pembangunan nasional.

“Saya juga senang industri makin masuk persaingan yang sehat dan wajar,” ujar SBY saat memberi sambutan pada pembukaan IPA Convention and Exhibition di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

SBY melanjutkan, investasi minyak bumi merupakan proyek jangka panjang. Dengan demikian, sudah menjadi tugas pemerintah untuk mempertahankan iklim investasi yang kondusif, termasuk pembuatan peraturan perundangan yang menjamin para investor.

“Salah satu yang dilakukan reformasi birokrasi dalam hulu migas, harus bisa disederhanakan, harus bisa dipangkas jadi berlangsung cepat sementara kaidah-kaidah juga harus dipatuhi,” tandasnya.

Selama lima tahun terakhir pemerintahannya, negara sudah mendapatkan penghasilan dari sektor migas sebesar Rp 300 triliun. Dengan jumlah itu, SBY meminta kepada Menteri ESDM Jero Wacik untuk mempertahankan atau meningkatkannya.

“Sektor migas bukan hanya kegiatan ekstraktif, berikan dukungan pada pembangunan industri migas yang makin inklusif, kerakyatan dan ramah lingkungan,” paparnya.

[mtf]