5 Makanan untuk Atasi Rasa Kantuk di Siang hari

22 April 2013 | 14:25

5 Makanan untuk Atasi Rasa Kantuk di Siang hari

Liputan6.com, Jakarta : Rasa kantuk di siang hari seringkali mengganggu pekerjaan. Berikut ini ada 5 makanan yang efektif mencegah kantuk di siang hari, seperti dilansir Care2, Senin (22/4/2014):

1. Semangkuk oat

Diet tinggi serat ini bisa membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan sepanjang hari. Oatmeal juga bisa menurunkan berat badan, mencegah kelesuan, dan lemas, sekaligus mengandung vitamin B1, yang dikenal untuk melawan kelelahan.

2. Sejumlah kenari

Penelitian beberapa waktu lalu menyebutkan, mengunyah kenari dapat meningkatkan semangat Anda. Jadi jangan heran kalau kacang mengandung omega-3 asam lemak, bisa melawan gejala depresi.

3. Roti gandum

Karbohidrat kompleks di dalam roti gandum, bisa memberikan dorongan energi tanpa mengganggu kadar gula darah.

4. Jeruk atau paprika

Keluarga Vitamin C ini dapat langsung memberikan kesegaran ke dalam tubuh dan pikiran. Vitamin ini juga membantu mengurangi kortisol, hormon penyebab stres dan menurunnya energi.

5. Secangkir yoghurt

Yoghurt akan melakukan pekerjaan luar biasa bagi pencernaan Anda. Hasilnya, Anda bisa memiliki lebih banyak energi. Coba biasakan makan 8 ons yoghurt setiap hari, maka Anda akan merasa bebas dari kelelahan kronis dalam waktu seminggu atau lebih

.http://health.liputan6.com/read/567627/5-makanan-untuk-atasi-rasa-kantuk-di-siang-hari

Stres, Siswa SMP Ambruk Saat UN 2013

Senin, 22 April 2013 11:32 wib

Pelaksanaan UN tingkat SMP (Ilustrasi, Foto: Koran Sindo)Pelaksanaan UN tingkat SMP (Ilustrasi, Foto: Koran Sindo)

TAPANULI SELATAN – Seorang siswa SMPN 1 Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pingsan saat melaksanakan ujian nasional (UN) hari pertama.

Siswa bernama Radit itu pingsan 30 menit setelah pelaksanaan UN dimulai, Senin (22/4/2013) pagi. Saat mengerjakan soal, siswa yang berada di ruang II itu tiba-tiba ambruk dan pingsan. Seluruh tubuhnya berkeringat sehingga dia terpaksa dibawa ke ruang UKS.

Pihak sekolah akhirnya memanggil bidan desa yang tinggal di sekitar sekolah untuk merawat Radit. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil. Radit tetap tidak dapat melanjutkan ujian di hari pertamanya dan hanya terbaring di ruang UKS sampai waktu pelaksanaan UN selesai atau sekira pukul 10.00 WIB. Hingga ujian berakhir, Radit masih sullit diajak berkomunikasi.

Dugaan kuat, Radit stres menghadapi UN hari pertama ini. Sebelum UN mata pelajaran Bajasa Indonesia dimulai, dia sudah tampak gelisah.

Kepala SMPN 1 Angkola Timur, Marasi Tambunan, mengatakan, pihaknya akan mengusahakan agar Radit dapat mengikuti ujian susulan.

Di SMPN 1 Angkola Timur, terdapat 139 siswa kelas IX yang mengikuti UN.
(Lukman hakim Harahap/Sindo TV/ton)

http://news.okezone.com/read/2013/04/22/340/795379/stres-siswa-smp-ambruk-saat-un

HYMNE,MARS UNIVERSITAS BRAWIJAYA

HYMNE UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Pada zaman cemerlang budaya Indonesia
Jaya bertahta permata pujaan negara
Penyuluh jiwa budi satria nan perwira
Itulah Sri Maharaja Brawijaya mulia
O, Brawijaya luhur citanya, luhur tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi, kebangunan Indonesia
Di bawah naunganmu berdaya tempat dharma
Pengasuh budaya bagi putra-putri bangsa
Rela berdharma bakti berjuang nan satria
Mengabdi pada pertiwi bumi Indonesia
O, Brawijaya bangun citanya, bangun tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi, kemuliaan bangsa
Padamu ‘ku berjanji setia jiwa raga
Menuntut budaya untuk kemuliaan bangsa
Menjunjung tinggi cita pusaka Brawijaya
Mengabdi pada pertiwi bumi Indonesia
O, Brawijaya hidup citanya, hidup tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi kekayaan Indonesia

——————————————————–

MARS UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Berpadu di derap langkah menyambut terangnya sang surya
Universitas Brawijaya sumber Ilmu dan budaya
Kibarkan tekad patria serempak dalam satu cita
Ayo bangkit semangat baja bahagia menanti kita
Maju terus maju Almamater tercinta Universitas Brawijaya
Dengan rahmat Tuhan dan dasar pancasila abadilah namamu
Dengan jiwa Tri Dharmamu kami setia mengawalmu Universitas Brawijaya jayalah sepanjang masa.

———————————————————————————

Visi & Misi Universitas Brawijaya

Visi

Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Misi

  1. Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan alam oleh Tuhan YME dan sadar bahwa setiap kehidupan mempunyai hak untuk dihargai.
  2. Menyelenggarakan proses pendidikan agar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau profesional yang bermutu serta berkepribadian/berjiwa enterprenir.
  3. Melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora dan seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Tujuan

  • Menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu membelajarkan diri, memiliki wawasan yang luas memiliki disiplin dan etos kerja, sehingga menjadi tenaga akademis dan profesional yang tangguh dan mampu bersaing di tingkat internasional.
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna mendorong pengembangan budaya.
  • Mempunyai kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan konsep pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah.

Sejarah Universitas Brawijaya

Sejarah Universitas Brawijaya

Nama Universitas Brawijaya (disingkat UB) diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata. Jumlah tersebut meliputi program Diploma, Sarjana, Magister, Doktor dan Spesialis yang tersebar dalam 12 fakultas dan dua program pendidikan.

Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.

Nama Universitas Brawijaya diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Nama ini berasal dari gelar Raja-Raja Majapahit yang merupakan kerajaan besar di Indonesia pada abad 12 sampai 15. Universitas Brawijaya dinegerikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 196 tahun 1963 dan berlaku sejak 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya. Perjalanan Universitas Brawijaya sebelum dinegerikan diawali pada tahun 1957 di Malang berdiri cabang Universitas Sawerigading Makassar yang hanya terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1960 diganti namanya menjadi Universitas Kotapraja Malang. Dibawah naungan Universitas tersebut beberapa bulan berikutnya terdapat tambahan dua fakultas yaitu Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Universitas Kotapraja Malang inilah yang kemudian diganti namanya menjadi Universitas Brawijaya.

Pada saat dinegerikan, Universitas Brawijaya hanya mempunyai 5 fakultas yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ketatanegraan dan Ketataniagaan (FKK merupakan perluasan dari FAN dan saat ini namanya adalah Fakultas Ilmu Administrasi – FIA), Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). FKHP kemudian dipecah menjadi dua fakultas pada tahun 1973, yaitu Fakultas Peternakan (FPt) yang berada di Universitas Brawijaya dan Fakultas Kedokteran Hewan yang berada dibawah naungan Universitas Airlangga. Fakultas Teknik (FT) berdiri tahun 1963 berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 167 tahun 1963 tertanggal 23 Oktober 1963.

Berdasarkan SK Presiden Nomor 59 tahun 1982 tanggal 7 September 1982 tentang struktur organisasi Universitas Brawijaya, Fakultas Perikanan (FPi) menjadi fakultas tersendiri karena sejak tahun 1977 digabung menjadi satu dengan Fakultas Peternakan dengan nama Fakultas Peternakan dan Perikanan. Sebagai catatan bahwa Fakultas Perikanan telah berdiri sejak tahun 1963 di Probolinggo yang merupakan Jurusan dari FKHP Universitas Brawijaya. Fakultas Kedokteran (FK) secara resmi berada di bawah Universitas Brawijaya sejak tahun 1974 setelah sejak berdirinya tahun 1963 dibawah Yayasan Perguruan Tinggi Jawa Timur. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Universitas Brawijaya menambah satu lagi fakultas yaitu Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang merupakan peningkatan satus dari Jurusan Teknologi Pertanian yang sebelumnya berada di Fakultas Pertanian.

Lagu Hymne Brawijaya diciptakan oleh seorang mahasiswa FKHP Yanardhana pada tahun 1963, sedangkan Mars Universitas Brawijaya diciptakan oleh Lilik Sugiarto tahun 1996. Kedua lagu ini masih digunakan sampai sekarang.

Saat ini Universitas Brawijaya dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito yang dibantu oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS., Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Warkum Sumitro, SH., MH., dan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H.R.B. Ainurrasjid, MS.

 

Kisah Imam Ali bin Abi thalib dan Sedekah Buah Delima

Kisah Imam Ali bin Abi thalib dan Sedekah Buah Delima

Kisah-imam-ali

Pada kesempatan kali ini, saya ingin posting tentang Kisah Imam Ali dan sedekah Buah Delima.Semoga kisah nantinya ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita. Berikut adalah Kisahnya :

Dikisahkan oleh ka’ab bin Akhbar. Ketika Fathimah, Putri Rasulullah saw, sekaligus istri Ali bin Abi Thalib r.a sakit, ia ditanya oleh suaminya, ” wahai Fathimah, engkau ingin buah apa?”
“Aku ingin buah delima”. Jawabnya.
Ali r.a terdiam sejenak, sebab ia merasa tidak memiliki uagn sepeserpun. Namun, ia segera berangkat, berusaha mencari pinjaman uang satu dirham. Setelah mendapatkan pinjaman, ia pergi kepasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Ditengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat seseorang yang tergeletak sakit dipinggir jalan, maka Ali pun berhenti dan menghampirinya. “Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?” tanya imam Ali.

“wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit ditempat ini, banyak orang yang berlalu lalang, namun tak ada satu pun dari mereka yang mau peduli kepada ku, padahali hatiku ingin sekali makan buah delima.” Jawab orang sakit tersebut.

Mendengar jawabannya, Ali pun terdiam sebentar, sambil berkata dalam hati, “Buah delima yang hanya sebiji ini, sengaja aku beli untuk istriku, kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fathimah akan sedih sekali, Namun jika tidak aku berikan berarti aku tidak menepati firman Allah, *”Terhadap sipengemis, Engkau janganlah menghardiknya.” *(QS. Al-Dhuha : 10). Juga sabda Nabi saw, ” janganlah sekali-kali kamu menolak pengemis, sekalipun diatas kendaraan”.

Kemudian Ali membelah buah delima itu menjadi dua bagian, setengahnya lagi untuk fathimah. Sesampai dirumah ia menceritakan peristiwa itu kepada istrinya, dan Fathimah merangkulnya serta mendekapnya seraya berkata kepada suaminya, ” Kenapa kamu sedih, demi Allah yang maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu.” Dengan wajah yang cerah Ali merasa sangat gembira dengan penuturan istrinya.

Tidak lama kemudian datanglah seorang tamu yang mengetuk pintu, lalu Ali berkata, “Siapakah tuan?””Aku salman alfarisi,” Jawab orang yang menetuk pintu itu. Setelah pintu dibuka, Ali melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup, dan diletakkkan didepan Ali, lalu Ail bertanya,” Dari manakah nampan ini wahai Salman ?”.

“Dari Allah swt untukmu melalui perantaraan Rasulullah saw.” Jawabnya.
Setelah penutup nampan tersebut dibuka, terlihat didalamnya Sembilan biji deilma, tetapi Ali langsung memprotes, Katanya, ” Hai Salman, jika ini memang untukku, Pasti jumlahnya sepuluh.” Lalu ia membacakan firman Allah swt, *”Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepulu kali lipat amalnya (Balasannya).”* (QS.Al-An’am ; 160 )

Salman pun langsung tertawa, sambil mengembalikan sebuah delima yang masih ditangannya, seraya berkata, “Wahai Ali, demi Allah, sandiwaraku ini hanya sekadar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang Engkau bacakan tadi.”

Wassalamu’aliakum Warohmatullahi Wa Barokaatuhu