2

14 Makanan pendongkrak stamina

Rabu, 24 April 2013 18:13:00

14 Makanan pendongkrak stamina

Telur dan daging adalah makanan penambah stamina. Namun, para vegetarian tentunya juga ingin memiliki tubuh yang energik dan bugar tanpa harus makan produk hewani. Tenang, ada beberapa makanan yang ampuh meningkatkan stamina selain daging, ikan atau telur, mereka adalah sayuran dan buah. Makanan ini dapat membuat Anda tetap fit dan juga memberikan semua energi yang Anda butuhkan. Yuk simak tips dari Boldsky!

1. Pisang

Pisang memiliki kombinasi serat dan fruktosa atau gula alami. Makan pisang dapat memberikan energi instan dan meningkatkan stamina untuk waktu yang jangka panjang.

2. Selain kacang

Selai kacang mengandung banyak asam lemak omega-3 atau dikenal sebagai lemak baik. Jenis lemak ini melindungi jantung, mengurangi rasa nyeri dan juga memberikan Anda energi untuk jangka waktu yang lama karena mereka dapat dicerna perlahan.

3. Air

Jika tubuh Anda tidak terhidrasi dengan baik, Anda tidak akan merasa energik. Air menghapus semua racun dari tubuh sehingga membuat tubuh lebih bugar dan sehat.

4. Anggur merah

Anggur merah memiliki banyak gula alami yang dapat langsung diubah menjadi energi. Anggur juga mengandung bahan kimia yang disebut resveratol yang membantu untuk membangun stamina dalam jangka panjang.

5. Oatmeal

Oatmeal mengandung karbohidrat kompleks. Ini membuat Anda kenyang untuk waktu yang lama dan terus memberi energi selama berjam-jam.

6. Kopi

Kopi atau lebih tepatnya kafein adalah sebuah stimulan instan. Kafein memberikan energi pada otak dan membuat Anda terjaga. Namun hati-hati, minum kafein dalam jumlah besar bisa berbahaya bagi tubuh.

7. Sayuran hijau

Sayuran berdaun hijau memiliki banyak serat dan juga kaya akan vitamin C. Serat membuat Anda kenyang dan Vitamin C merupakan energi yang dapat meningkatkan nutrisi.

8. Jeruk

Buah jeruk memberi pasokan energi yang besar karena dapat membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan imunitas. Segelas jus jeruk di pagi hari akan membantu Anda merasa energik sepanjang hari.

9. Beras merah

Beras merah merupakan karbohidrat kompleks yang memiliki banyak serat dan vitamin B kompleks. Beras merah juga memiliki sedikit pati sehingga dapat dicerna dengan lambat. Itu sebabnya, Anda merasa kenyang lebih lama dan merasa lebih energik setelah makan beras merah.

10. Apel

Apple sangat kaya akan zat besi. Besi meningkatkan jumlah hemoglobin darah dan memungkinkan setiap sel dalam tubuh untuk mendapatkan kembali energi dengan lebih cepat.

11. Teh Hijau

Sama seperti kafein, teh hijau juga merupakan stimulan otak. Tetapi itu adalah pilihan yang lebih sehat karena memiliki antioksidan yang membersihkan sistem tubuh.

12. Almond

Almond memiliki banyak Vitamin E dan asam lemak omega-3. Ini adalah lemak baik yang dapat dimetabolisme untuk memberikan energi dan tidak menumpuk di dalam tubuh.

13. Labu

Labu adalah sayuran yang memberikan kontribusi untuk segala jenis kesehatan. Sayur ini tidak tinggi kalori tetapi dapat mengenyangkan perut dan mengontrol hormon untuk membuat Anda merasa lebih bugar dan energik.

14. Jagung

Jagung merupakan salah satu bentuk terbaik dari karbohidrat yang dapat Anda miliki. Jagung memberi tubuh Anda glikogen yang dapat diubah menjadi energi dalam beberapa menit.

Makanan ini dapat membuat Anda tetap fit dan juga memberikan semua energi yang Anda butuhkan. Selamat mencoba!

http://www.merdeka.com/sehat/14-makanan-pendongkrak-stamina.html

Cerita Penuh Makna

JADILAH PELITA

jadilah pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.