Tugas Analisa Lanskap Minggu ke-1

14 February 2018 by Khanza Amaladewi Sudharta

TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP 

STUDI KASUS BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG

 

 

Disusun Oleh :

Ummi Amalina Puteri         155040200111117

Octavianus Malau               155040200111244

Sifa’ul Janahtin                   155040201111195

Katonawang Gellar B.         155040207111030

Khanza Amaladewi S.         155040207111118

Kelas C

Kelompok 5

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2018

A. Alasan Malang Dikelilingi Banyak Gunung

Bumi mempunyai struktur tertentu yaitu kerak bumi, lapisan selubung, dan inti bumi yang dapat memicu terjadinya dinamika dari bagian inti bumi yaitu tektonik dan gunungapi. Tektonik gunungapi merupakan dinamika bumi utama yang menghasilkan bentukan-bentukan muka bumi makro, erosi, transportasi dan sedimentasi membentuk bentukan muka bumi mikro, seperti lembah-lembah dan daratan.

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis (Rosyanti, 2015).

Akibat tumbukan lempeng dari proses tektonik maka Indonesia mempunyai 129 buah gunung api aktif atau sekitar 13 % dari gunung aktif di dunia sepanjang Sumatera, Jawa sampai laut banda. Bukit barisan 30 buah, Pulau Jawa 35 buah, Pulau Bali – Kepulauan Nusa Tenggara 30 buah, kepulauan Maluku 16 buah, dan sulawesi 18 buah yang dikategorikan aktif. Gunungapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi  berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik “Pasific Ring Fire” (Rosyanti, 2015). Oleh karena mengapa daerah Malang Raya dikelilingi oleh banyak gunung akibat adanya bentukan dari lempeng-lempeng tersebut.

B. Bencana Tanah Longsor pada Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang Menyebabkan Akses Jalan Terhambat

Malang – Tanah longsor menutup akses jalur Batu-Jombang. Material longsor berasal dari plensengan yang berada di tepi Jalan Raya Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

“Betul ada tanah longsor, materialnya sampai ke badan jalan. Akses jalur terpaksa tak bisa dilalui,” ujar Kasatlantas Polres Batu AKP Ari Galang Saputra dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/11/2017), sore.

Tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian barat. Derasnya air hujan menggerus plesengan hingga ambrol ke badan jalan. Seketika itu, akses jalan tertutup total. “Sudah mulai dilakukan pembersihan dengan dibantu alat berat,” terang Galang. Pihaknya mengimbau kepada pengendara akan menuju Jombang atau Kediri melalui jalur Pujon, agar berbalik arah. Upaya sosialisasi kepada pengguna jalan akan digelar mulai memasuki pusat Kota Batu.

“Tidak ada jalur alternatif lain, kami imbau untuk balik arah untuk yang akan menuju Jombang,” tegasnya.Galang menambahkan, tidak ada korban dalam bencana tanah longsor ini. Warga bersama petugas gabungan tengah berupaya membersihkan badan jalan dari material longsor. (bdh/bdh)

Menurut data pemerintah Malang Kota, Struktur tanah pada daerah Malang umumnya relatif baik, namun sayangnya struktur tanah di Malang sangat peka terhadap erosi. Hal ini sesuai dengan data rekap bencana oleh BPBD Malang tahun 2016 dimana data kejadian Bencana di Malang didominansi oleh Longsor. Beberapa diantaranya ialah bencana longsor yang barusaja terjadi di akses jalur Batu-Jombang didaerah sekitar Ngantang. Tanah longsor terjadi sebagai akibat dari hujan deras yang kemudian menggerus plengsengan dan mengakibatkan plengsengan ambrol ke badan jalan.

Gejala umum tanah longsor ditandai dengan munculnya retakan-retakan dilereng yang sejajar dengan arah tebing, biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba dan tebing rapuh serta kerikil mulai berjatuhan. Faktor penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Hujan

Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang Panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan. Ketika hujan, air akan menyusup kebagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya serng terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu yang singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi dibagian dasar lereng, sehingga menimblkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan dipermukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah.

  1. Lereng Terjal

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angina. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 1800 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsornya mendatar.

  1. Adanya Beban Tambahan

Adanya beban tambahin seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibat adanya sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya kearah lembah.

  1. Penggundulan Hutan

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relativ gundul dimana pengikatan air tanah yang sangat kurang.

C. Kondisi Lansekap Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang

Kecamatan Ngantang terletak di Kabupaten Malang yang terletak antara 7 ° 48¹ 15˝ – 7° 57¹ 25˝  antara 112° 18¹ 30˝ BT – 112°  26 ¹ ˝ 30  BT. Kecamatan Ngantang berada pada ketinggian 500 – 700 m dpl (di atas permukaan laut) yang mana termasuk dataran tinggi. Ada beberapa gunung yang berada di sekitar kawasan ini, diantaranya adalah gunung Kelud yang berada di sebelah barat daya dan gunung Kawi yang berada pada sebelah tenggara. Selain itu, pada Kecamatan Ngantang juga mengalir sungai, yakni sungai Konto.

Keterangan diatas menunjukkan bahwa bentuk lahan pada Kecamatan Ngantang terbagi menjadi dua berdasarkan proses terbentuknya, yaitu :

  1. Landform Vulkanik

Menurut Disaputro (2012), landform vulkanik adalah landform yang terbentuk dari aktifitas gunung berapi. Letusan gunung berapi dapat menyebabkan perubahan bentuk dataran. Misalnya karena kekuatan endogen saat letusan berlangsung, ataupun karena material yang dikeluarkan gunung berapi. Landform vulkanis biasanya memiliki tanah yang subur karena mengandung banyak mineral. Kecamatan Ngantang berada diantara gunung-gunung, yang berarti wilayahnya didominasi oleh landform vulkanik.

  1. Landform Fluvial

Menurut Iskandar (2013), landform fluvial adalah proses yang terjadi di alam yang mengakibatkan perubahan bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh air mengalir. Dalam hal ini yang menyebabkan bentukan lahan fluvial adalah aktivitas sungai Konto yang mengalir melalui Kecamatan Ngantang yang kemudian menyebabkan perubahan oleh karena proses erosi maupun sedimentasi.

Sumber:

Disaputro, S. 2012. Geomorfologi Dasar. Catatan Kuliah. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3728374/ada-longsor-di-ngantang-hindari-jalur-kota-batu-jombang

Iskandar, D. 2013. Bentuk Asal Fluvial. Jakarta: Bina Aksara.

Nandi, 2007. Longsor. Jurusan Pendidikan Geografi-UPI

Rosyanti, Lilin. 2015. Proses Terjadinya Gunung. Jakarta : Republika Penerbit

Tugas SISL atau GIS untuk MSLB

14 February 2018 by Khanza Amaladewi Sudharta

Oleh:

Khanza Amaladewi Sudharta – 155040207111118 – Kelas C

MALANGTIMES – Hujan deras yang melanda Kota Batu Senin (8/1/2018) malam rupanya membuat beberapa titik mengalami bencana tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu juga menerima banyak laporan tentang tanah longsor dari masyarakat.

Kejadian longsor rata-rata terjadi sekitar pukul 19.00. Antara lain di Jl Bromo Gang 6, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Lokasi longsor saat ini sudah diberi garis polisi.

Longsor di daerah tersebut disebabkan hujan lebat sehingga mengakibatkan debit air Sungai Brantas naik. Derasnya arus menggerus pelengsengan.

Kerusakan terjadi di halaman belakang rumah  Yunani yang dipergunakan untuk menjemur baju. Di titik ini, terjadi longsor dengan dimensi tinggi 6 meter, lebar 7 meter, dan ketebalan kurang lebih 3 meter.

“Waktu kejadian, memang debit air Sungai Brantas cukup tinggi. Kemudian terdengar suara gemuruh. Kami ke belakang, ternyata sudah longsor,” ungkap Yunani saat ditemui di rumahnya.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Ahmad Choirur Rochim menjelaskan, hujan deras memang membuat beberapa titik mengalami tanah longsor. Namun hingga saat ini, kejadian tersebut sudah ditangani.

Hanya, terkait tanah longsor di Jl Bromo, laporan baru masuk Selasa (9/1/2018), pada pukul 10.00 WIB. Dan tim BPBD Kota Batu langsung menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Kejadian yang di Jl Bromo ini Senin pukul 20.00. Laporan diterima Pusdalops PB pada Selasa (9/1/2018) pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.

Ia menambahkan, titik lain yang mengalami tanah longsor adalah Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Longsor ini diakibatkan hujan deras sehingga pelengsengan tidak mampu menahan derasnya air hujan yang mengalir. Tepat Senin pukul 19.00 Longsor menutup jalan akses Dusun Toyomerto kurang lebih 15 meter dan tinggi tebing longsong kurang lebih 6 meter.

Saat pembersihan material longsor, sempat dilakukan penutupan jalan dikarenakan jalan masih dipenuhi material longsor. Pembersihan material longsor menggunakan alat berat.

“Kami melakukan pembersihan material longsor cukup lama karena memang di sana cukup parah. Kurang lebih sejak pukul 22.00-02.00,” imbuhnya saat dikonfirmasi.

Selain itu, hujan deras mengakibatkan terjadinya longsor di kawasan Payung 2 (jalan oenghubung Kota Batu-Pujon) pukul 19.00. Longsor menutup setengah jalan sehingga lalu lintas terhambat. Dimensi longsor mencapai tinggi 3 meter dan lebar 2 meter.

Kemudian juga terjadi longsor di Jalan Klemuk (penghubung Kota Batu-Pujon) Senin, (8/1/2018) 20.30 WIB. Terdapat empat titik longsor. Dimensi longsor tinggi 15 meter dan lebar 6 meter yang menutup saluran air. Runtuhan longsor juga menutup badan jalan. “Personel yang terlibat BPBD Kota Batu, Dinas PU dan Penataan Ruang, kodim, Polres Batu, Koramil Batu, perangkat desa, liinmas, Rapi, Garda Relawan dan masyarakat. Semuanya sudah diatasi,” ucapnya. (*)

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

Gejala umum tanah longsor ditandi dengan munculnya retakan-retakan dilereng yang sejajar dengan arah tebing, biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba dan tebing rapuh serta kerikil mulai berjatuhan. Faktor penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Hujan

Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang Panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan. Ketika hujan, air akan menyusup kebagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya serng terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu yang singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi dibagian dasar lereng, sehingga menimblkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan dipermukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah.

  1. Lereng Terjal

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angina. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 1800 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsornya mendatar.

  1. Adanya Beban Tambahan

Adanya beban tambahin seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibat adanya sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya kearah lembah.

  1. Penggundulan Hutan

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relativ gundul dimana pengikatan air tanah yang sangat kurang.

Sumber : http://www.malangtimes.com/baca/23944/20180109/172807/kota-batu-dikepung-tanah-longsor/

Nandi, 2007. Longsor. Jurusan Pendidikan Geografi-UPI


 

Hello world!

14 February 2018 by Khanza Amaladewi Sudharta

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!