PaparazZi taman Monumen Tugu Malang

October 31st, 2010



Malang merupakan  kota yang indah nan mempesona  hati siapa pun yang menginjakkan kakinya di tempat yang prestius ini…begitu banyak tempat yang bersejarah..yang tentunya bermanfaat…
begitu mempesonanya pemandangan serta monumen-monumen bersejarah….mereka menjadi saksi bisu saat perjuangan mempertahankan Malang ini dari tangan-tangan penjajah…

SEJARAH KOTA MALANG

Daerah Malang merupakan peradaban tua yang tergolong  pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia yaitu sejak abad ke 7 Masehi. Peninggalan yang lebih tua seperti di Trinil (Homo Soloensis) dan Wajak – Mojokerto (Homo Wajakensis) adalah bukti arkeologi fisik (fosil) yang tidak menunjukkan adanya suatu peradaban. Peninggalan purbakala disekitar wilayah Kota Malang seperti Prasasti Dinoyo (760 Masehi), Candi Badut, Besuki, Singosari, Jago, Kidal dan benda keagamaan berasal dari tahun 1414 di Desa Selabraja menunjukkan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara kontinyu. Nama “Malang” sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal-usul nama “Malang”. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Secara geografis Malang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung : Gunung Arjuno di sebelah Utara,Gunung Semeru di sebelah Timur,Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat dan Gunung Kelud di sebelah Selatan sedangkan secara geologi Malang pada bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas yang sesuai untuk kawasan industri, bagian Utara merupakan dataran tinggi yang subur sehingga banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, pada bagian Timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan yang kurang subur dan bagian Barat merupakan dataran tinggi yang amat luas, dimana banyak dikembangkan kawasan pendidikan. Malang memperoleh beberapa gelar yang diberikan oleh masyarakat maupun warga negara asing yang menginjakkan kakinya disini, diantara gelar tersebut yang paling sering didengar yakni “Paris of Java”and “Flower city”…karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk serta kotanya yang bersih,bagaikan kota “PARIS” nya Jawa Timur serta pada sudut-sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dipenuhi dengan warna warni bungayang semakin meyemarakkan suasana serta keindahan kota Malang tersebut. Selain itu, banyak gelar lain yang disandang kota Malang tersebut antara lain yakni kota pesiar,kota peristirahatan,kota pendidikan,kota militer dan kota sejarah.

STANDAR TAMAN KOTA MASA KINI

Standar taman kota pada hakekatnya sulit untuk dikaji secara ekonomi, karena taman kota memiliki nilai lebih yang bersifat ekologis, sosial, budaya dan kemanusiaan. Taman kota memiliki nilai terhadap rasa keindahan dan rasa kepuasan batin bagi pengunjung yang sulit untuk diukur dengan nominal berapaun, hal ini menyangkut aspek psikologis yang tidak bisa dijelaskan maupun diganti dengan materi. Pada umumnya standar luasan taman dalam kota bervariasi tergantung dari kondisi kota itu sendiri. Besaran taman kota secara fisik sangat dipengaruhi oleh topografi, luasan area kota, jumlah penduduk, kebiasaan sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah setempat. Di Indonesia standarisasi taman kota juga belum disusun secara terperinci. Standar yang disusun oleh Dinas Jenderal Cipta Karya hanya menyangkut standarisasi ruang terbuka dalam lingkungan perumahan belum menyangkut mengenai pertamanan sedangkan  menurut Dinas Jenderal Cipta Karya lingkungan perumahan dibagi atas 3 skala lingkungan yang terdiri atas :

  1. Lingkungan tempat bermain (20-50 keluarga atau 100-200 penduduk), luas ruangan terbuka untuk tempat bermain adalah 200 m2.
  2. Lingkungan sekolah dasar (600-1000 keluarga atau 3000-6000 penduduk), ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 11.400 m2.
  1. Lingkungan taman kanak-kanak (160-200 keluarga atau 800-1000 penduduk), luas ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 800 m2.

Standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota ada yang berpendapat 7-11,5 m2 per orang, ada pula yang berdasarkan pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal atau pemukiman, terdapat taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah untuk taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

Standar taman kota dapat dilihat pula dari elemen-elemen yang terdapat didalamnya sebagai berikut :

  1. Material Landscape atau Vegetasi, berikut adalah yang termasuk elemen landscape antara lain :
  • Pohon : merupakan tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah trembesi,palem raja,beringin dan sebagainya.
  • Perdu : yakni jenis tanaman seperti pohon tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh antara lain adalah bougenvillle, koleus, lili jawa, lidah mertua putih dan lainnya.
  • Semak : adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat,yang termasuk jenis semak antara lain ubi jalar dan sebagainya.
  • Tanaman penutup (Land Cover) : merupakan tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah adalah krokot, lili air dan lainnya.
  • Rumput : merupakan tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah dan menutupi permukaan tanah tersebut antara lain adalah rumput jepang, rumput gajah, dan sebagainya.
  1. Material Pendukung (Elemen Keras)

Berikut adalah beberapa material pendukung yang termasuk kedalam elemen keras antara lain:

  • Kolam : Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan sensasi lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan agar timbul kesan kesegaraan yang bersifat alami.
  • Batuan : Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman. Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.
  • Gazebo: bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.
  • Jalan Setapak (Stepping Stone) : Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
  • Perkerasan : Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.
  • Lampu Taman : Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman yang akan membuat taman lebih indah dengan nyala lampu terutama pada malam harinya.
  • Tempat duduk : Tempat duduk merupakan elemen keras yang digunakan sebagai tempat untuk bersantai, berbincang-bincang bersama agar terkesan santai.

Elemen non fisik keindahan

  • Kesatuan dan keteraturan : adanya kesatuan dalam ide maupun dalam ekspresi fisik. Dimana semua unsur harus mempunyai hubungan satu dengan lain secara harmonis.
  • Skala : terdapat beberapa macam skala taman kota yakni skala ruang intim, skala ruang menumental, dan skala ruang kota.
  • Daya tarik : taman memiliki kesan mengundang secara permanen ke seluruh arah

PENERAPAN DI TAMAN KOTA MALANG

Pada studi kasus saat ini saya ambil salah satu contoh taman di Kota Malang yakni “Monumen Tugu Malang”.

kenampakan monumen tugu pagi

pesona Tugu malam hari

Desain Taman Kota  Monumen Tugu Malang

Monumen Tugu terletak di Jl. Tugu di depan Alun-Alun Bunder atau Alun-alun lama Kota Malang. Alun-Alun ini sebenarnya adalah suatu bangunan yang mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda ketika mereka menjajah Indonesia. Monumen Tugu dalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Dikelilingi oleh Taman yang sangat indah dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar. Di samping taman ini terdapat banyak pohon-pohon Trembesi yang sangat tua umurnya. Pada masa Perjuangan Kemerdekaan, masyarakat Malang bergerak dan mencoba untuk meraih kemerdekaan serta mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Masyarakat Malang menginginkan untuk mempunyai pemerintahan yang dipimpin oleh orang Indonesia sendiri. Teks-teks proklamasi mereka tulis di banyak bangunan, jalan dan di seluruh Kota Malang. Pada tanggal 17 Agustus 1946 Pemerintah Kota Malang merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Tugu. Monumen Tugu selesai dibangun pada tanggal 20 Mei 1953, dan Monumen ini disahkan lansung oleh Presiden Indonesia, Ir. Soekarno. Sehing tak mengherankan apabila pada tubuh Tugu bagian bawah terdapat teks proklamasi serta ukiran foto Presiden serta wakil presiden pertama  Republik Indonesia yakni Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.
Adapun bentuk dan arti Monumen Tugu Kota Malang adalah :
1. Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia ketika mereka menghadapi Kolonialisme Belanda dan berusaha merebut kemerdekaannya.
2. Rantai yang mengambarkan kesatuan Indonesia dalam perjuangan yang tidak mungkin akan bisa dipisahkan.
3. Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
4. Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi, berarti 17 Agustus yang menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.
5. Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat Bunga
Teratai yang berwarna putih dan merah bunga teratai tersebut melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

balai kota tugu malang pagi hari


Taman kota merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang lengkap dengan segala fasilitasnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat kota akan suatu temapt yang nyaman guna melepas kepenatan dengan segala aktivitas atau kesibukkan yang mereka miliki. Selain sebagai tempat rekreasi warga kota, taman kota juga memiliki fungsi sebagai paru-paru kota, juga sebagai pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, serta merupakan habitat berbagai flora dan fauna terutama burung. Taman kota memiliki unsur-unsur fisik yang terdapat didalamnya,misalnya aktivitas yang terjadi dalam taman tersebut.

Lingkungan Sekitar Monumen Tugu Kota Malang

Terdapat berbagai macam bangunan baik itu bangunan lama atau bangunan baru disekitar lingkungan Monumen Tugu tersebut,terdapat banyak lembaga pendidikan khususnya sekolah menegah pertama (SMP) yang mengelilingi Monumen Tugu tersebut terdapat pula gedung dewan, balai kota serta hotel yang dijadikan tempat persinggahan bagi para tourist (wisatawan asing). Perkembangan pembangunan pun membuat banyak perubahan lingkungan dan bangunan di sekitar Monumen Tugu tersebut. Saat malam datang menjemput, terdapat banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di seberang jalan didepan Monumen Tugu tersebut.

Aktivitas Masyarakat Disekitar Monumen Tugu

Taman kota merupakan ruang terbuka hijau (RTH). Yang bebas digunakan oleh siapa pun tak ada pengecualian sedikitpun. Taman kota atau RTH tersebut memang difungsikan sebagai public place (tempat umum). Masyarakat atau siapa pun dapat melaksanakan segala aktivitas yang mereka inginkan dalam ruang taman tersebut atau hanya untuk sekedar melepas kepenatan akan semua rutinitas yang membelenggu. Aktivitas yang terjadi pun akan berbeda-beda pada masing-masing individu. Pada pagi hari terutama akhir pekan banyak terlihat individu-individu yang berolah raga, jogging atau jalan-jalan bersama keluarga, teman, saudara atau siapa pun. Pada ciank hari suasana taman kota Monumen Tugu kota Malang terlihat lebih sepi dari pagi hari, hal ini dikarenakan kemungkinan cuaca yang tidak mendukung yakni panas matahari yang menyengat, sedangkan pada sore hariny amenjelang senja akan dilihat banyak anak-anak atau pemuda-pemudi yang duduk-duduk berdua atau istilahnye… “ngadete” gitu dech…keluarga yang mengajak putra putri mereka jalan-jalan guna menikmati udara sore hari,anak-anak kecil yang berlarian kesana kemari nan riang dan adanya orang-orang yang baru pulang kantor yang berjalan-jalan santai melepas kepenatan mereka. Suasana akan berbeda lagi pada malam harinya, Monumen Tugu Kota Malang terlihat lebih semarak dengan adanya lampu-lampu yang menyala denga variasi warna yang beragam sehingga akan mampu membuat mata para pengunjung terpukau akan keindahan taman tersebut. Aktivitas pada malam hari hampir sama pada sore hari yakni banyak pemuda-pemudi yang ngadate serta adanya pedagang yang berjualan pada malam hari yang disemarakan lagi dengan keramaian kendaraan yang berlalulalang di sekitar bundaran Monumen Tugu Kota Malang.

aktivitas siang hari

aktivitas sore hari

aktivitas sore hari

aktivitas masyarakat sekitar taman

Hello world!

October 31st, 2010

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!