Survey Tanah dan Evaluasi Lahan (2)

2013
03.08

TUGAS MATAKULIAH

SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN

Kelompok 8

Krisna Bagus Prabowo           115040201111192

Karisma Aditya Wardani                  115040201111232

Ken Shavira Parasayu             115040201111253

1

 

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

SOAL:

1.      Tanah sebagai suatu individu, berbeda dengan dunia hayati, yang setiap individunya punya ciri tersendiri. Tiap spesies punya kisaran sifat yg sempit, sehingga mudah dibedakan 1 dengan lainnya. Jelaskan !

Tanah sebagai suatu individu yang berbeda dengan dunia hayati memiliki ciri tersendiri yaitu tanah memiliki batas-batas tertentu. Telah kita ketahui bahwa  terdapat berbagai macam jenis tanah, dimana setiap masing-masing tanah memiliki karekteristik/ sifat yang berbeda satu sama lainnya meskipun hanya sedikit/ sempit hal yang membedakan masing-masing, sehingga dari berbagai macam tanah di dunia ini dapat dibedakan dan dikelompokkan sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Sifat fisik, kimia dan biologi merupakan hal yang berkaitan erat dalam menentukan jenis suatu tanah.

2.       Jelaskan definisi tanah. Pasir pantai apakah termasuk dlm definisi tanah? Mengapa?

Definisi tanah menurut Soil Survey Staff (1999; 2003) adalah kumpulan benda alami dipermukaan bumi yang dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dari bahan-bahan tanah, mengandung gejala-gejala kehidupan dan mampu menopang pertumbuhan tanaman dilapangan. Tanah meliputi horizon-horizon tanah yang terletak diatas bahan batuan dan berbentuk sebagai hasil interaksi sepanjang waktu dari iklim, makhluk hidup, bahan induk dan relief.

Mengacu pada pengertian tanah diatas, maka pasir pantai tidak termasuk dalam pengertian atau tidak bisa dikatakan tanah. Pada definisi tanah tersebut yaitu bahwa tanah harus mampu menopang tumbuhan di lapangan, maka bila tidak mampu menyokong pertumbuhan tanaman seperti pasir pantai tidak termasuk dalam pengertian tanah. Ini dikarenakan proses pembentukan pasir pantai bukan dikarenakan oleh faktor pembentuk tanah, melainkan ada  pengaruh dari aktivitas laut/ pantai berupa gelombang dari pantai itu sendiri. Selain itu, salah satu faktor yakni organisme juga berperan dalam pembentukan  tanah, tetapi pada pasir pantai tidak terdapat organisme yang dapat membantu proses pelapukan menjadi butiran yang lebih halus lagi.

 

 

3. Jelaskan apa yang dimaksud dalam Gambar 2? continuum, soilscape, polypedon dll 

1

Penjelasan dari bagian-bagian pada  gambar di atas :

  • Continuum merupakan proses pertukaran dalam kesinambungan interaksi antar komponen tanah dan kelangsungan segala reaksi tanah.
  • Soil scape merupakan gabungan dari beberapa polypedon yang mempunyai sifat berbeda antara sifat polypedon yang satu dengan polypedon yang lainnya.
  • Polypedon merupakan gabungan atau kumpulan dari  pedon – pedon yang mempunyai sifat hamper sama atau sama.
  • Pedon adalah Tubuh tiga dimensi dari tanah dengan dimensi – dimensi lateral, Pedon biasanya mempunyai luas antara 1 hingga 10 meter. Dimana horizon – horizon terputus atau siklik.
  • Soil Profil merupakan Penampang vertikal tanah yang ditempati horizon – horizon dan dibawahnya terdapat bahan induk.
  • Soil Agregat merupakan Agregat tanah merupakan gumpalan tanah yang tidak mempunyai bentuk yang jells. Berbeda dengan struktur tanah yang mempunyai bentuk yang jelas.

4. Tanah sebagai satuan 3-D, perlu disajikan dengan cara ‘multifactorialdalam bentuak peta tanah. 2-D digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal + sifat-sifat internalnya, disajikan dalam legenda peta. Maksudnya apa?

Berdasarkan pengamatan dilapang, tanah dapat dikategorikan sebagai bentuk 3 dimensi, karena didalamnya terdiri dari beberapa horizon-horizon tanah yang menjadi penciri dan pembeda antar suatu jenis tanah. Keadaan tanah disuatu daerah tertentu berbeda dengan keadaan tanah lainnya. Informasi perbedaan kondisi tanah antar wilayah ini dapat disajikan dalam gambar (peta tanah). Penyajian ini tidak hanya berupa keadaan tanah dan topografi di suatu daerah saja, melainkan harus mengikutsertakan faktor-faktor yang berada didalamnya.

Dalam suatu peta tanah, bentuk fisik tanah disajikan dalam bentuk 2 dimensi sesuai keadaan topografinya dan perbandingan luasan berdasar skala. Sedangkan faktor-faktor yang berada didalamnya, seperti keadaan tekstur, struktur, kelembaban, konsistensi, dll, disajikan dalam bentuk legenda. Biasanya dapat disajikan dengan tanda-tanda, ataupun dengan warna tertentu. Legenda peta ini yang nantinya dapat membantu seseorang untuk membaca dan memahami suatu peta tanah dan memberikan informasi tentang satuan-satuan tertentu yang terdapat di dalam peta tanah.

5.      Jelaskan pengertian Peta tanah. Untuk membuat peta tanah, peta apa saja yang diperlukan sebagai dasar/ penunjang? Mengapa?

  • Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi..
  • Pada umumnya diperlukan suatu peta dasar yang digukan sebagi acuan dalam membuat suatu peta tanah. Peta dasar yang biasa digunakan adalah peta topografi. Digunakan peta topografi sebagai dasar karena apabila akan membuat suatu peta tanah, harus mengetahui keadaan nyata dari suatu objek wilayah secara 3 dimensi terlebih dahulu. Apabila keadaan topografi suatu wilayah berbeda, maka keadaan atau kondisi suatu tanah juga akan berbeda. Bentuk suatu muka bumi (topografi) berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, begitu pula keadaan tanahnya. Oleh karena itu diperlukan peta topografi sebagai dasar apabila membuat suatu peta tanah. Peta topografi dapat diperoleh melalui foto udara (skala besar) dan citra satelit (skala kecil).

6.      Apa yang dimaksud dengan Poligon di dalam peta tanah? Bagaimana membuatnya?

Poligon adalah serangkaian garis lurus di permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik dilapangan, dimana pada titik-titik tersebut dilakukan pengukuran sudut dan jarak. Tujuan dari Poligon adalah untuk memperbanyak koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk pembuatan peta. Ada 2 (dua) macam bentuk poligon, yaitu :

-Poligon Terbuka : poligon yang tidak mempunyai syarat geometris

-Poligon Tertutup : poligon yang mempunyai syarat geometris

 

 

Cara Membuat Poligon dalam Peta Tanah :

a.  Pengukuran Polyangon Terbuka Bebas

  1. Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.
  2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik
  3. Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.
  4. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.
  5. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth.Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.
  6. Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.
  7. Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.
  8. Pindah pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat.
  9. Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya (bacaan biasa untuk bacaan muka).
  10. Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2.
  11. Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa.Bacaan ini merupakan bacaan belakang.
  12. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya sampai P akhir.
  13. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.
  14. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.
  15. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

 

b. Pengukuran Polygon Tertutup

  1. Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.
  2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik
  3. Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.
  4. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.
  5. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.
  6. Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.
  7. Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.
  8. Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang.
  9. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya hingga kembali ke titik P1.
  10. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.
  11. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.
  12. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

7.   Apa yang dimasud dengan taksa tanah?

Suatu kelas pada tingkat taksonomik (pengelompokan) tertentu atau kelas pada kategori tertentu. Dalammengklasifikasikan tanah ke dalam masing-masing kategori tersebut dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat tanah yang dimiliki dengan kriteria-kriteria untuk berbagai taksa yang dalam Taksonomi Tanah telah disusun dalam bentuk kunci yaitu Keys to Soil Taxonomy. Dalam kunci tersebut telah disusun untuk kategori order, sub order, great group dan sub group sedemikian rupa sehingga dalam membandingkan sifat-sifat tanah dengan kriteria-kriteria untuk taksa yang ditulis harus berurutan dan harus dimulai dari kriteria untuk taksa yang ditulis paling dulu. Apabila tanah tidak dapat diklasifikasikan ke dalam taksa yang disebut paling awal, bari dicoba untuk taksa yang kedua, ketiga dan seterusnya.

8.      Dalam legenda Peta Tanah terdapat istilah konsosiasi, asosiasi atau kompleks. Jelaskan. Beri ilustrasi dengan gambar, shg perbedaan ketiganya jelas

 

  1. Konsosiasi

Cara penamaannya mengikuti ketentuan sebagai berikut :

  • Nama pertama terdiri dari satua tanah atau taxon yang kemudian diikuti dengan fase.
  • Untuk fase tekstur lapisan atas atau lapisan organik dipermukaan tidak disertai dengan tanda ‘koma’.

Contoh : Ciawi liat. Tidak ditulis Ciawi, liat.

  • Jika fase tekstur lapisan atas tidak digunakan tetapi karena berbatu, berkerikil dsbnya, maka penulisannya menggunakan ‘koma’. Contoh : Cobanrondo, berbatu.
  • Untuk dua atau tiga fase digunakan ‘koma’. Contoh : pujian liat, lereng 15-20%, tererosi.
  • Penulisan fase erosi ditulis paling belakang.
  • Penulisan fase lereng ditu;s paling belakang kecuali jika ada fase erosi. Contoh : pujian skeletal berliat, substratum padas, leren 5-30%, tererosi.

2b. Kompleks

  • Ditulis kata ‘kompleks; jika fase dari masing-masing taxon tersebut tidak sama, misalnya tekstur lapisan atas tidak sama. Contoh : Kompleks Cobanrondo-Sebaluh.
  • Kata ‘kompleks’ tidak ditulis jika fase tekstur lapisan atas seri-seri tanah yang menyusunnya sama. Contoh : Jeho-Cula liat.

 

Perhatikan beberapa contoh berikut :

  • Kompleks Sedep-Pali, berbatu (kedua seri tersebut mempunyai fase berbatu di permukaan)
  • Kompleks Batu-Tandem, lereng 5 – 8%  (keduanya mempunyai fase lereng yang sama).
  • Tandem-Toki liat, lereng 5 – 8% (keduanya mempunyai fase tekstur lapisan atas dan lereng yan sama).
  • Kompleks Toki berbatu-Lante (hanya seri toki yang mempunyai fase berbatu
  • 2c. Asosiasi

Berbeda dengan kompleks, maka kata asosiasi selalu digunakan. Perhatikan contoh berikut :

  • Asosiasi Cangar-Batu, terjal (dua seri tanah dengan fase lereng terjal)
  • Asosiasi Cangar, terjal-Batu (fase lereng terjal hanya pada seri cangar)
  • Asosiasi Typic Frgiochrepts-Aeric Fragioaquepts (asosiasi sub-group)

3

 

9.       Beri contoh single value map. Cari di internet. Mengapa peta tsb dikatakan bukan peta tanah?

 

4

 

 

Single value map bukan merupakan peta tanah dikarenakan peta tanah itu dibuat untuk memperlihatkan distribusi taksa tanah  dalam hubunganya dengan kenampakan fisik dan budaya dipermukaaan bumi, untuk single value map sendiri merupakan peta dengan titik tungal sedangkan untuk peta memiliki titik x dan y yang mana menunjukan bahwa peta itu tidak satu  titik tunggal.

10.  Apa yg dijelaskan dalam Gambar ini?

  1. Survei Grid

Metode survei ini disebut juga metode grid kaku. Skema pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan mempertimbangkan kisaran spasial autokorelasi yang diharapkan. Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segi empat (rectangular grid) diseluruh daerah survei. Pola tanah dilakukan dengan pola teratur (interval titik pengamatan berjarak sama pada arah vertilkal dan horizontal). Jarak pengamatan tergantung dari skala peta.

Titik-titik pengamatan tanah ditempatkan di lapangan dan diamati karakteristiknya. Dengan menggunakan metode statistik baku atau geostatistik, dilakukan estimasi variabilitas tanah.

Metode ini sangat cocok untuk surveiintensif dengan skala besar, dimana penggunaan interpretasi foto udara sangat terbatas dan intensitas pengamatan yang rapat memerlukan ketepatan penempatan titik pengamatan di lapangan dan pada peta. Metode ini juga sangat cocok diterapkan di daerah yang belum tersedia foto udara atau peta topografi (peta rupa bumi) untuk navigasi. Selain itu pada daerah-daerah yang berhutan lebat atau di daerah pasang surut dimana penggunaan interpretasi foto udara seringkali sangat terbatas, sehingga cara termudah untuk mengetahui posisi atau lokasi pengamatan di lapangan adalah dengan melakukan pengukuran jarak (Sitorus, 1986). Namun demikian, untuk menentukan posisi pengamatan saat ini semakin mudah dengan bantuan GPS.

Survei grid juga cocok dilakukan pada daerah yang menpunyai  pola tanah yang kompleks dimana pola detail hanya dapat dipetakan pada skala besar yang kurang praktis. Servei ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang posisi pemetanya sukar ditentukan dengan pasti.

2. Adapted Grid Survey

Merupakan perpaduan metode grid-kaku dan metode fisiografi. Metode ini diterapkan pada survey detail hingga semi-detail, foto udara berkemampuan terbatas dan ditempat-tempat yang orietasi di lapangan cukup sulit dilakukan.

Pengamatan lapangan dilakukan seperti pada grid-kaku, tetapi jarak pengamatan tidak perlu sama dengan  dua arah, tergantung fisiografi daerah survei. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat, sedangkan jika landform relatif seragam maka jarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan. Dengan demikian kerapatan pengamatan disesuaikan menurut kebutuhan skala survei yang dilaksanakan serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan.

Survei ini sangat baik dilakukan oleh penyurvei yang belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara.Dalam metode survei bebas, pemeta ‘bebas’ memilih lokasi titik pengamatan dalam mengkonfirmasi secara sistematis model mental hubungan tanah-lansekap, menarik batas dan menentukan komposisi satuan peta.

3. Physiographic Survey

Survei ini diawali dengan melakukan interpretasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landform yang terdapat di daerah yang disurvei, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komposisi satuan peta, biasanya hanya di daerah pewakil. Contoh metode fisiografi adalah pendekatan geopedologi yang dikembangkan oleh ITC Belanda. Survei ini umumnya diterapkan pada skala 1: 50.000 – 1: 200.000. pada skala kecil, hanya satuan lansekap dan landform yang luas saja yang dapat digambarkan. Metode survei ini hanya dapat diterpkan jika tersedia foto udara yang berkualitas tinggi. Batas satuan prta sebagian besar atau seluruhnya didelineasi dari hasil IFU.

Pengamatan lapangan dengan kerapatan rendah dilakukan untuk mengecek batas satuan peta dan mengidentifikasi sifat dan ciri tanah disetiap satuan peta. Pengecekan batas fisiografi/ landform dilakukan terutama jika batas-batas tersebut tidak begitu jelas yang disebabkan lansekap yang relatif datar.

11.  Sebutkan berbagai macam peta tanah berdasarkan skala peta yg digunakan di Indonesia. Bandingkan nama peta-peta tsb dg nama yg digunakan di Amerika, Kanada, Inggeris dan negara lainnya? Cari dr internet.

 

Berdasarkan skala Ada 5 jenis peta skala dalam khasanah ilmugeografi yaitu:

a.       PetaKadaster/PetaTeknik

Peta Kadaster mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan  air, dan sebagainya.

 

  1. Peta Skala Besar

Peta Skala Besar mempunyai skala antara1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah.

2. Peta Skala Sedang

Peta Skala Sedang mempunyai skala antara1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.

3. Peta Skala Kecil

Peta Skala Kecil mempunyai skala antara1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.

4. PetaGeografi/PetaDunia

PetaDuniamempunyaiskalalebihkecildari1 : 1.000.000.

12.  Apa yg dimaksud dengan luas minimum yg masih dapat disajikan pada peta?. Mengapa perlu ada batasan tsb?

 

Luas minimum yang dapat disajikan pada peta adalah suatu luasan terkcil yang masih dapat digambarkan pada peta. Pada dasarnya ukuran tersebut merupakan parameter kartografi, karena setiap polygon pada suatu peta harus tertulis simbol satuan petanya. Simbol tersebut harus tertulis dengan ukuran tertentu, sehingga masih dapat dibaca. Batasan ukuran polygon minimal adalah 0,4 cm2 (untuk yang bebentuk bulat), sedangkan untuk polygon bebentuk memanjang dan sempit harus lebih besar (dari aspek luasannya) agar dapat memuat simbol satuan peta.

Perlu ada batasan, karena untuk mengetahui batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup atau bahan-bahan tumbuhan yang belum mulai melapuk. Satuan – satuan yang di hasilkan umumnya berupa tubuh lahan yang memiliki cirri-ciri tertentu yang dibedakan oleh batas-batas alami suatu batas tanah pada suatu peta. 

13.  Untuk peta tanah di Indonesia, berapa satuan luas tsb? Masing2 kelompok agar menghitung berapa luasnya di lapangan pd skala yg berbeda

 

Ubin (atauru, tumbak) dalam agrarian adalah satuan luas lahan yang dipakai di Indonesia. Satuan ubin ini banyak digunakan untuk areal pertanian (sawah atau ladang), khususnya di Pulau Jawa dan telah dipakai sejak zaman Hindia-Belanda. Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi. Satu bahu adalah 500 ubin.

Satuan ini terutama dipakai untuk mengestimasi hasil atau produksi hasil tanaman pangan, seperti padi atau kedelai. Pada suatu lahan diberi batas yang dinamakan “petak ubinan” (berukuran satu ubin). Hasil panen untuk petak ini diukur terlebih dahulu sebelum dicampur dengan hasil panen yang lain. Hasil pengukuran ini lalu dikonversi menjadi hasil per hektare.

14.  Jika anda melakukan survei tanah di daerah pada gambar 3, metode survei apa yang akan anda gunakan ? mengapa?

Catatan: daerah tertutup vegetasi (hutan), relatif datar, garis putih pada foto adalah sungai.

cats

 

Dalam survey tanah terdapat 2 cara survey yang dapat digunakan. Yaitu survey secra konvensional dan survey tanah dengan survey tanah IFU. Survey tanah secara konvensional (tanpa FU/sangat terbatas) kajian identifikasi batas tanah dilakukan dilapangan. Sedangkan untuk survey tanah dengan FU membutuhkan delineasi dulu baru bisa melakukan identifikasi tanah. Kita akan melakukan survey dengan menggunakan survey FU karena diperlukan pemetaan dengan cara penarikan garis batas sementara suatu obyek atau wilayah menjadi peta. Dalam melakukan delineasi diperlukan adanya seleksi fisual dan perbedaan wujud gambaran pada berbagai data keadaan lapang atau areal hutan dengan cara menarik garis batas.

 

Your Reply

CAPTCHA Image
*