Pertanian LEISA

2012
06.27

Pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumberdaya berhasil guna untuk usaha pertanian. Hal ini sebagai upaya membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam.

Dalam rangka melakukan evaluasi terhadap produktifitas dan kesuburan tanah, mendeteksi kendala teknik yang dapat mempengaruhi produktifitas tanaman, dan mencari alternative pengembangan padi sawah yang ditinjau dari aspek pengelolaan lingkungan, maka Balitbangda bekerjasama dengan BPTP Kaltim melakukan kajian dengan teknologi Leisa.

Leisa atau Low External Input Sustainable Agriculture (Pemberian Input rendah dari luar untuk pertanian berkelanjutan). Leisa tidak bertujuan untuk memaksimalkan produksi dalam jangka pendek namun untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang. Disamping itu Leisa merupakan penggabungan dua prinsip yaitu agro ekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat/kearifan local.

Secara singkat Leisa dapat dijabarkan sebagai berikut; (1) optimalisasi pemanfaatan sumberdaya local, (2) maksimalisasi daur ulang (zero waste), (3) minimalisasi kerusakan lingkungan (ramah lingkungan), (4) Diversifikasi Usaha, (4) pencapaian tingkat produksi yang  stabil dan memadai, (5)  dan menciptakan kemandirian petani.

Kajian teknologi Liesa dengan metode deskriptif survey dilakukan selama 6 bulan (Marer-Agustus 2011) dengan sampel lokasi di tiga kecamatan yakni; Kecamatan Kota Bangun, Kec. Loa Janan dan Kec. Tenggarong Kota, dengan Tim Peneliti dari Balitbangda dan Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian Kalimantan Timur di Samarinda.

Kesimpulan; Ketersediaan bahan baku dalam pembuatan bahan organic sebagai sumber hara yang dapat dikembalikan ketanah cukup tersedia, namun karena kurangnya informasi kebanyakan jerami dikembalikan ketanah dengan cara dibakar. Selain itu, prospek pengembangan teknologi Leisa pada wilayah yang kurang didukung akses transportasi sungai sangat baik mengingat biaya pupuk yang cukup tinggi. Saran dan Rekomendasi guna meningkatkan kesuburan tanah pada lahan sawah di Kukar diperlukan introduksi teknologi agar kesuburan tanah dapat meningkat secara berkelanjutan dan terjaga dengan konsep kearifan local yang terintegrasi.

source: http://balitbangda.kutaikartanegarakab.go.id/?p=518

Your Reply

CAPTCHA Image
*