PENGENDALIAN AFLATOKSIN PADA PASCA PANEN JAGUNG MELALUI PENERAPAN HACCP

2012
05.24

Jagung merupakan tanaman serealia yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan pertanian dan ekonomi  serta mengurangi  ketergantungan masyarakat terhadap impor jagung dari luar. Salah satu upayanya, ialah dengan  meningkatkan ketersediaan dan penangan pasca panen yang baik. Kegiatan pasca panen jagung meliputi pemanenan, pengangkutan, pengeringan,  perontokan dan penyimpanan. Penanganan pasca panen sangat perlu diperhatikan dan dilakukan dengan baik mengingat masalah umum pada pasca panen jagung yakni penyusutan yang antara lain disebabkan karena adanya proses respirasi yang tinggi, perubahan te,peratur dan kelembapan sehingga memunculkan mikroorganisme dan serangan serangga.

Aspergillus flavus  adalah salah satu cendawan yang kerap kali menyerang jagung. Aspergillus flavus ini mampu menimbulkan kerusakan dan juga mampu menghasilkan aflatoksin atau senyawa karsinogen yang menyebabkan kanker hati pada manusia dan hewan yang mengkonsumsi jagung yang terkontaminasi itu. Untuk mengendalikan kontaminasi aflatoksin ini perlu diadakan pendekatan HACCP (cara pengendalian jamur, khususnya yang menghasilkan aflatoksin), dimana prinsip dalam HACCP ini meliputi; (1) analisis bahaya dan pencegahan, (2) identifikasi di dalam setiap proses, (3) menetapkan batas kritis pada setiap proses, (4) menetapkan cara pemantauan, (5) menetapkan tindakan koreksi, (6) menetapkan prosedur verifikasi oleh dinas pertanian, dan (7) menetapkan prosedur pencatatan.

Dari hasil pengamatan, penanganan pasca panen jagung oleh petani dilakukan dengan cara yang masih manual, atau masih dengan alat sederhana, misalnya pengeringan masih dengan penjemuran (cahaya matahari) dan perontokan masih dengan menggunakan tangan, sehingga kondisi yang demikian mampu menimbulakan infeksi jamur Aspergillus. Setiap tahap merupakan titik kritis yang perlu dikontrol dengan rutin yakni pada pengupasan. pemipilan, pembersihan dan pengemasan. Sehingga dengan mengontrol secara rutin dalam setiap tahapan mulai dari pemanenan sampai pada penyimpanan ini akan meminimalisir bahaya yang mungkin akan timbul.

Diharapkan, para petani menaruh perhatian lebih juga pada penanganan pasca panen jagung dan mau menerapkan sistem ini supaya hasil panen jagung terhindar dari serangan cendawan Aspergillus flavus dan aflatoksin yang dihasilkannya, sehingga produk yang dihasilkan memiliki mutu yang bagus dan bernilai lebih. Pada akhirnya, ketersediaan jagung pun dapat ditingkatkan dan selanjutnya akan dapat menekan ketergantungan impor dari Negara lain.

One Response to “PENGENDALIAN AFLATOKSIN PADA PASCA PANEN JAGUNG MELALUI PENERAPAN HACCP”

  1. 2zKDh8 I really liked your blog.Really thank you! Keep writing.

Your Reply

*