Agribisnis Membangun Pertanian Indonesia

2010
05.23

Peran Profesi Ekonomi Pertanian Spesialisasi Agribisnis dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia
Oleh : Karina Dinda Rachmawati
(0910440285)

Abstrak
Sektor pertanian mempunyai peranan penting di Indonesia, khususnya agribisnis. Pengembangan sistem agribisnis menjadi tuntutan logis dalam perkembangan keadaan perekonomian. Sistem agribisnis memberikan sumbangan nyata bagi perekonomian Indonesia dalam bentuk hasil produksi pertanian, pasar, faktor produksi, dan kesempatan kerja. Agribisnis mampu mendukung sektor industri, baik industri hulu maupun industri hilir.

Kata Kunci : agribisnis, ekonomi, pertanian

Sektor pertanian memiliki peranan penting di Indonesia karena sektor pertanian mampu menyediakan lapangan kerja, mampu mendukung sektor industri baik industri hulu maupun industri hilir, mampu menyediakan keragaman menu pangan dan karenanya sektor pertanian sangat mempengaruhi konsumsi dan gizi masyarakat. GBHN-pun telah memberikan amanat bahwa prioritas pembangunan diletakkan pada pembangunan bidang ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian. Dengan kemajuan di sektor pertanian, maka pembangunan di sektor industri yang didukung oleh sektor pertanian juga akan semakin maju. Keterkaitan (linkage) baik ke belakang (backward) maupun ke depan (forward) perlu diarahkan untuk mengembangkan industri hilir dan memperkuat industri hulu.

Salah satu bidang di sektor pertanian yang berperan penting dalam perkembangan perekonomian adalah bidang agribisnis. Semakin bergemanya kata agribisnis ternyata belum diikuti dengan pemahaman yang benar tentang konsep agribisnis itu sendiri. Sering agribisnis diartikan sempit, yaitu perdagangan atau pemasaran hasil pertanian. Padahal pengertian agribisnis tersebut masih jauh dari konsep semula yang dimaksud. Konsep agribisnis secara sederhana adalah suatu konsep yang utuh, mulai dari proses produksi, mengolah hasil, pemasaran dan aktivitas lain yang berkaitan dengan kegiatan pertanian. Pengertian fungsional agribisnis adalah rangkaian fungsi – fungsi kegiatan untuk memenuhi kegiatan manusia. Sedangkan pengertian struktural agribisnis adalah kumpulan unit usaha atau basis yang melaksanakan fungsi – fungsi dari masing – masing sub-sistem, tidak hanya mencakup bisnis pertanian yang besar, tetapi skala kecil dan lemah juga (pertanian rakyat). Bentuk usaha dalam agribisnis dapat berupa PT, CV, Perum, Koperasi, dan lain – lain. Sifat usahanya adalah homogen/heterogen, berteknologi tinggi atau tradisional, komersial atau subsisten, padat modal atau padat tenaga kerja.

Untuk sistem agribisnis adalah rangkaian kegiatan dari beberapa subsistem yg saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Sub-sistem agribisnis meliputi :
a. Sub-sistem faktor input pertanian (input factor sub-system) : pengadaan sarana produksi tani.
b. Sub-sistem produksi pertanian (production sub-system) : budidaya pertanian/usahatani.
c. Sub-sistem pengolahan hasil pertanian (processing sub-system) : agroindustri hasil pertanian.
d. Sub-sistem pemasaran (marketing sub-system) : faktor produksi, hasil produksi dan hasil olahan.
e. Sub-sistem kelembagaan penunjang (supporting institution sub-system) : sub-sistem jasa (service sub-system).

Sistem agribisnis mencakup 3 aspek utama, yaitu :
a. Aspek pengolahan usaha (produksi) pertanian : pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan.
b. Aspek produk penunjang kegiatan pra-pasca panen : industri penghasil pupuk, bibit unggul, dan lain – lain.
c. Aspek sarana penunjang : perbankan, pemasaran, penyuluhan, penelitian.

Bagi Indonesia, agribisnis berkembang dan berprospek cerah karena kondisi daerah yang menguntungkan, antara lain :
a. Lokasinya di garis khatulistiwa yang menyebabkan adanya sinar matahari yang cukup bagi perkembangan sektor pertanian. Suhu tidak terlalu panas dan karena agroklimat yang relatif baik, maka kondisi lahan juga relatif subur.
b. Lokasi Indonesia berada di luar zona angin taifun seperti yang banyak menimpa Filipina, Taiwan, dan Jepang.
c. Keadaan sarana dan prasarana seperti daerah aliran sungai tersedianya bendungan irigasi, jalan di pedesaan yang relatif baik, mendukung berkembangnya agribisnis.

Pengajaran ekonomi pertanian (dan agribisnis) di Indonesia sekarang ini diberikan pada mahasiswa yang masuk di Fakultas Pertanian yang mengambil jurusan Sosial Ekonomi (di Universitas Brawijaya kini jurusan agribisnis). Sebelum tahun 1982, pengajaran ekonomi pertanian juga diberikan di Fakultas Ekonomi di jurusan ekonomi pertanian. Namun sistem pengajaran ekonomi pertanian di Fakultas Ekonomi ini dihentikan oleh Pemerintah (e.q. Konsorsium Ilmu – Ilmu Ekonomi) pada tahun 1982, maka sejak itu pengajaran ekonomi pertanian hanya diberikan pada mahasiswa di jurusan Sosial Ekonomi atau Agribisnis di Fakultas Pertanian.

Terlepas dari siapa yang menyelenggarakan pengajaran ekonomi pertanian dan agribisnis di Indonesia, yang penting diberikan kepada mahasiswa yang mengambil spesialisasi ini adalah betapa masih pentingnya peranan sektor pertanian dalam proses pembangunan sekarang ini. Pengajaran ekonomi pertanian dan spesialisasi agribisnis menjadi penting karena alasan sebagai berikut:
a. Pembangunan yang ada di Indonesia sekarang ini adalah pembangunan sektor industri yang didukung oleh sektor pertanian. Dengan kata lain adalah bagaimana menciptakan pertanian tangguh yang mampu mendorong sektor industri yang maju.
b. Karena era pembangunan yang seperti itu, maka proses second generation problem (masalah setelah proses produksi) akan menjadi penting dan karena itu penguasaan ilmu pasca panen (termasuk agribisnis) akan menjadi sangat penting.

Peranan agribisnis di era pembangunan adalah memberikan sumbangan nyata bagi perekonomian Indonesia dalam bentuk :
1. Hasil produksi pertanian : swasembada beras sejak tahun 1984.
2. Pasar : besarnya pangsa pasar domestik yang mendukung daya beli masyarakat pedesaan.
3. Faktor produksi : penyediaan tenaga kerja, modal, bahan baku industri.
4. Kesempatan kerja : tingginya daya serap tenaga kerja.

Pada akhir Pembangunan Jangka Panjang II, diharapkan transformasi struktur agribisnis, dari on-farm activities (usahatani : budidaya pertanian) menjadi off-farm activities (luar usahatani : pengadaan sarana produksi, agroindustri pengolahan, pemasaran dan jasa – jasa penunjang). Transformasi ekonomi dari basis pertanian ke ekonomi basis industri dengan ciri – ciri berkembangnya industri – industri pengolahan pertanian menempatkan Indonesia menjadi negara bercorak agribisnis (agro-base Industry: industri minyak sawit, industri kayul apis, crumb rubber dan sejenisnya).

Peranan agribisnis di masa akan datang tetap penting sebagai penyedia pendapatan nasional dan lapangan kerja, maka peranan profesi ekonomi pertanian spesialisasi agribisnis sangat diperlukan. Para intelektual dalam profesi ekonomi pertanian spesialisasi agribisnis tidak saja dituntut untuk menguasai ilmunya dengan baik, tetapi juga dituntut untuk menguasai ilmu yang berkaitan dengan masalah – masalah makro ekonomi dalam kerangka pembangunan nasional.

Daftar Pustaka
DR. Soekartawi. 1997. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1993. Agribisnis Seri V. Jakarta : Departemen Pertanian
Mosher, Arthur T. 1966. Getting Agriculture Moving. New York : Frederick A. Praeger, Inc. Publisher

Your Reply

You must be logged in to post a comment.