• Sistem Rudal Rusia di Suriah Tak Bisa Bendung Serangan Jet Israel

    Date: 2019.01.20 | Category: Lain - Lain | Tags:

    Rusia sudah mengerahkan beberapa skema pertahanan rudal hawa terbaik ke Suriah untuk mengawasi misil serta jet-jet tempur Amerika Serikat (AS) masih ada dalam tempat saat kemampuan militer besar ramai-ramai menantang ISIS dalam jarak dekat. Akan tetapi, skema pertahanan itu terindikasi tidak dapat membendung serangan jet-jet tempur Israel dengan teratur.

    Pada bulan Februari 2017, skema pertahanan rudal Suriah, S-200 bikinan Rusia, menembak jatuh jet tempur F-16 yang kembali dari serangan besar-besaran dengan membidik pasukan Iran di Suriah.

    Menjadi respon, Israel meluncurkan serangan lainnya yang diklaim menghilangkan 1/2 dari keseluruhan skema pertahanan hawa Suriah, dimana skema Moskow yang telah uzur adalah sebagian besar.

    Baca juga : Jurusan di UNLAM

    Pada bulan April, Suriah diguncang oleh serangan rudal yang menyulut ledakan dahsyat dalam suatu depot amunisi. Ledakan itu setera dengan getaran gempa 2,6 taraf richter (SR) serta dipercaya sudah menewaskan beberapa puluh masyarakat Iran.

    Pada bulan Mei, Israel melaunching video salah satunya misilnya merusak skema pertahanan hawa Rusia. Akan tetapi, alat Rusia tawarkan fakta kenapa skema itu tidak berhasil hentikan rudal yang masuk.

    Rezim militer Zionis jarang mengonfirmasi serangan udaranya di Suriah dengan tidak mengonfirmasi maupun menyangkal serangan.

    Pada bulan September 2018, serangan Israel yang lain pada timbunan senjata Iran di Suriah menyebabkan jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia. Pesawat itu tidak menyengaja ditembak jatuh oleh skema pertahanan hawa S-200 Suriah waktu menanggapi serangan beberapa jet tempur F-16 Israel. Sekitar 15 tentara Moskow meninggal dalam insiden itu.

    Rusia waktu itu menuduh Israel menyengaja terbang dibawah Il-20 untuk memusingkan skema pertahanan hawa Suriah. Karena insiden itu, Moskow kirim skema pertahanan rudal S-300 yang lebih mutakhir ke militer Suriah.

    Moskow begitu menghormati S-300 serta pertahanan misil yang lain, serta sudah dengan terbuka menghina AS atas jet-jet tempurnya dengan menunjukkan jika senjata-senjata pertahanannya bisa menembak jatuh pesawat-pesawat tempur Washington. Saat itu, Rusia menjelaskan akan tutup navigasi satelit di lokasi itu serta mengharap pertahanan barunya akan menahan serangan Israel selanjutnya. Selama ini, Rusia salah.

    Entahlah bagaimana triknya Israel selalu mencapai target-target di Suriah sesuka hati dengan F-16, pesawat tempur generasi ke empat yang tidak tersembunyi dari pantauan radar ataulah bukan jet tempur siluman.

    Di hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku jika angkatan hawa negaranya sudah lakukan beberapa ratus serangan di Suriah, dengan serangan belakangan ini tentang senjata Iran di dekat Bandara Internasional Damaskus.

    Rusia awalannya mengerahkan pertahanan hawa ke Suriah untuk mengawasi beberapa negara kuat seperti AS supaya tidak menyerang Presiden Suriah Bashar Assad, dan membuat perlindungan pasukan angkatan udaranya sendiri yang diletakkan disana.

    AS sudah lama menentang Assad, sebab ia dengan keras menindak beberapa demonstran damai pada tahun 2011 serta sudah didakwa lakukan penyiksaan, kejahatan perang, serta memakai senjata kimia pada masyarakat sipil saat perang saudara 7 tahun yang mengerikan di negara itu.

    Tapi AS sudah menyerang Suriah 2x dengan rudal jelajah, serta Suriah tidak sempat menunjukkan skema rudal Rusia yang dipakai sudah mencegat misil-misil jelajah Washington.

    Menurut beberapa pakar, ada dua peluang fakta kenapa skema pertahanan hawa bikinan Rusia di Suriah tidak bisa mengakhiri tugasnya. Pertama, Israel pintar menaklukkan skema pertahanan hawa Moskow yang dioperasikan Suriah. Ke-2, militer Suriah payah dalam menaklukkan jet Israel.

    “Salah satunya keunikan Israel saat mereka lakukan serangan yang cukuplah berani dalam lingkup pertahanan hawa Suriah ialah perang elektronik yang berat,” kata Justin Bronk, seseorang ahli tempur hawa di Royal United Services Institute (RUSI) pada Business Insider, yang diambil Kamis (17/1/2019).

    Baca juga : Jurusan di UNMUL

    Bronk menjelaskan jika Israel, sekutu dekat AS yang ambil sisi dalam kursus besar di Amerika, sudah mahir merobohkan skema pertahanan hawa Suriah.

    Israel lihat pengiriman senjata Iran lewat Suriah menjadi intimidasi eksistensial. Walau Israel mempunyai jalinan yang mesti dipertahankan dengan AS serta Rusia—keduanya pemain kunci dalam medan Suriah—Netanyahu menyatakan jika Israel tidak akan berhenti untuk menaklukkan Iran.

    Dalam lebih dari 100 serangan yang disadari oleh Netanyahu, Israel cuma kehilangan satu pesawat tempur. Bronk mengkaitkan perihal ini dengan beberapa trick yang di kembangkan saat beberapa dekade untuk penindasan pertahanan hawa musuh yang di kembangkan oleh Israel.

    Pensiunan Korps Marinir AS Letnan Kolonel David Berke, bekas pilot F-35, F-22, serta F-18, menjelaskan pada Business Insider jika Israel temukan langkah inovatif, kreatif, serta agresif. “Untuk mengoptimalkan potensi tiap-tiap skema senjata yang mereka punya serta sempat dipakai,” tuturnya.