• Iran Serukan AS Bebaskan Jurnalisnya yang Ditangkap FBI

    Date: 2019.01.17 | Category: Lain - Lain | Tags:

    Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan selekasnya seseorang jurnalisnya kelahiran Amerika saat kerja untuk tv pemerintah berbahasa Inggris. Teheran menuduh Washington memperlakukannya dengan tidak baik di penjara menjadi seseorang wanita Muslim berkulit hitam.

    Baca juga : Biaya Kuliah UTPendaftaran UT

    Stasiun tv berbahasa Inggris punya Iran, Press TV, menjelaskan jika presenter TV serta film dokumenternya Marzieh Hashemi diamankan di Bandara Internasional St. Louis Lambert di hari Minggu serta ditahan di Washington. Ia belumlah didakwa dengan sah.

    Petinggi Biro Investigasi Federal, FBI, tidak selekasnya bisa dihubungi untuk diminta komentar.

    “Kami mengutuk penangkapan ilegal Marzieh Hashemi, reporter serta pembawa acara Press TV, serta perlakuan tidak manusiawi di penjara di Washington,” kata jubir kementerian luar negeri Iran Bahram Qasemi seperti diambil Reuters dari kantor berita negara IRNA, Rabu (16/1/2019).

    Press TV menjelaskan dalam satu pengakuan di situs websitenya jika Hashemi seseorang ibu serta nenek sudah lakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk berkunjung ke anggota keluarganya, termasuk juga saudara lelakinya, yang menanggung derita kanker.

    Ia diizinkan mengontak putrinya dua hari sesudah penangkapannya, kata Press TV.

    Menurut Press TV, Hashemi dilahirkan dengan Melanie Franklin di Amerika Serikat serta merubah namanya sesudah masuk Islam.

    Disebutkan oleh Press TV jika ia sudah dihindari dari kenakan jilbab di penjara, serta cuma ditawari daging babi menjadi makanan yang dilarang dalam Islam.

    “Hanya satu makanan yang ia punya saat dua hari paling akhir ialah paket kerupuk,” kata Hashemi seperti diambil oleh Press TV.

    Baca juga : Biaya Kuliah UMN

    Reuters tidak bisa dengan berdiri sendiri memverifikasi pernyataan pada perlakuannya itu.

    “Penangkapan mendadak seseorang wanita Muslim Amerika, serta tingkah laku tidak berperikemanusiaan serta tidak sopan dari petugas federal AS dengan ia ialah contoh yang jelas mengenai bagaimana rezim apartheid memperlakukan masyarakatnya yang bukan kulit putih,” kata Qasemi.

    Hashemi sudah tinggal di Iran saat lebih dari satu dekade, menurut beberapa alat Iran.

    Ia sudah memberikan laporan mengenai diskriminasi pada wanita, Muslim, serta Afrika-Amerika di Amerika Serikat.